Khotbah Pertama:
Segala puji bagi Allah, Dzat Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana, yang meninggikan derajat para guru dan para penuntut ilmu. Kita bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah, Yang Maha Nyata kebenaran-Nya. Dan kita bersaksi bahwa junjungan kita Nabi Muhammad ﷺ adalah utusan-Nya yang terpercaya. Semoga shalawat, salam, dan keberkahan senantiasa tercurah kepada beliau, keluarga, sahabat, dan para pengikutnya.
Amma ba’du, wahai hamba-hamba Allah, aku berwasiat kepada kalian dan juga kepada diriku sendiri agar senantiasa bertakwa kepada Allah. Sesungguhnya takwa adalah kunci ilmu dan jalan menuju pemahaman. Allah Ta’ala berfirman:
﴿وَاتَّقُوا اللَّهَ وَيُعَلِّمُكُمُ اللَّهُ﴾
“Bertakwalah kepada Allah, niscaya Allah akan mengajarkan kepadamu.” (QS. Al-Baqarah: 282)
_Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,_
Allah Ta’ala berfirman dalam ayat-ayat pertama yang diturunkan kepada hati penutup para rasul, sekaligus pemimpin para guru:
﴿اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ * خَلَقَ الْإِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ * اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ * الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ * عَلَّمَ الْإِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ﴾
“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, Yang mengajarkan (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” (QS. Al-‘Alaq: 1–5)
Ayat-ayat agung ini mengumumkan dimulainya sebuah era yang gemilang, yang dibangun atas dasar ilmu dan pengetahuan, demi menegakkan bangunan peradaban yang sempurna. Semua ini memerlukan kerja sama seluruh elemen masyarakat sesuai dengan peran dan kedudukannya. Ia adalah tanggung jawab besar, amanah mulia, yang diwariskan para nabi kepada para ulama, guru, dosen, dan pendidik.
Mereka bertugas membentuk generasi yang sadar, di “pabrik” pemikiran dan pendidikan, tempat di mana akal dibentuk, jiwa ditempa, potensi dikembangkan, dan keterampilan diasah. Sehingga masyarakat kita menjadi masyarakat ilmu, yang menorehkan prestasi besar di masa kini dan masa depan. Allah Ta’ala berfirman:
﴿قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ﴾
“Katakanlah: Apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” (QS. Az-Zumar: 9)
Benar, ilmu itu adalah kejernihan dan kesucian, usaha dan pengorbanan. Ia adalah cahaya dan sinar bagi masyarakat, serta sebab keunggulan dan kemajuan.
Allah telah menganugerahkan kepada kita pada zaman ini suatu sistem ilmu dan pengetahuan yang sangat lengkap. Allah juga membukakan bagi kita pintu-pintu perkembangan yang cepat, yang menjadikan menuntut ilmu sebagai kebutuhan, bukan pilihan. Menguasai keterampilan adalah kunci untuk meraih kepemimpinan dengan layak, sementara persaingan dalam ilmu menjadi jalan menuju kekuatan, perlindungan, kemajuan, dan kemuliaan. Allah Ta’ala berfirman:
﴿يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ﴾
“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.” (QS. Al-Mujadilah: 11)
_Wahai hamba-hamba Allah,_
Sesungguhnya masyarakat ilmu adalah masyarakat di mana peran saling melengkapi, usaha saling bersinergi, sehingga semua orang menjadi mitra dalam membangun masa depan. Guru membimbing, murid berusaha, dan keluarga mendukung.
_Wahai para guru yang mulia,_
Ingatlah firman Allah Ta’ala:
﴿إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَى أَهْلِهَا﴾
“Sesungguhnya Allah menyuruh kalian menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya.” (QS. An-Nisa: 58)
Murid adalah amanah di hadapanmu. Jagalah akalnya dari penyimpangan, peliharalah nilainya dari perubahan, bentuklah pola pikirnya dengan benar, dan jaga fitrahnya yang lurus. Ia adalah amanah yang besar: amanah menanamkan ilmu dan nilai, amanah membangun bangsa.
Maka, wahai para pendidik, kuasailah bidangmu dengan baik, siapkan pelajaranmu dengan sempurna, perbarui metode mengajarmu, variasikan gaya penyampaianmu, dan lakukan dengan sungguh-sungguh. Karena Nabi kalian ﷺ bersabda:
«إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ إِذَا عَمِلَ أَحَدُكُمْ عَمَلًا أَنْ يُتْقِنَهُ»
“Sesungguhnya Allah mencintai jika seseorang melakukan suatu pekerjaan, ia melakukannya dengan sempurna.” (HR. Al-Baihaqi)
Ajarkan murid-muridmu dengan teladan perbuatanmu. Jadilah contoh dalam akhlakmu. Sesungguhnya perbuatan lebih bermakna daripada seribu nasihat, dan bahasa sikap lebih jujur daripada bahasa ucapan. Bangkitkanlah pada diri murid semangat penelitian ilmiah, rasa ingin tahu, serta kobaran cita-cita dan gairah mereka. Dengan itu mereka akan memiliki kemampuan kritis dan kepribadian ilmiah yang kuat.
_Wahai para ayah dan ibu,_
Sambutlah tahun ajaran baru dengan mendoakan anak-anak kalian, sebagaimana doa Nabi:
﴿وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي﴾
“Dan perbaikilah keturunanku untukku.” (QS. Al-Ahqaf: 15)
Doa kalian akan membuka pintu-pintu yang sulit bagi mereka, memudahkan kesulitan, dan ia dekat di sisi Ar-Rahman serta mudah dikabulkan. Jadilah penolong terbaik bagi anak-anak dalam studinya, dengan memantau hasil belajar mereka, menjalin komunikasi dengan sekolah mereka, demi membantu mereka mencapai tujuan. Allah Ta’ala berfirman:
﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ﴾
“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul, serta ulil amri di antara kalian.” (QS. An-Nisa: 59)
Aku cukupkan khutbah ini, dan aku memohon ampun kepada Allah untukku dan untuk kalian. Maka mohonlah ampun kepada-Nya, sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Khutbah Kedua:
Segala puji hanya bagi Allah semata, shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ, penutup para nabi, yang tiada nabi setelahnya.
_Amma ba’du, wahai kaum muslimin,_
Sesungguhnya murid adalah pusat dari proses pendidikan. Ia adalah tujuan utama, harapan yang digantungkan. Demi dirinya sekolah-sekolah dan universitas-universitas didirikan, dan para guru terbaik ditugaskan.
Maka wahai para pelajar yang cerdas, ingatlah setiap pagi ketika engkau pergi ke sekolahmu, bahwa engkau sedang berada di hadapan sebuah kesempatan berharga: untuk mempelajari hal baru, meraih prestasi yang berbeda. Inilah peluangmu untuk mengangkat derajat akal dan cita-citamu, mendekatkan dirimu pada tujuan dan harapanmu.
Sadarlah bahwa engkau sedang menapaki jalan menuju surga, sebagaimana sabda Nabi ﷺ:
«مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا؛ سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ، وَإِنَّ الْمَلَائِكَةَ لَتَضَعُ أَجْنِحَتَهَا لِطَالِبِ الْعِلْمِ، رِضًا بِمَا يَصْنَعُ»
“Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga. Dan para malaikat meletakkan sayapnya bagi penuntut ilmu, karena ridha dengan apa yang ia lakukan.” (HR. Muslim)
Jika engkau hadir dengan niat ini, maka setiap langkahmu bernilai pahala, setiap ilmu yang kau peroleh penuh berkah. Baik itu ilmu-ilmu kemanusiaan maupun ilmu-ilmu alam.
Berusahalah pula untuk mengikuti perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan memanfaatkan pengetahuan yang diberikannya, dengan tetap menjaga amanah ilmiah, kesadaran, dan tanggung jawab. Jadilah teladan di sekolahmu dan lingkunganmu, bersama gurumu dan teman-temanmu, dengan berpegang pada tata tertib sekolah, menjaga identitas kebangsaanmu, membanggakan bahasa Arabmu, serta melestarikan nilai-nilai masyarakatmu.
_Wahai para pengelola pendidikan, para kepala sekolah dan administrator,_
Manfaatkanlah dengan penuh profesionalisme dan ketulusan segala sarana pendidikan yang telah disediakan negara kita yang diberkahi, yang memadukan teknologi modern dengan metode pembelajaran terbaik. Semua itu agar lahir generasi ulama, pemikir, pakar, dan inovator, yang mengabdi membangun bangsa dan mengembangkan masyarakat.
Bershalawatlah kalian dan ucapkan salam kepada junjungan kita Nabi Muhammad ﷺ. Ya Allah, limpahkanlah shalawat, salam, dan keberkahan kepada beliau, keluarga, sahabat, dan seluruh pengikutnya.
Ya Allah, ridailah para sahabat Nabi yang mulia seluruhnya.
Ya Allah, jadikanlah kami hamba-hamba-Mu yang beriman kepada-Mu, beribadah hanya kepada-Mu, penuntut ilmu yang bermanfaat, serta orang-orang yang berkontribusi dalam kemajuan masyarakat kami. Jadikanlah kami anak-anak yang berbakti kepada kedua orang tua kami, dan rahmatilah mereka sebagaimana mereka mendidik kami sejak kecil. Wahai Yang Maha Pengasih dari segala yang mengasihi.
Ya Allah, jagalah negara Uni Emirat Arab dengan penjagaan-Mu, lindungilah dengan perlindungan-Mu, dan naungilah dengan kasih sayang-Mu, wahai Rabb semesta alam.
Ya Allah, jagalah dengan penjagaan-Mu Sheikh Mohammed bin Zayed, Presiden Negara, berikanlah kepadanya baju petunjuk dan kebijaksanaan, serta bimbinglah beliau bersama para wakilnya, saudara-saudaranya para penguasa emirat, putra mahkota yang setia, dan perwakilan penguasa di Al-Dhafra, menuju apa yang Engkau cintai dan Engkau ridhai.
Ya Allah, rahmatilah Sheikh Zayed, Sheikh Rashid, dan para pendiri negeri ini yang telah wafat, masukkanlah mereka ke dalam surga-Mu yang luas dengan karunia-Mu. Liputilah pula para syuhada bangsa ini dengan rahmat dan ampunan-Mu.
Ya Allah, rahmatilah seluruh kaum muslimin dan muslimat, yang hidup maupun yang telah wafat.
Penutup
Wahai hamba-hamba Allah,
Ingatlah Allah Yang Maha Agung, niscaya Dia mengingat kalian. Bersyukurlah atas nikmat-Nya, niscaya Dia menambah (nikmat) kepada kalian.
وَأَقِمِ الصَّلَاةَ
“Dan dirikanlah shalat.”
No comments:
Post a Comment