Wednesday, December 03, 2025

KHOTBAH JUM'AT, "26/09/2025": HIDUP MENGAJARKAN KITA

Khotbah Pertama

Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan seluruh makhluk, dan menjadikan dalam kehidupan ini pelajaran-pelajaran dan peringatan. Kita bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dan kita bersaksi bahwa junjungan kita Nabi Muhammad adalah utusan Allah. Semoga shalawat dan salam senantiasa tercurah kepadanya, kepada keluarganya, sahabatnya, serta siapa saja yang mengikuti jalannya.

Amma ba’du: Wahai hamba Allah, aku wasiatkan kepada kalian dan diriku sendiri agar selalu bertakwa kepada Allah. Allah Ta’ala berfirman:

﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ﴾

> “Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah setiap jiwa memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok.” (QS. Al-Hasyr: 18)

Wahai orang-orang beriman, sesungguhnya kehidupan adalah salah satu nikmat terbesar, anugerah agung yang menuntut kita untuk selalu bersyukur kepada Sang Pemberi. Allah menjadikan hidup penuh dengan pelajaran, yang dapat dipetik oleh orang-orang yang mau berpikir dan merenung.

Al-Qur’an pun dipenuhi dengan pengalaman hidup orang-orang terdahulu, agar kita mengambil darinya manfaat yang menerangi hati kita dan menghidupkan jiwa kita. Dari kehidupan, kita belajar pelajaran iman, nilai akhlak, dan keterampilan hidup. Barangsiapa yang memahami dan mengamalkannya, maka hidupnya terpuji, namanya dikenang, dan pahalanya besar di sisi Allah.

Maka, wahai hamba Allah, apa yang kita pelajari dari kehidupan?
Kita belajar darinya bahwa iman kepada Allah adalah benteng yang kokoh, tempat perlindungan yang tinggi. Siapa yang bernaung di bawahnya, hatinya akan tenang, tekadnya kuat, dan kehidupannya baik. Tidakkah kalian mendengar firman Allah Ta’ala:

﴿مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً﴾

> “Barangsiapa beramal shalih, baik laki-laki maupun perempuan, dalam keadaan beriman, maka sungguh Kami akan berikan kepadanya kehidupan yang baik.” (QS. An-Nahl: 97)

Betapa banyak orang yang hidupnya sempit, lalu ketika ia berpegang pada kapal iman dan berserah diri dengan tulus kepada Ar-Rahman, Allah lapangkan kesulitannya, dan musibahnya berubah menjadi anugerah. Allah Ta’ala berfirman:

﴿وَكَذَلِكَ نُنْجِي الْمُؤْمِنِينَ﴾

> “Dan demikianlah Kami menyelamatkan orang-orang yang beriman.” (QS. Al-Anbiya: 88)

Maka jadikanlah iman sebagai bekal kalian, tempat berlindung di saat cobaan, dan perbanyaklah dzikir kepada Rabb kalian. Sesungguhnya hidup mengajarkan kepada orang-orang yang berdzikir bahwa dengan dzikir, jiwa menjadi suci, hati menjadi hidup. Allah Ta’ala berfirman:

﴿أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ﴾

> “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28)

Dengan dzikir, hati bersinar, ruh menjadi tenang. Sebaliknya, berpaling darinya membuat dada sesak dan hidup menjadi sempit. Allah Ta’ala berfirman:

﴿وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا﴾

> “Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sungguh baginya kehidupan yang sempit.” (QS. Thaha: 124)

Maka penuhilah waktu kalian dengan dzikir kepada Allah, jadikan ia musim semi bagi hati kalian.

Di antara yang diajarkan hidup juga adalah bahwa doa adalah pintu harapan dan penyejuk hati di saat ujian. Betapa banyak hati yang hancur diperbaiki oleh doa, betapa banyak orang sakit yang disembuhkan dengan doa, dan betapa banyak orang susah yang Allah angkat kesulitannya dengan doa. Maka mintalah kepada Allah dengan doa. Nabi ﷺ bersabda:

«إِنَّ رَبَّكُمْ حَيٌّ كَرِيمٌ، يَسْتَحْيِي مِنْ عَبْدِهِ إِذَا رَفَعَ يَدَيْهِ إِلَيْهِ أَنْ يَرُدَّهُمَا صِفْرًا»

> “Sesungguhnya Rabb kalian Maha Hidup lagi Maha Mulia, Dia malu bila hamba-Nya menengadahkan tangan kepada-Nya lalu dikembalikan dalam keadaan kosong.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi)

Wahai hamba Allah, hidup juga mengajarkan kepada orang-orang yang bertawakal bahwa rezeki itu di tangan Allah. Dialah yang membaginya di antara hamba-hamba-Nya dengan hikmah-Nya, dan menyiapkan sebab-sebabnya dengan rahmat-Nya. Allah Ta’ala berfirman:

﴿إِنَّ اللَّهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِينُ﴾

> “Sesungguhnya Allah, Dialah Maha Pemberi Rezeki, yang memiliki kekuatan lagi sangat kokoh.” (QS. Adz-Dzariyat: 58)

Maka ridhalah dengan bagianmu, syukurilah nikmat-Nya, jangan gelisah atas apa yang terlewat, dan jangan terlalu gembira dengan apa yang datang. Sebab tidak akan hilang apa yang telah ditetapkan untukmu, dan tidak akan kau raih apa yang tidak ditakdirkan bagimu.

Hidup juga mengajarkan kepada orang-orang jujur bahwa kejujuran adalah keselamatan. Rasulullah ﷺ bersabda:

«إِنَّ الصِدْقَ يَهْدِي إِلَى الْبِرِّ»

> “Sesungguhnya kejujuran menuntun kepada kebaikan.” (Muttafaq ‘Alaih)

Betapa banyak orang yang berpegang pada kejujuran lalu Allah selamatkan dia, Allah bukakan pintu kebaikan, dan Allah lindungi dirinya. Maka biasakanlah kejujuran dalam ucapan, perbuatan, dan seluruh keadaan kalian.

Hidup juga mengajarkan kepada orang yang adil bahwa menunaikan hak adalah kewajiban besar, dan bahwa kezaliman adalah kegelapan. Ia menutup jalan kesuksesan, dan bagaimana mungkin orang zalim bisa beruntung? Allah Ta’ala berfirman:

﴿وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ﴾

> “Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang zalim.” (QS. Al-Baqarah: 258)

Jauhilah kezaliman, karena akibatnya sangat buruk. Allah Ta’ala juga berfirman:

﴿وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ الظَّالِمِينَ﴾

> “Dan Allah tidak menyukai orang-orang zalim.” (QS. Ali Imran: 57)

Dan di antara pelajaran hidup adalah bahwa kata-kata yang baik akan terus berbekas, buahnya akan indah. Rasulullah ﷺ bersabda:

«وَالْكَلِمَةُ الطَّيِّبَةُ صَدَقَةٌ»

> “Ucapan yang baik adalah sedekah.” (HR. Bukhari, Muslim)

Betapa banyak kata baik yang membuat hati bahagia, menyemangati seseorang, memadamkan api perselisihan, dan menyalakan cahaya cinta serta persaudaraan. Maka hiasi lisan kalian dengan kata-kata baik, dan perindah majelis kalian dengannya.

Allah Ta’ala berfirman:

﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ﴾

> “Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah, taatilah Rasul, dan ulil amri di antara kalian.” (QS. An-Nisa: 59)

Aku sampaikan khutbah ini, dan aku mohon ampun kepada Allah untukku dan untuk kalian. Maka mohonlah ampunan kepada-Nya.

Baik, berikut terjemahan lengkap khutbah kedua dengan tetap menampilkan teks Arab untuk ayat Al-Qur’an dan hadits:

Khotbah Kedua

Segala puji hanya bagi Allah semata. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi yang tidak ada nabi lagi setelahnya.

Amma ba’du, wahai kaum beriman:
Hidup mengajarkan kita bahwa siapa yang membaca perjalanan hidup orang lain, seakan ia menambahkan umur di atas umurnya. Tidaklah mengherankan, sebab menelaah pengalaman orang-orang terdahulu adalah metode Qur’ani yang lurus.

Allah Ta’ala berfirman:
﴿لَقَدْ كَانَ فِي قَصَصِهِمْ عبرة لِأُولِي الْأَلْبَابِ﴾ (13)
“Sungguh, pada kisah-kisah mereka itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang berakal.”

Maka, ambillah pelajaran dari pengalaman orang-orang tua kalian, karena merekalah guru kehidupan. Mereka telah merasakan pelajaran dan ibrah, ditempa oleh pengalaman, diajarkan oleh berbagai peristiwa. Cukuplah pengalaman hidup sebagai guru, terlebih jika itu berasal dari seorang pemimpin yang bijaksana. Saat itulah, ia menjadi sumber hikmah dan intisari pengalaman, yang dengannya para pejalan mendapatkan petunjuk dan para pengambil pelajaran mendapatkan teladan.

Dan sungguh Allah Ta’ala telah memuliakan kita di Negara Uni Emirat Arab dengan kepemimpinan yang bijak, yang merangkum untuk kita pengalaman hidup, mengumpulkan pelajarannya, dan menyajikannya. Maka, inilah beliau, Sheikh Muhammad bin Rasyid – semoga Allah menjaganya – yang telah menulis kitab “Al-lamatnī al-ḥayāh” (Hidup Telah Mengajarkanku), yang di dalamnya berisi pengalaman berharga di berbagai bidang.

Di antara hal penting yang beliau tegaskan adalah bahwa “Tanah air itu adalah tim besar, dan tim besar adalah tanah air bagi para inovator. Ia adalah nilai agung, yang semakin tinggi dengan kerja dan pengorbanan kita. Kita semua bertanggung jawab, dan masing-masing bisa berkontribusi untuk menciptakan nilai yang lebih tinggi bagi tanah air. Semua akan pergi, namun tanah air tetap abadi. Kita memberi tanpa pamrih, sebagaimana tanah air selalu memberi tanpa pamrih. Maka tanah air pertama, tanah air terakhir, tanah air selamanya.”

Maka wahai hamba Allah, ambillah manfaat dari pengalaman hidup kalian dan juga orang lain. Janganlah engkau kikir dengan pengalamanmu terhadap orang lain, bagikanlah kepada mereka. Sebab, Rasulullah ﷺ bersabda:
«الدِّينُ النَّصِيحَةُ» (15)
“Agama adalah nasihat.”

Sampaikan pengalaman kalian kepada anak-anak kalian, ajarkan mereka cara mengambil pelajaran dari pengalaman orang lain. Sehingga pengalaman itu menjadi nilai yang membimbing hidup mereka. Maka mereka akan tumbuh menjadi orang-orang yang berpikir dan merenung, yang melihat dalam setiap hari ada bagian (pelajaran), dalam setiap kesulitan ada peluang, dan dalam setiap persimpangan ada hikmah.

Hadirin sekalian, marilah kita bershalawat:
Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam kepada junjungan kami, Nabi Muhammad penutup para rasul, juga kepada keluarga, sahabat, dan para pengikutnya. Ya Allah, ridailah Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali, dan seluruh sahabat yang mulia.

Ya Allah, jadikanlah kami hamba-Mu yang beriman kepada-Mu, beribadah kepada-Mu, belajar dari kehidupan, mengambil manfaat dari pengalamannya, berbakti kepada kedua orang tua kami, sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangi kami di waktu kecil, wahai Yang Maha Pengasih.

Ya Allah, lindungilah negeri Emirat dengan penjagaan-Mu, naungilah dengan pemeliharaan-Mu, jagalah dengan perhatian-Mu wahai Rabb semesta alam. Ya Allah, jagalah dengan penjagaan-Mu Sheikh Muhammad bin Zayed, Presiden Negara, berikanlah kepadanya baju taufik, kebijaksanaan, dan berkatilah beliau bersama para wakil, para saudaranya para penguasa Emirat, dan putra mahkota yang amanah, serta perwakilan penguasa di Dhafrah, untuk semua perkara yang Engkau cintai dan Engkau ridhai.

Ya Allah, rahmatilah Sheikh Zayed, Sheikh Rasyid, dan para pemimpin Emirat yang telah mendahului kami. Masukkan mereka dengan karunia-Mu ke dalam surga-Mu yang luas, dan liputilah para syuhada tanah air dengan rahmat serta ampunan-Mu.

Ya Allah, rahmatilah kaum muslimin dan muslimat, yang hidup maupun yang telah wafat.

Wahai hamba Allah, ingatlah Allah Yang Maha Agung, niscaya Dia mengingat kalian. Bersyukurlah atas nikmat-Nya, niscaya Dia menambahkan nikmat kepada kalian. 

Dan dirikanlah shalat.

No comments: