Khtbah Pertama:
Segala puji bagi Allah, Tuhan yang telah menciptakan manusia secara bertahap, dan menjadikan masa muda sebagai kekuatan dan kebanggaan bagi tanah air. Kita bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dan kita bersaksi bahwa junjungan kita Nabi Muhammad adalah utusan Allah. Semoga shalawat dan salam tercurah kepada beliau, keluarga, para sahabatnya, serta siapa pun yang mengikuti petunjuknya.
Amma ba'du...
Wahai hamba-hamba Allah, aku berwasiat kepada kalian dan juga kepada diriku sendiri untuk selalu bertakwa kepada Allah. Allah ﷻ berfirman:
﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ﴾
"Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah setiap jiwa memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok." (QS. Al-Hasyr: 18)
Wahai kaum mukminin...
Khutbah kita kali ini adalah seruan khusus bagi para pemuda. Karena merekalah masa kini yang tampak, dan masa depan yang diharapkan. Pada merekalah harapan bangsa digantungkan, kemegahan negeri dibangun, dan melalui mereka akan diraih puncak kemuliaan dan kehormatan.
Wahai para pemuda...
Wahai engkau yang telah Allah anugerahkan kekuatan kemauan, keteguhan tekad, kejernihan pemikiran, ketajaman akal, serta vitalitas jasmani – kuatkanlah imanmu kepada Tuhanmu.
Sungguh, Allah telah memuji sekelompok pemuda yang seusia denganmu dalam firman-Nya:
﴿إِنَّهُمْ فِتْيَةٌ آمَنُوا بِرَبِّهِمْ وَزِدْنَاهُمْ هُدًى﴾
"Sesungguhnya mereka adalah para pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambahkan petunjuk kepada mereka." (QS. Al-Kahfi: 13)
Ya, mereka beriman kepada Allah sebagai Tuhan mereka, maka Allah menambahkan hidayah kepada mereka – yang dengannya pikiran mereka lurus, jiwa mereka tenang, dan hati mereka tenteram.
Maka hadapkanlah (wajahmu) untuk ibadah kepada Tuhanmu! Shalat dan ketaatanmu akan mengatur urusanmu dan membahagiakan hidupmu. Allah ﷻ berfirman:
﴿مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً﴾
"Barangsiapa mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan, sedang dia beriman, maka Kami akan memberinya kehidupan yang baik." (QS. An-Nahl: 97)
Wahai hamba-hamba Allah...
Seorang pemuda yang sadar dan bertanggung jawab pasti memahami bahwa masa mudanya adalah nikmat yang harus dimanfaatkan dan amanah yang akan Allah tanyakan kelak. Rasulullah ﷺ bersabda:
«اغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ، وَمِنْهَا: شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ»
"Manfaatkan lima perkara sebelum lima perkara, di antaranya: masa mudamu sebelum masa tuamu." (HR. Al-Hakim)
Beliau ﷺ juga bersabda:
«لَا تَزُولُ قَدَمَا ابْنِ آدَمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ عِنْدِ رَبِّهِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ خَمْسٍ» – وَمِنْهَا: «وَعَنْ شَبَابِهِ فِيمَ أَبْلَاهُ»
"Tidak akan bergeser kaki anak Adam pada hari kiamat dari sisi Rabb-nya, hingga ditanya tentang lima perkara... dan salah satunya: tentang masa mudanya, untuk apa ia habiskan."
(HR. At-Tirmidzi)
Maka manfaatkanlah, wahai para pemuda...
Manfaatkan masa muda kalian! Gunakan waktumu sebaik-baiknya! Apakah kamu rela jika masa mudamu terbuang hanya di media sosial? Hari-harimu habis dalam kelalaian? Kaki-kakimu tergelincir menuju kebinasaan?
Ibnu Mas'ud radhiyallahu ‘anhu berkata:
"إِنِّي لَأَكْرَهُ أَنْ أَرَى الرَّجُلَ فَارِغًا، لَا فِي عَمَلِ الدُّنْيَا، وَلَا فِي عَمَلِ الْآخِرَةِ"
"Sesungguhnya aku sangat benci melihat seseorang yang menganggur, tidak sibuk dengan urusan dunia maupun akhirat."
Wahai pemuda...
Nilailah kemampuanmu! Asahlah keahlianmu! Temukan passion-mu, dan tetapkan dengan jelas arah serta tujuanmu. Dengan begitu, kontribusimu akan berdampak, dan kesuksesanmu akan istimewa.
Masuklah dengan penuh semangat ke dunia kerja, jauhilah sikap malas dan bergantung pada orang lain. Rasulullah ﷺ mendorong Abdullah bin Ja’far untuk berdagang. Ketika beliau melewatinya sedang berjualan, beliau ﷺ bersabda:
«اللَّهُمَّ بَارِكْ لَهُ فِي بَيْعِهِ»
"Ya Allah, berkahilah dia dalam perdagangannya." (HR. At-Tirmidzi)
Maka, lipatlah lengan kerja kerasmu! Ambillah manfaat dari pengalaman para ayah dan kebijaksanaan para kakek. Investasikan masa mudamu sebaik-baiknya! Waspadalah terhadap kelalaian dan pengabaian.
Ambillah pelajaran dari penyesalan orang yang menyia-nyiakan masa mudanya. Apakah dia bisa mengulang masa muda setelah penyesalan? Apakah masa itu bisa kembali setelah terlewat?
﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنكُمْ﴾
"Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), serta ulil amri di antara kalian." (QS. An-Nisa: 59)
Aku cukupkan khutbah ini dengan memohon ampun kepada Allah untukku dan kalian, maka mohonlah ampun kepada-Nya, sungguh Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Khotbah Kedua:
Segala puji hanya bagi Allah semata. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi yang tiada nabi setelahnya.
Amma ba'du...
Wahai kaum mukminin...
Masa muda adalah kesempatan emas untuk menimba ilmu dan pengetahuan, serta memperbanyak bacaan yang bermanfaat.
Syaikh Muhammad bin Zayed, Presiden Negara Uni Emirat Arab – semoga Allah menjaganya – pernah berkata:
"Kekayaan sejati dan pencapaian hakiki bagi bangsa terletak pada pemuda yang bersenjatakan ilmu dan pengetahuan."
Maka, belajarlah wahai pemuda bangsa! Pelajarilah ilmu yang akan memberimu kedewasaan, kecerdasan, kesadaran, dan hikmah.
Jagalah kesucian dirimu, wahai pemuda...
Sebab Nabi ﷺ bersabda:
«مَنْ يَسْتَعْفِفْ يُعِفَّهُ اللَّهُ»
"Barangsiapa menjaga kehormatan dirinya, maka Allah akan menjaga kehormatannya." (HR. Al-Bukhari)
Bersegeralah menikah! Karena itu termasuk sebab terbesar untuk menjaga diri. Rasul kalian ﷺ bersabda:
«يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ، مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ، فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ، وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ»
"Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian yang mampu menikah, maka hendaklah ia menikah. Karena itu lebih menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan."
(HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Hindarilah dosa-dosa ketika sendirian! Karena itu akan membuat Tuhan langit dan bumi murka, serta menghalangi keberkahan, melemahkan tubuh – padahal tubuhmu adalah modal utama dalam hidup dan bekal menghadapi masa tua.
Betapa indah perkataan seorang bijak:
"هَذِهِ جَوَارِحُ حَفِظْنَاهَا فِي الصِّغَرِ، فَحَفِظَهَا اللَّهُ عَلَيْنَا فِي الْكِبَرِ"
"Anggota tubuh ini yang telah kita jaga sejak muda, maka Allah pun menjaganya untuk kita di masa tua."
Wahai pemuda...
Persiapkan dirimu untuk tanggung jawab baru: membangun hidup, membina keluarga, berkontribusi dalam membentuk masa depan bangsa. Perhatikan identitasmu, budaya masyarakatmu, dan jagalah bahasamu. Terhubunglah selalu dengan keluargamu dan hadirilah majelis para orang tua dan ahli ilmu.
Hiasilah dirimu dengan akhlak mulia dan kejujuran dalam ucapan.
Dalam setiap keadaan, kendalikanlah emosimu, pertimbangkan akibat perbuatanmu, jagalah lisan dan anggota tubuhmu. Jauhilah fitnah, syubhat, kecanduan, dan syahwat. Semua itu adalah sifat orang-orang bijak dan mulia.
Nabi ﷺ bersabda:
«احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ، وَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ، وَلَا تَعْجَزُ»
"Bersemangatlah terhadap hal yang bermanfaat bagimu, mintalah pertolongan kepada Allah, dan jangan lemah." (HR. Muslim)
*Penutup dan Doa*
Bershalawatlah kalian kepada Nabi kita Muhammad ﷺ:
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَالتَّابِعِينَ، وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ الْأَكْرَمِينَ.
Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang beriman kepada-Mu, beribadah kepada-Mu, dan jadikanlah pemuda kami sebagai para pemuda yang memanfaatkan masanya, serta jadikanlah kami berbakti kepada kedua orang tua kami. Rahmatilah mereka sebagaimana mereka mendidik kami saat kecil, wahai Dzat yang Maha Pengasih dari segala yang pengasih.
Ya Allah, jagalah Negara Uni Emirat Arab, naungilah dengan pemeliharaan-Mu, dan lindungilah dengan perhatian-Mu, wahai Rabb semesta alam.
Ya Allah, jagalah Syaikh Muhammad bin Zayed, Presiden Negara, dan limpahkanlah kepadanya bimbingan dan kebijaksanaan, serta berikanlah taufik kepada para wakilnya, para penguasa Uni Emirat, putra mahkotanya, dan wakil gubernur di Dhafrah – untuk melakukan segala yang Engkau cintai dan ridai.
Ya Allah, rahmatilah Syaikh Zayed, Syaikh Rasyid, dan para pemimpin Uni Emirat yang telah wafat. Masukkan mereka ke dalam surga-Mu yang luas, dan liputilah para syuhada bangsa ini dengan rahmat dan ampunan-Mu.
Ya Allah, rahmatilah kaum muslimin dan muslimat, yang hidup maupun yang telah meninggal dunia.
Wahai hamba-hamba Allah:
Ingatlah Allah Yang Maha Agung dan Mulia, niscaya Dia akan mengingat kalian. Bersyukurlah atas nikmat-nikmat-Nya, niscaya Dia akan menambahkannya. Dan tegakkanlah shalat.
No comments:
Post a Comment