Khotbah Pertama:
Segala puji bagi Allah yang mengampuni dosa-dosa, berkat keutamaan khusyuk dan ketenangan hati. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada sebaik-baik para nabi, serta kepada keluarga dan para sahabat beliau yang terpilih.
Amma ba’du: Khusyuk adalah ruh dan inti dari shalat. Ia termasuk tujuan utama dalam shalat, sebab khusyuk menjadi penyebab diterimanya shalat dan jalan menuju keberuntungan. Allah Ta’ala berfirman:
> ﴿قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ﴾ [المؤمنون: 1-2]
“Sungguh beruntung orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam shalatnya.” (QS. Al-Mu’minun: 1–2)
Namun ada beberapa hal yang dapat menghilangkan kekhusyukan seseorang dalam shalat, dan perbuatan tersebut dimakruhkan untuk dilakukan. Di antara yang paling penting akan kami jelaskan dalam poin-poin berikut ini:
*Pertama:*
Dimakruhkan bagi orang yang shalat untuk menyela-nyelakan jari-jemarinya (menjalin jemari tangan).
Rasulullah ﷺ bersabda:
> «إِذَا تَوَضَّأَ أَحَدُكُمْ فَأَحْسَنَ وُضُوءَهُ، ثُمَّ خَرَجَ عَامِدًا إِلَى الْمَسْجِدِ، فَلَا يُشَبِّكَنَّ بَيْنَ أَصَابِعِهِ، فَإِنَّهُ فِي صَلَاةٍ»
“Jika salah seorang di antara kalian berwudhu lalu menyempurnakan wudhunya, kemudian keluar dengan sengaja menuju masjid, maka janganlah ia menyela-nyelakan jemarinya, karena sesungguhnya ia sedang berada dalam keadaan shalat.” (HR. Abu Dawud)
*Kedua:*
Dimakruhkan bagi orang yang shalat untuk menguap, dan hendaknya ia menahannya semampunya.
Nabi ﷺ bersabda:
> «إِذَا تَثَاءَبَ أَحَدُكُمْ فَلْيُمْسِكْ بِيَدِهِ عَلَى فِيهِ، فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَدْخُلُ»
“Jika salah seorang di antara kalian menguap, maka hendaklah ia menutup mulutnya dengan tangannya, karena sesungguhnya setan masuk (melalui mulut yang terbuka).” (HR. Muslim)
*Ketiga:*
Dimakruhkan bagi orang yang shalat untuk mengeraskan bacaan (di luar tempatnya), karena dapat mengganggu jamaah lain.
Nabi ﷺ bersabda:
> «أَلَا إِنَّ كُلَّكُمْ مُنَاجٍ رَبَّهُ، فَلَا يُؤْذِيَنَّ بَعْضُكُمْ بَعْضًا، وَلَا يَرْفَعَنَّ بَعْضُكُمْ عَلَى بَعْضٍ بِالْقِرَاءَةِ فِي الصَّلَاةِ»
“Ketahuilah, sesungguhnya kalian semua sedang bermunajat kepada Rabb kalian, maka janganlah sebagian kalian mengganggu yang lain, dan janganlah sebagian kalian mengangkat suara bacaan melebihi yang lain dalam shalat.” (HR. Abu Dawud)
*Keempat:*
Dimakruhkan bagi orang yang shalat untuk mengangkat pandangannya ke langit saat shalat.
Rasulullah ﷺ bersabda:
> «لَيَنْتَهِيَنَّ أَقْوَامٌ يَرْفَعُونَ أَبْصَارَهُمْ إِلَى السَّمَاءِ فِي الصَّلَاةِ أَوْ لَا تَرْجِعُ إِلَيْهِمْ»
“Hendaknya orang-orang yang mengangkat pandangan mereka ke langit dalam shalat segera berhenti, atau pandangan mereka tidak akan dikembalikan kepada mereka (yakni bisa dicabut penglihatannya).” (HR. Muslim)
Khobah Kedua:
Maka marilah kita menjaga kekhusyukan dalam shalat kita, menciptakan ketenangan di masjid-masjid kita, dan membiasakan hal tersebut kepada anak-anak kita—baik putra maupun putri.
اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الْخَاشِعِينَ، وَتَقَبَّلْ صَلَاتَنَا يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ.
Ya Allah, jadikanlah kami termasuk golongan orang-orang yang khusyuk, dan terimalah shalat kami, wahai Tuhan Yang Maha Penyayang.
وصلى الله على سيدنا ونبينا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين.
Semoga shalawat senantiasa tercurah kepada junjungan kami Nabi Muhammad, juga kepada keluarga dan seluruh sahabat beliau.
No comments:
Post a Comment