Khotbah Pertama
Segala puji bagi Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, yang menanamkan dalam hati rasa cinta tanah air, dan menjadikan pembelaan terhadapnya sebagai kewajiban manusia. Kita bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan kita bersaksi bahwa junjungan kita Nabi Muhammad ﷺ adalah utusan Allah. Semoga shalawat dan salam senantiasa tercurah kepadanya, keluarga, sahabat, dan orang-orang yang mengikuti petunjuknya.
Amma ba’du, wahai hamba-hamba Allah, aku wasiatkan kepada kalian dan diriku sendiri agar senantiasa bertakwa kepada Allah. Allah Ta‘ala berfirman:
﴿ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ ﴾
“Wahai orang-orang yang beriman! Bersabarlah kamu, kuatkanlah kesabaranmu, tetaplah bersiaga di perbatasan, dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung.” (Ali Imran: 200)
Wahai kaum beriman, pada hari-hari ini—seperti pada setiap tahun—pemuda-pemudi bangsa yang jujur bersiap memasuki sebuah tahap baru dalam kehidupan. Mereka menjalani pengalaman yang unik, dipenuhi dengan iman, akhlak, tekad, dan tanggung jawab. Itulah khidmah wataniyah (Khidmat Nasional)—ladang para pahlawan, tempat lahirnya lelaki tangguh, universitas yang mendidik pada nilai-nilai mulia, membiasakan jiwa pada akhlak terpuji. Itulah sebaik-baik yang dicari dan kemuliaan yang diraih. Rasulullah ﷺ pernah ditanya:
«مَا خَيْرُ مَا أُعْطِيَ الْإِنْسَانُ؟ فَقَالَ: خُلُقٌ حَسَنٌ»
“Apakah pemberian terbaik yang diberikan kepada manusia?” Beliau menjawab: Akhlak yang baik.”
Dalam Khidmat Nasional, kepribadian terbentuk, kepercayaan diri bertambah, kehendak diperkuat, keterampilan kepemimpinan diasah, serta dilatih berpikir disiplin, menghargai waktu, dan menjaga shalat. Para peserta memulai hari dengan panggilan mulia ketika muadzin menyerukan:
«الصَّلَاةُ خَيْرٌ مِنَ النَّوْمِ، الصَّلَاةُ خَيْرٌ مِنَ النَّوْمِ»
“Shalat lebih baik daripada tidur, shalat lebih baik daripada tidur.”
Mereka pun menunaikan shalat Subuh berjamaah, sambil menghadirkan sabda Nabi ﷺ:
«مَنْ صَلَّى الصُّبْحَ؛ فَهُوَ فِي ذِمَّةِ اللَّهِ»
“Barangsiapa menunaikan shalat Subuh, maka ia berada dalam perlindungan Allah.”
Maksudnya: berada dalam penjagaan, pemeliharaan, dan naungan-Nya. Sungguh beruntung orang yang memanfaatkan waktu penuh keberkahan itu untuk berdzikir kepada Allah, sebagaimana firman-Nya:
﴿ إِنَّ قُرْآنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا ﴾
“Sesungguhnya shalat (dan bacaan Al-Qur’an) pada waktu fajar disaksikan (oleh para malaikat).” (Al-Isra’: 78)
Kemudian mereka berbaris di lapangan—lapangan kemuliaan, harga diri, keberanian, dan kehormatan. Mereka menjalani latihan Khidmat Nasional dengan langkah serempak dan napas yang bersatu, seakan-akan mereka adalah bangunan yang kokoh:
﴿ كَأَنَّهُمْ بُنْيَانٌ مَرْصُوصٌ ﴾
“…seakan-akan mereka adalah bangunan yang kokoh.” (Ash-Shaff: 4)
Inilah gambaran persatuan, kebersamaan, dan solidaritas.
Wahai kaum beriman, Khidmat Nasional memiliki banyak manfaat sosial. Ia menumbuhkan semangat kebersamaan, menjembatani hubungan, memupuk rasa saling menghargai, menghapus sekat antarwarga sehingga mereka seperti bangunan yang saling menguatkan. Rasulullah ﷺ bersabda:
«المؤمن للمؤمن كالبنيان يشد بعضه بعضًا»
“Seorang mukmin bagi mukmin lainnya seperti sebuah bangunan, saling menguatkan satu sama lain.”
Khidmat Nasional juga mengisi waktu dengan hal-hal bermanfaat, mengikis dorongan untuk menyimpang, serta memperkuat rasa tanggung jawab terhadap setiap butir tanah negeri tercinta.
Wahai hamba Allah, Khidmat Nasional menjadi sarana bagi para pemuda untuk memperoleh kekuatan fisik, keterampilan, pemikiran, dan akhlak. Itulah kekuatan yang Allah cintai dari hamba-Nya. Rasulullah ﷺ bersabda:
«المؤمن القوي خير وأحب إلى الله من المؤمن الضعيف»
“Seorang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah.”
Maka, hendaklah para pemuda memanfaatkan masa Khidmat Nasional untuk menimba ilmu dan pengetahuan, agar mampu menghadapi pemikiran ekstrem dengan kekuatan hujjah. Jagalah ibadah pada waktunya, pegang teguh akhlak mulia dan tradisi luhur, agar keluar dari masa ini dalam kondisi lebih baik: iman bertambah, badan semakin kuat, jiwa penuh percaya diri, dan akhlak semakin luhur.
Allah Ta‘ala berfirman:
﴿ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ ﴾
“Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah, taatilah Rasul, dan pemimpin di antara kalian.” (An-Nisa’: 59)
Aku sampaikan nasihat ini, dan aku mohon ampun kepada Allah untuk diriku dan kalian. Mohonlah ampun kepada-Nya, sungguh Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Khotbah Kedua:
Segala puji bagi Allah semata, shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ, penutup para nabi.
Wahai para ayah yang mulia, ketahuilah bahwa keikutsertaan putra-putri kalian dalam Khidmat Nasional adalah pilihan mulia, kemuliaan, dan kehormatan. Sungguh kalian adalah sebaik-baik ayah, dan mereka adalah sebaik-baik anak. Marilah kita panjatkan doa:
﴿ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ ﴾
“Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyejuk mata.” (Al-Furqan: 74)
Mereka adalah penyejuk mata kalian, maka berbahagialah dengan mereka. Kuatkan semangat mereka dengan kata-kata yang baik dan doa tulus. Ajarkan bahwa Khidmat Nasional adalah sekolah besar yang menanamkan loyalitas kepada bangsa, serta membentengi mereka dengan nilai dan akhlak.
Yang Mulia Presiden Negara, Sheikh Mohammed bin Zayed – semoga Allah menjaganya berkata :
> “Nilai-nilai kesetiaan, pengabdian, dan keikhlasan telah berakar kuat dalam jiwa para putra Zayed. Kami sampaikan salam penuh kebanggaan kepada keluarga kalian yang telah melahirkan sosok-sosok seperti kalian. Kalian adalah generasi tugas mulia, kebanggaan bagi tanah air kalian, dan kebanggaan bagi setiap rumah Emirat.”
Wahai para pemuda bangsa, ketahuilah! Kalian sedang memasuki fase penting dalam kehidupan kalian—fase yang melatih kalian untuk mengutamakan orang lain, membiasakan diri dengan pengorbanan, meninggalkan sikap menyendiri dan individualisme, menjauh dari kemewahan dan kenyamanan, serta menghadapi berbagai tantangan dengan ketabahan, kesabaran, dan kekuatan. Fase ini mengajarkan kalian untuk mendahulukan kepentingan bangsa di atas segalanya, agar kalian menjadi pria tangguh secara fisik dan matang dalam berpikir.
Maka niatkanlah pengabdian ini semata-mata karena Allah, dan penuhilah janji kepada-Nya.
📖 Ayat Al-Qur’an:
> ﴿ وَأَوْفُوا بِعَهْدِ اللَّهِ إِذَا عَاهَدتُّمْ ﴾
> “Dan penuhilah janji Allah apabila kalian berjanji.”
> — Surah An-Nahl (16): Ayat 91
> ﴿ وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ﴾
> “Dan mintalah pertolongan dengan sabar dan salat.”
> — Surah Al-Baqarah (2): Ayat 45
Alangkah indahnya jika kalian menghadirkan niat untuk introspeksi dan muhasabah diri.
Jarak dari keluarga dan sahabat adalah kesempatan berharga untuk meninjau kembali hak dan kewajiban yang mungkin terabaikan, serta merancang langkah-langkah untuk memperbaikinya. Jadilah duta terbaik bagi keluarga kalian, dengan mencerminkan nilai-nilai luhur masyarakat kalian, dan memilih sahabat dengan penuh kehati-hatian—hanya bersahabatlah dengan mereka yang berakhlak tinggi, disiplin, dan bertanggung jawab. Dengan itu, kalian akan menjadi kebanggaan bagi keluarga dan masyarakat kalian, serta menjadi aset berharga bagi bangsa dan kepemimpinan kalian.
-------------
Maka bershalawat dan salamkanlah kepada junjungan kita, Nabi Muhammad ﷺ.
Ya Allah, limpahkanlah shalawat, salam, dan keberkahan kepada beliau, kepada keluarga, para sahabat, dan para pengikutnya.
Ya Allah, ridailah seluruh sahabat yang mulia.
Ya Allah, jadikanlah kami sebagai hamba yang beriman kepada-Mu, yang beribadah hanya kepada-Mu, yang mencintai tanah air kami, dan yang berkorban di jalan-Mu.
Jadikanlah kami anak-anak yang berbakti kepada kedua orang tua kami, dan rahmatilah mereka sebagaimana mereka telah membesarkan kami saat kecil.
Wahai Yang Maha Penyayang di antara para penyayang.
Ya Allah, lindungilah Negara Uni Emirat Arab, uruslah ia dengan penjagaan-Mu, dan naungilah ia dengan perhatian-Mu, wahai Tuhan seluruh alam.
Ya Allah, lindungilah dengan perlindungan-Mu Sheikh Mohammed bin Zayed, Presiden Negara, dan anugerahkanlah kepadanya pakaian kebijaksanaan dan ketepatan.
Berikanlah taufik kepada beliau, para wakilnya, saudara-saudara penguasa Emirat, putra mahkota yang terpercaya, dan perwakilan penguasa di wilayah Dhafrah, untuk segala hal yang Engkau cintai dan ridai.
Ya Allah, rahmatilah Sheikh Zayed, Sheikh Rashid, dan seluruh pemimpin Emirat yang telah berpulang ke rahmat-Mu.
Masukkanlah mereka ke dalam surga-Mu yang luas dengan karunia-Mu, dan limpahkanlah rahmat serta ampunan-Mu kepada para syuhada bangsa.
Ya Allah, rahmatilah kaum Muslimin dan Muslimat, baik yang masih hidup maupun yang telah wafat.
Wahai hamba-hamba Allah : Ingatlah Allah Yang Maha Agung dan Mulia, niscaya Dia akan mengingat kalian.
Bersyukurlah atas nikmat-nikmat-Nya, niscaya Dia akan menambahkannya.
Dan dirikanlah salat!
No comments:
Post a Comment