Thursday, December 04, 2025

KHOTBAH JUM'AT, "15/08/2025": MENGAPA MEREKA BERSIKAP EKSTRIMIS

KhOtbah Pertama:


الحمد لله، ونشهد أن لا إله إلا الله، ونشهد أن سيدنا محمداً رسول الله، صلى الله عليه وسلم وبارك عليه وعلى آله وصحبه ومن والاه.

Segala puji bagi Allah SWT. Kita bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah SWT, dan kita bersaksi bahwa junjungan kita, Nabi Muhammad SAW, adalah utusan Allah. Semoga shalawat, salam, dan keberkahan senantiasa tercurah kepadanya, keluarganya, para sahabatnya, dan siapa saja yang setia mengikutinya.

Amma ba’du. Wahai hamba-hamba Allah SWT, aku berwasiat kepada kalian dan diriku sendiri untuk senantiasa bertakwa kepada Allah SWT. Allah Yang Mahatinggi berfirman:

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مِنْ أَمْرِهِ يُسْرًا
"Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya." (QS. Ath-Thalaq: 4)

Wahai kaum Muslimin, ada penyakit berbahaya dan kejahatan yang merajalela yang apabila menimpa suatu masyarakat, akan meruntuhkan sendi-sendinya, menghilangkan rasa aman dan ketenteraman, menumpahkan darah, merusak kehormatan, merampas harta, dan mengacaukan tatanan umum tanpa kendali dari agama, kasih sayang, atau rasa kemanusiaan. Itulah penyakit ekstrimisme.

Dalam bahasa, ekstrimisme diambil dari makna mengambil pada ujung-ujung perkara. Seorang ekstrimis mengambil agama hanya dari ujung-ujungnya, lalu menyimpang dari tengah dan sikap moderatnya, mengabaikan inti dan hakikatnya, berpaling dari tujuan dan prinsip-prinsip universalnya — baik dalam pemikiran maupun perilaku, dalam ucapan maupun perbuatan — dengan sikap berlebihan atau justru mengabaikan.

Sebagaimana sabda Nabi ﷺ:

«أَلَا هَلَكَ الْمُتَنَطِّعُونَ، أَلَا هَلَكَ الْمُتَنَطِّعُونَ، أَلَا هَلَكَ الْمُتَنَطِّعُونَ»
"Celakalah orang-orang yang berlebih-lebihan (dalam agama). Celakalah orang-orang yang berlebih-lebihan. Celakalah orang-orang yang berlebih-lebihan." (HR. Muslim)

Wahai hamba-hamba Allah SWT, di antara sebab seseorang menjadi ekstrem dan menyimpang adalah mengambil informasi agama dari sembarang orang, dan terpedaya oleh setiap ucapan. Bukankah salah satu sifat orang beriman adalah cerdas, pandai, berakal, tidak tertipu oleh ungkapan-ungkapan yang indah, dan tidak oleh kata-kata yang berkilau yang pemiliknya membungkusnya dengan pakaian agama, memotong nash dari dua wahyu (Al-Qur’an dan Sunnah)? Maka bagaimana bisa dia tertipu oleh syubhat mereka? 

Nabi ﷺ telah memperingatkan mereka dengan peringatan yang sangat keras. Beliau, sang pembawa kabar gembira sekaligus pemberi peringatan, menggambarkan kaum Khawarij dan orang-orang yang menyerupai mereka dari kalangan ekstremis, teroris, dan perusak:

«سَيَكُونُ بَعْدِي مِنْ أُمَّتِي قَوْمٌ يَقْرَؤُونَ الْقُرْآنَ لَا يُجَاوِزُ حُلُوقَهُمْ، يَمْرُقُونَ مِنَ الدِّينِ كَمَا يَمْرُقُ السَّهْمُ مِنَ الرَّمِيَّةِ، ثُمَّ لَا يَعُودُونَ فِيهِ، هُمْ شِرَارُ الْخَلْقِ وَالْخَلِيقَةِ»
"Akan muncul setelahku dari umatku suatu kaum yang membaca Al-Qur’an tetapi tidak melewati tenggorokannya (tidak memahami maknanya). Mereka keluar dari agama seperti anak panah melesat dari busurnya, dan tidak kembali lagi kepadanya. Mereka adalah seburuk-buruk makhluk di muka bumi." (HR. Bukhari dan Muslim)

Mereka adalah orang-orang yang disebut oleh sahabat mulia Sa’d bin Abi Waqqash ra. dalam firman Allah:

﴿الَّذِينَ يَنْقُضُونَ عَهْدَ اللَّهِ مِنْ بَعْدِ مِيثَاقِهِ وَيَقْطَعُونَ مَا أَمَرَ اللهُ بِهِ أَنْ يُوصَلَ وَيُفْسِدُونَ فِي الْأَرْضِ أُولَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ﴾
"(Yaitu) orang-orang yang merusak perjanjian Allah setelah diikrarkan dengan teguh, memutuskan apa yang diperintahkan Allah untuk disambungkan, dan berbuat kerusakan di muka bumi. Mereka itulah orang-orang yang merugi." (QS. Al-Baqarah: 27)

Mereka merugi karena memutarbalikkan ayat-ayat dari tempatnya, memutuskan dari konteksnya, menafsirkannya tidak sesuai kehendak Allah, untuk menyesatkan manusia dari agama dan rahmat-Nya, serta memecah belah persatuan umat. Sehingga benarlah firman Allah:

﴿إِنَّ الَّذِينَ فَرَّقُوا دِينَهُمْ وَكَانُوا شِيَعًا لَسْتَ مِنْهُمْ فِي شَيْءٍ﴾
"Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah agamanya dan mereka menjadi berkelompok-kelompok, engkau (Muhammad) tidak termasuk dari golongan mereka sedikit pun." (QS. Al-An’am: 159)

Dan firman-Nya:

﴿فَلَمَّا زَاغُوا أَزَاغَ اللَّهُ قُلُوبَهُمْ﴾
"Maka ketika mereka berpaling (dari kebenaran), Allah memalingkan hati mereka." (QS. Ash-Shaff: 5)

Abu Umamah al-Bahili ra. berkata: “Mereka itulah kaum Khawarij.”

Wahai kaum beriman, para pemilik pemikiran ekstrem mencuci otak para pemuda dengan menghapus harapan akan rahmat Allah, memutarbalikkan makna tobat, membesar-besarkan peristiwa tertentu, menyebarkan teori konspirasi, menanamkan rasa terzalimi, dan memainkan emosi kepahlawanan dan pengorbanan. Mereka memanfaatkan video singkat, nasyid provokatif, permainan daring, cuitan beracun, dan memelintir istilah seperti jihad, hakimiyah, khilafah, takfir, jahiliyah—untuk menentang konsep negara bangsa. Tujuannya adalah menghasut anak bangsa melawan tanah air dan pemimpinnya.

Karena itu, hendaklah para pemuda waspada, menjauhi bahaya yang disebarkan para penyimpang ini, serta berpegang teguh pada ketaatan kepada Allah, Rasul-Nya, dan pemimpin negara. Allah berfirman:

﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ﴾
"Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad), serta pemimpin di antara kalian." (QS. An-Nisa: 59)

Aku mengatakan perkataan ini, dan aku memohon ampun kepada Allah untukku dan kalian. Maka mohonlah ampun kepada-Nya.

🕌 *Khutbah Kedua*

الحمد لله وحده، والصلاة والسلام على من لا نبي بعده.

Segala puji hanya milik Allah semata. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad, penutup para nabi, tiada nabi setelah beliau.

Amma ba’du. Wahai kaum beriman, sesungguhnya keluarga yang kokoh adalah benteng yang kuat dari bahaya ekstremisme dan penyimpangan, sekaligus tempat perlindungan yang aman dari ancaman dan penculikan.

Apabila seorang ayah atau ibu melihat perubahan mendadak pada anaknya—misalnya condong pada sikap keras dalam akhlak, bersikap berlebihan dalam beragama dan berpikir, memilih mengisolasi diri secara mencurigakan dari keluarga dan masyarakat, atau bergaul (baik secara virtual maupun nyata) dengan orang yang ekstrem pemikirannya atau mencurigakan perilakunya, atau terpengaruh oleh pemikiran asing yang tidak sesuai dengan negeri ini—maka langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengajaknya berdialog dengan tenang, menasihatinya dengan bijak.

Jika nasihat tidak membuahkan hasil, wajib melapor kepada pihak berwenang demi menjaga anaknya yang sangat berharga, karena sebagaimana sabda Nabi ﷺ:

«إِنَّمَا يَأْكُلُ الذِّئْبُ مِنَ الْغَنَمِ الْقَاصِيَةَ»
"Sesungguhnya serigala hanya memakan domba yang jauh dari kawanannya." (HR. Abu Dawud)

Wahai para ayah yang mulia, ketahuilah bahwa para pemilik pikiran ekstrem—yang kerusakan itu telah mengotori fitrah mereka, mematikan kemanusiaan mereka, dan membutakan mata hati mereka—sering menjadikan kegiatan amal dan proyek kemanusiaan yang tidak diawasi oleh lembaga resmi negara sebagai kedok untuk merekrut pemuda ke dalam kelompok ekstremis dan organisasi teroris.

Maka waspadalah terhadap para penipu ini dan segala tipu daya mereka yang berkedok kebaikan dan agama. Allah berfirman:

﴿وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يُعْجِبُكَ قَوْلُهُ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَيُشْهِدُ اللَّهَ عَلَى مَا فِي قَلْبِهِ وَهُوَ أَلَدُّ الْخِصَامِ ۝ وَإِذَا تَوَلَّى سَعَى فِي الْأَرْضِ لِيُفْسِدَ فِيهَا وَيُهْلِكَ الْحَرْثَ وَالنَّسْلَ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ الْفَسَادَ﴾
"Dan di antara manusia ada orang yang ucapannya tentang kehidupan dunia menarik hatimu, dan ia bersaksi kepada Allah (atas kebenaran) isi hatinya, padahal ia adalah penentang yang paling keras. Dan apabila ia berpaling (dari kamu), ia berusaha membuat kerusakan di bumi, merusak tanam-tanaman dan ternak; dan Allah tidak menyukai kerusakan." (QS. Al-Baqarah: 204–205)

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَالتَّابِعِينَ، وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ الْأَكْرَمِينَ.

Ya Allah, jadikanlah kami hamba-hamba-Mu yang beriman kepada-Mu, beribadah kepada-Mu, moderat dalam beragama, berbakti kepada kedua orang tua, dan sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangi kami di waktu kecil.

Ya Allah, lindungilah negara Uni Emirat Arab dengan penjagaan-Mu, naungilah dengan kasih sayang-Mu, dan jagalah pemimpinnya. Lindungilah Presiden Negara, Syaikh Muhammad bin Zayed, berikanlah kepadanya petunjuk dan kebijaksanaan, sertai para wakilnya, para penguasa emirat, Putra Mahkota, dan seluruh pemimpin negeri ini dengan pertolongan-Mu.

Ya Allah, rahmatilah Syaikh Zayed, Syaikh Rasyid, dan seluruh pemimpin emirat yang telah wafat, masukkanlah mereka ke dalam surga-Mu yang luas. Limpahkan rahmat dan ampunan-Mu kepada para syuhada bangsa ini.

Ya Allah, rahmatilah seluruh kaum muslimin dan muslimat, mukminin dan mukminat, yang masih hidup maupun yang telah wafat.

Wahai hamba Allah, Ingatlah Allah Yang Maha Agung, niscaya Dia akan mengingat kalian. Bersyukurlah kepada-Nya atas nikmat-nikmat-Nya, niscaya Dia akan menambah (nikmat) kepada kalian.
وَأَقِمِ الصَّلَاةَ.

No comments: