Friday, February 19, 2016

Khutbah Jum'at Maret 2015

Khutbah Jumat

15 Jumadil Ula 1436 H / 06 Maret 2015 M

Wasiat Luqman

Khutbah Pertama:

Kaum muslimin : Al Quran telah menyebutkan nasehat yang paling indah dan  kisah yang terbaik untuk semua, agar dapat dijadikan pelajaran berharga, Allah  Swt berfirman :

 لقد كان في قصصهم عبرة لأولي الألباب

“Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang- orang yang mempunyai akal” (Yusuf 12 : 111). Diantara yang disebutkan dalam Al Quran adalah sebagian wasiat Luqman Al Hakim, ia adalah hamba Allah yang  haleh, Allah mengangkat derajatnya, memujinya di dalam kitab-Nya, bahkan salah satu surah di dalam Al Quran memuat namanya, Allah Swt berfirman:

 ولقد آتينا لقمان الحكمة أن اشكر لله

 “Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Luqman” (Luqman 31:12). Hikmat adalah kepahaman dan ilmu, ucapan dan pandangan yang lurus, dan barang siapa dianugerahkan Allah dengan nikmat ini, maka ia telah mendapatkan kebaikan yang melimpah (Ibnu Katsir 16 : 335), Allah Swt berfirman:

يؤتي الحكمة من يشاء ومن يؤت الحكمة فقد أوتي خيرا كثيرا

“Allah menganugerahkan al hikmah (kepahaman yang dalam tentang Al Quran dan As Sunnah) kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barang siapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak” (Al Baqarah 2 : 269)

Luqman Al Hakim termasuk hamba Allah yang diberikan sifat mulia dan akhlak yang tinggi, dikatakan pada Luqman : apa yang menyebabkanmu sampai pada keutamaan ini ? Ia menjawab : dengan ucapan yang jujur, penunaian amanah dan meninggalkan yang tidak perlu bagiku” (Malik 1680)

Betapa bijaknya orang yang berteladan pada akhlaknya, memiliki kasih sayang dalam prilakunya, bijak dalam tindakannya, dan bersyukur atas segala nikmat Tuhan Penciptanya.

Hamba Allah : sesungguhnya Luqman Al Hakim memberikan perumpamaan yang menarik dalam etika berinteraksi dengan anak melalui wasiat dan nasehat yang bermanfaat yang didalamnya mengandung ungkapan kata yang manis dan lembut, adab pendidikan yang santun, ia memulai wasiat terhadap anaknya dengan panggilan yang lembut : wahai anakku, ini merupakan pelajaran yang agung yang harus kita pelajari darinya bagaimana cara berdialog seorang bapak dengan anak-anaknya, bagaimana cara menyampaikan pengalaman hidupnya, memberikan perhatian penuh pada mereka, mendidik jiwa mereka, mengembangkan pemikiran mereka, dan ia menempuh itu dengan jalan yang bijak dan nasehat yang baik, Allah Swt berfirman :

ادع إلى سبيل ربك بالحكمة والموعظة الحسنة

“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik” (An Nahl 16 : 125). Betapa indah ketika seorang ayah bijak dan selalu dekat dengan anak-anaknya, menyayangi mereka, berdialog dengan ungkapan yang baik, mendengar keluh kesah mereka dengan kelapangan dada, mencarikan solusi dengan cara yang baik dan bijak, mendidik agar hati mereka menjadi lembut,
ucapan mereka menjadi santun, jauh dari kekerasan dan menanamkan pada diri mereka etika dan akhlak yang mulia.

Para jamaah shalat : Luqman Al Hakim memulai beberapa wasiat terhadap anaknya dengan masalah yang paling panting yaitu penanaman keimanan kepada Allah pada jiwa anaknya, agar hubungannya dengan Tuhannya menjadi kuat, sehingga ia dapat menunaikan hak-hak Allah dan hak-hak hamba-Nya dengan baik, Allah Swt berfirman :

وإذ قال لقمان لابنه وهو يعظه يا بني لا تشرك بالله إن الشرك لظلم عظيم

“Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya : hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kedhaliman yang besar” (Luqman 31 : 13). Luqman berusaha menumbuh kembangkan hati anaknya agar selalu merasa diawasi oleh Allah dalam kesunyiaan dan keramaian, ia
mengingatkannya akan keagungan Allah, bahwa Dia mengetahui segala sesuatu, mengetahui hitungan segala sesuatu, tidak ada yang tersembunyi dari-Nya segala sesuatu yang ada di bumi dan di langit, tidak terlewatkan sedikit pun yang ghaib, ia menyebutkan dalam nasehatnya :

يا بني إنها إن تك مثقال حبة من خردل فتكن في صخرة أو في السموات أو في الأر يتت هاا الله إن الله ليي خبير

“(Luqman berkata) : Wahai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) sebera biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasnya). Sesunggunya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui” (Luqman 31 : 16). Maka barang siapa yang meyakini bahwa Allah mengetahui segala sesuatu, maka ia akan berusaha untuk menggapai cinta dan ridha-Nya, berbuat baik, merasa diawasi dalam interaksinya dengan sesamanya, ia memberikan manfaat dan tidak mendatangkan mudarat dan tidak berbuat buruk.

Hamba Allah : Luqman menganjurkan anaknya untuk menjaga shalat, yang merupakan tiang agama, inti qurbah (pendekatan kepada Allah) dan merupakan ketaatan yang paling agung, Allah Swt menjelaskan dalam firman-Nya :

يا بني أقم الصلاة

“Hai anakku, dirikanlah shalat” (Luqman 31 : 17). Shalat adalah pembersih hati, penjernih ruh, pembersih jiwa, pengangkat etika dan pencegah dari keburukan dan kemungkaran.

Para jamaah shalat Jumat : dan diantara sisi yang ditekankan oleh Luqman terhadap anaknya, adalah sisi interaksi dengan sesama, ia menganjurkan anaknya untuk berlaku tawadhu’, lemah lembuh dan menjauh dari sifat takjub dan sombong, dan ia memerintahkannya untuk berpegang teguh dengan kemuliaan akhlak, menghias diri dengan kepribadiaan yang kuat dan terhormat, Allah Swt berfirman :

 ولا تصعر خدك للناس ولا تمش في الأر مرحا إن الله لا يحب كل مختال فخور

“Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri” (Luqman 31 : 18). Artinya, jangan berlaku sombong yang membuat sesamanya terhina, hadapkan wajahmu pada mereka saat berdialog dengan mereka (Al Baghawi 6 : 289), bahkan berikan senyum dan ungkapan yang lembut pada mereka.

Dan diantara kebijaksaan Luqman bahwa ia melarang anaknya dari etika buruk dan
menunjukkanya pada etika yang mulia yang hendaknya selalu disandangnya (Al
Qurthubi 14/71), Allah Swt berfirman :

واقصد في مشيك واغضض من صوتك

“Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu” (Luqman 31 :19). Penjelasannya: sederhana dalam langkah gerak jalanmu, berwibawa dan penuh ketenangan, dan ia mencegah untuk berbicara keras dan lantang tanpa keperluan, karena didalamnya terkandung penghinaan, dan Luqman selalu mendidik anaknya untuk berlaku lemah lembut terhadap sesama manusia, berbuat baik pada mereka, mencegahnya dari menyakiti sesama, seperti tersebut dalam ucapannya : cukuplah kamu berakal penuh, ketika kamu mampu menghindarkan manusia dari keburukanmu. (Hilyatul Awliya’ 6/6)  Betapa indahnya semua sifat diatas dan betapa mulia semua etika dan adab diatas.

Ya Allah berilah kami taufiq agar dapat jujur dalam ucapan dan perbuatan, berilah kami pertolongan agar mampu menghiasi diri dengan kemurnian akhlak, dan berilah kami semua taufiq untuk mentaati-Mu, mentaati Rasul-Mu Muhammad Saw dan mentaati orang yang Engkau perintahkan kepada kami agar ditaatinya, sebagai pengamalan atas firman-Mu :

يَا أَي هَُّا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُوْلِي الأَمْرِ مِنكُمْ

“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu” (An Nisa’ 4 : 59).


 ن فََعَنِي اللَّهُ وَإِيَّاكُمْ بِالْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَبِسُنَّةِ نَبِيِّهِ الْكَرِيمِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.
 أَقُولُ قَ وْلِي هَذَا وَأَسْتَ غْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَ غْفِرُوهُ إِنَّهُ هُ وَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.

Khutbah Kedua:

الحمد لله رب العالمين، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن سيدنا محمدا عبد الله ورسوله، اللهم صل وسلم وبارك
على سيدنا محمد وعلى آله الييبين الياهرين وعلى أصحابه أجمعين، وعلى التابعين لهم بإحسان إلى يوم الدين.

Bertakwalah kepada Allah wahai hamba Allah dg sebenar-benarnya takwa, dan merasalah diawasi oleh-Nya dalam kesunyian dan keramaian dan ketahuilah bahwa diantara wasiat Luqman Al Hakim terhadap anaknya yang terdapat dalam sebuah atsar, bahwa ia berkata : “Wahai anakku, bergaullah dengan para ulama, karena Allah menghidupkan hati dengan cahaya hikmah, sebagaimana Allah menghidupkan tanah yang mati dengan guyuran air hujan” . Wasiat bergaul dengan ulama agar dapat menimba ilmu dari mereka, mempelajari ilmu dan hikmah dari mereka, karena cahaya hikmah dapat menghidupkan hati yang dapat memompa semangat melakukan ketaatan, menjauhkannya dari kemaksiatan, oleh karena itu Abu Juhaifah RA berkata : Bergaullah dengan para pembesar, berinteraksilah dengan para bijak dan bertanyalah pada para ulama. Maka sungguh indah bila kita dapat mendidik anak-anak kita untuk mengambil ilmu dari para ulama yang mengamalkan ilmunya, para penganut kemoderatan dan ketoleranan, karena itu dapat melindungi mereka terjatuh pada lingkaran kebatilan.


- See more at:
http://www.awqaf.gov.ae/Jumaa.aspx?SectionID=5&RefID=2578#sthash.6rwkkXZC.dpuf
 ___________________________________________________________________________



Khutbah Jumat
22 Jumadil Ula 1436 H / 13 Maret 2015 M
Wasiat Luqman
Khutbah Pertama

الحمد لله رب العالمين، خلق الإنسان وكرمه، وأنعم عليه وعلمه، أحمده سبحانه كما ينبغي لجلال وجهه وعظيم سلطانه، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن سيدنا ونبينا محمدا عبد الله ورسوله، فاللهم صل وسلم وبارك على سيدنا ونبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.
أما بعد: فأوصيكم عباد الله ونفسي بتقوى الله، قال سبحانه  وتعالى:( يا أيها الناس اتقوا ربكم واخشوا يوما لا يجزي والد عن ولده ولا مولود هو جاز عن والده شيئا إن وعد الله حق فلا تغرنكم الحياة الدنيا ولا يغرنكم بالله الغرور).

Kaum muslimin : Allah telah memberikan nikmat yang sangat banyak pada semua hamba-Nya, dibukakan bagi mereka pintu-pintu pengetahuan dan ilmu terutama belakangan ini, pengetahuan yang belum pernah di dapati sebelumnya, bahkan mereka mampu menciptakan sesuatu yang belum pernah ditemukan sebelumnya,  diantaranya media transportasi modern dengan segala jenisnya, semua itu merupakan kemudahan bagi manusia untuk berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain dengan mudah, nyaman dan mewah, Allah Swt berfirman :
والخيل والبغال والحمير لتركبوها وزينة ويخلق ما لا تعلمون
“Dan (Dia telah menciptakan) kuda, bagal dan keledai, agar kamu menungganginya dan (menjadikannya) perhiasan, dan Allah menciptakan apa yang kamu tidak mengetahuinya” (An Nahl 16 : 8).
Pada ayat ini disebutkan bahwa dengan pengetahuan dan kecerdasan yang diberikan oleh Allah kepada hamba-Na, Allah akan memberikan ilham pada mereka agar mampu menemukan media transportasi yang lebih berguna dari pada hewan tunggangan. Media transportasi modern merupakan nikmat yang sangat besar dan merupakan salah satu penyebab kehidupan yang bahagia, Nabi Saw bersabda :
من سعادة المرء: الجار الصالح، والمركب الهنيء، والمسكن الواسع
“Diantara penyebab kebahagiaan seseorang adalah : tetangga yang baik, kendaraan yang nyaman, dan hunian yang luas” (Ahmad 15768). Beruntunglah seorang yang menghargai nikmat ini, menjaganya, menggunakannya dengan baik dan bersyukur kepada Allah, Allah Swt memerintahkan kita untuk mensyukuri semua nikmat pemberian-Nya :
وجعل لكم من الفلك والأنعام ما تركبون* لتستووا على ظهوره ثم تذكروا نعمة ربكم إذا استويتم عليه وتقولوا سبحان الذي سخر لنا هذا وما كنا له مقرنين* وإنا إلى ربنا لمنقلبون
“Dan menjadikan untukmu kapal dan binatang ternak yang kamu tunggangi. Supaya kamu duduk diatas punggungnya kemudian kamu ingat nikmat Tuhanmu apabila kamu telah duduk diatasnya, supaya kamu mengucapkan : “Maha Suci Tuhan yang telah menundukkan semua inibagi kami padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami” (Az Zukhruf 43 : 12-14)

Hamba Allah : sesungguhnya keselamatan berlalu lintas merupakan salah satu tujuan syariat mulia ini, yaitu melindungi kemaslahatan pribadi dan kemaslahatan publik, dan hal itu dapat terwujud dengan menghargai aturan berlalu lintas, Nabi Saw bersabda :
أعطوا الطريق حقه
“Berilah jalan haknya” (Muttafaq ‘alaih). Diantara hak jalan adalah mematuhi aturan lalu lintas dan rambu-rambunya, konsentrasi penuh dan tidak kehilangan konsentrasi dikarenakan sibuk oleh telpon seluler, membaca dan menulis SMS, karena itu akan berakibat pada kecelakaan fatal dan mendatangkan mudarat yang besar, Allah Swt berfirman :
ولا تلقوا بأيديكم إلى التهلكة
“Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan” (Al Baqarah 2 : 195)

Begitu juga bersifat tenang, mengendalikan diri dan sabar, konsentrasi di jalan raya, awas, memberikan peluang pada orang lain, menggunakan tempat parkir dengan benar dan selalu bersifat ramah dan lemah lembut, Rasulullah Saw bersabda :
إن الله يحب الرفق في الأمر كله
"Sesungguhnya Allah menyukai sifat lemah-lembut dalam seluruh perkara" (Muttafaq 'alaih)

Kaum muslimin : sesungguhya banyak penyebab keselamatan dalam berkendara dan berlalu lintas, yang terpenting adalah kehati-hatian dan pelan-pelan, karena kehati-hatian merupakan etika mulia dan bijak, Rasulullah Saw berpesan pada salah seorang sahabatnya :
إن فيك خصلتين يحبهما الله: الحلم، والأناة
“Sesungguhnya pada dirimu terdapat dua sifat yang disukai oleh Allah : kesabaran dan kehati-hatian” (Muslim 17). Disebutkan pula dalam sabdanya :
السمت الحسن والتؤدة والاقتصاد جزء من أربعة وعشرين جزءا من النبوة
"Perangai baik, kehati-hatian dan tidak berlebihan merupakan bagian dari dua puluh empat bagian dari (sifat) kenabian"  (At Tirmidzi 2010)
Bentuk kewaspadaan  itu adalah tidak berkendara dengan kecepatan tinggi, karena hal itu melanggar aturan, mengganggu ketenangan dan merusak kewibawaan, serta dapat mengakibatkan kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan kematian, Allah Swt berfirman :
وعباد الرحمن الذين يمشون على الأرض هونا
“Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati” (Al Furqan 25 : 63). Artinya berjalan dengan penuh ketenangan dan kewibawaan.
Bahkan dalam memasuki masjid untuk shalat berjamaah, Nabi Saw memerintahkan untuk selalu melangkah berjalan dengan tenang :
إذا أقيمت الصلاة فلا تأتوها تسعون، وأتوها تمشون، عليكم السكينة
 “Jika telah dikumandangkan iqamah shalat, jangankan kalian mendatanginya dengan berlari, datangilah dengan berjalan dan hendaknya kamu bersifat tenang” (Muttafaq ‘alaih)

Kehati-hatian dianjurkan oleh agama dalam segala bidang, karena ketergesa-gesaan dapat membawa pada ketidak seimbangan, Rasulullah Saw bersabda :
التأني من الله، والعجلة من الشيطان
“Kehati-hatian datangnya dari Allah dan ketergesaan datangnya dari syetan” (Abu Ya’la 4256)
Kehati-hatian selalu mendatangkan kebaikan, dan ia merupakan perantara tergapainya tujuan dan harapan, Rasulullah Saw bersabda :
القصد القصد تبلغوا
"Bersahajalah,bersahajalah  niscaya kalian akan sampai tujuan" (Bukhari 6463)
Dan bacalah ungkapan syair dibawah ini :
Orang yang berhati-hati akan mendapatkan kebutuhannya, sementara kesalahan bersama orang yang tergesa-gesa

Para jamaah shalat Jumat ; sesungguhnya manusia hendaknya mengetahui bahwa dirinya merupakan amanah dari Allah, ia bertanggung jawab atas keselamatan dirinya, dan tidak boleh baginya untuk mencelakakan dirinya atau membinasakannya, Allah Swt berfirman :
ولا تقتلوا أنفسكم إن الله كان بكم رحيما
“Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu”  (An Nisa’ 4 : 29). Salah satu tujuan syariat adalah melindungi jiwa dan raga, Nabi Saw melarang semua bentuk kemudaratan, Beliau bersabda :
لا ضرر ولا ضرار
“Tidak boleh (ada) bahaya dan menimbulkan bahaya”(Ibnu Majah 2341) 
Begitu juga Nabi Saw melarang menakut-nakuti orang lain dengan segala bentuknya, disebutkan dalam sabdanya :
لا يحل لمسلم أن يروع مسلما
"Tidak boleh bagi seorang menakut-nakuti muslim lainnya" (Abu Daud 5004)

Barang siapa yang melanggar aturan lalu lintas, berarti ia telah melanggar syariat agama, karena dapat membahayakan dirinya dan orang lain atau mencelakakan keduanya secara bersamaan, seorang muslim diperintahkan untuk mencegah dari segala yang membahayakan dirinya dan orang lain, Rasulullah Saw bersabda :
المسلم من سلم الناس من لسانه ويده
Hindarilah wahai hamba Allah untuk menjadi salah satu penyebab kecelakaan bagi orang lain karena hal itu berarti dan dosa dan kerugian.

Hamba Allah : sesungguhnya mematuhi aturan lalu lintas merupakan bukti ketinggian budaya seorang pengemudi dan bukti penghargaannya terhadap aturan dan undang-undang yang ditetapkan untuk kemaslahatan semua, untuk kepentingan rakyat dan negara, untuk menjamin jiwa dan raga untuk melindungi sarana dan properti publik, hendaknya kita semua bahu membahu demi terwujudnya keselamatan berlalu lintas, sebagai bentuk pengalaman firman Allah :
وتعاونوا على البر والتقوى
“Dan tolong menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa” (Al Maidah 5 : 2)

Ya Allah berilah kami semua taufiq untuk mentaati-Mu,  mentaati Rasul-Mu Muhammad Saw dan mentaati orang yang Engkau perintahkan kepada kami agar ditaatinya, sebagai pengamalan atas firman-Mu :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُوْلِي الأَمْرِ مِنكُمْ
“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu” (An Nisa’ 4 : 59). 
نَفَعَنِي اللَّهُ وَإِيَّاكُمْ بِالْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَبِسُنَّةِ نَبِيِّهِ الْكَرِيمِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.
أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.

KhutbahKedua
الحمد لله رب العالمين، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن سيدنا محمدا عبد الله ورسوله، اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى آله الطيبين الطاهرين وعلى أصحابه أجمعين، وعلى التابعين لهم بإحسان إلى يوم الدين.

Bertakwalah kepada Allah wahai hamba Allah dg sebenar-benarnya takwa, dan merasalah diawasi oleh-Nya dalam kesunyian dan keramaian dan ketahuilah bahwa melanggar aturan lalu lintas akan mendatangkan kemudaratan, karena berapa banyak kecelakaan yang menelan korban jiwa, keluarga kehilangan pengayomnya, kecelakaan menyebabkan cacat permanen, harta terhamburkan dan jalan menjadi rusak disebabkan kecelakaan yang diakibatkan oleh keteledoran pengemudi, oleh karena itu pemerintah berusaha terus untuk menjamin keselamatan rakyatnya dan semua orang yang tinggal di negara ini, hal ini berangkat dari perhatiannya terhadap semua manusia, sehingga diundangkanlah  peraturan lalu lintas, penyuluhan dilakukan dan setelah itu tanggung jawab ini ada di pundak kita semua, Rasulullah Saw bersabda :
كلكم راع، وكلكم مسئول عن رعيته
“Setiap kamu adalah pemimpin, dan kamu bertanggung jawab atas kepemimpinannya” (Muttafaq ‘alaih)

هذا وصلوا وسلموا على من أمرتم بالصلاة والسلام عليه، قال تعالى:( إن الله وملائكته يصلون على النبي يا أيها الذين آمنوا صلوا عليه وسلموا تسليما). وقال رسول الله صلى الله عليه وسلم:« من صلى علي صلاة صلى الله عليه بها عشرا». وقال صلى الله عليه وسلم:« لا يرد القضاء إلا الدعاء».
اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا ونبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين، وارض اللهم عن الخلفاء الراشدين: أبي بكر وعمر وعثمان وعلي، وعن سائر الصحابة الأكرمين، وعلى أزواجه أمهات المؤمنين، وعن التابعين ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين.

اللهم وفقنا لحسن القول والعمل، واحفظنا من الزلل، وارزقنا شكر نعمك، وحسن عبادتك، يا أكرم الأكرمين.
اللهم لا تدع لنا ذنبا إلا غفرته، ولا هما إلا فرجته، ولا دينا إلا قضيته، ولا مريضا إلا شفيته، ولا ميتا إلا رحمته، ولا حاجة إلا قضيتها ويسرتها يا رب العالمين، ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة، وقنا عذاب النار.
اللهم إنا نسألك الجنة وما قرب إليها من قول أو عمل، ونعوذ بك من النار وما قرب إليها من قول أو عمل، اللهم إنا نسألك الجنة لنا ولوالدينا، ولمن له حق علينا، وللمسلمين أجمعين.
اللهم وفق ولي أمرنا رئيس الدولة، الشيخ خليفة بن زايد، وأدم عليه موفور الصحة والعافية، واجعله يا ربنا في حفظك وعنايتك، ووفق اللهم نائبه وولي عهده الأمين لما تحبه وترضاه، وأيد إخوانه حكام الإمارات.
اللهم اغفر للمسلمين والمسلمات الأحياء منهم والأموات، اللهم ارحم الشيخ زايد، والشيخ مكتوم، وشيوخ الإمارات الذين انتقلوا إلى رحمتك، وأدخل اللهم في عفوك وغفرانك ورحمتك آباءنا وأمهاتنا وجميع أرحامنا ومن له حق علينا.
اللهم إنا نسألك المغفرة والثواب لمن بنى هذا المسجد ولوالديه، ولكل من عمل فيه صالحا وإحسانا، واغفر اللهم لكل من بنى لك مسجدا يذكر فيه اسمك.
اللهم اجعل جمعنا هذا جمعا مرحوما، واجعل تفرقنا من بعده تفرقا معصوما، ولا تدع فينا ولا معنا شقيا ولا محروما.
اللهم احفظ دولة الإمارات من الفتن ما ظهر منها وما بطن، وأدم عليها الأمن والأمان يا رب العالمين.

عباد الله:( إن الله يأمر بالعدل والإحسان وإيتاء ذي القربى وينهى عن الفحشاء والمنكر والبغي يعظكم لعلكم تذكرون)
اذكروا الله العظيم يذكركم، واشكروه على نعمه يزدكم ( وأقم الصلاة إن الصلاة تنهى عن الفحشاء والمنكر ولذكر الله أكبر والله يعلم ما تصنعون).

______________________________________________________________


Khutbah Jumat
29 Jumadil Ula 1436 H / 20 Maret 2015 M
Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu Khutbah Pertama

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، أَوْصَى بِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا، وَجَعَلَ بِرَّهُمَا قُرْبَةً وَإِيمَانًا، أَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ حمدَ الشاكرينَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ، فَاللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.
أَمَّا بَعْدُ: فَأُوصِيكُمْ عِبَادَ اللَّهِ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، قَالَ تَعَالَى:( يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا)([1]). وَقَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ:( فَبَشِّرْ عِبَادِ* الَّذِينَ يَسْتَمِعُونَ القَوْلَ فَيَتَّبِعُونَ أَحْسَنَهُ)([2]).
Kaum muslimin : Allah memerintahkan kita agar bersyukur kepada-Nya, menunaikan hak-hak-Nya dan Dia memerintahkan perkara yang sangat besar dan pondasi yang sangat kuat yaitu berterima kasih kepada kedua orang tua, Allah Swt berfirman :
وَقَضَى رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلاَّ إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا
“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya” (Al Isra’ 17 : 23). Dan karena hak kedua orang tua yang sangat agung, maka Allah mendampingkan bersyukur kepada-Nya dengan berterima kasih kepada keduanya, disebutkan dalam firman-Nya :
أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ
“Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu” (Luqman 34 : 14). Berterima kasih kepada keduanya merupakan kewajiban, berbakti pada keduanya adalah keharusan, dan keduanya merupakan orang yang paling berhak mendapatkan bakti dan ucapan terima kasih, karena keduanya merupakan orang yang terdekat dengan Anda, paling besar cintanya pada Anda, dan paling banyak perhatian dan perlindungannya untuk Anda, oleh karena itu berbakti kepada keduanya merupakan amalan yang paling dicintai oleh Allah, Nabi Saw bersabda :
أَفْضَلُ الأَعْمَالِ الصَّلاَةُ لِوَقْتِهَا، وَبِرُّ الْوَالِدَيْنِ
“Perbuatan yang paling utama adalah shalat tepat waktunya dan berbakti kepada kedua orang tua” (Muttafaq ‘alaih dan lafal hadits Muslim)

Bakti kepada kedua orang tua termasuk akhlak para nabi, jalan ketakwaan dan perbuatan yang diperintahkan oleh Tuhan pemilik bumi dan langit, sebagai contoh nabi Isa AS berkata pada kaumnya :
وَأَوْصَانِي بِالصَّلَاةِ وَالزَّكَاةِ مَا دُمْتُ حَيًّا* وَبَرًّا بِوَالِدَتِي وَلَمْ يَجْعَلْنِي جَبَّارًا شَقِيًّا
“Dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup, dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka” (Maryam 19 : 31-32). Allah memuji nabi-Nya Yahya AS yang berbakti pada kedua orang tuanya :
وَبَرًّا بِوَالِدَيْهِ وَلَمْ يَكُن جَبَّارًا عَصِيًّا
“Dan ia orang yang berbakti kepada kedua orang tuanya, dan bukanlah ia orang yang sombong lagi durhaka” (Maryam 19 : 14). Nabi Nuh AS berdoa untuk kedua orang tuanya seperti dimuat didalam Al Quran  :
رَبِّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِمَن دَخَلَ بَيْتِيَ مُؤْمِنًا وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ
“Ya Tuhanku, ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan” (Nuh 71 : 28). Generasi terdahulu menjadi teladan dalam hal ini, sebagai contoh Abu Hurairah RA setiap kali memasuki tanahnya ia berkata :
فكانَ أبُو هريرةَ رضي الله عنه إِذَا دَخَلَ أَرْضَهُ قالَ لأُمِّهِ: عَلَيْكِ السَّلَامُ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ يَا أُمَّتَاهُ، فتَقُولُ لهُ: وَعَلَيْكَ السَّلَامُ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ، فيَقُولُ: رَحِمَكِ اللَّهُ كَمَا رَبَّيْتِنِي صَغِيرًا، فَتَقُولُ لهُ: يَا بُنَيَّ، وَأَنْتَ فَجَزَاكَ اللَّهُ خَيْرًا، وَرَضِيَ عَنْكَ كَمَا بَرَرْتَنِي كَبِيرًا
Semoga keselamatan, rahmat Allah dan keberkahan-Nya untukmu wahai ibu. Ibunya menjawab : untukmu keselamatan, rahmat Allah dan keberkahan-Nya, lalu ia berkata : semoga Allah merahmatimu sebagaimana engkau telah mendidikku semasa aku kecil. Lalu ibunya berkata : semoga Allah membalasmu dengan kebaikan dan meridhaimu, sebagaimana kau telah berbuat baik kepadaku di masa tuaku" (Al Adabul Mufrid 14). Sungguh merupakan adab dan etika yang sangat indah lagi mulia

Dari Al Hasan Al Bashri : sesungguhnya Ibnu Umar RA melihat seorang yang berthawaf mengelilingi Ka'bah sambil menggendong ibunya dan ia berkata pada ibunya : apakah aku telah membalasmu wahai ibu ? Ibnu Umar berkata : belum demi Allah meskipun satu proses persalinan" (Al Birr Was Shilah 1/20). Maksudnya sesungguhnya semua yang kamu lakukan tidak menyamai sakitnya satu pembukaan saat proses persalian.

Para jamaah shalat : sesungguhnya banyak ragam bentuk bakti pada kedua orang tua, diantaranya : berkomunikasi dengan keduanya dengan menggunakan ungkapan yang indah dan lembut, dicontohkan oleh Nabi Ibrahim AS ketika berdialog dengan ayahnya dengan menggunakan kata : “wahai ayahku”, hal ini sebagai penegasan atas hak dan ungkapan lembut padanya. Menyempatkan waktu untuk duduk dengan keduanya juga merupakan bakti pada keduanya karena keduanya yang paling berhak untuk ditemani dan dikasihinya, seseorang bertanya pada Nabi Saw :
يَا رَسُولَ اللهِ مَنْ أَحَقُّ النَّاسِ بِحُسْنِ صَحَابَتِي؟ فقَالَ:«أُمُّكَ، ثُمَّ أُمُّكَ، ثُمَّ أُمُّكَ، ثُمَّ أَبُوكَ
"Wahai Rasulullah siapakah yang paling berhak mendapatkan persahabatan baikku ? Beliau menjawab :  Ibumu, kemudian ibumu, kemudian ibumu dan kemudian ayahmu”(Muttafaq ‘alaih). Dan bentuk bakti pada keduanya adalah dengan tidak berjalan mendahului keduanya, duduk sebelum kedua duduk atau memanggil namanya. Abu Hurairah RA berkata menasehati seseorang mengenai ayahnya :
يقولُ أبُو هريرةَ رضي الله عنه لرجُلٍ وهُوَ يُوصيهِ بأبيهِ: لَا تُسَمِّهِ بِاسْمِهِ، وَلَا تَمْشِ أمامَهُ، ولاَ تجلِسْ قبْلَهُ
“Jangan engkau memanggil dengan namanya, jangan jalan di depannya, dan jangan duduk sebelum dia duduk”(Al Adabul Mufrid 44)
Wahai orang yang dimuliakan Allah dengan dipertemukan dengan kedua orang tuanya atau salah satu dari keduanya, bersegeralah berbakti pada keduanya dan memenuhi kebutuhannya, dan sungguh baik bila kita mampu menyediakan waktu kita untuk keduanya, menyenangkan keduanya dan karena keduanya merupakan jalan kita menuju pintu surga, Nabi Saw bersabda :
الوَالِدُ أَوْسَطُ أَبْوَابِ الجَنَّةِ
“Orang tua adalah pintu surga yang paling tengah” (At Tirmidzi 1900 dan Ibnu Majah 2089). Rasulullah Saw berwasiat pada salah satu sahabatnya dalam sabdanya :
الْزَمْ رِجْلَهَا، فَثَمَّ الْجَنَّةُ
 “Tetaplah di kakinya, disana terdapat surga” (Ibnu Majah 2781). Artinya sesungguhnya rendah diri kepada ibu merupakan penyebab masuknya surga (Hasyiyah As Sanadi atas hadits Ibnu Majah 5/409)

Dan berbakti kepada kedua orang tua menjadi penyebab diterimanya amalan, diampuninya kesalahan dan mendapatkan keberuntungan surga, disebutkan dalam firman Allah setelah menjelaskan beberapa contoh orang-orang yang berbakti kepada kedua orang tua mereka, maka balasannya adalah :
أُوْلَئِكَ الَّذِينَ نَتَقَبَّلُ عَنْهُمْ أَحْسَنَ مَا عَمِلُوا وَنَتَجاوَزُ عَنْ سَيِّئَاتِهِمْ فِي أَصْحَابِ الْجَنَّةِ وَعْدَ الصِّدْقِ الَّذِي كَانُوا يُوعَدُونَ
“Mereka itulah orang-orang yang Kami terima dari mereka amal yang baik yang telah mereka kerjakan dan Kami ampuni kesalahan-kesalahan mereka, bersama penghuni-penghuni surga, sebagai janji yang benar yang telah dijanjikan kepada mereka” (Al Ahqaf 46 : 16). Rasulullah Saw bersabda :
نِمْتُ، فَرَأَيْتُنِي فِي الْجَنَّةِ، فَسَمِعْتُ صَوْتَ قَارِئٍ يَقْرَأُ، فَقُلْتُ: مَنْ هَذَا؟ فَقَالُوا : هَذَا حَارِثَةُ بْنُ النُّعْمَانِ». فَقَالَ رَسُولُ اللهِ r:« كَذَلِكَ الْبِرُّ، كَذَلِكَ الْبِرُّ». وَكَانَ أَبَرَّ النَّاسِ بِأُمِّهِ
“Ketika aku tidur, aku mendapati diriku berada di surga, tiba-tiba aku mendengar suara seseorang yang sedang membaca Al Quran, kemudian aku bertanya : siapa itu ? mereka menjawab : ini adalah Haritsah bin An Nu'man. Rasulullah Saw bersabda : begitulah bakti, begitulah bakti”. Dan ia termasuk orang yang paling berbakti kepada ibunya” (Ahmad 42/206)

Hamba Allah : sesungguhnya berbakti kepada kedua orang tua tidak terputus setelah keduanya meninggal, tapi pintu bakti terus terbuka bagi orang yang mau menutupi masa lalunya dan bagi orang yang menginginkan kebaikan yang lebih, diantara bentuk bakti setelah keduanya meninggal adalah dengan mendoakan dan memintakan ampun bagi keduanya saat keduanya masih hidup atau sudah meninggal, Allah Swt berfirman :
وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا
“Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah : Wahai Tuhanku, kasihilah mereka berdua, sebagaimana mereka berdua mendidik aku waktu kecil” (Al Isra’ 17 : 24). Berbakti kepada kedua orang tua dapat berupa sedekah untuk keduanya setelah keduanya meninggal, ada seorang yang datang kepada Nabi Saw dan bertanya :
جاءَ رجلٌّ إلَى النَّبِيِّ r فقالَ: إِنَّ أُمِّي تُوُفِّيَتْ، وَأَظُنُّهَا لَوْ تَكَلَّمَتْ تَصَدَّقَتْ، فَهَلْ لَهَا أَجْرٌ إِنْ تَصَدَّقْتُ عَنْهَا؟ فقَالَ: «نَعَمْ»
“Sesungguhnya ibuku meninggal dunia, aku kira bila dia sempat berbicara pasti ia bersedekah, lalu apakah ada pahala baginya jika aku bersedekah atas namanya? Beliau menjawab: “ya”. (Muttafaq 'alaih). Begitu juga menepati janjinya setelah keduanya wafat, mengungjungi dan menghormati sahabat keduanya, dari Abdullah bin Umar :
أَنَّ رَجُلًا مِنَ الْأَعْرَابِ لَقِيَهُ بِطَرِيقِ مَكَّةَ، فَسَلَّمَ عَلَيْهِ عَبْدُ اللهِ، وَحَمَلَهُ مَعَهُ، وَأَعْطَاهُ عِمَامَةً كَانَتْ عَلَى رَأْسِهِ، فقيلَ لهُ: أَصْلَحَكَ اللهُ إِنَّهُمُ الْأَعْرَابُ وَإِنَّهُمْ يَرْضَوْنَ بِالْيَسِيرِ، فَقَالَ عَبْدُ اللهِ: إِنَّ أَبَا هَذَا كَانَ صَدِيقًا لأبِي، وَإِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ r يَقُولُ:« إِنَّ أَبَرَّ الْبِرِّ صِلَةُ الرَّجُلِ أَهْلَ وُدِّ أَبِيهِ
“Sesungguhnya ada seorang desa bertemu dengannya di salah satu jalan Makkah, Abdullah mengucapkan salam padanya, membawanya dan memberikan sorban yang ada di kepalanya, lalu dikatakan padanya :  semoga Allah membalas kebaikanmu, sesungguhnya orang-orang desa lebih suka yang sederhana, kemudian Abdullah menjawab : sesungguhnya ayah orang ini adalah sahabat baik ayahku, dan sesungguhnya aku mendengar Rasulullah Saw bersabda : Sesungguhnya sebaik-baiknya kebajikan ialah melanjutkan hubungan (silaturrahim) dengan keluarga sahabat baik ayahnya” (Muslim 2552)

Ya Allah jadikanlah kami hamba yang bersyukur kepada-Mu, berbakti kepada kedua orang tua kami, menyambung silaturrahim kerabat kami, dan berilah kami semua taufiq untuk mentaati-Mu,  mentaati Rasul-Mu Muhammad Saw dan mentaati orang yang Engkau perintahkan kepada kami agar ditaatinya, sebagai pengamalan atas firman-Mu :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُوْلِي الأَمْرِ مِنكُمْ
“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu” (An Nisa’ 4 : 59). 
نَفَعَنِي اللَّهُ وَإِيَّاكُمْ بِالْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَبِسُنَّةِ نَبِيِّهِ الْكَرِيمِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.
أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.

Khutbah Kedua
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ، اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ الطَّيِّبِينَ الطَّاهِرِينَ وَعَلَى أَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ، وَعَلَى التَّابِعِينَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.
Bertakwalah kepada Allah wahai hamba Allah dg sebenar-benarnya takwa, dan merasalah diawasi oleh-Nya dalam kesunyian dan keramaian dan ketahuilah bahwa berterima kasih kepada kedua orang tua dan berbuat baik kepada keduanya akan membuahkan dan memberi pengaruh yang sangat besar di dunia dan akhirat, diantaranya : akan mendapatkan ridha Allah, Nabi Saw bersabda :
رِضَا اللهِ فِي رِضَا الْوَالِدَيْنِ، وَسَخَطُ اللهِ فِي سَخَطِ الْوَالِدَيْنِ
“Ridha Allah ada pada ridha kedua orang tua dan murka Allah ada pada murka kedua orang tua” (At Tirmidzi 1899 dan Al Baihaqi kitab Syu’bul Iman 10/246). Dan dapat mendatangkan keberkahan umur dan rezeki, Rasulullah Saw bersabda :  
مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُمَدَّ لَهُ فِي عُمْرِهِ، وَيُزَادَ فِي رِزْقِهِ، فَلْيَبَرَّ وَالِدَيْهِ، وَلْيَصِلْ رَحِمَهُ
“Barang siapa yang menginginkan dipanjangkan umurnya, ditambah rezekinya, maka hendaklah ia berbakti kepada kedua orang tuanya dan menyambung tali silaturrahimnya” (Ahmad 21/318 dan 319). Bakti kepada keduanya menjadi salah satu sebab dikabulkannya doa dan keselamatan dari segala malapetaka, Nabi Saw mengisahkan tentang Uwais bin ‘Amir :
إِنَّ خَيْرَ التَّابِعِينَ رَجُلٌ يُقَالُ لَهُ أُوَيْسٌ، وَلَهُ وَالِدَةٌ هُوَ بِهَا بَرٌّ، لَوْ أَقْسَمَ عَلَى اللهِ لَأَبَرَّهُ
“Sesungguhnya sebaik-baiknya Tabi’in adalah seorang lelaki yang bernama Uwais, ia memiliki seorang ibu tempatnya berbakti, andaikata ia bersumpah kepada Allah, maka Allah akan mengabulkannya” (Muslim 224). Dan berbakti kepada kedua orang tua akan membawa anak-anakmu berbakti padamu di masa tuamu, karena balasan itu sepadan dengan perbuatan, barang siapa berbuat baik maka Allah akan membalasnya dengan kebaikan, Allah Swt berfirman :
هَلْ جَزَاء الْإِحْسَانِ إِلَّا الْإِحْسَانُ
“Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula)” (Ar Rahman 55 : 60)

هَذَا وَصَلُّوا وَسَلِّمُوا عَلَى مَنْ أُمِرْتُمْ بِالصَّلاَةِ وَالسَّلاَمِ عَلَيْهِ، قَالَ تَعَالَى:( إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا)([3]). وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ r:« مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلاَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْراً»([4]). وَقَالَ r:« لاَ يَرُدُّ الْقَضَاءَ إِلاَّ الدُّعَاءُ»([5]).
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ، وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ: أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ، وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابِةِ الأَكْرَمِينَ، وَعَلَى أَزْوَاجِهِ أُمَّهَاتِ الْمُؤْمِنِينَ، وَعَنِ التَّابِعِينَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.
اللَّهُمَّ ارزُقْنَا شكْرَ والدِينَا، وأعِنَّا علَى برِّهِمَا، والإحسانِ إليهِمَا، وارْضَ عنَّا وعَنْهُمْ برحمَتِكَ يَا أرحمَ الراحمينَ.
اللَّهُمَّ لاَ تَدَعْ لَنَا ذَنْبًا إِلاَّ غَفَرْتَهُ، وَلاَ هَمًّا إِلاَّ فَرَّجْتَهُ، وَلاَ دَيْنًا إِلاَّ قَضَيْتَهُ، وَلاَ مَرِيضًا إِلاَّ شَفَيْتَهُ، وَلاَ مَيِّتًا إِلاَّ رَحِمْتَهُ، وَلاَ حَاجَةً إِلاَّ قَضَيْتَهَا وَيَسَّرْتَهَا يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ، رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ، وَنَعُوذُ بِكَ مِنَ النَّارِ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ، اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ لَنَا وَلِوَالدينَا، وَلِمَنْ لَهُ حَقٌّ عَلَيْنَا، وَلِلْمُسْلِمِينَ أَجْمَعِينَ.
اللَّهُمَّ وَفِّقْ وَلِيَّ أَمْرِنَا رَئِيسَ الدَّوْلَةِ، الشَّيْخ خليفة بن زايد، وَأَدِمْ عَلَيْهِ مَوْفُورَ الصِّحْةِ وَالْعَافِيَةِ، وَاجْعَلْهُ يَا رَبَّنَا فِي حِفْظِكَ وَعِنَايَتِكَ، وَوَفِّقِ اللَّهُمَّ نَائِبَهُ وَوَلِيَّ عَهْدِهِ الأَمِينَ لِمَا تُحِبُّهُ وَتَرْضَاهُ، وَأَيِّدْ إِخْوَانَهُ حُكَّامَ الإِمَارَاتِ. اللَّهُمَّ اغفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ، اللَّهُمَّ ارْحَمِ الشَّيْخ زَايِد، وَالشَّيْخ مَكْتُوم، وَشُيُوخَ الإِمَارَاتِ الَّذِينَ انْتَقَلُوا إِلَى رَحْمَتِكَ، وَأَدْخِلِ اللَّهُمَّ فِي عَفْوِكَ وَغُفْرَانِكَ وَرَحْمَتِكَ آبَاءَنَا وَأُمَّهَاتِنَا وَجَمِيعَ أَرْحَامِنَا وَمَنْ لَهُ حَقٌّ عَلَيْنَا. اللَّهُمَّ إنَّا نَسْأَلُكَ الْمَغْفِرَةَ والثَّوَابَ لِمَنْ بَنَى هَذَا الْمَسْجِدَ وَلِوَالِدَيْهِ، وَلِكُلِّ مَنْ عَمِلَ فِيهِ صَالِحًا وَإِحْسَانًا، وَاغْفِرِ اللَّهُمَّ لِكُلِّ مَنْ بَنَى لَكَ مَسْجِدًا يُذْكَرُ فِيهِ اسْمُكَ. اللَّهُمَّ اجْعَلْ جَمْعَنَا هَذَا جَمْعًا مَرْحُوْمًا، وَاجْعَلْ تَفَرُّقَنَا مِنْ بَعْدِهِ تَفَرُّقًا مَعْصُوْمًا، وَلاَ تَدَعْ فِيْنَا وَلاَ مَعَنَا شَقِيًّا وَلاَ مَحْرُوْمًا. اللَّهُمَّ احْفَظْ دَوْلَةَ الإِمَارَاتِ مِنَ الْفِتَنِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، وَأَدِمْ عَلَيْهَا الأَمْنَ وَالأَمَانَ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ([6]).
عِبَادَ اللَّهِ:( إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي القُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ)([7])
اذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكرُوهُ علَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ ( وَأَقِمِ الصَّلاةَ إِنَّ الصَّلاةَ تَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ)([8]).


.
___________________________________________________________________________
 
07 Jumadil Akhirah 1436 H / 27 Maret 2015 M
Pentingnya Ketentraman
Khutbah Pertama

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ العَالَمِين، أمرَ بالاستقرارِ، ونَهَى عَنِ الشرِّ والإضرارِ، أَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ كمَا ينبغِي لجلالِ وجهِهِ وعظيمِ سلطانِهِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ، وَصَفِيُّهُ مِنْ خَلْقِهِ وَخلِيلُهُ، فَاللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ، وَعَلَى مَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّين.
أَمَّا بَعْدُ: فَأُوصِيكُمْ عِبَادَ اللَّهِ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، قَالَ تَعَالَى:( يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اصْبِرُواْ وَصَابِرُواْ وَرَابِطُواْ وَاتَّقُواْ اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ)([1]).

Kaum muslimin : diantara tujuan agung syariat Islam adalah mewujudkan kehidupan yang bahagia dan mulia yang berlandaskan pada keimanan, petunjuk, kebaikan, ketakwaan, yang bertiangkan ketentraman, berpagarkan keselarasan dan didukung oleh persatuan dan keteguhan serta memiliki pilar kemajuan dan perkembangan, ia adalah syariat yang sempurna yang mencakup semua kebaikan dan keutamaan, yang bertujuan mewujudkan kemaslahatan dan melindungi dari semua kerusakan, Allah Swt berfirman :
وَتَمَّتْ كَلِمَةُ رَبِّكَ صِدْقًا وَعَدْلاً
"Telah sempurnalah kalimat Tuhanmu (Al Quran) sebagai kalimat yang benar dan adil" (Al An'am 6 : 115). Maksudnya benar informasinya, adil perintah dan hukum-hukumnya, semua informasinya benar, semua perintahnya adil, semua yang dilarangnya buruk, dan Dia tidak mencegah kecuali dari keburukan dan kerusakan (Ibnu Katsir 3/322). Nabi Saw menegaskan maksud diatas dengan sabdanya :
إِنَّهُ لَمْ يَكُنْ نَبِيٌّ قَبْلِي إِلَّا كَانَ حَقًّا عَلَيْهِ أَنْ يَدُلَّ أُمَّتَهُ عَلَى خَيْرِ مَا يَعْلَمُهُ لَهُمْ، وَيُنْذِرَهُمْ شَرَّ مَا يَعْلَمُهُ لَهُمْ
“Sesungguhnya tidak ada Nabi sebelumku kecuali menjadi kewajiban baginya untuk menunjukkan umatnya kepada kebenaran  yang diketahuinya serta memperingatkan mereka akan keburukan yang diketahuinya bagi mereka" (Muslim 1844) 
Salah satu conothnya bahwa Islam telah meletakkan pondasi hidup berdampingan dengan damai, menganjurkan untuk melestarikannya, mencegah pengrusakannya, dan menghadapi orang yang mau merusaknya agar jiwa dan harga diri terlindungi, agar masyarakat dan negara terjaga, pencapain dan hak milik terlestarikan, sehingga roda pembangnan dan perkembangan terus berjalan, sebagaimana semua itu untuk melindungi semua dari fitnah dan keburukan.

Nilai ketentaraman dan kedamaian teramat tinggi bagi Islam, sehingga ia menjadi kemaslahatan yang paling utama, karenanya ungkapan pembuka kaum muslimin di dunia dan akhirat adalah kedamaian, Allah Swt berfirman :
تَحِيَّتُهُمْ يَوْمَ يَلْقَوْنَهُ سَلَامٌ وَأَعَدَّ لَهُمْ أَجْرًا كَرِيمًا
"Salam penghormatan kepada mereka (orang-orang mukmin itu) pada hari mereka menemui-Nya ialah : salam dan Dia menyediakan pahala yang mulia bagi mereka" (Al Ahzab 33 : 44).  Semua itu karena pentingnya kemaslatan ini serta keagungannya.

Hamba Allah : Allah telah memerintahkan agar mempersiapkan kekuatan untuk menjaga perdamaian dan ketentraman, disebutkan dalam firman-Nya :  
وَأَعِدُّواْ لَهُم مَّا اسْتَطَعْتُم مِّن قُوَّةٍ
"Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi" (Al Anfal 8 : 60). Sebagaimana diperintahkan untuk berhati-hati dan mawasdiri untuk mencegah dari semua yang dapat mengancam kemaslahatan tertinggi, Allah Swt berfirman :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ خُذُواْ حِذْرَكُمْ
"Wahai orang-orang yang beriman, bersiap siagalah kamu" (An Nisa' 4 : 71). Diperintahkan pula untuk berkumpul dan mendukung seorang pemimpin demi terwujudnya tujuan mulia ini, Allah Swt berfirman :
وَاعْتَصِمُواْ بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلاَ تَفَرَّقُواْ
"Dan berpeganglah kamu semua kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai" (Ali Imran 3 : 103). Ditegaskan oleh Nabi Saw dengan ungkapan yang gamblang dalam sabdanya :
إِنَّمَا الإِمَامُ جُنَّةٌ، يُقَاتَلُ مِنْ وَرَائِهِ، وَيُتَّقَى بِهِ
"Sesungguhnya imam (pemimpin) itu perisai, ummat akan diperangi dari belakangnya dan akan dijaga olehnya" (Muttafaq 'alaih). Maksud hadits ini bahwa seorang pemimpin itu bagaikan perisai yang melindungi rakyatnya, melindungi mereka dari musuh dan saling melindungi antara sesamanya, berperang bersamanya terhadap setiap tiran dan pengrusak, karena didalamnya terdapat kemaslahatan dan keistiqomahan urusan manusia, semua itu merupakan kesepakatan para ulama dan para pemikir yang ditegaskan oleh syariat Tuhan dan perundang-undangan, bila tidak, maka yang kuat akan memangsa yang lemah dan yang dhalim akan mudah memusnakan orang yang tak berdosa (Syarah Jami' as Shahih 18 / 68-69)

Jamaah shalat : Islam menganjurkan agar tetap bertindak bijak dalam setiap urusan, termasuk tindakan bijak adalah meletakkan sesuatu pada tempatnya yang sesuai. Diperintahkan untuk berlaku lemah lembut pada tempatnya dan diperintahkan untuk bertindak tegas pada tempatnya pula, diperbolehkan untuk membela diri dan meminta pertolongan orang lain untuk menghadapi tiran dan musuh, serta menggunakan ketegasan itu untuk menjaga keamanan dan ketentraman bila dibutuhkan, Allah Swt berfirman :
فَمَنِ اعْتَدَى عَلَيْكُمْ فَاعْتَدُواْ عَلَيْهِ بِمِثْلِ مَا اعْتَدَى عَلَيْكُمْ وَاتَّقُواْ اللَّهَ وَاعْلَمُواْ أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ
"Oleh sebab itu barang siapa yang menyerang kamu, maka seranglah ia, seimbang dengan serangannya terhadapmu, bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang bertakwa" (Al Baqarah 2 : 194). Dalam ayat lain disebutkan :
وَالَّذِينَ إِذَا أَصَابَهُمُ الْبَغْيُ هُمْ يَنْتَصِرُونَ
"Dan (bagi) orang-orang yang apabila mereka dierplakukan dengan dzalim mereka membela diri" (As Syura 42 : 39). Maksudnya mereka menghadapi para pelaku kedzaliman dan menghentikannya agar keburukan dan kerusakannya tidak meluas, karena bersabar dan memaafkan yang lemah itu baik, sementara sabar dan mengabaikan tiran yang sombong merupakan tindakan yang tercela, karena hal itu dapat membantu pelanggengan kedzaliman dan tiraninya (Tafsir Abi As Suud 8/34)

Kaum muslimin : mewujudkan ketentraman termasuk prioritas Rasulullah Saw, beliau selalu menyebarkan perdamaian dan hidup berdampingan dengan damai, meletakkan tiang-tiang di dalam masyarakat, mencegah kedzaliman dengan segala bentuknya, dan beliau menggunakan kelemah lembutan pada tempatnya sebagaimana menggunakan ketegasan pada tempatnya pula,
فقد روى أنس بن مالك رضي الله عنه أن نفرًا قدموا على النبي r فمرضوا، فَأَمَرَهُمْ النبي r أَنْ يَأْتُوا إِبِلَ الصَّدَقَةِ، ففعلوا، فشُفوا، ثم مالوا على الرعاة فقتلوهم، وحملوا الإبل معهم، فَبَعَثَ النبي r فِي آثَارِهِمْ، فَأُتِيَ بِهِمْ، فأقامَ عليهم النبي r الحدَّ
diriwayatkan  oleh Anas bin Malik RA bahwa beberapa orang mendatangi Nabi Saw, kemudian mereka sakit, lalu Nabi Saw memerintahkan mendatangi unta sedekah, mereka melaksanakan kemudian mereka sembuh, kemudian mereka menemui para pengembala dan membunuh mereka, mereka juga membawa unta mereka, lalu Nabi Saw memerintahkan untuk mengejar dan membawa mereka, dan Nabi Saw menerapkan hukum had pada mereka" (Muttafaq 'alaih). Hal itu karena tindakan kriminal yang mereka lakukan terhadap makhluk, serta bahaya mereka atas masyarakat dan ketentramannya, sebagaimana para sahabat RA berusaha untuk menjaga kehidupan yang damai dan ketentraman dengan berteladan pada Rasulullah Saw, yang terkadang diperlukan kelembutan dan terkadang pula menggunakan ketegasan di lain waktu.

Ketika terjadi pemberontakan di masa Ali RA, mereka diajak kembali baik-baik, diberikan tenggang waktu agar kembali pada kebenaran dan bertaubat, tapi mereka tidak mau kembali bahkan mereka semakin membangkang dan membunuh, merampas harta, merusak dan mengancam kehidupan dan ketentraman masyarakat, sehingga Ali RA mengambil tindakan dan menghalau mereka dengan ketegasan dan kekuatan, dibelakangnya para sahabat ikut merapatkan barisan sehingga sirnalah kemungkaran tersebut (Kisah ini terdapat dalam kitab shahih Bukhari Muslim)

Ya Allah, lindungilah kami dari segala fitnah dan keburukan, jauhkanlah kami dari setiap keburukan, tipu daya dan makar dan berilah kami semua taufiq untuk mentaati-Mu,  mentaati Rasul-Mu Muhammad Saw dan mentaati orang yang Engkau perintahkan kepada kami agar ditaatinya, sebagai pengamalan atas firman-Mu :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُوْلِي الأَمْرِ مِنكُمْ
“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu” (An Nisa’ 4 : 59).
 نَفَعَنِي اللَّهُ وَإِيَّاكُمْ بِالْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَبِسُنَّةِ نَبِيِّهِ الْكَرِيمِ صلى الله عليه وسلم
أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Khutbah Kedua
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ، اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ الطَّيِّبِينَ الطَّاهِرِينَ وَعَلَى أَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ، وَعَلَى التَّابِعِينَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.

Bertakwalah kepada Allah wahai hamba Allah dg sebenar-benarnya takwa, dan merasalah diawasi oleh-Nya dalam kesunyian dan keramaian dan ketahuilah bahwa ketentraman merupakan kemaslahatan bersama yang harus dijaga oleh setiap orang yang berakal, dengannya keamanan bisa terwujud, tugas dapat dilaksanakan, pembangunan dan cita-cita dapat diwujudkan, sehingga peradaban mereka dapat berkembang. Dan juga dengan sirnanya ketentraman maka musibah dan keputusasaan akan menimpa semua, oleh karena itu Rasulullah Saw bersabda :
مَنْ أَصْبَحَ مِنْكُمْ آمِنًا فِي سِرْبِهِ مُعَافًى فِي جَسَدِهِ عِنْدَهُ قُوتُ يَوْمِهِ فَكَأَنَّمَا حِيزَتْ لَهُ الدُّنْيَا
“Barangsiapa yang di pagi hari merasa tenang jiwanya, sehat badannya, dan dia mempunyai makanan di hari itu, maka seolah-olah dunia ini dikaruniakan kepadanya” (At Tirmidzi 2364 dan Ibnu Majah 4141)

Dan pemimpin kita yang bijak tidak pernah menyia-nyiakan waktu untuk mewujudkan kemaslahatan ini baik di dalam dan di luar negeri, dan dengan bekerja sama dengan saudara negara-negara sahabat dalam memantapkan pondasi kebenaran dan untuk membentengi dari semua tiran, ancaman dan pengrusakan, hal itu sesuai dengan tuntutan firman Allah :
وَتَعَاوَنُواْ عَلَى الْبرِّ وَالتَّقْوَى
“Dan tolong-menolonglah kalian dalam (mengerjakan) kebajikan dan taqwa" (Al Maidah 2)
dan sabda Nabi Saw :
يَدُ اللَّهِ مَعَ الجَمَاعَةِ
"Pertolongan Allah bersama jamaah" (At Tirmidzi 2166). Semoga Allah selalu memberikan keberkahan pada pemimpin kami, memuliakan negara kami, melindungi tentara kami, menjaga bangsa dan saudara kami dari segala keburukan, dan semoga semua dihindarkan dari semua orang yang dengki dan tamak terhadap kami.

هَذَا وَصَلُّوا وَسَلِّمُوا عَلَى مَنْ أُمِرْتُمْ بِالصَّلاَةِ وَالسَّلاَمِ عَلَيْهِ، قَالَ تَعَالَى:( إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا)([2]). وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ r:« مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلاَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْراً»([3]). وَقَالَ r:« لاَ يَرُدُّ الْقَضَاءَ إِلاَّ الدُّعَاءُ»([4]).
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ، وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ: أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ، وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابِةِ الأَكْرَمِينَ، وَعَنْ أَزْوَاجِهِ أُمَّهَاتِ الْمُؤْمِنِينَ، وَعَنِ التَّابِعِينَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.
اللَّهُمَّ أَدِمْ عَلَيْنَا وحدتَنَا واجتماعَنَا، واحفظْ استقرارَنَا وازدهارَنَا، ووفِّقْ وُلاةَ أمرِنَا لكلِّ خيرٍ وسدادٍ، واحفظْ جنودَنَا بحفظِكَ، وكُنْ لَهم خيرَ مُعينٍ ونصيرٍ يا أكرم الأكرمين.
اللَّهُمَّ لاَ تَدَعْ لَنَا ذَنْبًا إِلاَّ غَفَرْتَهُ، وَلاَ هَمًّا إِلاَّ فَرَّجْتَهُ، وَلاَ دَيْنًا إِلاَّ قَضَيْتَهُ، وَلاَ مَرِيضًا إِلاَّ شَفَيْتَهُ، وَلاَ مَيِّتًا إِلاَّ رَحِمْتَهُ، وَلاَ حَاجَةً إِلاَّ قَضَيْتَهَا وَيَسَّرْتَهَا يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ، رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ، وَنَعُوذُ بِكَ مِنَ النَّارِ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ، اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ لَنَا وَلِوَالدينَا، وَلِمَنْ لَهُ حَقٌّ عَلَيْنَا، وَلِلْمُسْلِمِينَ أَجْمَعِينَ.
اللَّهُمَّ وَفِّقْ وَلِيَّ أَمْرِنَا رَئِيسَ الدَّوْلَةِ، الشَّيْخ خليفة بن زايد، وَأَدِمْ عَلَيْهِ مَوْفُورَ الصِّحْةِ وَالْعَافِيَةِ، وَاجْعَلْهُ يَا رَبَّنَا فِي حِفْظِكَ وَعِنَايَتِكَ، وَوَفِّقِ اللَّهُمَّ نَائِبَهُ وَوَلِيَّ عَهْدِهِ الأَمِينَ لِمَا تُحِبُّهُ وَتَرْضَاهُ، وَأَيِّدْ إِخْوَانَهُ حُكَّامَ الإِمَارَاتِ.
اللَّهُمَّ اغفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ، اللَّهُمَّ ارْحَمِ الشَّيْخ زَايِد، وَالشَّيْخ مَكْتُوم، وَشُيُوخَ الإِمَارَاتِ الَّذِينَ انْتَقَلُوا إِلَى رَحْمَتِكَ، وَأَدْخِلِ اللَّهُمَّ فِي عَفْوِكَ وَغُفْرَانِكَ وَرَحْمَتِكَ آبَاءَنَا وَأُمَّهَاتِنَا وَجَمِيعَ أَرْحَامِنَا وَمَنْ لَهُ حَقٌّ عَلَيْنَا. اللَّهُمَّ إنَّا نَسْأَلُكَ الْمَغْفِرَةَ والثَّوَابَ لِمَنْ بَنَى هَذَا الْمَسْجِدَ وَلِوَالِدَيْهِ، وَلِكُلِّ مَنْ عَمِلَ فِيهِ صَالِحًا وَإِحْسَانًا، وَاغْفِرِ اللَّهُمَّ لِكُلِّ مَنْ بَنَى لَكَ مَسْجِدًا يُذْكَرُ فِيهِ اسْمُكَ.
اللَّهُمَّ اجْعَلْ جَمْعَنَا هَذَا جَمْعًا مَرْحُوْمًا، وَاجْعَلْ تَفَرُّقَنَا مِنْ بَعْدِهِ تَفَرُّقًا مَعْصُوْمًا، وَلاَ تَدَعْ فِيْنَا وَلاَ مَعَنَا شَقِيًّا وَلاَ مَحْرُوْمًا.
اللَّهُمَّ احْفَظْ دَوْلَةَ الإِمَارَاتِ مِنَ الْفِتَنِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، وَأَدِمْ عَلَيْهَا الأَمْنَ وَالأَمَانَ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ([5]).
عِبَادَ اللَّهِ:( إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي القُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ)([6])
اذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكرُوهُ علَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ ( وَأَقِمِ الصَّلاةَ إِنَّ الصَّلاةَ تَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ)([7]).





Saturday, October 17, 2015

ARTI HIDUP - Bagian 11: Apa Yang Tersisa

"Seorang musikus harus bermain musik, seorang pelukis harus melukis, seorang pembuat puisi harus menulis, jika dia pada akhirnya menjadi damai dengan dirinya sendiri. Apa yang  seseorang dapat capai, dia harus melakukan pencapannya". Abraham Maslow.

"Mereka yang menjadi lebih baik bersama dengan umur merangkul kekuatan penumbuh diri dan pencapaian diri dan memulai mengganti masa muda dengan bijaksana, kepolosan dengan pengertian, dan kekurangan makna dengan aktualisasi diri". Bo Bennet.

"Keperdulian diri atau kesadaran diri dapat mengarahkan pada pengembangan (expansion) pengendalian kehidupan seseorang. Keperdulian diri  melibatkan suatu kapasitas bukan hanya melihat ke belakang, tetapi juga melihat ke depan. Keperdulian diri bukan hanya suatu pemberian/hadiah, tetapi itu suatu tanggung jawab". Mutti James hannush.

Argumentasi apakah Tuhan itu ada atau tidak, masih  dapat diperdebatkan. Kekuatan yang sama ada pada Big Expansion. Argumen yang sebenarnya adalah apakah kekuatan itu adalah makhluk hidup atau bukan. Tetapi bahkan itu tidak masalah, sebab pada keadaan yang mana saja niatannya sama.

Argumentasi apakah akhirat ada atau tidak adalah masih dapat diperdebatkan dengan cara yang sama. Jalan yang paling aman adalah mengasumsikan tidak adanya akhirat, sehingga kita termotivasi untuk memakai waktu yang terpendek yang kita miliki di sini saat ini. Pada waktu bersamaan meskipun, jalan yang paling aman adalah mengasumsikan adanya akhirat di mana kita akan diadili, sehingga kita termotivasi untuk mencari jalan yang benar untuk hidup. Sehingga jalan yang paling aman mengharapkan yang terbaik dan merencanakan kejadian yang terburuk.

Juga, jika tidak ada akhirat, maka waktu pendek yang kita miliki untuk hidup ini sangat penting sekali. Bagaimanapun, jika tindakan-tindakan kita menentukan kwalitas kehidupan akhirat yang sangat-sangat panjang, maka perilaku kita sekarang sangat-sangat penting sekali. Tidak masalah skenario yang mana anda pilih untuk mempercayai, bahkan jika anda tidak percaya pada salah satu dari meraka, implikasinya adalah sama. Apapun yang sedang anda lakukan di sini, saat ini adalah sangat-sangatlah penting sekali.

Satu hal yang paling penting yang harus kita lakukan adalah mempercayainya. Arti kehidupan adalah memenuhi potensi anda. Sehingga semua yang anda perlukan untuk merasa khawatir tentang suatu kenyataan bahwa jika anda tidak mengetahui bagaimana untuk memenuhi potensi anda, maka hal yang paling penting (dengan demikian, yang terpenting) anda dapat lakukan dengan kehidupan anda adalah, mencoba menemukan "bagaimana".

Untuk mencapai potensi badan fisik anda, anda harus hidup dengan cara hidup sehat. Bagaimana untuk mencapai itu adalah mendokumentasikannya dengan baik dan mengerti. Menerangkannya di sini akan menjadi berlebihan. Potensi mental kita tidak begitu mengerti  dengan baik bagaimanapun. 

MENEMUKAN BAGIAN ATAS BOLA

Ada banyak teori yang kontradiksi tentang potensi apa yang tertinggi pada akal manusia. Setiap Agama, Pemerintah, orang tua, budaya, dan cabang budaya mempunyai definisi yang berbeda-beda terhadap manusia yang ideal. Beberapa dari teori ini adalah sangat artikulasi dan beberapa adalah tidak jelas. Beberapa orang bahkan berpendapat bahwai itu tidak dapat diketahui. Sehingga teori yang mana, jika ada, yang benar?

Yang pertama-tama, idenya adalah potensi kita tidak dapat diketahui adalah tidak praktikal, jika tidak sepenuhnya salah. Kenyataan masalahnya adalah, anda hidup, dan ada konsekwensi terhadap perilaku anda. Konsekwensi itu mungkin menggemma sampai kedalam akhirat, atau konsekwensi itu mungkin hanya berakibat pada anda waktu sekarang saja. Kedua cara itu, sama-sama nyata. Untuk itu anda perlu masuk pada semacam kesimpulan tentang apa yang harus anda lakukan dengan diri anda sendiri. Jika anda tidak, maka anda menyerahkan kendali perkembangan anda. Jika anda membiarkan itu terjadi hanya ada dua kemungkinan hasilnya. Apakah akal anda akan mandek, atau anda akan tanpa sadar menginjinkan orang lain mengendalikan arah perkembangan anda. Kedua cara itu anda tidak akan memenuhi potensi anda, dan anda akan menderita sebagai pengganti dari suatu kehidupan yang bernilai sampai (dan mungkin setelah) anda mati.

Pada catatan samping, jika anda memutuskan mengambil kendali terhadap perkembangan diri anda sendiri dan mencoba menentukan potensi akal tertinggi anda dengan hanya harus menerima kesimpulan-kesimpulan yang logis saja. Anda dapat percaya siapapun atau sistem apapun dari kepercayaan sepanjang kesimpulan mereka itu logis. Akan tetapi anda harus tidak mempercayai orang-orang yang mengatakan sesuatu kepada anda yang tidak logis, tidak perduli otoritas apa mereka itu mengaku dalam mengatas-namakan. Dalam matematika, otoritas yang hanya membuktikan suatu persamaan itu benar, adalah logika. Sama juga untuk membenarkan pada suatu kepercayaan. Yang lolos pengujian logika itu hanyalah otoritas yang memberikan kata "benar".

Untuk alasan ini, dari sekarang ke depan ketika berkata tentang potensi mental tertinggi kemanusiaan. Tulisan ini akan lebih suka memakai istilah yang sama yang dipakai oleh para psikologi proffesional; yaitu, "aktualisasi diri". Istilah ini lebih disukai daripada "kedewasaan rohani", "kesempurnaan" atau "kedewasaan", sebab psikologi adalah ilmu pengetahuan (science). Ini berarti tidak selalu ilmu pengetahuan itu ilmu pasti, tetapi ilmu sains itu melakukan pencarian dan penemuan kebenaran melalui sebab dan eksperimen. Ilmu itu harus tidak mempunyai kiblat kepada dogma agama atau budaya. Pemakaian istilah ilmu pengetahuan sosial "aktualisasi diri" mengambarkan kebutuhan untuk mencari dan menemukan kebenaran dengan menganalisa dunia anda secara logika dan apa adannya.

APA YANG DIMILIKI OLEH ATENA DAN WINA?

Dua pertanyaan yang ingin kita tanyakan adalah: apa itu aktualisasi diri?, dan bagaimana untuk mencapainya?

Definisi secara offisial tentang "aktualisasi diri" adalah: "mengembangkan atau meraih potensi seseorang"

Anehnya, definisi itu samar-samar terhadap suatu maksud yang tidak berguna. Definisi itu tidak mengatakan tentang apa potensi kita atau bagaimana untuk meraihnya.

Mengapa kata ini diciptakan tetapi hanya setengah definisinya? Sebenarnya ada jawaban yang sangat menarik terhadap pertanyaan itu yang mana memotong inti dari filosofi dan psikologi, dan suatu perjuangan untuk menyamakan suatu keadaan yang masih sering bertentangan dari dua bidang itu secrara bebas atau tidak saling.tergantung.

Tujuan utama filosofi adalah untuk mendapatkan atau menemukan kebenaran. Akan tetapi apa gunananya kebenaran? Kebenaran hanya berguna bagi anda untuk dipakai pada kehidupan anda. Sehingga betul-betul, tujuan dari filosofi adalah menemukan kebenaran yang akan membantu terhadap kehidupan anda. Akan tetapi kebenaran tidak akan berguna bagi anda jika anda tidak mengetahui apa yang seharusnya anda lakukan dengan kehidupan anda. 

Sehingga tujuan filosofi sebenarnya adalah untuk menemukan apa yang seharusnya anda lakukan dengan kehidupan anda lalu kemudian temukan kebenaran yang akan paling membantu anda untuk mencapai tujuan itu. Tetapi apa sebenarnya kehidupan anda itu? Kehidupan anda didefinisikan oleh pengalaman apa yang dialami oleh akal anda. Ini berarti tujuan dari filosofi untuk menemukan apa yang harus sebenarnya anda lakukan dengan akal anda dan kemudian temukan kebenaran yang akan membantu anda menyelesaikan tujuan hidup anda.

Agar mengerti apa yang dilakukan dengan akal anda pertama-tama anda harus mengetahui akal anda. Untuk melakukan hal itu anda butuh mempelajari akal anda. Mempelajari akal disebut psikologi. Jadi tujuan filosofi dan psikologi utamanya adalah satu dan itu sama. Filosofi hanya pendekatan suatu tujuan dari luar ke dalam dan psikologi adalah pendekatan suatu tujuan dari dalam ke luar.

Sayangnya, filosofi tidak melakukan sebanyak yang seharusnya dalam membantu kita mengerti tentang khidupan, sebab filosofi proffesional mempunyai sedikit aturan, dan apapun aturan yang dipunyai dapat dengan  mudah menjadi rusak dengan resiko sedikit terhadap konsekwensi negatif keproffesionalannya. Secara tradisional, filosof hanyalah orang-orang sembarangan/siapa saja (biasanya kelas atas) mempunyai banyak waktu mempertanyakan pertanyaan acak  "mendalam" dan menyatakan kesimpulan mereka sebagai kenyataan. Sebagai hasil ini tidak mengejutkan bahwa filosof sangat jarang diambil secara serius. mereka memetodologikan dan kemudian kesimpulan mereka terlalu acak.

Psikolog proffesional, di lain pihak, adalah (sekarang) terikat oleh tuntunan moral dan prosedur yang ketat. Keadaan ini adalah standar kwalitas untuk suatu penelitian dan mencegah perlakuan tidak etis pada manusia. Bagaimanapun, ini juga berlaku seperti batasan ketat dalam progres penelitian/pengobatan secara psikologi.

Penelitian psikologi adalah dengan kwantitatif alam. Jika percobaan anda tidak dapat diukur dan pengukuran pengukuran itu tidak dapat direproduksi dengan hasil-hasil yang konsisten, hasil-hasil itu tidak akan dipubikasi. Kemudian mereka tidak akan diterima. Ini yang membatasi psikologi sebab anda tidak dapat membuktikan secara empiris apakah potensi yang paling tinggi dari akal pikiran manusia. Jika anda tetap membuat pengakuan, apapun ini akan secara benar dilebeli paling baik sebagai filosofi atau paling jelek sebagai pendapat.

Ini berarti psikologi proffesional telah memotong kakinya sendiri. Jika anda tidak dapat atau tidak ingin memutuskan potensi apa yang paling tinggi pada manusia, maka apa tujuan akhir anda bekerja terus menerus ketika sedang mengelola perawatan secara psikologi?.  Tentu, anda dapat mengurangi sakit mental, tetapi anda tidak bisa melakukan apa-apa lagi. Jadi, semua yang dapat anda lakukan adalah isi lembah itu dan jaga status quo. Bahkan pernah ada suatu  tulisan sandiwara yang mengeksplorasi teka-teki ini berjudul "Equus" oleh Peter Shaffer.

Psikologi tidak harus pemikiran tanpa pegangan. Jika tidak ada yang lain, tujuannya harus mengembangkan akal orang-oramg kearah suatu titik yang mereka cukup pintar dalam memilih definisi mereka sendiri terhadap aktualisasi diri dan memiliki keterampilan yang diperlukan untuk pencapaian tujuan itu.

Hanyalah cara untuk membawa psikologi ke tingkatan lebih lanjut adalah mengetahui arti kehidupan, sebab sekali anda menyimpulkan arti kehidupan anda dapat mengukur pendekatan psikologkal mana yang terbaik memfasilitasi menyelesaikan tujuan itu. Sepanjang logis di belakang filosofi anda tentang hidup dapat diterima, maka label anda terhadap perawatan psikologi harus cukup kredibel juga.

Tulisan ini mendiskusikan bahwa arti kehidupan adalah untuk menjadikan anda agar berkembang sepenuh mungkin. Sehingga suatu definisi dari aktualisasi diri dipakai dari titik ini seterusnya akan menjadi, "pencapaian suatu pengembangan tingkatan mental dimana seseorang telah menentukan penguasaan secara penuh  dan menciptakan/membuat identitas milik dirinya dan mampu melakukan rasa kebebasan".

Ada lima langkah nyata (broad) untuk pencapaian tujuan itu. Mereka dapat diringkas sebagai bertahan hidup, belajar, berpikir, mendifinisikan diri anda sendiri, dan ketundukan pada suatu sistem logis dari moral.

PENOLAKAN YANG SAH

Semua yang mengikuti seharusnya hanyalah yang dipertimbangkan filosofi psikologi dan tidak dimaksudkan untuk diambil sebagai literatur medis. Lebih lanjut, ini tidak menyampaikan "pengisian suatu lembah" ini mengambil pada status quo setelah seseorang telah meng-eliminasi setiap kepercayaan/perlakuan kontraproduktif dalam hidup mereka dan terus bergerak maju dari situ.

Jika anda pernah mencurigai masalah-masalah anda sedang diluar kendali anda jangan ragu-ragu mencari bangtuan proffesional (biaya akan dibendung). Jika anda rasa anda mungkin akan melukai diri anda atau yang lainnya, jika anda pernah mempunyai pengalaman trauma yang luar biasa pada waktu lampau, atau jika anda pernah mengalami tekanan/kesulitan tidak normal untuk waktu yang lama, maka anda harus mencari pertolongan proffesional (dan daftar ini tidak ada maksud ekslusif). Bahkan jika masalah-masalah anda diluar kendali untuk membayar seorang proffesional dalam membantu anda mengerti diri anda sendiri dapat mempercepat suatu proses secara luar biasa dalam perngembangan potensi anda. Membelanjakan uang untuk akal anda akan membuat anda jauh lebih senang/bahagia daripada membelanjakan uang pada mainan baru.

SUATU PROGRAM LIMA LANGKAH

Di sini pengenalan secara singkat terhadap masing-masing lima langkah untuk pencapaian aktualisasi diri. Setelah pencerahan  masing-masing dari mereka, mereka akan diterangkan secara mendalam dalam bagiannya masing-masing.

Langkah pertama adalah bertahan hidup. 

Jika anda telah meninggal dunia anda tidak dapat melakukan apapun dengan kehidupan anda. Ini begitu tanpa terbantahkan, tetapi itu sering terlalu dibesar-besarkan bahwa ada keterampilan yang akan tetap hidup yang dapat diajarkan, pelajari dan kuasai. Itu disebut tanggungjawab. Jika anda tidak mempunyai keterampilan itu anda perlu agar cepat-cepat dan mempelajarinya, sebab sesuatu yang hanya dapat membuat anda tetap hidup sekarang adalah keberuntungan. 

Langkah ke dua adalah belajar. 

Pengetahuan membuat tinggi blok bangunan akal anda. Setiap pemikiran yang anda pikir dapat diuraikan kedalam pengetahuan yang kecil-kecil. Jadi, semua yang dapat anda pikirkan dan setiap yang dapat anda lakukan ditentukan oleh seberapa banyak pengetahuan yang telah anda proses. Dengan demikian keberhasilan anda dalam kehidupan tergantung pada belajar.

Langkah ke tiga adalah berpikir. 

Pengetahuan internal dan itu sendiri adalah hanya memasukkan data. Jika anda tidak menguasai bagaimana cara agar masuk akal tentang data itu dan cara memakainya dalam hidup, maka yang baik hanyalah hal yang akan anda lakukan adalah mengalihkannya kepada seseorang yang akan membayar anda...seperti suatu permainan pembawa acara. Dalam kehidupan nyata anda perlu untuk berpikir, sebab lebih baik anda dalam membuat keputusan lebih baik anda dapat menjalani hidup. Lebih kecil kemampuan anda dalam membuat keputusan lebih sedikit andan dapat mengendalikan kehidupan anda atau menjadi berhasil pada bidang apapun.

Langkah ke empat adalah mengembangkan filosofi anda sendiri terhadap kehidupan. 

Jika anda tidak memahami kehidupan untuk diri anda sendiri, maka anda tidak mempunyai kemauan bebas. Jika anda tidak memiliki kemauan bebas anda tidak dapat benar-benar memiliki personalitas sendiri. Jika anda tidak memiliki personalitas anda sendiri, maka anda dapat tidak pernah menjadi benar-benar seseorang diri anda sendiri.

Langkah ke lima adalah menciptakan diri anda sendiri. 

Anda memiliki kemampuan otak yang sangat menakjubkan dapat mengingat seluruh buku-buku dan merancang cara dalam pembangunan pesawat luar angkasa, sementara tujuan ini mempunyai tempat mereka sendiri bukan itulah anda di sini. Anda di sini menjadi anda sekarang juga tak terkecuali berapa banyak pesawat luar angkasa yang anda miliki. Jika anda melakukan pembuatan sejumlah pesawat luar angkasa dan mereka semua merusak kehidupan anda, itu tidak akan diberikan tanpa arti, sebab arti kehidupan bukan menyelesaikan setiap tujuan eksternal. Ini untuk menciptakan diri anda sendiri.

Sebagaimana alam semesta mewujudkan anda akhirnya memiliki suatu kesempatan untuk mengalami kesanggupan merasa. Dan semua titik sebagai makhluk berakal adalah untuk menjadi individu dengan pikiran anda sendiri dan keinginan sendiri, tujuan, ketidak sukaan, ketakutan, dlsb, yang anda pilih atau ciptakan. Tetapi jika anda tidak dengan sadar dan sistematis menciptakan diri anda sendiri, maka anda beresiko membuang masa ribuan tahun terhadap kerja keras hanya untuk menjadi sebuah bayangan yang kusam sebagai anda yang seharusnya.

Sebagai seorang anak Tuhan anda telah diciptakan untuk menjadi bebas berkeinginan, sebagai kesadaran
secara penuh. Tujuan utama dalam menciptakan anda dalam bentuk dan tempat anda berada adalah untuk
memberi anda seatu kesempatan menciptakan diri anda sendiri sebagaimana yang anda inginkan daripada
Tuhan menciptakan anda sebagai suatu jiplakan (clone), budak atau mainan. Tetapi ini tidak hanya terjadi dengan sendirinya. Anda harus melakukan pemgendalian terhadap prosesnya.

Thursday, October 15, 2015

ARTI HIDUP - Bagian 15. Anda Demikian Tersesat Anda tidak Tau Anda SedangTersesat

"Seorang anak yang salah didik adalah seorang anak yang tersesat", (John F. Kennedy)

"Anda bisa memahami dan berhubungan dengan kebanyakan orang  lebih baik apabila anda melihat mereka - tidak perduli berapa usia atau kesan mereka penampakannya - seolah-olah mereka adalah anak-anak. Hampir semua dari kita tidak pernah benar-benar tumbuh dan dewasa sejauh itu - kita dengan mudah tumbuh lebih tinggi. Oh, untuk memastikan, kita kurang tertawa, kurang bermain dan berpakaian penyamaran tidak nyaman seperti orang dewasa, tetapi dibawah pakaian itu adalah anak itu dimana selalu kita, yang memiliki keinginan sederhana, yang kehidupan setiap harinya masih digambarkan oleh dongeng" (Leo Rosten).


"Anda tidak bertanggungjawab terhadap suatu program yang anda ambil ketika masih kecil. Bagaimanapun, sebagai seorang yang sudah dewasa anda seratus persen bertanggung jawab untuk memperbaikinya" (Ken Keys, Jr.)

Baiklah, jadi anda telah mendedikasikan hidup anda untuk belajar dan anda telah ahli dalam seni olah pikir. Sekarang anda butuh menempatkan keahlian itu dalam membangun filosofi anda dalam hidup. Jika suatu ide penulisan suatu buku filosofi dari pengintimidasian suara diri anda sendiri. Saya ada memiliki berita baik dan saya memiliki berita buruk. Berita buruk nampaknya akan membutuhkan kerja lebih banyak daripada yang anda perkirakan, sebab pertama anda harus mengerti tentang hidup. Berita baiknya adalah bahwa hal ini memungkinkan, setiap orang dapat melakukannya dan buku ini akan menerangkan bagaimana caranya. Akan tetapi untuk menerangkan tentang hidup kita akan memerlukan untuk melangkah kebelakang dan memulai dari awal.

Bayangkan bagaimana hidup setiap orang dimulai. Ketika anda dilahirkan akal anda kosong dan seperti batu tulis. Dipastikan, anda memiliki beberapa naluri dan beberapa bakat tetapi berpengetahuan nol dan dengan demikian pengertian nol tentang dunia yang anda yakini. Untungnya bagi anda, dari waktu anda di dalam rahim otak anda telah menyerap segala yang anda alami dan mencoba agar masuk akal darinya. Ini terus begitu untuk beberapa tahun pertama dari kehidupan anda sebelum anda bahkan disadarkan pada eksistensi anda sendiri. Kemudian, sekitar umur 4 tahun anda mulai mempertahankan ingatan dan menjadi sadar dari suatu kenyataan bahwa anda eksis. Setelah itu otak anda tetap terus menyerap pengetahuan, tetapi saat itu anda telah dapat mengendalikan mesin pengumpul pengetahuan yaitu akal dan badan anda.

Sebagai seorang bayi anda dengan susah-payah mengetahui segalanya tentang dunia di sekeliling anda. Jadi anda secara alami terbawa oleh kagum dan khawatir mempelajari apasaja yang anda bisa tentang tempat misterius ini dimana anda menemukan diri anda berada di dalamnya. Anda telah menyaksikan, menyentuh, mencium, merasa, dan mendengar terhadap apasaja yang sedang terjadi di sekeliling anda. Anda merangkak ke dalam tempat-tempat di mana anda tidak seharusnya menemukan apa yang  ada di sana. Anda telah membuka apasaja yang anda bisa. Anda rusak sesuatu hanya untuk melihat bagaimana mereka bisa rusak/hancur. Ketika anda belajar berbicara anda merengek pada orang tua anda dengan pertanyaan-pertanyaan yang mendalam bagi anda tetapi sangat dasar pertanyaan-pertanyaan yang telah membuat peran mata orang tua anda. Kehidupan awal anda ditentukan oleh praduga pada pengetahuan.

Sepanjang sisa masa kanak-kanak anda, anda terus belajar tentang dunia dari pengalaman-pengalaman anda, orang tua anda, sekolah anda, teman-teman anda, dan media apasaja dimana anda terekpos. Ketika anda telah diwisuda dari sekolah, anda pindah keluar menuju diri anda sendiri, anda telah memiliki suatu keyakinan yang baik tentang bagaimana dunia ini bekerja. Pada kenyataannya, pembatasan suatu kejadian  traumatis filosofi anda tentang hidup tampaknya tidak akan berubah banyak setelah itu. Sayangnya, ini bukan karena pengertian anda terhadap hidup ini sudah lengkap. Itu disebabkan pada beberapa hal tentang kemurnian praduga/prasangka anda tentang pengetahuan yang telah sirna.

Disuatu tempat di jalan untuk pencerahan anda memulai mempertahankan jawaban-jawaban yang telah anda berikan. Atau anda telah menyimpulkan anda telah mengetahui semua yang perlu anda ketahui dan apa saja yang anda belum ketahui anda telah memiliki alasan mengapa anda tidak dapat, tidak harus atau tidak membutuhkan untuk mengetahuinya. Atau mungkin anda hanya lebih tertarik untuk mengejar tujuan-tujuan jangka pendek seperti bercumbu/berhubungan seksual, menjadi tampak keren, minum minuman keras, memakai narkoba, bercinta, membesarkan suatu keluarga, mendapatkan kenaikan pangkat, menjadi orang yang dihormati, sedang terhibur daripada mengetahui secara realitas.

Banyak faktor yang bertanggungjawab terhadap stagnasi dari pengertian anda yang telah ada sebelum anda bahkan menjadi sadar tentang eksistensi anda. Tanggungjawab atau penjagaan orang tua anda telah memaksa anda pada sistem keyakinan/persepsi  mereka dari realitas (atau ketiadaan) ke dalam diri anda sebelum anda mencapai kesadaran, dan anda telah cendrung untuk mempercayai pesan-pesan yang mereka kirim kepada anda tanpa mempertanyakan meraka sebab manusia secara alami cendrung mempercayai orang-orang mereka yang telah mempelajari untuk menyatukan sebagai figur otoritas. Ketika filosofi mereka diberikan kepada anda ditambah atau diganti oleh hal-hal yang anda pelajari dari rekan-rekan anda, sekolah, mentor, dan selibriti. Sementara anda dengan tidak diragukan telah belajar suatu pengetahuan berharga dari sumber-sumber tersebut yang anda harus ambil sebagai pertimbangan yang dengan jalan yang sama filosofi anda telah dipengaruhi oleh pengajaran dari orang yang anda anggap lebih tua, setiap orang darimana anda belajar juga dipengaruhi oleh orang yang lebih tua dari mereka, yang juga telah mempercayai kepada orang yang lebih tua dan begitu seterusnya dan sampai pada ketika jaman kuno/primitip.... masing-masing generasi lebih bodoh daripada yang terahir.

Setiap kebudayaan sejak awal sejarah umat manusia telah mempunyai ketentuan petunjuk dan peraturan kehidupan sendiri-sendiri. Bahkan sekarang ada ribuan budaya di seluruh dunia dengan persepsi sesuai dengan mereka sendiri tentang kenyataan...dan mereka semuanya (dulu dan sekarang) mengklaim yang benar, dan karena mereka percaya mereka yang benar mereka menentang pendapat para pembangkang sering langsung membunuh orang-orang yang tidak mengakuinya.

Jika anda dilahirkan 1000 tahun yang lalu atau yang akan datang...atau jika anda dilahirkan 2000 kilometes jauhnya dimana saja anda dimasukkan pada suatu interpertasi yang berbeda tentang kenyataan dunia ini. Dan dari perspektip anda percayai tentang mati tentunya bahwa banyak hal yang anda percayai sekarang ini adalah lucu menggelikan. Anda bahkan mungkin benci atau ingin membunuh orang-orang yang percaya sesuatu hal yang anda percayai sekarang ini. Yang ingin dikemukakan adalah bahwa pendidikan kebudayaan anda adalah bersifat subjektip dan sementara.

Untuk membuat persoalan-persoalan lebih jelek, yang lebih tua (dan khususnya rekan-rekan anda) yang memaksakan keterangan mereka tentang realitas kepada anda tidak mempunyai pengetahuan tentang hidup mereka sendiri secara menyeluruh.  Anda dapat menguji mereka pada hal ini. Tanyakan setiap orang yang anda kenal tentang apa arti hidup ini. Minta setiap orang yang anda kenal menerangkan hidup dalam segalanya kepada anda. Minta mereka untuk mengatakan kepada anda filosofi mereka tentang hidup, dan suruh mereka mengingat kembali yang mereka katakan dengan bukti logika dan empiris. Lakukan itu dan anda akan menemukan tak seorangpun dari orang yang mengajari anda tentang hidup telah memahaminya. Kenyataannya, anda akan menemukan hampir semua orang hanya memiliki pemahaman tentang firasat hidup yang sangat keci. Jangan terkejut ketika anda mendengar lebih banyak alasan, cerita-cerita yang keluar dari logika, dan kemuakan daripada jawaban ketika anda menaruh orang-orang di tempat.

Hal lainnya akan anda temukan jika anda menguji pengetahuan orang-orang adalah bahwa ada negatip korelasi antara kepastian mereka dalam pengetahuan mereka dan banyaknya pengetahuan mereka. Dengan kata lain, orang-orang yang paling ngotot dan blak-blakan tentang keyakinan mereka condong untuk sedikit mengerti hidup. Ini terjadi karena semakin sedikit anda mengetahui akan lebih sederhana dunia ini bagi anda dan ujung-ujung kurang longgar ada untuk menaikan keraguan. Bagaimanapun, lebih banyak anda tahu anda akan lebih menyadari bagaimana kecil yang anda ketahui dan akan menjadikan anda lebih rendah hati dengan penemuan ketidak tahuan (kebodohan) anda.

-----------------------------------------

Jika anda dibesarkan oleh guru yang tidak tahu (disebut bodoh), anda akan belajar informasi yang tidak benar. Itu suatu fakta potong dan kering. Sekarang, ini mungkin bukan suatu masalah yang sulit untuk dibenarkan kecuali itu dalam hidup anda, anda akan mempunyai banyak guru bodoh yang berbeda-beda memaksa anda untuk menerima keyakinan-keyakinan yang bertentangan dengan instruksi guru bodoh sebelumnya. Pada waktu ketika anda tidak ingin mengetahui apa yang harus dipercaya. Itu adalah cukup membuat anda menyerah, berhenti, dan tidak mempercayai apa saja...atau percaya apa saja...atau hanya percaya pada hal pertama yang dikatakan kepada anda...atau hanya percaya pada apa yang paling populer (terkenal).

Lagi, ini mungkin bukan masalah yang begitu sulit untuk dikoreksi kecuali bahwa sekalipun anda mampu untuk menentukan guru yang mana yang benar dan buang semua yang salah, anda akan masih dihadapkan dengan masalah yang bahkan yang paling pintar tidak ditentukan semuanya. Sehingga pengajaran mereka hanya masih mengambil setengah jalan ke pantai penerangan, yang mana berarti anda masih terbawa arus dalam lautan ketidak tahuan.

Peluang anda mampu memperbaiki setiap masalah-masalah ini akan diminimais bahkan lebih dari itu dengan kenyataan ini bahwa anda kemungkinannya tidak pernah menuntut untuk mengartikulasi keyakinan anda kepada diri anda sendiri, dan anda tidak dapat memperbaiki suatu masalah jika anda tidak mengetahui apa variabel-variabelnya. Tahukah anda, apa yang anda yakini? Jika demikian, seberapa jauh? Jika anda ditanya untuk menerangkan filosofi anda tentang hidup sekarang dengan sangat rinci dapatkah anda melakukannya?

Itu sebenarnya pertanyaan yang menipu, sebab jika anda dapat, itu berarti anda telah
menulis filosofi anda tentang hidup didalam blogs, cerita, suatu manifesto, dlsb. Jika anda tidak pernah menulis ide anda, itu berarti anda tidak pernah melakukannya. Dapatkah anda menghitung suatu persamaan kwadrat didalam kepala anda? Dapatkah anda merancang secara rinci dari suatu mesin yang rumit di kepala anda? Dapatkah anda menulis seluruh buku secara rinci sepenuhnya di dalam kepala anda? Kecuali anda seorang anak cendikiawan yang ajaib jawabannya adalah, tidak. Atau bisakah anda mendapatkan seluruh kehidupan dinyatakan di dalam kepala anda?. Memecahkan suatu persoalan yang besar harus dilakukan diatas kertas langkah demi langkah. Sehingga jika anda tidak pernah menulis sesuatu satu paragraf keterangan hidup, jauh lebih sedikit dari sebuah buku ini secara pasti anda hanya mempunyai suatu keterangan angan-angan hidup.

Ini menimbulkan pertanyaan, jika anda belum pernah mendapatkan itu semuanya dijelaskan dan belum pernah menulis suatu penyatuan teori hidup lalu bagaimana anda telah sedang membuat keputusan semuanya tahun ini? Ini mungkin mengejutkan anda, tetapi bahkan jika anda tidak menyadarinya anda sebenarnya mempunyai filosofi anda sedang hidup dengan, dan jika anda tidak tahu sebenarnya filosofi apa itu lalu anda tidak sedang mengendalikan hidup anda. Orang atau orang-orang yang telah menggelincirkan ide-ide itu ke dalam kepala anda ketika anda sedang tidak memperhatikan adalah sedang mengendalikan anda, dan itu cara hidup yang berbahaya.

Apabila, ketika diminta menunjukkan filosofi anda tentang hidup, anda menanggapi dengan menunjuk pada suatu kitab agama, maka anda akan lebih baik duduk saja dalam suatu biara atau semacam pusat keagamaan. Jika anda tidak, maka anda tidak benar-benar sedang hidup benar-benar sesuai dengan ajaran buku anda. Anda memilih bagian yang anda setujui dan membuat alasan untuk menghapus bagian-bagian yang meminta anda mencurahkan sangat banyak hidup anda terhadap agama anda, jadi anda dapat hidup dengan cara hidup modern yang anda inginkan. Jika anda belum mencurahkan seluruh hidup anda terhadap agama anda dan anda berpikir anda sedang hidup sesuai dengan buku anda lalu anda hanya tahu sebagian dari filosofi anda yang sedang hidup seharusnya, dan itu merupakan cara hidup berbahaya. Jika anda telah mencurahkan hidup anda terhadap agama anda, maka anda sebaiknya tidak usah membaca buku ini....terkecuali Tuhan anda adalah lebih besar daripada agama buatan manusia, mitologis anda dan masih ada ruang untuk menanyakan pertanyaan-pertanyaan.

Kebanyakan orang tidak akan keluar dan mengakui bahwa mereka itu bodoh dan tidak mempunyai filosofi dalam hidup mereka. Orang yang mengaku sebagai agamis tidak akan mengakui bahwa agama tidak memainkan satu peran sangat penting dalam kehidupan mereka baik disebabkan hampir semua orang hanya tidak khawatir tentang menancapkan (nailing down) satu filosofi pribadi yang logis pada suatu pengartian hidup sebab mereka tidak berpikir bahwa mereka membutuhkan. Mereka percaya bahwa mereka secara alami jatuh pada tepatnya dimana mereka seharusnya berada dalam hidup, yang mana mereka pakai sebagai bukti bahwa mereka adalah satu dari yang terpandai yang memiliki hidup, jika tidak sepenuhnya, lalu jelaskan secukupnya. Namun jika hampir semua orang ditanya untuk
membuktikan bagaimana pintarnya mereka (sunnguh pintar nian mereka) dengan menunjukkan manifesto yang diakui tentang hidup secara sistimatis, logis, dan empiris mereka telah menulis mereka akan
segera memulai membuat alasan untuk mengapa mereka sedang beralasan dari tugas (assignment) tetapi
masih mendapatkan "A". Ini merupakan sesuatu yang alami bagi manusia untuk mempertahankan
diri anda sendiri, tetapi instinct. Ini telah mencegah banyak orang2 intelejensia dari bangun keluar
dari jalan-tidur mereka dan kehidupan satu hidup berharga dari suatu kebanggan mereka ambil dalam
diri mereka sendiri.

Pertimbangkan hal2 berikut:
  1. Sebagian besar orang adalah bodoh.
  2. Sebagian besar orang tidak mengira bahwa mereka itu bodoh.
  3. Sebagian besar orang menolak tentang kenyataan bahwa mereka itu bodoh.

Hampir semua orang setuju dengan pernyataan itu, tetapi jangan terlalu cepat tertawa pada teori tolol yang mereka sebutkan. Tanyakan pada diri anda sendiri, bagaimana anda tahu bahwa anda bukan seorang yang bodoh dalam penyangkalan? Setelah semuanya, suatu peluang adalah menumpuk melawan anda.

Suatu pengujian untuk menentukan jika anda bodoh dan dalam penolakan adalah surprisingly sederhana. Pada skala dibawah, dimana "0" mewakili orang bodoh bayi baru lahir dan "10" mewakili seseorang yang memiliki hidup tahu sepenuhnya, tandai dimana anda percaya tentang anda dan dimana mayoritas orang-orang berada.

0~1~2~3~4~5~6~7~8~9~10

Sudahkan anda buat tanda anda? Anda tidak boleh merubah jawaban anda setelah anda menandainya. Baiklah, coba lihat bagaimana anda menilainya.

Ujian ini tidak bermaksud seberapa banyak anda tahu, hanya berapa banyak anda kira anda tahu. Tak perduli dimana anda tandai diri anda sendiri pada skala, anda adalah bodoh. Kita semua bodoh. Pertanyaannya hanyalah bagaimana dalam penolakan dari kenyataan itu kita.

Lebih tinggi anda tandai lebih tinggi pula penolakan anda. Tuduhan ini mungking menyerang anda. Anda mungkin orang yang sangat pandai, tetapi jika anda bijaksana anda akan mengesampingkan kebanggaan anda dan mendengarkan pada suatu pelajaran ajaran "grafik penolakan". Lebih lengkap anda mempercayai akal anda adalah lebih sedikit ruang anda akan mempercayai anda mempunyai ruang untuk tumbuh. Lebih terhadap maksud, lebih kecil ruang anda akan merasa anda butuh untuk tumbuh. Jadi, lebih kecil motivasi anda akan harus tantang ide-ide baru anda dan belajar lebih banyak lagi. Jadi, anda akan lebih sedikit sepertinya melakukan salah satu dari hal-hal itu. Sehingga tidak terkecuali bagaimana pintar anda sebenarnya sekarang, kesombongan anda akan memperlambat anda, sehingga membutuhkan waktu lama dalam perjalanan akhirnya anda akan gagal untuk bangun sepenuhnya, yang mana akan menyebabkan anda gagal untuk berbuat yang terbaik pada hidup anda, yang mana akan menyebabkan anda gagal untuk memvalidasi keberadaan anda. Sehingga semua pengetahuan anda yang dibanggakan sekarang akan tidak berarti kecuali merusak anda. Bagaimanapun, lebih besar anda percaya anda tersesat dan bodoh (tidak perduli berapa banyak anda sebenarnya mengetahui sekarang) lebih banyak ruang anda akan percaya anda harus berkembang, dan jadi lebih banyak lagi motivasi anda akan harus tantang ide-ide baru anda dan belajar lebih banyak lagi. Jadi, lebih banyak anda terbangun dan memvalidasi eksistensi anda, dan itu adalah tindakan yang benar dari intelejensia.

Sekarang, dimana saja di luar ada seseorang yang sedang membaca pemikiran ini pada dirinya sendiri, "Ah, ya, saya setuju. Orang-orang adalah bodoh, dan tak seorangpun adalah lebih bodoh daripada mereka yang menyangka bahwa mereka mengetahui semuanya. Saya memahami bahwa disebabkan saya bijaksana dan terjaga." Tetapi bukankah bahwa hal semacam seorang bodoh dalam penyangkalan siapa bawa anda akan berkata?

"Oh, baiklah, yaah." Anda jawab. "Saya maksud, saya tau mereka akan mengatakn itu, tetapi ini berbeda ketika saya mengatakannya karena saya memang beda. Saya adalah salah satu yang paling pintar, orang yang paling tau-diri."

Tetapi bukankah seorang yang bodoh (baca idiot) dalam penolakan tetap menolak kebodohan mereka dan tetap menegasgan superior mereka? Bukankah seorang yang bodoh yang selalu terus mengatakan, "Oh, yah baiklah, bahkan jika itu nampaknya kebetulan kenyataannya masih tetap membawa saya pintar. Lagipula, saya tahu saya pintar. Saya bisa membuktikannya. Lihat pada semua buku yang telah saya baca dan tanyakan saya telah merenungkan. Yada Yada Yada"

Jastifikasi anda mungkin baik di atas kertas, tetapi anda masih tetap bodoh. Ingat, kita semua bodoh, sehingga lebih banyak anda memelihara kebenaran lebih banyak anda membuat permasalahan logika anda dalam penyangkalan kebodohan anda. Bagaimanapun, peristiwa ketika anda menerima dengan tanpa syarat bahwa anda bodoh adalah suatu peristiwa anda yang membawa langkah jalan pertama anda pada jalan untuk pencerahan ...sepanjang anda tidak memulai mengucapkan selamat pada diri anda sendiri lagi untuk begitu bijaksananya anda untuk mengakui kebodohan anda.

Saturday, October 03, 2015

TAHUN 2012, DAPAT KERJA BARU

 "Kalau memang sudah rejeki seseorang, ia tidak akan kemana-mana, demikian pula dengan jodoh". Motto lama tentang kepasrahan.

 Kerjaan Mencari Aku?

Tak dapat aku sembunyikan rasa gembiraku ketika aku mendapatkan tawaran kerja dari bekas atasanku yang kedua. Dia menawari aku untuk bekerja di perusahaan Biro Klassifikasi yang baru dibentuk. Aku tersenyum sendirian setelah telepon dari seseorang yang aku anggap kawan lama juga bekas bosku dulu di Navy berhenti mengakhiri percakapan penawaran kerja yang ia tawarkan kepadaku. Perasaan itu seolah menyembur perlahan dikarenakan selain sebagai perusahaan baru yang masih dalam tahap awal pendirian, juga merupakan perusahaan yang pernah aku impikan terbentuk ketika aku untuk pertamakali masuk bekerja di Emirates ini dulu. 

Waktu itu tahun 1994-an, aku menanyakan kepada bos pertamaku, orang lokal yang memiliki latarbelakang sarjana teknik perkapalan (menurutnya bahwa ia merupakan orang lokal pertama di bidang ini di Negara ini) lulusan dari Maryland University di Amerika Serikat. Waktu itu aku menanyakan dan mengusulkan mengapa Emirates kok tidak memiliki Biro Klassifikasi sendiri?, dan bagaimana seandainya Emirates mencoba membentuk untuk memiliki Biro Klassifikasi sendiri?,. begitu aku memulainya. Lalu kataku, caranya sama dengan apa yang pernah dilakukan oleh Indonesia, yaitu membentuk kerjasama dengan perusahaan Biro Klassifikasi lain yang sudah mapan seperti Gernanitcher Lloyd. Usulku itu dimentahkan mengingat kondisinya memang masih jauh dari memungkinkan baik sarana dan prasarana serta kesiapan sumberdaya manusianya. 

Kini delapanbelas tahun setelah itu, suatu perusahaan yang pernah aku impikan ada di Emirates betul-betul terwujud, namanya Emirates Classification atau TASNEEF. Dan aku mendapatkan tawaran, diberi kesempatan untuk bergabung. Aku pikir, ini merupakan kesempatan yang luar biasa bagusnya. Aku tidak pernah bekerja di Biro Klassifikasi, lalu di beri tawaran untuk bergabung membangun perusahaan Biro klassifikasi?, Sungguh kesempatan yang seperti datang dari langit. Tetapi aku tidak terlalu terbuai dengan itu walaupun aku memang benar-benar merasa sangat beruntung, karena semua yang didapati saat ini oleh siapapun merupakan akibat dari apa yang telah dikerjakan di masa yang lalu. 

Aku matangkan tawaran itu. Aku berkomunikasi lewat email dengan yang menawari aku kerja bekas bos-ku yang kedua. Aku diminta mengirimkan daftar riwayat hidup (CV) ku dan surat lamaran kerjaku langsung ke kantornya di kantor Plan Maintenance Office (PMO) dalam Abu Dhabi Shipbuilding (ADSB). Lalu aku membuat janji untuk bertemu sambil menyerahkan surat-surat yang dimintanya. 

Ketika aku bertemu di tempat yang disepakati, aku tanyakan sekalian tentang gaji yang akan ditawarkan kepadaku. Aku ditanya tentang pendapatanku dari tempat kerjaku sekarang, ADSB. Setelah aku buat perincian dari gaji, bonus, tunjangan kesehatan, transportasi dan biaya sewa rumah, lalu aku utarakan secara jujur kalau aku pindah paling tidak aku harus mendapatkan nilai lebih dari jumlah uang yang aku dapat dari ADSB saat ini, berapapun lebihnya. Karena aku memiliki keluarga, jika tidak, bagaimana aku akan mengatakan alasan kepindahanku dari ADSB, apalagi aku tidak memiliki masalah dengan ADSB kecuali sudah mulai merasa khawatir walaupun masih percaya diri terhadap pergantian managemen di ADSB.  Ia benarkan tentang alasan apa yang aku utarakan. Lalu ia berjanji untuk menanyakan kepada atasannya, tetapi opsinya ada tiga tingkatan gaji yang akan ditawarkan untuk diriku, semuanya lebih besar daripada total yang aku dapat dari ADSB saat ini, dan aku akan dicoba untuk digaji yang ditengah, bukan tingkatan yang paling bawah atau yang paling atas, demikian janjinya.

Gaji Berapa?

Beberapa hari kemudian aku diminta bekas bos-ku untuk menemuinya lagi melanjutkan pembicaraan tawaran gajiku yang lalu. Aku merasa kecewa mendengar tawarannya yang ternyata aku nilai sedikit lebih kecil dari yang aku dapat dari ADSB. Setelah aku berdiskusi panjang dengannya lalu aku putuskan untuk menentukan gaji paling sedikitk yang harus aku terima. Ia setuju dan akan dicoba lagi untuk diusulkan kepada atasannya. 

Setelah beberapa hari datanglah tawaran tertulis dengan gaji lebih besar dari yang pernah aku minta waktu itu. Syukurlah, demikian gumamku, lalu aku khabarkan ini kepada istriku. Kemudian aku ditanya kapan bisa bergabung dengan TASNEEF, perusahaan Biro Klassifikasi dengan nama lain Emirates Classification. lalu aku mengatakan sebulan lagi dari waktu aku mengajukan keluar dari ADSB.

Aku mulai menulis email berisi perpisahan dengan keluarga ADSB. Aku mulai mengajukan surat pengunduran diri mulai tanggal 3 Oktober 2013 karena kontrakku dengan ADSB dimulai pada tanngal 2 September 2007. Sehingga aku bekerja lima tahun lebih satu bulan dengan ADSB.

Ketika surat mengunduran diriku disetujui, aku melakukan pendekatan dengan salah seorang wanita bagian kepegawaian ADSB meminta agar urusan pembatalan visa kerjaku dipercepat. Ia merupakan bekas anggota bagian kepegawaian ketika aku di GLNS dulu, Gulf Logistic and Naval Support, anak perusahaan ADSB berpartner dengan BAE Britania Raya.

Peraturan pembatalan visa kerja sekarang sudah berubah. Ketika aku ingin membatalkan visa kerjaku pihak Imigrasi meminta aku untuk membatalkan semua visa anggota keluargaku yang masih tergantung dari aku sebagai sponsor. Padahal dulu ketika aku keluar dari UAE Navy tidak perlu membatalkan visa keluargaku sebelum aku membatalkan visaku sendiri, hanya aku harus menyediakan paspor seseorang sebagai jaminan ketika aku membatalkan visa kerjaku, ketika itu aku memakai paspor istriku sebagai jaminan. 

Sehari setelah tanggal keluar dari ADSB tiba aku langsung masuk kerja di kator tempat kerja baruku bernama TASNEEF. Ketika aku mulai masuk, anggota pegawai yang ada hanya enam orang, yaitu empat orang lokal termasuk bekas bosku, dan dua orang expatriate. Tiga wajah lokal aku kenal ketika aku bekerja di UAE Navy dulu, sedangkan yang lainnya aku tidak pernah mengenal mereka. Beberapa hari setelah itu ada pegawai wanita tambahan sebagai pelayan, orang berkebangsaan Philipina, tidak lama lagi lalu staff keuangan lokal, dan kemudian tukang pengantar surat lokal. Kemudian seorang konsultan berkebangsaan Amerika. Dan yang terakhir calon Plan Approval Engineer orang lokal, dan lalu dua orang ahli komputer berkebangsaan Arab. Kini total pegawai di kantorku adalah empatbelas orang, selama lima bulan saja kantor baruku ketambahan tujuh orang. 

Aku dinomonasikan sebagai Research  & Devlopment Engineer, jabatan yang masih kabur bagi diriku. Aku mencoba untuk mencari ide yang rasional dan realistis untuk aku tuangkan dalam pekerjaanku. Aku merasa sulit untuk mendapatkannya. Ini mungkin karena aku sudah lama bekerja sebagai engineer perbaikan kapal yang tugasnya selalu menunggu perintah dari atasan. Aku sudah lebih dari 18 tahun tidak pernah bekerja mengikuti proyek pembangunan suatu kapal baru. Aku nampaknya tertinggal sedemikian jauh tentang dunia perkapalan dikarenakan sebab-sebab itu. 

Yang pernah aku lakukan selama 18 tahun terakhir ini adalah memimpin suatu perbaikan lambung dand peralatan kapal, permesinan dan bagian lain dari kapal. Aku tidak tau banyak tentang perkembangan peraturan keselamatan, keamanan, organisasi, kekuatan, polusi dan lainnya tentang dunia perkapalan kecuali pengetahuan lama ketika aku bekerja di PT Pal dua puluh tahun yang lalu. 

Lain halnya dengan kawan di kantor baruku, mereka pada umumnya mengetahui banyak tentang perkembangan yang terjadi di bidang perkapalan. Di dalam rapat aku hampir tidak bisa mengucapkan kata apapu kecuali mendengarkan rekan-rekanku saling melempar ide dan adu argumentasi. Maklum sebagai perusahaan baru memang yang diperlukan adalah ide-ide sebagai pondasi perusahaan untuk mengarungi masa ke depannya. Tetapi bagiku yang terpenting aku mengetahui kelemahanku dan aku bisa memperbaikinya jika memungkinkan. Maka aku masih tetap percaya diri karena aku pasti memiliki kelebihan dibidang teknikal perawatan dan perbaikan yang berhubungan dengan kapal. 

Percaya diri bagi setiap orang pasti memiliki kelebihan ataupun kekurangan (bukan masalah fisik) didalam pengetahuan dan kemampuan. Itu semua tergantung dari proses hidup seseorang. Aku tetap yakin tentang alasan mengapa aku diundang untuk bergabung dengan perusahaan ini oleh bekas bosku dulu  bukan tanpa alasan. Apalagi gaji permintaanku dikabulkannya. Aku berusaha bekerja sebaik dan sejujur mungkin, pada awalnya semua rekan kerja yang memegang jabatan di kantor baruku adalah bekas kawanku di Navy kecuali satu, dialah orang berkebangsaan Turki. 

Hari-hari Mencari Jatidiri

Setiap hari aku selalu menghadapi hal-hal baru di kantor. Aku hanya menunggu perintah kerja dari atasanku saja. Aku tau bahwa saat ini menunggu perintah adalah bukanlah waktunya, ini bukan perusahaan militer yang harus menunggu perintah atasan, ini adalah perusahaan baru yang butuh berkembang. 

Tugas-tugas baru sungguh menantangku. Aku tidak boleh pasrah karena keadaanku. Aku harus berusaha agar aku terpakai di kantor baruku. Walaupun terkadang aku merasa seperti sebagai orang asing di depan kawan-kawan kantorku terutama di dalam rapat. Sampai terkadang aku berperinsip sebelum masuk ruang rapat yang penting aku harus mengucapkan sesuatu nanti walaupun itu salah, walaupun itu akan menunjukkan ketidak pahamanku pada masalah yang sedang dibahas, aku tidak perduli.  Dan prinsip itu aku laksanakan. 

Terkadang setiap keluar dari ruang rapat setelah rapat selesai cepat-cepat aku menbuka komputer dan mencari di internet  tentang apa-apa yang tidak aku mengerti arti yang dibahas tadi. Apakah yang telah aku ucapkan tadi sudah benar atau tidak. Aku tidak perduli tentang apa yang aku lakukan ini semuanya untuk memperbaiki diriku terhadap pekerjaanku. Hampir setiap saat aku sibuk mencari dan membaca peraturan-peraturan yang ada di dunia perkapalan. Beberapa kali kantorku juga mengirim aku ke workshop-workshop baik di Abu Dhabi ataupun di Dubai. 

Aku merasa diriku lambat-laun namun terasa pasti adanya peningkatan dan aku rasakan di setiap pekerjaan, korespondensi di email dan laporan-laporanku terhadap atasanku tentang pekerjaan yang ada atau ditugaskan kepadaku aku selesaikan tepat waktu dan jelas. Aku juga merasa diuntungkan oleh keadaan bahwa atasanku langsung saat ini adalah bekas atasanku dulu ketika aku bekerja di Angkatan Laut. Jadi, yang lain seandainya sudah membaca tentang keadaanku saat ini tidak memahami betul tentang belum dapatnya aku menyesuaikan diri dengan pekerjaan baruku tidaklah menjadi masalah.

Dapat Tugas Pertama

Tugas baruku adalah menyusun standard kerja untuk membangun kapal-kapal kecil dengan panjang sampai 15 meter. Tugas ini aku sendiri yang menentukan target waktu penyelesaiannya. Aku buat sedemikian rupa sehingga tidak cepat dan tidak lambat, walaupun aku sebenarnya dapat melakukannya lebih cepat lagi.

Lagi-lagi, aku diuntungkan dengan tugas yang dibebankan kepada diriku ini. Aku mencari peraturan/standard pembangunan kapal-kapal kecil dari salah satu perusahaan-perusahaan perkapalan dari Britania Raya. Atasanku mengatakan bahwa untuk menghadapi IDEX 2013 mendatang perusahaan kita harus menampilkan sesuatu. Salah satunya adalah Peraturan Pembangunan Kapal Kecil yang sedang aku kerjakan ini. 

Aku melihat bahwa pameran IDEX 2013 masih sekitar tiga bulan lagi, jikalau aku dapat menyelesaikan tugasku dalam satu bulan saja seperti yang telah aku canangkan, maka pameran itu masih dua bulan berikutnya. Aku mulai memfokuskan hampir seluruh perhatianku di kantor pada tugasku ini, mengingat ini adalah tugas pertamaku untuk bekerja sendirian, juga dengan melakukan tugas ini aku sambil mempelajari peraturan-peraturang tentang kapal-kapal kecil yang ada dan secara langsung akan aku terapkan pada tugas pekerjaanku. 

Hari demi hari aku lalui sesuai dengan irama kerjaku. Aku selesaikan bab demi bab buku standard yang aku susun. Peraturan demi peraturan aku baca dan aku pelajari. Sedikit demi sedikit pengetahuanku terhadap peraturan dunia perkapalan semakin bertambah, baik segi keselamatan, keamanan berlayar, kebersihan, polusi laut dan lain sebagainya yang berhubungan dengan pengetahuan kelautan. Begitu yang aku lakukan di hari hari kerjaku walaupun terkadang di luar jam kantorku ketika aku berada di rumah.

Tidak terasa aku sudah menghabiskan hampir satu bulan untuk membuat standard ini. Atasanku seselali menanyakan tentang kemajuan yang aku capai dengan penyusunan buku standard pembangunan kapal-kapal kecil ini.  tidak terasa pula buku yang aku susun sudah sampai pada bab duabelas, adalah bab terakhir dari buku yang sedang aku susun. Atasanku memanggilku untuk menanyakan kemajuan pekerjaanku. Ia mempunyai rencana ingin agar buku yang aku buat secepatnya selesai karena ia ingin di IDEX nanti buku standard yang sedang aku buat dapat selesai dan dipamerkan di sana. Aku mengatakan bahwa buku yang sedang aku kerjakan sudah siap untuk di cetak, yang tertinggal adalah sedikit sentuhan halus di sana-sini, tetapi pada prinsipnya adalah siap.

Atasanku mulai mencari tukang cetak buku. Ia mendapatkan perusahaan percetaan yang beroperasi di Abu Dhabi. Ketka pertemuan dengan perusahaan percetakan disepakati bahwa perusahaanku ingin penawaran mencetak dua jenis buku, yang pertama buku hasil pekerjaanku dan yang ke dua adalah buku pedoman bagi Angkatan Laut. Buku standard pembangunan kapal-kapal kecil bertampilan biasa saja dengan kulit buku yang lunak, sedangkan untuk buku Pedoman bagi Angkatan Laut berkulit sebagus mungkin dengan tulisan berwarna emas, kulit luar keras dan warna dasar akan ditentukan kemudian, tetapi pihak pencetak juga diminta agar merancang warna sedemikian rupa agar pantas dengan warna tulian emas.

Penawaran untuk mencetak buku dari perusahaan percetakan yang telah diundang langsung dikirim kepadaku melalui email. Aku kirimkan penawaran itu kepada atasanku, kemudian ia menilainya bahwa penawaran yang diajukan harganya mahal. 

Sementara itu aku mempertegas bahwa buku standard pembuatan kapal kecil itu hampir seluruhnya aku sadur dari buku dengan maksud yang sama untuk perusahaan perikanan di Britania Raya. Lalu atasanku mulai memikirkan akan akibat yang akan ditimbulkan terhadap perusahaan apabila buku itu dicetak bagus lalu nantinya dibawa ke pameran bertaraf internasional.

Akibat keraguan tentang status buku yang aku buat serta pihak Angkatan Laut tidak memberi ijin mencetak buku pedomannya, maka penawaran yang telah diberikan tidak pernah dikembalikan kepada yang menawarkan, akhirnya sampai IDEX'13 dimulai tidak satupun buku yang dicetak.

Tugas Yang Kedua

Atas kemampuanku dapat membuat satu buku, maka aku dipercaya untuk mendapatkan tugas yang kedua, yaitu mengevaluasi peraturan laut untuk kapal-kapal yacht sampai ukuran panjang 24 meter. Pengevaluasian ini dipimpin oleh seorang menejer bagian Pengembangan untuk tujuan komersial. Dia dipercaya karena dia merupakan bekas karyawan Otoritas Transportasi Nasional UAE dan yang banyak mengerti tentang pembuatan peraturan untuk yacht itu karena dia termasuk salah satu angguta pembuat peraturan itu ketika dia bekerja di situ. 

Menejer itu sebetulnya sudah memiliki hasil evaluasinya, itu dikirimkan kepadaku melalui email agar aku memberinya komentar. Aku sendiri bukan ahli kapal yacht, akan tetapi aku yakin pada prinsipnya adalah sama saja dengan kapal-kapal lain pada umumnya, seperti kapal dagang atau kapal penumpang. Lagi-lagi, aku diuntungkan oleah keadaan, aku tidak terlalu memeras otak untuk memberikan evaluasi guna memberikan komentar-komentar pada tugas baruku ini, komentarnya sudah ada dari orang yang lebih mampu dan aku hanya menambahi komentar dari komentar yang sudah dibuat.

Bagaimanapun karena jenis kapal yacht merupakan pengetahuan baru bagi aku, maka aku harus mempelajari peraturan-peraturan kapal yacht yang ada. Apakah itu dari segi material, kekuatan, performance serta keselamatan di laut. Apakah peraturan peraturan nasional dar Britania Raya ataupun peraturaturan internasional. Pekerjaan ringan ini akhirnya dapat aku selesaikan tepat waktu dan aku kirimkan hasilnya ke manajer yang diserahi sebagai pimpinan pekerjaan ini. Setelahnya aku tidak diminta untuk meneruskan tugas ini.

Pilih Posisi

Sejalan dengan semakin lamanya waktu, serta pemasaran yang cukup bagus didalam memperkenalkan perusahaan kepada pihak-pihak luar, maka ada beberapa pelanggan yang meminta pelayanan servis dari perusahaan. Akan tetapi karena adanya tenaga kerja yang masih terbatas, maka untuk melayani permintaan servis pelanggan utamanya diperlukan dua bidang, yaitu bidang survey dan bidang plan approval. Dua bidang itu berada di bawah Departemen Teknik dimana aku bekerja. 

Aku sejak awal diarahkan sebagai tenaga tekhnik apakah sebagai surveyor ataupun sebagai plan approval engineer. Namun keduanya harus mengikuti paket pelatihan secara online yang dikeluarkan oleh mitra kerja perusahaan. Aku dipanggil oleh atasanku ke kantornya, ketika aku menghadap dia menanyaiku untuk memilih pada posisi mana aku berkehendak. Aku sampaikan terserah saja apa keputusan dan kebutuhan perusahaan saat ini, namun kalu aku diminta untuk memilih maka aku memilih sebagai Plan Approval Engineer. Aku katakan bahwa pilihanku itu berdasarkan usiaku saat ini yang sudah setegah abad, dimana untuk bekerja sebagai surveyor nantinya harus naik turun kapal yang membutuhkan tenaga dan stamina cukup tinggi, akan tetapi jikalau perusahaan memintaku untuk menjadi Surveyor, maka aku juga tidak keberatan. Atasanku menyetujui aku menjadi Plan Approval Engineer.

Lagi-lagi, sungguh aku diuntungkan oleh keadaan, posisi pekerjaan bisa aku tentukan sendiri. 

Melayani Pelanggan Pertama

Pelatihan secara online menyita banyak waktu, hari-hariku aku gunakan untuk semaksimal mungkin menyelesaikan paket pelatihanku sebagai Plan Aprroval Engineer Junior. Disamping itu pekerjaanku menyediakan kebutuhan tenaga teknik di Departemenku. Ada permintaan dari salah satu pelanggan di Abu Dhabi yang menginginkan kapalnya untuk diberi sertifikat. Kapal itu sedang dalam proses pembangunan. Kapal yang bahan dasarnya dibuat dari fiber glass dan akan diperuntukkan sebagai Rumah Makan Terapung. Kapal ini memiliki dua lambung yang biasa dikenal dengan istilah Catamaran. 

Mengingat aku dan rekanku di Departemenku belum ada yang memiliki kompetensi dalam memberikan sertifikasi kapal semacam itu (fiber glass), maka aku harus meminta bantuan tenaga dari mitra kerja perusahaan. Mitra kerja yang memiliki kantor cabang di Dubai. Setelah aku hubungi untuk mengajukan permintaanku, seorang yang sudah memiliki kompetensi kekhususan untuk kapal-kapal yang terbuat dari fiber glass akhirnya datang. Stelah kerangka kerja disusun dan disepakati, maka masing-masing aku dan dia memngerjakan pekerjaan masing-masing. 

Untuk menyertifikan sebuah kapal yang awalnya sebuah kapal tidak pernah memiliki sertifikat, maka harus dilakukan evaluasi terhadap kapal tersebut secara keseluruhan, mulai dari lambung, perlengkapan dan permesinannya. Pekerjaan evaluasi demikian disebut Survey Kondisi dimana tujuannya untuk mengetahui keadaan kapal apakah dia bisa diterima nantinya untuk disertifikasi. Keadaannya biasanya ada 3 tingkatan, yang pertama diterima tanpa ada persyaratan, yang kedua diterima dengan persyaratan (diperlukan perbaikan atau penggantian bagian-bagian tertentu), dan yang ketiga ditolak samasekali.

Dalam situasi Survey Kondisi, seluruh bagian kapal disurvey untuk dievaluasi sesuai dengan peraturan Klassifikasi. Itu juga termasuk kelengkapan gambar-bambar rancangan kapal serta dokumen kelengkapan lainnya seperti sertifikan bahan-bahan yang dipakai pada lambung, perpipaan, kabel-kabel, dan sertifikan perlengkapan dan permesinan yang dipakai. Sebuah kapal tidak diperkenankan memakai perlengkapan misalnya katup air laut yang tidak memiliki sertifikat khusus untuk pemakaian di lingkungan laut, demikian juga yang lainnya, semua yang dipakai di atas kapal harus memenuhi apa yang diminta oleh peraturan Klassifikasi dab sesuai dengan peraturan nasional dan internasional.

Namun sayang, kapal dari pelanggan pertama akhirnya tidak memenuhi persyaratan untuk dilakukan sertifikat klass, akhirnya kapal yang akan digunakan untuk tujuan Rumah Makan Terapung itu ditolak, dan pelanggan diminta hanya membayar jam kerja yang telah dihabiskan untuk mengevaluasi kapalnya. 

Setelah pelanggan pertama selesai dikerjakan, kemudian datang permintaan pelanggan kedua, suatu perusahaan pembuat kapal dari Abu Dhabi mengajukan permintaan untuk menyertifikasi bengkel yang akan dipakai sebagai tempat pembangunan kapal-kapal yang terbuat dari fiber glass. 

Perlu diketahui bahwa Bengkel atau Galangan Kapal harus disertifikasi oleh Biro Klassifikasi apabila akan dipakai sebagai tempat pembangunan kapal dimana kapal yang akan dibangun nantinya disertifikasi oleh Biro Klassifikasi bersangkutan. Hal ini penting mengingat sebuah kapal yang disertifikasi harus dikerjakan oleh suatu perusahaan dengan manajemen dan tenaga-tenaga yang memiliki kwalifikasi agar hasil kerjanya sesuai yang diharapkan oleh Peraturan Biro Klassifikasi.

Karena belum memiliki tenaga yang memiliki kompetensi untuk melakukan sertifikasi bengkel untuk membangun kapal fiber glass, maka perusahaan meminta bantuan mitra kerja dari Dubai. Orang yang sama yang membantu menangani pelanggan pertama waktu itu datang. dan setelah menyusun kerangka kerja lalu pekerjaan dimulai. 

Sementara di Departemenku ada tambahan seorang tenaga Plan Aprroval Engineer, sehingga pada pekerjaan ini dia dilibatkan. Aku sekarang berdua dengannya dari perusahaanku dan yang ketiga tenaga dari mitra kerja.

Awalnya yang dievaluasi adalah data profile perusahaan terytama yang ada di bengkel fiber glass yang akan disertifikasi, mulai dari manajemen systemnya, bagan organisasinya, pengawasan mutu, program pelatihan tenaga kerjanya, lingkungan kerjanya, keselamatan kerjanya baik dari segi pencegahan atau pemadaman kebakaran maupun sirkulasi dan pengendalian suhu udara di dalam bengkel atau sub-bengkel yang menyimpan bahan-bahan kimia tertentu yang mudah terbakar ataupun yang bisa menyebabkan terganggunya kesehatan pekerja. System pencatatan terhadap keluar masuk barang, konsumsi bahan-bahan yang dipakai, pengujian-pengujian bahan contoh dengan campuran yang sesuai dengan yang akan digunakan pada bagian kapal yang akan dibangun.

Setelah selesai mengevaluasi semua kelengkapan dokumen di atas lalu dilakukan survey di benkelnya untuk dilakukan verifikasi apakah apa yang ditulis di dalam dokumen sesuai dengan apa yang ada atau dipraktekkan di dalam bengkel. 

Untuk pelanggan yang kedua ini memiliki standard yang sesuai dengan peraturan bagi suatu tempat baik bengkel atau galangan yang akan diperuntukkan untuk membangun kapal-kapal yang lambungnya terbuat dari fiber glass, maka bengkel itu layak mendapatkan sertifikat dari perusahaan tempat aku bekerja, maka dialah perusahaan pertama yang mendapatkan sertifikat kelayakan untuk membangun kapal-kapal yang lambungnya terbuat dari fiber glass.

END.