Friday, January 07, 2022

KHOTBAH JUM-AT: Hari Raya Kita, Hari Dipenuhi Ketaatan dan Keteladanan

Khotbah Idul Adha, 10 Dzul Hijjah 1442 H / 20 Juli 2021 M

Hari Raya Kita, Hari Dipenuhi Ketaatan dan Keteladanan

Khotbah Pertama

 

اللَّهُ أَكْبَرُ      اللَّهُ أَكْبَرُ           اللَّهُ أَكْبَرُ

اللَّهُ أَكْبَرُ         اللَّهُ أَكْبَرُ           اللَّهُ أَكْبَرُ

اللَّهُ أَكْبَرُ        اللَّهُ أَكْبَرُ   اللَّهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ

اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ، اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى صَحْبِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيمًا كَثِيرًا([1])

Kaum mukminin yang mulia : kami ucapkan selamat Hari Raya Idul Adha, hari yang paling agung dan mulia di sisi Allah (Abu Daud 1765). Di dalamnya kita mengagungkan syiar-syiar Allah, serta mendekatkan diri kepada-Nya dengan semua perbuatan yang dicintai dan diridhai-Nya, di antaranya dengan menunaikan syiar shalat Id dan syiar penyembelihan hewan kurban yang telah disyariatkan oleh Allah dalam firman-Nya :

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ

“Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkorbanlah” (Al Kautsar 108 : 2). Disyariatkan menyembelih hewan kurban sebagai bentuk keteladanan kepada bapak para nabi, yaitu Ibrahim AS, dimana beliau menceritakan mimpinya kepada anaknya Islamil AS, beliau sebagai anak yang berbakti tidak ragu-ragu dalam menyambut perintah Tuhannya serta demi mentaati perintah bapaknya, seraya berkata :

يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ

“Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar” (As Shaffat 37 : 102). Ketaatan dan baktinya dibalas oleh Allah dan dijadikan penyembelihan kurban sebagai sunnah hingga hari kiamat, begitulah di antara balasan anak-anak yang berbakti terhadap orang tua mereka, mereka menghargai, menghormati, mentaati perintah mereka dan memilih ucapan yang paling lembut dan paling halus ketika berbicara kepada mereka, hal ini sesuai dengan perintah Allah :

وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا

“Dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia” (Al Isra’ 17 : 23). Begitu pula cara menghargai orang-orang mulia, orang yang lebih tua dan orang-orang yang berkedudukan, yaitu dengan menempatkan mereka sesuai kedudukannya serta menghargai keutamaan mereka, Nabi Saw bersabda :

لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَمْ يُوَقِّرْ كَبِيرَنَا

“Tidak termasuk golongan kami orang yang tidak menghormati orang yang lebih tua” (At Tirmidzi 2043 dan Ahmad 6937). Ya Allah, ampunlah kami dan kedua orang tua kami, kasihanilah mereka sebagaimana keduanya telah mengasihi kami saat kami kecil, langgengkanlah keceriaan di rumah kami, kebahagiaan pada keluarga kami, kegembiraan pada Negara kami dan jadikanlah hari raya kami hari raya penuh kebahagiaan.

 

اللَّهُ أَكْبَرُ      اللَّهُ أَكْبَرُ           اللَّهُ أَكْبَرُ

لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ      وَاللَّهُ أَكْبَرُ         وَلِلَّهِ الْحَمْدُ

أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

 

Khotbah Kedua

اللَّهُ أَكْبَرُ      اللَّهُ أَكْبَرُ           اللَّهُ أَكْبَرُ

اللَّهُ أَكْبَرُ         اللَّهُ أَكْبَرُ           اللَّهُ أَكْبَرُ

اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا، وأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سيِّدَنَا مُحمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ

Saudara-saudaraku yang berbahagia dengan hari raya : sesungguhnya hari ini merupakan hari silaturrahim dan kebaikan, hari pemberian dan kedermawanan, dimana kita menyambung tali silaturrahim kita, berbuat baik kepada tetangga kita, memperluas rezeki kepada keluarga kita, membawa keceriaan dalam rumah tangga dan menyebarkan kesenangan pada masyarakat kita dengan tetap mematuhi protokol kesehatan dan tindakan prefentif  agar semua dapat menikmati kesehatan dan keafiatan.

هَذَا وَصَلُّوا وَسَلِّمُوا عَلَى خَيْرِ الْأَنَامِ، سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ الْكِرَامِ، اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَيْهِ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ

اللَّهُمَّ أَدِمْ عَلَى دَوْلَةِ الْإِمَارَاتِ خَيْرَهَا وَهَنَاءَهَا. اللَّهُمَّ وَفِّقْ رَئِيسَ الدَّوْلَةِ الشَّيخ خَلِيفَة بْن زَايِد وَنَائِبَهُ وَوَلِيَّ عَهْدِهِ الْأَمِينَ، وَإِخْوَانَهُ حُكَّامَ الْإِمَارَاتِ؛ لِمَا تُحِبُّهُ وَتَرْضَاهُ. اللَّهُمَّ ارْحَمِ الشَّيخ زَايِد وَالشَّيخ مَكْتُوم، وَشُيُوخَ الْإِمَارَاتِ الَّذِينَ انْتَقَلُوا إِلَى رَحْمَتِكَ، وَأَدْخِلْهُمْ بِفَضْلِكَ فَسِيحَ جَنَّاتِكَ. وَارْحَمْ شُهَدَاءَ الْوَطَنِ وَأَجْزِلْ مَثُوبَتَهُمْ. اللَّهُمَّ ارْفَعْ عَنَّا وَعَنِ الْعَالَمِينَ الْوَبَاءَ، وَاشْفِ الْمُصَابِينَ بِهَذَا الدَّاءِ وَمِنْ كُلِّ دَاءٍ، يَا مُجِيبَ الدُّعَاءِ

عِبَادَ اللَّهِ: قُومُوا مَغْفُورًا لَكُمْ بِإِذْنِ اللَّهِ تَعَالَى، وَكُلُّ عَامٍ وَأَنْتُمْ بِخَيْرٍ



([1])  صلاة عيد الأضحى المبارك الساعة 2: 6 حسب توقيت مدينة أبوظبي. 

KHOTBAH JUM-AT: 10 Hari Dzul Hijjah

 Khotbah Jum’at, 28 Dzul Qa’dah 1442 H / 09 Juli 2021 M

10 Hari Dzul Hijjah

Khotbah Pertama

 

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَكْرَمَنَا بِعَشْرِ ذِي الْحِجَّةِ، وَفَضَّلَ الْعِبَادَةَ فِيهَا عَلَى سَائِرِ الْأَوْقَاتِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ، فَاللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ، وَعَلَى مَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ. أَمَّا بَعْدُ: فَأُوصِيكُمْ عِبَادَ اللَّهِ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، قَالَ جَلَّ فِي عُلَاهُ: (وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى وَاتَّقُونِ يَا أُولِي الْأَلْبَابِ)()

Kaum mukminin yang mulia : Allah bersumpah dengan 10 hari Dzul Hijjah, karena kemuliaan dan keagungan kedudukannya, disebutkan dalam firman-Nya : 

وَالْفَجْرِ‏* وَلَيالٍ عَشْرٍ

“Demi fajar, dan malam yang sepuluh” (Al Fajr 89 : 1-2). Hari-hari itu merupakan hari terbaik di dunia, Rasulullah Saw bersabda : 

أَفْضَلُ أَيَّامِ الدُّنْيَا أَيَّامُ الْعَشْرِ

“Sebaik-baik hari dunia adalah sepuluh awal bulan Dzul Hijjah” (Al Bazzar, Al Haitsami dalam kitab Majma’ Az Zawaid (4/17) perawinya terpercaya). Nabi Saw menganjurkan kita untuk menggunakan hari-hari penuh berkah tersebut untuk memperbanyak ketaatan dan berbuat kebajikan, disebutkan dalam sabdanya : 

مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهِنَّ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ الْعَشْرِ

“Tidak ada amalan shalih yang lebih dicintai Allah daripada beramal di hari-hari yang sepuluh” (At Tirmidzi 757). Para sahabat RA dan para ulama bersungguh-sungguh pada hari-hari tersebut dengan memperbanyak baca Al Quran, berdzikir, bertakbir, shalat nawafil, berpuasa, bersedekah dan berdoa, sesuai dengan firman Allah : 

وَيَذْكُرُوا اسْمَ ‌اللَّهِ ‌فِي ‌أَيَّامٍ ‌مَعْلُومَاتٍ

“Dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan” (Al Hajj 22 : 28). Ibnu Abbas RA berpendapat : maksudnya hari-hari sepuluh, hal ini sesuai dengan petunjuk Rasulullah Saw, dimana beliau bersabda : 

مَا مِنْ أَيَّامٍ أَعْظَمَ عِنْدَ اللَّهِ وَلَا أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنَ الْعَمَلِ فِيهِنَّ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ الْعَشْرِ، فَأَكْثِرُوا فِيهِنَّ مِنَ التَّهْلِيلِ، وَالتَّكْبِيرِ وَالتَّحْمِيدِ

“Tidak ada hari yang paling agung dan lebih dicintai oleh Allah untuk berbuat didalamnya melebihi sepuluh hari (Dzul Hijjah) ini, maka perbanyaklah Tahlil, Takbir dan Tahmid pada saat itu” (Ahmad 5575)

 

Mari kita mohon kepada Allah, agar kita diberikan taufiq untuk memaksimalkan amalan di hari-hari 10 Dzul Hijjah, dan semoga kita tercatat mendapatkan balasan yang agung

 

أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

 

Khotbah Kedua

الْحَمْدُ لِلَّهِ وَحْدَهُ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى مَنْ لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَ هَدْيَهُ. أُوصِيكُمْ عِبَادَ اللَّهِ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ

Kaum mukminin : sesungguhnya seorang mukmin dianjurkan memanfaatkan 10 hari Dzul Hijjah dengan ketaatan dan mendekatkan diri kepada Allah, yaitu dengan memulai harinya dengan shalat Fajr berjamaah, dilanjutkan dengan dzikir, berdoa dan menjaga penunaian shalat tepat waktu, memperbanyak shalat nawafil, berpuasa semampunya, berbagi sedekah dan berdzikir kepada Allah sepanjang waktu. Rasulullah Saw ditanya oleh seseorang : 

يَا رَسُولَ اللَّهِ أَخْبِرْنِي بِشَيْءٍ أَتَشَبَّثُ بِهِ، قَالَ: ‌لَا ‌يَزَالُ ‌لِسَانُكَ ‌رَطْبًا مِنْ ذِكْرِ اللَّهِ

“Beritahu aku sesuatu yang dapat aku jadikan sebagai pegangan. Beliau menjawab : jaga lidahmu selalu basah dengan berdzikir kepada Allah” (At Tirmidzi 3375 dan Ibnu Majah 3793)

 

هَذَا وَصَلُّوا وَسَلِّمُوا عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَيْهِ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. اللَّهُمَّ أَدِمْ عَلَى دَوْلَةِ الْإِمَارَاتِ خَيْرَهَا وَهَنَاءَهَا. اللَّهُمَّ وَفِّقْ رَئِيسَ الدَّوْلَةِ الشَّيخ خَلِيفَة بْن زَايِد وَنَائِبَهُ وَوَلِيَّ عَهْدِهِ الْأَمِينَ، وَإِخْوَانَهُ حُكَّامَ الْإِمَارَاتِ؛ لِمَا تُحِبُّهُ وَتَرْضَاهُ. اللَّهُمَّ ارْحَمِ الشَّيخ زَايِد وَالشَّيخ مَكْتُوم، وَشُيُوخَ الْإِمَارَاتِ الَّذِينَ انْتَقَلُوا إِلَى رَحْمَتِكَ، وَأَدْخِلْهُمْ بِفَضْلِكَ فَسِيحَ جَنَّاتِكَ. وَارْحَمْ شُهَدَاءَ الْوَطَنِ وَأَجْزِلْ مَثُوبَتَهُمْ

اللَّهُمَّ ارْفَعْ عَنَّا وَعَنِ الْعَالَمِينَ الْوَبَاءَ، وَاشْفِ الْمُصَابِينَ بِهَذَا الدَّاءِ وَمِنْ كُلِّ دَاءٍ، يَا مُجِيبَ الدُّعَاءِ

عِبَادَ اللَّهِ: اذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ؛ يَذْكُرْكُمْ، وَأَقِمِ الصَّلَاةَ

KHOTBAH JUM-AT: Investasi Waktu

 Khotbah Jum’at, 21 Dzul Qa’dah 1442 H / 02 Juli 2021 M

Investasi waktu

Khotbah Pertama 

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَنْعَمَ عَلَيْنَا بِالْأَوْقَاتِ، لِنَغْتَنِمَهَا فِي الْخَيْرَاتِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ، فَاللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ، وَعَلَى مَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ. أَمَّا بَعْدُ: فَأُوصِيكُمْ عِبادَ اللَّهِ وَنَفْسِي بِالتَّقْوَى، قَالَ تَعَالَى: (وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى)([1])

Kaum mukminin yang mulia : Rasulullah Saw bersabda :

نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ: الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ

“Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu yaitu nikmat sehat dan waktu luang” (Bukhari 6412).  Maksudnya manusia tidak mengetahui nilai keduanya, karean waktu merupakan nikmat yang harus diinvestaiskan dan jangan disia-siakan, Ibnu Mas’ud RA berkata : aku tidak suka melihat seseorang menganggur, tidak berbuat amal dunia dan amal akhirat (Hilyatul Auliya’ wa Tabaqatul Ashfiya’ 1/130). Perlu diperhatikan bahwa mengatur waktu dan menginvestasikannya merupakan salah satu ciri kemajuan dan ketinggian budaya individu dan masyarakat, seperti yang dilakukan oleh para ulama, innovator dan orang-orang hebat, mereka selalu menginvestaikan waktunya dengan baik, sehingga keberhasilan mereka berkontribusi besar pada kemanusiaan, dan sebaik-baiknya manusia adalah orang yang menginvestaikan waktunya untuk menyelesaikan tugas kewajibannya, terutama menunaikan shalat yang merupakan amalan yang paling utama yang harus ditunaikan tepat waktu, Rasulullah Saw ditanya :

أَيُّ الْأَعْمَالِ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ؟ فَقَالَ: الصَّلَاةُ عَلَى وَقْتِهَا

“amalan apakah yang paling dicintai oleh Allah ? Beliau menjawab : shalat tepat waktunya” (Muttafaq ‘Alaih). Waktu bekerja dipenuhi oleh seorang pegawai dengan kesungguhan bekerja menyelesaikan tugasnya, waktu pertemuan dan janji ditepati sesuai yang telah ditentukan, begitu juga waktu-waktu lainnya, yaitu dengan memberikan porsi waktu untuk keluarga dan duduk bersama anak-anak, mengunjungi dan menanyakan kondisi kerabat, semua itu sesuai dengan pesan hadits mulia :

إِنَّ لِرَبِّكَ عَلَيْكَ حَقًّا، وَلِنَفْسِكَ عَلَيْكَ حَقًّا، وَلِأَهْلِكَ عَلَيْكَ حَقًّا، فَأَعْطِ ‌كُلَّ ‌ذِي ‌حَقٍّ ‌حَقَّهُ

“Sesungguhnya Rabb-mu memiliki hak atas dirimu, tubuhmu juga ada haknya, istrimu juga ada haknya, maka berikanlah hak setiap yang memiliki hak” (Bukhari 6139). Waktu pasti berlalu, mengatur dan menginvestasikannya merupakan budaya mulia dan bernilai keberagamaan, Rasulullah Saw pernah ditanya :

أَيُّ النَّاسِ خَيْرٌ؟ فَقَالَ: «مَنْ طَالَ عُمُرُهُ وَحَسُنَ عَمَلُهُ

“Siapakah sebaik-baik manusia? Beliau bersabda: orang yang panjang umurnya dan baik perbuatannya” (Musnad Ahmad 17794). Maka hendaklah seseorang menghargai waktunya dengan menggunakannya untuk menunaikan kewajiban, menyelesaikan tugas, belajar dan berbuat baik, sehingga mendatangkan manfaat bagi diri, keluarga, masyarakat dan negaranya

نَسْأَلُ اللَّهَ تَعَالَى أَنْ يُبَارِكَ لَنَا فِي أَعْمَارِنَا، وَأَنْ يُوَفِّقَنَا لِاغْتِنَامِ أَوْقَاتِنَا

 

Semoga Allah memberkahi umur kita dan memberikan kita taufiq dalam menggunakan waktu kita

 

أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

 

Khotbah Kedua

الْحَمْدُ لِلَّهِ وَحْدَهُ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى مَنْ لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَ هَدْيَهُ. أُوصِيكُمْ عِبَادَ اللَّهِ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ

Kaum mukminin yang mulia : Rasulullah Saw telah memberitahu kita bahwa manusia akan dimintai pertanggung jawaban di hadapan Allah Swt tentang waktu dan umurnya, dan pada awal liburan musim panas kali ini, anak-anak kita memiliki banyak waktu luang, maka mari kita bantu mereka untuk menginvestasikan waktu mereka agar mereka mendapatkan manfaat, seperti belajar dan menghapalkan Al Quran, Rasulullah Saw bersabda :

‌خَيْرُكُمْ ‌مَنْ ‌تَعَلَّمَ القُرْآنَ وَعَلَّمَهُ

“Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur`an dan mengajarkan” (Bukhari 5027). Begitu juga membaca bacaan yang bermanfaat, kerja sukarela dan segala sesuatu yang dapat mendatangkan manfaat bagi mereka dan masyarakat. Maka hamba Allah, jagalah waktu kalian dan waktu anak kalian serta jadikanlah waktu tersebut sebagai penghubung pada setiap kebaikan, semoga Allah memberkahi umur kalian, melipat gandakan prestasi kalian sehingga kalian dan tanah air kalian ikut berbahagia

 

هَذَا وَصَلُّوا وَسَلِّمُوا عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَيْهِ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. اللَّهُمَّ أَدِمْ عَلَى دَوْلَةِ الْإِمَارَاتِ خَيْرَهَا وَهَنَاءَهَا، وَانْشُرِ السَّعَادَةَ بَيْنَ أَهْلِهَا. اللَّهُمَّ وَفِّقْ رَئِيسَ الدَّوْلَةِ الشَّيخ خَلِيفَة بْن زَايِد وَنَائِبَهُ وَوَلِيَّ عَهْدِهِ الْأَمِينَ، وَإِخْوَانَهُ حُكَّامَ الْإِمَارَاتِ؛ لِمَا تُحِبُّهُ وَتَرْضَاهُ. اللَّهُمَّ ارْحَمِ الشَّيخ زَايِد وَالشَّيخ مَكْتُوم، وَشُيُوخَ الْإِمَارَاتِ الَّذِينَ انْتَقَلُوا إِلَى رَحْمَتِكَ، وَأَدْخِلْهُمْ بِفَضْلِكَ فَسِيحَ جَنَّاتِكَ. وَارْحَمْ شُهَدَاءَ الْوَطَنِ وَأَجْزِلْ مَثُوبَتَهُمْ. اللَّهُمَّ ارْحَمِ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ: الْأَحْيَاءَ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتَ. اللَّهُمَّ ارْفَعْ عَنَّا وَعَنِ الْعَالَمِينَ الْوَبَاءَ، وَاشْفِ الْمُصَابِينَ بِهَذَا الدَّاءِ، وَعَافِنَا بِفَضْلِكَ مِنْ كُلِّ دَاءٍ، يَا مُجِيبَ الدُّعَاءِ

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

عِبَادَ اللَّهِ: اذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ؛ يَذْكُرْكُمْ، وَأَقِمِ الصَّلَاةَ



([1]) البقرة :197.

KHOTBAH JUM-AT: Melidungi Generasi Muda dari Narkoba

 

Khotbah Jum’at, 14 Dzul Qa’dah 1442 H / 25 Juni 2021 M

Melindungi Generasi Muda dari Narkoba

 

Khutbah Pertama

 

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَحَلَّ لَنَا الطَّيِّبَاتِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ، فَاللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ، وَعَلَى مَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ. أَمَّا بَعْدُ: فَاتَّقُوا اللَّهَ عِبَادَ اللَّهِ، وَتَأَمَّلُوا قَوْلَهُ جَلَّ فِي عُلَاهُ: (يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ‌اتَّقُوا ‌اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ‌وَاتَّقُوا ‌اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ)( )

Kaum mukminin yang mulia : Rasulullah Saw bersabda : 

الرَّجُلُ ‌رَاعٍ فِي أَهْلِهِ، وَهُوَ مَسْؤُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ، وَالمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ فِي بَيْتِ زَوْجِهَا، وَمَسْؤُولَةٌ عَنْ رَعِيَّتِهَا

“Seorang suami dalam keluarga adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawabannya, seorang istri adalah pemimpin dalam rumah tangganya, dan akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya” (Mutafaq ‘Alaih). Yang dimaksud dengan Ra’i adalah penjaga yang terpercaya, yang bertugas menjaga keselamatan amanah yang dibebankan oleh Allah kepadanya (Syarah An Nawawi terhadap hadits Muslim 12/213). Maka tanggung jawab ibu bapak adalah menjaga amanah yang dibebankan oleh Allah kepada keduanya; anak-anak adalah amanah terhmahal, mereka perlu mendapatkan perhatian besar, dan diantara hak mereka adalah mendidik dan melindungi mereka dengan baik, mengetahui pemikiran dan teman mereka, menanamkan keyakinan beragama dan akhlak mulia pada jiwa mereka, menguatkan adat istiadat, tradisi mulia dan patriotism pada hati mereka, semua itu agar mereka terlindungi dan terjaga dari marabahaya yang mengelilingi mereka, dan yang paling berbahaya adalah narkotika dan sejenisnya yang dapat menghancurkan kesehatan manusia dan menghakhiri kehidupannya dan Allah telah melarang manusia untuk membunuh dirinya, seperti termaktub dalam firman-Nya : 

 

‌وَلَا ‌تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا

“Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu” (An Nisa’ 4 : 29). Dan berapa banyak kematian yang disebabkan oleh Narkoba; karena ia menyebabkan depresi kepada pecandunya, gangguan perilaku, serta berdampak pada kerusakan sosial, masalah keluarga, dan dapat mengakibatkan kerugian harta dan nyawa, oleh karena itu Rasulullah Saw mengharamkan semua yang dapat berdampak negatif pada manusia, Beliau bersabda : 

‌كُلُّ ‌مُسْكِرٍ حَرَامٌ، وَمَا أَسْكَرَ كَثِيرُهُ فَقَلِيلُهُ حَرَامٌ

“Setiap yang memabukkan adalah haram, dan sesuatu yang banyaknya memabukkan maka sedikitnya pun haram” (Ibnu Majah 3392)

فَاللَّهُمَّ احْفَظْ أَوْلَادَنَا، وَأَدِمِ السَّعَادَةَ عَلَى أُسَرِنَا

Ya Allah, lindungilah anak-anak kami serta langgengkanlah kebahagiaan pada keluarga kami

 

أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.

 

Khutbah Kedua

الْحَمْدُ لِلَّهِ وَحْدَهُ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى مَنْ لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَ هَدْيَهُ. أُوصِيكُمْ عِبَادَ اللَّهِ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ

Kaum mukminin yang mulia : Rasulullah Saw menjelaskan tentang semua yang memabukkan dalam sabdanya : 

إِنَّهَا ‌مِفْتَاحُ ‌كُلِّ ‌شَرٍّ

“Sesungguhnya khamar merupakan kunci semua kejahatan” (Ibnu Majah 3371 dan Al Adab Al Mufrad 17). Hal itu karena ia dapat menghilangkan akal sehat yang dianugerahkan Allah kepada manusia, sehingga seorang pecandu tidak sadar apa yang sedang ia lakukan, seakan-akan ia telah membuka pintu kejahatan yang tadinya terkontrol oleh akal (Hasyiyatus Sanadi Ala Sunan Ibnu Majah, 2/327). Statistik global menunjukkan bahwa banyak orang meninggal disebabkan oleh Narkoba setiap tahun, dan merupakan tanggung jawab kita bersama adalah menjaga hubungan kekeluargaan, stabilitas masyarakat dan ketentraman rumah tangga dan hendaknya kita berinteraksi aktif dengan kampanye yang diluncurkan oleh Lembaga Anti Narkoba dengan tema : “Narkoba adalah Bencana” dan bekerja sama dengan pihak yang berwenang ketika melihat salah satu dari anak kita dicurigai menyalahgunakan Narkoba dengan menghubungi nomor telepon (8002252) agar segera diatasi sehingga hidup dan masa depannya dapat terselamatkan

 

هَذَا وَصَلُّوا وَسَلِّمُوا عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَيْهِ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ اللَّهُمَّ أَدِمْ عَلَى دَوْلَةِ الْإِمَارَاتِ خَيْرَهَا وَهَنَاءَهَا، وَانْشُرِ السَّعَادَةَ بَيْنَ أَهْلِهَا. اللَّهُمَّ وَفِّقْ رَئِيسَ الدَّوْلَةِ الشَّيخ خَلِيفَة بْن زَايِد وَنَائِبَهُ وَوَلِيَّ عَهْدِهِ الْأَمِينَ، وَإِخْوَانَهُ حُكَّامَ الْإِمَارَاتِ؛ لِمَا تُحِبُّهُ وَتَرْضَاهُ اللَّهُمَّ ارْحَمِ الشَّيخ زَايِد وَالشَّيخ مَكْتُوم، وَشُيُوخَ الْإِمَارَاتِ الَّذِينَ انْتَقَلُوا إِلَى رَحْمَتِكَ، وَأَدْخِلْهُمْ بِفَضْلِكَ فَسِيحَ جَنَّاتِكَ. وَارْحَمْ شُهَدَاءَ الْوَطَنِ وَأَجْزِلْ مَثُوبَتَهُمْ. اللَّهُمَّ ارْحَمِ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ: الْأَحْيَاءَ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتَ. اللَّهُمَّ ارْفَعْ عَنَّا وَعَنِ الْعَالَمِينَ الْوَبَاءَ، وَاشْفِ الْمُصَابِينَ بِهَذَا الدَّاءِ، وَعَافِنَا بِفَضْلِكَ مِنْ كُلِّ دَاءٍ، يَا مُجِيبَ الدُّعَاءِ. اللَّهُمَّ اسْقِنَا الْغَيْثَ وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ الْقَانِطِينَ، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ عِبَادَ اللَّهِ: اذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ؛ يَذْكُرْكُمْ، وَأَقِمِ الصَّلَاةَ

 

KHOTBAH JUM--AT: Kerja Sukarela

 Khotbah Jum’at, 30 Syawwal 1442 H / 11 Juni 2021 M

Kerja Sukarela

 

Khutbah Pertama

 

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، أَجْزَلَ الثَّوَابَ لِلْمُتَطَوِّعِينَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ، صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ، وَعَلَى مَنِ اهْتَدَى بِهَدْيِهِ

أُوصِيكُمْ عِبَادَ اللَّهِ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، قَالَ جَلَّ فِي عُلَاهُ: (إِنَّ اللَّهَ مَعَ الَّذِينَ ‌اتَّقَوْا وَالَّذِينَ هُمْ مُحْسِنُونَ)( ). 

Kaum mukminin yang mulia : dari Ibnu Abbas RA, bahwa Rasulullah Saw melewati beberapa orang yang memberi minum penduduk dengan sukarela, yaitu dengan menimba air dari sumur lalu mereka menuangkan air tersebut pada bejana-bejana mereka, Rasulullah Saw bersabda : 

اعْمَلُوا، فَإِنَّكُمْ عَلَى عَمَلٍ صَالِحٍ». ثُمَّ قَالَ لَهُمْ: «‌لَوْلَا ‌أَنْ ‌تُغْلَبُوا -أَيْ: لَوْلَا أَنِّي أَخَشْى أَنْ يُزَاحِمَكُمُ النَّاسُ- لَنَزَلْتُ، حَتَّى أَضَعَ الْحَبْلَ عَلَى هَذِهِ». وَأَشَارَ إِلَى عَاتِقِهِ الشَّرِيفِ صلى الله عليه وسلم

“Bekerjalah, karena kalian sedang beramal shalih”. Kemudian Beliau berkata: kalau bukan karena kalian akan terkalahkan -maksudnya, kalau bukan karena aku takut berdesak-desakan- tentu aku akan turun ikut bekerja hingga aku ikatkan tali disini, Beliau menunjuk kepada bahunya yang mulia” (Bukhari 1635). Pada hadits agung ini, Nabi kita yang mulia menganjurkan kita untuk ikut kerja sukarela, mendorong kita agar mendapatkan keutamaan dan pahala darinya, karena tugas seorang relawan merupakan tugas mulia dan ia pantas mendapatkan balasan dan ucapan terima kasih, Allah Swt berfirman : 

وَمَنْ ‌تَطَوَّعَ خَيْرًا فَإِنَّ اللَّهَ شَاكِرٌ عَلِيمٌ

“Dan barangsiapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri kebaikan lagi Maha Mengetahui” (Al Baqarah 2 : 158). Kerja sukarela merupakan pengabdian kepada masyarakat dan untuk kemaslahatan umat manusia, banyak para sahabat yang bersegera melakukan pengabdian dan memberikan bantuan kepada masyarakat. Begitu pula banyak sahabiyat yang memprakarsai kerja sukarela, sebagian dari mereka belajar ilmu kedokteran, menekuni bidang keperawatan dan bekerja keras untuk memberi manfaat pada sesama dengan pengalamannya; hal itu agar terwujud kehendak Allah Yang Maha Esa dalam menyelamatkan nyawa manusia dan sebagai bentuk pengamalan atas firman Allah :

‌وَمَنْ ‌أَحْيَاهَا فَكَأَنَّمَا أَحْيَا النَّاسَ جَمِيعًا

“Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya” (Al Maidah 5 : 32). Maka sungguh berbahagia orang yang diberikan taufiq untuk bekerja sukarela berkhidmat untuk masyarakat luas. 

 

أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

 

Khutbah Kedua

 

الْحَمْدُ لِلَّهِ وَحْدَهُ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى مَنْ لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَ هَدْيَهُ

Kaum mukminin yang mulia : Rasulullah Saw mengisahkan kepada kita tentang kerja sukarela seseorang dengan menyingkirkan duri dari jalan yang dilalui orang-orang, lalu Allah berterima kasih dan mengampuninya karena perbuatan baiknya, disebutkan dalam sabdanya  : 

بَيْنَمَا رَجُلٌ يَمْشِي فِي طَرِيقٍ؛ إِذْ وَجَدَ غُصْنَ شَوْكٍ، فَأَخَّرَهُ، فَشَكَرَ اللَّهُ لَهُ، فَغَفَرَ لَهُ

“Ketika seorang melewati sebuah jalan, (tiba-tiba) ia mendapatkan sebuah ranting duri, lalu iapun menyingkirkannya, maka Allah mensyukurinya dan mengampuni dosanya” (Muttafaq ‘Alaih). Seorang yang memiliki pekerjaan dan keterampilan yang dapat dibaktikan kepada masyarakatnya, maka hendaklah ia bersegera berbagi dalam kerja sukarela, dengan mengharap pahala dari Allah serta untuk membaktikan diri pada negerinya, karena para relawan dan orang-orang yang ada di barisan terdepan, akan diberikan pahala dan balasan yang utama di sisi Allah dan di sisi manusia, mereka akan mendapatkan kedudukan dan kehormatan, mereka akan mendapatkan pengakuan dan terima kasih dari masyarakat sebagai bentuk penghargaan atas usaha dan kegiatan mereka. Maka mari kita dukung setiap kegiatan sukarela demi berkhidmat untuk kemanusiaan dan masyarakat.

 

هَذَا وَصَلُّوا وَسَلِّمُوا عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. اللَّهُمَّ أَدِمْ عَلَى دَوْلَةِ الْإِمَارَاتِ خَيْرَهَا وَهَنَاءَهَا، وَتَقَدُّمَهَا وَرِفْعَتَهَا، وَرَخَاءَهَا وَازْدِهَارَهَا، وَانْشُرِ السَّعَادَةَ بَيْنَ أَهْلِهَا، أَنْتَ رَبُّهَا وَوَلِيُّهَا. اللَّهُمَّ وَفِّقْ رَئِيسَ الدَّوْلَةِ الشَّيخ خَلِيفَة بْن زَايِد وَنَائِبَهُ وَوَلِيَّ عَهْدِهِ الْأَمِينَ، وَإِخْوَانَهُ حُكَّامَ الْإِمَارَاتِ؛ لِمَا تُحِبُّهُ وَتَرْضَاهُ. اللَّهُمَّ ارْحَمِ الشَّيخ زَايِد وَالشَّيخ مَكْتُوم، وَشُيُوخَ الْإِمَارَاتِ الَّذِينَ انْتَقَلُوا إِلَى رَحْمَتِكَ، وَأَدْخِلْهُمْ بِفَضْلِكَ فَسِيحَ جَنَّاتِكَ. وَارْحَمْ شُهَدَاءَ الْوَطَنِ وَأَجْزِلْ مَثُوبَتَهُمْ، وَارْفَعْ فِي الْجَنَّةِ دَرَجَتَهُمْ. اللَّهُمَّ ارْحَمِ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ والْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ: الْأَحْيَاءَ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتَ. اللَّهُمَّ ارْفَعْ عَنَّا وَعَنِ الْعَالَمِينَ الْوَبَاءَ، وَاشْفِ الْمُصَابِينَ بِهَذَا الدَّاءِ، وَعَافِنَا بِفَضْلِكَ مِنْ كُلِّ دَاءٍ، يَا مُجِيبَ الدُّعَاءِ. اللَّهُمَّ اسْقِنَا الْغَيْثَ وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ الْقَانِطِينَ، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

عِبَادَ اللَّهِ: اذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ؛ يَذْكُرْكُمْ، وَأَقِمِ الصَّلَاةَ

KHOTBAH JUM-AT:: Kesejahteraan dan Mallam Qadr

 Khotbah Jum’at, 25 Ramadhan 1442 H / 07 Mei 2021 M

Kesejahteraan dan Malam Al Qadr

Khutbah Pertama


الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي مَنَّ عَلَيْنَا بِلَيْلَةِ الْقَدْرِ، وَضَاعَفَ لَنَا فِيهَا الْخَيْرَ وَالْأَجْرَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ، فَاللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ، وَعَلَى مَنْ تَبِعَ هَدْيَهُ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ. أَمَّا بَعْدُ: فَأُوصِيكُمْ عِبَادَ اللَّهِ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، قَالَ تَعَالَى: (يَا أَيُّهَا النَّاسُ ‌اعْبُدُوا ‌رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ)( ).

Kaum mukminin yang mulia : sesungguhnya malam Al Qadr memiliki keutamaan yang agung dan kebaikan yang melimpah, serta diliputi oleh keberkahan sebagaimana disebutkan dalam firman Allah :

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ

“Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi” (Ad Dukhan 44 : 3). Yaitu karena didalamnya diturunkan keberkahan, pahala dan kebaikan untuk para hamba-Nya, pada malam yang berkah lagi agung tersebut para malaikat yang mulia bergantian turun membawa rahmat dan kesejahteraan, Allah Swt berfirman : 

تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ

“Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan” (Al Qadr 97 : 4). Maksudnya malaikat turun dari setiap langit, bersama mereka Jibril AS, kemudian mereka turun ke bumi dan mengaminkan atas doa-doa manusia, dan setiap kali mereka menjumpai seorang mukmin atau mukminah, mereka menyampaikan salam dari Tuhannya hingga terbit Fajar (Tafsir Al Baghawi 8/491 dan Tafsir Al Qurthubi 20/133), Allah berfirman : 

سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ

“Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar” (Al Qadr 97 : 5). Sungguh malam itu merupakan malam kesejahteraan, yang bernilai tinggi, yang mampu membangkitkan ketentraman dan ketenangan dalam jiwa, dan inilah hal pertama yang dipelajari Nabi Adam AS di surga, Rasulullah Saw bersabda : 

خَلَقَ اللَّهُ ‌آدَمَ... ثُمَّ قَالَ: اذْهَبْ فَسَلِّمْ عَلَى أُولَئِكَ النَّفَرِ مِنَ ‌المَلَائِكَةِ، فَاسْتَمِعْ مَا يُحَيُّونَكَ، ‌تَحِيَّتُكَ وَتَحِيَّةُ ذُرِّيَّتِكَ، فَقَالَ السَّلَامُ عَلَيْكُمْ، فَقَالُوا: السَّلَامُ عَلَيْكَ وَرَحْمَةُ اللَّهِ

“Allah menciptakan Adam …kemudian Allah berfirman : pergilah lalu ucapkanlah salam kepada para malaikat dan simaklah bagaimana mereka menjawab salam penghormatanmu dan anak keturunanmu. Maka Adam menyampaikan salam: Assalaamu 'alaikum (salam sejahtera untuk kalian). Mereka menjawab; Assalaamu 'alaika wa rahmatullah (salam sejahtera dan rahmat Allah untukmu)” (Muttafaq ‘Alaih). Pada malam Al Qadr, kesejahteraan meliputi penjuru bumi, sebagai salam penghormatan dari sisi Allah yang dipenuhi keberkahan dan kebaikan, salam sebagai ucapan selamat dari Tuhan Yang Maha Penyayang. Maka marilah kita perkuat nilai-nilai perdamaian pada diri kita, keluarga, masyarakat kita dan dengan seluruh manusia, dan marilah kita bersungguh-sungguh dalam berdoa, shalat, berbakti kepada kedua orang tua, bersilaturrahim, membaca Al Quran, bersedekah dan beramal kebajikan.

Karena semua amalan diatas akan dilipatgandakan pahala dan balasannya, sehingga kita sampai pada kesejahteraan. 

Ya Allah, jadikanlah kami golongan orang yang memenangkan Lailatul Qadr, sehingga Engkau kabulkan doa dan Engkau ampuni


أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.


Khutbah Kedua

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَ هَدْيَهُ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ. 

Hamba Allah yang mulia : seorang yang berpuasa bisa bertaqarrub kepada Allah pada hari-hari yang penuh berkah ini dengan bersegera mengeluarkan zakat Fitrah, yang telah diwajibkan oleh Rasulullah Saw sebesar satu Sha’ kurma atau Sha’ gandum atas laki-laki dan perempuan, anak kecil maupun dewasa kaum muslimin, waktu pengeluarannya hingga waktu shalat Id (Seperti dalam hadits Bukhari 1503). Sebagaimana boleh mengeluarkannya dalam bentuk uang tunai, sebesar 20 Dirham/individu, yang dikeluarkan untuk dirinya dan orang yang berada dibawah tanggungannya, dan diberikan langsung kepada para fakir dan miskin atau kepada otoritas terpercaya; seperti Bulan Sabit Merah Emirate, Yayasan Dana Zakat dan lainnya.


هَذَا وَصَلُّوا وَسَلِّمُوا عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. اللَّهُمَّ إِنَّكَ ‌عُفُوٌّ ‌تُحِبُّ ‌الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنَّا، اللَّهُمَّ أَدِمْ عَلَى دَوْلَةِ الْإِمَارَاتِ خَيْرَهَا وَهَنَاءَهَا، وَتَقَدُّمَهَا وَرِفْعَتَهَا، وَرَخَاءَهَا وَازْدِهَارَهَا، وَانْشُرِ السَّعَادَةَ بَيْنَ أَهْلِهَا، أَنْتَ رَبُّهَا وَوَلِيُّهَا. 

اللَّهُمَّ وَفِّقْ رَئِيسَ الدَّوْلَةِ الشَّيخ خَلِيفَة بْن زَايِد وَنَائِبَهُ وَوَلِيَّ عَهْدِهِ الْأَمِينَ، وَإِخْوَانَهُ حُكَّامَ الْإِمَارَاتِ؛ لِمَا تُحِبُّهُ وَتَرْضَاهُ. اللَّهُمَّ ارْحَمِ الشَّيخ زَايِد وَالشَّيخ مَكْتُوم، وَشُيُوخَ الْإِمَارَاتِ الَّذِينَ انْتَقَلُوا إِلَى رَحْمَتِكَ، وَأَدْخِلْهُمْ بِفَضْلِكَ فَسِيحَ جَنَّاتِكَ. وَارْحَمْ شُهَدَاءَ الْوَطَنِ وَأَجْزِلْ مَثُوبَتَهُمْ، وَارْفَعْ فِي الْجَنَّةِ دَرَجَتَهُمْ. 

اللَّهُمَّ ارْحَمِ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ: الْأَحْيَاءَ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتَ. 

اللَّهُمَّ ارْفَعْ عَنَّا وَعَنِ الْعَالَمِينَ الْوَبَاءَ، وَاشْفِ الْمُصَابِينَ بِهَذَا الدَّاءِ، وَعَافِنَا بِفَضْلِكَ مِنْ كُلِّ دَاءٍ، يَا مُجِيبَ الدُّعَاءِ. 

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.


KHOTBAH IDUL FITRI 2021: Hari Raya Kita Dipenuhi Nikmat dan Nilai

 

Khotbah Idul Fitri, 01 Syawwal 1442 H / 13 Mei 2021 M

 

*Hari Raya Kita Dipenuhi Nikmat dan Nilai*


Khutbah Pertama

 

اللَّهُ أَكْبَرُ  اللَّهُ أَكْبَرُ  اللَّهُ أَكْبَرُ،

اللَّهُ أَكْبَرُ  اللَّهُ أَكْبَرُ  اللَّهُ أَكْبَرُ،

 اللَّهُ أَكْبَرُ  اللَّهُ أَكْبَرُ  اللَّهُ أَكْبَرُ،  وَلِلَّهِ الْحَمْدُ

اللَّهُ أَكْبَرُ مَا أَكْرَمَنَا اللَّهُ بِعِيدِ فِطْرِنَا، وَأَتَمَّ بِهِ فَرْحَتَنَا، اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ، صَلَّى اللَّهُ وَسَلَّمَ وَبَارَكَ عَلَيْهِ، وَعَلَى أَبَوَيْهِ آدَمَ وَإِبْرَاهِيمَ، وَأَخَوَيْهِ مُوسَى وَعِيسَى، وَعَلَى الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ، وَمَنِ اهْتَدَى بِهَدْيِهِمْ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ( ). أُوصِيكُمْ عِبَادَ اللَّهِ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، قَالَ جَلَّ فِي عُلَاهُ: (إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ* آخِذِينَ مَا آتَاهُمْ رَبُّهُمْ إِنَّهُمْ كَانُوا ‌قَبْلَ ‌ذَلِكَ ‌مُحْسِنِينَ)( ). 

 

Kaum mukminin yang mulia; doa kami semoga Idul Fitri kalian berlimpah kebahagiaan, yang dijadikan oleh Allah sebagai hari raya penuh keceriaan, kedamaian dan kebaikan, dengan tetap selalu berdzikir dan bertakbir serta bersyukur atas segala nikmat-Nya, Allah Swt berfirman : 

‌وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

“Dan  hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur” (Al Baqarah 2 : 185)

 

اللَّهُ أَكْبَرُ  اللَّهُ أَكْبَرُ  اللَّهُ أَكْبَرُ،  وَلِلَّهِ الْحَمْدُ

Hamba Allah : Nilai-nilai keimanan yang luhur telah melekat kuat pada jiwa orang-orang yang berpuasa, sehingga hubungan mereka dengan Tuhan mereka menjadi kuat dalam bentuk: 

‌يُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَهُمْ رَاكِعُونَ

“yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk (kepada Allah)” (Al Maidah 5 : 55). Mereka berdoa kepada Tuhan mereka dengan penuh harap dan cemas dan mereka adalah orang-orang yang khusyu’ kepada-Nya, mereka mendekatkan diri kepada-Nya dengan menjalin silaturrhaim, memperkuat hubungan kekeluargaan dan hubungan sosial mereka, mereka bersegera dalam berbuat kebajikan kepada sesama, dengan berharap menuai cinta dari Tuhan mereka yang berfirman :

‌وَاللَّهُ ‌يُحِبُّ ‌الْمُحْسِنِينَ

“Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan” (Ali Imran 3 : 134). Mereka menghayati makna persaudaraan sesama manusia, pemaafaan, toleransi dan hidup berdampingan, sehingga mereka merasakan kebutuhan para fakir, mereka juga berpegang teguh dengan nilai-nilai kesabaran, kerja dan memberi manfaat pada sesama, agar mereka mendapatkan kebaikan dunia akhirat, Rasulullah Saw bersabda : 

خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ

“Sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia” (At Thabari dalam kitab Al Aswsath 5787).  Sungguh beruntung, orang yang mendapatkan hikmah dari musim ketaatan ini dengan selalu menerapkan nilai-nilai keagamaan, kemanusiaan dan akhlak mulia, dan tidak lupa berbekal dari bulan mulia ini, agar kondisi tersebut terus berlanjut hingga seusai Ramadhan, dan ia pun semakin dekat dengan Dzat Yang Maha Pengasih dan bertambah rajin berbuat kebajikan kepada sesama, Allah Swt berfirman : 

وَيَزِيدُ اللَّهُ الَّذِينَ اهْتَدَوْا هُدًى

“Dan Allah akan menambah petunjuk kepada mereka yang telah mendapat petunjuk” (Maryam 19 : 76). Marilah kita perkuat nilai-nilai mulia ini dalam jiwa kita, dalam mendidik putra putri kita, agar kebaikan dan kebahagiaan kembali kepada kita, keluarga, masyarakat dan negara kita.

 

نَسْأَلُ اللَّهَ تَعَالَى أَنْ يُدِيمَ عَلَيْنَا النِّعَمَ وَالْمَسَرَّاتِ، وَيُسْبِغَ عَلَيْنَا الْخَيْرَاتِ.

Semoga Allah, melanggengkan kenikmatan dan kebahagiaan ini serta melimpahkan kita kebaikan yang banyak

أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.

 

Khutbah Kedua

اللَّهُ أَكْبَرُ    اللَّهُ أَكْبَرُ    اللَّهُ أَكْبَرُ،   

لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ  اللَّهُ أَكْبَرُ،   

اللَّهُ أَكْبَرُ   وَلِلَّهِ الْحَمْدُ

وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ، فَاللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ، وَعَلَى التَّابِعِينَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ. 

Saudara-saudaraku seiman : di hari Idul Fitri ini, kita bersuka cita dengan anugerah Allah dan rahmat-Nya yang dilimpahkan kepada kita, dan marilah kita menjaga nikmat pemberian Allah ini, dengan tetap patuh pada protokol keselamatan antar sesama, berkomunikasi dengan kerabat melalui Media Sosial agar kesehatan kita tetap terjaga, agar syiar agama kita tetap berjalan dan agar terbentuk kekebalan kelompok, dengan bersungguh-sungguh memohon kepada Allah dalam doa kita, seperti diperintahkan dalam firman-Nya :

ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ

“Berdo’alah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu” (Ghafir 40 : 60)

 

فَاللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. اللَّهُمَّ اجْعَلْ دَوْلَةَ الْإِمَارَاتِ وَطَنًا للسَّلَامِ وَالسَّعَادَةِ، وَمَوْئِلًا لِلْخَيْرِ وَالزِّيَادَةِ، وَانْشُرِ الْبَهْجَةَ فِي بُيُوتِنَا، وَاحْفَظْنَا فِي أَهْلِينَا وَأَرْحَامِنَا، وَأَكْرِمْنَا بِكَرَمِكَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ.

اللَّهُمَّ وَفِّقْ رَئِيسَ الدَّوْلَةِ الشَّيخ خَلِيفَة بْن زَايِد وَنَائِبَهُ وَوَلِيَّ عَهْدِهِ الْأَمِينَ، وَإِخْوَانَهُ حُكَّامَ الْإِمَارَاتِ؛ لِمَا تُحِبُّهُ وَتَرْضَاهُ. اللَّهُمَّ ارْحَمِ الشَّيخ زَايِد وَالشَّيخ مَكْتُوم، وَشُيُوخَ الْإِمَارَاتِ الَّذِينَ انْتَقَلُوا إِلَى رَحْمَتِكَ، وَأَدْخِلْهُمْ بِفَضْلِكَ فَسِيحَ جَنَّاتِكَ. وَارْحَمْ شُهَدَاءَ الْوَطَنِ وَأَجْزِلْ مَثُوبَتَهُمْ، وَارْفَعْ فِي الْجَنَّةِ دَرَجَتَهُمْ. 

اللَّهُمَّ ارْحَمِ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ: الْأَحْيَاءَ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتَ. 

اللَّهُمَّ ارْفَعْ عَنَّا وَعَنِ الْعَالَمِينَ الْوَبَاءَ، وَاشْفِ الْمُصَابِينَ بِهَذَا الدَّاءِ، وَعَافِنَا بِفَضْلِكَ مِنْ كُلِّ دَاءٍ، يَا مُجِيبَ الدُّعَاءِ. 

اللَّهُمَّ اسْقِنَا الْغَيْثَ وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ الْقَانِطِينَ، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا. 

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

قُومُوا غَفَرَ اللَّهُ لَنَا ولَكُمْ، وتَقَبَّلْ طَاعَتَكُمْ.

Friday, August 27, 2021

KHOTBAH JUMAT: Hari Arafah

 Khotbah Jum’at, 06 Dzul Hijjah 1442 H / 16 Juli 2021 M

Hari Arafah

Khotbah Pertama

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي جَعَلَ يَوْمَ عَرَفَةَ عَظِيمَ الْأَجْرِ، جَلِيلَ الْقَدْرِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ، فَاللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ، وَعَلَى مَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ. أَمَّا بَعْدُ: فَأُوصِيكُمْ عِبَادَ اللَّهِ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، قَالَ جَلَّ فِي عُلَاهُ: (وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى وَاتَّقُونِ يَا أُولِي الْأَلْبَابِ)([1]).

Kaum mukminin yang mulia : Allah Swt menurunkan pada hari Arafah ayat berikut ini :

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلاَمَ دِينًا

“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni’mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu” (Al Maidah 5 : 3). Maksudnya bahwa Aku telah menyempurnakan kewajiban, hukum dan Aku terangkan padamu hukum halal haram (Tafsir At Thabari 8/80). Maka sempurnalah urusan agama dan sempurna pula dengannya kemuliaan akhlak, Nabi Saw bersabda :

إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الْأَخْلَاقِ

“Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak” (Bukhari dalam Al Adab Al Mufrad 273 dan Al Bazzar 8949)

Hamba Allah : sesungguhnya agama ini secara keseluruhan merupakan akhlak; berdzikir kepada Allah akan mewariskan pada manusia rasa takut dan merasa diawasi oleh Allah, sehingga ia bersungguh-sungguh dan tekun dalam menunaikan tugasnya, menjalankan amanah, berbuat baik kepada keluarga, kerabat dan masyarakatnya. Mendirikan shalat tepat waktu akan membawa pelakunya pada perbuatan baik dan meninggalkan yang diharamkan, Allah Swt berfirman :

وَأَقِمِ الصَّلَاةَ إِنَّ الصَّلَاةَ ‌تَنْهَى ‌عَنِ ‌الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ

“Dan dirikanlah shalat, sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar” (Al Ankabut 29 : 45). Begitu pula ibadah puasa dapat menjadikan manusia menguasai ucapan dan menjaga anggota tubuhnya. Haji ke Baitullah, akan berdampak pada kebaikan agama seseorang, ketika seorang yang berhaji berdiri di dataran Arafat seraya bertalbiyah, berdoa pada Tuhan Yang Esa, saling mengasihi antar sesama dan saling tolong menolong dalam ketaatan pada Tuhan mereka, semua itu merupakan penerapan akhlak yang dibawa oleh agama ini dan sebagai bentuk pengagungan terhadap syiar-syiar Tuhan mereka, begitulah seorang mukmin belajar akhlak mulia dari syiar agamanya, sehingga ia menggapai kesempurnaan keimanan, Rasulullah Saw bersabda :

‌أَكْمَلُ ‌الْمُؤْمِنِينَ ‌إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا

“Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang terbaik akhlaknya” (Abu Daud 4682).

Ya Allah, anugerahilah kami akhlak dan sifat yang terbaik, berilah kami taufik untuk menggunakan hari-hari yang penuh berkah ini, serta catatlah derajat tertinggi bagi kami

أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

 

Khotbah Kedua

 

الْحَمْدُ لِلَّهِ وَحْدَهُ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى مَنْ لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَ هَدْيَهُ. أُوصِيكُمْ عِبَادَ اللَّهِ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ

Kaum mukminin yang mulia : sesungguhnya Allah memiliki sentuhan rahmat pada hari Arafah, dan Allah menjamin ampunan bagi orang yang menjaga anggota tubuhnya pada hari tersebut, dijelaskan oleh Rasulullah Saw dalam sabdanya :

إِنَّ هَذَا يَوْمٌ مَنْ مَلَكَ فِيهِ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ وَلِسَانَهُ؛ غُفِرَ لَهُ

“Sesungguhnya orang yang mampu menahan pendengaran, pandangan dan ucapannya pada hari ini, niscaya ia diampuni” (Musnad Ahmad 3097, Al Haithami berkata dalam kitab Mujma’ Az Zawaid 3/251 bahwa perawinya terpercaya, dan isnadnya dishahihkan oleh Al Mundziri dalam At Targhib wat Tarhib 2/131). Maka usahakanlah untuk berpuasa pada hari tersebut, karena ia dapat :

يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ

“Menghapuskan dosa satu tahun sebelumnya dan satu tahun sesudahnya” (Muslim 1162). Gunakan hari tersebut untuk memperbanyak istighfar dan bertaubat kepada Allah, karena pada hari Arafah, rahmat Allah diturunkan dan Allah mengampuni dosa-dosa besar. Perbanyak pula berdzikir dan berdoa, Rasulullah Saw bersabda :

خَيْرُ الدُّعَاءِ دُعَاءُ يَوْمِ عَرَفَةَ، وَخَيْرُ مَا قُلْتُ أَنَا وَالنَّبِيُّونَ مِنْ قَبْلِي: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

“Sebaik-baik doa adaloh doa di hari Arafah. Dan sebaik-baik dzikir yang aku ucapkan dan diucapkan juga oleh Nabi-Nabi sebelumku adalah kalimat: lâ-ilâha illallâhu wahdahû lâ syarïkalah, lahul mulku wa lahul hamdu, wa huwa ‘alaa kulli syaiin Qodiir”(At Tirmidzi 3585). Marilah kita memperbanyak berdoa semoga Allah Swt memberikan kita ampunan, rahmat, pemaafan dan kesehatan, semoga Allah mengangkat wabah ini dari kita dan dunia, memberikan kesembuhan kepada orang-orang yang tertimpa penyakit ini dan penyakit lainnya, sesungguhnya Dia Maha Mengabulkan doa, doa kita harus disertai usaha dan ketaatan pada protokol kesehatan dan tindakan preventif terutama di hari Id.

وَصَلِّ اللَّهُمَّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ الْكِرَامِ. اللَّهُمَّ أَدِمْ عَلَى دَوْلَةِ الْإِمَارَاتِ خَيْرَهَا وَهَنَاءَهَا. اللَّهُمَّ وَفِّقْ رَئِيسَ الدَّوْلَةِ الشَّيخ خَلِيفَة بْن زَايِد وَنَائِبَهُ وَوَلِيَّ عَهْدِهِ الْأَمِينَ، وَإِخْوَانَهُ حُكَّامَ الْإِمَارَاتِ؛ لِمَا تُحِبُّهُ وَتَرْضَاهُ. اللَّهُمَّ ارْحَمِ الشَّيخ زَايِد وَالشَّيخ مَكْتُوم، وَشُيُوخَ الْإِمَارَاتِ الَّذِينَ انْتَقَلُوا إِلَى رَحْمَتِكَ، وَأَدْخِلْهُمْ بِفَضْلِكَ فَسِيحَ جَنَّاتِكَ. وَارْحَمْ شُهَدَاءَ الْوَطَنِ وَأَجْزِلْ مَثُوبَتَهُمْ

عِبَادَ اللَّهِ: اذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ؛ يَذْكُرْكُمْ، وَأَقِمِ الصَّلَاةَ

 

https://www.awqaf.gov.ae/ar/Pages/FridaySermonDetail.aspx?did=7114



Friday, May 21, 2021

KHOTMAH JUMAT: Ketentraman Dalam Rumah Tangga

 Khutbah Jum’at, 09 Syawwal 1442 H / 21 Mei 2021 M

Ketentraman Dalam Rumah Tangga

 

Khotbah Pertama

 

الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا كَمَا أَمَرَ، جَعَلَ السَّكِينَةَ سَبَبَ سَعَادَةِ الْأُسَرِ، وَرَاحَةِ قُلُوبِ الْبَشَرِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ، صَلَّى اللَّهُ وَسَلَّمَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ، وَعَلَى مَنِ اهْتَدَى بِهَدْيِهِ. أُوصِيكُمْ عِبَادَ اللَّهِ وَنَفْسِي بِالتَّزَوُّدِ بِتَقْوَى اللَّهِ، (فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى)( )

Kaum mukminin yang mulia : Allah Swt berfirman : 

هُوَ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَجَعَلَ مِنْهَا زَوْجَهَا لِيَسْكُنَ إِلَيْهَا

“Dialah Yang menciptakan kamu dari diri yang satu dan daripadanya Dia menciptakan isterinya, agar dia merasa senang kepadanya” (Al A’raf 7 : 189). Maksudnya agar merasa nyaman kepadanya, sehingga keduanya hidup dalam cinta dan saling melengkapi, kasih sayang dan kesepahaman, karena tak ada ketentraman yang lebih besar melebih ketentraman antara kedua pasangan suami isteri dan itu merupakan salah satu tanda kebesaran Allah pada ciptaan-Nya, Dia berfirman : 

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ ‌مَوَدَّةً ‌وَرَحْمَةً

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang” (Ar Rum 30 : 21). Kebahagiaan dan kasih sayang dalam rumah tangga bisa terwujud dengan saling menghargai antara pasangan suami isteri, mengerti kedudukan masing-masing, menghargai jerih payahnya, memuji pemberian dan pengorbanannya terhadap keluarganya, dan hendaknya pasangan suami isteri mengingat akhlak dan pendirian baiknya masing-masing, semua itu akan mendorongnya untuk lebih banyak memberi, sehingga keduanya termasuk kedalam sabda Rasulullah Saw : 

خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لِأَهْلِهِ

“Sebaik-baik kalian, yang terbaik bagi keluarganya” (At Tirmidzi 3895). Beberapa hal yang dapat menambah ketentraman dan kenyamanan rumah tangga adalah pasangan suami isteri menunaikan tugasnya terhadap anak-anaknya dengan memberi perhatian yang baik, sehingga anak-anak besar menjadi sumber kebahagiaan kedua orang tuanya dan kelak mereka bersungguh-sungguh dalam berbakti dan taat terhadap kedua orang tuanya serta memperlakukan keduanya dengan baik, hal itu karena mengamalkan firman Allah :

‌وَوَصَّيْنَا ‌الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حُسْنًا

“Dan Kami wajibkan manusia (berbuat) kebaikan kepada dua orang ibu-bapaknya” (Al Ankabut 29 : 8). Kemudian mereka bersyukur kepada Allah Swt seraya berdoa :

رَبِّ ‌أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ

“Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri ni’mat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku” (Al Ahkaf 46 : 15).

 

فَاللَّهُمَّ زِدْ أُسَرَنَا سَكِينَةً وَمَوَدَّةً، وَأَدِمْ عَلَى مُجْتَمَعِنَا السَّعَادَةَ وَالْمَحَبَّةَ، وَبَارِكْ فِي بَنَاتِنَا وَأَبْنَائِنَا

Ya Allah, tambahkanlah ketentraman dan kasih sayang kepada keluarga kami, langgengkanlah kebahagiaan dan cinta kasih kepada masyarakat kami dan berkahilah putra-putri kami.

أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

 

Khotbah Kedua

 

الْحَمْدُ لِلَّهِ وَحْدَهُ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى مَنْ لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَ هَدْيَهُ

Kaum mukminin yang mulia : ketentraman dalam rumah tangga dapat berkembang dengan saling memahami dan dialog, dan ketentraman akan berlanjut dengan saling bekerja sama dan bermusyawarah, sehingga kedua pasangan suami isteri menikmati kebahagiaan keluarga, putra-putrinya tumbuh dalam kestabilan jiwa dan kerekatan sosial, sehingga mereka menjadi anak-anak istimewa yang bermanfaat bagi keluarga, dicintai oleh masyarakat dan menjadi kebanggaan Negaranya.

Ya Allah, penuhilah rumah kami dengan ketentraman, wujudkanlah kenyamanan dalam keluarga kami dan jadikanlah kami selalu bahagia.

 

وَصَلِّ يَا رَبَّنَا وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ، وَأَدِمِ اللَّهُمَّ عَلَى دَوْلَةِ الْإِمَارَاتِ خَيْرَهَا وَهَنَاءَهَا، وَانْشُرِ السَّعَادَةَ بَيْنَ أَهْلِهَا، أَنْتَ رَبُّهَا وَوَلِيُّهَا. اللَّهُمَّ وَفِّقْ رَئِيسَ الدَّوْلَةِ الشَّيخ خَلِيفَة بْن زَايِد وَنَائِبَهُ وَوَلِيَّ عَهْدِهِ الْأَمِينَ، وَإِخْوَانَهُ حُكَّامَ الْإِمَارَاتِ؛ لِمَا تُحِبُّهُ وَتَرْضَاهُ اللَّهُمَّ ارْحَمِ الشَّيخ زَايِد وَالشَّيخ مَكْتُوم، وَشُيُوخَ الْإِمَارَاتِ الَّذِينَ انْتَقَلُوا إِلَى رَحْمَتِكَ، وَأَدْخِلْهُمْ بِفَضْلِكَ فَسِيحَ جَنَّاتِكَ

وَارْحَمْ شُهَدَاءَ الْوَطَنِ وَأَجْزِلْ مَثُوبَتَهُمْ، وَارْفَعْ فِي الْجَنَّةِ دَرَجَتَهُمْ

اللَّهُمَّ ارْفَعْ عَنَّا وَعَنِ الْعَالَمِينَ الْوَبَاءَ، وَاشْفِ الْمُصَابِينَ بِهَذَا الدَّاءِ، يَا مُجِيبَ الدُّعَاءِ

اللَّهُمَّ اسْقِنَا الْغَيْثَ وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ الْقَانِطِينَ، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

عِبَادَ اللَّهِ: اذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَأَقِمِ الصَّلَاةَ

 

السكينة في البيوت (awqaf.gov.ae)

Saturday, May 01, 2021

KHOTBAH JUM'AT: Sepuluh Terakhir Bulan Ramadhan

 Khotbah Jum’at, 18 Ramadhan 1442 H / 30 April 2021 M

"Sepuluh Terakhir Bulan Ramadhan"

Khotbah Pertama

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَكْرَمَنَا بِشَهْرِ رَمَضَانَ، وَجَعَلَ الْعَشْرَ الْأَوَاخِرَ فِيهِ مِنْ أَفْضَلِ الْأَزْمَانِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ، فَاللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَيْهِ وعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ، وَالتَّابِعِينَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ. أَمَّا بَعْدُ: فأُوصِيكُمْ عِبَادَ اللَّهِ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، قالَ جَلَّ فِي عُلَاهُ: (يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Kaummukminin yang mulia : kita akan masuk pada 10 hari terakhir malam-malam yang mulia, dimana pahalanya sangat besar serta balasan amal shaleh didalamnya sangat banyak, yaitu sepuluh terakhir bulan Ramadhan, dimana :

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ r يَجْتَهِدُ فِيهَا مَا لاَ يَجْتَهِدُ فِي غَيْرِهَا

Rasulullah Saw bersungguh-sungguh dalam beribadah tidak seperti pada hari lainnya” (Muslim 1775). Dengan menggunakan siang hari untuk berdzikir dan beribadah serta amal shaleh lainnya, sedangkan malam harinya digunakan untuk bersujud, bermunajat dan membaca Al Quran, Aisyah Ummul Mukminin RA berkata : 

كَانَ النَّبِيُّ r إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ؛ أَحْيَا لَيْلَهُ، وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ

“Nabi Saw bila memasuki sepuluh terakhir, menghidupkan malamnya dan membangunkan keluarganya” (Muttafaq ‘Alaih). Oleh karena itu pada sepuluh malam terakhir, dianjurkan memperbanyak ibadah dan menghidupkan malam-malamnya dengan shalat dan beragam jenis ibadah lainnya (Syarah An Nawawi atas hadits Muslim 8/71). Karena didalamnya terdapat Lailatul Qadr, malam yang lebih baik dari seribu bulan. Dan diantara petunjuk nabi Saw pada malam sepuluh terakhir adalah membangunkan keluarganya agar mereka ikut menunaikan shalat dan berdoa, Ali bin Abi Thalib RA berkata : 

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ r يُوقِظُ أَهْلَهُ فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ، وَكُلَّ صَغِيرٍ وَكَبِيرٍ يُطِيقُ الصَّلَاةَ

“Rasulullah Saw membangunkan keluarganya pada sepuluh hari akhir dari bulan Ramadhan, dan semua anak kecil maupun dewasa yang mampu melakukan shalat” (At Tirmidzi 795 dan At Thabrani dalam kitab Al Mu’jam Al Awsath 7/253).

Mari kita gunakan hari-hari mulia ini, dengan mengikut sertakan anak dan keluarga kita dalam suasana penuh keimanan, menganjurkan mereka agar membaca Al Quran di bulan Ramadhan, karena Allah Swt berfirman : 

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ

“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil)” (Al Baqarah 2 : 185). Menganjurkan mereka agar berteladan kepada Rasulullah Saw, memerintahkan mereka untuk menunaikan shalat dan berdoa serta memperbanyak baca : 

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنَّا

Dan hendaknya kita berdoa kepada Allah memohon kebaikan bagi diri, anak, keluarga, kedua orang tua dan seluruh kerabat kita, serta untuk semua kaum mukminin dan mukminat, tidak lupa kita berdoa untuk Negara dan Pemimpin kita, dan hendaknya kita bersyukur kepada Allah atas nikmat Ramadhan dan malam-malamnya yang mulia serta atas semua nikmat yang dianugerahkan kepada kita.

أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ 

 

Khotbah Kedua

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ خَاتَمِ النَّبِيِّينَ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَ هَدْيَهُ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ. 

Hamba Allah yang mulia : sesungguhnya standar amalan tergantung penutupnya, dan pada malam sepuluh terakhir merupakan penutup bulan Ramadhan, maka hendaknya kita bersegera memperbanyak sedekah, bersegera mengeluarkan zakat bila sudah sampai nisabnya dan berlalu satu tahun, sebagai bentuk penteladanan kepada Rasulullah Saw, dimana beliau sangat dermawan dan rajin bersedekah di bulan Ramadhan. Dan marilah kita dukung amal baik dan amal kemanusiaan yang telah dibangun oleh orang tua dan pemimpin kita Syaikh / Zayed bin Sultan Al Nahyan -semoga Allah memberinya ketenangan- dengan berkontribusi menyalurkan kebaikan dan bekerja sama dengan Yayasan Amal sebagai bentuk pengamalan firman Allah : 

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى

“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebaikan dan takwa” (Al Maidah 5 : 2). Negara Uni Emirat Arab dikenal dengan pengorbanan, kedermawanan, kemurahan hati, serta uluran tangannya yang menjangkau seluruh penjuru dunia untuk menebar kebaikan dan membangun pertumbuhan, jadi mari kita tanamkan nilai-nilai kemanusiaan ini dalam jiwa putra putri kita, sebagai bentuk kepatuhan kepada Tuhan kita serta penteladanan kepada Nabi kita Muhammad Saw, sebagai penggunaan waktu sepuluh hari terakhir bulan kita dan untuk mengikuti  jejak mulia bapak ibu kita.

 

هَذَا وَصَلُّوا وَسَلِّمُوا عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. اللَّهُمَّ أَدِمْ عَلَى دَوْلَةِ الْإِمَارَاتِ خَيْرَهَا وَهَنَاءَهَا، وَتَقَدُّمَهَا وَرِفْعَتَهَا، وَرَخَاءَهَا وَازْدِهَارَهَا، وَانْشُرِ السَّعَادَةَ بَيْنَ أَهْلِهَا، أَنْتَ رَبُّهَا وَوَلِيُّهَا. اللَّهُمَّ وَفِّقْ رَئِيسَ الدَّوْلَةِ الشَّيخ خَلِيفَة بْن زَايِد وَنَائِبَهُ وَوَلِيَّ عَهْدِهِ الْأَمِينَ، وَإِخْوَانَهُ حُكَّامَ الْإِمَارَاتِ؛ لِمَا تُحِبُّهُ وَتَرْضَاهُ. 

اللَّهُمَّ ارْحَمِ الشَّيخ زَايِد وَالشَّيخ مَكْتُوم، وَشُيُوخَ الْإِمَارَاتِ الَّذِينَ انْتَقَلُوا إِلَى رَحْمَتِكَ، وَأَدْخِلْهُمْ بِفَضْلِكَ فَسِيحَ جَنَّاتِكَ. وَارْحَمْ شُهَدَاءَ الْوَطَنِ وَأَجْزِلْ مَثُوبَتَهُمْ، وَارْفَعْ فِي الْجَنَّةِ دَرَجَتَهُمْ. 

اللَّهُمَّ ارْحَمِ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ: الْأَحْيَاءَ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتَ. 

اللَّهُمَّ ارْفَعْ عَنَّا وَعَنِ الْعَالَمِينَ الْوَبَاءَ، وَاشْفِ الْمُصَابِينَ بِهَذَا الدَّاءِ، وَعَافِنَا بِفَضْلِكَ مِنْ كُلِّ دَاءٍ، يَا مُجِيبَ الدُّعَاءِ. 

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. 

عِبَادَ اللَّهِ: اذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ؛ يَذْكُرْكُمْ، وَأَقِمِ الصَّلَاةَ.