Pengajian akan dimulai pada pukul 2:30 siang nanti, begitu salah seorang rekanku memberitau aku ketika sedang istirahat dari main tennis pagi di Zayed Sport City, Abu Dabi, suatu komplek olahraga terbesar di Persatuan Emirates Arab. Aku langsung menyanggahnya dengan mengatakan, bukankah biasanya pengajian setelah sholat Asyar selesai?.Lalu di dalam hatiku mengiyakan sendiri karena rekanku itu adalah salah seorang yang mengurusi acara pengajian kali ini.
Pengajian Yang Pasti Menarik
Rasa letih karena bermain tennis tadi pagi masih terasa sampai aku selesai sholat Jum'at. Aku mencoba mengurangi lelah dengan tidur siang. Waktu sudah menunjukkan hampir pukul 1:30 siang ketika aku selesai mengirim email tugas kantorku setelah sholat Jum'at, aku pikir sisa waktu 30 menit cukup untuk tidur mengurangi rasa letih akibat tennis pagi tadi.
Istriku membangunkan aku ketika alarem HPku berbunyi. Aku sebenarnya terbangun mendengar deringan bunyi HPku tetapi aku biarkan saja. Aku mengeset alarem HPku berbunyi pada pukul 2 siang sebelum aku tidur tadi.
Rencana hanya tinggal rencana karena aku baru bisa keluar rumah pada pukul 2:30 siang. Maka seperti dugaanku, setelah 30 menitan aku baru sampai di kantor KBRI di sekitar Jl. Khaleej Alarabi, dan jam tanganku sudah menunjukkan pukul 3 siang kurang dari 1 menit ketika mobilku memauki area parkir dekat KBRI.
Area parkir nampak penuh ketika aku tiba, ini menandakan yang sedang menghadiri acara pengajian kali ini tentu banyak sekali. Keadaan seperti ini tidak seperti pengajian biasanya. Benar saja seperti apa yang sudah aku duga, dari tumpukan sandal yang ada di depan pintu ruangan ruangan kantor KBRI yang dipakai untuk acara pengajian ini benar, ruangan itu ternyata sudah dipenuhi oleh para jamaah.
Ruangan Majelis dibagi menjadi dua bagian pembagiannya hanya dengan pembatas kain biru tua yang disangga pada ujung-ujungnya oleh tonggak portabel logam besi putih setinggi sekitar 1(satu) meter. Apabila dilihat dari pintu masuk, di bagian sebelah kanan untuk jamaah laki-laki dan yang di sebelah kiri untuk jamaah perempuan.
Ketika aku masuk ruangan sebelum mencari tempat duduk mataku menatap pada seseorang yang belum aku kenal, Pak Ustad yang sedang memberi ceramah, dia berpeci hitam dengan kemeja batik lengan panjang membuatku hampir menduga bahwa dia bukanlah Ustad yang sedang berceramah. Sambil berdiri dia menjelaskan materi yang disampaikan. Proyector di sebelah kanannya masih terlihat terang tulisannya walaupun lampu ruangan tidak dimatikan. Dan papan tulis putih di sebelah kiri dia berdiri di atas kursi disandarkan pada sandaran kursi berwarna merah jambu. Lalu aku tengok dari depan sampai posisiku yang masih sedang berdiri di tempat paling belakang, majelis dipenuhi oleh pengunjung penajian. Tanpa pikir panjang lalu aku putuskan untuk duduk di tempatku di mana saat ini aku sedang berdiri. "Percuma", demikian pikiranku mengatakan tentang ketidak mungkinan untuk mendapatkan tempat kosong di depanku. Lalu aku duduk di depan ruang pengajian.
Menikmati Ceramah
Aku masih belum searah dengan apa yang sedang diterangkan oleh P. Ustad, maksudku si Penceramah. Semakin lama aku semakin tenggelam keasyikan mendengarkan ceramah yang disampaikan sampai akhirnya aku baru sadar bahwa materi yang disampaikan dilakukan dengan pengetahuan yang cukup dalam dengan mengambil referensi Al Qur'an dan Hadist serta pendapat para ulama besar terdahulu, saat itu aku menyadarinya, maka aku putuskan bahwa ceramah ini sebaiknya aku catat.
Tidak mengapa walaupun terlambat mencatatnya daripada tidak samasekali. Yang sedang aku lihat adalah penjelasan Surat Abaqarah ayat 168 dengan terjemahan seperti berikut (diambil dari internet):
"Wahai sekalian manusia! makanlah dari apa yang ada di bumi yang halal lagi baik, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan, karena sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata".
Materi (baca benda) itu harus dicari, harus ada usaha untuk mendapatkannya, demikian awal penjelasan yang mulai aku catat. Sesuatu yang tidak ada aqidahnya untuk mendapatkannya harus dicari, materi tidak ada aqidahnya harus dicari harus ada usaha untuk mendapatkannya. Lalu surat Albaqarah ayat 29:
"Dialah (Allah) yang menciptakan segala apa yang ada di bumi untukmu, kemudian dia menuju ke langit, lalu menyempurnakannya menjadi tujuh langit".
"Maa fil ardhi", artinya semuanya yang ada di bumi ini. "Mimma" artinya, sebagian rejeki saja. Harus legal, legal itu berlaku umum. Maka carilah yang terbaik, toyyiban, karena hukumnya dengan materi bukan aqidah.
Yang kedua, surat Albaqarah 172:
"Hai orang-orang yan beriman, makanlah diantara rezei yang baik-baik yang telah Kami berikan kepamu, dan bersyukurlah kepada Allah, jika kepada-Nya-lah kamu menyembah"
h-Nya untuk mereka yang beriman, "kulu mintoyyibati maa razaknakum", mengapa Allah SWT menyebut "halal" untuk yang umum, tapi untuk iman "halal" tidak disebutkan. Karena pada iman otomatis mencari yang halal. Tidak ada orang mencuri saat mencuri ada iman di hatinya. "Marazaknaakum" artinya Allah SWT yang mendekatkan rizki-Nya. Jika anda susah cari rizki mngkin ada masalah dengan iman anda, "kulu mintoyyiban" singular, "kulu tayyibaat" jamak takwa lawan dari nafsu ada 115 kali masing-masing di dalam Alquran. Iman naik nafsu turun dan sebaliknya.
Kisah nyata: Kalau seorang pemuda yang mempunyai kebiasaan buruk, lalu tobat, maka dianjurkan pindah ke Syam. Di Syam bertemu guru lalu diterima sebagai muridnya. Hari pertama biasa saja, kedua biasa saja, hari ketiga setan mulai datang ke pemuda itu. Lalu setan bilang; "Hei kamu sudah 3 hari tidak makan, gurumu bertahun-tahun tidak begitu. Lalu diminta berbakti kepada gurunya untuk carikan makan, lalu cari-cari makan. Ketika dimakan, maka hatinya menolak. Lalu ketika kembali didapati seorang wanita, konsultasi, lalu dikawinkan. lalu pulanglah, ketika sampai rumah...
Ketiga. Belum minta sudah diberi.
Alqur'an surat Alaraf ayat :96:
"Dan sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang mereka kerjakan"
Sekalipun semuanya beriman dan bertaqwa, maka akan dibukakan semuanya barakah, Kalau unttuk yang beriman lihat Albaqarah ayat 5:
"Mereka itulah yang tetap mendapatkan petunjuk dari Tuhannya, dan merekalah orang-orang yang beruntung"
Atau apabila ada masalah yang belum terselesaikan, maka cobalah periksa taqwanya. Cobalah periksa para nabi. Nabi Musa yang dihadapinya adalah Fir'oun. Fir'oun apabila melihat rambutnya tidak nampak bagus, maka dipisahin sekalian kepalanya. Ronbisrohli
Nabi muhammad belum minta sudah mendapatkannya, Aku bukakan
dadamu, "alam nasrah laka sadrak". Dlm bahasa Arab, jujur tapi tidak sabar "mahmud",
sabar dlsb, disebut "muhammad". Ketika Nabi SAW dilempar batu, malaikat Jibril eminta doa utuk melaknati mereka yangmelempar Nabi SAW, maka Nabi bilang jangan mereka tidak tau saja. "Ahmad", karena Nabi SAW sudah
dijamin akan masuk surga tetapi dia SAW bersyukur, maka sholat tahajjud.
Syukur.
Jabal Kubis adalah tempat istana raja. Nabi musa, kotor, baju dirobek, nabi dicuci, lebih mudah.
Tanya-jawab:
Alaraf 72:
"Maka kami selamatkan Hud beserta orang-orang yang bersamanya dengan rahmat yang besar dari Kami, dan Kami tumpas orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, dan tiadalah mereka orang-orang yang beriman. Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah?"
Bayi semua yang ada di bumi sudah dituliskan 50 ribu sebelum diturunkan. Majas kiasan, hakikat is nyata. Usia 4 bulan rizki diberikan. "Ajal" batas usia yang ditetapkan, 7:34:
"Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu: maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak dapat (pula) memajukannya"
Usia rata-rata antara 63 sd 70 tahun, Umur adalah sesuatu yang melahirkan manfaat, maka makmurkanlah masjid. Katakan yang baik atau diam. Kataksn pada pria yang beriman, mata melihat yang bermanfaat. Lihat iklan sampo, apa lihat samponya atau orangnya. Ujung tangan sampai dengan ujung kaki, apabla anda sudah diberikan nikmat, umur.
Apa itu syukur?, contoh, diberi pisang, maka berterima kasih. Dalam bahasa Arab disebut sakarah. Lalu kita bilang kembali sama-sama. Tetapi pada AllahSWT tidak berhenti di situ. Ada ayatnya. Lain zakartu... akan kami tambah nikmatnya. Klok Allah Anaam 610:
"Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barangsiapa yang membawa perbuatan jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan)"
Menjadi sepuluh kali lipat nikmatnya untuk kita.
Bagaimana cara bersyukur?. Syukur itu tidak diungkapkan, syukur ada di qalbu dan hati, karena ungkapan adalah sesuai fungsi. Dikasih mata digunakan untuk yang baik-baik, dikasih mulut untuk mengatakan yang baik-baik, dikasih telinga untuk mendengarkan yang baik-baik, dikasih usia dipakai untuk yang bermanfaat. Musa buta dalam 6 tahun bisa hafal quran. Dia berdoa,"Ya Allah biarkan buta sampai hari kiamat, jika aku harus dihukum, maka ringankanlah hukumanku dengan hafalan ini. Berikanlah manfaat dan keberkahan karenanya.
Apa benar zakat ini, sadaqah?, Tentang zakat lihat Alquran surat 9:103:
"Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan doalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."
Dan tentang zakat pada surat Attaubah ayat 60:
"Sesungguhnya zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang miskin, amil zakat, yang dilunakkan hatinya (mualaf), untuk (memerdekakan) hamba sahaya, untuk (membebaskan) orang yang berutang, untuk jalan Allah dan untuk orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai kewajiban dari Allah. Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana."
Dan tentang infaq sesuai surat Albaqarah ayat 215:
"Mereka bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang apa yang harus mereka infakkan. Katakanlah, “Harta apa saja yang kamu infakkan, hendaknya diperuntukkan bagi kedua orang tua, kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, dan orang yang dalam perjalanan (dan membutuhkan pertolongan).” Kebaikan apa saja yang kamu kerjakan, sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya".
Sadagah adalah zakat dan infaq, sadagah bisa materi dan bukan materi. Jadi sifatnya umum.
1=7x700 untuuk alhitat, sedangkan untuk dunianya 10x lipat, itu bukan berarti materi, yang penting adalah berupa rizki.
Segala nikmat yang diterima harus disuykuri, janganlah menjadi kafir. Kufur tethalang dari nikmat dan rasa terimakasih. Kafir adalah orangnya, kuffar, adalah perilaku yang merendahkan Islam, dan ini perlu dipertahankan dengan membela Islam.
No comments:
Post a Comment