Thursday, May 21, 2020

Arti Hidup: Bag. 20 - MENGETAHUI MASA DEPAN ANDA


"Kita semua harus memperhatikan tentang masa depan karena kita akan harus menghabiskan sisa hidup kita di sana.". Charles F. Kettering

"Kita dibuat bijaksana bukan oleh suatu pengumpulan kembali masa lalu kita, tetapi oleh suatu tanggungjawab untuk masa depan kita.". George Bernard Shaw.

Sekali anda menggapai suatu pengertian praktis tentang siapakah anda dan bagaimana anda menjadi orang seprti itu anda siap menemukan kembali diri anda di dalam bayangan diri anda sendiri. Anda telah siap menjadi seseorang yang anda inginkan. Untuk melakukan hal ini anda perlu untuk memulai suatu proses pemecahan masalah sekali lagi.

Tanyakan Satu Pertanyaan

Langkah pertama adalah menanyakan satu pertanyaan: "Akan menjadi siapakah aku ini?"

Ketika memberikan jawaban pertanyaan ini ada hal-hal kecil yang anda perlu ambil sebagai pertimbangan. Yang pertama adalah, bahwa hampir tidak ada batasan, anda bisa menjadi apasaja. Anda harus jangan khawatir tentang keinginan pengasuh anda untuk menjadi apa anda nantinya. Anda harus jangan khawatir tentang yang dikatakan masyarakat sekitar anda harus menjadi apa anda menurut mereka. Anda harus jangan khawatir tentang apa yang setiap orang atau siapasaja katakan tentang anda harus menjadi apa. Hanyalah otoritas seseorang di atas anda (hanyalah otoritas siapapun di atas anda) adalah suatu otoritas yang telah anda berikan kepada mereka. Sekali anda mengetahui bahwa anda seutuhnya bebas untuk menjadi apapun yang anda inginkan; anda sedang dibatasi oleh kedalaman dari mimpi-mimpi anda.

Bagaimanapun....

Perhatikan dua peringatan ini.

Pertama, tak masalah anda ingin menjadi siapa, jika anda bodoh, maka itu semua tak berguna. Struktur keyakinan anda adalah kerangka dari pikiran anda. Jika kerangka dari pikiran anda adalah melengkung dan rusak, maka tidak masalah bagaimana elegan sisa dari pikiran anda, yang muncul itu akan tetap melengkung dan rusak. Hasilnya adalah, bahwa anda akan mengalami satu realitas yang melengkung dan rusak, kemampuan anda untuk berkembang akan sangat dibatasi, dan perilaku anda akan menjadi tidak logis, yang mana akan membuat anda sesuatu yang berbahaya terhadap diri anda dan yang lainnya.

Ada tiga hal yang perlu dilakukan agar anda tidak menjadi bodoh. Semua dari mereka telah disebutkan, tetapi ini cukup penting disebutkan lagi. Dua hal pertama adalah: Anda harus berniat untuk belajar dan berpikir, dan itu berlaku terhadap seluruh bentangan kehidupan anda. Hal ke tiga yang anda perlu lakukan dengan segera setelah anda mengerti masa lalu anda dan masa kini anda untuk secara sitematis menghilangkan secara pelan-pelan (deconstruct) seluruh struktur keyakinan anda, analisa segalanya secara logis, dan buang segalanya yang tidak logis. Letakkan penekanan ekstra pada prase, "hilangkan secara pelan-pelan struktur keyakinan anda" dan "buang segalanya yang tidak logis." Sehingga ambil daftar yang telah anda buat tentang semua yang anda yakini dan satu persatu tulis mengapa semua keyakinan itu logis dan tidak logis. Lalu pertanyakan keyakinan-keyakinan itu.

Peringatan ke dua bahwa pilihan bukan melakukan pilihan pada suatu pilihan yang salah. Jika anda tidak memberikan pilihan itu, maka segalamya yang telah anda lakukan pada saat ini akan menjadi tidak berguna. Anda akan langsung kembali ke belakang membiarkan identitas anda untuk ditentukan oleh tenaga ekstrim, dan kemudian anda tidak akan pernah mengambil kepemilikan tentang kehidupan anda, dan kehidupan anda akan selalu dalam keadaan sia-sia.

Pada keadaan sia-sia yang sama tentang penalaran, melakukan pilihan yang tidak terartikulasi hanyalah sama jeleknya dengan tidak melakukan pemilihan. Jika anda berkata, "Aku ingin menjadi orang yang lebih baik." Anda belumlah benar-benar memilih apapun. Jika anda mengatakan, "Okay, aku ingin
menjadi astronout." Itu sedikit lebih baik, tetapi ada yang lebih untuk kehidupan daripada mengambil
apa yang ingin anda lakukan untuk suatu kehidupan. Ini membawa kita ke langkah kedua dari proses
pemecahan permasalahan.
 
Mengumpulkan Data Yang Anda Miliki 

Didalam menjadikan seseorang yang anda inginkan anda harus mengambil anda ingin menjadi siapa. Ini mudah membingungkan dengan suatu pertanyaan, "Anda ingin menjadi apa?" Lupakan apa yang ingin anda lakukan untuk suatu kehidupan, dan bayangkan diri anda sedang dikunci di dalam penjara untuk duapuluh tahun mendatang. Di dalam tahanan itu, anda ingin menjadi siapa? Pikiran seperti apakah yang anda inginkan? Personalitas seperti apakah yang anda inginkan? Kekuatan diri apakah yang ingin anda miliki?

Gali melalui ingatan anda; pernahkah anda melihat seseorang di dalam vidio media sosial atau bertemu seseorang di suatu pesta dan pikirkan anda sendiri, "Aku berharap aku akan menjadi seperti orang itu." Aku mengharap aku akan menjadi selucu itu. Aku berharap aku akan menjadi sepositif itu. Aku berharap aku dapat menjadi berwawasal luas seperti itu. Aku berharap aku dapat menjadi keluar seperti itu. Aku berharap aku dapat menjadi sesenang seperti itu dengan kesendirian. Aku berharap aku dapat menjadi sepercaya diri itu. Anda dapat memiliki sifat-sifat itu. Anda hanya perlu untuk mengidentifikasi mereka, sehingga anda dapat fokus pada pengembangan mereka.

Jika anda dapat mengingat pernah mengagumi seseorang (nyata atau fiksi), maka anda kemungkinan juga mengingat dengan memberikan alasan terhadap diri anda sendiri mengapa anda tidak akan pernah menjadi sebaik orang itu. Alasan alasan itu adalah bohong. Mungkin seseorang lain telah memberi anda ide pengalahan atau perendahan diri itu. Mungkin mereka semua milik anda. Jalan manasaja, itu hanya
masalah tentang siapa yang mengatakan kepada anda suatu kebohobgan.

Perbedaan antara setiap dua manusia adalah secara praktis merupakan pecahan yang tidak banyak. Hal itu telah dikatakan pada setiap buku bantu sendiri (self help book) yang faktor penentuannya pada penggapaian yang luarbiasa hampir selalu determinasi atau tekad, bukan karena jenius sejak bayi. Sehingga sukses adalah hanyalah satu permasalahan, yaitu tentang motivasi.

Jika anda membayangkan anda ingin menjadi siapa, jangan mengatakan kepada diri anda anda tidak dapat menjadi itu dikarenakan anda tidak mampu. Sebagai penggantinya, tanyakanlah kepada diri anda tentang motivasi apa yang anda masih lemah atau kurang, hal itu yang telah menjaga diri anda dari menjadikan apa anda benar-benar bisa melakukannya.

Kumpulkan Data Yang Tidak Anda Miliki 

Sebenarnya anda dapat mengumpulkan data lebih banyak terhadap orang seperti apa yang anda inginkan. Untuk itu, carilah itu, dan sebagaimana anda sedang melakukan itu selalu ingat bahwa mimpi yang menjadi kenyataan untuk anda akan hanya sebagai penggetar sebagaimana anda memimpikan mereka, dan satu hal yang baik tentang mimpi tidak ada hukum plagiasi yang melindungi mereka. Beri perhatian terhadap segala hal di sekeliling anda. Jika anda lihat seseorang anda iri atau mengagumi, maka anda memiliki emas yang masih terjebak. Anda telah mengidentifikasi untuk menjadi apa yang anda inginkan. Sekarang untuk menjadi yang anda inginkan itu. Hanyalah orang yang dapat menghentikan anda adalah anda.

Jungan hanya percaya atau bergantung pada pengidentifikasian orang-orang yang kebetulan anda temui. Ambil ilmiah tentang ini. Carilah apakah tipe kepribadian pahlawan favorit anda dan selidiki tipe kepribadian itu sampai dia meninggal dunia. Pelajari orang yang mirip. Ada batas untuk suatu penggambaran sejarah siapa yang anda kagumi. Pelajari orang itu dalam menggapai tujuan-tujuannya. Keberhasilan anda pada tujuan ini adalah dibatasi hanya oleh keuletan dan kreativitas anda.

Mungkin ada seorang pahlawan di luar sana yang sangat cocok bagi anda, tetapi orang itu tidak pernah diperkenalkan kepada anda, khususnya jika anda tidak pernah meninggalkan rumah anda atau mencoba
hal-hal yang baru. Keluarlah ke dunia ini, dan pelajarinya secara sitimatik. Alamilah seni. Alamilah
literature. Alamilah budaya-budaya lain. Alamilah semua hal dalam tawaran kehidupan, dan jelajahi penjelajah itu dengan mata seperti suatu pemburuan barang berharga, selalu amati sifat-sifat kepribadian
baru dan kecakapan untuk menjarah dan menambahkan kekayaan pada intelektual anda.

Pelajari orang-orang yang telah menggapai aktualisasi diri untuk mengerti lebih baik bagaimana mereka membangun diri mereka sendiri. Ada banyak buku yang ditulis tentang Socrates. Leonardo Da Vinci, Thomas Jefferson, Benjamin Franklin, dan lainnya. Jangan hanya mengikuti metode pemikiran mereka. Cobalah untuk membangun di atas mereka.
 
Sortir Datanya

Memiliki satu ide tentang anda ingin seperti siapa adalah tidak berguna kecuali anda membuat
(dan melakukan) satu rencana realistis untuk menjembatani celah antara siapa anda dan anda ingin
menjadi siapa. Proses dalam melakukan itu akan merupakan hal yang unik pada setiap individu yang tergantung pada kekuatan anda dan kelemahan sekarang dan tujuan yang ingin anda capai. Jadi itu akan tidak mungkin untuk memberikan informasi yang terlalu spesifik tentang bagaimana untuk melakukan itu, tetapi anda mengetahui bagaimana memikirkannya lalu anda harus mampu menciptakan rencana produktif tentang diri anda. Di sini ada beberapa saran.

Anda sedang tidak memulai proses ini dari suatu batu tulis kosong. Anda sudah memiliki suatu akal
penuh tentang sifat-sifat secara kepribadian. Sehingga satu dari hal yang pertama yang anda butuh lakukan adalah mengambil satu tampakan panjang baik pada diri anda sendiri sebagaimana anda sekarang dan putuskan karakter yang mana sifat-sifat yang anda membiarkan untuk dipegang dan yang mana ingin anda buang.

Menemukan kembali diri anda sendiri belum tentu berarti merubah semuanya yang menjadikan anda siapakah anda. Demikian pula, membiarkan sebagian dari kepribadian anda dari masa lalu anda tidak semestinya berarti anda sedang hidup pada bayangan orang lain...sepanjang anda mengambil kepemilikan terhadap sifat-sifat itu. Sekali anda mengakui kebenaran bagian itu tentang kepribadian anda diciptakan oleh lingkungan anda, anda lalu dapat memilih untuk membiarkan mereka. Pada titik itu mereka berhenti menjadi bagian dari anda, sebab mereka mempercayai anda, dan mereka terus menjadi bagian daripada anda hanyalah disebabkan karena anda memilih untuk membiarkan mereka. Dengan mengambil pilihan itu anda mengambil kepemilikan dari sifat-sifat itu.

Mengeluarkan bagian-bagian dari diri anda yang tidak anda inginkan tidak dapat selalu dilakukan dengan sekejab pikiran yang sulit. Ini mingkin akan mengambil suatu jumlah kerja yang besar untuk membiarkan pergi masa lalu anda. Anda perlu menjelaskan tentang apa yang diperlukan untuk mewujudkan hal itu. Maka anda butuh membuat suatu rencana untuk menyelesaikan tujuan itu. Kemudia anda perlu untuk melaksanakan rencana itu, tetapi perhatikan bahwa kekuatan kemauan yang kuat saja kemungkinan tidak akan membantu anda dalam penyelesaikan tujuan anda.

Ambil kodependensi (orang yang rela berkorban untuk kebahagiaan orang lain) sebagai contoh. Seharusnya anda menyadari anda memiliki tendensi-tendensi kodependensi. Memutuskan untuk tidak menjadi kodependen dan kemudian melawan dorongan itu ketika anda mengetahui itu mungkin tidak bekerja terlalu baik. Anda perlu menanyakan kepada diri anda sendiri, "Apa yang sedang anda lawan? Mengapa anda sedang mempertengkarkannya? Jika anda tidak mengetahui jawabannya terhadap pertanyaan itu, maka anda sedang melawan hantu. Bagaimanapun, dengan mencoba untuk lebih mengerti secara penuh tendensi-tendensi kodependen (apakah mereka itu, mengapa mereka di situ, dan konsekwensi dari tipe prilaku yang seperti itu) anda akan membuang suatu keputusan untuk merubah lebih banyak  dan dengan lebih sedikit usaha. Jika anda dapat melihat suatu keadaan kristal jernih, maka tidak akan ada perasaan yang kontradiksi untuk dipertengkarkan. Anda dengan mudahnya akan melihat jalannya dan akan tidak ada pilihan. Sama saja caranya untuk berhenti merokoka. Sehingga jika anda ingin merubah diri anda sendiri, maka anda perlu bekerja ke arah mengamati daerah yang anda inginkan untuk diperbaiki sejelas mungkin sampai semua yang anda lihat adalah berarah ke tujuan.

Pengambilan kepemilikan suatu aspek dari kepribadian anda yang ingin anda pertahankan dan ingin dibuang tentang apa-apa yang kemungkinannya tidak anda inginkan secara keseluruhan dalam menjembatani celah antara siapakah anda dan anda ingin menjadi siapa....kecuali anda berisi sangat banyak dengan siapakah anda. Kalau tidak, anda akan melakukan kerja keras untuk menciptakan sifat-sifat yang anda inginkan yang saat ini tidak ada di situ. Ini akan membutuhkan banyak kerja, dan yang
lebih penting, banyak intellijensia. Anda secara sederhana tidak akan menyelesaikan fase ini dari
prosesnya apabila anda bodoh, sebab rencana anda harus realistis.

Itu tidak masalah bagaimana konyolnya atau ketidak mungkinan tentang mimpi anda. Anda dapat menyelesaikan mereka, tetapi kartoon lucu Sabtu pagi terletak pada anda. Mimpi anda tidak akan menjadi kenyataan dengan mempercayai mereka. Mimpi-mimpi anda akan menjadi kenyataan dengan mengerti rintangan-rintangan dunia nyata antara anda dan mimpi-mimpi anda dan kemudian pemakaian logika dan pemikiran kreatif untuk menangani atau menghindari rintangan-rintangan itu.

Bahkan jika anda meninggal dalam mengejar mimpi anda sebelum melihatnya membuahkan hasil...anda akan mati didalam mengejar tentang mimpi anda. Dan waktu anda habiskan untuk kehidupan akan memiliki sesuatu yang sangat bermakna untuk tujuan pribadi. Itu lebih dari yang banyak orang bisa katakan. Anda tidak dapat meminta lebih banyak dari itu dalam kehidupan.

Tanyakan Jawaban Anda 

Anda harus hidup pada kehidupan dengan suatu ide artikulasi tentang ingin menjadi siapakah anda, dan anda harus memiliki suatu rencana detail tentang bagaimana untuk menjadi orang seperti itu. Sekarang sebagaimana anda menghabiskan waktu sekilas dan kejadian-kejadian yang tidak dapat diganti dalam kehidupan, anda bekerja ke arah tujuan itu berhati-hatilah tentang ingin jadi siapa anda ketika anda berumur sepuluh, limabelas, duapuluh, duapuluh lima tahun, dlsb. Peluang-peluang mimpi-mimpi anda sebagai seorang anak adalah naif atau lugu. Jika sejarah adalah adanya setiap indikator dari masa depan, maka dalam waktu sepuluh tahun anda akan melihat kembali pada jurnal yang sedang anda tulis hari ini dan tertawalah bagaimana lugunya mereka dulu. Jangan menunggu sampai nanti untuk menanyakan tentang jawaban-jawaban anda. Selamatkan waktu diri anda sendiri dan kerjakanlah sekarang. Bicarakan
tentang jawaban-jawaban anda pada orang-orang yang anda hormati. Biarkan mereka menanyakan tentang jawaban-jawaban anda untuk anda. Mereka kemungkinan dapat membantu mengarahkan anda langsung.

Pakai Solusinya

Sekali anda mengerti bagaimana masa lalu anda dalam membentuk anda menjadi seseorang anda hari ini dan anda telah mendapatkan pengetahuan seseorang anda sebaik mungkin hanyalah hal yang tersisa
untuk dilakukan adalah membentuk orang itu ke dalam seperti siapa yang anda inginkan.

Ini dilakukan sebagian dengan impian. Sebagian oleh pengekspresian diri anda, sebagian dengan belajar,
sebagian dengan berpikir, dan sebagian dengan beraksi. Ini bukanlah pintu untuk anda lalui. Ini bukan suatu arti terhadap suatu akhir. Walaupun ini suatu jalan yang anda lalui, setiap langkah merupakan suatu akhir untuk sarana itu sendiri.

Arti Hidup: Bag. 19 - MEMAHAMI MASA SEKARANG


"Apa yang perlu anda ketahui tentang masalalu adalah bahwa tidak masalah apa yang telah terjadi, itu semua telah bekerja bersama-sama untuk membawa anda pada setiap kedaan sekarang. Dan ini adalah kesempatan anda untuk dapat memilih untuk merubah segalanya untuk menjadi baru. Sekarang.". Penulis Tidak Dikenal

"Masa lalu adalah difinisi kita. Kita mungkin berjuang, dengan alasan yang baik, untuk lari darinya, atau lari dari apa yang jelek di dalamnya, tetapi kita akan lari dari nya hanya dengan menambahkan sesuatu yang lebih baik terhadapnya.". Wendekk Berry

Tanya Satu Pertanyaan

Setelah anda menganalisa masa lalu anda, anda perlu menganalisa keadaan anda sekarang. Dengan kata lain, anda butuh menganalisa siapakah anda sekarang. Sehingga bertanyalah kepada diri anda sendiri, "Siapakah diri saya hari ini?"

Kumpulkan Data Yang Anda Miliki

Walaupun anda telah menulus suatu autobiografi besar, tetapi anda masih tetap perlu menulis suatu cerita yang dimulai dengan kata kata, "Aku adalah...." Mengartikulasikan siapa anda. Jika anda tidak pernah melakukan itu, maka bagaimana dekat diri anda dapat mengenal tentang diri anda sendiri?

Sebagaimana anda melalui hari ke hari dalam kehidupan anda, amati untuk pola perilaku anda. Setelah anda mengidentifikasi mereka cobalah untuk menjelaskan, atau memahami di mana pada masalalu anda mereka itu memulainya, dan bagaimana keberadaan pola itu telah mempengaruhi kehidupan anda.

Curahkan perhatian secara dekat terhadap pemikiran-pemikiran anda. Anda akan mendapati bahwa pada
setiap hari anda mengulangi pemikiran-pemikiran yang sama begitu dan begitu lagi. Jika anda memiliki hari yang jelek anda secara konstan berpikir tentang pemikiran-pemikiran yang negatif. Jika anda sedang tergesa-gesa anda akan secara konstan berpikir pemikiran-pemikiran yang positif. Tetapi macam apa
pemikiran-pemikiran yang anda pikir pada hari biasa? Apakah yang anda menegaskan kembali terhadap diri anda sendiri? Anda perlu mengetahui itu, sebab anda adalah apa yang anda pikir.

Kumpulkan Data Yang Tidak Anda Miliki

Suatu alat yang objektif untuk membantu menjelaskan terhadap apa yang anda tidak ketahui tentang diri anda adalah, suatu pengujian kepribadian professional seperti inventori kepribadian Myers-Briggs. Itu mahal, tetapi itu dapat mengatakan banyak kepada anda tentang diri anda dan bahkan dapat membantu anda menyadari bahwa kebiasaan kepribadian anda bukan sesuatu yang buruk; mereka suatu bagian yang valid tentang siapa anda. Anda dapat menguji kepribadian anda dengan gratis secara online (di link: https://personality.co/test/start), tetapi sesuatu yang professional akan membantu anda lebih dari seribu kali. Jika ada sesuatu di dunia ini dapat dihargai dengan uang untuk meningkatkan akal anda.

Semoga anda telah meminta kepada orang-orang untuk memberitahu anda tentang masa lalu anda. Sekarang anda perlu meminta kepada orang-orang yang anda kenal untuk memberitau anda tentang keadaan anda sekarang. Mereka semua memgetahui hal-hal tentang anda yang mereka tidak pernah mengatakan, dan anda memerlukan informasi itu. Pertanyaan pertama yang mungkin perlu anda tanyakan adalah, "Bagaimana menjijikkan aku?" Anda memiliki keranjang tentang kekurangan-kekurangan tentang kepribadian, dan setiap orang mengetahui tentang kekurangan itu, tetapi mereka tidak ingiin memberitau anda. Mereka bahkan mungkin telah memberitau anda tetapi anda tidak menghiraukannya. Orang-orang akan condong melakukan hal seperti itu dan dengan berbagai dalih tentang perilaku mereka. Sekarang adalah waktunya menghentikan menjadikan dalih, usahakan untuk mendapatkan kekurangan-kekurangan anda, analisa mereka, dan pahami bagaimana untuk memperbaiki mereka.

Kemungkinan cara yang paling baik untuk mempelajari tentang diri anda adalah berpindah ke suatu negara asing hal itu paling tidak untuk sementara. Semua yang telah anda bawa atau ambil sebagai bekal tentang anda akan mendapatkan tantangan, dan anda akan diperkenalkan kepada suatu cara baru yang meyeluruh untuk melihat dan hidup tentang kehidupan. Skema anda akan dirusak, dan anda akan dipaksa untuk memeriksa kembali seluruh pengertian anda tentang apakah artinya menjadi manusia.

Perlakuan itu adalah tidak praktikal bagi hampir semua orang, tetapi tanpa melakukan sejauh itu anda masih mendapatkan keuntungan atau manfaat (lebih dari apa yang anda mungkin dapat bayangkan) secara sederhana dengan menjalani (sendirian) pada suatu langkah mundur untuk suatu tempat terisolasi jauh sekali dari rumah anda. Gunakan waktu liburan anda untuk tinggal di suatu tempat sunyi atau suatu hotel murah di suatu gunung atau sesuatu yang sepertiitu. Ketika kita menghabiskan jalan hidup setiap hari dalam siklus yang sama, menyaksikan orang-orang yang sama kita mulai membawa diri kita sendiri, orang-orang di sekeliling kita, dan kehidupan secara umum untuk bekal. Dengan memisahkan diri anda dari semua yang anda gunakan untuk mempertahankan diri anda, anda akan dipaksa menghadapi sesuatu yang benar-benar nyata di situ, dan apa yang anda temukan mungkin mengejutkan anda.

Sortir Datanya

Hal lain yang dapat anda pikirkan untuk membantu dalam menentukan tentang siapakah anda hari ini akan sangat berguna terhadap perkembangan anda di masa yang akan datang. Sebagaimana anda telah mengumpulkan data, maka sortirlah itu. Gunakan psikologi untuk memahami itu dan tanyakan pertanyaan berikutnya untuk melihat di bawah permukaannya. Bertanyalah tentang apasaja.

Sebagaimana anda melakukan hal ini tulis hasil-hasil anda. Itu akan membantu anda dalam menartikulasi tentang siapakah diri anda dan apa yang anda yakini. Hal ini akan menguntungkan anda untuk sekarang juga, dan itu akan juga memberi anda suatu referensi untuk kembali lagi nanti. Jika anda tidak memiliki titik referensi itu tertulis di atas kertas anda akan secara pasti melupakan itu suatu waktu, dan banyak tentang kemajuan itu akan menjadi hilang. Ingat, pensil yang paling tumpul memiliki suatu memori yang lebih baik daripada akal yang paling tajam.

Setelah mengatakan tentang itu, bukan semua proses ini adalah suatu permainan detektif, dan itu semua tidak bisa diplotkan di atas secarik kertas saja. Banyak hal yang anda pelajari tentang diri anda sendiri akan dilakukan dengan duduk sendirian dan mendengarkan pikiran anda, memfokuskan pada apa yang terasa nampaknya seperti anda, dan menjadikan lebih familier dengan diri anda dengan mencurahkan pada diri anda sendiri. Pada dasarnya, itu berarti sedang lebih menyadarkan diri anda sendiri. Kesadaran diri adalah pandangan secara tipikal sebagaimana tidak aman dan sia-sia, yang mana satu dari sebab-sebabnya mengapa begitu banyak orang memiliki pikiran-pikiran kosong. Mereka diarahkan tersesat dari bermacam-macam tujuan tentang pencurahan terhadap mereka sendiri.

Hal yang paling akhir tentang nasehat berharga penyebutan pada pensortiran suatu data tentang anda sekarang bahwa anda perlu mensortir data yang buruk. Anda merupakan apa yang anda alami. Pemilihan untuk mengeluarkan diri anda sendiri pada telivisi komersial, simtom-simtom konyol, atau musik pop seperti menaburkan atau menuangkan air ke dalam sebuah kapal karam. Anda perlu pendeteksi terhadap diri anda pada setiap sampah yang mungkin mendegradasi akal anda.
 
Pertanyakan Jawaban-jawaban Anda

Sebagaimana anda amati, pelajari, dan analisa tentang diri anda sendiri anda akan memulai mengembangkan dan kemudian mesolidifikasi kepribadian anda. Sebagaimana melakukan itu anda mungkin menjadi percaya diri pada kesimpulan anda dan berisi tengan anda telah menjadi siapa. Khawatirlah dan hati-hatilah tentang ini. Itu bisa jadi apakah suatu tanda bahwa anda sedang mendekati akhir dari perjalanan anda atau ini bisa jadi suatu tanda bahwa anda telah sampai pada batas akhir. Jika anda pikir anda telah menemukan semua jawabannya mulailah mempertanyakan mereka.

Gunakan Solusinya

Setelah anda mengetahui siapa diri anda, anda perlu untuk tetap mengawasi diri anda sendiri seperti sedekat sebagaimana anda lakukan sebelum anda melewati garis itu. Jika anda mengetahui pemikiran dan perilaku apa yang anda inginkan atau tidak inginkan ketika melihat diri anda sendiri, anda bisa menjadi terampil terhadap mengendalian diri anda. Sebagaimana anda pakai keterampilan itu anda akan menjernihkan keterampilan itu. Sebagaimana anda jernihkan keterampilan itu anda akan membelokkannya menjadi anda ke dalam suatu bentuk seni. Itu seperti berdansa, berlatih beladiri, bernyanyi, melukis, atau memainkan suatu peralatan dengan setiap pemikiran yang anda pikirkan, setiap gerakan yang anda lakukan, dan setiap kata yang anda ucapkan, dan itu diproyeksikan pada semua hal yang anda lihat atau dengar.

Anda akan mendapatkan kesenangan tidak perduli apa yang sedang anda kerjakan sebab ini bukan tentang apa yang sedang anda kerjakan. Ini tentang siapa diri anda. Dengan demikian anda akan menjadi isinya. Hal itu berarti anda akan bahagia di sini dan sekarang tanpa harus mendapatkan pekerjaan yang lebih bagus, teman, rumah, mobil, anak atau apapun yang lainnya yang kita pikir kita perlukan sebelum kita dapat menjadi bahagia. Anda dengan mudah melepaskan suatu keinginan yang menghalangi anda dalam pencapaian harapan hanya dengan memahami diri anda sendiri.

Menjadikan anda adalah seperti menuliskan satu cerita bagus. Bumbu-bumbu kuncinya adalah setiap aspek dari suatu cerita digantung pada bukan pada yang telah direncanakan. Itu merupakan karakter. Plotnya ditentukan oleh karakter-karakternya. Settingannya menggambarkan karakter-karakternya. Dialognya (yang merupakan kunci dari perkembangan karakter) secara pasti dikendalikan oleh karakter-karakternya. Jika karakter-karakternya sempurna ceritanya secara natural membungkus dirinya sendiri sekitar karakter-karakternya dengan sempurna. Jika karakter-karakternya ditulis buruk, maka tidak ada cara bagi mereka akan cocok ke dalam cerita apapun dengan keseimbangan. Kualitas dari kisah atau cerita anda hanya akan seteguh dan menyenangkan sebagaimana karakter anda, dan anda hanyalah orang yang dapat membuat karakter-karakter anda.

Arti Hidup: Bagian 18 - MENGETAHUI MASA LALU ANDA

"Mereka yang tidak dapat mengingat masa lalu mereka yang terkutuk akan mengulanginya". George Santiyana

"Hanya dengang penerimaan masa lalu, anda  dapat merubahnya" T. S. Eliot

Seharusnya anda telah mempelajari semua yang anda butuhkan tentang alam semesta di mana anda hidup di dalamnya, dan anda telah paham betul tentang seni atau cara berpikir terhadap suatu titik tujuan atau yang anda inginkan yang mana anda dapat merencanakan atau menempatkan semua pengetahuan anda pada tempatnya yang sesuai, anda akan menjadi mengarungi hidup anda dengan suatu  pemahaman sepenuhnya tentang alam semesta di mana anda berada dan telah memiliki suatu filosofi yang kokoh, jelas, tertulis, logis, sistimatis, dan terumus tentang kehidupan ini. 

Itu saja akan membuat anda berhasil menjadi mesin penghitung yang mampu merancang kembali alam semesta ini sesuai keinginan anda, akan tetapi dengan pembentukan tujuan tanpa akhir, anda hanya akan  mampu merancang ulang alam semesta ini  secara terus-menerus agar sesuai pada rancangan pada rancangan yang ideal yang mana akan menjadikan anda meneruskan untuk merancang ulang alam semesta ini pada tingkatan yang ideal yang mana menjadikan anda merancang ulang alam semesta ini pada suatu tingkatan yang menjadikan anda meneruskan merancang ulang alam semesta ini pada.......siklus pengulangan yang sama.

Anda dapat menghabiskan seluruh hidup anda berjuang ke arah tujuan ini dan berikan itu pada setiap orang dari  keturunan anda, dan anda mungkin telah berusaha untuk mempercayai bahwa semua tentang usaha anda membuktikan bahwa akibat dari anda adalah berharga, akan tetapi akhirnya, semua tentang usaha dan kerja anda hanyalah membuktikan bahwa semua kerja anda telah sia-sia.

Penguasa dunia meninggal sama saja dengan pegawai pabrik pembuat perlengkapan kakus. Dan ketika itu semuanya  telah dikatakan dan dilakukan serta anda lihat ke belakang tentang hidup anda, faktor penentu dari bagaimana berhasilnya kehidupan anda adalah bukan berapa banyak uang atau kendali yang anda pegang, akan tetapi itu bagaimana aktualisasi diri kepribadian anda.

Sayangnya, untuk alasan-alasan biologis dan sosial, anda telah tidak memulai menciptakan diri anda secara sadar dan secara sitimatis dari sejak bayi. Ini berarti bahwa jika anda ingin memulai proses itu sekarang anda akan menghadapi suatu pengulangan (setback) yang luar biasa besar: kenyataannya bahwa orang-orang tempat anda dibesarkan akan menjadi bukan anda, orang-orang tempat anda dibesarkan adalah menjadi suatu hasil produksi dari lingkungan anda.

Pada yang terbaik orang-orang itu adalah telah berguna sebagai suatu penopang untuk bersandar sampai anda siap untuk berdiri pada kedua kaki mental anda sendiri. Yang terburuk adalah orang-orang di mana anda telah dibesarkan sekarang akan menjadi orang-orang yang bodoh, kurang akal, secara emosional babak-belur, pengulangan-skema,  seorang dewasa dengan bayangan mempertahankan tradisi.

Bagaimanapun tingkatan pikiran anda adalah pada suatu titik di mana anda memutuskan untuk mengambil kendali terhadap pertkembangan diri anda sendiri, anda tidak dapat membuangnya begitu saja orang-orang yang telah membesarkan anda secara tiba-tiba karena mereka telah menjadi seseorang yang telah anda pilih. Jika anda coba anda akan mendapati bahwa semua yang sedang anda lakukan sedang memakai topeng, dan anda secara konstan akan mendapati pemunculan kembali tentang anda yang nyata.

Didalam merubah seseorang sebagaimana anda, anda perlu memahami bagaimana anda menjadi orang seperti itu. Jika anda tidak mengerti gaya-gaya yang mendorong dan menarik anda ke arah di mana anda sekarang, anda adalah tidak bertenaga untuk tetap menjaga mereka dari dorongan dan tarikan anda kembali jika anda mencoba untuk berubah. Kita telah melangkah melalui beberapa  pengaruh luar yang biasa terjadi pada setiap orang, akan tetapi setiap kehidupan berbeda. Anda perlu memahami pengalaman kehidupan kepribadian unik anda juga. 

Menanyakan Suatu Pertanyaan

Gunakan kepandaian dalam memecahkan masalah anda untuk memberikan anda dalam
menyelesaikan ini. Langkah awal adalah bertanya satu pertanyaan. "Bagaimana aku menjadi
seseorang sebagaimana aku hari ini?"

Mengumpulkan Data 
Milik Anda 

Langkah ke dua adalah mengumpulkan data yang anda punyai. Ini berarti semua yang ada dalam ingatan anda. Cara yang terbaik untuk memulai proses ini adalah dengan menulis autobiografi anda. Tidak perduli betapa mudanya anda. Tidak masalah berapa lama bukunya. Tidak masalah bagaimana fasihnya itu. Anda tidak harus menerbitkannya. Anda hanya perlu untuk cukup ekspresif memastikan artikulasi kejadian-kejadian formative dalam kehidupan anda. Menuliskan autobiografi juga akan memaksa anda mengartikulasikan hal-hal tentang diri anda sendiri dan kehidupan anda yang mungkin anda tidak pernah jejaki sebelumnya. Itu akan membantu anda membikin sambungan sambungan yang tidak jelas sebelumnya, dan setelah anda selesai penulisan autobiografi anda, anda akan dapat memakainya sebagai suatu referensi untuk proses selanjutnya.

Bahkan setelah menulis autobiografi anda (atau ketika anda dalam proses untuk itu) anda harus menyatakan kisah kehidupan anda terhadap sebanyak mungkin orang yang anda percaya dengan informasi itu, dan anda juga harus mendengarkan dan/atau membaca sebanyak mungkin kisah orang lain sebisa anda. Dalam menyatakan kisah anda dengan nyaring anda akan mengartikulasi lebih kenyataan kenyataan tentang diri anda yang anda tidak pernah pertimbangkan sebelumnya, dan lebih banyak lagi hubungan atau sambungan-sambungan akan menjadi jelas bagi anda. Mendengarkan terhadap kisah-kisah orang lain akan memberi anda kerangka referensi untuk membandingkan kehidupan anda. Dengan melihat bagaimana berbedanya hidup orang lain, anda akan menyadari bagaimana variasinya kehidupan ini, dan itu akan membantu anda menyadari bahwa banyak pengalaman-pengalaman anda lihat sebagai jaminan sebagaimana inheren/sifat yang melekat dalam kehidupan setiap orang adalah unik terhadap milik anda. Di lain pihak, anda mungkin mendapati bahwa anda tidak sendiri dalam permasalahan anda. Jalan manasaja, lebih anda mengerti seberapa lebih baik atau buruk. Kehidupan dapat menjadi lebih baik untuk anda letakkan kehidupan milik anda pada perspektif nyata.

Alasan lain untuk menyatakan kehidupan anda adalah untuk membantu disebabkan jika ada sesuatu pada masa lalu anda yang menyebabkan anda trauma mendalam anda akan mampu mengurangi sakit rahasia, di mana hal itu datang setiap kali anda mengucapkan kisah anda itu. Dengan menuliskan masa lalu anda itu, anda akan menjadi lebih normal, lebih bisa didekati, dan lebih bisa diarahkan. Akhirnya anda mungkin bahkan menjadi lelah membicarakan tentang masa lalu yang pahit itu. Dalam hal mana anda mungkin menjadi lelah mengingatkan diri anda sendiri tentang itu dan melepaskannya.

Sebagaimana anda menulis autobiografi anda, maka setiap bagian harus diuraikan menjadi dua bagian. Harus ada satu bagian tentang apa yang terjadi pada kehidupan luar anda: kemana anda pergi, apa yang pernah anda lakukan, siapa yang pernah mempengaruhi dalam kehidupan anda, apa yang mereka pernah lakukan, dlsb. Lalu harus ada satu bagian lagi tentang apa yang telah terjadi dalam kehidupan internal anda untuk masa periode itu. Bertanyalah pada diri anda sendiri: bagaimana kejadian eksternal dalam kehidupan anda mempengaruhi anda secara internal? Apa yang paling penting bagi anda? Tentang apa yang paling telah anda pikirkan? Apa yang telah anda percayai? Bagaimana anda telah merasakannya? Bagaimana anda berkembang? Dll.

Kumpulkan Data Yang Tidak Anda Miliki 

Sekarang anda perlu berjalan menuju langkah berikutnya tentang proses pemecahan permasalahan dan
mengumpulkan data yang tidak anda miliki. Ini artinya tidak diperlukan mengungkap ingatan yang tertekan. Anda mungkin tidak memiliki satupun, dan pada rate apapun, ingatan anda bukanlah satu satunya sumber data dalam kehidupan anda. Ingatan orang-orang yang mengawasi anda tumbuh berkembang berisi bagian vital tentang informasi tentang diri anda.

Minta setiap orang yang anda kenal berkata kepada anda tentang anda. Lebih lama mereka telah mengetahui anda lebih dekat mereka terhadap anda lebih baik. Orang yang paling penting pada proses ini adalah orang-orang yang mengasuh anda. Minta mereka untuk mengatakan hal-hal yang tidak pernah
mereka katakan kepada anda sebelumnya. Minta keluarga luar anda mengatakan tentang anda tentang apa-apa yang tidak pernah dikatakan kepada anda oleh pengasuh-pengasuh anda. Lebih baik anda dapat mengerti mengapa keluarga anda mempunyai cara begitu lebih baik anda akan mengerti mengapa mereka memperlakukan anda dengan cara yang telah mereka lakukan, dan itu mungkin membantu anda membawa penutup terhadap isu-isu yang timbul dari bagaimana mereka memperlakukan anda.

Tidak ada orang secara langsumg mengumpulkan data tentang masa lalu anda. Kenyataannya, hanyalah yang secara langsumg melakukannya yang mengumpulkan data sebanyak mungkin. Hanyalah cara yang salah yang tidak cukup mengumpulkannya. Sehingga dapatkan sekreatip mungkin dalam mempelajari tentang diri anda sendiri. Ingat, akal anda seperti satu permata yang belum dipoles (permata yang bagus sekali). Setiap sisi yang anda memiliki banyak kegagalan yang rumit, dan sedikit orang (jika ada) telah melihat setiap sisi. Sehingga lebih banyak titik-titik yang menguntungkan anda dapat melihat diri anda dari nampaknya lebih anda akan melihat gambaran keseluruhan.

Pemakaian Formula

Sekali anda telah mengumpulkan sebanyak mungkin informasi tentang diri anda, anda perlu mensortir datanya. Ini adalah di mana para terapist professional dapat mempercepat kemajuan anda secara eksponen, dan jika anda dapat memberi terapi itu, maka autobiografi anda yang akan mempercepat lagi pekerjaan mereka semua.

Ada banyak formula untuk mengidentifaki pola pada pikiran manusia. Didalam mensortir data secara akurat tentang masa lalu anda, anda apakah butuh mempelajari sebanyak mungkin tentang psikologi atau temukan seseorang yang sudah mengerti tentang itu untuk membantu anda. Jika itu tidak praktis bagi anda untuk membayar proffesional, maka anda akan harus memakai kebiasaan dan/atau memperoleh sebanyak mungkin buku psikologi, jurnal-jurnal, vidio-vodio, dokumenter-domumenter, dlsb. Tetapi hati-hati terhadap kenyataan bahwa tingkatan ini tentang introspeksi akan mempunyai mau tidak mau dampak emosional yang sangat besar terhadap anda. Lebih banyak dukungan anda yang harus disepakati dengan pengaruh emosi, itu lebih aman dan lebih produktif perjalanan anda selanjutnya.

Di sini sedikit petunjuk untuk membantu anda memulai mengerti masa lalu anda.
  • Banyak dari apa yang telah terjadi terhadap anda pada masa lalu anda tidak penting. Sehingga anda perlu mengidentifikasi faktor-faktor yang paling penting dalam perkembangan anda. Coba mengidentifikasi setiap kejadian dalam kehidupan anda yang menyebabkan berubahnya pada pribadi atau struktur. Keprcayaan anda. Identifikasi setiap kejadian yang mempunyai pengaruh emosional yang emosioanal terhadap anda. Cobalah untuk mengerti mengapa kejadian-kejadian itu menimpa anda dan bagaimana/mengapa mereka mempengaruhi anda.
  • Analisa keluarkan pengasuh anda. jika anda pernah mempunyai kejadian traumatik yang terjadi pada masa lalu anda, mereka pada umumnya dengan pasti mempunyai satu dampak dramatis terhadap anda. Jelajahi dan keluarkan pikiran dan perasaan sekitar anda itu atau kecelakaan itu.
  • Jika anda berprilaku atau merasa abnormal seluruh waktu kehidupan anda, anda mungkin telah dilahirkan dengan dengan suatu keadaan mental yang abnormal. Jika anda mencurigai ini adalah masalahnya anda harus mencari bantuan proffesional untuk mengerti dan mungkin memperbaiki kondisi itu. Bagaimanapun itu harus dicatat bahwa beberapa kondisi mental yang abnormal seperti fungsi autisme tinggi tidak membutuhkan perusakan. Sehingga anda mungkin tidak perlu memperbaiki kondisinya, tetapi jika anda pernah menderita kesulitan karena anda pernah berpikir bahwa anda tidak okey untuk menjadi berbeda dan anda tidak dapat merubah diri anda sendiri, itu dapat membawa penutup terhadap keslitan anda dan sahkan cara anda tentang kehidupan untuk mempelajari bahwa anda memiliki kondisi mental yang abnormal.
  • Indentifikasi pola pada perilaku dan pikiran anda. Kita semua mempunyai perilaku dan pikiran, dan jika anda telah memiliki mereka diwaktu yang lalu dan belum mengidentifikasi mereka, maka anda memiliki mereka sekarang dan akan memiliki mereka di masa yang akan datang. Pola prilaku dan pikiran ini akan terus mengendalikan anda sampai anda mengerti apa mereka itu dan mengapa mereka di situ. Bagaimanapun, jika anda telah mengulangi pola ini hampir di seluruh kehidupan anda, anda mungkin mengambil mereka sebagai jaminan. Itu mungkin membantu anda mengidentifikasi pola anda dengan membandingkan perbedaan-perbedaan antara diri anda dan orang lain atau dengan orang lain menunjukkan mereka terhadap anda. 

Bertanya Pertanyaan Selanjutnya

Fase ke dua dari proses penyortiran data adalah menanyakan pertanyaan-pertanyaan berikutnya. Jika anda tidak menanyakan pertanyaan-pertanyaan tentang masa lalu anda, maka anda tidak membuat kemajuan. Jumlah jawaban yang anda dapati berbanding lurus secara langsung terhadap jumlah dari pertanyaan yang anda tanyakan. Sehingga bertanyalah sebanyak mungkin tentang pertanyaan yang dapat 
anda pikirkan untuk membantu mengiliminasi masa lalu anda.

Ketika anda sedang melakukan ini ingatlah bahwa anda tidak hanya masuk akal tentang kejadian-kejadian tersendiri. Tidak ada kejadian dalam kehidupan anda adalah sebuah pulau. Anda tidak hanya sedang bertanya, "Apa yang telah terjadi terhadap diriku, dan bagaimana aku telah merasakan tentang nya di hari berikutnya."

Pikirkan kembali terhadap analogi yang telah dibuat sebelumnya tentang bagaimana untuk menjadi sadar tentang kehidupan anda setelah masa bayi seperti sambil berjalan dalam tidur suatu jalan dan secara berangsur terbangun pada waktu ditengah jalan. Anda terus berjalan menuruni jalan yang sama itu sampai sesuatu menabrak anda dengan gaya yang cukup merubah jalan anda dengan inersia. Dan anda meneruskan menuruni jalan itu sampai gaya yang lain berlaku terhadap anda dan mendorong anda menuruni jalan yang lain.

Semuanya yang telah terjadi pada anda dalam masa lalu anda adalah akibat dari satu sebab. Anda perlu bertanya secara sitimatis apa penyebab pengalaman anda dan apa setelah itu akibatnya. Jika anda mengambil daftar tentang kejadian-kejadian dalam kehidupan anda di mana kepribadian anda dan struktur keyakinan telah berubah anda, seharusnya mampu menghubungkan serial tentang kejadian kejadian secara kronologis yang telah merubah anda dari siapa anda pada tahun pertama dari kehidupan terjaga anda kepada seseorang anda sekarang. Anda seharusnya mampu mengambil dua tahun pada masa lalu anda pada keadaan acak dan terangkan secara artikulasi bagaimana identitas anda pada kedua umur yang berbeda. Anda seharusnya juga mampu mengerti dan mencatat setiap langkah dan faktor yang menerangkan bagaimana identitas lebih muda anda berubah terhadap identitas lebih tua. Anda
tidak akan mampu melakukan itu tanpa menanyakan suatu pertanyaan pertanyaan.

Lakukan dan pakai proses yang sama untuk mengerti bagaimana keyakinan anda berevolusi. Juga, mengetahui itu semua keyakinan anda dipelajari apakah dari sumber eksternal, diciptakan oleh anda sendiri, atau belajar dari sumber eksternal dan dirubah oleh anda. Identitas di mana keyakinan anda datangnya, dan coba untuk mengingat jika anda telah mempelajari penyebab penyebabnya untuk keyakinan itu setelah anda menerima atau mengakui keyakinan itu. Jika itu bahkan permasalahannya, anda harus menanyakan secara kuat tentang keyakinan tertentu itu.

Pertanyakan Jawaban Anda

Jika anda mencoba mengerti masa lalu anda, anda akan kemungkinan mandapatkan suatu titik di mana anda merasa senang bahwa anda telah mendapatkan itu semua telah diuraikan. Itulah maksud tujuan di mana anda berhenti berkembang dan memulai mengambil kekeliruan sebagai jaminan lagi. Sehingga teruskan mempertanyakan jawaban anda. Kehidupan anda tergantung kepada nya.

Pakai Solusinya

Setiap langkah dalam suatu proses pemecahan masalah sejauh ini memiliki benar-benar hanya beberapa langkah pertama dari pemecahan satu masalah
 demikian besar. Semua yang benar-benar anda telah lakukan sejauh ini adalah mengumpulkan data. Jika anda memang benar-benar telah mengumpulkan semua datanya dalam suatu persamaan, maka jawabannya harus jatuh ke dalam tempat dengan mudah. Habiskan sebanyak mungkin waktu anda bisa kembali terhadap data yang telah anda kumpulkan dan pastikan bahwa anda memahami bagaimana semuanya dihubungkan, dan kemana tanda panah diarahkan. Ketika anda melakukannya anda akan melihat diri anda sendiri, dunia di sekitar anda, dan jalannya sebelum anda dianggap bersih. 

Saturday, January 04, 2020

TERLAMBATKAH KITA..?

UMUM

Aku jadi teringat apa yang diungkapkan oleh yang sekarang sudah menjadi mantan Menteri Pertahanan, Pak. Ryamizard ketika berkunjung ke Abu Dhabi tahun lalu. Beliau melakukan tatap muka dengan masyarakat Abu dhabi dan sekitarnya yang diprakarsai oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia di Abu Dhabi, tempatnya di Wisma Duta. Beliau mengatakan bahwa Indonesia tidak memiliki musuh. Negara tetangga tidak ada yang bermusuhan dengan Indonesia. Indonesia adalah negara cinta damai. Indonesia tidak ingin bermusuhan dengan siapapun dan siapapun tidak ingin bermusuhan dengan Indonesia. Beliau melannjutkan bahwa, beliau mendapatkan pujian dari banyak negara sampai Amerika Serikat sekali pun menyampaikan pujian ketika beliau menjelaskan bahwa Program Pertahanan Indonesia dititik beratkan pada keterlibatan Rakyat Semesta. Yaitu melatih masyarakat untuk msmakai senjata, sehingga ketika terjadi penyerangan, maka masa sudah siap untuk memakai senjata, masa akan dipersenjatai, sudah, tidak akan ada yang melawan kita. 

Ketika beliau selesai menjelaskan semua itu, kini tibalah giliran tanya-jawab. Dan aku pun diberi kesempatan. 

Sebenarnya di dalam pikiranku memberontak, marah mengatakan, mengapa orang seperti ini jadi Mentri Pertahanan. Orang sudah tua. Pensiunan tidak pernah masuk berita memberikan ceramah tentang pertahanan. Jalan sendiri saja sudah susah. Orang tidak punya konsep tentang pertahanan negara. Dan banyak lagi kata-kata yang ingin aku lontarkan karena program yang dijelaskan tadi aku pikir adalah program mundur ke belakang. Tetapi aku tetap harus menyimpan kemarahanku, kekecewaanku, apa lagi beliau seorang Menteri. Beliau adalah tamu Negara UAE. Beliau adalah orang yang sudah malang melintang di TNI, serta beliau adalah mantan seorang Jendral. 

Kini giliranku untuk bertanya dan mengungkapkan isi pikiran ku. Aku harus tetap namlak tentang,  emosiku terkendali. Apalagi ini di Wisma Duta. Begini Pak, demikian aku memulai. Apabila kita menganggap bahwa di sekitar atau tetangga kita itu adalah orang baik-baik, benar untuk apa kita harus memiliki senjata. Akan tetapi Indonesia adalah sebuah negara, negara besar lagi. Di bagian bumi yang lain banyak negara yang sengaja menciptakan permusuhan dengan tetangga mereka demi untuk memperkuat persenjataan mereka. Lihat Pakistan dan India, lihat Iran, lihat Israel dan lihat Korea Utara. Mereka menjadi kuat alat perang mereka karena mereka dihantui oleh musuh-musuh mereka yang siap datang kapan saja. Demikian pula kita. Kita jangan dininabobokkan oleh lingkungan, karena merasa kita tidak memiliki ancaman disebabkan kita merasa tidak ada musuh lau kita tidak mengembangkan senjata kita sendiri secara serius. Inilah poinnya. Kalau tidak ada musuh kita harus menciptakan musuh virtual agar kita bersemangat untuk memiliki senjata yang handal. Agar kita mengembangkan senjata kita sendiri untuk kepentingan pertahanan negara. Lupakan pujian orang luar dengan program mempersenjatai masa. Mereka itu memuji tetapi dalam hati mereka tertawa. Ini hebat kata mereka, kita sudah dapat dikalahkan tanpa harus mereka datang menyerang. Dengan demikian dipastikan bahwa mereka akan memuji kita. Yang perlu dibanggakan adalah, apabila program kita ditentang oleh mereka. Seperti negara-negara yang disebutkan di atas. Setiap program yang mereka buat akan di tentang oleh siapapun yang merasa tersaingi, karena mereka membuat cemas yang menentang. Jadi, kita harus dan wajib masuk ke dalam jalur perlombaan persenjataan. Di utara negara kita ada China, kanan ada Australia, dan kiri ada Malaisia.

Setelah acara tatap muka selesai, salah seorang bekas teman kuliah dan bekas rekan kerja di Surabaya dulu menyatakan, musuh virtual, ya..?, sambil melihat dengan lirikannya karena mukanya tidak menoleh ke arahku.

TERPERANJAT

Seperti yang ramai di berita saat ini. Kapal--kapal penangkap ikan China dengan pengawalan Coat Guard mereka telah dengan sengaja memasuki wilayah perairan ZEE Indonesia di daerah laut kepulauan Natuna, Laut China Selatan. Kita bisanya hanya mengusir mereka secara lunak. Saya katakan lunak karena menurut video yang beredar satuan Coast Guard kita meminta mereka untuk meninggalkan perairan kita melalui radio. Permintaannya tidak dibarengi dengan ancaman apabila tidak segera meninggalkan perairan kita. Bukan lagi penangkapan. Apalagi seperti yang pernah dilakukan sebelum ini terhadap kapal-kapal penangkap ikan setelah melalui pengadilan ditenggelamkan. 

Banyak reaksi yang telah dilontarkan di dalam negeri. Sampai-sampai Menlu Ibu Retno menyatakan bahwa kita harus bersikap tegas. Mengko Maritim, Pak Luhut mengakui bahwa kita memang kekuranganya kapal untuk melakukan patroli di Laut China Selatan daerah Kepulauan Natuna, laut yang cukup Luas. Artinya Pak Luhut sudah mengakui bahwa ada kapal-kapal asing yang memang telah memasuki perairan Natuna akan tetapi kita tidak bisa berbuat banyak dikarenakan kapal patroli dan insfrastruktur lainnya kurang memadai. Dan beliau mengusulkan untuk menambah lebih banyak kapal patroli dan kapal perang. 

Menhan saat ini P. Prabowo bahkan sekolah sudah menyerah melalui pernyataannya menyatakan bahwa, China adalah negara sahabat, maka kita harus cool saja. Ini menandakan bahwa, orang tertinggi di Kementrian Pertahanan seolah-olah mengatakan, biar saja kapal ikan China masuk perairan kita, melanggar hukum laut kita, toh mereka negara sahabat.  Ini adalah suatu ungkapan yang mencerminkan suatu ketidak berdayaan kita. Seandainya kondisinya dibalik. Kapal nelayan kita yang masuk ke teritorial laut milik China.

Tidak kalah garangnya adalah reaksi dari Wakil Komisi 1 DPR RI, kita harus tempur dengan diplomasi langkah terbaik dengan China. Demikian cetusnya. Ini juga telah menunjukkan ke tidak berdayaan kita sebagai suatu negara Besar dalam menghadapi pelanggaran lautnya oleh negara besar lainnya seperti China. Mereka semua sadar bahwa memang kita kurang memiliki kemampuan untuk paling tidak mempertahankan teritorial laut dari China. Tak seorangpun menyangka bahwa China akan menggoda Indonesia karena selama ini China merupaakan sahabat dekat Indonesia. Peristiwa ini membuat banyak orang terkejut dibuatnya.

RENCANA PERTAHANAN MILITER BAGAIMANA KE DEPAN?

Peristiwa masuknya kapal ikan dan klaim China atas Laut China Selatan yang masuk sampai ke dalam wilayah Indonesia bagaikan tamparan  tanpa sebab. Karena Selama ini hal demikian tidak pernah terjadi. Adanya klaim hanya sampai wilayah negara tetangga seperti Philipina, Vietnam dan lainnya. Berkaca pada peristiwa itu bagi IIndonesia  seharusnya menjadi suatu pelajaran yang sangat berharga. Yaitu mulai memikirkan strategi untuk memperbaiki pertahanan secara sungguh-sungguh. Modernisasi dengan mengandalkan sumberdaya dalam negri merupakan opsi yang wajib ditingkatkan. Apabila saat ini misalnya sudah ada, maka Pemerintah harus mulai merubah strateginya, sehingga pengembangan peralatan militer kita dapat lebih ditingkatkan. Terutama untuk memproduksi sendiri. Indonesia sebagai negara besar yang sudah merdeka hampir bersamaan waktunya dengan India, Pakistan,  Korea Selatan dan Korea Utara seharusnya setara dengan kemampuan mereka dalam teknologi perangnya. Ancaman dari manapun terutama dari negara tetangga jangan sampai diabaikan apapun alasannya. Mengembangkan teknologi perang merupakan suatu keharusan dan segera ditingkatkan apa yang sudah ada. Fokusnya bukan lagi untuk kebutuhan dijual lagi, tetapi untuk dipakai sendiri. 

Ada semacam pendapat baku yang beredar bahwa, kemajuan dan kekuatan ekonomi suatu negara tidak akan kuat apabila pertahanan  negara tersebut lemah. Katakanlah, China tetap ngotot dengan klaimnya dan mulai menempatkan angkatan perangnya di perairan kita yang mereka klaim. Dan Indonesia tidak bisa berbuat banyak. artinya teritorialnya sekarang diakupasi china. Tentu hal ini akan mengurangi kepercayaan investor asing terhadap Indonesia. Bahkan mungkin investor yang adapun akan mulai menarik diri juga.

Jadi, kita harus melupakan program untuk mempersenjatai penduduk, lebih baik dananya dipakai untuk mengembangkan teknologi perang. Ini akan berakibat menjadikan negara lain akan lebih segan, bahkan tidak akan melakukan gangguan walu negara China sekalipun.

END

Medio Abu Dhabi, 4 Januari, 2020

Saturday, August 11, 2018

POLEMIK S-U DAN M-A

UMUM

Jauh hari sebelum Pilpres 2019 dimulai dengan mulai masuknya para kandidat yang akan bertarung  ke renah Komisi Pemilihan Umum, KPU secara formal, genderangnya sudah nyaring berbunyi, genderang yang ditabuh oleh pihak-pihak yang sudah jauh-jauh yakin bahwa merekalah yang akan menjadi calon di  Pilpres ini. Sejalan dengan waktu semakin mendekat dimulainya rangkaian kegiatan Pilpres 2019, mereka seakan menjadi dua maskot atau maestro yang tidak pernah jeda dari pemberitaan, bahkan pebicaraan di Medsos, baik itu di Twitter, Facebook dan WatsApp ataupun berita online lainnya. Ini yang membuat massa sudah tidak  lagi mencari dan melihat tokoh alternatip lain untuk diajukan sebagai kandidat Calon Presiden (Capres) untuk Pilpres 2019 mendatang, walaupun ada beberapa nama bermunculan, akan tetapi kemunculan pemberitaan tentang nama mereka tidak lebih lama dari usia jagung di talun.

Kondisi di atas membuat massa lebih tetarik untuk mencari dan mengetahui siapa Calon Wakil  Presiden (Cawapres) dari dua maskot yang sudah dinobatkan sebagai Capres itu. Ada banyak daftar yang digadang oleh publik baik individu ataupun organisasi, baik itu berdasarkan hasil analisa masing-masing ataupun dari hasil simulasi  oleh lembaga survei. Mulai dari bekas Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, KPK sampai dengan Ketua Front Pembebasan Islam, FPI. Dari mantan pejabat sampai dengan pejabat aktip. Dari orang biasa sampai dengan ulama. Dari bekas penegak hukum sampai dengan bekas koruptor. Dari masyarakat sipil sampai dengan bekas TNI. Pokoknya hampir semua latar belakang terwakili. Namun nama-nama itu tidak pernah dipilih sampai sehari sebelum pendaftaran Capres-Cawapres ditutup oleh KPU.

MEMBANGUN KOALISI

Pilpres tentu tidak lepas dari tarik ulur partai-partai untuk  membangun koalisi,  tidak lepas dari pengalangan dan pelobian untuk koalisi para Partai. Ini sangat diperlukan selain untuk menjaring pemilih yang lebih banyak namun juga untuk memenuhi salah satu persyaratan untuk mengusung calon, pengusung harus memiliki minimum suara 20% dari hasil Pemilu yang lalu. Dari data yang ada, hanya PDIP yang berhasil mendapatkan suara lebih dari 20%, sedangkan yang lain semuanya dibawah 20%.  Hal inilah yang menyebabkan berkoalisi itu merupakan suatu keharusan. Kalau tidak, hanya PDIP yang dapat memenuhi syarat untuk mendaftarkan calon untuk Pilpres 2019 ini.

Sejak dini sudah dapat diprediksi kalau bukan dapat dikatakan diketahui bahwa,  Partai apa akan berkoalisi dengan Capres yang mana, walaupun ada beberapa Partai yang masih belum menentukan sikap tentang koalisi arah dukungan mereka, akan tetapi, dari statemen pengurusPartai-partai itu mudah untuk menebak tentang arah dukungan mereka. Dari sini sejak awal sebenarnya massa telah secara tidak sadar dibagi menjadi dua kubu, kubu kanan dan kubu kiri, atau depan dan belakang, atau kubu atas dan bawah, atau apalah terserah pembaca. Dua kubu itu saling berhadap-hadapan, pendukung mereka saling memuji jago-jago mereka dan saling merendahkan jago lawan. Para pendukung masing-masing sama-sama fanatiknya. Jangankan masih kelihatan hidup bebas, di dalam penjarapun misalnya, masih akan tetap di puji kalu dia adalah orang yang didukung.  Atau jangankan di dalam kurungan penjara,  hidup bebas di luar penjarapun akan tetap dibenci kalau sudah menjadi lawan. Kuatnya, baca kefanatikan dukungan terhadap Capres mereka bisa dikatakan sama kalau tidak melebihi kefanatikan terhadap agama yang mereka anut, hanya bentuknya saja lain.

Dikarenakan kefanatikan yang sudah semacam mendarah-daging sampai-sampai lupa bahwa seorang pemimpin suatu Negara itu seharusnya dihormati, bukan malah dilecehkan dengan meme-meme yang tidak menunjukkan rasa hormat, apalagi bagi yang bukan jadi pemimpin tertinggi Negara, tentu ujaran kebencian terhadapnya tidak kalah serunya. Banyak orang yang sudah lupa bahwa, politik itu adalah dapat menyeret pelakunya untuk berlaku kotor baik secara individu ataupun secara bersamaan. Orang politikus menyebut perilaku mengadumassa itu adalah sesuatu perbuatan yang wajar karena politik itu dinamis. Bahkan sampai ada hastag #2019GantiPresiden yang menggambarkan bahwa Presiden yang akan berkompetisi pada Pilpres 2019 sudah diminta untuk diganti padahal kampanye formal belum dimulai.

Bagi orang awam akan berpendapat, bahwa kalau keributan di media sosial isinya kebanyakaan hal-hal yang saling menghujat dan sejenisnya, berarti mayoritas penduduk itu memiliki karakter yang sama. Demikian pula sebaliknya. Atau, Calon yang mereka dukung tidak memiliki program yang dapat ditawarkan kecuali mencari kejelekan atau menjelekkan lawan politiknya.

Kembali ke topik koalisi, maka semua calon kandidat mulai merintis untuk membangun koalisi. Dari pihak petahana, perjuangan untuk menggalang koalisi lebih tenang bahkan mudah dibandingkan dengan yang akan melawannya di Pilpres nanti. Ini karena di dalam Pemerintahan petahana anggota mentri-mentrinya ada dari anggota partai.  Jelas dari sejak awal sudah dapat diprediksi siapa yang akan mendukung siapa. PDI-P, Nasdem, PPP, PKB, Hanura, Perindo, PSI, dan PKPI menjadi satu koalisi di pihak petahana, sedangkan Partai-parta sisanya (Gerindera, PKS, PAN, PD dan PBB) masih terus menjalin komunikasi tentang anggota koalisinya, walaupun Partai Gerindera dan PKS sudah saling mengikat untuk berkoalisi dalam Pilpres ini.

Sekarang dengan sisa waktu untuk mendaftarkan Capres dan Cawapres masih satu bulan, masih tersisa beberapa Partai yang belum menentukan arah koalisi mereka, mereka itu adalah PBB, PAN dan PD.  Partai-partai sisa ini dengan mudah publik menduga arah dukungan mereka,  terutama PBB, partai ini lebih kentara karena dari ucapan Ketumnya yang selalu memberikan kritik terhadap  kebijakan Pemerintah berkuasa, dan otomatis PBB berseberangan dengan Pemerintah yang sedang berkuasa sekarang. Artinya PBB seolah sudah memastikan akan masuk koalisi  sebagai lawan dari koalisi petahana. Hal itu terus berlangsung sampai dua minggu sebelum pendaftaran Capres dibuka oleh KPU, sedangkan PAN dan PD masih melakukan komunikasi dan lobi-lobi kepada kedua koalisi  yang ada. PD sudah seperti menjalin komunikasi lancar dengan pihak koalisi petahana sebelum secara tiba-tiba menarik diri untuk  tidak bergabung dan berniat untuk mendirikan koalisi sendiri. Hengkangnya PD ini membuat para pengamat sedikit mengernyitkan alis  mereka, karena PKB yang ngotot untuk menjadikan Ketumnya sebagai Cawapres akan menarik diri apabila tidak ditunjuk sebaagai Cawapres. Dengan keluarnya PD, maka akan membuka peluan berkoalisi menjadi koalisi  ketiga memasangkan kandidat masing-masing sebagai Calon, walaupun suara dari kedua Partai ini masih belum memenuhi syarat untuk mengusung kandidat sendiri.

Penjajakan koalisi dari dua sisa partai PAN dan PD terus berlangsung. Banyak yang menyatakan bahwa politik itu dinamais, bukan kejam. Penulis berpendapat kejam, kejam berarti sekarang lawan besok kawan yang penting kepentingan yang diingingkan dapat terpenuhi. Kalau dinamis berarti setiap saat akan berubah, tiada yang berjalan di tempat.

TENTANG WAPRES

Komitmen kedua maestro kandidat terkuat untuk mengumumkan wakil mereka masih sama kuatnya, mereka akan mengumumkannya di hari paling akhir sebelum pendaftaran diri mereka ke KPU sebagai kandidat Capres dan Cawapres ditutup. Hal ini yang membuat banyak kalangan berspekulasi, menunggu kemunculan para Cawapresnya. Ada yang memprediksi si A, ada yang memprediksi si B sampai dengan si  Z. Pada pokoknya semua digadang-gadang. Semua yang digadang adalah tokoh-tokoh dari berbagai latar belakang. Ada TNI, ada Polri, ada Ulama, ada Ekonom ada Ahli Hukum, ada juga yang berlatarbelakang kombinasi dari mereka.

Di samping itu, suasana politik masih jauh dari penurunan suhunya kalau buka justru kebalikannya. Partai apa akan ikut yang mana dipastikan akan mendapatkan komentar nada miring, sinis dari pihak yang berlawanan walaupun mendapatkan karpet merah dari sang pendukung. Salah satu partai calon koalisi di pihak luar Pemerintahan, PKS  mengusulkan 9 nama Cawapresnya untuk dipilih salah satu dari mereka sebagai Cawapres dalam koalisinya, kesemuanya merupakan anggota dari Partainya. Bahkan menurut pengusul, kader-kadernya itu merupakan harga mati. Ancaman PKS berbunyi, apabila tidak ada yang dipilih nanti akan bubar koalisinya. Juga tidak kalah runyamnya sebuah Partai lainnya, PAN yang belum menentukan arah koalisinya mengusulkan Ketua Pembinanya untuk dijadikan Calon Presiden, seseorang yang sudah malang-melintang di perpolitikan Tanah Air merupakan tokoh sentral kejadian Reformasi tahun 1998,  padahal Ketua Umum Partainya saja menginginkan untuk dirinya sendiri menjadi Cawapres.

Sementara di pihak petahana nama-nama Cawapresnya masih dirahasiakan kecuali jumlah nama yang telah dijaring. Itu ada sekitar 10 nama dari berbagai latar belakang. Tentu nama-nama itu kemungkinan besar merupakan nama-nama yang sedang ramai dibahas di Medsos, nama-nama yang diandai-andaikan oleh para pendukung dunia virtual. Ada dari ahli hukum, ada ahli agama Islam, pejabat gubernur, bupati, ketua umum partai koalisi, purnawirawan TNI bahkan dari  Polri. Sampai diadakannya pertemuan pertama yang dihadiri oleh Presiden petahana dan para Ketua Umum Partai, koalisinya partai ini masih menyisakan tanda tanya tentang siapa yang akan dipilih.  Akhir dari pertemuan itu menyimpulkan bahwa ada untuk sementara ada 5 Cawapres yang masih tersisa untuk dilakukan evaluasi lebih lanjut.

Di lain pihak, koalisi di luar petahana semakin jelas, PAN yang tadinya masih belum memutuskan walaupun dari gelagatnya akan bersama dengan koalisi di luar koalisi petahana sedang semakin mesra dengan koalisi oposisi. Sampai dilakukan suatu pertemuan antara para ulama yang berpihak kepada koalisi mereka dan mereka mengeluarkan "ijma" merekomendasikan bahwa Ketua Partai Gerindra direkomendasikan jadi Capres, hal ini seperti yang telah diduga banyak kalangan, dan Petinggi PKS dan seorang Penceramah Kondang sebagai Cawapresnya. Tarik-ulur terus berlangsung tentang siapa yang akan menjadi Cawapres dari koalisinya. PAN menginginkan si Penceramah Kondang, sedangkan PKS menginginkan dari kadernya sendiri yang telah masuk jaring "ijma" para ulama mereka.

Di tengah hangatnya penentuan Cawapres ini secara tiba-tiba PD yang sudah menutup harapan untuk berkoalisi dengan koalisi petahana, datang mellakukan komunikasi antara Ketumnya dengan Ketum Gerindra yang sekaligus sebagai Capres koalisi ini. Terakhir disepakati bahwa PD masuk koalisi ini. Di lain pihak PKS merasa curiga dengan kedatangan PD ini yang sebelumnya telah menjalin komunikasi dengan pihak koalisi petahana akan tetapi keluar lagi. Kecurigaan PKS ini bukan tanpa alasan karena Ketum PD sedang mempromosikan anaknya yang kebetulan sebagai Ketua Komandan satuan Tugas Bersama, Kogasma di PD untuk dijadikan Cawapres, seorang bekas anggota TNI yang mengundurkan diri karena mencalonkan diri menjadi Cagub DKI di Pilgub 2016 lalu namun gagal tidak masuk putaran kedua. PKS karena curiganya bahkan mengeluarkan ancaman bahwa apabila "ijma" ulama mereka tidak dilaksanakan, maka PKS sebaiknya akan berada di luar koalisi saja. Beberapa hari kemudian PKS mengancam lagi, kalau Cawapres yang dipilih berasal dari luar"ijtima" ulama, maka koalisi ini akan bubar.

Ketika gencar-gencarnya penentuan, diantara dua Cawapres oposisi antara seorang kader PKS  dan Pencermah Kondang hasil "ijma" tiba-tiba muncul  nama baru, dia seorang Wakil Ketua Pembina Partai Gerindra yang tadinya tidak pernah masuk dalam radar Cawapres mereka, ataupun diusulkan untuk menjadi Cawapres mereka. Tentu hal ini menjadikan amarah PD yang mengharapkan Putra dari Ketum mereka untuk dipilih. Kemelutpun memanas dan akhirnya PD mengambil langkah drastis memutuskan keluar dari koalisi oposisi. Mereka berujar mungkin akan membentuk koalisi baru. Suatu ujaran yang menyisakan peluang sangat kecil karena semua Partai sudah pada koalisinya masing-masing.

Keluarnya PD dengan amarah menjadikan bola panas berada di luar kedua koalisi tidak terkontrol. Ini yang menyebabkan lontaran pedas dari salah satu pengurus teras PD, Waka Sekjen PD kepada koalisi yang ditinggalkan dengan menyebut, Ketum Partai Gerindra sebagai "Jendral Kardus". Bukan itu saja, ia melontarkan ucapan bahwa PKS dan PAN menerima mahar 500 Milyar Rupiah agar menyetujui Cawapres yang baru diusulkan itu. Belakangan yang dimaksud "kardus" adalah, mudah ditekuk, lemah sebagai pemimpin walaupun dia bekas seorang berpangkat Jendral Angkatan Darat, tidak tegas dan semacamnya.

Suasana Sosmed berita electronik semakin memanas. Pihak koalisi oposisipun mengumumkan Cawapresnya, dialah Wakil Ketua Penasehat Partai Gerindra tanpa diikuti oleh PD yang sudah dianggap keluar dengan membawa emosi para pengurus teras dan mungkin para pendukungnya. PD akhirnya akan memutuskan esok harinya karena harus melakukan rapat dengan para anggota Petinggi Pengurus Pusat mereka sebelum memutuskan arah koalisinya. Seorang yang berlatarbelakang pengusaha mencampakkan ijma ulama yang merekomendasikan dua kandidat yang berlatarbelakang ulama. Dengan terpilihnya sosok yang sedang menjadi Wagub DKI ini membuat hancur leburnya semua prediksi para analisis perpolitikan Tanah air. Kini di pihak oposisi telah ada pasangan berlatar belakang Tentara dan Pengusaha.

Pihak koalisi petahana tidak kalah gentingnya, Presiden petahana akhirnya menyebutkan bahwa Cawapresnya nanti berinisial M. Tentu semua pandangan tertuju kepada seorang bekas Ketua Mahkamah Konstitusi yang ahli hukum, dan menurut kebanyakan khalayak adalah jujur serta memiiliki track record yang baik. Menurut pengakuan bekas Ketua MK itu setelah pengumuman Cawapres, bahwa ia telah dihubungi untuk mempersiapkan administrasi (CV dan bersih diri dari pidana) sehari sebelum pengumuman, dan pakaian seharusnya, lalu sore hari ketika akan dilakukan deklarasi pengumuman Cawapres agar mendekat ke suatu restoran bernama Restoran Plataran, Meneng. Seperti yang telah diminta, dia pun telah mendekat sambil menunggu panggilan dengan para pendukungnya, tepatnya di restoran Tesate, Menteng.

Di luar dari berita menyebutkan bahwa bekas Ketua MK itu akan dipilih oleh koalisi petahana, dan hal ini mendapatkan serangan dengan klaim bahwa dia bukanlah orang dari pengurus NU. Sampai Ketua PBNU pun menkonfirmasikan bahwa dia bukanlah atau belum pernah menjadi anggota NU. Ada ancaman bahwa apabila Cawapres yang dipilih bukan dari NU, maka PBNU akan menarik dukungannya terhadap Presiden petahana. Suasana panas itu bukanlah isapan jempol belaka. Lobi-lobi itu telah merubah haluan koalisi petahana dengan membatalkan pilihan awal terhadap bekas Ketua MK kepada Ketua MUI aktip yang juga sebagai Rais Aam NU. Bekas Ketua MK itu setelah diberitahu melalui telepon mengenai pembatalan untuk memilih dia sebagai Cawapres, langsung menuju mobilnya dan meninggalkan restoran Tesate menuju kantornya di MMD Institute Matraman, Jakarta untuk alasan bekerja sampai larut malam.

Pasangan dari petahana merupakan sosok dari ulama, sejak dari pendidikan rendah sampai pendidikan tinggipun sang Cawapres ini menempuh jalur pendidikan agama. Islam. Menjadikan beliau sebagai seorang kiai adalah jalur yang seharusnya, apalagi masuk dalam kepengurusan MUI.

Sementara di lain koalisi, PD masih akan memutuskan arah koalisinya yang akan diputuskan esok pagi hari setelah mengadakan rapat anggota pengurus Partai. Salah satu anggota koalisi petahana, Ketum Perindo mengeluarkan statemen bahwa lowongan bagi PD untuk bergabung ke koalisi petahana sudah tertutup. Tamparan ini tidak mendapatkan reaksi apapun dari  pihak PD. Ini merupakan tamparan keras dari koalisi petahana yang tidak mungkin untuk dibalas oleh PD yang sedang tidak punya arah. Dan PD-pun harus kembali  ke koalisi yang telah ditinggalkan sehari  sebelumnya, yaitu koalisi oposisi petahana.

Kini, Cawapres dan koalisi sudah tergambar. Masyarakat Indonesia akan sudah dapat memandang tentang siapa-siapa yang kemungkinan akan memimpin negara mereka sampai dengan tahun 2024 nanti, untuk itu bersiap-siaplah. Sebagai konsekwensi saat ini, Cawapres yang kebetulan sedang menjabat Wagub DKI akan mengundurkan diri dari jabatannya.

SPEKULASI PENULIS

Pemilihan Wakil Ketua Penasehat Partai Gerindra menjadi Cawapres koalisi oposisi memunculkan pertanyan banyak pihak. Secara sederhana adalah, apabila nanti pihak oposisi dapat memenangkan Pilpres 2019 ini, maka itu merupakan tujuan utama mereka. Akan tetapi apabila mereka kalah, lalu apa yang akan terjadi..?. Petanyaan itu sungguh sangat menarik untuk dicari jawabannya.

Sebagai Wagub DKI merupaakan jabatan yang cukup mentereng yang sangat susah untuk didapat. Melepaskan jabatan itu untuk menjadi Cawapres merupakan tantangan yang sangat tinggi. Akan tetapi ada kemungkinan apabila nanti dalam Pilpres ini mereka akan kalah, maka Ketum Gerindra yang sudah 5 kali ingin masuk jajaran kepresidenan baik sebagai presiden ataupun wakil presiden akan diprediksi turun tahta dari perpolitikan Indonesia. Kandidat yang dipandang mumpuni dari banyak hal adalah orang yang ditunjuk sebagai Cawapres saat ini. Inilah spekulasi penulis pikir yang mungkin akan terjadi nanti.

Di lain pihak, pemilihan Ketua MUI yang saat ini sudah berusia 73 tahun, merupakan sosok gaek yang mungkin terlalu tua untuk berkompetisi  lagi untuk periode kedua apabila dalam Pilpres kali ini dapat memenangkan pertarungannya. Untuk ukuran orang Indonesia pada umumnya, umur 73 tahun ditambah 5 tahun setelah melalui satu periode sebagai Wapres (apabila menang), merupakan usia yang sudah dikatakan tidak produktip lagi, ini apabila ditinjau dari segi fisiknya.

Dari pemilihan para Cawapres yang berakhir pada tikungan akhir itu nampaknya pemilihan Cawapres yang sudah tua merupakan strategi partai pengusung. Maksudnya, apabila dapat memenangkan pertarungan ini, maka jabatan yang dapat dilakukan paling lama adalah satu periode saja, dengan demikian, nanti akan harus dipilih kandidat baru mengingat petahana sudah menyelesaikan dua periodenya dan tidak dapat mencalonkan diri sebagai Capres lagi. Walaupun spekulasi ini terlalu dangkal, mengingat semua partai akan memandang bahwa, Pilpres nanti ya urusan nanti, sekarang yang penting menang dulu, untuk itu dipilih Ketua MUI dengan harapan dapat mendulang suara yang tadinya anti terhadap petahana yang dipandang telah mengkerdilkan umat Islam. Dengan dipilihnya Ketua MUI akan menjawab dengan bukti bahwa koalisi petahana bukanlah koalisi yang menomer duakan umat Islam, akan tetapi sebaliknya.

PASKA PENDAFTARAN KE KPU

Banyak orang dan analisis tidak menduga bahwa pilihan Cawapres dari kedua koalisi demikian asing. Mereka memilih seseorang masing-masing yang tidak populer. Akan tetapi politik seperti membuat orang dikejutkan dengan sengatan aliran arus listrik.  Tdak jarang ada banyak cercaan dan juga banyak pujian. Di pihak petahana, Ketua MUI itu adalah biang kerok keluarnya fatwa MUI yang  menyebut bahwa mantan Gubernur DKI yang masuk penjara adalah penista agama. Oleh karena Fatwa MUI itu sang Gubernur dikalahkan karena isu-isu menistakan Agama Islam. Dan karena Fatwa MUI itu si mantan Gubernur DKI itu masuk penjara selama dua tahun. Ironisnya, para pendukung bekas Gubernur DKI itu merupakan pendukung petahana sekarang,  akan tetapi mereka sekarang dihadapkan pada kenyataan, orang yang didukung malah memilih bekas orang yang dianggap menjadi biang kekalahan dan masuk penjara mantan Gubernur pujaannya.

Lain halnya dengan penunjukan Cawapres koalisi oposisi. Mereka dihadapkan pada pelanggaran 'ijtima' ulama mereka. Ini menyebabkan para ulama mereka terdiam melihat kenyataan bahwa "ijtima" mereka tidak dipakai. Sampai selesainya tulisan ini hanya ada statemen dari Ketua FPI bahwa, diperlukan "ijtima" ulama jilid-2 untuk menentukan sikap mereka terhadap dukungan mereka kepada koalisi oposisi. Akan tetapi ini bukan berarti membuka jalan untuk mendukung koalisi petahana, sang Ketua mengatakan bahwa, hukumnya haram untuk mendukung koalisi petahana.

Baiklah.., sebaiknya kita lihat nanti, mari ditunggu, mengingat masyarakat Indonesia pada umumnya adalah masyarakat pemaaf, atau mungkin pelupa, sedangkan Pilpres masih kira-kira delapan bulan lagi dari sekarang.

END.

Medio Abu Dhabi 11 Agustus, 2018


Saturday, June 02, 2018

ARTI SILA-SILA PANCASILA MENURUT AKU

UMUM

Banyak orang yang tidak memahami bahkan tidak mengetahui tentang arti dari sila-sila sesungguhnya yang terdapat di dalam Pancasila, walaupun mereka telah menghafalkan dari bunyi sila-sila itu. Ini dapat dimahlumi karena apa yang tersurat pada sila-sila itu merupakan kalimat simbul dan disimbulkan pula oleh gambar-gambar terhap mereka. Mereka memiliki makna yang tidak sembarangan pengartiannya berdasarkan kepada kalimat itu saja, melainkan harus melihat atau ditinjau pula dengan komponen yang ada di dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia secara keseluruhan.


Ketika jaman Orde Baru (Orba) berkuasa, sila-sila itu pernah diartikan menjadi butir-butir sila dari Pancasila. Badan yang bertanggungjawab pembuat arti itu dinamakan BP7, yaitu Badan Pembina Pendidikan Pelaksanaan Penghayatan dan Pengamalan Pancasila. Namun, pada tahun 1998 setelah terjadinya reformasi yang menumbangkan Orba, maka TNI, Tentara Nasional Indonesia yang merupakan pennyangga utama Orba harus masuk barak kembali, dan sekaligus BP7 yang dianggap identik dengan alat propaganda Orba dibubarkan. Pembubaran itu dimaklumatkan di dalam TAP MPR No. XVIII 1998.


Sekarang ada badan baru yang dinamakan BPIP, yaitu Badan Pembinaan Idiologi Pancasila, tentu kerjanya kemungkinan sama dengan BP7 waktu silam. Nampaknya badan baru ini perlu dibentuk setelah ditengarai banyak orang yang sudah tidak lagi tertarik untuk mengetahui lebih dalam lagi tentang Pancasila, atau bahkan ada banyak kejadian-kejadia di masyarakat yang bahkan tidak sejalan atau mungkin bertentangan dengan isi sila-sila Pancasila. Untuk itulah melalui Keputusan Presiden dibentuklah  badan khusus yang disingkat dengan BPIP. Disebutkan dalam Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2018 itu bahwa BPIP memiliki tugas seperti berikut ini:



  • BPIP mempunyai tugas membantu Presiden dalam merumuskan arah kebijakan pembinaan ideologi Pancasila, melaksanakan koordinasi, sinkronisasi, dan pengendalian pembinaan ideologi Pancasila secara menyeluruh dan berkelanjutan.
  • BPIP juga bertugas melaksanakan penyusunan standardisasi pendidikan dan pelatihan, menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan, serta memberikan rekomendasi berdasarkan hasil kajian terhadap kebijakan atau regulasi yang bertentangan dengan Pancasila kepada lembaga tinggi negara, kementerian/lembaga, pemerintahan daerah, organisasi sosial politik, dan komponen masyarakat lainnya.
BP7
  
Seperti yang disebutkan di atas bahwa BP7 merupakan Badan yang bertanggungjawab terhadap pengimplementasian sila-sila Pancasila terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara. BP7 telah menjabarkan dari lima asas dalam Pancasila dijabarkan menjadi 36 butir pengamalan, sebagai pedoman praktis bagi pelaksanaan Pancasila.

Butir-butir Pancasila ditetapkan dalam Ketetapan MPR No. II/MPR/1978 tentang Ekaprasetia Pancakarsa.

Sila pertama: Ketuhanan Yang Maha Esa. Dari sila ini dijabarkan menjadi empat butir antara lain:
  1. Percaya dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.
  2. Hormat menghormati dan bekerjasama antar pemeluk agama & penganut-penganut kepercayaan yang berbeda-beda, sehingga terbina kerukunan hidup.
  3. Saling hormat-menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya.
  4. Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan kepada orang lain.
Sila kedua: Kemanuasian Yang Adil Dan Beradab. Dari sila ini dijabarkan menjadi delapan butir antara lain: 
  1. Mengakui persamaan derajat, persamaan hak dan persamaan kewajiban antara sesama manusia.
  2. Saling mencintai sesama manusia.
  3. Mengembangkan sikap tenggang rasa.
  4. Tidak semena-mena terhadap orang lain.
  5. Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
  6. Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.
  7. Berani membela kebenaran dan keadilan.
  8. Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia, karena itu kembangkan sikap hormat-menghormati dan bekerjasama dengan bangsa lain.
Sila ketiga: Persatuan Indonesia.  Dari sila ini dijabarkan menjadi lima butir antara lain:
  1. Menempatkan kesatuan, persatuan, kepentingan, dan keselamatan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan.
  2. Rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara.
  3. Cinta Tanah Air dan Bangsa.
  4. Bangga sebagai Bangsa Indonesia dan bertanah Air Indonesia.
  5. Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa yang ber-Bhinneka Tunggal Ika.
Sila keempat: Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan. Dari sila ini dijabarkan menjadi tujuh butir antara lain:
  1. Mengutamakan kepentingan Negara dan masyarakat.
  2. Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain.
  3. Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.
  4. Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi semangat kekeluargaan.
  5. Dengan itikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil musyawarah.
  6. Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur.
  7. Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggung-jawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia serta nilai-nilai kebenaran dan keadilan.
Sila kelima: Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Dari sila ini dijabarkan menjadi duabelas butir antara lain: 
  1. Mengembangkan perbuatan  luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan gotong-royong.
  2. Bersikap adil.
  3. Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.
  4. Menghormati hak-hak orang lain.
  5. Suka memberi pertolongan kepada orang lain.
  6. Menjauhi sikap pemerasan terhadap orang lain.
  7. Tidak bersifat boros.
  8. Tidak bergaya hidup mewah.
  9. Tidak melakukan perbuatan yang merugikan kepentingan umum.
  10. Suka bekerja keras.
  11. Menghargai hasil karya orang lain. 
  12. Bersama-sama berusaha mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial.
BPIP

Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menyebut ada 5 tantangan utama untuk membumikan ideologi Pancasila. Kelima hal itu diungkap dalam konferensi pers memperingati Hari Lahir Pancasila 1 Juni.

Anggota BPIP Zuly Qodir mengatakan, tantangan pertama muncul dari aspek sejarah. Menurut Zuly, masih banyak kesimpangsiuran mengenai pemahaman dan lahirnya Pancasila. Hal itu disebut kerap menciptakan kegaduhan politik.

"Bukti konkretnya adalah persoalan adanya kelompok yang berkehendak mendirikan negara Indonesia bukan berdasarkan Pancasila, tetapi agama dan bentuk kekhilafahan. Karena itu kami menyusun naskah otentik terkait [kelahiran] Pancasila," ujar Zuly di Kantor BPIP, Jakarta, Kamis (31/5/2018).

Tantangan kedua adalah berkembangnya pemahaman eksklusif di tengah masyarakat. Menurut Zuly, sifat ekslusif itu membuat kelompok-kelompok tertentu terpinggirkan dalam kehidupan sehari-hari.

Tidak inklusifnya masyarakat juga berdampak pada minimnya pengakuan terhadap kelompok-kelompok yang beragam. Pada akhirnya, hal itu menimbulkan rasa ketidakpercayaan satu sama lain.

"Ketiga, kesenjangan dan keadilan sosial. Tidak boleh terjadi penguasaan ekonomi hanya oleh segelintir atau sekelompok orang. Semua warga harus mendapat akses ekonomi dan kesejahteraan," ujar Zuly.

Keempat, minimnya keteladanan bagi masyarakat saat ini. BPIP menganggap keteladanan Pancasila tak terekspose karena tertutup gaduhnya politik dan berbagai kepentingan ideologi lain di luar Pancasila.

Terakhir, Zuly menyebut belum adanya pelembagaan praktik kebajikan Pancasila. Hal itu menyebabkan banyaknya kebijakan yang tumpang tindih dan tindak sinkron.

"Kurang disadarinya pemahaman nilai pancasila. BPIP maka hendak membuat peta jalan pembumian Pancasila," ujarnya.


Pancasila Menurut Aku

Aku bukanlah orang yang ahli tentang Pancasila, yang aku tau Pancasila merupakan Dasar Negara Indonesia. Sejak kecil aku harus menghafalkannya, itu untuk menjawab setiap pertanyaan yang akan diajukan oleh guruku, baik secara lisan ataupun melalui ulangan pada kertas ulangan.


Ketika aku mulai bekerja, aku harus mengikuti suatu program yang namanya Penataran P4, Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila. Sebagai salah satu karyawan BUMN, aku tidak boleh tidak untuk mengikuti program Pentaran P4 itu sebanyak minimum 25 jam tatap muka di dalam kelas bersama beberapa rekan sejawat di perusahaan tempat aku bekerja. Lagi-lagi, program itu diakhiri dengan ujian tulis. Bagi siapa yang lolos akan mendapatkan piagam lulus 25 jam Penataran P4. Dan bagi mereka yang tidak lolos, maka mereka harus mengulanginya sampai menjadi lolos. 


Ribut-ribut masalah Pancasila membuat aku ingin mempelajarinya kembali. Walaupun aku pernah mempelajarinya tetapi itu tadi, agar aku mampu menjawab apabila ada suatu pertanyaan, itu saja, selain itu tidak ada. Inilah alasanku mengapa aku ingin mengartikan Pancasila menurut aku sendiri, agar aku dapat memahami isi dari setiap sila dalam Pancasila sesuai dengan alam pikiranku, tujuannya agar aku benar-benar memahaminya, serta sasarannya agar aku tidak akan melupakan lagi apa makna sila-sila di dalam Pancasila itu.


Sila pertama: Ketuhanan Yang Maha Esa


Tentu, hampir semua pembaca akan menyetujui bahwa yang dimaksud dengan Ketuhanan Yang Maha Esa di sini adalah, percaya kepada Tuhan Yang Satu, ataukah bermakna percaya kepada Tuhan Yang  Tunggal. Akan tetapi kalau kita lihat tentang macam-macam agama dan kepercayaan yang dianut oleh anggota masyarakat Indonesia, tentu maksud atau makna sila bahwa Tuhan itu satu tidak berlaku. Karena di Indonesia ada orang atau kelompok maasyarakat yang mempercayai lebih dari satu Tuhan.

Lalu bagaimana dengan Tuhan Yang Maha Tunggal?. Makna tunggal bukanlah bermakna satu yang bersifat angka, tunggal adalah suatu kesatuan yang utuh yang dapat terdiri dari satu atau lebih zat, akan tetapi menyatu menjadi tunggal. Ini sesuai dan yang  dipakai bagi yang percaya pada banyak tuhan, apalagi satu tuhan. Mungkin pemaknaan ini yang lebih realistis bagi kehidupan beragama di Indonesia. Namun apakah demikian makna Tuhan Yang Maha Esa itu..?


Untuk menjawab pertanyaan itu sebaiknya Tuhan harus dikenali terlebih dahulu.


Esa secara harfiah menurut kamus yang banyak dipakai memang berarti satu atau dapat juga berarti tunggal.  Namun, yang dinobatkan sebagai Tuhan itu adalah Dia Yang Maha Segalanya, dan termasuk juga Dia Yang Maha Abadi tanpa awal dan akhir. Jadi, menurut hemat penulis arti "esa" pada sila pertama dalam Pancasila itu adalah segalanya yang melekat sebagai sifat Tuhan.


Sila kedua: Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab 


Apapun yang berhubungan dengan kemanusiaan adalah sesuatu yang berhubungan dengan Hak Asasi Manusia (HAM). Arti ini jauh lebih mengena untuk sila ini, sehingga bunyinya setelah dimaknai akan menjadi, Menjamin Hak Asasi Manusia Yang Adil Dan Beradab. Artinya bangsa Indonesia harus menjunjung tinggi tentang HAM, sehingga setiap manusia Indonesia harus mendapatkan dan diperlakukan secara adil sesuai dengan adab kebiasaan yang berlaku di Indonesia, baik laki-laki ataupun perempuan, baik tua ataupun muda, dan lain sebagainya. Adil di sini berarti suatu keadilan yang berhubungan saling hormat menghormati antar sesama dan seluruh anggota masyarakat Indonesia memiliki kedudukan yang sama di depan hukum. Sedangkan beradab adalah sesuai dengan budaya bangsa.


Sila ketiga: Persatuan Indonesia


Sila ini sangat jelas menggambarkan bahwa keberagaman komposisi dari masyarakat Indomesia baik suku, agama dan golongan semuanya merupakan satu kesatuan yang harus tetap bersatu untuk kepentingan Indonesia. Bersatu dalam memperjuangkan cita-cita Indonesia. Bersatu dalam menghadapi setiap ancaman yang akan merusak Indonesia.


Sila keempat: Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan


Sila ini memberikan gambaran tentang tatacara dalam melangsungkan kenegaraan yang berhubungan dengan pengaturan kemasyarakatan/bermasyarakat. Di situ harus dijunjung tinggi pendapat semua rakyat yang telah diwakilkan kepada yang disebut "Yang Dipimpin Oleh Hikmat" yang akan selalu melakukan suatu musyawarah di dalam menentukan suatu kebijaksanaan bernegara sampai menemukan suatu kemufakatan. Rakyat harus sudah mempercayakan diri kepada wakil mereka yang telah mereka pilih (biasanya melalui Pemilu) untuk menentukan arah kebijaksaan dalam bernegara. 


Di atas tentu sudah ada aturan main yang telah disepakati misalnya Undang-Undang Pemilu yang merupakan hasil dari musyawarah mufakat para wakil rakyat yang telah terpilih. 


Sila kelima: Keadila Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia


Ada pertanyaan, mengapa kok bukan keadilan ekonomi bagi seluruh rakyat Indonesia..?


Jawabannya sederhana, karena sosial mencakup di dalamnya ekonomi, walaupun belakangan dalam ilmu kedua bidang itu dipisah sendir-sendiri, namun pada prakteknya keduanya merupakan "dwi tunggal". Karena status sosial sangat berhubungan dengan keadaan ekonomi. Pada umumnya, apabila seseorang ingin memiliki kedudukan sosial yang baik, maka yang harus dilakukan adalah memperbaiki keadaan ekonominya. Sehingga yang dimaksud dengan Keadilan Sosial utamanya Keadilan Ekonominya. 


Karena keadilan secara hukum sudah dicakup oleh sila kedua. Untuk itu sila kelima ini simbulnya adalah gambar padi dan kapas yang melambangkan suatu kebutuhan pendukung berupa makanan (padi) dan kenyamanan hidup (kapas). 


END.  Medeo Abu Dhabi, tanggal 8 Juni, 2018.