Sunday, April 06, 2025

KHOTBAH JUM'AT 17-01-2025: JANGANLAH MELALAIKAN ANAK-ANAK KALIAN

Khotbah Pertama:

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah. 

Marilah kita senantiasa berupaya meningkatkan rasa syukur kita kepada Allah dengan senantiasa istiqamah dalam takwa, dalam melaksanakan segala perintah Allah dan sunnah-sunah Nabi-Nya, menjauhi segala larangan-Nya dan tidak berbuat maksiat dan durhaka kepada-Nya dan marilah kita selalu tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah Swt dengan sebaik-baik takwa. 

Jama’ah Kaum Muslimin Rahimakumullah. 

Sesungguhnya kelalaian adalah salah satu penyakit yang berbahaya, kebiasaan yang buruk, dan perilaku yang memalukan yang merasuki ke dalam diri individu dan melemahkan semangat. Kelalaian bagi keluarga itu dapat merusak pondasi. Tidakkah kalian mengetahui apa kelalaian yang dimaksud?

Kelalaian yang dimaksud di antaranya adalah kelalaian dalam melaksanakan tugas, kemalasan dalam memenuhi kewajiban, dan keengganan dalam memikul tanggung jawab serta pelanggaran terhadap janji dan amanah. Sebagaimana firman-Nya: ا

 “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanah kepada pemiliknya….” (QS. An Nisa: 58). 

 Hendaklah kita berlindung kepada Allah Swt dari kelalaian, karena kelalaian tidak akan masuk ke dalam sesuatu kecuali akan merusaknya dan tidak ada satu perkara apapun kecuali ia akan merusaknya. Dikatakan bahwa:

Lalai satu jam, maka akan merusak usaha satu tahun.” 

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah. 

Di antara bentuk kelalaian yang paling berbahaya, merugikan, dan berdampak buruk adalah orang tua yang menelantarkan anak-anaknya. Tidakkah mereka tahu bahwa anak-anak adalah amanah yang ada di pundak mereka? Dalam kitab Ihya ‘Ulumuddin para ulama telah berkata:

Anak-anak adalah amanah bagi kedua orang tuanya. Jika ia dibiasakan dengan kebaikan dan diajarkan kebaikan, niscaya ia akan tumbuh bersamanya dan bahagia di dunia dan akhirat. Dan kedua orang tuanya adalah sahabat baginya dalam pahala dan balasannya. Akan tetapi, jika ia dibiasakan dengan kemungkaran dan kelalaian, maka ia akan sengsara dan bebannya akan berada di pundak kedua orang tuanya.” 

Dan di antara bentuk kelalaian yang paling besar dari orang tua kepada anak-anaknya adalah kelalaian dalam mengajarkan agama kepada anak-anaknya sehingga anak-anak tumbuh menjadi orang-orang yang lalai dalam beribadah kepada Tuhannya, tidak taat kepada Penciptanya dan tidak peduli terhadap shalatnya. Allah Swt berfirman: 

Perintahkanlah keluargamu melaksanakan salat dan bersabarlah dengan sungguh-sungguh dalam mengerjakannya….” (QS. Thoha: 132) 

Rasulullah saw bersabda:  

Ajarkanlah anak-anak kalian shalat.” 

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah. 

Dalam shalat, perilaku mereka akan disempurnakan, jiwa mereka akan dibersihkan, dan derajat mereka akan terangkat. Hendaklah orang tua tidak abai dalam mengajarkan anak-anaknya shalat atau beribadah kepada Tuhannya. Hendaklah para orang tua senantiasa mengingatkan anak-anaknya untuk shalat ketika waktunya tiba. Ajarkan mereka hukum-hukum dan tata cara bersuci, serta mengajaknya untuk sama-sama melakukannya. Hendaklah orang tua tidak pernah bosan dalam memperingatkan anak-anaknya hingga yakin bahwa mereka telah menjaga shalatnya, karena sesungguhnya hal itu merupakan keberuntungan di dunia dan di akhirat. Umar bin Khattab pernah berkata:

Sesungguhnya perkara yang paling penting menurutku adalah sholat, barangsiapa yang menjaganya dan memeliharanya, maka berarti ia telah menjaga agamanya, dan barangsiapa yang menyepelekannya, maka amalan lainnya akan lebih disepelekan.” 

Jama’ah Kaum Muslimin Rahimakumullah. 

Sungguh mengherankan jika kedua orang tua lalai dalam memantau prestasi belajar anak-anaknya dan tidak berusaha untuk mengajarkan mereka tentang Al Qur’an dan bahasa para pendahulunya yang mana dengannya akal mereka akan menjadi cerdas dan ucapan mereka menjadi jelas. 

‘Ibaadallah. 

Dan di antara bentuk kelalaian terhadap anak adalah tidak mendorong mereka untuk menginvestasikan waktu dan memanfaatkan masa-masa terbaik mereka dalam hidupnya. Melewatkan dan meninggalkan mereka selama berjam-jam, serta membiarkannya bermain perangkat elektronik tanpa kontrol atau pengawasan, sehingga komunikasi mereka menjadi lemah, kepribadian mereka berpotensi menjadi tidak baik, interaksi mereka dengan keluarga menjadi berkurang, dan berpotensi terpengaruh oleh konten yang tidak sesuai dengan usia mereka, sehingga hal tersebut menjadikan moral mereka menjadi rusak. Oleh karena itu, mari lindungi anak-anak kita dari bahayanya bermain perangkat elektronik. Bimbing dan awasi mereka dalam penggunaannya. Libatkanlah mereka pada kegiatan yang dapat mengembangkan pikiran dan menumbuhkan tubuh mereka, karena jika kita mengabaikan mereka hari ini, maka akan mengakibatkan kerugian di masa mendatang. Selain itu, di antara melalaikan anak adalah ketika orang tua tidak membimbingnya dalam memilih teman, karena memilih teman adalah keputusan yang hendaknya diambil antara anak dengan keluarganya. Maka hendaklah sebagai orang tua, kita kenali teman-teman anak kita, dan jangan biarkan mereka bergaul dengan teman-teman yang buruk. Teman yang buruk akan mengisi pikiran anak-anak kita dengan informasi palsu dan ide-ide yang merusak yang menuntunnya ke arah penyalahgunaan narkoba, kehancuran, dan penyesalan. Rasulullah saw bersabda: 

Seseorang itu akan mengikuti agama temannya, karenanya hendaklah salah seorang diantara kalian mencermati kepada siapa ia berteman.” (HR. Abu Daud dan At Tirmidzi)  

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah.

Hendaklah kita sebagai orang tua tidak lalai dalam menanamkan nilai-nilai kebaikan kepada putra-putri kita. Mari kita didik mereka dengan akhlak yang mulia, baik dalam beragama maupun bermasyarakat. Mari kita didik mereka agar menghormati para pemimpinnya, cinta dan setia kepada negaranya, serta bertanggung jawab atas rumah mereka. Mari kita memohon kepada Allah Swt, semoga Allah Swt menganugerahkan kita dengan anak-anak yang sholeh dan menjauhkan kita semua dengan kelalaian. Ya Allah anugerahkanlah kami semua kemudahan untuk patuh kepada-Mu, patuh kepada Rasul-Mu Muhammad dan patuh kepada orang yang Engkau perintahkan untuk kami patuhi. Sebagaimana Firman-Mu: .... 

Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad), dan Ulil Amri (pemegang kekuasaan) di antara kamu”. (QS. An Nisa ayat 59) 

Khotbah Kedua:

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah. 

Sesungguhnya salah satu hal yang paling berbahaya bagi kesehatan jiwa putra-putri kita adalah mengabaikan kebutuhan emosional mereka, di mana anak-anak sangat membutuhkan kehadiran kita selaku orang tua yang membuat mereka merasa dikelilingi dengan kasih sayang dan rasa aman. Sebagaimana teladan nabi Muhammad Saw yang selalu mengikutsertakan Hasan dan Husain bersamanya dan mendoakan mereka 

Ya Allah! aku mencintai mereka berdua, maka cintailah keduanya” (HR. Ahmad) 

‘Ibaadallah. 

Betapa banyak anak yang kehilangan rasa percaya dirinya, terjerumus dalam lingkaran gangguan psikologis dan masalah sosial, serta mulai mencari perhatian di luar rumah akibat dari kelalaian dan ketidakpedulian orang tua terhadap perasaan dan emosional mereka. Betapa banyak anak yang kehilangan rasa percaya dirinya karena tidak adanya penghargaan atas prestasi mereka atau perhatian terhadap masalah yang sedang mereka hadapi. Maka untuk menghindari hilangnya percaya diri atas mereka, hendaklah berikan perhatian terhadap anak-anak, berikanlah cinta kita kepada mereka, dan berikanlah sebagian besar waktu kita dan sebagian besar perhatian kita kepada mereka. Hendaklah tidak menyerahkan tanggung jawab penuh kepada asisten rumah tangga, karena hal tersebut akan melemahkan hubungan anak-anak dengan orang tuanya, yang menyebabkan mereka memperoleh kebiasaan aneh dan menjadi dosa bagi kedua orang tuanya. Rasulullah Saw bersabda: 

Seseorang itu sudah cukup dikatakan sebagai pendosa jika ia menelantarkan orang-orang yang menjadi tanggungannya.” (HR. Ahmad) 

Jama’ah Kaum Muslimin Rahimakumullah. 

Sebagai orang tua, mari kita menjadi pribadi yang lebih bertanggung jawab, menjadi sahabat bagi anak laki-laki kita, dan menjadi teladan baginya, baik dalam kedudukan, kemuliaan, dan tanggung jawab terhadap keluarga dan rumah tangga, serta dalam mengelola harta. Hendaklah kita tidak melalaikan dan mengabaikannya. Jangan sampai ia tumbuh jauh dari nilai-nilai kewibawaannya. Rawatlah ia agar dapat menjadi penguat dan penopang bagi kita, keluarganya, tanah airnya. 

Hendaklah kita juga tidak mengabaikan anak perempuan kita. Hendaklah kita menjadi pendamping dan sahabatnya, berikanlah dia pelukan dengan penuh kasih sayang dan kelembutan. Tanamkan padanya nilai-nilai kesederhanaan dan rasa hormat. Ajari dia perilaku yang baik dan bertanggung jawab. Persiapkanlah dia menjadi seorang perempuan yang peduli dan menjadi istri yang penyayang. 

Dan hendaklah tiada seorangpun warga masyarakat yang melalaikan tanggung jawabnya terhadap anak-anak, karena tanggung jawab tersebut merupakan tanggung jawab bersama yang dipikul oleh orang tuanya di rumah, guru-guru di sekolah, masjid dan masyarakat lainnya yang semuanya bertanggung jawab atasnya. 

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah.

Demikian khutbah singkat yang dapat kami sampaikan, mudah-mudahan dapat bermanfaat bagi kita semua, terutama bagi diri kami dan jama’ah sekalian. Semoga kita tetap di dalam golongan hamba-hamba Allah yang sholeh. 

MA Solo, 17/01/2025

No comments: