Saturday, March 14, 2026

PASRAH DAN IKHLAS, APA BEDANYA?

 UMUM

Tentu antara "pasrah" dan "ikhlas" itu merupakan dua kata yang memiliki arti yang berbeda. Terkadang untuk memaknai perbedaan mereka itu bukanlah hal yang mudah. Untuk memperjelas arti ataupun makna dari kedua kata itu, penulis mencoba untuk mencari difinisi mereka, sehingga dalam penggunaan dalam ucapan ataupun untuk mempraktekannya lebih menjadi terarah. Penulis akan mencoba untuk menjelaskan sesederhana mungkin dan sependek mungin dengan mengambil contoh hal-hal yang selalu atau biasa dilakukan kita di setiap harinya.

PASRAH

Menurut yang terdapat beredar sesuai dengan difinisi dari mesin pencari Google; Pasrah adalah sikap mental berserah diri secara total kepada Tuhan atas hasil akhir setelah melakukan usaha secara maksimal (tawakal). Ini bukan tanda menyerah atau berdiam diri tanpa tindakan, melainkan mengakui keterbatasan manusia dan menerima hasil dengan lapang dada serta ikhlas. Pasrah adalah bentuk keberanian dan keyakinan pada rencana Tuhan. 

Penulis sedikit ingin menambahkan bahwa, pasrah itu bukan hanya kepada Tuhan saja, tetapi bisa jadi kepada seseorang, lingkungan dan lain sebagainya. Misalnya ketika sedang mendiskusikan sesuatu dengan orang lain, misalnya antar anggota keluarga, lalu tidak ada titik temu, karena tidak ingin berkepanjangan, maka tunduk terhadap pendapat yang lain, ini juga dikatakan pasrah. Juga ketika terjadi misalnya hujan besar dan harus keluar rumah karena harus mengikuti sholat berjamaah di masjid. Maka memutuskan untuk sholat di rumah merupakan suatu bentuk penyerahan diri karena hujan. Ini juga termasuk pasrah.

Secara logat pasrah adalah menyerah (menyerahkan), yang artinya menyerahkan diri seseorang secara menyeluruh terhadap suatu keadaan karena ketidakberdayaannya dalam menghadapi atau memecahkan sesuatu. Karena meyerahkan diri atau pasrah, maka yang ada adalah, dalam melakukan penyerahan diri seolah-olah membiarkan dirinya untuk dikendalikan yang dipasrahi. Ini artinya, semua kemampuan, baik jiwa dan raganya dibiarkan untuk dikendalikan oleh yang dipasrahi. 

Satu contoh sederhana misalnya ketika melakukan sholat. Sejak awal sudah harus pasrah, dalam keadaan ini jiwa dan pikiran harus melupakan segala yang ada di belakang, raga harus menyisakan tenaga sedikit mungkin hanya untuk bertahan berdiri serta melakukan pergerakan yang diperlukan dalam ibadah sholat, tidak lagi tetap membiarkan raga bertenaga, sehingga biar kelihatan gagah misalnya. Gerakannyapun harus seperti orang tidak bertenaga, sepelan mungkin layaknya orang bergerak tanpa tenaga, tidak dengan kecepatan seperti mengerahkan tenaga lebih. Ini perlu diperhatikan ketika melakukan sholat, lupakan segalanya dan fokuskan terhadap sholat yang sedang dilakukan, lalu lepaskan atau minimumkan semua tenaga raganya dan sisakan hanya untuk melakukan gerakan sholat baik sedang berdiri ataupun sedang duduk.

Jadi pasrah itu berhubungan dengan diri sendiri, bukan sesuatu yang ada di luar dari diri seseorang. Pakaian yang melekat dipakai bukan termasuk ikhlas.

IKHLAS

Menurut mesin pencarian dari internet (Google), secara bahasa, ikhlas bermakna bersih, murni, atau tidak tercampur, layaknya air jernih atau emas tulen. Ini adalah kunci diterimanya amal dalam Islam. Ikhlas berarti memurnikan niat beribadah dan dan beramal hanya untuk mengharap ridha Allah SWT, tanpa mengharapkan pujian, atau imbalan dari manusia.

Menurut penulis adalah, ikhlas itu adalah rasa kerelaan terhadap lepasnya sesuatu yang berhubungan dengan sesuatu yang (sudah) ada di luar badaniah. Ini juga termasuk hal yang tadinya sebgai satu kesatuan dari badaniah lalulepas dari induk badaniahnya. Ini berarti menyerahkan sesuatu baik sebagian ataupun semua yang (sudah) berada di luar diri badaniah seseorang. Hal ini bisa berupa barang, hasil karya, pemikiran, bagian badaniah yang tadinya menyatu dengan badaniah,  dan lain sebagainya. Setelah memasrahkan sesuatu, maka si empunya harus melupakan dari memikirkannya. Biarlah yang dipasrahkan itu terkelola tanpa ada pengaruh dari pemilik lama.

Cntoh sederhana dari ikhlas adalah, ketika memberikan suatu sedekah kepada yang membutuhkan, setelah sedekah diberikan kepada yang menerima, maka sedekah itu harus dilupakan, itu sudah menjadi hak dari si penerima sedekah. Untuk itu pastikan sebelum memberi sedekah mengukurnya, sehingga setelah sedekah itu berpindah tangan tidak ada rasa berat sedikitpun terhadap sedekah yan diberikan.  Jangan sampai kelak menjadi cerita bahwa pernah memberikan sedekah terhadap si Fulan. Seperti ketika seseorang sedang ingin membuang air kecil, begitu air seni sudah keluar dari badan, dia tentu akan merasakan suatu kepuasan dan akan melupakan setelah itu terpisah dari badaniahnya. 

Karena ikhlas itu berhubunga dengan rasa kerelaan, maka untuk dapat mencapai rasa demikian adalah tidak mudah. Bisa jadi membutuhkan kebiasaan yan dibarengi dengan wawasan atau pengetahuan yang cukup dalam.

KESIMPULAN

Dari uraian di atas diharapkan bahwa dalam pengimplementasian tentang kedua kata di atas. Mungkin tentang definisi dari dua kata itu memang mudah untuk dimengerti, tetapi secara praktikal bisa jadi kurang dapat dipahami. Dengan adanya tulisan ini diharapkan semuanya akan menjadi lebih mudah.

END.

No comments: