Saturday, June 06, 2026

KHOTBAH JUM'AT, 5Juni, 2026: TIADA DAYA DAN KEKUATAN KECUALI DENGAN PERTOLONGANALLAH

Khotbah Pertama


Segala puji bagi Allah Yang memiliki kekuatan yang kokoh. Mahasuci Dia, Dialah Yang memberi taufik dan pertolongan. Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah, dan aku bersaksi bahwa junjungan serta nabi kita Muhammad adalah utusan Allah. Ya Allah, limpahkanlah shalawat, salam, dan keberkahan kepada beliau, keluarga beliau, para sahabat beliau, serta orang-orang yang mengikuti petunjuk beliau.

Amma ba‘du.

Aku berwasiat kepada diriku dan kepada kalian, wahai hamba-hamba Allah, agar bertakwa kepada Allah yang berfirman:

﴿ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الَّذِينَ اتَّقَوْا وَالَّذِينَ هُمْ مُحْسِنُونَ ﴾
"Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan." (QS. An-Nahl: 128)

Wahai kaum mukminin,

Dalam salah satu perjalanan Nabi ﷺ, Abu Musa Al-Asy‘ari radhiyallahu ‘anhu mengucapkan dalam dirinya:

«لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ»
"Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah."

Maka Rasulullah ﷺ bersabda kepadanya:

«أَلَا أَدُلُّكَ عَلَى كَنْزٍ مِنْ كُنُوزِ الْجَنَّةِ؟ ... قُلْ: لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ»
"Maukah aku tunjukkan kepadamu salah satu harta simpanan dari harta-harta surga? Ucapkanlah: 'Lā ḥaula wa lā quwwata illā billāh'."

Beliau mengetahui apa yang sedang terlintas dalam hati Abu Musa, lalu memberikan kabar gembira bahwa kalimat tersebut merupakan harta yang manfaatnya tetap dirasakan di dunia dan pahalanya sangat besar di akhirat.

Beliau juga menganjurkan para sahabat untuk memperbanyaknya. Kepada salah seorang dari mereka beliau bersabda:

«أَكْثِرْ مِنْ قَوْلِ: لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ»
"Perbanyaklah mengucapkan: 'Lā ḥaula wa lā quwwata illā billāh'."

Tidak mengherankan, karena kalimat ini memiliki makna yang sangat agung. Kalimat ini berarti meniadakan daya dan kekuatan dari makhluk serta menetapkannya bagi Sang Pencipta. Tidak ada kemampuan untuk menolak keburukan dan tidak ada kekuatan untuk memperoleh kebaikan kecuali dengan pertolongan Allah.

Kalimat ini mengingatkan hati akan kelemahannya dan menghubungkannya dengan kekuatan Rabb-nya, sehingga hati menjadi semakin tawadhu' dan khusyuk.

Karena itu kalimat ini termasuk ucapan yang paling dicintai Allah. Rasulullah ﷺ bersabda:

«أَحَبُّ الْكَلَامِ إِلَى اللَّهِ: سُبْحَانَ اللَّهِ، وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ»
"Ucapan yang paling dicintai Allah adalah: Subḥānallāh, Lā ilāha illallāh, Allāhu Akbar, dan Lā ḥaula wa lā quwwata illā billāh."

Lalu kapan kita mengucapkannya?

Kita mengucapkannya saat memperoleh nikmat sebagai bentuk syukur kepada Allah atas karunia-Nya. Allah Ta'ala berfirman:

﴿ وَلَوْلَا إِذْ دَخَلْتَ جَنَّتَكَ قُلْتَ مَا شَاءَ اللَّهُ لَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ ﴾
"Mengapa ketika engkau memasuki kebunmu tidak mengucapkan: 'Mā syā'a Allāh, lā quwwata illā billāh'?" (QS. Al-Kahfi: 39)

Kita juga mengucapkannya saat memperoleh rezeki sebagai pengakuan atas karunia Allah. Rasulullah ﷺ bersabda:

«مَنْ أَكَلَ طَعَامًا ثُمَّ قَالَ: الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَطْعَمَنِي هَذَا الطَّعَامَ، وَرَزَقَنِيهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّي وَلَا قُوَّةٍ، غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ»
"Barang siapa makan suatu makanan lalu mengucapkan: 'Segala puji bagi Allah yang telah memberiku makanan ini dan menganugerahkannya kepadaku tanpa daya dan kekuatan dariku', maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu."

Kita juga mengulanginya ketika mendengar muazin mengucapkan:

«حَيَّ عَلَى الصَّلَاةِ، حَيَّ عَلَى الْفَلَاحِ»
"Marilah shalat, marilah menuju keberuntungan."

Karena tidak ada kemampuan untuk menunaikan shalat kecuali dengan pertolongan Allah, dan tidak ada keberhasilan kecuali dengan taufik dari-Nya.

Kita juga memulai doa dengannya, karena kalimat ini merupakan simbol harapan. Pernah datang seorang laki-laki kepada Nabi ﷺ lalu berkata: "Ajarkan kepadaku suatu doa yang bisa aku baca."
Maka beliau mengajarkan beberapa kalimat pujian kepada Allah, di antaranya:
«لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ»
Laki-laki itu berkata:
"Kalimat-kalimat itu untuk Rabb-ku, lalu apa untuk diriku?"
Beliau menjawab:
«قُلِ: اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي، وَارْحَمْنِي، وَاهْدِنِي، وَارْزُقْنِي»
"Ucapkanlah: Ya Allah, ampunilah aku, rahmatilah aku, berilah aku petunjuk, dan karuniakanlah aku rezeki."

Dengan mengucapkan "Lā ḥaula wa lā quwwata illā billāh", pintu-pintu kebaikan dibukakan.

Kemudian Allah Ta'ala berfirman:

﴿ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ ﴾
"Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah, taatilah Rasul, dan ulil amri di antara kalian." (QS. An-Nisa': 59)

Aku mengatakan perkataan ini, dan aku memohon ampun kepada Allah untukku dan untuk kalian.


Khotbah Kedua

Segala puji bagi Allah semata. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi yang tidak ada nabi setelah beliau.

Amma ba‘du.

Wahai kaum mukminin, Perbanyaklah mengucapkan:

«لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ»
"Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah."

Jadikanlah kalimat ini selalu menemani kehidupan kalian. Ucapkanlah ketika memperoleh keberhasilan sebagai ungkapan syukur. Ucapkanlah ketika menghadapi kesulitan sebagai permohonan pertolongan kepada Allah. Ucapkanlah ketika ditimpa kesusahan sebagai bentuk penyerahan urusan kepada-Nya.

Di saat lapang, Allah akan menambah karunia-Nya kepada kalian. Di saat sempit, Allah akan melimpahkan kelembutan dan pertolongan-Nya kepada kalian.

Ucapkanlah pula ketika keluar dari rumah, niscaya Rabb kalian akan membimbing langkah kalian dan memudahkan urusan kalian. Rasulullah ﷺ bersabda:

«مَنْ قَالَ إِذَا خَرَجَ مِنْ بَيْتِهِ: بِسْمِ اللَّهِ، تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ، لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ، يُقَالُ لَهُ: كُفِيتَ، وَوُقِيتَ، وَتَنَحَّى عَنْهُ الشَّيْطَانُ»
"Barang siapa ketika keluar dari rumahnya mengucapkan: 'Dengan nama Allah, aku bertawakal kepada Allah, tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah', maka akan dikatakan kepadanya: 'Engkau telah dicukupi, telah dilindungi, dan setan pun menjauh darinya'."

Kemudian marilah kita bershalawat kepada Nabi Muhammad ﷺ.

Ya Allah, limpahkanlah shalawat, salam, dan keberkahan kepada junjungan kami Nabi Muhammad, kepada keluarga beliau, dan seluruh sahabat beliau.

Ya Allah, ridhailah Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali, serta seluruh sahabat yang mulia.

Ya Allah, jagalah Negara Uni Emirat Arab dari segala arah. Jagalah para pemimpinnya, penduduknya, dan semua yang tinggal di atas buminya.

Ya Allah, jagalah Syekh Mohammed bin Zayed, Presiden Negara, dengan penjagaan-Mu. Jadilah Engkau penolong dan pendukung baginya. Berkahilah usianya dan amalnya.

Ya Allah, berikanlah taufik kepada beliau, para wakilnya, saudara-saudaranya para penguasa emirat, Putra Mahkota yang terpercaya, serta Perwakilan Penguasa di Al Dhafra, untuk melakukan segala sesuatu yang Engkau cintai dan Engkau ridhai.

Ya Allah, rahmatilah Syekh Zayed, Syekh Rashid, dan para pemimpin Emirat yang telah berpulang ke rahmat-Mu. Masukkanlah mereka dengan karunia-Mu ke dalam surga-Mu yang luas.

Ya Allah, limpahkanlah rahmat dan ampunan-Mu kepada para syuhada tanah air.

Ya Allah, rahmatilah kaum muslimin dan muslimat, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal dunia.

Wahai hamba-hamba Allah,

Ingatlah Allah Yang Maha Agung lagi Maha Mulia, niscaya Dia akan mengingat kalian. Bersyukurlah kepada-Nya atas segala nikmat-Nya, niscaya Dia akan menambah nikmat itu kepada kalian.

Dan dirikanlah shalat!