Saturday, March 28, 2026

KHOTBAH JUM'AT, 27/03/2026: Ya Allah, Engkaulah Sandaran Kepercayaan Kami

Khotbah Pertama:


Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Kepada-Nya orang-orang yang berharap bersandar, dan dengan tali agama-Nya orang-orang yang yakin berpegang teguh.
Kami bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak disembah selain Allah, semata-mata Dia. Dan kami bersaksi bahwa junjungan kami Nabi Muhammad ﷺ adalah utusan Allah.
Ya Allah, limpahkanlah shalawat, salam, dan keberkahan kepada beliau, kepada keluarga, para sahabatnya, dan siapa saja yang mengikuti petunjuknya.

Amma ba’du:

Aku wasiatkan kepada kalian, wahai hamba-hamba Allah, dan kepada diriku sendiri untuk bertakwa kepada Allah, Rabb kalian, dan mengamalkan apa yang Dia perintahkan:

﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ﴾

"Wahai orang-orang yang beriman! Bersabarlah kalian, kuatkanlah kesabaran kalian, tetaplah bersiap siaga, dan bertakwalah kepada Allah agar kalian beruntung." (QS. Ali ‘Imran: 200)

Wahai kaum mukminin:

Pembahasan kita hari ini adalah tentang sebuah nilai keimanan yang agung. Tidaklah ia menghuni sebuah hati kecuali dipenuhi dengan ketenangan; tidak pula ia masuk ke dalam sebuah rumah kecuali menaunginya dengan ketenteraman; dan tidak pula hadir dalam sebuah masyarakat kecuali membangkitkan semangat, membuka pintu optimisme dan harapan, serta mendorong kepada amal yang baik.

Itulah percaya (tsiqah) kepada Allah Yang Maha Tinggi. Dialah Pencipta Yang Agung dan Pengatur Yang Maha Bijaksana.

﴿فَسُبْحَانَ الَّذِي بِيَدِهِ مَلَكُوتُ كُلِّ شَيْءٍ﴾
"Maha Suci Allah yang di tangan-Nya kekuasaan atas segala sesuatu." (QS. Yasin: 83)

Tidak ada sesuatu pun yang dapat melemahkan-Nya.

Kita percaya kepada-Nya dalam segala hal, dan kita kembali kepada-Nya dalam segala urusan, dengan menghadirkan firman-Nya:

﴿قُلْ لَنْ يُصِيبَنَا إِلَّا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَنَا﴾
"Katakanlah: tidak akan menimpa kami kecuali apa yang telah Allah tetapkan bagi kami." (QS. At-Taubah: 51)

Dan firman-Nya:

﴿وَلِلَّهِ غَيْبُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَإِلَيْهِ يُرْجَعُ الْأَمْرُ كُلُّهُ فَاعْبُدْهُ وَتَوَكَّلْ عَلَيْهِ﴾
"Milik Allah-lah perkara ghaib langit dan bumi, dan kepada-Nya segala urusan dikembalikan. Maka sembahlah Dia dan bertawakallah kepada-Nya." (QS. Hud: 123)

Artinya: percayalah kepada Rabbmu, karena Dia akan mencukupimu, menolongmu, memberimu kemenangan, dan menguatkanmu.

Dan yakinlah dengan sabda Nabi ﷺ:

«أَنَّ مَا أَصَابَكَ لَمْ يَكُنْ لِيُخْطِئَكَ»
"Apa yang telah menimpamu tidak akan mungkin meleset darimu." (HR. Tirmidzi)

Tidakkah sampai kepadamu kisah para nabi, rasul, orang-orang bertakwa dan saleh, yang hati mereka penuh dengan kepercayaan kepada Rabb semesta alam?

Inilah kisah Hajar ‘alaihas-salam, ketika ditinggalkan oleh kekasih Allah, Nabi Ibrahim, di lembah yang tidak memiliki tanaman. Ia bertanya:

"Apakah Allah yang memerintahkanmu melakukan ini?" Beliau menjawab: "Ya."

Maka Hajar berkata:
"إِذَنْ لَا يُضَيِّعْنَا اللَّهُ"
"Kalau begitu, Allah tidak akan menyia-nyiakan kami." (HR. Bukhari)

Ia tidak melihat sedikitnya bekal, tidak pula memperhatikan sunyinya lembah. Namun ia percaya kepada rahmat Rabbnya—dan itu menjadi kebaikan baginya.

﴿وَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ﴾
"Boleh jadi kalian membenci sesuatu, padahal itu baik bagi kalian." (QS. Al-Baqarah: 216)

Maka kepercayaan kepada Allah menjadi kunci kemudahan setelah kesulitan, dan jalan keluar setelah kesempitan.

Dan telah datang pula kepada kalian kisah Nabi Musa ‘alaihis-salam, ketika beliau keluar bersama kaumnya, lalu Fir’aun mengejar mereka dengan bala tentaranya. Hati pun guncang, jalan terasa sempit, dan orang-orang yang takut berkata:

﴿إِنَّا لَمُدْرَكُونَ﴾
"Kita pasti akan tertangkap." (QS. Asy-Syu’ara: 61)

Namun orang yang percaya kepada Rabbnya akan tetap kokoh hatinya, hilang rasa takutnya, dan menebarkan ketenangan kepada orang di sekitarnya.

Musa berkata kepada kaumnya:

﴿كَلَّا إِنَّ مَعِيَ رَبِّي سَيَهْدِينِ﴾
"Sekali-kali tidak! Sesungguhnya Rabbku bersamaku, Dia akan memberi petunjuk kepadaku." (QS. Asy-Syu’ara: 62)

Maka Allah menyelamatkan mereka dengan rahmat-Nya, dan membelah laut dengan kekuasaan-Nya.

﴿وَأَنْجَيْنَا مُوسَى وَمَنْ مَعَهُ أَجْمَعِينَ﴾
"Dan Kami selamatkan Musa beserta orang-orang yang bersamanya semuanya." (QS. Asy-Syu’ara: 65)

Maka ketahuilah — wahai hamba-hamba Allah — bahwa siapa yang benar-benar percaya kepada Tuhannya, niscaya Allah akan menjauhkannya dari bahaya, menyelamatkannya, membimbingnya, dan menguatkannya.

Ingatlah ketika Nabi kita ﷺ masuk ke dalam gua (Gua Tsur), lalu Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu berkata:

"Seandainya salah seorang dari mereka melihat ke bawah kakinya, niscaya ia akan melihat kita."

Maka beliau ﷺ menjawab dengan kepercayaan yang kokoh dan keyakinan yang tidak tergoyahkan:

«مَا ظَنُّكَ يَا أَبَا بَكْرٍ بِاثْنَيْنِ اللَّهُ ثَالِثُهُمَا»
"Wahai Abu Bakar, bagaimana menurutmu tentang dua orang yang Allah adalah yang ketiga bersama mereka?" (HR. Bukhari dan Muslim)

Lalu Allah menurunkan ketenangan-Nya kepada beliau dan menolongnya dengan bala tentara yang tidak terlihat:

﴿فَأَنْزَلَ اللَّهُ سَكِينَتَهُ عَلَيْهِ وَأَيَّدَهُ بِجُنُودٍ لَمْ تَرَوْهَا﴾
"Maka Allah menurunkan ketenangan-Nya kepadanya dan menguatkannya dengan bala tentara yang tidak kalian lihat." (QS. At-Taubah: 40)

Maka peristiwa ini menjadi pelajaran bagi orang-orang yang yakin, dan ibrah bagi orang-orang yang percaya kepada Allah. Mereka mampu mengubah ujian menjadi anugerah, dan kesulitan menjadi kekuatan.

Mereka berusaha dengan sungguh-sungguh, mengambil sebab-sebab yang ada, namun hati mereka tetap bergantung penuh kepada Rabb mereka.

Dengan cara inilah Nabi ﷺ mendidik para sahabat yang mulia radhiyallahu ‘anhum. Ketika musuh mengancam negeri mereka, tampaklah kepercayaan mereka kepada Allah, dan hal itu tidak menambah mereka kecuali keimanan dan ketundukan:

﴿وَمَا زَادَهُمْ إِلَّا إِيمَانًا وَتَسْلِيمًا﴾
"Dan hal itu tidak menambah mereka kecuali keimanan dan ketundukan." (QS. Al-Ahzab: 22)

Maka Allah meneguhkan hati mereka dan menguatkan langkah-langkah mereka. Mereka pun menunjukkan keberanian yang luar biasa. Allah pun mengembalikan tipu daya musuh ke arah mereka sendiri:

﴿وَكَفَى اللَّهُ الْمُؤْمِنِينَ الْقِتَالَ وَكَانَ اللَّهُ قَوِيًّا عَزِيزًا﴾
"Dan Allah menghindarkan orang-orang mukmin dari peperangan, dan Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa." (QS. Al-Ahzab: 25)

Kemudian Allah berfirman:

﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ﴾
"Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasul, serta para pemimpin di antara kalian." (QS. An-Nisa: 59)

Aku menyampaikan perkataanku ini, dan aku memohon ampun kepada Allah untukku dan untuk kalian. Maka mohonlah ampun kepada-Nya

Khutbah Kedua:

Segala puji bagi Allah semata, dan shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi yang tidak ada nabi setelahnya

Amma ba’du:

Wahai orang-orang yang beriman kepada Rabb kalian, ketahuilah bahwa iman kepada Allah menjadikan:
ketika diliputi rasa takut, Allah memberikan keamanan dan ketenangan,
ketika menghadapi kesulitan, Allah hadirkan kemudahan dan ketenteraman,
ketika berada dalam kelemahan, Allah berikan kekuatan dan perlindungan,
dan ketika dalam kekurangan, Allah limpahkan kelapangan serta kecukupan.

Pernah ditanya kepada salah seorang ulama: “Apa hartamu?”
Ia menjawab: “Kepercayaan kepada Allah, itulah harta yang banyak lagi baik.”

Sesungguhnya Allah tidak akan menyia-nyiakan orang yang percaya kepada-Nya:

﴿إِنَّ اللَّهَ يُدَافِعُ عَنِ الَّذِينَ آمَنُوا﴾
"Sesungguhnya Allah membela orang-orang yang beriman." (QS. Al-Hajj: 38)

Waspadalah terhadap orang-orang yang menyebarkan kabar bohong, membesar-besarkan tantangan, dan menebarkan rasa takut sebagaimana perbuatan setan:

﴿إِنَّمَا ذَلِكُمُ الشَّيْطَانُ يُخَوِّفُ أَوْلِيَاءَهُ﴾
"Sesungguhnya itu hanyalah setan yang menakut-nakuti para pengikutnya." (QS. Ali ‘Imran: 175)

Maka berbaik sangkalah kepada Allah, dan percayalah kepada janji-Nya. Sungguh telah sampai kepada kalian sabda-Nya dalam hadits qudsi:

«أَنَا عِنْدَ ظَنَّ عَبْدِي بِي»
"Aku sesuai dengan prasangka hamba-Ku kepada-Ku." (HR. Bukhari dan Muslim)

Perbanyaklah berdoa kepada-Nya, sebagai pengamalan firman-Nya:

﴿ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ﴾
"Berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan untuk kalian." (QS. Ghafir: 60)

Dan sabda Nabi ﷺ:

«لَا يَرُدُّ الْقَضَاءَ إِلَّا الدُّعَاءُ»
"Tidak ada yang dapat menolak takdir kecuali doa." (HR. Tirmidzi)

Wahai hamba-hamba Allah, kokohkanlah kepercayaan kalian kepada para pemimpin kalian. Sungguh mereka telah menunjukkan kepada dunia kebijaksanaan, baiknya pengelolaan, serta membawa negeri menuju keamanan dan stabilitas.

Dan bersyukurlah kepada Rabb kalian atas turunnya hujan, karena itu merupakan bagian dari rahmat-Nya dan kabar gembira dari-Nya.

﴿وَيُنَزِّلُ عَلَيْكُمْ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً لِيُطَهِّرَكُمْ بِهِ وَيُذْهِبَ عَنْكُمْ رِجْزَ الشَّيْطَانِ وَلِيَرْبِطَ عَلَى قُلُوبِكُمْ وَيُثَبِّتَ بِهِ الْأَقْدَامَ﴾
"Dan Dia menurunkan kepada kalian air dari langit untuk menyucikan kalian dengannya, menghilangkan gangguan setan dari kalian, menguatkan hati kalian, dan meneguhkan langkah-langkah kalian." (QS. Al-Anfal: 11)

Demikian, dan semoga Allah melimpahkan shalawat dan salam kepada junjungan kita Nabi Muhammad, kepada keluarga dan seluruh sahabatnya.

Ya Allah, ridhailah Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali, serta seluruh sahabat yang mulia.

Ya Allah, jadikanlah kami termasuk orang-orang yang beriman kepada-Mu, yang memiliki keyakinan yang kuat, yang benar-benar percaya kepada-Mu, yang senantiasa beribadah kepada-Mu, dan yang berbakti kepada kedua orang tua kami.

Kasihilah mereka sebagaimana mereka telah mendidik kami ketika kami kecil, wahai Dzat Yang Maha Penyayang di antara para penyayang.

Ya Allah, Engkaulah kepercayaan kami dan harapan kami. Kepada-Mu kami bersandar dan bertawakal. Kami tidak mengharapkan selain rahmat-Mu, dan kami tidak meminta pertolongan kecuali dengan kekuatan-Mu.

Maka jagalah Negara Uni Emirat Arab dengan kekuasaan-Mu, jagalah para pemimpinnya, rakyatnya, dan seluruh yang tinggal di atasnya. Jagalah daratannya, lautannya, dan langitnya. Lindungilah dari agresi para penyerang, dari kejahatan musuh dan orang-orang yang dengki. Kembalikanlah makar mereka kepada diri mereka sendiri, wahai Rabb semesta alam.

Ya Allah, lindungilah para tentara negeri kami yang pemberani. Kuatkanlah mereka, teguhkan tekad mereka, tepatkan sasaran mereka, dan tolonglah mereka dalam menghadapi musuh-Mu dan musuh mereka. Limpahkanlah pahala dan ganjaran yang besar bagi mereka.

Ya Allah, jagalah Mohamed bin Zayed Al Nahyan, Presiden negara kami, dengan penjagaan-Mu. Limpahkan kepadanya pemeliharaan-Mu, naungi dia dengan perhatian-Mu. Jadikanlah amalnya dalam ketaatan kepada-Mu.

Tolonglah dia dengan pertolongan-Mu, mudahkan urusannya menuju kebaikan. Jadilah Engkau penolong, pendukung, pemberi petunjuk, dan yang meluruskannya. Terangilah pandangannya, berkahilah langkah perjalanannya, luruskan ucapan dan perbuatannya. Limpahkan keberkahan dalam umur dan amalnya.

Jadikan dia sebagai pembuka pintu kebaikan dan penutup pintu keburukan, serta orang yang diberi taufik dalam setiap urusan. Ya Allah, berikanlah taufik kepadanya, para wakilnya, saudara-saudaranya para penguasa emirat, serta putra mahkota dan para pemimpin, untuk melakukan apa yang Engkau cintai dan Engkau ridhai.

Ya Allah, rahmatilah Zayed bin Sultan Al Nahyan, Rashid bin Saeed Al Maktoum, serta para syaikh pemimpin Emirat yang telah wafat. Masukkanlah mereka dengan karunia-Mu ke dalam surga-Mu yang luas.

Limpahkan rahmat dan ampunan-Mu kepada para syuhada negeri ini. Berikanlah kepada mereka pahala yang berlimpah, curahkan kepada mereka karunia-Mu yang luas, dan berikanlah balasan terbaik bagi keluarga mereka sebagaimana balasan bagi orang-orang yang sabar.

Ya Allah, rahmatilah seluruh kaum muslimin dan muslimat, baik yang masih hidup maupun yang telah wafat.

Ya Allah, jadikanlah apa yang Engkau turunkan dari hujan-Mu sebagai curahan rahmat dan nikmat, yang dengannya Engkau melimpahkan keberkahan, dan Engkau tumbuhkan berbagai kebaikan.

Wahai hamba-hamba Allah:
Ingatlah Allah Yang Maha Agung lagi Maha Mulia, niscaya Dia akan mengingat kalian. Bersyukurlah atas nikmat-nikmat-Nya, niscaya Dia akan menambah (nikmat) kepada kalian.

KHOTBAH JUM'AH, 20/03/2026: Bukankah Kami Telah Melapangkan Untukmu Dadamu

Khotbah Pertama:

Segala puji bagi Allah Yang Maha Mulia lagi Maha Mensyukuri (hamba-Nya), Yang melapangkan dada, Yang mengatur segala urusan. 
Kita bersaksi bahwa tidak ada ilah selain Allah, dan kita bersaksi bahwa junjungan kita Nabi Muhammad adalah utusan Allah. Ya Allah, limpahkanlah shalawat, salam, dan keberkahan kepada beliau, kepada keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikuti petunjuknya.

Amma ba’du: Aku wasiatkan kepada kalian wahai hamba-hamba Allah dan kepada diriku sendiri untuk bertakwa kepada Allah. Allah Ta’ala berfirman:

﴿ وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مِنْ أَمْرِهِ يُسْرًا ﴾

Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya.” (QS. At-Talaq : 4)

Wahai orang-orang beriman: Kita memuji Allah Ta’ala pada hari yang baik dan penuh berkah ini, karena Dia telah memuliakan kita dengan menyempurnakan bulan kita, dan mempertemukan kita dengan hari raya kita. Kita bergembira dengan ketaatan kepada Rabb kita, optimis dengan karunia-Nya, terus menjaga ibadah kepada-Nya, serta mentadabburi surat-surat Al-Qur’an-Nya. Maka pada hari ini kita berhenti sejenak bersama Surah Asy-Syarh, yang mengandung pengingat akan tiga nikmat besar, janji yang meringankan berbagai kesulitan berat, serta dua perintah yang mendekatkan kepada Allah Yang Maha Agung lagi Maha Mulia.

Dan nikmat pertama dari nikmat-nikmat tersebut adalah apa yang Allah ‘Azza wa Jalla buka dengannya surah ini, yaitu firman-Nya:

﴿ أَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَ ﴾

Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?

Maka kelapangan dada termasuk nikmat Allah yang paling agung kepada Nabi kita, dan termasuk tujuan terbesar dari agama kita. Maka ikutilah petunjuk Nabi kalian, niscaya dada kalian akan dilapangkan, dan urusan kalian akan dimudahkan.

Dan nikmat kedua adalah firman-Nya:

﴿ وَوَضَعْنَا عَنْكَ وِزْرَكَ * الَّذِي أَنْقَضَ ظَهْرَكَ ﴾

Dan Kami telah menghilangkan darimu bebanmu, yang memberatkan punggungmu.

Sungguh Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menghilangkan dari Nabi-Nya segala kesulitan dan kesempitan. Bagaimana tidak? Dialah Yang Maha Mulia lagi Maha Pemberi karunia, yang apabila membebani maka Dia juga memberi pertolongan.

Dan nikmat ketiga adalah firman-Nya:

﴿ وَرَفَعْنَا لَكَ ذِكْرَكَ ﴾

Dan Kami telah meninggikan bagimu sebutan (namamu).”

Allah Ta’ala telah meninggikan sebutan Nabi kita, mengangkat derajatnya, dan mengabadikan pujiannya. Benarlah perkataan penyair:

Allah menyandingkan nama Nabi dengan nama-Nya, ketika muadzin mengucapkan dalam lima waktu: Asyhadu...

Kemudian dalam Surah Asy-Syarh terdapat janji yang menenangkan hati dan membahagiakan jiwa, yaitu firman-Nya:

﴿ فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا * إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا ﴾

Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan, sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.”

Benar, bahwa kemudahan selalu menyertai kesulitan, dan satu kesulitan tidak akan mengalahkan dua kemudahan. Maka hidupkanlah hati dengan harapan, dan makmurkanlah dengan prasangka baik.

Allah Ta’ala juga berfirman:

﴿ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ ﴾

Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul serta pemimpin di antara kalian.

Aku berkata demikian, dan aku memohon ampun kepada Allah untukku dan untuk kalian, maka mohonlah ampun kepada-Nya.

Khutbah Kedua:

Segala puji bagi Allah semata, dan shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi yang tidak ada nabi setelahnya.

Amma ba’du: Wahai orang-orang beriman, sungguh Allah Ta’ala menutup Surah Asy-Syarh dengan dua perintah agung yang membangkitkan semangat dan menguatkan tekad. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

﴿ فَإِذَا فَرَغْتَ فَانْصَبْ * وَإِلَى رَبِّكَ فَارْغَبْ ﴾

Maka apabila engkau telah selesai (dari suatu urusan), tetaplah bekerja keras (dalam urusan yang lain), dan hanya kepada Tuhanmu engkau berharap.

Artinya, apabila engkau telah selesai dari suatu urusan maka beralihlah kepada urusan lainnya, dan apabila telah menuntaskan suatu amal maka segeralah menuju amal berikutnya. Seorang mukmin senantiasa berpindah antara amal dan ibadah, antara kewajiban dan sunnah, dari sedekah menuju silaturahmi, dari belajar menuju mengajar, dari kewajiban menuju amalan sukarela, serta dari satu musim kebaikan menuju musim kebaikan berikutnya.

Maka bersungguh-sungguhlah wahai kalian yang telah berpisah dengan Ramadhan, jangan sampai perpisahan kalian dengannya juga menjadi perpisahan dengan puasa, qiyam, dzikir, Al-Qur’an, sedekah, dan kebaikan. Sesungguhnya siapa yang telah merasakan manisnya kedekatan dengan Allah di bulan Ramadhan, maka sangat layak baginya untuk terus mengetuk pintu ketaatan di sepanjang waktu.

Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam kepada junjungan kami Nabi Muhammad, kepada keluarga dan seluruh sahabatnya. Ya Allah, ridhailah Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali, serta seluruh sahabat yang mulia.

Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang beriman kepada-Mu, beribadah kepada-Mu, mentadabburi Al-Qur’an, menyebarkan optimisme, berbakti kepada kedua orang tua kami. Dan rahmatilah mereka sebagaimana mereka telah mendidik kami di waktu kecil, wahai Yang Maha Penyayang di antara para penyayang.

Ya Allah, jagalah Syaikh Muhammad bin Zayed, Presiden negara, dengan penjagaan-Mu, lindungilah dia dengan kelembutan-Mu, liputilah dia dengan rahmat-Mu, sertakan dia dalam pemeliharaan-Mu, naungilah dia dengan perhatian-Mu. Jadikanlah amalnya dalam ketaatan kepada-Mu, kuatkanlah dia dengan pertolongan-Mu, dan siapkan baginya petunjuk yang lurus dalam setiap urusannya. Jadilah Engkau baginya penolong dan sandaran, pemberi petunjuk dan peneguh. Terangilah pandangannya, berikan taufik dalam perjalanannya, luruskan ucapan dan perbuatannya, berkahilah umurnya dan amalnya, serta jadikan dia sebagai pembuka pintu-pintu kebaikan dan penutup pintu-pintu keburukan, dan orang yang diberi taufik dalam setiap urusan. Ya Allah, berilah taufik kepadanya, para wakilnya, saudara-saudaranya para penguasa emirat, putra mahkotanya yang terpercaya, serta perwakilan penguasa di Adh-Dhafrah, kepada apa yang Engkau cintai dan Engkau ridhai.

Ya Allah, rahmatilah Syaikh Zayed dan Syaikh Rasyid, serta para pemimpin emirat yang telah wafat, masukkanlah mereka dengan karunia-Mu ke dalam surga-Mu yang luas. Liputilah para syuhada tanah air dengan rahmat dan ampunan-Mu, limpahkan kepada mereka pahala-Mu, curahkan kepada mereka karunia-Mu yang melimpah, dan berikan balasan terbaik kepada keluarga mereka sebagaimana balasan bagi orang-orang yang sabar.

Wahai hamba-hamba Allah: ingatlah Allah Yang Maha Agung, niscaya Dia akan mengingat kalian. Bersyukurlah atas nikmat-nikmat-Nya, niscaya Dia akan menambahkannya kepada kalian.

Dan dirikanlah shalat.

KULTUM RAMADAN BA'DA ASHAR, 16/03/2026: Beberapa Hukum Zakat Fitrah

Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam, yang telah mensyariatkan zakat fitrah bagi hamba-hamba-Nya yang beriman. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada sebaik-baik orang yang menunaikan zakat, serta kepada keluarga dan seluruh sahabatnya, dan kepada siapa saja yang mengikuti mereka dengan kebaikan hingga Hari Pembalasan.

Amma ba‘du,

Sesungguhnya agama kita yang lurus telah mewajibkan zakat fitrah sebagai penyuci bagi orang-orang yang berpuasa, dan sebagai rahmat bagi orang-orang fakir dan miskin.

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata:

فَرَضَ رَسُولُ اللهِ ﷺ زَكَاةَ الْفِطْرِ طُهْرَةَ لِلصَّائِمِ مِنَ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ، وَطُعْمَةً لِلْمَسَاكِينِ

Rasulullah ﷺ mewajibkan zakat fitrah sebagai penyuci bagi orang yang berpuasa dari perkataan sia-sia dan perbuatan keji, serta sebagai makanan bagi orang-orang miskin.”

Zakat fitrah memiliki beberapa hukum yang dapat dijelaskan sebagai berikut:

Pertama:

Zakat fitrah dikeluarkan dari makanan pokok yang umum dikonsumsi oleh penduduk suatu negeri, seperti beras, gandum, dan sejenisnya.

Tidak diperbolehkan mengeluarkannya dari sesuatu yang bukan makanan pokok, seperti garam, gula, dan sejenisnya.

Adapun ukurannya adalah sekitar dua setengah kilogram untuk setiap orang.

Dan diperbolehkan pula mengeluarkannya dalam bentuk uang. Dewan Fatwa Syariah Uni Emirat Arab telah menetapkan nilainya sebesar 25 dirham.

Kedua:

Zakat fitrah wajib bagi setiap Muslim yang mampu untuk mengeluarkannya, baik untuk dirinya sendiri maupun untuk orang-orang yang berada dalam tanggungannya, seperti: istrinya, anak-anaknya, kedua orang tuanya yang membutuhkan.

Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata:

فَرَضَ رَسُولُ اللهِ ﷺ زَكَاةَ الْفِطْرِ مِنْ رَمَضَانَ عَلَى النَّاسِ، صَاعًا مِنْ تَمْرٍ أَوْ صَاعًا مِنْ شَعِيرٍ

Rasulullah ﷺ mewajibkan zakat fitrah pada bulan Ramadan kepada manusia, sebesar satu sha‘ kurma atau satu sha‘ gandum.

Ketiga:

Zakat fitrah boleh dikeluarkan dua atau tiga hari sebelum Idul Fitri.
Bahkan tidak mengapa jika dikeluarkan sejak awal bulan Ramadan, terutama ketika ada kebutuhan.

Yang lebih utama adalah menyerahkannya kepada lembaga resmi yang terpercaya, karena hal tersebut lebih menjamin sampainya kepada orang-orang yang berhak menerimanya.

Keempat:

Yang paling utama adalah mengeluarkannya sebelum shalat Idul Fitri, berdasarkan hadits Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma:

فَمَنْ أَدَّاهَا قَبْلَ الصَّلَاةِ فَهِيَ زَكَاةٌ مَقْبُولَةٌ، وَمَنْ أَدَّاهَا بَعْدَ الصَّلَاةِ فَهِيَ صَدَقَةٌ مِنَ الصَّدَقَاتِ

Barang siapa menunaikannya sebelum shalat (Id), maka ia adalah zakat yang diterima. Dan barang siapa menunaikannya setelah shalat, maka ia hanyalah sedekah di antara sedekah-sedekah.

Barang siapa belum mengeluarkannya sebelum shalat, maka hendaknya ia segera mengeluarkannya setelah shalat.

Dan tidak boleh menundanya melewati hari raya. Jika seseorang menundanya, maka ia harus segera mengeluarkannya ketika ia mengingatnya.

Penutup:

Marilah kita menjaga kewajiban zakat fitrah, dan bersegera menunaikannya pada waktunya, serta mengajarkan hukum-hukumnya kepada anak-anak kita, baik laki-laki maupun perempuan.

اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا لِلزَّكَاةِ فَاعِلِينَ، وَلِنِعَمِكَ شَاكِرِينَ، وَتَقَبَّلْ مِنَّا يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ.

Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang menunaikan zakat, yang bersyukur atas nikmat-nikmat-Mu, dan terimalah amal kami, wahai Yang Maha Penyayang di antara para penyayang.”

وَصَلِّ اللَّهُمَّ وَسَلَّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.

KHOTBAH JUM'AT, 13/03/2026: Surat Al Qadr

Khutbah Pertama:

Segala puji bagi Allah Yang memulai penciptaan dan mengulanginya kembali, yang menyebarkan rahmat-Nya kepada hamba-hamba-Nya, dan Dia-lah Pelindung lagi Maha Terpuji.
Allah Ta‘ala berfirman:

﴿وَهُوَ الْوَلِيُّ الْحَمِيدُ﴾

Mahasuci Dia, yang menghancurkan setiap penguasa yang sombong dan keras kepala. Sesungguhnya azab Tuhanmu benar-benar sangat keras.

Allah Ta‘ala berfirman:

﴿إِنَّ بَطْشَ رَبِّكَ لَشَدِيدٌ﴾

"Sesungguhnya azab Tuhanmu sangat keras." (QS. Al-Buruj: 12)

Kami bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dan kami bersaksi bahwa junjungan kami Muhammad adalah Rasul Allah. Ya Allah, limpahkanlah shalawat, salam, dan keberkahan kepada beliau, kepada keluarga dan para sahabatnya, serta kepada siapa saja yang mengikuti petunjuknya.

Amma ba‘du,

Aku wasiatkan kepada kalian wahai hamba-hamba Allah dan kepada diriku sendiri agar bertakwa kepada Allah, Tuhan kalian, serta melaksanakan apa yang Dia perintahkan, agar kalian beruntung di dunia dan di akhirat. Dengarkanlah seruan Pencipta kalian:

﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ﴾
"Wahai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu, kuatkanlah kesabaranmu, tetaplah bersiap siaga, dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung." (QS. Ali ‘Imran: 200)

Wahai orang-orang yang berpuasa, yang menegakkan qiyam, yang khusyuk dalam ibadah, dan yang senantiasa berdzikir; wahai kalian yang berpindah dari satu bentuk ketaatan ke ketaatan lainnya, dan yang terus naik dalam derajat kedekatan kepada Rabb kalian.

Bergembiralah dan berbahagialah, karena Allah telah menganugerahkan kepada kalian sebuah karunia dan keutamaan. Dia telah menurunkan kepada kalian sebuah peringatan dari sisi-Nya, yang membuat hati tunduk khusyuk di hadapan makna-maknanya, dan lisan-lisan memuji Allah atas apa yang telah Dia turunkan di dalamnya.

Itulah Kitab Rabb kita, yang Allah turunkan pada suatu malam yang penuh keberkahan.

﴿إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ﴾
"Sesungguhnya Kami menurunkannya pada malam yang diberkahi." (QS. Ad-Dukhan: 3)

Pada malam itu ditetapkan berbagai ketentuan, diputuskan berbagai urusan, dituliskan rezeki, ajal, serta seluruh peristiwa yang terjadi sepanjang tahun.

Itulah Lailatul Qadar, malam yang Allah Ta‘ala abadikan dalam sebuah surah yang dinamai dengan namanya, sebagai bentuk pengagungan terhadap kedudukannya dan kemuliaan nilainya.

Ia adalah surah yang singkat dalam susunannya, namun sangat agung dalam maknanya. Surah ini datang di antara dua surah yang mulia. Sebelumnya adalah Surah Al-‘Alaq yang dimulai dengan firman Allah:
﴿اقْرَأْ﴾
"Bacalah."

Hal itu menunjukkan permulaan turunnya wahyu dan waktunya, kemudian setelahnya datang Surah Al-Bayyinah yang di dalamnya tampak cahaya dan bukti kebenarannya. Surah Al-Qadr berada di antara keduanya untuk menjelaskan kemuliaan waktu turunnya Al-Qur’an.

Allah Ta‘ala berfirman:
﴿إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ﴾
"Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam Lailatul Qadar." (QS. Al-Qadr: 1)

Perhatikanlah, betapa dalam ayat yang mulia ini terdapat berbagai isyarat pengagungan terhadap Allah dan terhadap malam ketika Kitab Allah diturunkan.

Salah seorang ulama salih berkata:
“Pada malam itu diturunkan kitab yang agung, melalui malaikat yang agung, kepada nabi yang agung.”

Wahai hamba-hamba Allah,

Renungkanlah bagaimana Allah Ta‘ala mengulang penyebutan Lailatul Qadar tiga kali dalam Surah Al-Qadr. Hal itu untuk menarik perhatian pendengaran manusia terhadap besarnya kedudukan malam tersebut, serta menanamkan dalam hati keagungan nilainya.

Kemudian datanglah pertanyaan yang agung, yang menggugah hati dan membangunkan akal:

﴿وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ﴾
"Tahukah kamu apakah Lailatul Qadar itu?" (QS. Al-Qadr: 2)

Pertanyaan ini menegaskan bahwa hakikat keagungan malam itu berada di luar jangkauan bayangan manusia, dan keutamaannya tidak dapat sepenuhnya dipahami oleh akal manusia.

Lalu datanglah jawaban yang agung:
﴿لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ﴾
"Lailatul Qadar itu lebih baik daripada seribu bulan." (QS. Al-Qadr: 3)

Allah tidak mengatakan sama dengan, tetapi mengatakan lebih baik, sebagai isyarat bahwa keutamaannya melampaui segala perbandingan.

Ia adalah malam di mana amal ibadah di dalamnya melebihi amal ibadah sepanjang umur yang panjang.

Maka beruntunglah orang yang Allah dapati pada malam itu berdiri dalam shalat dengan penuh kekhusyukan, atau terdengar suaranya bersama orang-orang yang berdoa dengan penuh kerendahan, atau Allah melihatnya bergegas dalam sedekah dan kebaikan.

Karena itu, manfaatkanlah seluruh malam pada sepuluh malam terakhir, dengan meneladani Nabi ﷺ.
Sesungguhnya beliau apabila memasuki sepuluh malam terakhir:
mengencangkan ikat pinggangnya (bersungguh-sungguh dalam ibadah), menghidupkan malam-malamnya, dan membangunkan keluarganya untuk beribadah.

Khususkanlah malam-malam ganjil dengan usaha ibadah yang lebih sungguh-sungguh. Nabi ﷺ bersabda:

«تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْوِتْرِ مِنَ الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ»
"Carilah Lailatul Qadar pada malam-malam ganjil dari sepuluh malam terakhir bulan Ramadan."

Dengan demikian, kalian lebih berpeluang untuk tidak terluput dari Lailatul Qadar. Sebab ia adalah malam yang sangat agung. Nabi ﷺ bersabda:

«مَنْ حُرِمَ خَيْرَهَا فَقَدْ حُرِمَ»
"Barang siapa yang terhalang dari kebaikan malam itu, maka sungguh ia benar-benar telah terhalang dari kebaikan yang besar."

Bagaimana tidak demikian, padahal pada malam itu para malaikat yang mulia turun ke bumi, dan di tengah mereka ada Jibril ‘alaihissalam. Mereka turun secara berombongan demi berombongan.

Allah Ta‘ala berfirman:
﴿تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ﴾
"Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhan mereka untuk mengatur segala urusan." (QS. Al-Qadr: 4)

Bahkan disebutkan bahwa jumlah malaikat pada malam itu di bumi lebih banyak daripada jumlah kerikil. Mereka memberi salam kepada orang-orang beriman dan mengaminkan doa para hamba yang beribadah.

Maka beruntunglah orang yang menghidupkan malam itu dengan penuh keikhlasan kepada Tuhannya, sambil mengingat sabda Nabi ﷺ:
«مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ»
"Barang siapa yang menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu."

Dan alangkah berbahagianya orang yang mengulang-ulang doa yang diajarkan Nabi ﷺ ketika Sayyidah Aisyah radhiyallahu ‘anha bertanya: “Wahai Rasulullah, jika aku mengetahui malam mana Lailatul Qadar, apa yang harus aku baca di dalamnya?” Beliau menjawab:
«قُولِي: اللَّهُمَّ إِنَّكَ عُفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي»
"Katakanlah: Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku."

Kemudian Allah Ta‘ala berfirman:

﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ﴾
"Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah, taatilah Rasul, dan pemimpin di antara kalian." (QS. An-Nisa: 59)

Aku mengatakan perkataan ini, dan aku memohon ampun kepada Allah untukku dan untuk kalian. Maka mohonlah ampun kepada-Nya.

Khutbah Kedua

Segala puji bagi Allah semata. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi yang tidak ada nabi setelahnya.

Amma ba‘du,
Wahai orang-orang yang berpuasa, Allah Ta‘ala berfirman pada penutup Surah Al-Qadr:

﴿سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ﴾
"Sejahteralah malam itu sampai terbit fajar." (QS. Al-Qadr: 5)

Malam itu adalah malam kedamaian yang menyelimuti ruh-ruh manusia sehingga dipenuhi ketenangan dan ketenteraman. Kedamaian itu juga meliputi bumi, menghiasinya dengan keamanan, keberkahan, dan rahmat.

Perhatikanlah bagaimana Allah menghendaki kedamaian bagi hamba-hamba-Nya, dan menyebarkan sebab-sebab ketenteraman bagi mereka.

Namun orang-orang yang melampaui batas dan zalim menentang perintah Allah serta membuat kerusakan di muka bumi. Benarlah firman Allah Ta‘ala tentang mereka:
﴿كُلَّمَا أَوْقَدُوا نَارًا لِلْحَرْبِ أَطْفَأَهَا اللَّهُ وَيَسْعَوْنَ فِي الْأَرْضِ فَسَادًا وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ﴾
"Setiap kali mereka menyalakan api peperangan, Allah memadamkannya. Mereka berusaha membuat kerusakan di bumi, dan Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan." (QS. Al-Ma’idah: 64)

Namun tidak mungkin mereka mampu menggoyahkan kepercayaan kita kepada Rabb kita, tidak pula merusak keamanan kita, dan tidak pula melemahkan persatuan kita.

Karena kita mengambil ketenangan dari firman Allah:
﴿حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ﴾
bahwa fajar pasti akan datang, dan pertolongan pasti tiba.

Allah Ta‘ala berfirman:
﴿فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا • إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا﴾
"Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan." (QS. Asy-Syarh: 5–6)

Sesungguhnya Allah عز وجل menjaga negeri ini dan memuliakannya dengan berbagai kebaikan yang dilakukannya, sebagaimana sabda Nabi ﷺ:
«صَنَائِعُ الْمَعْرُوفِ تَقِي مَصَارِعَ السَّوْءِ»
"Perbuatan-perbuatan baik dapat melindungi dari berbagai kebinasaan."

Negeri ini mengulurkan tangan kebaikannya kepada yang dekat maupun yang jauh melalui bantuan dan pemberian. Ia menolong orang-orang yang membutuhkan dan mereka yang lemah.

Di antara kebaikan yang kita saksikan adalah program yang didukung oleh Yang Mulia Sheikh Muhammad bin Zayed, Presiden Negara – semoga Allah menjaganya – yaitu inisiatif “Umm Al-Imarat untuk Penjaminan Anak Yatim” melalui Otoritas Wakaf Abu Dhabi.

Maka berpartisipasilah dalam program tersebut agar kalian memperoleh pahala yang mulia dari Allah.

Dan makmurkanlah hari-hari yang penuh berkah ini dengan ketaatan kalian, serta manfaatkanlah kesempatan yang agung ini dengan memperbanyak zikir dan merendahkan diri dalam doa kepada Pencipta kalian. Karena Dia telah memerintahkan kalian untuk berdoa dan menjanjikan akan mengabulkannya. Allah Ta‘ala berfirman:

﴿ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ﴾
"Berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan untuk kalian." (QS. Ghafir: 60)

Ya Allah, wahai Yang Maha Mengabulkan doa, jagalah negeri kami, Uni Emirat Arab, jagalah para pemimpinnya, rakyatnya, dan seluruh orang yang tinggal di atasnya. Jagalah daratan, lautan, dan langitnya dengan penjagaan yang sesuai dengan kekuasaan dan keagungan-Mu.

Berikanlah kepadanya pertolongan yang sesuai dengan kemampuan dan kebesaran-Mu. Selimutilah negeri ini dengan perhatian dan keamanan-Mu, dan teruskanlah atasnya nikmat keamanan, kemuliaan, dan kebaikan, wahai Dzat Yang Maha Agung lagi Maha Mulia.

Ya Allah, lindungilah negeri ini dari permusuhan para penyerang, dari kejahatan para musuh dan orang-orang yang dengki. Ya Allah, balaslah mereka sesuai dengan kejahatan mereka, dan perlakukan mereka sesuai dengan keburukan perbuatan serta niat jahat mereka. Kembalikanlah tipu daya mereka kepada diri mereka sendiri, dan jagalah negeri kami, wahai Tuhan seluruh alam.

Ya Allah, jagalah para tentara negeri kami yang gagah berani. Kuatkanlah mereka, teguhkanlah tekad mereka, tepatkanlah sasaran mereka, dan menangkanlah mereka atas musuh-Mu dan musuh mereka. Limpahkanlah kepada mereka pahala dan balasan yang besar.

Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam kepada junjungan kami Nabi Muhammad, kepada keluarga dan seluruh sahabatnya. Ya Allah, ridhailah Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali, serta seluruh sahabat yang mulia.

Ya Allah, terimalah dari kami puasa, qiyam, dan tilawah Al-Qur’an kami, dan tolonglah kami untuk selalu taat kepada-Mu, wahai Yang Maha Pengasih.

Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang beriman kepada-Mu, beribadah hanya kepada-Mu, dan termasuk orang-orang yang beruntung dengan keutamaan Lailatul Qadar.

Jadikanlah kami anak-anak yang berbakti kepada kedua orang tua, dan rahmatilah mereka sebagaimana mereka telah membesarkan kami ketika kecil, wahai Yang Maha Penyayang di antara para penyayang.

Ya Allah, jagalah Sheikh Muhammad bin Zayed, Presiden Negara, dengan penjagaan-Mu. Lindungilah dia dengan kelembutan-Mu, limpahkan kepadanya rahmat-Mu, naungi dia dengan perhatian-Mu, dan jadikanlah amalnya dalam ketaatan kepada-Mu.

Tolonglah dia dengan pertolongan-Mu, mudahkan urusannya menuju kebaikan, jadilah baginya penolong dan pendukung, pemberi petunjuk dan penuntun. Terangilah pandangannya, berkahilah langkahnya, luruskan perkataan dan perbuatannya, serta berkahilah umur dan amalnya. Penutup Khutbah Kedua

Ya Allah, jadikanlah dia pembuka pintu-pintu kebaikan dan penutup pintu-pintu keburukan, serta berikanlah taufik kepadanya dalam setiap urusan.

Ya Allah, berilah taufik kepadanya, kepada para wakilnya, saudara-saudaranya para penguasa Emirat, serta Putra Mahkota yang terpercaya dan Perwakilan Penguasa di Al-Dhafra, untuk melakukan segala sesuatu yang Engkau cintai dan Engkau ridhai.

Ya Allah, rahmatilah Sheikh Zayed, Sheikh Rashid, serta para pemimpin Emirat yang telah berpulang ke rahmat-Mu. Masukkanlah mereka dengan karunia-Mu ke dalam surga-Mu yang luas.

Limpahkanlah rahmat dan ampunan-Mu kepada para syuhada tanah air, berikanlah kepada mereka pahala yang besar, curahkanlah kepada mereka karunia-Mu yang melimpah, dan berikanlah kepada keluarga mereka balasan terbaik sebagaimana balasan yang Engkau berikan kepada orang-orang yang sabar.

Ya Allah, rahmatilah kaum muslimin dan muslimat, yang masih hidup maupun yang telah wafat.

Ya Allah, turunkanlah kepada kami hujan, dan janganlah Engkau jadikan kami termasuk orang-orang yang berputus asa.
Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami.
Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami.
Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami.

Wahai hamba-hamba Allah, ingatlah Allah Yang Maha Agung lagi Maha Mulia, niscaya Dia akan mengingat kalian. Bersyukurlah kepada-Nya atas nikmat-nikmat-Nya, niscaya Dia akan menambahkannya kepada kalian.

Dan dirikanlah shalat.

KULTUM RAMADHAN BA'DA ASHAR, 10/03/2026: Sepuluh Hari Terakhir (Ramadhan)



Segala puji bagi Allah, Pemilik keagungan dan kemuliaan, yang telah mempertemukan kita dengan sepuluh hari terakhir bulan Ramadan, dan menjadikan di dalamnya malam terbaik sepanjang tahun.

Semoga shalawat dan salam tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad, kepada keluarga dan para sahabat beliau yang mulia, serta kepada orang-orang yang mengikuti petunjuk mereka dengan kebaikan sepanjang masa.

Amma ba‘du,

Wahai orang-orang yang berpuasa,
Inilah sepuluh hari terakhir dari bulan yang mulia ini telah tiba. Ia adalah hari-hari terbaik dalam Ramadan, dan di dalamnya terdapat malam-malam yang paling agung. Maka bersungguh-sungguhlah di dalamnya dengan berbagai bentuk ketaatan, meneladani Rasulullah ﷺ.

Sungguh, beliau bersungguh-sungguh dalam sepuluh malam terakhir dengan kesungguhan yang tidak beliau lakukan pada waktu lainnya.

Rasulullah ﷺ bersabda:

«كَانَ يَجْتَهِدُ فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مَا لَا يَجْتَهِدُ فِي غَيْرِهِ»

"Beliau bersungguh-sungguh pada sepuluh malam terakhir melebihi kesungguhan beliau pada waktu-waktu lainnya."

Di antara amalan penting yang membantu orang yang berpuasa untuk meraih pahala besar pada sepuluh hari ini adalah sebagai berikut:

Pertama: Menjaga shalat berjamaah, terutama shalat Isya dan Subuh. 
Rasulullah ﷺ bersabda:

«مَنْ صَلَّى الْعِشَاءَ فِي جَمَاعَةٍ فَكَأَنَّمَا قَامَ نِصْفَ اللَّيْلِ، وَمَنْ صَلَّى الصُّبْحَ فِي جَمَاعَةٍ فَكَأَنَّمَا صَلَّى اللَّيْلَ كُلَّهُ»

"Barang siapa menunaikan shalat Isya berjamaah, maka seakan-akan ia telah menghidupkan setengah malam. Dan barang siapa menunaikan shalat Subuh berjamaah, maka seakan-akan ia telah menghidupkan seluruh malam."

Kedua: Bersungguh-sungguh dalam berbagai ketaatan seperti qiyamullail, membaca Al-Qur’an, bersedekah, dan berdoa. Juga mendorong keluarga untuk melakukan hal tersebut agar mereka memperoleh keutamaan dan pahala.

Dari Sayyidah Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau berkata:

«كَانَ النَّبِيُّ ﷺ إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ أَحْيَا اللَّيْلَ، وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ، وَجَدَّ وَشَدَّ الْمِئْزَرَ»

"Apabila telah masuk sepuluh malam terakhir, Nabi ﷺ menghidupkan malamnya, membangunkan keluarganya, bersungguh-sungguh, dan mengencangkan ikat pinggangnya (bersiap dengan penuh kesungguhan dalam ibadah)."

Ketiga: Menambah kesungguhan pada malam-malam ganjil, karena malam-malam tersebut lebih besar harapannya untuk bertepatan dengan Lailatul Qadar. Rasulullah ﷺ bersabda:

«تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْوِتْرِ مِنَ الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ»

"Carilah Lailatul Qadar pada malam-malam ganjil di sepuluh malam terakhir bulan Ramadan."

Keempat: Memperbanyak doa, baik untuk diri kita, keluarga kita, kerabat kita, maupun untuk negeri kita, para pemimpin kita, dan presiden negara kita.

Di antara doa yang memiliki keutamaan besar pada malam Lailatul Qadar adalah doa yang diajarkan Rasulullah ﷺ kepada Aisyah radhiyallahu ‘anha.

Sayyidah Aisyah radhiyallahu ‘anha pernah bertanya kepada Rasulullah ﷺ:

«أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَيَّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ الْقَدْرِ مَا أَقُولُ فِيهَا؟»

"Wahai Rasulullah, jika aku mengetahui malam mana yang merupakan Lailatul Qadar, apa yang sebaiknya aku ucapkan di dalamnya?"

Beliau ﷺ menjawab:

«قُولِي: اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي»

"Ucapkanlah: Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, Engkau mencintai pemaafan, maka maafkanlah aku."

Inilah malam-malam yang jumlahnya sedikit, namun pahalanya sangat besar. Maka hendaklah kita memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya, bersungguh-sungguh dalam ketaatan pada malam-malam tersebut, dengan harapan dapat meraih keutamaan Lailatul Qadar, malam yang Allah sebutkan dalam firman-Nya:

﴿لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ﴾

"Malam Lailatul Qadar itu lebih baik daripada seribu bulan." (QS. Al-Qadr: 3)

Ya Allah, berkahilah bagi kami sepuluh malam terakhir ini, dan bantulah kami di dalamnya untuk berpuasa dan menegakkan qiyam.

Semoga shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad, kepada keluarga dan seluruh sahabatnya.

KULTU RAMADHAN BA'DA ASHAR, 11/06/2026: Bulan Kebaikan Dan Ihsan

Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam, yang mencintai hamba-hamba-Nya yang berbuat ihsan. Semoga shalawat yang paling utama dan salam yang paling sempurna tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad, kepada keluarga dan seluruh sahabat beliau, serta kepada orang-orang yang mengikuti mereka dengan ihsan hingga Hari Pembalasan.

Amma ba‘du,

Wahai orang-orang yang berpuasa,
Sesungguhnya ihsan adalah akhlak yang luhur. Ia mencakup kesempurnaan dalam beramal, kemurahan dan kedermawanan, serta kesadaran akan pengawasan Allah dalam keadaan tersembunyi maupun terang-terangan. Ihsan merupakan tanda kejernihan jiwa dan kemuliaan akhlak.

Allah Ta‘ala berfirman:

﴿إِنَّ اللَّهَ مَعَ الَّذِينَ اتَّقَوْا وَالَّذِينَ هُمْ مُحْسِنُونَ﴾

"Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat ihsan." (QS. An-Nahl: 128)

Bulan Ramadan adalah medan yang agung untuk melatih jiwa agar memiliki sifat ihsan dalam seluruh maknanya dan di berbagai bidang kehidupan.

Di antara bentuk-bentuk ihsan yang paling utama yang hendaknya dijaga oleh orang yang berpuasa di bulan Ramadan adalah:

Pertama: Ihsan dalam beribadah, dengan keikhlasan di dalamnya serta menghadirkan makna-makna spiritual dari ibadah tersebut.

Rasulullah ﷺ pernah ditanya tentang ihsan, lalu beliau ﷺ menjawab:

«الْإِحْسَانُ: أَنْ تَعْبُدَ اللَّهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ، فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ»

"Ihsan adalah engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihat-Nya; dan jika engkau tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu."

Kedua: Ihsan dalam bekerja, yaitu dengan melakukannya secara rapi, teliti, dan sempurna, serta menunaikannya dengan sebaik-baik cara.

Rasulullah ﷺ bersabda:

«إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ إِذَا عَمِلَ أَحَدُكُمْ عَمَلًا أَنْ يُتْقِنَهُ»

"Sesungguhnya Allah mencintai apabila salah seorang dari kalian melakukan suatu pekerjaan, ia melakukannya dengan sempurna."

Ketiga: Ihsan dalam bermuamalah, dengan perkataan yang baik, berbakti kepada kedua orang tua, menyambung silaturahim, dan menjaga hubungan yang baik dengan para tetangga.

Allah Ta‘ala berfirman:

﴿إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى﴾

"Sesungguhnya Allah memerintahkan berlaku adil, berbuat ihsan, dan memberi kepada kerabat." (QS. An-Nahl: 90)

Keempat: Ihsan kepada seluruh manusia, dengan meringankan kesulitan orang miskin, membantu kebutuhan orang yang membutuhkan, memberi makan orang yang lapar, atau menyediakan hidangan berbuka bagi orang yang berpuasa.

Rasulullah ﷺ bersabda:

«مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ، مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْءٌ»

"Barang siapa memberi makan berbuka kepada orang yang berpuasa, maka ia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang berpuasa itu, tanpa mengurangi sedikit pun pahala orang yang berpuasa tersebut."

Penutup:

Marilah kita memanfaatkan bulan yang mulia ini—bulan yang penuh dengan rahmat—dengan memperbanyak ihsan dalam ibadah, dalam muamalah, dan dalam memberi kepada sesama. Jadikanlah bulan ini sebagai kesempatan untuk membersihkan hati kita, memperkuat ikatan persaudaraan kita, serta menanamkan kebaikan dalam masyarakat kita. Dan hendaklah kita mengajarkan nilai-nilai tersebut kepada anak-anak laki-laki dan perempuan kita.

Ya Allah, jadikanlah kami termasuk orang-orang yang berbuat ihsan, yang berhak mendapatkan keridaan-Mu serta memperoleh pahala-Mu yang besar dan karunia-Mu yang melimpah.

Ya Allah, limpahkanlah shalawat, salam, dan keberkahan kepada junjungan kami Nabi Muhammad, kepada keluarga dan seluruh sahabatnya.

KHOTBAH JUM'AT 06/03/2026: Ya Tuhanku, Jadikanlah Negeri Ini Negeri Yang Aman

Khutbah Pertama

Segala puji bagi Allah Yang Maha Kuat lagi Maha Kokoh, yang tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas, dan tidak memperbaiki perbuatan orang-orang yang membuat kerusakan. Kita bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, Tuhan seluruh alam. Dan kita bersaksi bahwa junjungan kita Nabi Muhammad adalah penutup para rasul.

Ya Allah, limpahkanlah shalawat, salam, dan keberkahan kepada beliau, kepada keluarga dan seluruh sahabatnya, serta kepada siapa saja yang mengikuti petunjuknya dengan kebaikan hingga Hari Pembalasan.

Amma ba‘du,
Aku wasiatkan kepada kalian wahai hamba-hamba Allah dan juga kepada diriku sendiri untuk bertakwa kepada Allah. Allah Ta‘ala berfirman:

﴿وَإِنْ تَصْبِرُوا وَتَتَّقُوا لَا يَضُرُّكُمْ كَيْدُهُمْ شَيْئًا إِنَّ اللَّهَ بِمَا يَعْمَلُونَ مُحِيطٌ﴾
"Jika kamu bersabar dan bertakwa, niscaya tipu daya mereka sedikit pun tidak akan membahayakan kamu. Sesungguhnya Allah Maha Meliputi apa yang mereka kerjakan." (QS. Ali ‘Imran: 120)

Wahai orang-orang yang berpuasa dan menegakkan qiyam di bulan ini,
Pada bulan kalian ini, marilah kita berhenti sejenak untuk mentadabburi firman Allah Yang Maha Mulia dalam Surah Ibrahim:

﴿رَبِّ اجْعَلْ هَذَا الْبَلَدَ آمِنًا﴾
"Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini negeri yang aman." (QS. Ibrahim: 35)

Sebuah doa yang penuh keberkahan, yang dipanjatkan oleh Khalilur-Rahman, Nabi Ibrahim ‘alaihissalam. Doa ini diabadikan oleh Rabb kita pada dua tempat dalam Al-Qur’an.

Bagaimana mungkin kita tidak merenungi doa ini, sementara kita semua telah merasakan nikmat keamanan dan ketenteraman, setelah negeri tercinta kita, Uni Emirat Arab — semoga Allah menjaga dan melindunginya — pernah menghadapi serangan teror yang nyata dan pengecut dari orang-orang yang berkhianat. Mereka tidak menjaga hubungan kekerabatan maupun perjanjian terhadap seorang mukmin pun.

Allah berfirman:

﴿وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُعْتَدُونَ﴾
"Dan mereka itulah orang-orang yang melampaui batas."

Mereka menjadikan sasaran kumpulan orang-orang yang aman, bahkan orang-orang yang sedang rukuk dan sujud.

Allah Ta‘ala berfirman:

﴿وَيَنْقُضُونَ عَهْدَ اللَّهِ مِنْ بَعْدِ مِيثَاقِهِ وَيَقْطَعُونَ مَا أَمَرَ اللَّهُ بِهِ أَنْ يُوصَلَ وَيُفْسِدُونَ فِي الْأَرْضِ أُولَٰئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ﴾
"Dan mereka merusak perjanjian Allah setelah diteguhkan, memutuskan apa yang diperintahkan Allah untuk disambung, dan berbuat kerusakan di bumi. Mereka itulah orang-orang yang rugi." (QS. Al-Baqarah: 27)

Mereka tidak memperhatikan hak tetangga, tidak pula menghormati kesucian bulan yang mulia.

Maka agama apakah yang membenarkan tindakan melampaui batas?
Iman seperti apakah yang menghalalkan darah orang-orang yang tidak bersalah?

Allah Ta‘ala berfirman:

﴿قُلْ بِئْسَمَا يَأْمُرُكُمْ بِهِ إِيمَانُكُمْ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ﴾
"Katakanlah: Amat buruk apa yang diperintahkan imanmu kepadamu, jika memang kamu orang-orang beriman." (QS. Al-Baqarah: 93)

Akhlak apakah yang membenarkan penyerangan terhadap orang-orang yang hidup damai? Islam seperti apakah yang membolehkan menyakiti dan melukai orang lain?

Bukankah Rasulullah ﷺ telah bersabda:

«الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ النَّاسُ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ»
"Seorang Muslim adalah orang yang kaum manusia selamat dari gangguan lisan dan tangannya."

Sebagaimana disampaikan oleh Nabi pembawa rahmat dan kedamaian, ﷺ.

Wahai penduduk Emirat, baik warga negara maupun para mukim,
Kami menyampaikan kabar gembira kepada kalian bahwa negeri ini adalah negeri yang kuat, mulia, dan bermartabat. Ia laksana gunung yang menjulang tinggi dan kokoh berdiri. Krisis tidaklah menambahnya kecuali kekuatan; tantangan tidak menambahnya kecuali keteguhan; dan kesulitan tidak menambahnya kecuali persatuan dan kekompakan.

Rasulullah ﷺ bersabda:

«كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا»
"Seperti bangunan yang saling menguatkan satu sama lain."

Penduduk Emirat, dengan iman mereka kepada Rabbnya, dengan kepercayaan yang tulus kepada kepemimpinan mereka, serta dengan kecintaan kepada Presiden negara mereka, layak atas mereka firman Sang Pencipta:

﴿الَّذِينَ قَالَ لَهُمُ النَّاسُ إِنَّ النَّاسَ قَدْ جَمَعُوا لَكُمْ فَاخْشَوْهُمْ فَزَادَهُمْ إِيمَانًا وَقَالُوا حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ ۝ فَانْقَلَبُوا بِنِعْمَةٍ مِنَ اللَّهِ وَفَضْلٍ لَمْ يَمْسَسْهُمْ سُوءٌ وَاتَّبَعُوا رِضْوَانَ اللَّهِ وَاللَّهُ ذُو فَضْلٍ عَظِيمٍ﴾
"(Yaitu) orang-orang yang ketika ada orang berkata kepada mereka: ‘Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, maka takutlah kepada mereka,’ justru perkataan itu menambah iman mereka, dan mereka menjawab: ‘Cukuplah Allah bagi kami dan Dia sebaik-baik Pelindung.’ Maka mereka kembali dengan nikmat dan karunia dari Allah, tidak ada keburukan yang menimpa mereka, dan mereka mengikuti keridaan Allah. Dan Allah memiliki karunia yang besar." (QS. Ali ‘Imran: 173–174)

Sungguh, kepemimpinan kita telah menunjukkan ketajaman pandangan dan kebijaksanaan. Allah Ta‘ala berfirman:

﴿وَمَنْ يُؤْتَ الْحِكْمَةَ فَقَدْ أُوتِيَ خَيْرًا كَثِيرًا﴾
"Barang siapa dianugerahi hikmah, maka sungguh ia telah dianugerahi kebaikan yang banyak." (QS. Al-Baqarah: 269)

Rakyat kita dan para penduduk yang tinggal di negeri ini telah menampilkan tanggung jawab dan kesadaran, kecintaan yang tulus, serta sikap-sikap setia yang berbicara dengan sendirinya.

Para prajurit kita yang gagah berani telah memperlihatkan kemampuan pertahanan yang tinggi, kesiapsiagaan dan tindakan preventif, keterampilan serta profesionalisme. Mereka menorehkan teladan luar biasa dalam keberanian, dan menuliskan pada lembaran sejarah bangsa sebuah epik kepahlawanan yang abadi—yang menggambarkan ketulusan loyalitas serta besarnya pengorbanan dan pengabdian.

Maka sungguh berbahagialah mereka dengan sabda Nabi ﷺ:

«مَوْقِفُ سَاعَةٍ فِي سَبِيلِ اللَّهِ خَيْرٌ مِنْ قِيَامِ لَيْلَةِ الْقَدْرِ عِنْدَ الْحَجَرِ الأَسْوَدِ»
"Berdiri (berjaga) sesaat di jalan Allah lebih baik daripada beribadah pada malam Lailatul Qadar di sisi Hajar Aswad."

Wahai orang-orang yang menunaikan shalat,
Perbanyaklah mengingat Allah, bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang, dan bacalah Al-Qur’an dengan tartil; niscaya hati kalian menjadi tenteram dan jiwa kalian dipenuhi ketenangan.

Ingatlah nikmat-nikmat Rabb kalian, dan bersyukurlah atas karunia Pencipta kalian. Pujilah Dia atas keamanan yang kalian rasakan dan atas kelapangan rezeki yang tersedia bagi kalian.

Berperanlah dalam menjaga keberlangsungan nikmat tersebut dengan kesadaran dan tanggung jawab. Ambillah informasi dari sumber-sumber resminya, dan pastikan kebenarannya. Jauhilah isu-isu dan kabar bohong yang disebarkan oleh para provokator dan penebar keraguan. Berhati-hatilah agar tidak menjadi orang yang mempercayainya, apalagi turut menyebarkannya.

Patuhilah arahan pihak-pihak berwenang. Ciptakan bersama keluarga kalian suasana yang tenang; hadirkan optimisme dan sikap positif di dalam rumah. Jalani kehidupan kalian secara normal dengan penuh keyakinan dan ketenteraman.

Ketahuilah bahwa Emirat berbangga kepada kalian semua. Ia adalah negeri kebaikan dan kemurahan. Tidak mencintainya kecuali orang yang mulia, dan tidak membencinya kecuali orang yang hina. Maka kenalilah keutamaannya, dan berdoalah kepada Allah agar Dia senantiasa melanggengkan kebaikan dan keamanannya, seraya mengucapkan:

"Aku membentengimu dengan nama Allah, wahai tanah airku."

Allah Ta‘ala berfirman:

﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ﴾
"Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah, taatilah Rasul, dan para pemimpin di antara kalian." (QS. An-Nisa’: 59)

Demikianlah yang dapat aku sampaikan. Aku memohon ampun kepada Allah untukku dan untuk kalian; maka mohonlah ampun kepada-Nya.

Khutbah Kedua

Segala puji bagi Allah semata. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi yang tidak ada nabi setelahnya.

Amma ba‘du,

Wahai orang-orang yang berpuasa, sesungguhnya pada hari ini terdapat satu waktu yang tidaklah bertepatan dengannya seorang hamba mukmin yang memohon kebaikan kepada Allah, melainkan Dia akan memberinya.

Rasulullah ﷺ bersabda:

«إِنَّ فِي الْجُمُعَةِ لَسَاعَةً لَا يُوَافِقُهَا عَبْدٌ مُؤْمِنٌ يَسْأَلُ اللَّهَ فِيهَا خَيْرًا إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ»
"Sesungguhnya pada hari Jumat terdapat satu waktu; tidaklah seorang hamba mukmin bertepatan dengannya lalu memohon kebaikan kepada Allah, melainkan Allah akan memberinya."

Dan bagi orang yang berpuasa ada doa yang tidak tertolak.

Rasulullah ﷺ bersabda:

«لِلصَّائِمِ دَعْوَةٌ لَا تُرَدُّ»
"Bagi orang yang berpuasa ada doa yang tidak tertolak."

Di penghujung-penghujung shalat, pintu-pintu langit dibukakan. Dan pada waktu sahur, Rabb kita menyeru:

«هَلْ مِنْ سَائِلٍ فَأُعْطِيَهُ؟»
"Adakah orang yang meminta, maka Aku akan memberinya?"

Maka manfaatkanlah waktu-waktu yang penuh keberkahan ini. Bersungguh-sungguhlah dalam berdoa kepada Rabb bumi dan langit. Dia telah berfirman:

﴿وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ﴾
"Dan Tuhanmu berfirman: Berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan untuk kalian." (QS. Ghafir: 60)

Ya Allah, wahai Tuhan kami dan Tuhan segala sesuatu, wahai Pencipta kami Yang Maha Agung, kami memohon kepada-Mu dalam keadaan berpuasa dan penuh harap akan rahmat-Mu. Wahai Dzat Yang Maha Mengabulkan doa,

Jagalah Emirat, jagalah para pemimpinnya, rakyatnya, serta seluruh yang tinggal di atas tanahnya. Jagalah darat dan lautnya, bumi dan langitnya. Langgengkan stabilitasnya. Lindungilah ia dengan penjagaan-Mu yang tidak pernah tidur. Jagalah ia dengan kekuatan-Mu yang tidak terkalahkan. Peliharalah ia dengan kekuasaan-Mu yang kokoh. Wahai Yang Maha Mengabulkan, wahai Yang Maha Mendengar.

Ya Allah, kami memohon kepada-Mu dengan cahaya wajah-Mu yang dengannya langit dan bumi bersinar, jadikanlah negeri Emirat ini dalam perlindungan dan penjagaan-Mu, dalam naungan dan benteng-Mu. Wahai Yang Maha Kuat lagi Maha Kokoh.

Ya Allah, lindungilah ia dari kezaliman orang-orang yang melampaui batas, dari kejahatan musuh-musuh dan orang-orang yang dengki.

Ya Allah, kepada-Mu kami menyerahkan mereka, dan kepada-Mu kami berlindung dari keburukan mereka. Engkaulah Tuhan kami dan Tuhan mereka. Cukupkanlah kami dari kejahatan mereka dengan cara yang Engkau kehendaki dan sebagaimana Engkau kehendaki. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. Engkaulah sebaik-baik Pelindung dan Penolong.

Ya Allah, wahai Dzat yang apabila sesuatu dititipkan kepada-Mu Engkau menjaganya, kami menitipkan kepada-Mu negeri Emirat kami; maka jadikanlah ia dalam keamanan dan jaminan-Mu.

Ya Allah, jagalah para prajurit negeri kami yang gagah berani. Kuatkanlah dukungan-Mu bagi mereka, teguhkan tekad mereka, tepatkan sasaran mereka, dan tolonglah mereka atas musuh-Mu dan musuh mereka. Lindungilah mereka dari depan dan belakang mereka, dari kanan dan kiri mereka, dari atas dan bawah mereka.

Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam kepada junjungan kami Nabi Muhammad, kepada keluarga dan seluruh sahabatnya.

Ya Allah, ridhailah Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali, serta seluruh sahabat yang mulia.

Ya Allah, terimalah dari kami puasa, qiyam, dan tilawah Al-Qur’an kami. Bantulah kami untuk senantiasa taat kepada-Mu, wahai Yang Maha Pengasih. Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang beriman kepada-Mu, tekun beribadah kepada-Mu, termasuk golongan yang meraih kemenangan di bulan Ramadan, serta berbakti kepada kedua orang tua kami.

Ya Allah, rahmatilah mereka sebagaimana mereka telah mendidik kami ketika kecil, wahai Yang Maha Penyayang di antara para penyayang.

Ya Allah, jagalah Muhammad bin Zayed Al Nahyan, Presiden Negara, dengan penjagaan-Mu. Limpahkan kepadanya pemeliharaan-Mu, jadikan amalnya dalam ketaatan kepada-Mu, serta berikan taufik kepadanya, para wakilnya, saudara-saudaranya para penguasa Emirat, Putra Mahkota yang terpercaya, dan Perwakilan Penguasa di Al-Dhafra; agar Engkau membimbing mereka kepada apa yang Engkau cintai dan Engkau ridhai.

Ya Allah, rahmatilah Zayed bin Sultan Al Nahyan, karena beliau adalah simbol kebaikan dan pelita kemurahan. Rahmatilah pula Rashid bin Saeed Al Maktoum, serta para syekh Emirat yang telah berpulang ke rahmat-Mu. Masukkanlah mereka dengan karunia-Mu ke dalam surga-Mu yang luas. Limpahkan pula rahmat dan ampunan-Mu kepada para syuhada tanah air.

Ya Allah, rahmatilah kaum muslimin dan muslimat, baik yang masih hidup maupun yang telah wafat.

Ya Allah, turunkanlah kepada kami hujan yang membawa keberkahan, dan janganlah Engkau jadikan kami termasuk orang-orang yang berputus asa.
Ya Allah, turunkanlah hujan untuk kami.
Ya Allah, turunkanlah hujan untuk kami.
Ya Allah, turunkanlah hujan untuk kami.

Wahai hamba-hamba Allah, ingatlah Allah Yang Maha Agung lagi Maha Mulia, niscaya Dia akan mengingat kalian. Bersyukurlah kepada-Nya atas nikmat-nikmat-Nya, niscaya Dia akan menambahnya untuk kalian.

Dan dirikanlah shalat.

Monday, March 23, 2026

WISUDA PUTRIKU 2014

AWAL

Seperti baru kemaren saja tahun 2010 itu, ketika aku mengantar putriku masuk universitas, University of Washington (UW), Seattle Amerika Serikat. Dinginnya suhu kota Seattle masih aku rasakan sampai saat ini. Lorong dan taman plaza UW juga masih segar di ingatanku. Banyak orang duduk-duduk di taman ketika kuliah sudah dimulai kembali setelah libur panjang di musim panas. Dan sampai pukul 11 malam aku lihat masih ada kegiatan di dalam kelas.

Sekarang sudah tahun 2014 dan pada pertengahan tahun ini, putriku rencananya akan diwisuda. Jika itu berjalan lancar, maka aku akan sudah memiliki seorang anak berpredikat Sarjana. Dan tentu sebagai orang tua melihat anaknya berhasil selamat menempuh kuliahnya, apalagi dapat tepat waktu, tidak sekalipun dan dapat selesai sampai diwisuda, merupakan pencapaian baik tersendiri, apapun hasilnya. Tentunya hanya kalimat syukur kepada Tuhan yang bisa memberikan harga pencapaian ini. 

Ketika aku pandangi fotonya ketika dia masih kanak-kanak, aku semakin merasakan bahwa dalam menempuh usia sampai 21 tahun terasa seperti baru saja. Entah perasaan ini timbul dikarenakan aku kurang dalam memberikan sesuatu yang lebih berarti kepada putriku, atau memang kenyataannya memang 21 tahun itu adalah waktu yang pendek untuk merawat seorang anak. Bagaimanapun semua itu, yang paling aku syukuri adalah, bahwa sampai saat ini putri, putra dan istriku diberi keselamatan.

Istriku sudah disibukkan dengan rencana menghadiri wisuda putriku walaupun waktu itu masih di bulan awal tahun 2014 ini. Hotel, tiket dan ke mana setelah menhadiri wisuda sudah ia rencanakan. Istriku sudah memesan tiket sejak akhir Februari lalu, demikian juga hotelnya. Aku sendiri belum memesan tiket, karena aku harus menyesuaikan dengan rencana cutiku yang masih belum aku ajukan. Aku belum memastikan waktu dalam menghadiri wisuda putriku. Selain itu, aku masih memiliki kesulitan keuangan akibat salah hitung tentang cash flow keuangan di tahun lalu. Tetapi, bagaimanapun aku harus mengusahakan untuk menghadiri wisuda putriku, karena peristiwa wisuda sarjana hanya ada sekali dalam hidupnya, kehadiran orang tuanya akan memiliki arti penting bagi seorang anak yang sedang meraih keberhasilan. Ini mungkin suatu penghargaan bagi mereka yan sedang diwisuda, kehadiran orang tua merupakan hadiah yang sangat besar bagi mereka.

CUTI

Seminggu lagi cutiku akan dimulai. Pekerjaan di kantor aku rasa masih banyak jika dibandingkan dengan sisa waktu sebelum aku cuti. Tetapi aku tidak khawatir, aku harus berkomitmen, bahwa semuanya akan aku  atasi dan selesaikan. Tidak ada kata yang harus aku tawarkan.

Sholat subuh akan dimulai sekitar pukul 4:40 am. Alarem di HPku aku set pukul 4:25. Deringan pertama aku terperanjat. Hari ini adalah hari Minggu. Semalam aku tidur agak terlambat, mungkin karena hari ini aku libur kerja. Istriku tidak terbangun dengan bunyi alarem dari HPku yang secepatnya aku raih untuk aku sunyikan kembali bunyi jeritannya. Aku bergegas berjalan menuju kamar mandi. Ruangan remang-remang membuatku berjalan berhati-hati. Hanya satu lampu menyala ketika aku tekan tombol dari lima lampu dalam kamar madiku. Aku  tau bahwa, lampu-lampu di kamar mandiku memang ada masalah, dan sudah aku laporkan kepada pihak pengembang untuk diperbaiki atas nama warranty.  Aku raih sikat gigiku dari dalam gelas plasitk di depan cermin besar dekat washtafel setelah aku buang air kecil. Air dingin dari pipa keran menjadi hangat setelah aku selesai membersihkan gigiku. Air yang cukup nyaman untuk aku pakai membersihkan mukaku ketika berwudhu di pagi buta. Di sini, adalah sesuatu yang biasa bukan hanya buat aku, untuk tidak mandi di pagi hari karena tadi malam sebelum tidur sudah melakukan mandi. Suhu ruang dan lingkungan udara bersih memungkinkan tubuh tetap bertahan bersih tanpa berkeringat.

Aku matikan kembali lampu kamar mandiku ketika aku keluar dari kamar mandi dan telah selesai berwudu untuk sholat Fajar, dan kamar tidur menjadi remang-remang kembali. Aku coba meraba celana dan kaosku dari gantungan baju yang telah aku gantung sejak tadi malam. Lalu aku raih untuk aku pakai di dalam kamar tidurku. Aku bergerak sehalus mungkin bagaikan seekor kucing yang sedang mengintai buruannya agar istriku tidak terganggu dari tidurnya. Sebelum aku keluar rumah menuju Masjid, aku pakai topi putih agar cawut-mawut rambut cepakku dapat aku sembunyikan.

Lorong koridor menuju lift sunyi sekali. Lampu neon cukup terang ketika menyala semua, tidak seperti di siang hari yang menyala hanya separuh saja. Terkadang aku membayangkan hal yang menakutkan ketika aku berjalan di lorong yang sepi, bukan takut pada dedemit, walaupun sebenarnya tidak akan ada apa-apa. Tetapi trauma dari cerita orang-orang kampung dulu ketika aku masih kecil membuat aku selalu membayangkannya.

Di luar gedung apartemenku lebih redup walaupun lampu jalan di balik lapangan parkir menyala lebih terang dari lampu-lampu jalan-jalan kota asalku Surabaya, lampu-lampunya menyala berwarna keemasan semuanya. Aku terkadang dihantui oleh kekhawatiran ketika melintasi jalan sepi tentang kemungkinan adanya serangan anjing liar yang lepas dari tuannya. Aku seperti mengawasi sekelilingku ketika aku injakkan kakiku menuruni tangga kecil untuk keluar menyusuri pelataran parkir dari adanya anjing liar. Walaupun aku belum pernah menemukannya tetapi trauma dari video kiriman temanku di Facebook yang pernah aku lihat, membuat perasaanku menjadi waspada dan berjalan ragu-ragu.

Angka jam dinding di dalam masjid menunjukkan 3 menit sisa waktu sebelum iqamah shalat Subuh dimulai, itulah waktu ketika aku memasuki masjid depan apartemen dengan karpet berwarnan merah darah, angka yang sering aku lihat ketika aku masuk masjid. Dalam 3 menit aku bisa melakukan dua macam shalat sunnah, tahiyyautul masjid dan shalat sunnah sebelum shalat Subuh. Sebelum shalat sunnah keduaku selesai, imam mulai membacakan iqamah shalat. Semua orang sudah berdiri rapat dan imam sudah membacakan takbir ketika aku menyelesaikan shalat sunnahku yang kedua. Di sini ada reda waktu antara adan Subuh dan pembacaan iqamah selama sekitar 20 menitan. Dan dapat terlihat di jam dinding dijital yang berjalan mundur setiap detik dari angka 20 menit ke angka 0 menit. Jadi, semua orang sudah tau tentang jam iqamah setiap shalat. Untuk shalat-shalat yang lain seperi Duhur, Asyar, Maghrib dan Ishak memiliki durasi menunggu yang berbeda-beda. Shalat Maghrib jeda waktunya yang paling pendek, dan shalat Subuh yang terpanjang. Ini adalah standar yang diatur oleh otoritas agama di sini.

Ayat-ayat panjang yang sedang dibacakan oleh imam ketika shalat Subuh, membuat suasana semakin hening saja. Untuk shalat-shalat lainnya biasanya tidak sepanjang ayat-ayat shalat Subuh. Ini mungkin karena shalat Subuh memiliki rakaat yang paling sedikit, hanya dua rakaat saja.

Di luar masjid masih saja sepi ketika aku keluar dari selesai shalat Subuh. Aku masih saja khawatir dari adanya anjing tak bertuan di jalan yang aku lalui menuju gedung apartemenku yang berjarak sekitar 60 meteran itu. Setelah aku pijit tombol pin nomor pintu utama apartemen, kunci pintu utama terbuka sendiri. Dengan perlahan aku buka pintu flatku dengan kunci agar istriku tidak terbangun dari tidurnya. Aku tutup pintu kamar tidur agar lampu kamar tamu ketika aku nyalakan tidak masuk kamar dan mengganggu kepulasan dari tidur istriku. Aku nyalakan satu dari tiga lampu kamar tamuku, lalu aku hampiri juga laptop ku yang masih terbuka setelah aku matikan semalam untuk aku tekan tombol aliran listriknya. Berita dari Detik.com dan Kompas.com adalah langgananku untuk aku baca sebelum memulai membaca yang lain melaui laptop yang terhubung dengan internet di pagi hari. Apalagi sebentar lagi akan ada Pemilu Legislatif, selalu ada berita yang dibikin menarik untuk aku baca. Setelah membaca berita lalu aku mempersiapkan masakan makan pagiku, lalu tidak lupa setelahnya membuat makan siang untuk aku bawa ke kantor.

Di kantor aku masih harus menyelesaikan pekerjaanku yang dipesan oleh atasanku dari sejak beberapa hari yang lalu agar bisa diselesaikan hari ini. Ini menyita waktuku sampai aku harus pulang satu jam lebih lambat dari seharusnya.

Kantor sudah tidak melihat orang lain kecuali aku, sekarang terasa sepi sekali, akhir pekan semua orang sudah pulang sesuai jadwal mereka. Aku tinggal sendirian tetapi aku puas karena pekerjaanku sudah aku kirim melalui email setelah aku selesaikan. Lampu kantor bagianku untuk aku matikan dan lorong menuju ke finger print recorder agak redup. Lampu di kantor bagian Administrasi masih menyala, aku lihat sekertaris CEO masih sibuk dengan monitor komputernya. Ternyata masih ada orang lain selain aku di dalam kantorku. Aku ucapkan selamat berakhir pekan sebelum aku keluar kantorku.

Jalan menuju rumah aku rasa seperti macet saja. Mobilku seperti berjalan lambat pula. Padahal uang Dollar untuk uang sakuku dan pesanan istriku sudah aku tukarkan  di Musrif Mall kemarin sore. Juga rambutku sudah dipotong kemarin sore pula di Khalifa City. Mungkin aku terbawa rasa  trauma kemacetan pukul 6 sore saja, sehingga perjalanan lebih terasa lebih pelan.

Besok pagi dini hari meupakan jadwal terbang aku ke Seattle, sdangkan istriku sudah terbang dulluan bebeapa hari lalu. Sampai di rumah sepulang dari kantor aku masih harus memastikan semua barang-barang dan dokumenku sudah siap semua. Boarding pass yang aku dapa dari check in secara online sudah aku jadikan satu dengan passportku di dalam tas gendong belakangku. Aku masih harus mengambil binatu pakaianku di Khalifa City, sekalian aku akan melakukan shalat Maghrib di masjid darurat belakang deretan toko-toko di sana pula. Jarak dari rumahku di Al Reef Down Town ke Khalifah City sekitar 20 menitan dengan mobil, atau sekitar 12 Kilometeran. Secepatnya aku berganti pakaianku, aku yakin aku masih bisa shalat berjemaah di sana. Banyak orang sudah mulai keluar masjid ketika aku tiba. Masjid darurat dari karavan di tengah lapangan padang pasir ini sulit aku tempuh dengan mobilku. Aku sengaja menjalankan mobilku secara perlahan-lahan agar tidak terlalu terasa hentakan akibat jalan tanpa aspal yang tidak rata. Aku ikut berjamaah di teras masjid yang diimami oleh imam dari orang yang terlambat shalat berjemaah pada waktunya tadi. Setelah selesai lalu aku ke tempat binatu untuk mengambil pakaianku yang aku setrikakan sejak tiga hari yang lalu.

Di rumah sudah tidak ada makanan. Makan malam hari ini sekalian aku lakukan di Restoran Cones, Khalifa City. Ayam panggang dan nasi briyani aku pesan dari susunan menu yang disajikan oleh pelayan restoran. Menunya sungguh kebanyakan. Aku makan sampai aku merasa kekenyangan. Aku sebenarnya ingin berhenti makan ketika aku sudah merasa kenyang, tetapi melihat sisa makanan jika aku hentikan, menjadikan aku terus saja memakannya. Aku terpaksa berhenti makan walaupun masih ada sisa makanan karena aku sudah tidak ingin lagi mengisi perutku yang aku rasa sudah kepenuhan. Setelah aku bayar tagihan penjaga makanan sebesar 13 Dirham termasuk air mineral setengah liter, aku secepatnya keluar restoran menuju ke rumahku.

Aku dengar ada suara SMS di HP-ku, Putriku mengirim pesan elektronik dari Seattle mengingatkan aku bahwa aku harus bersiap-siap untuk perjalanan hari ini. Dia, putraku dan ibunya sedang berada di Seattle menungguku untuk menghadiri perayaan wisuda putriku..

Aku akan melewati gedung Etihad Plaza ketika pulang dari Khalifa City. Di sana aku akan menukar uang Dirham milik istriku menjadi Dollar Amerika. Jalan cukup sepi, sehingga aku bebas mengatur kecepatan kendaraanku. Aku tau bahwa batas kecepatan kendaraan maksimum adalah 80 kM/jam, sehingga aku tetap wapada agar mobilku tidak melebihi 80 kM/jam, walaupun tidak ada radar yang mengawasinya. Hanya butuh waktu sekitar 7 menit aku sudah sampai di area parkir depan gedung Etihad Plaza.

Aku lupa-lupa ingat tentang tempat penukaran uang di Etihad Plasa. Setahun yang lalu aku pernah menukar uang di situ. Aku parkir di tempat parkir remang-remang dekat pintu utama komplek gedung itu. Setelah keluar mobil aku langsung menuju papan besar depan pintu masuk berisi daftar nama toko dan perusahaan yang berkantor di komplek Etihad Plaza. Ketika aku lihat nama UAE Exchange aku jadi teringat kira-kira letak kantornya. Aku langsung melongok ke arah kanan sambil berjalan menuju ke tempat dari mana sinar warna-warni dari logo depan kantor yang aku yakini adalah kantor UAE Exchange. Dugaanku benar dan aku langsung masuk ke dalamnya.

Antrian orang-orang tidak banyak, dari empat konter yang ada hanya tiga yang melayani pelanggan. Aku langsung mengantri sesuai petunjuk satpam berseragam putih-biru berdiri dekat konter terakhir menghadap ke arah pintu masuk. Dengan harga 3,65 Dirham per Dollar aku tukar uang 5000 Dirhamku. Aku pulang karena semua persiapan untuk perjalananku malam ini sudah selesai.

Jam di tanganku menunjukkan hampir pukul 8:15 petang. Aku rencanakan berangkat dari rumah ke bandara pukul 10:30 malam saja, toh jarak dari rumah ke bandara sekitar 20 menitan dengan taksi. Aku keluar tempat penukaran uang agak terburu-buru. Hanya butuh sekitar 15 menit aku sudah sampai di rumah.

PERJALANAN

Pesawat yang aku tumpangi adalah KLM, perusahaan penerbangan dari Belanda. Jadwal penerbanganku sekitar tengah malam nanti, tepatnya pada pukul 00:40 dini hari. Boarding pass sudah ada, aku nanti langsung menuju baggage drop counter saja. 

Aku berangka dari rumah teat waktu seperti yang telah aku rencanakan. Pukul 10:25 malam aku mulai menelpon taksi. Dan benar saja, tepat pukul 10:30 malam aku sudah masuk taksi menuju Bandara Internasional Abu Dhabi. Aku nampak lebis leluasa perasaanku seteelah aku lalui sekuriti dilalui lancar karena aku hanya membawa 1 tas untuk dimasukkan ke dalam bagasi utamanya berisi pakaianku yang akan aku pakan di Seattle, dan 1 tas untuk dijinjing/ditarik ke kabin pesawat. Sungguh aku terasa ngantuk sekali, sehingga aku hampir tertidur selama hampir 7  jam penerbangan kecuali terbangun ketika makanan datang.

Pesawat menyentuh tanah di bandara Schiphol, Amsterdam pukul 6;50 pagi. Dari dalam pesawat tampak banyak gedung di bandara diselimuti skafolding. Sepertinya sedang ada perawatan pada hampir semua gedung bandara. Aku ambil tas jinjingku dari dalam penyimpanan bagasi kabin sambil naik ke atas kursi penumpang. Tasku terdesak ke arah lebih dalam membuat aku tidak bisa menggapainya dari lantai dek pesawat. Nomor urut tempat duduk kursiku di kabin yang hanya berjarak 2 baris dari kabin bisnis membbuat aku tidak terlalu lama berdiri menunggu ke luar pesawat. Bandara Schiphol sepertinya tidak pernah sepi. Sepagi itu hampir semua pekerja di bandara bergerak gesit sekali. Aliran penumpang ke semua penjuru lorong seperti berlarian. Tasku aku naikkan ke atas kereta dorong fasilitas bandara. Aku hanya akan berjalan mengikuti petunjuk Gate E, di mana di E19 adalah pintu tempat aku akan naik pesawat menuju Seattle Amerika. 

Entah berapa konveyor telah aku naiki sambil berjalan menuju ke arah Gate E. Ketika aku sampai di Gate E19 yang ada hanya satu orang sedang duduk menunggu, mungkin sambil hilangkan waktu dengan membaca secarik kertas di hadapannya. Dia tidak memperdulikan atas kedatanganku. 

Sejak di dalam pesawat aku sudah ingin buang air besar. Namun toilet di pesawat membuat aku harus menahannya, nanti untuk aku buang di bandara saja, dan juga, toh saat itu pesawat sedang terasa bergerak menurun. Penerbanganku berikutnya pada pukul 10;20, waktu boarding nanti dimulai pukul 8;50, aku masih ada banyak waktu. Aku akan melaksanakan niatku membuang air besar di bandara. 

Gate E 19 letaknya hampir paling ujung. Suasana sepi sekali apalagi pada Gate E24 yang paling akhir. Yang ada hanyalah petugas pembersih bandara. Ketika aku perhatikan sekelilingku, aku senang ketika melihat gambar tanda toilet sejauh 30 meteran dari tempat boardingku. Aku melangkah menuju ke gambar yang aku inginkan itu. Di dalam toilet sudah ada 4 orang yang sedang antri. Aku tidak menduga dengan suasana sesepi dan sepagi ini sudah ada 4 orang menunggu 3 kamar toilet yang sedang tertutup rapat itu. Tiga orang berwajah Asia yang antri meninggalkan tempat antriannya sebelum masuk ke toilet yang tetap tertutup oleh orang yang sedang membuang hajatnya. Aku dan seorang bule tetap saja menunggu sampai ada bunyi "klotak" tanda seseorang sedang membuka kancing pintu toiletnya. Orang bule di depanku langsung masuk secepatnya seketika toilet ditinggal oleh penghuni sebelumnya. 

Tiga orang Asia kembali lagi sebelum ada yang keluar dari toilet. Salah satu dari mereka sambil menatapku dan menepuk perutnya seolah sudah susah menahan hajatnya, dan aku persilahkan utuk masuk walaupun sebenarnya giliranku ketika dari toilet ada bule yang keluar. Dan yang dua lagi pergi lagi ketika temannya masuk ke toilet. Aku lega ketika hajatku sudah aku buang. Toilet tanpa pembersih air sudah umum di bandara Schiphol, mungkin hal ini adalah adat di seluruh negara Eropa. 

Aku langsung menuju ke tempat menunggu boarding duduk sambil membuka internet lewat wifi gratis bandara. Berita dan email aku masuki. Signal wifi mati hidup tapi aku masih bisa membaca berita dan email, yang dibutuhkan hanya kesabaran karena ini tanpa bayar. 

Meja dorong sudah mulai memasuki areal dalam pagar pembatas sementara ruang boarding. Semua orang tertuju pada petugas yang mendorong meja tu. Sekelompok petugas boarding dan keamanan memasuki tempat boarding. Meja dorong dipakai oleh petugas keamanan bercelana hitan dan berbaju putih. Semua petugas sudah berkumpul dan panggilan boarding dimulai dari kelompok prioritas. Ketika giliranku tiba, aku diminta menunggu petugas keamanan selesai mengintrograsi orang sebelumku. 

Petugas berbadan kekar dan tinggi kemudian memanggilku setelah selesai mengintrograsi calon penumpang wanita sebelum aku dipanggil. Aku berikan pasporku. Petugas yang berdiri di belakang meja dorong mulai menanyaiku bahwa namaku adalah Nasuki. Ketika nanaku ditanya mengapa tidak memiliki nama kedua, aku menjawab bahwa di Indonesia budaya nama tdak harus lebih dari satu nama. Setelah membolak balik halaman paspor dan mncocokannya dengan boarding pasku, lalu dia mengembalikannya kepadaku dan berkata "thank you" pertanda aku dinyatakan lolos dalam wawancara dengan petugas keamanan untuk memasuki Amerika.

BERES-BERES 

 Hari ini tanggal 15 Juni pukul 10 pagi setelah nonton bola setengah mainan Swiss lawan Ekuador, berangkat ke tempat kos putriku. Titipan teman dari Abu Dhabi untuk anaknya yang akan kuliah di UW aku bawa ke tempat putriku atas permintaan istriku. Putraku aku minta untuk membawanya ke mobil merah yang aku sewa untuk aktivitas selama beraktiitas di Seattle dan sekitarnya dalam acara wisuda putriku. 

Udara mendung sejak pagi menambah dinginnya pagi akhir musim semi di Seattle. Aku telusuri jalan-jalan Seattle menuju rumah kos putriku. Aku di kamar hotel dekat dengan kampus putriku terkadang memikirkan betapa berat aku merasakan untuk membawa putriku kembali ke Abu Dhabi setelah wisuda nanti walaupun aku yakin tidak akan ada yang mengetahui tentang apa yang akan terjadi di masa yang akan datang. Tetapi aku merasa ada yang salah dengan hal ini karena salah satu tujuan awal putriku kuliah di UW untuk bisa mendapatkan kerja di Amerika Serikat, bahkan menetap di sana juga. 

Dari hotel ak dan putraku berjalan kaki dan sekarang sudah sampai di perempatan jalan nomer 55, lalu belok kiri. Setelah 3 kali perempatan dilalui lalu aku dan putraku belok kanan. Rumah cat putih terbuat dari kayu nomor dua dari belok kanan di kanan jalan aku dan putraku berhenti di depannya. Putraku menghubungi ibunya yang tidur di rumah itu semalam dengan putriku lalu membukakan pintu. 

Kamar tamu dengan dua set sofa dan satu set meja makan nampak berantakan. Susunan sepatu penghuni berada dibalik dinding kanan pintu masuk berserakan seperti susunan sandal orang-orang yang melakukan  tahlilan di Surabaya. Kamar putriku berada di lantai dua (maksudnya lantai pertama adalah lantai dasar, dan lantai dua adalah lantai di atasnya). Rumah sependek itu di sini berlantai dua. 

Kondisi lantai dua tidak jauh berbeda dari kodisi lantai satu. Hanya jalan setapak saja yang tersisa di lorong lantai atas karena dipenuhi oleh tas, kardus dan barang-barang lainnya. Aku masuk kamar yang terletak di sebelah kanan tangga, inilah kama tidur putriku. Kamar ukuran 3,5 x 3,5 meter persegi ini juga berantakan isinya. Meja belajar dipenuhi dengan alat tulis, komputer dan dua tempat camilan. Meja lain dengan selorokan itu untuk menampung pakaian di atasnya dipenuhi dengan perlengkapan rias, buku, cangkir dan barang keperluan lainnya. Tas traveling ada 5 biji berada di kedua sudut sebelah pintu masuk kamar. Ketika itu aku merasa berat untuk mengatakan kepada putriku agar memisahkan semua buku yang ingin dibawa ke Abu Dhabi dan yang tidak. Aku merasakan bahwa dia juga merasa galau juga untuk meninggalkan kamarnya menuju ke Abu Dhabi. Tetapi semua itu harus dia lakukan karena dia tidak berhasil mendapatkan kerja di Seattle ataupun Amerika Serikat setelah lulus dari kuliahnya. 

Sesaat terkadang aku teringat dengan mimpiku sebelum putriku kuliah dulu. Waktu itu dia sedang duduk di akhir kelas 3 Hight School di Abu Dhabi. Aku memimpikan putriku masuk memeluk agama Kristen. Ketika aku terbangun dari tidurku aku langsung memohon kepada Tuhanku agar dia diselamatkan dari itu. Agar dia diberi petunjuk kepada jalan baik oleh Tuhan. Agar dia dan aku sekeluarga selalu diberi kebaikan dan keselamatan, baik di dunia maupun di akhirat. Hatiku yang paling dalam kini sedang berkata bahwa, keadaan putriku saat ini merupakan jawaban daripada doaku dulu. Sehingga aku harus membunuh perasaan gundahku tentang putriku karena tidak berhasil mendapatkan pekerjaan di Amerika. Apalagi putriku menurut ibunya memiliki pacar orang Amerika keturunan ayah dari Rusia dan ib dari Thailand yang beragama Kristen. Dengan keluarnya putriku dari Amerika, maka kemungkinan dia dan pacarnya menjalin hubungan bertemu secara langsung akan semakin jauh. Dan kemungkinan putriku untuk terperangkap ke dalam perangkap cinta beda agama akan semakin kecil. Aku mencoba untuk membantunya didalam memilih buku bukunya. Terkadang dia meminta pendapatku apabla ada buku yang dia ragukan apakah aku juga membutuhkannya. Aku selalu memintanya untuk dibawa saja karena aku butuhkan juga buku jenis yang dia ragukan. 

Ketika kami sedang sibuk memilih buku-buku dan barang-barang yang akan dibawa ke Abu Dhabi, tiba-tiba ada suara lelaki di lantai bawah. Istriku menyarankan aku untuk turun ke lantai bawah karena ada orang tua teman kos putriku, orang Indonesia yang putrinya juga diwisuda tetapi sudah mendapatkan pekerjaan di Microsoft, Seattle karena putrinya lulus dari jurusan Human Design. suasana nampak kaku ketika aku menyapanya. Entahlah apakah karena aku merasa kalah saat ini atau aku dan orang tua teman putriku itu jarang bertemu. 

Setelah acara pertandingan sepak bola antara Ekuador melawan Swiss selesai aku langsung menuju ke kamar putriku untuk meneruskan pekerjaan pengepakan barang barang putriku. Istriku meminta putriku untuk mengantarkan aku mengembalikan mobil sewa yang sudah 3 hari bersamaku. Aku turun ke bawah lagi ketika putriku masuk kamar mandi untuk mandi. 

Jam sudah hampir menunjukkan pukul 12 siang, tepat waktu akhir dari sewa mobilku dan putriku sudah selesai mandi dan siap untuk mengantarku. Aku dan putriku menuju ke tempat sewa mobil terletak dua gang ke arah bawah dari rumah kos putriku. Dua menitan aku sudah memasuki tempat parkir kantor persewaan mobilku. Orang kulit hitam yang ramah yang telah melayani aku dulu ketika aku mengambil mobil sewa sedang sibuk memeriksa mobil hitam ditemani dua orang pelanggannya. 

Setelah aku selesai memarkir mobil di belakang katornya aku langsung membuka bagasi mobil guna mengambil tas punggung berisi salinan surat perjanjian sewa mobil. Alangkah kagetnya aku ketika mengetahui bahwa tas punggungku tidak ada di dalam bagasi. Mengetahui itu putriku menawarkan diri untuk mengambil tasku ke kamar kosnya. Dia bilang hanya 5 menit dengan jalan kaki jaraknya dari sini. Aku setujui dan dia pergi sedangkan aku masuk ke dalam kantor. 

Aku lihat pelayan lelaki kulit hitam tadi yang sedang sibuk melayani pelanggan sudah berada di dalam kantor sedang melayani orang lain. Ketika aku memasuki kantor aku lihat dua pasang laki dan perempuan setengah baya sedang menunggu giliran dari dua konter yang dijaga oleh lelaki dan perempuan kulit hitam. Aku mengarahkan diriku ke konter yang dijaga lelaki kulit hitam yang pernah melayani aku ketika aku mengambil mobil tiga hari yang lalu. Semakin lama semakin banyak pelanggan yang datang dan mereka langsung berdiri mengantri di sebelah konter yang dijaga perempuan. Sudah dua orang pelanggan selesai dilayani oleh konter perempuan tetapi konter yang aku tunggu masih berada di luar untuk mempersiapkan mobil setelah selesai urusan administrasi. Sambil aku melihat sekelilingku aku lihat dua orang umur 20an taun selalu bergurau. Pikiranku curiga bahwa mereka adalah orang dari Arab. Dugaanku tidak benar, setelah aku mendengar percakapan mereka memakai bahasa Ingris. 

Ketika penjaga konter yang aku tunggu sudah memasuki kantor kembali, aku merasa senang karena setelah ini dia akan melayani aku. Ternyata dugaanku salah lagi, karena yang dia panggil justru dua orang yang suka bergurau itu. Aku merasa kecewa dan putriku melihatku dan memintaku untuk tetap menunggu dua orang itu selesai. Setelah giliranku tiba maka aku berikan salinan surat bukti sewa yang aku terima sebelum ini. Dalam kalkulasinya, maka dalam 3 hari aku ditagih sekitar 120 Dollar termasuk biaya asuransinya. Sisa uang jaminanku sebanyak 40 Dollar aku buat sebagai tanda panjar untuk keperluan menyewa mobil lagi untuk besok pagi pergi ke Mont Raindear.

Aku jadi bingung ketika aku ditanya untuk berapa hari aku memerlukan mobil. Ketika aku jawab sehari putriku mengatakan dua hari. Aku ingat istriku memintaku tiga hari yang lalu untuk menyewa sehari saja, tetapi aku jadi ragu ketika putriku memintaku untuk dua hari. Lalu aku meminta lelaki penjaga konter aku akan menelponnya saja nanti. Lalu aku kembali ke rumah kos putriku dengan jalan kaki dengan putriku. 

Lima menit kemudian aku sudah sampai di rumah kos yang berantakan itu. Aku teruskan melakukan pengepakan barang barang putriku bersama istriku. Putriku dan putraku sibuk dengan memilih barang-arang yang akan dibuang, atau akan diberikan kapada putraku untuk dipakai di Vancouver tempat dia kuliah dan yang akan dibawa ke Abu Dhabi. 

Sejenak harus aku lupakan perasaan gundahku. Aku lihat putriku tidak terlalu bersemangat untuk memilah barang barangnya. Aku tidak terlalu yakin apa yang sedang ia pikirkan, tetapi ia mudah sekali untuk tersinggung. Putraku mengumpulkan apa saja yang mungkin ia bisa pakai di Vancouver. Ada piring, cangkir, gelas, kabel untuk internet, alat-alat tulis, dan lain sebagainya. Semua pakaian yang ada di atas rak aku turunkan, istriku membantuku. Satu tas traveling berisi sepatu lama putriku aku keluarkan, lalu aku periksa kembali dan aku sisihkan sebelum aku dan putriku putuskan untuk mmbuangnya. Aku mengepak mulai dari buku-buku yang aku letakkan di bagian bawah tas, semakin ke atas aku letakkan barang-barang yang semakin ringan. 

Tidak terasa aku dan istriku sudah menyelesaikan mengisi 2 tas traveling. Lalu aku meminta istriku agar secepatnya pengepakan dapat diselesaikan. Aku ingin melihat semua barang yang akan dibuang dan dibawa sebelum aku membali ke Abu Dhabi. Aku tidak ingin meninggalkan pekerjaan pengepakan kepada anak dan istriku sebelum aku kembali ke Abu Dhabi. 

Aku berhenti mengepak setelahnya walaupun barang-barang yang dipilah masih belum juga selesai. Aku putuskan untuk menonton pertandingan lanjutan bola Antara Argentina lawan Bosnia Herzegovina. Sampai pertandingan berakhir kedudukan 2 - 1 untuk Argentina. Lalu aku putuskan untuk istirahat tidur di atas gelaran sajadah yang tetap tergelar setelah dipakai sholat oleh aku, istri dan putraku. Ketika aku bangun tidur, anak-anakku sudah pergi ke luar bersama temannya, nonton bioskop How To Train Dragon 2 sesuai rencana yang telah mereka buat kemarin malam ketika bertemu di Restoran China Royal di Down Town Seattle. 

Aku dan istriku lalu bersiap untuk kembali ke Hotel University Travelodge.  Di hotel rasanya membosankan. Nonton TV tentang kisah orang-orang pedalaman di Amerika. Acara itu yang membawaku tidur sampai anak-anakku datang ke hotel sepulang dari nonton bersama temannya. Lalu mereka ikut tidur, sehingga berempat di hotel aku, istrku dan putra putriku sampai aku terjaga kembali ketika jam digital di kulkas menunjukkan pukul 2.30 pagi. Aku bisa tidur kembali setelah jam menunjukkan kira-kira puukul 4.30 pagi. 

Dan istriku dan putriku kembali ke rumah kos putriku pada pukul 5.44 pagi. Aku check out dari hotel sekitar pukul 9.30. Sarapan hari ini aku beranikan diri untuk makan daging giling ayam panggang, karena aku rasa ini tidak ada daging babinya. Biasanya aku hanya mengambil cereal dan susu saja. 

Pertandingan sepak bola hari ini dimulai pada pukul 9.00 pagi antara Jerman melawan Portugis. Ini yang membuat aku dan putraku tidak ingin meninggalkan hotel, padahal aku ada janji degan perusahaan sewa mobil Enterprise untuk mengambil mobil serta bis umum untuk menuju ke daerah sana akan datang sekitar 15 menit lagi. Di dalam bis aku kembali memikirkan putriku. Dia belum pernah mendapatkan kerja Internship dengan jurusan yang dia ambil ini. Dia sungguh belum pernah merasakan mendapatkan kerja dengan jurusannya ini. Dia hanya dapat kerja di kampusnya sebagai cheer leader setiap minggunya terkadang sampai 10 jaman. Entahlah aku sendiri tidak bisa menyimpulkan apakah ini merupakan suatu keberuntungan atau sebaliknya, tetapi aku merasa kasihan sekali terhadap putriku jika dibandingkan dengan teman-temannya yang lain, apalagi dibandingkan dengan anak dari jurusan komputer, jauh sekali. Tetapi aku harus tetap yakin bahwa, semua ini adalah merupakan pemberian yang terbaik bagi putriku khususnya dan aku sekeluarga umumnya. 

PLESIRAN KE MOUND RAINEER

Pagi ini tanggal 16 Juni, aku sekeluarga akan melakukan rekreasi ke Mount Raineer masih wilayah Washington State. Jaraknya sekitar 70 miles dari kota Seattle. Sebelum itu pada pagi ini juga aku harus mengambil mobil sewa yang sudah aku pesan sebelumnya, sedan standar seharga 70 USD per harinya, di mana harga sebelumnya hanya 80 USD untuk 3 hari. Aku tidak ada pilihan dengan ini, waktu yang sempit membuat aku rela masuk ke dalam perangkap permainan ini. 

Mobil Mini Can Dodge aku ambil. Mobil sebesar ini sepertinya membuatku untung. Semua tas bawaan untuk pergi bermalam di penginapan ke Mount Raineer cukup leluasa. Putraku duduk di bangku palimg belakang. Ibunya di bangku tengah sedangkan aku dan putriku di bagian depan. 

Udara cukup dingin pagi ini. Jam sudah menunjukkan pukul 11 pagi, tetapi langit mendung dan ada sedikit gerimis. Setelah kunci pintu depan mobil dikunci oleh putriku, aku berempat berangkat menuju Mount Raineer. Wiper kaca mobil harus diputar skaklarnya apabila ingin menghidupkannya. Demikian juga untuk pengatur kecepatan sapunya. Keluar rumah menuju ke tujuan sudah ada petunjuk memakai GPS dari Iphon putriku. Dari daerah UW awalnya keluar menuju ke jalan highway masuk di entry nomer 170. Jalan dengan jalur minimum untuk kendaraan dengan 3 orang itu tidak terlalu ramai. Ini barangkali karena hari sudah siang. Tujuan utamanya sekarang adalah mencari exit nomer 4 sejauh sekitar 32 miles. Kecepatan maximum di highway adalah 60 miles per jam ini setera dengan 100 kilometer per jam, di Uae yang namanya highway kecepan maksimumnya adalah rata-rata antara 120 sampai dengan 140 kilimeter perjamnya. Aku lajukan kendaraan antara 100 sampai dengan 120 kilimeter per jam. Kendaraan sungguh tertib pengemudinya. Semua mobil tetap pada jalurnya masing masing. Jika ingin pindah jalur. 

Perusahaan pesawat Boeng sungguh besar sekali. Hampir satu menit aku menyetir dari ujung perusahaan pesawat ini masih belum juga berakhir. Dia terletak di sebelah kanan jalan menuju ke luar kota. Di kejauhan nampak pelabuhan kota Seattle. Highway melintasi City Center kota Seattle. Sejauh ini semua kendaraan bebas mengambil jalur masing masing. Hanya untuk bis dan kendaraan penunpang atau dengan mobil berpenumpang 2 orang lebih disediakan jalur khusus, satu jalur yang paling kanan. Lain halnya dengan di Abu Dhabi. Untuk kendaraan truk dan bis tidak boleh mengambil jalur ke tiga dan seterusnya. Mereka hanya diperbolehkan memakai jalur nomer 1 dan 2 saja. Aku pakai fasilitas jalur khusus untuk kendaraan pools, itu karena memang lebih sepi dibandingkan dengan jalur-jalur lainnya. Keadaan kotanya tidak sebersih dan terawat seperti di Abu Dhabi. Rumput-rumput dan tanaman liar banyak yang tidak diurus untuk dibersihkan ataupun dirawat atau dipotong. Apalagi di daerah sekitar pelabuhan. Sama seperti keadaan kotaku Surabaya. 2 miles lagi kendaraanku sudah harus keluar dari jalan Highway. 

Aku harus cepat-cepat mengambil jalur yang dapat memudahkan aku untuk exit di exit nomor 4 berikut. Hanya ada empat mobil yang exit bersama mobilku ke arah kiri. Jalan exit 1 jalur ini membuat aku harus mengurangi secara drastis kecepatan mobilku. Dan aku harus berhenti di pertigaan depan ini karena aku harus belok kiri. Aku sekarang memasuki jalan pedalaman. Sebentar lagi aku memasuki Green Hills. 

Jalan kembar lajur berlawanan. Setiap lajur memiliki 2 jalur. Aku harus lebih berhati-hati karena lajur kanan dan lajur kiri tidak memiliki pembatas. Batas Kecepatan kendaraan cukup tinggi juga, antara 35 sampai dengan 55 miles per jamnya. 

Kanan-kiri jalan mengingatkan aku ketika menyusuri jalan antara Kamal dan Bangkalan. Hanya saja sawah-sawah diganti dengan rumput-rumput untuk pemeliharaan ternak yang aku lhat adalah sapi-sapi. Rumah-rumah kebanyakan terbuat dari kayu. Ukurannya seperti rumah type 100 meter persegi. Serta dilengkapi dengan taman-taman yang luas. Semakin ke dalam aku semakin merasa melintasi daerah Pujon dan Batu. Bedanya hanyalah pohon-pohon pinus di lereng Green Hill lebih lebat. Dan hawanya kelihatan lebih dingin. Hampir semua kendaraan yang berpapasan dengan mobilku menhidupkan lampu lampunya. Padahal hari masih siang, jam di dashboard mobilku menunjukkan pukul 12.35 siang. Sebentar lagi aku harus belok kiri. Jalan 564 depan adalah patokannya. 

Putriku terlambat memberitauku agar aku mulai belok ke kiri. Aku sadari ketika mobilku sudah sapuluh meteran dari belokan yang sehausnya aku belok. Aku hidupkan riting kiriku sambil aku injak rem untuk masuk ke pom bensin kiri jalan setelah perempatan. Dari belakang pom bensin ini aku keluar ke jalan yang akan aku tuju. Kini jalannua lebih kecil lagi. Lajur kanan dan kiri memiliki masing-masing 1 jalur saja. Pembatas tengah jalan hanyalah cat kuning saja. Sepanjang jalan tidak ada hewan-hewan liar seperti yang aku bayangkan. Burung terbangpun ketika berangkat tidak aku temukan. Hanya sekali ada bajing menyeberang dari arah kiri jalan. Aku tidak mengerti mengapa tak satu burungpun aku temukan. 

Punvak bukit-bukit di kejauhan seperti dipenuhi kapas saja. Pertengahan bulan juni di puncak gunung seperti ini nampak masih banyak saljunya. Tak terasa aku sudah hampir sampai di hotel Crystal Resort yang telah di-booking sejak sebelum aku ke Seattle. Resort terdiri dari 6 rumah tua berlantai dua. Bendera Amerika berkibar di depannya. Aku langsung menuju ke kantor Resepsionis setelah aku parkir mobilku di tempat parkir tepat di bawah pohon pinus paling besar. Petunjuk panah ke arah kantor Resepsionis ke pintu bertuliskan toko grocery. 

Aku lihat sekelilingku sebelum aku membukanya barangkali ada pintu lagi untuk kantor yang aku cari. Setelah memastikan tidak ada, aku masuk ke dalam toko itu. Perempuan bule muda menyapaku dengan kata selamat sore. Sambil aku memperhatikan barang-barang yang dipajang di sekeliling ruangan aku balas juga sapanya dan aku tanyakan apakah aku sedang memasuki kantor Resepsionis. Setelah ia mengiyakan pertanyaanku lalu ia menanyai namaku. Anak anak-anak dan istriku terus asik memperhatikan semua barang yang dipajang, sementara aku memberikan paspor dan kartu kreditku untuk melakukan pembayaran hotel yang telah aku pesan. 

Perempuan penjaga toko dan juga resepsionis itu keluar untuk memastikan bahwa kamar yang telah aku pesan sudah siap. Semenit kemudian ia kembali ketika aku sedang asik dengan pajangan barang-barang souvenir di dalam tokonya. Ia lalu mengajak aku sekeluarga menuju ke kamar resort yang telah siap aku tempati. Wanita muda itu membukakan pintu rumah dengan kunci elektronik seperti USB. Ia lalu menyerahkan dua kunci kepadaku. Dia menjelaskan bahwa fasilitas di resort sebelum meninggalkan aku sekeluarga dan mempersilahkan untuk masuk ke dalam resort yang aku pesan. 

Fasilitas tennis meja, kolam renang, tempat membakar daging, persewaan sepeda mendaki ia jelaskan kepadaku. Aku hanya mengiyakan saja apa yang telah ia jelaskan. Anak-anak dan istriku masuk terlebih dahulu sebelum aku masuk ke dalam resort. 

Resort yang berada di atas toko grocery itu berlantai dua. Satu bangunan resort dibagi menjadi dua resort, setiap resort akan memiliki lantai bawah kira-kira seluas 7.5 x 7.5 meter persegi saja. Ia terdiri dari satu kamar tidur, kamar tamu, dapur dan ruang makan, kamar mandi dan dua lemari pakaian serta teras depan dan samping. Dalam kamar tidur ada tempat tidur berukuran untuk 2 oarang diselumuti dengan selimut cokelat tua., 2 chest drawer dan satu lemari pakaian. Dalam chest drawer aku temukan kitab Injil, kitab suci agama Kristen. Di atasnya ada setumpuk buku yang dikumpulkan dalam keranjang rotan. Kamar tamu ada sofa yang bisa dibuka untuk menjadi tempat tidur untuk 2 orang. 1 meja tamu, tempat bakar kayu dengan pipa ke cerobong asap, 1 telivisi ukuran 32 inchi dan receiver mungil terletak di atas raknya. Dan satu kursi sofa single terletak di sebelah tungku pemanas. Kamar tamu terlihat terang sekali karena ada bukaan 1 meter persegi bertutupkan kaca di atasnya. Teras samping sepanjang kamar tamu berada di depan samping kamar tidur. Teras itu bisa dimasuki dari ruang tamu dan kamar tidur. Dua kursi kayu bercatkan coklat tua berjejer dibalik pagar kayu teras setinggi paha. Namun karena suhu dingin tidak enak untuk menempatinya. Di dapur terbuka berhadapan langsung dengan ruang makan. Ada kompor listrik 4 mata dengan oven listrik di bawahnya, ia terletak di ujung paling kiri. Lalu meja marmer sintetis sepanjang 2 meteran sisanya dengan toaster roti, microwave, dan tabung untuk memasak air serta bungkusan untuk perlengkapan teh dan kopi di atasnya. Washtafel stainless steel dengan single mixer air panas dan dingin berada di tengah meja marmer sintetis. Di atas meja marmer tergantung lemari kayu untuk alat-alat dapur sepanjang meja marmer, ia terpotong oleh penghisap udara di atas kompor listrik. Meja makan kayu dengan 4 kursi kayu terletak diantara meja marmer dapur dan lemari untuk gudang penyimpan kipas angin berbagai ukuran dan 2 kursi makan. 

Semua kue, roti dan minuman yang dibawa dari Seattle diletakkan di atas meja makan dengan lampu gantung di atasnya. Kamar mandi terletak di belakang dapur, ia berhadapan dengan kamar tidur. Di ujung lorong antara kamar mandi dan kamar tidur diberi rak lemari berpintu dua untuk tempat menyimpan selimut dan bantal. Washtafel dengan cermin menempel di dinding terletak menempel di dinding setelah pintu masuk. WC terletak diantara shower panjang dan washtafel. Kamar mandi berukuran 2,5 x 1.5 meter persegi ini dilengkapi juga dengan sebuah lampu oranye dan normal dilengkapi juga pengeluar udara. Sabun dan 2 botol kecil shampo terletak di dalam keranjang kecil di atas meja washtafel. 

Untuk menuju ke lantai atas harus naik melalui tangga kayu curam yang diletakkan di depan kompor, tangga itu sebenarnya dimulai dari ruang makan. Lantai atas tidak ada kamar tidur. Dua tempat tidur terletak tanpa ada pembatas ruang, keduanya terbuka, keduanya langsung berhadapan dengan langit-langit miring mengikuti kemiringan atap resort. Satu tempat tidur untuk satu orang berada di sisi kamar madi, ia hanya dipisah oleh lemari permanen satu pintu diantara keduanya. Dan satu tempat tidur lagi untuk dua orang berada di depan kamar mandi. Ia dipisah dengan kamar mandi oleh ruang terbuka berisi telivisi tabung yang diletakkan di atas rak TV. Dalam kamar mandi ada washtafel, shower persegi dan WC diantaranya. Di sisi shower ada rak untuk menyimpan handuk dan sapu tangan. Lantai atas tidak menutupi ruang tamu dengan langit langitnya. Semua ruangan memiliki heater, termasuk juga kamar mandinya. 

Anak-anakku sibuk sendiri sendiri. Putraku sibuk dengan cara menemukan channel telivisi yang ada. Putriku sibuk dengan ibunya mengeluarkan bahan makanan dan perlengkapan pembersih gigi yang dibawa dari Seattle. Lalu aku memasak air untuk membuat kopi. Anak-anakku siap untuk memasak mie instant untuk mengisi perut jatah makan siang mereka. Mereka juga memasakkan untuk ibunya. Untuk aku terpaksa memasak sendiri karena mereka pikir aku tidak menginginkannya karena mereka tau bahwa aku tidak suka makan mie instant. Setelah makan mie selesai lalu sholat sendiri-sendiri. Lalu siap untuk ke puncak Mount Raineer dengan menggunakan mobilku. 

Jam sudah menunjukkan pukul 3.30 sore. Di luar aku lihat tidak ada sinar matahari kecuali gerimis. Istriku meminta putraku untuk memindah tas dan barang-barang yang akan dibawa naik ke puncak gunung. Lalu aku sekeluarga naik mobil menuju Mount Raineer. 

Hutan pinus lebat sekali, gelapnya siang karena mendung bertambah gelap karena rindangnya daun pohon-pohon pinus dari sisi kanan dan kiri jalan. Penyapu air kaca depan mobilku aku set dengan kecepatan sedang untuk melawan percikan air hujan gerimis dan kelembaban udara pegunungan. 

Di kejauhan terlihat semua puncak gunung diselimuti oleh salju putih seputih awan ketika terkena sinar matahari. Batinku menanyakan bagaimana untuk menuju ke puncak gunung yang bersalju itu. Di sepanjang jalan aku tidak pernah melihat adanya hewan atau binatang liar yang berkeluyuran, termasuk juga burung. Sekali saja ada kelebatan bajing yang sedang naik ke pohon di sebelah kiri jalan. Jalan sepi sekali, aku hidupkan juga lampu mobilku. 

Kini aku sudah sampai di monumen Mather Hill. Monumen kecil di kiri jalan dan kurang menarik perhatianku. Aku hanya membacanya tanpa mengurangi kecepan mobilku. Aku kini dihadapkan pada adanya kabut tipis pegunungan. Aku kurangi kecepatan mobilku. Aliran air di sungai berbatuan mengingatkan aku kembali ketika melintasi jalan dari Kota Batu ke Pujon daerah Malang sana. Sampai aku sudah bisa melihat salju di sisi sisi jalan yang aku lalui. Istriku memintaku untuk berhenti untuk melihat salju dari dekat.

Aku hentikan mobil di tempat pemberhentian khusus tempat jalan masuk menuju kawasan tempat beruang cokelat bermukim. Ada gardu penjaga dari kayu bercat coklat di pintu masuknya. Tidak ada seorang penjagapun di dalamnya. Ada tiga kotak sampah yang dengan kode plastic, recycle dan waste. Setiap kotak ada pesan bahwa, di sini adalah daerang beruang, maka jagalah kebersihan lingkungan. 

Aku sedikit merinding ketika keluar mobil membayangkan bertemu beruang. Lalu putraku mengatakan bahwa, beruang coklat sangat bersahabat, jangan khawatir apabila bertemu. Aku dan keluargaku hanya keluar sebentar untuk mengambil gambar secukupnya. Anak-anak dan istriku memakai iPhon mereka masing-masing. 

Kendaraan aku jalankan secara hati-hati menaiki ke arah puncak gunung, selain jurang di sebelah kananku jalan licin karna sedang gerimis. Awan kabut menambah kehati-hatianku karena jarak pandangku hanya tidak lebih dari 50 meteran. Aku teruskan kendaraanku menyusuri jalan aspal satu jalur dengan hati-hati sekali sampai ada pemberhentian di balik jurang curam sebelah kanan jalan. Setelah aku parkir mobilku menghadap ke jurang yang dibatasi dengan tembok setinggi 1 meter, lalu aku dan keluargaku keluar mobil. 

Suhu dingin tanpa angin menyengat muka dan telapak tangan yang tidak terlindungi. Aku langsung menuju ke tumpukan salju di depan tembok pembatas dan aku memungutnya. Salju seperti pasir es semakin membuat dingin telapak tanganku. Lalu aku ke tembok pembatas dan menyungukkan kepalaku secara hati-hati melihat curamnya jurang. Jurangnya seperti tegak lurus saja dengan tanah kearah bawah. Setelah menengok curamnya jurang di balik tembok pembatas. Aku lalu mengambil kamera yang dipegang oleh istriku untuk mengambil gambar-gambar mereka berhiaskan gunung-gunung bersalju. 

Aku lalu mengajak mereka untuk melanjutkan perjalanan lebih ke atas lagi. Aku lihat salju di kanan dan kiri jalan semakin tebal saja, sekitar satu meteran dari tanah. Bahkan semakin ke atas pohon-pohon pinus muda terbenam oleh tebalnya salju, dan kabut silih berganti datang dan pergi. 

Aku putuskan untuk putar kembali saja jika ada tempat yang memungkinkan di depan berikutnya. Aku lihat jalanpun seperti berlapiskan salju tipis, ini pertanda lama tidak ada mobil yang melalui jalan yang sedang aku lalui ini. Dan aku dapat memutarbalikkan mobilku.

Aku menyusuri jalan kembali ke hotel Alta Crystal, kini terasa sekali apabila jalan yang sedang aku lalui cukup menurun, berbeda rasanya ketika aku naik tadi walaupun tadi tidak terasa menanjak tetapi jalan mobil terasa cukup berat. Kini aku hampir tidak pernah menginjak pedal gas, kecuali lebih sering menginjak pedal rem. Jalan menurun cukup untuk memberi percepatan mobil sampai menempuh kecepatan 80 kilimeter per jam. Aku dan keluargaku sudah tidak ingin berhenti lagi. Istriku sudah cukup senang telah dapat melihat dan menyentuh salju secara langsung, itulah cita-cita yang belum ia dapati walaupun dia sudah ke Seattle, Vancouver dan tempat lainnya. 

Aku tetap saja memperhatikan kanan dan kiri jalan. Pohoh-pohon pinus menjulang lurus ke arah langit. Aku terkadang berpikir bahwa tiang-tiang listrik yang terbuat dari kayu dipastikan diambil dari kayu pinus ini. Terus saja mobilku meluncur dengan sendirinya, air di kaca depan terus saja disapu walaupun tidak ada hujan, tebalnya kabut membuat udara sangat lembab, sehingga cukup untuk membasahi kaca dalam sekejab dan menghalangi terangnya pandangan. 

Jam di tanganku menunjukkan pukul 3.30 pagi, ini berarti pukul 4.30 sore di sini. Saat itulah aku memasuki halaman parkir tempat penginapanku. Istriku tidak ingin masuk penginapan melainkan ingin jalan-jalan ke arah atas dari penginapan. Keluar komplek penginapan menuju atas aku harus jalan dengan tenaga ekstra. Jalannya cukup tajam naiknya melalui jalan makadam. Kanan dan kiri jalan ada serentetan rumah-rumah penduduk terbuat dari kayu. Tetapi aku tidak melihat orang lain di sekitarnya. Lampu-lampu rumah rumah ada yang dihidupkan tetapi tidak ada aku melihat penghuninya. Barangkali juga rumah rumah itu milik orang-orang kota yang hanya akan ditempati apabila untuk berliburan saja. 

Aku memutuskan untuk kembali ke penginapan saja karena badan terasa cukup lelah. Berjalan menaiki ke atas aku tidak merasa enak karena daerahnya belum aku kenal. Di penginapan aku hanya nonton TV mendengarkan berita dunia. Sementara istri dan anakku mempersiapkan makanan untuk malam ini. Aku sengaja tidur lebih awal setelah sholat Isyak agar besok bisa bangun pagi dan keluar dari penginapan pagi, karena aku harus sudah mengembalikan mobilku sebelum pukul 11 besok pagi. 

KEMBALI KE SEATTLE

Tepat pukul 5 pagi aku bangun tidur, di luar sudah begitu terang walaupun matahari belum kelihatan. Kicau burung sesekali saja aku dengar. Istri dan anak-anakku dibangunkan lalu makan pagi dengan makanan siap makan yang sudah dibeli sejak dari Seattle. 

Pukul 6.30 pagi aku keluar penginapan. Kantor buka mulai pukul 8.30. Kunci aku drop di kotak kunci di depan kantor resepsionis. Aku lihat bahan bakar mobil sudah tinggal seperempat tangki. Aku harus mengisinya jika ada pompa bensin dalam perjalanan pulang. Suhu udara sungguh dingun, selama perjalanan turun gunung aku harus menyalakan sapu air kaca depanku. Sesekali sapu air kaca belakang harus aku sapu juga karena kelembaban membuat air cepat berkumpul menempel ke kaca depan dan belakang mobil embentuk semacam lapisan es tipis. 

Aku harus berhenti di pompa bensin kiri jalan mobilku. Tak ada orang walaupun ada tulisan "We Are Open". Semua pompa bensin hanya melayani self service untuk pengisian bahan bakar. Aku dan putriku mencoba untuk mengisi bahan bakar mobilku. Adanya tombol-tombol membuat aku ragu. Putriku sudah memesang kartu kreditnya tetapi dibatalkan karena ragu. Aku lanjutkan perjalanan tanpa mengisi bahan bakar mengharapkan pompa bensin berikutnya ada pelayannya. Harapanku terpenuhi ketika menemukan pompa bensin ada orang yang sedang mengisinya. Putriku menanyakan caranya, memang tidak semudah apa yang aku duga, karena pertama harus memasukkan informasi pada satu station untuk memilih tempat pengisian di mana kendaraan diparkir yang akan dipakai, lalu memasukkan kartu kredit atau tunai dengan nomer rahasia, lalu ke tempat pengisian yang dipilih di mana kendaraan diparkir. Lalu menekan tombol jenis bahan bakar yang akan dipilih. Memasukkan nozzle ke corong tangki mobil dengan benar, jika tidak benar maka pompa tidak akan jalan. Setelahnya menarik pelatuk nozzle dan bensin akan mengalir ke dalam tanki. Setelah selesai kembali ke tempat pengisian data, lalu menekan tombol untuk meminta bukti pembayaran. Dan keluarlah bukti pembayaran 30 Dollar untuk menambah setengah taki bahan bakar mobilku. 

GPS putriku memberi peringatan bahwa jalan yang akan aku lalui sedang macet. Lalu disarankan untuk mengambil jalan alternatif. Aku ikuti saja saran GPS dan aku mendapatkan kepuasan. Selain jalannya lancar, juga jarak tempuhnya aku rasa lebih pendek. Aku sampai di Seattle sekitar pukul 11 pagi, waktu yang sudah aku rencanakan. Jalan bebas hambatan masuk ke Seattle penyebab keterlambatan perjalananku karena kendaraanku hanya dapat berjalan sekitar 30 kilomete per jam. Ketika aku sudah keluar highway dari exit no. 170 aku merasa lega. Walaupun highway sudah tidak semacet ketika memasuki Downtown tadi tetapi dari exit ini sekitar 5 menit sudah sampai di rumah kos putriku. 

Setelah aku turunkan semua barang bawaan, aku langsung menuju ke tempat persewaan untuk mengembalikan mobil. Di kantor persewaan mobil hanya ada seorang petugas saja. Untungnya hanya ada 3 pelanggan yang sedang dia layani termasuk aku. Setelah mobil diperiksa oleh pelayan kantor, lalu dia menyatakan diterima. Dan aku kemudian diberi kwitansi untuk aku bawa pulang. 

Sesampai di rumah aku langsung beistirahat. Satu jam kemudian putraku tidak menemukan dompetnya. Ibunya ingat bahwa ketika putraku tidur di mobil ia melihat dompetnya disimpan di tempat penyimpanan bagian belakang kanan pintu mobil. Aku dan putraku langsung meluncur ke kantor persewaan mobil. Seorang penjaga aku katakan tentang maksud kedatanganku. Lalu aku dipersilahkan untuk memeriksa kembali mobil yang aku kembalikan tadi. Sebelum pelayan menyerahkan kunci mobil ia mendapati dompet hitam di ujung meja konter. Ia lalu mengambil dan membukanya, lalu ia menanyakan tentang siapa pemilik dompet itu namanya. Setelah aku sebutkan nama putraku lalu pelayan menyerahkan dompet hitam milik putraku dan aku bersama putraku pulang ke rumah kos putriku. 

KEMBALI KE ABU DHABI

Hari ini tangal19 Juni merupakan hari dari jadwal kepulanganku kembali ke Abu Dhabi. Sejak kemarin semua barang-barang yang akan dibawa ke Abu Dhabi sudah diselesaikan pengepakannya. Aku merencanakan membawa 2 tas dalam bagasi, artinya aku harus membayar biaya tambahan satu tas nantinya. Aku boarding online pukul 5 pagi. Setelah selesai aku harus membayar 76 Dollar untuk biaya tambahan 1 tas bagasi yang akan aku bawa. Lalu boarding pass dan tanda bukti pembayaran biaya tas bagasi aku cetak memakai printer di kamar kos putriku. 

Aku diantar oleh anak-anak dan istriku ke bandara Tacoma,  Seattle. Aku dan mereka keluar rumah berangkat ke bandara sekitar pukul 9.45 pagi. Setelah berjalan melalui dua gang aku dan mereka berhenti di halte bis menunggu bis nomer 73. Rencananya dengan bis menuju ke Westlake Downtown untuk kemudian naik kereta SATAC menuju ke bandara. Dari halte dekat kos putriku ke Downtown sekitar 10 menitan. Untuk naik kereta harus membeli kartu khusus isi ulang seharga 15 Dollar. Setiap naik kereta akan diambil 2,5 Dollar saja, demikian pula jika dipakai untuk naik bis. 

Dari dalam kereta nampak keindahan kota Seattle. Downtown dengan sedikit gedung-gedung tinggi nampak sangat dekat. Pelabuhan di kananku hampir terhalang oleh Stadion Sefaco. Aku terasa ngantuk sekali aku coba tidur di kereta. Aku lihat putraku sudah tertunduk tidur nyenyak sambil duduk di kursi penumpang belakang, istri dan putriku asyik ngobrol di kursi depan sana. Ketika aku terbangun kereta sedang berhenti di Boulevard International Station, ini berarti 1 station lagi aku akan sampai di Bandara. 

Corong pengumuman memberitahukan bahwa ini merupakan station terakhir dari kereta ini. Ini berarti aku sudah sampai di Bandara Tacoma, Seattle. Jam masih menunjukkan pukul 11.30 pagi berarti 2 jam lagi aku akan terbang. Aku langsung menuju ke tempat Baggage Drop Only, sebelum aku mengambil baris antri seorang petugas memberitauku bahwa jika hanya memasukkan tas bagasi sebaiknya di luar saja tidak antri seperti barisan di depanku. Aku memenuhi permintaannya, lalu aku mengambil antri di baris di luar gedung depan gedung utama bandara. 

Aku timbang tas bagasiku, satu tas seberat 75 pound dan satunya lagi seberat 67 pound. Setiap 2 pound setara dengan 1 kilogram. Ini berarti aku harus mengurangi sekitar 25 dan 17 pound dari masing-masing tas bagasiku nantinya kalau tidak setiap kelebihan akan ditarik biaya sebesar 100 Dollar. 

Aku diminta untuk menscan pasporku karena di konter yang aku pilih tidak bisa membaca data pasportku. Lalu aku coba menscan sesuai dengan yang ditunjuk oleh penjaga konter asal Pilipina itu, tetapi tidak berhasil. Aku lalu kembali ke konter yang menyuruhku setelah petugas di dekat scanner memintaku untuk langsung saja ke bagian baggage drop only. Aku kembali menemui petugas Pilipino yang sedang menyimpan tas-tasku di dekatnya. Lalu dia menyarankan aku untuk memakai konter khusus saja. 

Sebelum ke konter khusus aku coba menata kembali tas-tas bagasiku agar beratnya berkurang. Tas jinjing yang istriku persiapkan dari rumah untuk keadaan kelebihan bawaan ia keluarkan. Aku buka tas-tas bagasiku lalu aku keluarkan buku -buku yang ada di kedua tas-tas bagasiku. Secepatnya setelah semua tas-tas bagasiku aku kunci aku bersama keluargaku masuk barisan antri di barisan pintu masuk khusus. Khusus di sini diperuntukkan bagi mereka yang membutuhkan pertolongan khusus dalam melakukan boarding dan pengiriman barang bagasi ke pesawat. Aku harus menunggu dua liukan untuk mencapai konter pelayanan khusus. Aku usulkan pada istriku agar keluar saja karena jalannya sangat lambat. Dia memintaku untuk bersabar saja nanti akan sampai juga. 

Pukul 12.40 aku sampai di konter khusus. Petugas konter memberitauku bahwa aku telah datang terlambat. Ia memberitauku bahwa  menurut aturan  para penumpang harus datang 1 jam sebelum waktu keberangkatan. Petugas konter wanita keturunan Asia berkulit kuning itu lalu memasukkan dataku dengan menggesekkan boarding passku. Dan aku diminta untuk kembali untuk penerbangan esok harinya. Dan aku kembali ke Abu Dhabi keesokan harinya.

END