Saturday, March 28, 2026

KHOTBAH JUM'AH, 20/03/2026: Bukankah Kami Telah Melapangkan Untukmu Dadamu

Khotbah Pertama:

Segala puji bagi Allah Yang Maha Mulia lagi Maha Mensyukuri (hamba-Nya), Yang melapangkan dada, Yang mengatur segala urusan. 
Kita bersaksi bahwa tidak ada ilah selain Allah, dan kita bersaksi bahwa junjungan kita Nabi Muhammad adalah utusan Allah. Ya Allah, limpahkanlah shalawat, salam, dan keberkahan kepada beliau, kepada keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikuti petunjuknya.

Amma ba’du: Aku wasiatkan kepada kalian wahai hamba-hamba Allah dan kepada diriku sendiri untuk bertakwa kepada Allah. Allah Ta’ala berfirman:

﴿ وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مِنْ أَمْرِهِ يُسْرًا ﴾

Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya.” (QS. At-Talaq : 4)

Wahai orang-orang beriman: Kita memuji Allah Ta’ala pada hari yang baik dan penuh berkah ini, karena Dia telah memuliakan kita dengan menyempurnakan bulan kita, dan mempertemukan kita dengan hari raya kita. Kita bergembira dengan ketaatan kepada Rabb kita, optimis dengan karunia-Nya, terus menjaga ibadah kepada-Nya, serta mentadabburi surat-surat Al-Qur’an-Nya. Maka pada hari ini kita berhenti sejenak bersama Surah Asy-Syarh, yang mengandung pengingat akan tiga nikmat besar, janji yang meringankan berbagai kesulitan berat, serta dua perintah yang mendekatkan kepada Allah Yang Maha Agung lagi Maha Mulia.

Dan nikmat pertama dari nikmat-nikmat tersebut adalah apa yang Allah ‘Azza wa Jalla buka dengannya surah ini, yaitu firman-Nya:

﴿ أَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَ ﴾

Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?

Maka kelapangan dada termasuk nikmat Allah yang paling agung kepada Nabi kita, dan termasuk tujuan terbesar dari agama kita. Maka ikutilah petunjuk Nabi kalian, niscaya dada kalian akan dilapangkan, dan urusan kalian akan dimudahkan.

Dan nikmat kedua adalah firman-Nya:

﴿ وَوَضَعْنَا عَنْكَ وِزْرَكَ * الَّذِي أَنْقَضَ ظَهْرَكَ ﴾

Dan Kami telah menghilangkan darimu bebanmu, yang memberatkan punggungmu.

Sungguh Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menghilangkan dari Nabi-Nya segala kesulitan dan kesempitan. Bagaimana tidak? Dialah Yang Maha Mulia lagi Maha Pemberi karunia, yang apabila membebani maka Dia juga memberi pertolongan.

Dan nikmat ketiga adalah firman-Nya:

﴿ وَرَفَعْنَا لَكَ ذِكْرَكَ ﴾

Dan Kami telah meninggikan bagimu sebutan (namamu).”

Allah Ta’ala telah meninggikan sebutan Nabi kita, mengangkat derajatnya, dan mengabadikan pujiannya. Benarlah perkataan penyair:

Allah menyandingkan nama Nabi dengan nama-Nya, ketika muadzin mengucapkan dalam lima waktu: Asyhadu...

Kemudian dalam Surah Asy-Syarh terdapat janji yang menenangkan hati dan membahagiakan jiwa, yaitu firman-Nya:

﴿ فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا * إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا ﴾

Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan, sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.”

Benar, bahwa kemudahan selalu menyertai kesulitan, dan satu kesulitan tidak akan mengalahkan dua kemudahan. Maka hidupkanlah hati dengan harapan, dan makmurkanlah dengan prasangka baik.

Allah Ta’ala juga berfirman:

﴿ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ ﴾

Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul serta pemimpin di antara kalian.

Aku berkata demikian, dan aku memohon ampun kepada Allah untukku dan untuk kalian, maka mohonlah ampun kepada-Nya.

Khutbah Kedua:

Segala puji bagi Allah semata, dan shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi yang tidak ada nabi setelahnya.

Amma ba’du: Wahai orang-orang beriman, sungguh Allah Ta’ala menutup Surah Asy-Syarh dengan dua perintah agung yang membangkitkan semangat dan menguatkan tekad. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

﴿ فَإِذَا فَرَغْتَ فَانْصَبْ * وَإِلَى رَبِّكَ فَارْغَبْ ﴾

Maka apabila engkau telah selesai (dari suatu urusan), tetaplah bekerja keras (dalam urusan yang lain), dan hanya kepada Tuhanmu engkau berharap.

Artinya, apabila engkau telah selesai dari suatu urusan maka beralihlah kepada urusan lainnya, dan apabila telah menuntaskan suatu amal maka segeralah menuju amal berikutnya. Seorang mukmin senantiasa berpindah antara amal dan ibadah, antara kewajiban dan sunnah, dari sedekah menuju silaturahmi, dari belajar menuju mengajar, dari kewajiban menuju amalan sukarela, serta dari satu musim kebaikan menuju musim kebaikan berikutnya.

Maka bersungguh-sungguhlah wahai kalian yang telah berpisah dengan Ramadhan, jangan sampai perpisahan kalian dengannya juga menjadi perpisahan dengan puasa, qiyam, dzikir, Al-Qur’an, sedekah, dan kebaikan. Sesungguhnya siapa yang telah merasakan manisnya kedekatan dengan Allah di bulan Ramadhan, maka sangat layak baginya untuk terus mengetuk pintu ketaatan di sepanjang waktu.

Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam kepada junjungan kami Nabi Muhammad, kepada keluarga dan seluruh sahabatnya. Ya Allah, ridhailah Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali, serta seluruh sahabat yang mulia.

Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang beriman kepada-Mu, beribadah kepada-Mu, mentadabburi Al-Qur’an, menyebarkan optimisme, berbakti kepada kedua orang tua kami. Dan rahmatilah mereka sebagaimana mereka telah mendidik kami di waktu kecil, wahai Yang Maha Penyayang di antara para penyayang.

Ya Allah, jagalah Syaikh Muhammad bin Zayed, Presiden negara, dengan penjagaan-Mu, lindungilah dia dengan kelembutan-Mu, liputilah dia dengan rahmat-Mu, sertakan dia dalam pemeliharaan-Mu, naungilah dia dengan perhatian-Mu. Jadikanlah amalnya dalam ketaatan kepada-Mu, kuatkanlah dia dengan pertolongan-Mu, dan siapkan baginya petunjuk yang lurus dalam setiap urusannya. Jadilah Engkau baginya penolong dan sandaran, pemberi petunjuk dan peneguh. Terangilah pandangannya, berikan taufik dalam perjalanannya, luruskan ucapan dan perbuatannya, berkahilah umurnya dan amalnya, serta jadikan dia sebagai pembuka pintu-pintu kebaikan dan penutup pintu-pintu keburukan, dan orang yang diberi taufik dalam setiap urusan. Ya Allah, berilah taufik kepadanya, para wakilnya, saudara-saudaranya para penguasa emirat, putra mahkotanya yang terpercaya, serta perwakilan penguasa di Adh-Dhafrah, kepada apa yang Engkau cintai dan Engkau ridhai.

Ya Allah, rahmatilah Syaikh Zayed dan Syaikh Rasyid, serta para pemimpin emirat yang telah wafat, masukkanlah mereka dengan karunia-Mu ke dalam surga-Mu yang luas. Liputilah para syuhada tanah air dengan rahmat dan ampunan-Mu, limpahkan kepada mereka pahala-Mu, curahkan kepada mereka karunia-Mu yang melimpah, dan berikan balasan terbaik kepada keluarga mereka sebagaimana balasan bagi orang-orang yang sabar.

Wahai hamba-hamba Allah: ingatlah Allah Yang Maha Agung, niscaya Dia akan mengingat kalian. Bersyukurlah atas nikmat-nikmat-Nya, niscaya Dia akan menambahkannya kepada kalian.

Dan dirikanlah shalat.

No comments: