UMUM
Siapa sebenarnya yang lebih kuat apabila dibandingkan, pria ataukah wanita?.
Pertanyaan di atas akan mudah dijawab apabila ditinjau dari segi kekuatan fisiknya. Namun apabila dtinjau dari kekuatan lainnya seperti non-fisik misalnya; psikologis, seksualitas, asupan makan dan/atau minum ataupun dari segi lainnya, mungkin akan lain jawabannya. Banyak bukti mengatakan bahwa kekuatan non-fisik wanita lebih baik dibandingkan dengan pria, namun terkadang pria juga lebih baik dibanding dengan wanita. Kekuatan (baca ketahanan) seksualitas pria lebih baik (baca lama) dibandinngkan dengan wanita, namun terkadang kekuatan seksualitas wanita lebih baik daripada pria.
Penulis ingin mengupas tentang pria danwanita ini bukan dari kekuatan fisik mereka, karena ini sudah jelas sekali. Akan tetapi yang lebih menarik adalah mengupasnya dari sisi yang lain lagi.
CERITA GOSIP PERTAMA
Istri barunya terpaut hampir setengah dari umur lelaki itu. Suatu saat sebelum dia kawin dengan istri barunya dia
bertemu dengan seorang lelaki yang memiliki hobi bercanda atau bergurau. Lelaki penggurau ini
melakukan kunjungan ke rumah bapak yang sedang berduka karena istri dari bapak yang menurutnya setahun lagi akan pensiun dari kerjanya itu baru saja
wafat. Kunjungan di rumah duka ditemui oleh bapak sebagai suami Almarhumah. Almarhumah meninggal di rumah dan saat ini
masih dibawa ke Rumah Sakit untuk urusan prosedur kematian di suatu kota bukan di Indonesia tempat ia bekerja.
Waktu itu, di kota itu apabila ada orang yang
meninggal dunia di rumah, tidak seperti di Indonesia langsung lapor RT/RW untuk mendapatkan surat kematian dengan stempel Lurah dan Camat sebelum dikuburkan, Di kota itu mayat harus dibawa ke rumah sakit (RS) untuk
penyelidikan demi kepentingan penegak hukum dalam mengeluarkan Sertifikat
Kematian. Sertifikat akan dikeluarkan setelah semua penyebab kematian seseorang
selesai diperiksa oleh tim medis RS dengan dikeluarkannya berkas dari RS dengan format
yang sudah baku. Tentu lelaki yang sedang berduka itu tidak dapat membendung air matanya
ketika menerangkan kepada setiap para tamu ketika sedang berkunjung untuk menawarkan duka dan belasungkawa di rumah duka.
Tamu lelaki yang suka brrgurau itu tentunya juga ikut merasa sedih pula membayangkan istri tercintanya wafat. Namun perasaan itu hilang bagai diterpa angin kuat bersamaan keluarnya rasa heran melihat suami Almarhumah menangis sanbil berkata kepada para tamunya, "uhuuk-uhuk.., istri saya meninggal, istri saya meninggal.." Dia jadi teringat pada sesuatu kejadian hal yang hampi sama ketika dulu dia belum merantau.
CERITA GOSIP KEDUA
Ada perasaan yang mengganjal di dalam pikiran lelaki penggurau. Melihat kondisi Almarhumah yang telah menderita penyakit pernapasan menahun merupakan masalah tersendiri bagi suaminya. Dia jadi teringat tetangga di kampung halamannya di Indonesia ketika istrinya meninggal dunia karena penyakit batuk yang menahun, dan penyakit itu merupakan salah satu penyebab utama sang istri harus meninggalkan dunia fana ini. Tangisan suami yang berduka yang ditunjukkan kepada hampir setiap tamu yang datang adalah seperti menyatakan betapa sedihnya dia ditinggal wafat istrinya. Namun tangisan sedih itu akhirnya menjadi omongan banyak orang setelah beberapa minggu kemudian. Sebabnya sepele sekali, dia keburu kawin lagi sebelum empatpuluh hari terlewati dari hari kematian istrinya yang lama menderita batuk. Sampai-sampai para tetangga yang usil itu ada yang menirukan tangisannya dengan mengganti kalimatnya menjadi, "uhuk-uhuk.., syukurlah istriku cepat meninggal, dengan demikian aku bisa kawin lagi...", haha...
Cerita itu yang kemudian diceritakan oleh lelaki penggurau kepada teman dekatnya ketika keluar dari rumah duka si pria yang baru saja berduka karena istrinya wafat dan sudah lama menderita penyakit pernafasan. Tentu rekan-rekan lelaki penggurau itu jadi tertawa kecil ketika mendengarnya.
Lain orang tentu lain pula karakternya. Lain keluarga tentu lain pula kelumit permasalahan yang didapatkannya. Menjeneralisasi terhadap yang lain adalah tidak menjunjung etika kemanusiaan. Paling tidak, begitulah kedengarannya. Untuk itu, tetaplah berprasangka apa adanya, syukur apabila prasangka itu adalah prasangka baik.
Sebulan lamanya sudah berlalu sejak kematian istri temannya sampai lelaki penggurau itu bertemu dengan rekan kerja pria yang berduka sejak sebulan lalu itu. Tentu tidak salah apabila apa yang diutarakan bahwa pria yang sebulan lalu ditinggal istrinya meninggal dunia itu ternyata menurutnya sudah kawin lagi, itu dianggap merupakan suatu candaan belaka. Apalagi khabar yang disampaikaannya diungkapkan sambil tersenyum lebar mendekati tertawa...
Ternyata benar adanya.., ketika si lelaki penggurau itu bertemu dengan lelaki yang lebih dari sebulan lamanya telah ditinggal istrinya wafat karena gangguan pernapasan di suatu kesempatan lain bercerita bahwa, dia masih bisa bercinta dengan istri barunya sebanyak lima kali dalam satu hari..., "huebat", guman si lelaki penggurau menjawab pernyataan lelaki yang tampak lebih tua dari usianya itu. Iapun mengungkapkan rahasianya tidak perlu mengasup jamu ataupun obat-obatan, semuanya alami saja. Tetapi, lelaki penggurau itu memakluminya, itu mungkin karena sudah lama bercinta seperti itu baru kesampaian dengan leluasa dengan istri barunya yang jauh lebih muda saat ini.
Usia seorang rekan lelaki yang baru kawin lagi itu sudah lebih dari setengah abad walaupun belum sampai pada usia enampuluh tahun, ternyata segera kawin lagi dua minggu setelah istrinya meninggal dunia (semoga Almarhumah akan selalu mendapatkan rahmat-Nya). Ini jauh lebih cepat dari cerita pada gosip pertama di atas tenang tetangga pria penggurau. Setelah dua minggu ditinggal istrinya wafat! lalu kawin lagi setelahnya?. Luar biasa!
CERITA GOSIP KETIGA
Dan lain halnya dengan cerita berikut ini. Suatu ketika di tahun 1990an atau sekitar tahun 1995 sampai dengan 1997, dua lelaki berteman di perantauan suatu kota di luar Indnesia. Seorang membawa keluarga (anak dan/atau isteri atau suami) dan yang satunya merantau sendirian sedangkan isteri atau suami dan/atau anaknya karena suatu keadaan, maka tetap tinggal di Indonesia. Orang-orang menyebut kondisi demikian sebagai seorang "bujang lokal", maksudnya bujang ketika di perantauan saja, karena di Indonesia memiliki keluarga, isteri atau suami dan/atau anak.
Tidak mengherankan bagi si bujang lokal (maaf bukan untuk semua bujang lokal), mencari teman wanita/pria bujang (benar atau lokal) ketika di perantauan. Yang mengherankan mendengarkan cerita seorang pria bujang lokal seperti berikut ini.
Ia mencari teman wanita lain di perantauan dengan alasan bahwa ketika berkumpul dengan keluarganya di kampungnya di Tanah Air sana, si pria mengaku bahwa dia melakukan hubungan suami-isteri dengan istr sahnya hanya sebulan sekali, padahal usia lelaki bujang lokal yang satu ini sekitar tigapuluhan tahun, usia paling tua apabila dilihat dari penampilan raut wajahnya adalah tigapuluh dua tahun. Suatu cerita seperti mengada-ada saja. Apakah mungkin cerita itu untuk membenarkan apa yang sedang dilakukannya di perantauan?. Hanya dia yang mengetahuinya. Begitulah tuduhan dalam hati temannya karena ceriteranya seperti tidak masuk akal. Terkecuali isterinya memiliki gangguan yang dapat menghalangi dalam melakukan hubungan suami isteri lebih intens. Pendek cerita, setelah kembali ke Indonesia tidak lagi merantau, seorang teman tetangga si pria itu bercerita bahwa, ternyata teman wanita di perantauan waktu itu telah dinikahinya tidak lama setelah sama-sama sampai di Indonesia, dan dengan isteri sah yang pernah ditinggal merantau, ia cerai.
Ini adalah suatu cerita tragis sebagai suatu rumahtangga, merantau salah satu tujuan utamanya adalah demi untuk mencarikan nafkah utamanya untuk anak dan isteri, baca keluarga yang ditinggal di Indonesia. Akan tetapi dikarenakan suatu ulah yang menyebabkan berantakan keluarga yang seharusnya menjadi tanggungjawabnya untuk masadepan mereka?. merupakan sesuatu hal sangat-angat tragis.
BIOLOGIS PRIA DAN WANITA
Penilaian tentang kekuatan pria dan wanita pada tulisan ini bukan dimaksudkan untuk membuat penilaian ketika belum menikah, tulisan ini ditujukan untuk pria dan wanita yang sudah menikah.
Menurut penyusuran yang diambil dari mesin pencari Google bahwa, kesimpulannya, tidak ada satu gender yang mutlak lebih tahan dalam hal seksual karena sebetulnya yang lebih dominan adalah perbedaan kondisi (psikologis) individu. Anggapan bahwa pria selalu lebih bernafsu adalah mitos saja. Tentang hasrat seksualitas, wanita sama besarnya dengan pria, bahkan terkadang wanita lebih tinggi jika dibandingkan dengan hasrat seksualitas pria, hanya saja sering terhambat oleh faktor sosial dan atau usia. Wanita sering merasakan peningkatan hasrat seksualitasnya lebih tinggi manakala sudah mendekati atau saat terjadinya menstruasi. Ketahanan atau durasi saat berhubungan tidak ditentukan oleh jenis kelamin, melainkan usia, kondisi fisik, kesehatan emosional (stres), dan suatu hormon. Dan wanita memiliki sistem imun yang lebih kuat dan kromosom cadangan, sehingga lebih tahan penyakit dibandingkan dengan pria.
Karena hambatan faktor sosial dan atau umur, maka wanita lebih kuat dalam menahan hasrat seksualitasnya. Sehingga seakan-akan bahwa hasrat seksualitas wanita lebih rendah jika dibandingkan dengan hasrat seksualitas pria, padahal menurut penelitian mereka memiliki kekuatan hasrat seksualitas yang sama.
USIA SENJA
Di indonesia, usia senja secara umum dimulai pada usia 60 tahun ke atas. Kebanyakan wanita memiliki kecenderungan mengalami tanda penuaan fisik lebih cepat dibandingkan dengan pria, yaitu pada usia antara 45-55 tahun, hal ini akibat dari menopause, sementara pria memasuki fase penuaan (andropause) dan penurunan fisik yang terlihat jelas pada usia 50 tahun ke atas. Perlu dicatat bahwa penuaan bukan berarti lansia, ini apabila dilihat dari usia, karena disebut lansia apabila uia sudah mencapai 60 tahun. Kekuatan fisik ketika penuaan umumnya mengalami penurunan sekitar 1–2% per tahun setelah usia 40 tahun. Sehingga ketika memasuki usia lansia penurunan kekuatan fisiknya mengalami penurunan rata-rata sebesar 20 sampai dengan 40%
Usia senja atau yang disebut lanjut usia lansia, artinya suatu usia sudah memiliki kekuatan raga yang turun umumnya lebih dari 20 persen. Ciri dari usia ini apabila fisik sudah tidak dapat lagi diandalkan untuk melakukan aktifitas berat. Hal ini apakah karena kondisi kekuatan fisiknya sudah turun sekali ataupun karena adanya rasa sakit pada otot-otot motoriknya apabila diberi beban yang seharusnya dapat dikerjakan pada usia normal.
Penurunan kondisi kekuatan fisik bukan berarti lansia. Penurunan ini biasanya dimulai dari usia rata-rata pada sekitar usia 40 tahun. Penurunan ini akan semakin besar dengan bertambahnya usia. Dan penurunan ini akan semakin bertambah besar apabila kegiatan fisik seseorang kurang dari yang diperlukan. Untuk itu dianjurkan agar kondisi penurunan fisik dapat diperlambat, maka jangan membiarkan tubuh atau fisik untuk tidak beraktifitas, lakukan kegiatan aktifitas fisik sesuai dengan kemampuan dengan memperhatikan faktor-faktor yang dapat membahayakan kesehatannya. Tetapi, untuk kegiatan aktifitas fisik usahakan dilakukan secara rutin. Tetapi ada hal yang lebih penting lagi, yaitu asupan makanan dan minuman yang dikonsumsi juga harus makanan dan/atau minuman yang bernutrisi yang diperlukan oleh tubuh di dalam menjaga kesegarannya.
Lain halnya dengan penuaan, penuaan bukan hanya penurunan kekuatan fisik, tetapi juga diikuti oleh perubahan penampakan dari kondisi fisik yang tadinya terlihat masih kencang lambat laun akan menjadi semakin kendor bahkan keriput. Yang tadinya terlihat tegap, lambat lau menjadi semakin membungkuk.
Ketika menopause mulai teradi pada wanita, hal ini akan mempersulit dalam melakukan hubungan biologis, baik wanita ataupun pria sama-sama akan mengalami kesulitan. Di sinilah biasanya pria mulai mencari pasangan lain yang belum mengalami menopause. Sedangkan wanita tidak akan mencari pasangan lain, toh siapapun pasangannya itu tidak akan merubah dirinya untuk menghilngkan kondisi menopause yang ada padanya. Sehingga, dari sini dapat disimpulkan bahwa, wanita lebih cepat mearsa kesulitan ketika menopause datang dibandingkan dengan pria yang suah memasuki usia andropause. Ini karena, untuk kegiatan seksual agar menjadi dapat lebih dinikmati membutuhkan kondisi wanita yang belum mengalami menopause, sedangkan pada pria kondisi andropause bukan merupakan halangan untuk melakukan kegiatan seksual yang masih bisa dinikmati.
Datangnya menopause atapun andropause dapat diperlambat dengan gaya hidup sehat, memperbaiki asupan makan dan minum yang bergizi cukup, sehingga nutrisi yang diperlukan tubuh dapat dicukupi, dapat mengendalikan ketegagan/stres dengan baik, tidak merokok. Serta diikuti dengan kegiatan fisik yang cukup pula dan menjaga berat badan yang ideal.
END
No comments:
Post a Comment