Khutbah Pertama:
Segala puji bagi Allah Yang memulai penciptaan dan mengulanginya kembali, yang menyebarkan rahmat-Nya kepada hamba-hamba-Nya, dan Dia-lah Pelindung lagi Maha Terpuji.
Allah Ta‘ala berfirman:
﴿وَهُوَ الْوَلِيُّ الْحَمِيدُ﴾
Mahasuci Dia, yang menghancurkan setiap penguasa yang sombong dan keras kepala. Sesungguhnya azab Tuhanmu benar-benar sangat keras.
Allah Ta‘ala berfirman:
﴿إِنَّ بَطْشَ رَبِّكَ لَشَدِيدٌ﴾
"Sesungguhnya azab Tuhanmu sangat keras." (QS. Al-Buruj: 12)
Kami bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dan kami bersaksi bahwa junjungan kami Muhammad adalah Rasul Allah. Ya Allah, limpahkanlah shalawat, salam, dan keberkahan kepada beliau, kepada keluarga dan para sahabatnya, serta kepada siapa saja yang mengikuti petunjuknya.
Amma ba‘du,
Aku wasiatkan kepada kalian wahai hamba-hamba Allah dan kepada diriku sendiri agar bertakwa kepada Allah, Tuhan kalian, serta melaksanakan apa yang Dia perintahkan, agar kalian beruntung di dunia dan di akhirat. Dengarkanlah seruan Pencipta kalian:
﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ﴾
"Wahai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu, kuatkanlah kesabaranmu, tetaplah bersiap siaga, dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung." (QS. Ali ‘Imran: 200)
Wahai orang-orang yang berpuasa, yang menegakkan qiyam, yang khusyuk dalam ibadah, dan yang senantiasa berdzikir; wahai kalian yang berpindah dari satu bentuk ketaatan ke ketaatan lainnya, dan yang terus naik dalam derajat kedekatan kepada Rabb kalian.
Bergembiralah dan berbahagialah, karena Allah telah menganugerahkan kepada kalian sebuah karunia dan keutamaan. Dia telah menurunkan kepada kalian sebuah peringatan dari sisi-Nya, yang membuat hati tunduk khusyuk di hadapan makna-maknanya, dan lisan-lisan memuji Allah atas apa yang telah Dia turunkan di dalamnya.
Itulah Kitab Rabb kita, yang Allah turunkan pada suatu malam yang penuh keberkahan.
﴿إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ﴾
"Sesungguhnya Kami menurunkannya pada malam yang diberkahi." (QS. Ad-Dukhan: 3)
Pada malam itu ditetapkan berbagai ketentuan, diputuskan berbagai urusan, dituliskan rezeki, ajal, serta seluruh peristiwa yang terjadi sepanjang tahun.
Itulah Lailatul Qadar, malam yang Allah Ta‘ala abadikan dalam sebuah surah yang dinamai dengan namanya, sebagai bentuk pengagungan terhadap kedudukannya dan kemuliaan nilainya.
Ia adalah surah yang singkat dalam susunannya, namun sangat agung dalam maknanya. Surah ini datang di antara dua surah yang mulia. Sebelumnya adalah Surah Al-‘Alaq yang dimulai dengan firman Allah:
﴿اقْرَأْ﴾
"Bacalah."
Hal itu menunjukkan permulaan turunnya wahyu dan waktunya, kemudian setelahnya datang Surah Al-Bayyinah yang di dalamnya tampak cahaya dan bukti kebenarannya. Surah Al-Qadr berada di antara keduanya untuk menjelaskan kemuliaan waktu turunnya Al-Qur’an.
Allah Ta‘ala berfirman:
﴿إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ﴾
"Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam Lailatul Qadar." (QS. Al-Qadr: 1)
Perhatikanlah, betapa dalam ayat yang mulia ini terdapat berbagai isyarat pengagungan terhadap Allah dan terhadap malam ketika Kitab Allah diturunkan.
Salah seorang ulama salih berkata:
“Pada malam itu diturunkan kitab yang agung, melalui malaikat yang agung, kepada nabi yang agung.”
Wahai hamba-hamba Allah,
Renungkanlah bagaimana Allah Ta‘ala mengulang penyebutan Lailatul Qadar tiga kali dalam Surah Al-Qadr. Hal itu untuk menarik perhatian pendengaran manusia terhadap besarnya kedudukan malam tersebut, serta menanamkan dalam hati keagungan nilainya.
Kemudian datanglah pertanyaan yang agung, yang menggugah hati dan membangunkan akal:
﴿وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ﴾
"Tahukah kamu apakah Lailatul Qadar itu?" (QS. Al-Qadr: 2)
Pertanyaan ini menegaskan bahwa hakikat keagungan malam itu berada di luar jangkauan bayangan manusia, dan keutamaannya tidak dapat sepenuhnya dipahami oleh akal manusia.
Lalu datanglah jawaban yang agung:
﴿لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ﴾
"Lailatul Qadar itu lebih baik daripada seribu bulan." (QS. Al-Qadr: 3)
Allah tidak mengatakan sama dengan, tetapi mengatakan lebih baik, sebagai isyarat bahwa keutamaannya melampaui segala perbandingan.
Ia adalah malam di mana amal ibadah di dalamnya melebihi amal ibadah sepanjang umur yang panjang.
Maka beruntunglah orang yang Allah dapati pada malam itu berdiri dalam shalat dengan penuh kekhusyukan, atau terdengar suaranya bersama orang-orang yang berdoa dengan penuh kerendahan, atau Allah melihatnya bergegas dalam sedekah dan kebaikan.
Karena itu, manfaatkanlah seluruh malam pada sepuluh malam terakhir, dengan meneladani Nabi ﷺ.
Sesungguhnya beliau apabila memasuki sepuluh malam terakhir:
mengencangkan ikat pinggangnya (bersungguh-sungguh dalam ibadah), menghidupkan malam-malamnya, dan membangunkan keluarganya untuk beribadah.
Khususkanlah malam-malam ganjil dengan usaha ibadah yang lebih sungguh-sungguh. Nabi ﷺ bersabda:
«تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْوِتْرِ مِنَ الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ»
"Carilah Lailatul Qadar pada malam-malam ganjil dari sepuluh malam terakhir bulan Ramadan."
Dengan demikian, kalian lebih berpeluang untuk tidak terluput dari Lailatul Qadar. Sebab ia adalah malam yang sangat agung. Nabi ﷺ bersabda:
«مَنْ حُرِمَ خَيْرَهَا فَقَدْ حُرِمَ»
"Barang siapa yang terhalang dari kebaikan malam itu, maka sungguh ia benar-benar telah terhalang dari kebaikan yang besar."
Bagaimana tidak demikian, padahal pada malam itu para malaikat yang mulia turun ke bumi, dan di tengah mereka ada Jibril ‘alaihissalam. Mereka turun secara berombongan demi berombongan.
Allah Ta‘ala berfirman:
﴿تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ﴾
"Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhan mereka untuk mengatur segala urusan." (QS. Al-Qadr: 4)
Bahkan disebutkan bahwa jumlah malaikat pada malam itu di bumi lebih banyak daripada jumlah kerikil. Mereka memberi salam kepada orang-orang beriman dan mengaminkan doa para hamba yang beribadah.
Maka beruntunglah orang yang menghidupkan malam itu dengan penuh keikhlasan kepada Tuhannya, sambil mengingat sabda Nabi ﷺ:
«مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ»
"Barang siapa yang menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu."
Dan alangkah berbahagianya orang yang mengulang-ulang doa yang diajarkan Nabi ﷺ ketika Sayyidah Aisyah radhiyallahu ‘anha bertanya: “Wahai Rasulullah, jika aku mengetahui malam mana Lailatul Qadar, apa yang harus aku baca di dalamnya?” Beliau menjawab:
«قُولِي: اللَّهُمَّ إِنَّكَ عُفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي»
"Katakanlah: Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku."
Kemudian Allah Ta‘ala berfirman:
﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ﴾
"Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah, taatilah Rasul, dan pemimpin di antara kalian." (QS. An-Nisa: 59)
Aku mengatakan perkataan ini, dan aku memohon ampun kepada Allah untukku dan untuk kalian. Maka mohonlah ampun kepada-Nya.
Khutbah Kedua
Segala puji bagi Allah semata. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi yang tidak ada nabi setelahnya.
Amma ba‘du,
Wahai orang-orang yang berpuasa, Allah Ta‘ala berfirman pada penutup Surah Al-Qadr:
﴿سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ﴾
"Sejahteralah malam itu sampai terbit fajar." (QS. Al-Qadr: 5)
Malam itu adalah malam kedamaian yang menyelimuti ruh-ruh manusia sehingga dipenuhi ketenangan dan ketenteraman. Kedamaian itu juga meliputi bumi, menghiasinya dengan keamanan, keberkahan, dan rahmat.
Perhatikanlah bagaimana Allah menghendaki kedamaian bagi hamba-hamba-Nya, dan menyebarkan sebab-sebab ketenteraman bagi mereka.
Namun orang-orang yang melampaui batas dan zalim menentang perintah Allah serta membuat kerusakan di muka bumi. Benarlah firman Allah Ta‘ala tentang mereka:
﴿كُلَّمَا أَوْقَدُوا نَارًا لِلْحَرْبِ أَطْفَأَهَا اللَّهُ وَيَسْعَوْنَ فِي الْأَرْضِ فَسَادًا وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ﴾
"Setiap kali mereka menyalakan api peperangan, Allah memadamkannya. Mereka berusaha membuat kerusakan di bumi, dan Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan." (QS. Al-Ma’idah: 64)
Namun tidak mungkin mereka mampu menggoyahkan kepercayaan kita kepada Rabb kita, tidak pula merusak keamanan kita, dan tidak pula melemahkan persatuan kita.
Karena kita mengambil ketenangan dari firman Allah:
﴿حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ﴾
bahwa fajar pasti akan datang, dan pertolongan pasti tiba.
Allah Ta‘ala berfirman:
﴿فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا • إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا﴾
"Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan." (QS. Asy-Syarh: 5–6)
Sesungguhnya Allah عز وجل menjaga negeri ini dan memuliakannya dengan berbagai kebaikan yang dilakukannya, sebagaimana sabda Nabi ﷺ:
«صَنَائِعُ الْمَعْرُوفِ تَقِي مَصَارِعَ السَّوْءِ»
"Perbuatan-perbuatan baik dapat melindungi dari berbagai kebinasaan."
Negeri ini mengulurkan tangan kebaikannya kepada yang dekat maupun yang jauh melalui bantuan dan pemberian. Ia menolong orang-orang yang membutuhkan dan mereka yang lemah.
Di antara kebaikan yang kita saksikan adalah program yang didukung oleh Yang Mulia Sheikh Muhammad bin Zayed, Presiden Negara – semoga Allah menjaganya – yaitu inisiatif “Umm Al-Imarat untuk Penjaminan Anak Yatim” melalui Otoritas Wakaf Abu Dhabi.
Maka berpartisipasilah dalam program tersebut agar kalian memperoleh pahala yang mulia dari Allah.
Dan makmurkanlah hari-hari yang penuh berkah ini dengan ketaatan kalian, serta manfaatkanlah kesempatan yang agung ini dengan memperbanyak zikir dan merendahkan diri dalam doa kepada Pencipta kalian. Karena Dia telah memerintahkan kalian untuk berdoa dan menjanjikan akan mengabulkannya. Allah Ta‘ala berfirman:
﴿ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ﴾
"Berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan untuk kalian." (QS. Ghafir: 60)
Ya Allah, wahai Yang Maha Mengabulkan doa, jagalah negeri kami, Uni Emirat Arab, jagalah para pemimpinnya, rakyatnya, dan seluruh orang yang tinggal di atasnya. Jagalah daratan, lautan, dan langitnya dengan penjagaan yang sesuai dengan kekuasaan dan keagungan-Mu.
Berikanlah kepadanya pertolongan yang sesuai dengan kemampuan dan kebesaran-Mu. Selimutilah negeri ini dengan perhatian dan keamanan-Mu, dan teruskanlah atasnya nikmat keamanan, kemuliaan, dan kebaikan, wahai Dzat Yang Maha Agung lagi Maha Mulia.
Ya Allah, lindungilah negeri ini dari permusuhan para penyerang, dari kejahatan para musuh dan orang-orang yang dengki. Ya Allah, balaslah mereka sesuai dengan kejahatan mereka, dan perlakukan mereka sesuai dengan keburukan perbuatan serta niat jahat mereka. Kembalikanlah tipu daya mereka kepada diri mereka sendiri, dan jagalah negeri kami, wahai Tuhan seluruh alam.
Ya Allah, jagalah para tentara negeri kami yang gagah berani. Kuatkanlah mereka, teguhkanlah tekad mereka, tepatkanlah sasaran mereka, dan menangkanlah mereka atas musuh-Mu dan musuh mereka. Limpahkanlah kepada mereka pahala dan balasan yang besar.
Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam kepada junjungan kami Nabi Muhammad, kepada keluarga dan seluruh sahabatnya. Ya Allah, ridhailah Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali, serta seluruh sahabat yang mulia.
Ya Allah, terimalah dari kami puasa, qiyam, dan tilawah Al-Qur’an kami, dan tolonglah kami untuk selalu taat kepada-Mu, wahai Yang Maha Pengasih.
Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang beriman kepada-Mu, beribadah hanya kepada-Mu, dan termasuk orang-orang yang beruntung dengan keutamaan Lailatul Qadar.
Jadikanlah kami anak-anak yang berbakti kepada kedua orang tua, dan rahmatilah mereka sebagaimana mereka telah membesarkan kami ketika kecil, wahai Yang Maha Penyayang di antara para penyayang.
Ya Allah, jagalah Sheikh Muhammad bin Zayed, Presiden Negara, dengan penjagaan-Mu. Lindungilah dia dengan kelembutan-Mu, limpahkan kepadanya rahmat-Mu, naungi dia dengan perhatian-Mu, dan jadikanlah amalnya dalam ketaatan kepada-Mu.
Tolonglah dia dengan pertolongan-Mu, mudahkan urusannya menuju kebaikan, jadilah baginya penolong dan pendukung, pemberi petunjuk dan penuntun. Terangilah pandangannya, berkahilah langkahnya, luruskan perkataan dan perbuatannya, serta berkahilah umur dan amalnya. Penutup Khutbah Kedua
Ya Allah, jadikanlah dia pembuka pintu-pintu kebaikan dan penutup pintu-pintu keburukan, serta berikanlah taufik kepadanya dalam setiap urusan.
Ya Allah, berilah taufik kepadanya, kepada para wakilnya, saudara-saudaranya para penguasa Emirat, serta Putra Mahkota yang terpercaya dan Perwakilan Penguasa di Al-Dhafra, untuk melakukan segala sesuatu yang Engkau cintai dan Engkau ridhai.
Ya Allah, rahmatilah Sheikh Zayed, Sheikh Rashid, serta para pemimpin Emirat yang telah berpulang ke rahmat-Mu. Masukkanlah mereka dengan karunia-Mu ke dalam surga-Mu yang luas.
Limpahkanlah rahmat dan ampunan-Mu kepada para syuhada tanah air, berikanlah kepada mereka pahala yang besar, curahkanlah kepada mereka karunia-Mu yang melimpah, dan berikanlah kepada keluarga mereka balasan terbaik sebagaimana balasan yang Engkau berikan kepada orang-orang yang sabar.
Ya Allah, rahmatilah kaum muslimin dan muslimat, yang masih hidup maupun yang telah wafat.
Ya Allah, turunkanlah kepada kami hujan, dan janganlah Engkau jadikan kami termasuk orang-orang yang berputus asa.
Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami.
Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami.
Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami.
Wahai hamba-hamba Allah, ingatlah Allah Yang Maha Agung lagi Maha Mulia, niscaya Dia akan mengingat kalian. Bersyukurlah kepada-Nya atas nikmat-nikmat-Nya, niscaya Dia akan menambahkannya kepada kalian.
Dan dirikanlah shalat.
No comments:
Post a Comment