Friday, July 20, 2012

SAMI'NA WA ATO'NA

Pendahuluan

Sepintas kata sami'na wa ato'na semacam ajakan agar mendengarkan dan mentaati atau mengikuti. Bagi orang yang lugu, apapun yang diperintahkan oleh orang lain dengan referensi dari hadist merupakan suatu hal yang harus diikuti tanpa memperdulikan siapa yang sedang membacakannya.  Memang tidak bisa diperdebatkan karena arti sesungguhnya dari sami'na wa ato'na memang kami dengar dan kami taati. 

Secara logat sami' berarti dengar dan ato' berarti taat. Setelah ditelusuri lebih jauh lagi ternyata rangkaian kata-kata sami'na wa ato'na diambil dari salah satu ayat dalam Al'quran yang mempunyai rangkaian kata lain dan jika dibacakan secara keseluruhan merupakan perintah terhadap kita tentang siapa saja yang harus kita dengar dan kerjakan (apabila digabung keduanya akan menjadi berarti mentaati) setelah mendengar perintah yang diminta. Lengkapnya berarti kira-kira seperti berikut; 

"Wahai orang-orang yang beriman!, taatilah Allah dan taatilah Rasul dan Penguasa kalian". QS Annisa', 49.

Yang menjadi pokok tujuan pada sami'na wa ato'na itu adalah "kita semua yang beriman" sebagai objek, sedangkan Allah, Rasul dan Penguasa sebagai subjeknya. Jadi, objek dari Allah adalah Rasul dan object dari Rasul adalah Penguasa dan objek Penguasa adalah orang-orang yang beriman (kita). Selain dari  Allah, Rasul, Penguasa, dan orang-orang yang beriman, adalah sesuatu yang berada di luar sistem sami'na wa ato'na. Hal itu yang berlawanan dengan orang--orang beriman alias orang-orang kafir.

Tentang Subjek

Tidak bisa disangkal lagi subjek-subjek yang disebutkan seperti sebelumnya merupakan subjek-subjek berjenjang. Artinya seorang penguasa tidak akan dapat secara langsung menerima perintah dari Allah, demikian juga sebaliknya, Penguasa tidak akan memerintah Rasul. Sehingga yang dapat memerintah seorang Rasul hanyalah Allah kemudian
Rasul memerintahkan perintah yang diterima dari Allah kepada Penguasa, lalu Penguasa akan memerintah perintah yang diterima dari Rasul kepada kita.  Kita tidak bisa memerintah penguasa apalagi memerintah Rasul. Ini yang dimaksud dengan "Taatilah Allah dan Rasul dan Penguasa kalian". Tentu bagi orang-orang yang beriman hukumnya wajib mentaati "Penguasa" sepanjang si "Penguasa" mentaati "Rasul".

Jadi, wahyu yang tersusun secara berurutan itu bukanlah hanya sembarangan saja diturunkan melainkan agar bermakna jelas dan dapat dilaksananakan secara hirarki sesuai aturan subjek dan objek.

Tentang Objek

Objek yang dimaksud adalah seluruh manusia yang beriman kecuali penguasa yang telah disebutkan sebagai salah satu subjek dari tiga hirarki Subjek. Jadi, yang dimaksud kita adalah termasuk anda dan saya sekarang dengan syarat apabila objek itu beriman, mereka yang lalu dan mereka yang akan datang dengan catatan beriman dan tidak menjadi Penguasa sebagai objek Rasul, dengan kata lain tidak termasuk Allah, dan Rasul.

Jika ada seseorang mendengar dan melaksanakan perintah selain yang disebutkan sebagai subjek, sebenarnya orang tersebut tidak memehami makna sami'na wa ato'na secara utuh. Untuk itulah ada sebuah kisah bahwa para sahabat Rasul akan melaksanakan perintah Rasul dengan tanpa mempertanyakan perintah yang diberikan kepada mereka, karena Rasul sebagai subjek pada sistem sami'na wa ato'na sedangkan para sahabat sebagai objeknya. 

Tentang Hadist

Hampir seluruh hadist ditulis (baca dibukukan) kira-kira seratus tahun setelah Rasul SAW wafat. Penilaian sahnya suatu hadist dengan metode penyelidikan yang sudah dipatok oleh para ahli hadist, maka hadist-hadist yang memenuhi kriteria akan menjadi hadist yang sah atau benar sedangkan yang tidak, akan menjadi hadist yang lemah, tidak sah bahkan palsu. Di sinilah letak permasalahan pada penerapan sistem sami'na wa ato'na. 

Sekarang yang menjadi pertanyaan adalah, apakah perawi hadist yang telah menyatakan bahwa suatu hadist itu sah adalah termasuk pada salah satu kriteria subjek?. 

Apabila mereka bukan penguasa, maka melaksanakan hadist yang disyahkan ahli hadist bukanlah termasuk melaksanakan sistem sami'na wa ato'na, karena seseorang sebetulnya tidak melaksanakan perintah Rasul tetapi melaksanakan perintah yang disebut hadist oleh ahli hadist dari hasil penyelidikan para ahli hadist yang membenarkan bahwa hadist yang diriwayatkan adalah benar-benar dari Rasul SAW. Lain halnya dengan melaksanakan perintah suatu hadist yang disyahkan dan diriwayatkan oleh seorang ahli hadist tetapi terlebih dahulu menyelidiki sendiri tentang kebenaran hadist yang sudah disahkan tersebut, bukan berarti terus langsung percaya dengan apa yang diituliskan oleh ahli hadist, karena akibatnya  bukan melaksanakan sesuai dengan sistem yang sudah digariskan pada sami'na wa ato'na, akan tetapi melaksanakan perintah para perawi hadist. 

Permasalahan Yang Dihadapi

Kini, untuk mendapatkan sebuah hadist dari perintah langsung dari Rasul SAW adalah tidak mungkin, lalu mempercayai hadist-hadist yang ditulis oleh ahli hadist masih menyisakan tanda tanya. Lalu bagaimana cara mendapatkan tentang hadist yang memang benar-benar dari Rasul SAW? 

Untuk mejawab pertanyaan ini dapat dikatakan sangat sulit, karena antara hadist-hadist yang ada sebelum ditulis oleh para penulis hadist banyak yang sudah bercampur dengan yang bukan hadist, bahkan bisa jadi masih ada juga hadist yang lolos dan dinyatakan sah padahal itu bukan hadist. Dan juga sebaliknya, dipastikan masih ada yang benar-benar hadist tetapi dinyatakan palsu karena tidak memenuhi kriteria persyaratan yang telah dipatok oleh para perawi hadist. Sehingga perintah yang dinyatakan oleh perawi hadist dilaksanakan bulat-bulat. Inilah permasalahannya, subjek dan objek.

Akal

Ada banyaknya hadist-hadist yang sudah dinyatakan sah akan tetapi di pihak  lain tidak kalah dahsyatnya beredar hadist-hadist yang kadang bertentangan dan dinyatak sah juga, hal ini memberikan manusia untuk mencarikan suatu solusi. Runyamnya apabila hadist-hadist yang bertentangan itu tidak ada rujukannya samasekali di dalam Alqur'an. Pada keadaan inilah pemakaian akal diperlukan. Walaupun terkadang pemahaman yang telah dibenarkan oleh akal saat ini belum tentu dapat bertahan selamanya. Itu bukanlah tujuannya. Yang terpenting ada jembatan untuk memberikan argumentasi tentang pilihan atau pemakaian hadist yang sedang bertentangan.

Seperti yang telah diketahui bahwa akal bekerja dengan cara logis. Logis merupakan satu-satunya jalan untuk memberikan penilaian terhadap sesuatu untuk dinobatkan menjadi benar atau tidak. Ini penting sekali bagi subjek agar perintah yang akan diberikan kepada objek memenuhi sistem sami'na wa ato'na.

Siapa Subjeknya Bila Pemerintah Tidak Memerintahkan

Sistem sami'na wa ato'na hanya mengenal tiga subjek berjenjang.  Lalu apabila Pemerintah tidak memberikan arahan pada suatu hal yang spesifik, siapakah subjeknya? Untuk menjawab pertanyaan ini mari kita lihat keterangan di bawah ini.

Perawi hadist sejatinya adalah objek, diri  kita sendiri juga objek. Lalu ada suatu perintah yang bukan datang dari subjek dan harus dilaksanakan, misalnya ingin memberi uang kepada orang yang sedang meminta di tengah jalan. Kebetulah Pemerintah setempat tidak memberikan petunjuk diperbolehkan atau dilarang memberikan misalnya uang kepada pengemis di jalanan. Sedangkan menurut hadist yang beredar adalah dianjurkan untuk memberikan sebagian rejeki kepada yang memerlukannya. Di sinilah diperlukan adanya subjek baru sebagai subjek berjenjang di atas, yaitu dengan mengangkat pemimpin lain selain pemimpin resmi daerah itu, baik dirinya sendiri ataupun perawi hadist tersebut.

Apabila dirinya sendiri yang diangkat sebagai pemimpin khusus untuk masalah yang tidak diperintahkan oleh pemimpin sebenarnya, maka akallah yang akan memberikan keputusan. Tetapi apabila perawi hadist yang diangkat menjadi pemimpin, maka apa yang dinyatakan sah oleh mereka harus diikuti tanpa ada alasan apapun.

Demikian tulisan pendek ini semoga bermanfaat.

Nasuki@emirates.net.ae


   

Monday, July 16, 2012

Bagian 17 MORALITAS

"Jangan pernah membiarkan perasaan moral anda berada pada suatu jalan tentang melakukan apa yang benar"  Isaac Asimov

"Kebenaran adalah rahasia keagungan dan kebajikan, dasar dari otoritas moral; itu adalah puncak dan seni tertinggi dari kehidupan"  Henri Frederic Amiel

"Apa yang kita sebut 'moral' adalah secara sederhana patuh secara buta terhadap kata-kata perintah"  Havelock Ellis.

"Apakah moralitas itu pada setiap waktu atau tempat yang diketahui? Itu adalah apa yang moyoritas lalu terjadi disana yang dIsukai, dan tidak bermoral apa yang tidak disukai mereka".  Alfred North.

Satu bagian penting dari setiap filosofi kehidupan adalah kode moral yang kokoh. Jika ada akhirat dan Tuhan yang akan mengadili prilaku anda maka itu merupakan yang paling penting bahwa anda memiliki sejelas mungkin suatu pengertian tentang moralitas sebab prilaku anda dalam kehidupan ini mungkin diadili pada kehidupan akhirat nanti. Bagaimanapun, ada suatu peluang sepertinya secara sama bahwa tidak ada Tuhan, suatu ruh, suatu tenaga yang akan mengadili prilaku anda, atau setelah kehidupan atau akhirat. Pada kasus yang manasaja, jika sitem moral yang anda ikuti adalah tidak lengkap atau tidak logis maka kehidupan anda akan mengikutinya. Pada akhirnya itu berarti kehidupan anda akan sembarangan dan tidak produktif, dan itu hampir pasti bahwa ini akan menyebabkan pada anda sedang tidak mampu untuk memenuhi arti kehidupan. Lagi, jika anda mengajari anak-anak anda suatu filosofi moral tidak logis anda akan membentuk mereka sampai menderita pada konsekwensi yang sama. Tidak memenuhi arti kehidupan adalah nasib terburuk seorang manusia yang dapat diderita tak terkecuali apakah ada akhirat atau tidak. Ini berarti anda butuh untuk mengembangkan suatu pengertian logis dan sistematis tentang moralitas, dan anda perlu secara konstan memeriksa kembali dan memperbaiki sistem yang anda ikuti. 

PENOLAKAN LAIN

Tujuan dari mengikuti apa bukan untuk mengatakan pada anda bagaimana anda harus hidup, meskipun anda mungkin memutuskan anda ingin menggabungkan beberapa dari apa yang anda baca pada sistem pribadi anda tentang etika. Jika anda memilih untuk menerima apasaja yang diikuti yang seharusnya  anda tidak demikian pada keimanan. Periksa logisnya dibelakang ide-ide itu dan pastikan mereka lolos. Tak terkecuali apakah ya atau tidak anda memilih untuk menerima setiap kesimpulan yang dinyatakan di sini anda harus tetap mempu menggunakan mereka sebagai alat untuk menyelesaikan dua hal.

Pertama, gunakanlah itu untuk membantu anda memahami bahwa moral tradisi yang telah anda pelajari selagi anda sebagai seorang anak belum final katakan tentang moral. Anda diperbolehkan mengabaikan mereka, analisa moral yang lain, dan bahkan kembangkan milik anda sendiri. Anda tidak melakukan yang tidak boleh jika anda melakukan itu. Anda sedang melatih tenaga pikiran anda dan juga keinginan rasa bebas anda.

Kedua, gunakanlah itu untuk membantu memahami apakah suatu kode moral sistematis itu dan mengapa itu penting untuk moral anda menjadi sitematik. Dibutuhkan alasan yang baik untuk setiap aturan yang anda ikuti, dan harus ada suatu penyebut pemersatu biasa dibelakang itu semua. Setiap sistem moral harus memiliki suatu tujuan akhir. Cara itu anda dapat melakukan aksi apapun dan mengukurnya terhadap tujuannya untuk menentukan nilai dari aksi itu.

TEORI KOHLBERG TENTANG PENGEMBANGAN MORAL

Satu cara ilmiah untuk memulai menerangkan logisnya tentang moral adalah melihat pada itu melalui suatu kerangka kerja yang dikembangkan oleh psikolog, Lawrence Kohlberg.

Kohlberg menyatakan bahwa bagian dari perkembangan melibatkan pengembangan moral. Tidak diragukan kita semua setuju dengan itu, tetapi apa yang ia katakan terfokus pada penyelidikannya adalah bagaimana moral kita berkembang. Didalam mendapatkan itu dia melakukan suatu study dimana dia menanyakan atau meminta orang-orang dari semua umur apa yang mereka pikirkan yang paling benar dilakukan akan berada pada situasi teori berikut;

"Seorang perempuan sudah hampir mati dari semacam kanker khusus. Ada satu obat bius yang dokter pikir mungkin menyelamatkan dia. Itu suatu bentuk radium yang telah ditemukan oleh tukang obat bius pada kota yang sama akhir-akhir ini. Obat biusnya sangat mahal untuk dibuat, tetapi tukang obat biusnya menjualnya sepuluh kali lipat dari biaya produksi obat bius itu. Dia habis 200 Dollar untuk radium dan dijual 2000 Dollar untuk dosis kecil obat biusnya. Suami perempuan sakit itu, Heinz, pergi berkeliling pada setiap orang yang ia kenal meminjam uang, tepapi dari semuanya ia hanya dapat 1000 Dollar, yang mana setengah dari harga yang dibutuhkan. Dia katakan pada tukang obat bius bahwa istrinya sedang sekarat dan memintanya untuk menjualnya lebih murah lagi atau ijinkan dia untuk mebayarnya kemudian. Tetapi tukang obat bius bilang, "Tidak, saya yang menemukan obat ini dan saya akan membuat uang dari nya". Sehingga Heinz mendapatkan kekecewaan dan merusak gudang orang itu untuk mencuri obat bius bagi istrinya. Haruskah Heinz merusak masuk ke dalam laboratorium untuk mencuri obat bius untuk istrinya? Mengapa atau mengapa tidak?".

Kohlberg tidak perduli apakah anda menjawab ia atau tidak. Dia hanya ingin mengetahui mengapa anda memberikan jawaban anda. Teruskan dan jawab pertanyaan itu untuk diri anda dan lihat apa yang Kohlberg telah harus katakan tentang tingkatan anda tentang perkembangan moral. 

Dia dapati bahwa manusia (mempunyai potensi untuk) mendapat kemajuan melaui enam tahapan tentang penalaran moral. Curahkan perhatian khusus pada dua kata yang terakhir dari kalimat yang lalu, "Penalaran moral". Moral bukan hanyalah jawaban untuk diingat. Moral adalah melalui proses, suatu rumus untuk dihitung. 

Tingkatan pertama penalaran moral adalah yang paling biasa pada anak kecil. Mereka melakukan apa yang dikatakan oleh figur otoritas sebab jika mereka tidak mereka akan dihukum. Itulah sejauh alasan mereka berjalan. 

Tikatan kedua adalah dasarnya didefinisikan oleh egoisme. Anak pada tingkatan ini percaya bahwa mereka harus melakukan apa yang terbaik untuk mereka bahkan jika itu merugikan yang lain. Hanyalah kesempatan bagi mereka akan membantu yang lain jika ada sesuatu didalamnya untuk mereka.

Tingkatan ketiga  perkembangan pada masa remaja. Di sini individu merupakan perhatian utama dengan persetujuan sosial. Jika orang lain melakukannya maka itu boleh-boleh saja. Selebihnya terhadap dasar moral pada standard sosial
orang orang pada tingkatan moral reasoning ini juga lebih condong berpikir bahwa niatan baik akan
menjustify atau menimbang devian behavior.

Pada tingkatan ke empat individu percaya dunia memiliki
aturan, dan kita harus mengikuti aturan itu sebab itu adalah peraturan, dan peraturan adalah baik
sebab mereka menjaga kita tetap aman. Pemikiran tingkatan ini adalah tipikal murid sekolah tinggi
lebih tua.

Tingkatan ke lima adalah sedikit lebih abstrak, dan dengan mudah didapati antara
mahasiswa. Orang orang pada tingkatan ini percaya hukum merupakan penghubung sosial kita bikin untuk
menjaga kita aman, tetapi benar lebih penting daripada hukum, dan hukum bisa dirubah jika kita
merubah mereka dengan cara yang demokratis. Orang orang pada tingkatan moran reasoning ini juga
mengatakan hukum harus berperan yang terbaik untuk jumlah yang terbanyak.

Kahlberg mengatakan bahwa
hampir tak seorangpun (jika ada orang) mencapai tingkatan ke enam, yang meng involve pemikiran
abstrak dan berkomitmen untuk mematuhi peraturan hanya dikarenakan mereka benar dan bukan karena
hasilnya akan mempunyai konsekwesi empirical apapun terhadap suatu individu. Tingkatan reasoning ini
juga mengikuti bahwa peraturan dibuat untuk masyarakat; masyarakat tidak dibuat untuk peratturan,
dan jika peraturan ceases untuk membantu orang orang maka peraturan tidak lagi berguna dan dapat
menjadikan rusak secara morallitas.

Jika semuanya yang dikatakan dalam buku ini sampai di sini
adalah benar maka tidak mengejutkan sehingga sedikit orang mencapai tingkat enam. Kebanyakan orang
tidak mempelajri, tidak memikirkan, dan tidak mencoba berkembang. Mereka bingung umur dan conformity
dengan kedewasaan. Mereka memandang jenius suatu yang berbeda dan thus suatu yang jelek. Mereka
percaya itu karena mereka, mereka sendiri, tidak berbeda maka mereka harus baik. Sehingga mereka end
up merayakan kebodohan mereka dalam sisa hidup mereka. Thus, mereka tidak pernah mencapai tingkatan
tertinggi dari moral reasoning. Adakah keraguan tidak ada shortage of moral crime untuk program
berita lokal anda untuk dilaporkan?

Sehingga apakah rahasia untuk mencapai tingkatan paling tinggi
dari moral reasoning? Tentu, anda harus berpikir secara logis dan secara abstrak, tetapi pernyataan
itu pada dasarnya vague terhadap tuduhan tak berguna. Kita dapat menjadi lebih tepat daripada itu.


Didalam berpikir pada tingkatan ke enam anda memerlukan tongkat pengukur yang valid secara
empiris, sistematis, logis. Setiap tingkatan reasoning memakai tongkat pengukuran yang berbeda:
penghargaan/ hukuman dari otoritas atau penguasa, apa yang anda inginkan, apa pleases society, apa
peraturannya, dan apa yang melayani kebiasaan baik

Tongkat pengukuran yang paling tinggi adalah ari kehidupan karena semua nilai yang anda lakukakn dan
diukur relatif terhadap bagaimana itu membantu/melukai anda!yang lain memenuhi arti
kehidupan.

Marilah pakai tongkat pengukur ini untuk mengembangkan metode sistimatis aturan moral.
System yang mengikuti didasarkan pada empat prinsip:
1. Suatu harga makhluk hidup datang dari
kenyataan bahwa itu hidup. Semua yang hidup adalah sama.
2. Arti kehidupan untuk setiap hal yang
hidup adalah untuk memenuhi potensinya.
3. Setiap hal yang hidup butuh memakan hal yang hidup
lainnya untuk bertahan hidup. Setiap hal yang hidup harus vie untuk sumber yang sama agar bertahan
hidup.
4. Kebutuhan yang paling dasar dalam kehidupan adalah bertahan hidup. Ke dua adalah keamanan.
Ke tiga adalah aktualisasi diri. Ke empat adalah kebebasan.

Marilah pakai setiap dari empat prinsip
itu dan amati mereka sedikit lebih mendalam.

Door Prize Kehidupan

1. Suatu bobot makhluk hidup
datang dari kenyataan bahwa itu adalah hidup. Semua hal yanh hidup adalah sama.

Setiap hal yang
hidup secara takterhibgga bernilai tak perduli, periode. Ini juga berarti bahwa setiap orang adalah
bernilai sama tek perduli apa yang telah mereka lakukan, apa tingkat pendidikan yang mereka miliki,
atau apa pangkat yang telah bestowed pada mereka.

Satu implikasi dari ini adalah bahwa pembunuhan
adalah inherently tidak bermoral sebagaimana itu hukuman mati sepanjang pilihan atau opsi ada untuk
tetap seorang pembunuh berada di penjara. Peraturan ini juga validates peraturan emas atau the
golden rules, "Apakan pada yang lain sebagaimana anda akan memiliki mereka terjadi pada
anda." Jika setiap orang adalah sama maka apapun yang andaakukan terhadap seseorang adalah
secara moral sama dengan melakukan nya terhadap orang lain, termasuk diri anda sendiri. Jika anda
melukai orang lain itu sama sebagaimana melukai diri anda sendiri. Jika anda membunuh orang lain itu
sama saja melakukan bunuh diri.

Pemenuhan Arti Kehidupan

2. Arti kehidupan bagi setiap hal yang
hidup adalah untuk memenuhi potensinya.

Jika arti kehidupan bagi setiap hal yang hidup adalah untuk
memenuhi potensinya, dan setiap orang adalah sama. Maka pencegahan atau membantu orang lain memenuhi
arti kehidupan adalah sama seperti pencegahan atau membantu diri anda memenuhi arti kehidupan.

Ini
berarti anda secara moral diwajibkan memenuhi arti kehidupan untuk diri anda sendiri, dan untuk
memperpanjang itu anda diwajibkan melakukan bahwa anda secara sama diwajibkan membantu orang lain
memenuhi arti kehidupan.

Pada penghormatan ini secara moral mengikuti peraturan yang sama
sebagaimana tanggungjawab yang dijabarkan pada Bagian 9. Suatu tindakan adalah hanya
bertanggungjawab jika itu membantu anda mencapai tujuan kebertahanan hidup dan pemenuhan arti
kehidupan dalam waktu yang lama.

Setiap society mempunyai peraturan yang mempertimbangkan moral
bahwa dalam realitan tidak memiliki hubungan terhadap moralitas. Sebafai contoh, kata kata cuss
tidak memiliki dampak pada apapun pemenuhan arti kehidupan. Ini berarti tidak ada justifikasi secara
logis untuk mempertimbangkan mereka tidak bermoral atau menghukum orang yang mengatakan kata kata
cuss dalam TV atau radio. Hanyalah dasar dari yang seharusnya tidak bermoral dari kata kata cuss
adalah kebodohan budaya. Hal yang sama terhadap hal yang tabu menentang mansturbasi, nudity,
homosek, polugny, dll.

Kebertahanan Hidup Yang paling Fit

3. Setiap hal yang hidup membutuhkan
makan hal yang hidup lainnya untuk mempertahankan hidup. Hal yang hidup harus vie untuk sumber yang
sama untuk bertahan hidup. 

Dua titik pertama dalam sistem ini tentang suara etik sangat rapi diatas kertas, tetapi mereka
membentur suatu snag ketika dipakai pada dunia nyata sebab setiap hal yang hidup perlu memakan hal
hidup lainnya untuk bertahan hidup. Setiap jidup juga butuh berlomba untuk sember yang sama agar
bertahan hidup. Berdasarkan pada dua titik pertama prinsip moral ini berarti kita berlaku tidak
bermoral setiap kali kita menggigit makanan atau mengambil chek bayaran. Bagaiman kita pernah dapat
baik conscience terus hidup mengetahui orang atau hal lainnya harus mati sehingga kita dapat
hidup?

Agar dapat lolos dari hal ini kita perlu mengambil emosi keluar tentang rumus untuk
sementara waktu. Kenyataannya adalah ini adalah dunia kita hidup, dan suatu kebertahanan hidupnya
dari yang paling fit adalah satu darti aturan mainnya. Jika setiap yang hidup sama maka kita semua
memiliki hak yang sama untuk mengkonsumsi satu dan lainnya dalam berkelahi untuk bertahan hidup dan
tumbuh. Dalam hal dimana satu yang hidup harus mati untuk yang lain agar hidup sesuatu yang hidup
adalah sesuatu siapa yang mampu.

Ingat, filosofi ini berlaku hanya untuk hidup dan mati. Ingat
bahwa yang kuat harus bertahan hidup adalah berbeda dengan mengatakan bahwa yang kuat harus
mengeksploitasi yang lemah. Ingat, kita semua bernilai sama. Ini berarti kita secara sama diwajibkan
membantu mereka yang kita dapat (ketika tifak ada yang secara segera bertentangan untuk kebertahanan
hidup). Tak perduli bagaiman kuatnya anda itu masih tetap tidak bermoral untuk needlessly melukai
atau mengeksploitasi mereka yang lebeih lemah daripasa anda.

Lihat bagaimana ini dipakai pada
perang dan mempertahankan diri. Jika itu salah membunuh maka apa yang akan anda lakukan ketoka
mugger atau satu atau suatu pasukan menyerang anda? Diketahui bahwa keduanya hidup anda adalah
secara sama bernilai anda akan menjustify apakah anda mempertahankan diri anda atau membiarkan anda
diserang. Bagaimanapun, jika anda mengetahui bahwa penyerang anda akan membunuh orang lain setelah
anda maka anda akan diwajibkan mencoba untuk membunuh mereka.

Bagaimana dengan menggugurkan
kandungan? Sesuai dengan konsep ini akan menjadi salah jika alasan anda hanyalah mendapatkan satu
untuk menghindari tanggung jawab. Bagaimanapun, jika mendapatkan bayi mengakibatkan kehidupan ibunya
atau makanan sedemikian scarce pada lingkungan sekitar tempat tinggal yang orang lain akan harus
kelaparan didalam memberi makan bayinya maka anda akan dijatifikasi apakah memiliki bayi atau
menggugurkannya. 

Marilah pakai itu pada pencurian. Mengapa pencurian inherently salah? Harus ada
alasan yang lebih kongkrit daripada "Tuhan mengatakan begitu" atau "sebab itu melawan
hukum." Mengapa Tuhan atau pembuat peraturan mengatakan salah?" Itu semua turun pada
sumber (resources). Anda tukan waktu kehidupan yang sangat berharga untuk bekerja demi uang anda
miliki dan barang barang yang telah anda beli dengannya. Mencuri uang atau possession adalah sama
seperti pencurian kehidupan. Bagaimanapun, ini berarti tidak ada inherent tidak bermoral dalam
pencurian apa yang telah dicuri. Lebih lanjut, anda akan dijastifikasi secara moral untuk mencuri
jika itu adalah hanyalah jalan bagi anda untuk b ertahan hidup. Bagaimanapun, itu tidak berarti
hulum mengijinkan anda mencuri juga. Hukum harus melindungi hak orang orang. Tentu, jika kita semua
memanej dan berbagi sumber sumber kita pada yang paling utama tak seorangpun perlu untuk
mencuri.

Suatu Hirarki Logis Dari Prioritas

4. Kebutuhan yang paling mendasar dalam kehidupan
adalah bertahan hidup. Ke dua adalah keamanan. Ke tiga adalah aktualisasi diri. Ke empat adalah
kemauan bebas.

Kehidupan bukanlah pertarungan tanpa akhir untuk kehidupan dan kematian. Kehidupan
adalah masih jauh lebih rumit daripada itu. Untuk itu, tongkat mengukur moral perlu agar mampu untuk
memasukkan dilema setiap moral dalam kehidupan. Untuk melakukan itu anda perllu pendifinisian yang
baik hirarki prioritas. Ini tidak harus memerlukan untuk memasukkan peraturan pribadi untuk setiap
situasi anda perbah encounter. Iti akan tidak bisa (inpposible). Anda secara sederhana perlu suatu
daftar yang cukup digeneralisasi untuk mengatasi setiap situasi yang memungkinkan.

Dan daftar
itu seharusnya sependek sebagaimana praktisnya untuk memastikan itu tidak mendapatkan muddled. Di
sini satu concise daftar yang demikian:
1. Kebutuhan yang paling mendasar pada kehidupan adalah
bertahan hidup.
2. Ke dua adalah keamanan.
3. Ke tika adalah aktualisasi diri.
4. Ke empat adalah
kemauan bebas.

Ketika ada konflik kepentingan antara dua hal yang hidup satu yang harus diijinkan
untuk memproses dengan kepentingan mereka adalah sesuatu yang menyampaikan kepentingan kebutuhan
yang paling dasar. Ketika konflik kepentimgannya sama maka mahluk yang harus diijinkan untuk
memproses dengan kepentingan mereka adalah satu yang dapat. Jika pernah ada konflik kepentingan
dimana itu memungkinkan keduanya secara reasoning mengakomodasi tanpa yang satu trumpimg yang
lainnya maka mereka harus mengambil jalan pengakomodasian.

Mari pakai dilema Kohlberg terhadap
daftar ini. Apakah Heinz benar mencuri obat dari crooked doctor untuk menyelamatkan kehidupan
istrinya? Itu tergantung.

1. Kebutuhan yang paling dasar dalam kehidupan adalah bertahan
hidup.

Jika dokternya menghargai terlalu mahal dan dia dapan membeli obat untuk menyelamatkan
kehidupannya sendiri dari sakit terminal yang lain maka dokternya benar menghargai lebih mahal,
tetapi Heinz akan juga benar mencoba mencuri obat.

2. Ke dua adalah keselamatan.

Seharusnya dokter
itu memghargai lebih mahal solely untuk memperkuat masa pensiunnya. Bahkan demikian ini masih
equates pada suatu pergulatan untuk bertahan hidup bertahan hidup segera istri akan trump keamanan
masa depan dokter itu. Thus, Heinz akan menjastifai tentang pencurian obat itu. Bagaimanapun,
pencurian obat hanya akan dijustifikasi sepanjang penyakit istrinya adalah terminal. Bahkan begitu,
jika dia harus mengambil uang dari biaya tabungan pensiunnya untuk menyembuhkan sakit yang non
terminal istrinya maka dia akan dijastifikasi dalam mencuri untuk the sake untuk keamanan masa
depannya dan istrinya. Bagaimanapun, jika Heinz pernah datang melintasi suatu abundance uang pada
masa depan dia akan secara moral diwajibkan membayar kembali dokternya sehingga dia dapat
memperkokoh masa pensiunnya yang sangat berharga itu.

3. Yang ke tiga adalah aktualisasi
diri.

Dokter itu secara moral diwajibkan untuk menggapai aktualisasi diri sebagaimana dia membantu
orang lain menggapai aktualisasi diri. Tak perduli apakah istrinya Heinz memiliki sakit terminal
atau tidak, dengan menghargai lebih pasen oleh dokter untuk obatnya dia membatasi suatu sumber yang
dapat mereka pakai untuk membantu mereka menggapai aktualisasi diri. Lupakan Heinz. Jika dokter
merely menghargai lebih untuk horde keuntungan dia bersalah mencuri dengan tanpa maaf dan harus held
accountable dan jika tiada yang lain memaksa merubah suatu jumlah wajar untuk obat miliknya.
Kejahatannya adalah suatu usaha bukan hanya terhadap kebiasaan yang masuk akal, common decency,
tetapi juga terhadap Pencipta kita dan semua kerja yang dipakai untuk penciptaan kehidupan.

4. Yang ke empat adalah ingin bebas.

Permasalahan Heinz melawan doktor tamak tidak membesar demikian jauh kedalam moralitas karena itu
hanya tentang kehidupan dan kematian. Sekali seseorang telah mencapai aktualisasi diri kewajiban
mereka hanyalah untuk melatih aktualisasi diri mereka dengan melakukan apapun itu mereka ingin
melakukan (sepanjang itu tidak merusak satupun dari ketiga tenant moralitas yang lalu). Dan jika
orang lain disekeliling anda sedang menderita atau memerlukan, plight mereka mengambil precedent
terhadap fancy anda.

Sunday, July 08, 2012

Bab 16 MEMBUAT FILOSOFI ANDA

"Semua kebenaran  mudah dimengerti setelah anda menemukan mereka, masalahnya adalah untuk menemukan mereka" Galilio Galelie

"Filosofi adalah bukan apa-apa tetapi sesuatu yang biasa berpakaian jas"  Penulis Tidak Dikenal

"Filosofi satu abad adalah sesuatu yang biasa untuk berikutnya"  Henry Ward Beecher

Sekali anda telah mengakui/menerima kebodohan anda, pikiran anda akan terbuka dan siap untuk memulai mengerti kehidupan dalam keseluruhan tanpa dibebani oleh ego atau dikompromi dengan prasangka.

Sekarang, banyak orang akan mengatakan kepada anda bahwa hidup merupakan suatu pertanyaan tanpa akhir dengan tidak ada jawaban untuk menjelaskannya. Jika anda mencari tantangan bagaimanapun jangan terkejut ketika kawan anda sendiri mencoba memberitahu kepada anda untuk berhenti mengkhawatirkan tentang kehidupan dan memulai hidup didalamnya. Juga, jangan disesatkan oleh niat baik mereka sebab ada beberapa lubang jarak dalam logika mereka.

Pertama dan paling utama adalah bahwa asumsi-asumsi mereka tidak didasari atas bukti apapun. Anda tidak dapat memakai kenyataannya bahwa anda tidak memahami sesuatu sebagai bukti bahwa itu tidak dapat dipahami. Pada tingkatan apasaja, dimanakah nasehat mereka akan benar-benar mengenai anda? Jika anda tidak memahami kehidupan maka anda tidak akan mengetahui bagaimana hidup di dalamnya. Itu berarti anda akan ditakdirkan untuk mengagumi melalui kehidupan secara buta mengharapkan anda yang paling baik darinya secara tiba-tiba. Itulah yang kawan anda sedang coba tuntut untuk anda lakukan, tetapi patokannya  terlalu tinggi untuk mengambil kesempatan itu. Sehingga jalan prilaku yang paling logis adalah mengasumsikan bahwa kita dapat mendapatkan beberapa kesimpulan pendek tentang kehidupan dan mencoba untuk memahaminya. Sampai anda melakukan itu anda tidak dapat benar-benar hidup dalam kehidupan.

Pertanyaannya sekarang adalah, bagaimana anda memahami kehidupan? Bayangkan kehidupan seperti sebuah teka-teki. Didalam memecahkan sebuah teka-teki anda harus mengetahui variabel-variabel pada pertanyaannya. Bagaimanapun, tidak seperti teka-teki yang akan anda temukan dalam buku, yang ini tidak mempunyai variabel-variabel secara rapi diejakan kepada anda pada data kecil yang rapi tersusun pada satu halaman. Anda telah dilahirkan tanpa adanya pengertian tentang kehidupan, dan petunjuk untuk memecahkan persoalan teka-tekinya adalah tersebar ke seluruh penjuru alam semesta.

Jadi langkah pertama untuk memahami kehidupan adalah mempelajari variabel-variabel dalam pertanyaannya. Dalam bahasa Inggris datar ini berarti anda perlu belajar semuanya yang anda bisa. Sayangnya, anda tidak mempunyai waktu atau kapasitas otak untuk mempelajari segalanya di sana untuk mengetahuai. Sehingga anda akan perlu memprioritaskan apa yang anda pelajari, dan didalam melakukan itu anda akan perlu memahami bagaimana menyatakan perbedaan antara informasi penting dan ganguan-gangguan yang tidak relevan.

Ini berarti bahwa informasi yang paling penting yang anda perlu pelajari (paling tidak pada awalnya) adalah  pengetahuan apapun akan membantu anda memahami pengetahuan apa yang paling penting. Untuk para pemula ini termasuk logika, belajar kecakapan-kecakapan, dan bahasa (sebab semakin baik anda dapat mengartikulasi pemikiran-pemikiran anda semakin baik anda dapat mengembangkan mereka).

Anda harus membuat kesimpulan-kesimpulan anda sendiri tentang apa yang membuat pengetahuan itu bernilai, tetapi buku ini akan memproses dengan dalilnya bahwa pengetahuan dibuat penting untuk anda dengan keterpakaiannya dalam membantu anda menggapai suatu tujuan yang telah diputuskan. Sebagai contoh, jika anda tersesat dalam hutan belantara pengetahuanlah yang akan paling berharga terhadap anda akan demikian yang mana berhubungan dengan kebertahanan hidup. Jika anda sedang bekerja dalam sebuah kantor kemudian pengetahuan yang paling penting untuk anda ketika sedang bekerja akan demikian yang mana berhubungan dengan keberhasilan pada pekerjaan anda. Sebanyak itu adalah jelas, tetapi pengetahuan apa yang menjadi penting setelah kebertahanan hidup anda dipastikan? Apa yang butuh anda pelajari setelah itu? Apa tujuannya kehidupan setelah itu?.

Pertanyan terakhir itu mengungkapkan pokok bilangan pembagi nilai semua pengetahuan. Jika anda pergi berkeliling menanyakan, "Mengapa ini penting?" "Mengapa itu penting?" Mengapa apasaja penting?" Akhirnya anda akan mempersingkat isu pada akar semua itu. Tujuannya anda seharusnya menyelesaikan dengan kehidupan anda  dengan mendifinisikan arti kehidupan, dan nilai segala hal yang dapat anda pelajari atau lakukan adalah utamanya diukur relatif terhadap kegunaannya dalam membantu anda memahami dan kemudian memenuhi arti kehidupan. Ya, buku ini telah mencakupi apa arti kehidupan, tetapi ini hanya satu teori yang orang  lain mengungkapkannya. Anda perlu memecahkan teka-teki anda sendiri.

Didalam mempersempit apa arti kehidupan adalah anda akan harus bertanya pada diri anda sendiri suatu pertanyaan pertanyaan yang tersusun diarahkan pada pemotongan inti pengalaman manusia. Bahkan jika, untuk alasan apapun, anda tidak akan pernah menyimpulkan mengapa kita di sini, atau memutuskan bahwa pertanyaannya tidak bisa dijawab anda masih perlu mendapatkan semacam beberapa kesimpulan tentang apa yang harus kita lakukan sekarang ketika kita di sini. Pertanyaan/pengamatan berikut seharusnya membantu anda mengerti tempat anda dalam alam semesta ini. 

Yang paling utama dari semuanya, jangan memberikan pendekatan arti kehidupan sebagaimana jika itu "lebih tinggi", mistik/ajaib, topik abstrak yang subjectif. Lihat padanya seperti permasalahan ilmiah dan perlakukan metode ilmiah. Atau lihat padanya seperti persoalan aljabar dimana anda secara sederhana harus mengeleminasi/mengurangi variabel-variabelnya dan pecahkan untuk variabel-variabelnya yang hilang. Ini berarti jawaban anda akan berdasarkan pada pengamatan dunia nyata dan bagaimana anda membuat masuk akal pengamatan-pengamatan itu.

Di sini beberapa pertanyaan yang perlu akan anda tanyakan pada diri anda sendiri didalam mengumpulkan data yang anda perlu pahami mengapa kita di sini dan/atau apa yang harus kita lakukan sekarang ketika kita di sini:
  1. Apakah kehidupan itu?
  2. Bagaimana kehidupan ini sampai di sini?
  3. Apa peran kehidupan? Apa gunanya itu?
  4. Apa yang  tidak dapat  kehidupan perankan? Apa maksud itu dikesampingkan?
  5. Jika kehidupan tidak ada apakah yang akan menjadi kosekwensinya? Apa yang akan hilang?
  6. Apakah manusia itu?
  7. Bagaimana manusia sampai di sini?
  8. Apa yang dapat  manusia kerjakan? Apa gunanya itu?
  9. Apakah yang tidak dapat manusia lakukan? Apa maksud itu dikesampingkan?
  10. Jika manusia tidak ada apa yang menjadi konsekwesinya? Apa yang akan hilang?
Mari luangkan waktu anda sedikit dan saya menerangkan sedikit jawaban yang biasanya tidak lolos pengujian logika.
  1. Arti kehidupan untuk berkembang biak. Teori ini didasarkan pada kesalahan, logika lingkaran: Jika tujuan setiap generasi dari makhluk hidup untuk berkembang biak tidak ada sasaran akhir. Anda keluarkan suatu kesimpulan selamanya. Tidak ada gunanya.
  2. Arti kehidupan adalah lain bagi setiap orang. Ini seperti mengatakan setiap biji-bijian yang jatuh dari satu tumbuhan jatuh untuk alasan yang berbeda. Pasti, mereka mungkin terjatuh di tempat-tempat yang berbeda dan dan tumbuh menjadi tumbuhan masing-masing, tetapi setiap biji-bijian melayani tujuan dasar yang sama: untuk tumbuh menjadi tumbuhan baru. Sepertinya, setiap yang hidup diciptakan oleh tenaga fundamental yang sama dan dengan demikian eksis untuk sebab fundamental yang sama. Pada setiap tingkatan, idenya adalah arti kehidupan adalah berbeda untuk setiap orang adalah tidak jelas untuk mengatakan daripada tidak berguna. Itu tidak memberikan petunjuk kecuali untuk menjastifikasi tanpa akal, egois, sudah ada kemauan orang-orang untuk menjastifikasi bagi mereka sendiri.
  3. Arti kehidupan untuk menjelaskan arti diri anda sendiri. Buktikan itu. Anda tidak dapat sebab ini teori tidak berdasar lain yang tidak jelas untuk menuduh tidak berguna dan hanya digunakan untuk menjastifikasi apapun tanpa akal, orang-orang yang sudah ada kemauan egois  inginkan dan melepaskan mereka dari setiap tanggung jawab untuk prilaku atau pemikiran mereka. 
  4. Tak seorangpun dapat mengetahui pikiran Tuhan. Demi ringkasnya kita teruskan dan mengasumsikan tanpa pertanyaan bahwa ada Tuhan dan kita tidak akan mengerti pikiran Tuhan. Itu tidak merubah apapun. Kenyataannya kehidupan adalah bahwa anda mempunyai masalah-masalah yang perlu anda tangani saat sekarang dengan kemampuan terbaik anda. Didalam melakukan itu anda tidak dapat membiarkan filosofi-filosofi pengheti-logika mencegah anda dari berpikir dan beraksi.
Jelaskan jawaban logis anda terhadap pertanyaan-pertanyaannya itu akan membantu anda menyimpulkan arti kehidupan bukanlah sesuatu yang hanya dapat anda lakukan begitu saja dalam kepala anda. Permasalahannya terlalu rumit untuk itu. Sehingga anda akan memerlukan mengerjakannya di atas kertas agar tetap dicatat semua variabel-variabelnya. Dan lagi, pencatatan akan membantu anda mengartikulasikan semua hal yang anda perlukan untuk diketahui. Juga, itu akan menjadi lebih mudah untuk mempertanyakan kesimpulan anda jika anda dapat melihatnya di atas kertas di depan anda. Barangkali alasan yang paling penting menulis ide-ide anda sehingga anda dapat membagi ide-ide anda dengan orang lain. Bayangkan dunia ini akan menjadi lebih baik dari yang sekarang ini jika setiap orang sepanjang sejarah telah menampilkan kebajikan mereka dan mengopernya ke generasi yang akan datang untuk dianalisa, dikombinasi dan diperbaiki.

Filosofi-filosofi Tambahan

Sekali anda memecahkan pertanyaan yang paling penting dalam kehidupan maka tujuan anda berikutnya adalah memecahkan masalah terperting kedua dalam kehidupan. Setelah itu, yang ketiga, dan setrusnya dan seterusnya. Ini berarti anda perlu memahami apa  pertanyaan berikutnya yang paling penting. Didalam melakukan itu anda hanya akan menggunakan kecakapan anda dalam pemecahan permasalahan dan sumber-sumber untuk memahaminya.

Bahkan setelah memahami hirarki permasalahan di dunia anda masih akan menemukan permasalahan baru tambahan setiap hari sebab keduanya dunia alam dan dunia manusia telah menciptakan tempat-tempat rumit tak terbatas. Anda akan butuh mengidentifikasi/mengungkapkan banyak isu-isu sisi ini didalam mengeliminasi masalah-masalah untuk menghindarkan anda dari penggapaian seluruh tujuan anda atau untuk membangun secara proaktif pada keberhasilan keberhasilan anda sebelumnya. Ini berarti anda akan terus belajar tentang dunia sekitar anda dan mempelajari/menganalisa datanya dengan tujuan pengidentifikasian/penyampaian masalah-masalah yang paling penting dengan segera di depan anda. 

Sebagaimana pengertian anda terhadap realitas dunia anda meningkat anda akan dengan sendirinya mengembangkan filosofi yang mana menerangkan bagaimana sesuatu itu, bagaimana mereka seharusnya, dan bagaimana mereconsiliasi ketidak cocokan. Seperti halnya filosofi petunjuk utama anda tentang arti kehidupan, anda perlu bekerja di atas kertas tentang filosofi tambahan ini untuk semua alasan yang sama. Akhirnya filosofi anda harus terartikulasi dan terorganisasi demikian bagusnya yang anda dapat menghasilkan suatu buku berkualitas dari mereka itu. Dikatakan demikian, tidak harus analisa yang paling mendalam dan secara teknik pemahaman persyaratan tersembunyi filosofi setingkat Doktor dalam sejarah akademis. Kenyataannya, buku itu kemungkinan tidak akan membantu anda atau moyoritas dari kebanyakan umat manusia. Buku anda seperti menyuarakan lebih sebagai anjuran dari John Wayne daripada Sartre. Tujuannya seharusnya membuat sebuah buku sepraktikal garam-bumi dan seberguna mungkin bagi anda sebab jika itu tidak berguna maka itu tidak ada gunanya.

Pertanyaannya sekarang adalah, dimana anda memulai pembuatan koleksi filosofi-filosofi anda Jawabannya adalah tidak mengambil secara tergesa-gesa sweater rompi dan suatu pipa dan memulai pembuatan tahi sapi. Ambil nafas dan pertimbangkan pertanyaannya secara praktis.

Anda telah dilahirkan tersesat, tetapi sebagaimana anda tumbuh besar anda secara naluriah mengadopsi/membuat filosofi untuk membuat masuk akal dunia besar menakutkan sekeliling anda bahkan jikapun anda secara tidak sadar mencari mereka atau memanggil diri anda sendiri seorang filosof untuk mejelaskan beberapa aspek kehidupan. Kebanyakan dari filosofi ini anda mungkin temukan setelah sesuatu mempengaruhi kehidupan anda mencoba  membuat masuk akal tentangnya sebab itu penting.

Sehingga anda telah mempunyai kepala yang dipenuhi filosofi sedang anda pakai untuk mengarahkan anda mengarungi kehidupan, dan kebanyakan filosofi-filosofi  itu didasarkan pada suatu perjuangan yang relevan dalam kehidupan anda. Luar biasa. Tulis itu semua. Ambil buku catatan kosong dan tulis, "AKU PERCAYA..." pada sampul depannya. Dan tulis isi bukunya.

Jangan khawatir tentang mengisi seluruh bukunya dalam sekali duduk. Nyatakan apa yang anda bisa. Ambil istirahat. Habiskan beberapa waktu menggali pikiran anda dan tanyakan pada diri anda apa yang anda percayai. Tulis hal lain apa yang datang dengan itu. Dan lanjutkan tentang kehidupan anda dan awasi diri anda sendiri secara dekat sebab anda akan mengalami kejadian-kejadian yang akan memerlukan anda bereaksi sesuai dengan apa yang anda yakini, dan jika anda mengawasi nya maka anda akan mengenali dan mampu untuk mengartikulasi keyakinan-keyakinan anda telah bersama selama itu tetapi mungkin telah mengambil sebagai jaminan dan tidak pernah diketahui.

Bawa satu journal dengan anda kemana saja anda pergi atau paling tidak simpan satu dekat anda. Jika anda tidak dapat membawa journal dengan anda bersiap siaplah menulis setiap pengamatan yang anda temukan pada secarik kertas sampah dan masukkan pada journal anda kemudian. Anda juga harus membuat satu back up digital untuk kerja anda juga bilamana journal anda hilang atau rusak.

Pada waktu yang sama sebagaimana anda merekam keyakinan anda yang sudah ada anda harus menanyakan keyakinan anda untuk memastikan bahwa keyakinan-keyakinan itu logis. Anda harus juga secara proaktif mempelajari dunia sekitar anda dan menyimpulkan pandangan baru dalam kehidupan untuk ditulis. Jangan pusatkan tentang menjadikan semua pandangan anda masuk dalam keserasian, logis, keterangan secara sistimatis dari kenyataan dulu. Sebagaimana anda mulai secara nyata mempelajari/ mendokimentasikan kehidupan, anda hanya akan menginginkan penyerangan ke arah manasaja dan menyerap/menganalisa pengetahuan apapun yang dapat anda temukan. Sebagaimana anda ambil pengetahuan sembarangan ini dan mencoba membuat masuk akal darinya pandangan awal anda dalam kehidupan akan menjadi sembarangan juga. Ini adalah biasa. Sehingga jangan merasa seperti anda tidak membuat kemajuan ketika semua yang anda miliki terartikulasi secara rendah, tampaknya tidak berguna sedikit terputus dengan kebijaksanaan.

Sebagaimana anda memulai mengisi journal ulangi lagi dan baca lagi milik anda yang sudah lama. Coba temukan penyebut-penyebut biasa garis bawahi setiap topik. Coba mengekstrapolasi masing-masing subjek untuk menemukan keekstriman mereka sehingga anda dapat melihat spektrum secara keselurukan tentang isunya. Tanya diri anda sendiri apa yang kurang. Akhirnya anda harus menemukan sedikit jejak untuk diikuti sebagai pengganti hanya mempelajari dunia secara acak. Sekali anda telah mengisi secukupnya buku catatan dan pasang bagian-bagiannya yang cukup bersama-sama, anda seharusnya mampu untuk memulai menyusun keterangan secara sistematis tentang kehidupan.

Analisa anda secara keseluruhan tentang kehidupan harus mengikuti pola yang sama seperti ini. Tentu, anda harus mempertanyakan pola itu dan lihat jika anda tidak dapat mendapatkan dengan suatu yang lebih baik, tetapi ini adalah tempat yang berguna untuk memulai:

1. Apa yang saya yakini? (Ini adalah daftar secara umum)
  • Mengapa setiap bagian dari daftar ini benar?
  • Apa kelemahannya pada masing-masing teori?
2. Apa arti kehidupan?
  • Mengapa ini benar?
  • Apa kelemahan teori ini?
3. Cara apa yang paling baik untuk memenuhi arti kehidupan?
  • Mengapa ini betul?
  • Apa kelemahan teori ini?
4. Disamping pemenuhan arti kehidupan, hal apa yang terpenting ke dua dalam kehidupan?
  • Mengapa ini betul?
  • Apa kelemahan pada teori ini?
5. Jalan apa yang terbaik dalam menyelesaikan hal terbaik ke dua dalam kehidupan?
  • Mengapa ini betul?
  • Apa kelemahan dari teori ini?

*Lanjutkan menanyakan hal apa yang paling penting berikutnya dalam kehidupan sebanyak mungkin sebagaimana kebutuhan.

6. Masalah apa yang terbesar dalam kehidupanku yang hindering aku dari penyelesain tujuanku?
  • Apa penyebab dari masalah ini?
  • Apa yang dapat aku lakukan tentang ini?
7. Masalah apa yang menjadi masalah terbesar ke dua dalam kehidupanku yang menghambat aku dari penyelesaian tujuanku?
  • Apa penyebab dari masalah ini?
  • Apa yang dapat aku lakukan tentang ini?
*Lanjutkan menanyakan apa yang terpenting berikutnya dalam kehidupan sebanyak yang dibutuhkan.

Kapan saja ada suatu lubang pada filosofi anda dimana anda tidak mampu untuk memecahkan bagian itu, sisipkan suatu seksi dimana anda merancang suatu rencana untuk memecahkan apa yang sedang anda tidak ketahui. Dalam hal dimana anda menentukan ada sesuatu yang penting dalam kehidupan yang mana secara sederhana tidak dapat diketahui anda akan butuh menyisipkan atau memasukkan satu bagian dimana anda mencari cara yang paling logis untuk menghidupkan kehidupan anda memasukkan ke dalam suatu pertimbangan suatu variabel tidak dikenal dalam persamaannya.

Wednesday, June 20, 2012

Apa Arti Sebuah Nama?


Setiap sesuatu di dunia ini dipastikan akan mempunyai nama. Sesuatu yang baru saja ditemukan akan juga diberinya nama. Yang lebih khusus lagi adalah manusia, setiap anak manusia yang terlahir ke dunia akan diberi nama. Mengapa ini diberi kata khusus di situ, karena bagi hewan atau tumbuhan yang 'terlahir' ke dunia mereka tidak pernah diberi/memiliki nama kecuali penyebutan jenisnya saja. Sebagai contoh, kucing berbulu tiga warna melahirkan empat bayi kucing, semua anak-anak kucing itu disebut anak kucing dan ketika besar nanti akan dipanggil kucing, demikian pula tumbuhan, mereka kebanyakan hanya dipanggil sesuai jenisnya saja, misalnya mangga, asam, jati, dll. Lain halnya dengan manusia, tidak ada seseorang yang terlahir tetap dipanggil atau bernama bayi, tidak ada manusia yang hanya dipanggil negro atau bule atau manusia saja. Semua manusia pasti memiliki nama khusus tersendiri oleh orang tuanya yang diberikan sejak mereka dilahirkan ke dunia.

Ada yang berpendapat bahwa pemberian nama untuk seorang anak manusia agar diambil dari kata yang memiliki arti atau tujuan yang baik tujuannya agar kelak mereka akan menjadi orang yang baik pula atau jika nama si anak merupakan tiruan dari nama seseorang yang pernah hidup baik, pahlawan misalnya nanti ketika dewasa diharapkan anak tersebut menjadi tiaruan sang penyandang nama itu. Itu tidak berlebihan tetapi bagaimanakah dengan mereka yang memiliki nama baik sedang ada di penjara karena kejahatan yang mereka lakukan? Bagaimanakah dengan mereka yang selalu meresahkan di lingkungan mereka berada? Tidakkah mereka memiliki nama-nama dengan arti yang baik pula? Tidakkah mereka memiliki nama-nama tiruan dari orang-orang sukses/baik terdahulu? Jikalau memang jawaban dari kedua pertanyaan teraknir adalah 'ya' lalu pertanyaan berikutnya adalah; apa sebenarnya arti pemberian sebuah nama? Sudah benarkah konsep yang kita yakini selama ini dengan memberi nama anak-anak kita dengan arti/tujuan yang baik? Atau kita dapat memberi nama apa saja terhadap anak kita toh tentang apa jadinya nanti bukan tergantung dari nama yang disandang. Jika demikian, lalu bagaimana dengan mereka yang mempunyai nama yang baik lalu menjadi orang sukses dan/atau baik atau mereka yang menjadi pahlawan dari semua itu memiliki nama dengan arti yang baik pula?

Karena manusia adalah makhluk hidup berakal. Karena manusia adalah makhluk hidup yang mempunyai dua sifat baik dan buruk. Karena manusia memiliki hawa nafsu yang bisa dikendalikan dimana semua itu kemunculannya tergantung dari bagaimana proses mereka tumbuh berkembang. Bagaimana proses pembentukan mereka menjadi dewasa, dimana setiap proses memerlukan suatu input atau masukan. Apabila data masukannya jelek maka outputnya akan juga mempunyai kemungkinan besar jelek pula demikian sebaliknya. Kembali kepada nama juga demikian. Nama merupakan salah satu variabel input dari sejumlah input-input lainnya ketika seseorang belum dewasa, meskipun peranannya kecil namun perlu diingat bahwa sekecil apapun input suatu data mutu data akan mempengaruhi mutu outputnya. Sehingga pemberian nama yang baik maka akan memberikan pengaruh pada manusia kelak ketika seseorang menjadi dewasa.