Thursday, August 13, 2026

KABUT DI BULAN DESEMBER

 UMUM

Seperti biasa, setiap bulan Desember datang, akan muncul artikel-artikel tentang perdebatan ataupun nasehat berkenaan dengan topik mengucapkan "Selamat Natal" oleh Umat Muslimin kepada Umat Kristiani. Walaupun kejadian polemik ini sudah berulang-ulang datangnya setiap akhir tahun, namun karena ada perbedaan pendapat, maka polemik itu akan masih nyaman untuk dikonsumsi. Memang tidak bisa menyalahkan keadaan ini karena tidak ada nukilan yang menyatakan dengan terang dan jelas tentang diperbolehkan atau diharamkan, ataupun dimakruhkan dalam mengucapkan “Selamat Hari Besar” kepada penganut agama lain yang berhubungan dengan keimanan mereka. Hal ini yang menimbulkan suatu perdebatan berulang atau berkepanjangan, bahkan mungkin tanpa akhir. 


Hal ini akan lebih menyita perhatian dikarenakan adanya istilah, “toleransi”, “radikal”, ”ekstrim dan ekstrimis” dan semacamnya. Dan yang tidak kalah pentingnya karena adanya gesekan-gesekan di masyarakat akibat adanya beberapa peristiwa seperti mengharuskan penjaga toko memakai topi “Santa Klaus” padahal penjaga tokonya bukan dari Umat Kristiani, memajang “Pohon Natal” di tempat-tempat umum terutama dengan atribut menyolok atau ukuran yang super, padahal para pengunjungnya mayoritas bukan dari Umat Kristiani, dan lain sebagainya. Hal itu akan dapat menimbulkan kecemburuan, ataupun gesekan lainnya seperti adanya sweeping, pembongkaran paksa terhadap atribut yang dipajang, pemrotesan dan lain sebagainya.


Bagi kelompok non-Kristiani yang lain justru melakukan sebaliknya. Ada yang membantu untuk menjaga agar perayaan Natal dapat berjalan lancar, maka pihaknya ikut menjaga tempat-tempat ibadah Umat Kristiani. 


Tentu ada pula kelompok yang tidak memperdulikannya, mengucapkan “Selamat” atau tidak bukan urusan pribadinya, biarlah, kalau mereka mengucapkan “Selamat” kepada kami ketika kami merayakan Hari Besar kami, maka kami akan melakukan hal yang sama ketika mereka sedang merayakan Hari Besar mereka, kalau tidak ya.., semau saya saja.

Dari keterangan di atas, lalu bagaimana sikap yang harus dilakukan, mengikuti yang kanan atau yang kiri, atau mengikuti yang di tengah-tengah saja.. 


Untuk menentukan sikap, maka marilah kita simak penjelasan di bawah. Akan tetapi, sikap terakhir yang akan ditempuh, sepenuhnya keputusan masing-masing individu, karena keimanan bagaikan warna batu yang tersebar di dasar sungai, mereka tak akan berubah warnanya walau sudah dikeluarkan ke atas daratan, kecuali ada tenaga paksaan.


IMAN


Iman itu menurut bukti-bukti yang ada memiliki arti, mempercayai sesuatu yang masuk akal, akan tetapi pembuktiannya (baca benar atau tidaknya) hanya dapat dilihat kelak ketika berada di alam akhirat. Jadi, kalau ada yang mengimani sesuatu berarti dia tidak bisa mengeklaim bahwa keimanan yang berbeda dari orang lain tentang sesuatu yang sama adalah salah, karena benar atau salahnya tentang yang diimani akan diketahui nanti ketika sama-sama di akhirat. Untuk lebih jelasnya, telaalah 6(enam) "Rukun Iman" yang ada. (Penulis membahas tentang Iman ini di tulisan lain berjudul, "Mengapa Rukun Iman, kok bukan "Rukun Yakin"?.


YAKIN


Yakin itu berarti bukan iman, melainkan mempercayai sesuatu yang masuk akal, akan tetapi pembuktiannya (baca benar atau tidaknya) yang diyakini itu dapat dibuktikan di alam kehidupan saja. Seperti meyakini terhadap keberakhiran (baca kematian) dari yang hidup atau yang tidak hidup, bukan Hari Akhir (baca kiamat). Untuk itu ada "ilmul yaqin", ada "ainul yaqin", dan ada "haqqul yaqin".


AKAL


Akal adalah perangkat lunak yang berada di dalam otak (baca otak adalah hardware dan akal adalah software-nya, ketika bekerja dinamakan berpikir). Akal ini membenarkan sesuatu apabila sesuatu itu logis. Untuk itu orang sering berkata, masuk akal yang berarti logis dan sebaliknya kalau tidak masuk akal.


IMAN DAN AKAL


Ada yang mengatakan bahwa, keimanan tanpa adanya akal, maka keimanan tidaklah sempurna bahkan sama dengan orang buta, demikian pula akal tanpa keimanan akan sangat berbahaya. Jadi, keduanya harus berjalan bersama-sama. Berjalan bersama itu memang suatu keharusan, karena iman menuntut sesuatu kelogisan yang hanya disetujui oleh akal walaupun pembuktiannya tidak bisa dilakukan di dunia ini. Jadi, ungkapan di atas tentang akal dan iman itu harus bejalan bersama-sama adalah sangat benar sekali, mereka harus berjalan bersama-sama. 


Akan tetapi, ada orang yang mengatakan bahwa, iman itu tidak memerlukan akal, apa yang termaktub di dalam Kitab Suci langsung diimani saja, maka ikuti saja tanpa harus menggunakan akal. Di sinilah kelemahannya apabila keimanan tidak diikuti oleh akal. Akal ibaratnya merupakan sebuah pengunci untuk suatu pintu ruang keimanan.  Artinya, keimanan itu akan mudah terbuka (baca gampang goyah) apabila tidak dilandasi akal. Ungkapan ini seolah mengatakan, apabila mempercayai sesuatu yang kebenarannya hanya dibuktikan kelak di akhirat, pakailah akal. Apabila akal berpendapat setuju dengan yang sedang diimani, maka keimanan itu akan kuat sekali karena sudah dikunci oleh akal. Lain halnya apabila iman itu tidak didasari oleh akal akan tetapi mungkin atas ikut-ikutan saja, misalnya sesuai penafsiran si Fulan yang ahli agama, karena apabila ada si Fulan yang lain yang sama-sama masyhur tentang keahlian dalam bidang agama dan memiliki pendapat berbeda, maka ini akan menggoyahkan keimanan orang yang dasar keimanannya ikut-ikutan saja. Akibat darinya adalah keimanannya akan berubah-ubah tergantung kebutuhan, apabila situasinya sesuai dengan pendapat si Fulan, maka akan memakai cara si Fulan, akan tetapi apabila situasinya sesuai dengan si Fulan yang lain, maka akan memakai pendapat si Fulan yang lain. Deamikian seterusnya.


UCAPAN SELAMAT NATAL


Di Medsos sudah banyak beredar tentang topik ucapan ini dari Umat Islam terhadap Umat Kristiani. Ada yang menganalogikan begini (disalin dari WAG yang konon dibuat oleh Ustad Aa Gym);


----- Awal Penyalinan-----


Kupasan berdasarkan ilmu TAUHID...
🗣Bila kita mengucapkan..... kalimat SELAMAT ULANG TAHUN kepada seseorang, berarti kita mengakui  bahwa dia lahir di tanggal itu..
🗣Bila kita mengucapkan......kalimat SELAMAT ATAS PELANTIKAN JABATAN, berarti kita mengakui dirinya sebagai pejabat baru...
🗣Bila kita mengucapkan......kalimat SELAMAT ATAS KEMENANGAN PERTANDINGAN, berarti kita mengakui lawan sebagai pemenang...
Ternyata kata SELAMAT bermakna PENGAKUAN
Kalau banyak pertanyaan, bukankah mengucapkan SELAMAT NATAL hanya merupakan sebuah ucapan saja...


Wahai saudaraku,...Seorang muslim dinilai dari ucapannya...
Bukankah SYAHADAT juga hanya UCAPAN..?..tapi mengapa setelah berucap SYAHADAT ...seseorang menjadi  muslim...?
Bukankah BISMILLAH juga hanya UCAPAN..?..tapi mengapa hewan yang disembelih tanpa mengucap BISMILLAAH, dagingnya haram dimakan...?
Bukankah AQAD NIKAH juga hanya  UCAPAN..?..tapi mengapa setelah diucapkan, suami halal menggauli istri ...
Bukankah kata CERAI juga hanya UCAPAN..?..tapi mengapa bila suami mengucapkan kata ini terhadap istrinya baik secara bercanda maupun tidak, maka akan jatuh hukum CERAI bagi istrinya...
Saat kita mengucapkan SELAMAT NATAL dan TAHUN BARU, atau hari raya agama lain, disitulah awal kita MENGAKUI keberadan Tuhan lain yang berarti kita mengakui adanya beberapa Tuhan.
Berarti sudah tidak sesuai dengan SYAHADAT yang diucapkan dan Surat Al Ikhlas ayat 1 serta beberapa ayat lainnya.
Padahal mengingkari 1 AYAT QUR'AN saja...sudah dikategorikan sebagai orang kafir yang sebenar-benarnya..._"Merekalah orang-orang yang kafir sebenar-benarnya..."_[ Qur'an Surat An Nisa (4) ayat 151 ]
Inilah ayat-ayat yang menegaskan TERHAPUSNYA SYAHADAT yang pernah diucapkan dikarenakan ucapan selamat hari raya umat lain...
_Sesungguhnya telah KAFIR lah orang-orang yang berkata/mengakui, "Sesungguhnya ALLAH ialah Al Masih putra Maryam, padahal Al Masih sendiri berkata " Hai Bani Israil, sembahlah ALLAH Tuhan-ku danTuhan-mu..."_[ Qur'an Surat Al Maidah (5) ayat 72 ]_"...Janganlah kamu mengatakan TUHAN itu tiga, berhentilah dari ucapan itu. Itu lebih baik bagimu. Sesungguhnya ALLAH Tuhan yang Maha Esa. Maha Suci ALLAH dari mempunyai anak..."_[ Qur'an Surat An Nisa (4) ayat 171 ]_"Dan mereka berkata, "Tuhan yang maha pemurah mempunyai anak". Sesungguhnya kamu telah mendatangkan sesuatu perkara yang sangat MUNKAR"_[ Qur'an Surat Maryam (19) ayat 88-89 ]


Saudaraku umat Nasrani dan para pendeta,
Perbedaan kita hanya pada nabi Isa, padahal bagi kami Nabi Isa adalah salah satu Rasul yang utama.
Maafkan jika menyinggung hati, tapi sungguh telah terbukti dalam Sejarah, bahwa tanggal 25 Desember itu hari kelahiran Janus dan Mitra, Sang Dewa Matahari. 
Bunda Maryam melahirkan Nabi Isa disaat pohon kurma berbuah, yang berarti disaat musim panas tetapi 25 Desember adalah musim dingin...

Wahai para pendeta dan missionaris...
Kamipun mengimani Injil yang diturunkan kepada Nabi Isa...
Bahkan Nabi kami, Muhammad memiliki paman dari istri yang seorang pendeta  nasrani bernama Waraqah...
Jadi Islam sangat paham bagaimana toleransi yang benar...

Wahai para penganut nasrani.
Silakan saja rayakan natal sesuai keyakinan...
Karena bagi kami...  "UNTUKMULAH AGAMAMU dan UNTUKULLAH AGAMAKU"
Tapi tegas kusampaikan.
Jangan paksa pegawai muslim berpakaian santa.
Sebagaimana kami tidak pernah pula memaksa para misionaris menggunakan peci dan sorban disaat Iedul Fitri...
Jangan paksa undang pejabat muslim hadiri natal di gereja...
Sebagaimana kami tidak pernah memaksa para pendeta hadir pada Sholat Iedul Fitri...

Saudaraku umat muslim,
Silakan saja ucapkan SELAMAT NATAL ..
Silakan saja gunakan topi Santa...
Tapi jangan menyesal ...
👌🏼bila Sholat kita batal.
👌🏼mati pun bukan sebagai muslim
Karena SYAHADAT KITA SUDAH GUGUR...

------Akhir Penyalinan------

Dari ungkapan di atas menerangkan bahwa, dilihat dari konsekwensi karena mengucapkan Selamat Natal, sebenarnya itu tidak diperbolehkan atau dilarang atau hukumnya haram.  Mungkin karena ini ditengarai ada hubungannya dengan aqidah.


LOGIKA


Semua orang Islam akan mengetahui bahwa, bagi orang yang tadinya tidak beriman, lalu ingin masuk Islam, maka dia harus mengucapkan/membaca dengan ucapan Dua Kalimat Syahadat. Ini menandakan bahwa ucapan itu menentukan sekali dalam memasuki agama Islam.  Demikian juga untuk menikah, lelaki harus mengucapkan "Kalimat Nikah". Dan juga untuk putus hubungan suami-istri, perlu mengucapkan ucapan "Talak". 


Perlu diketahui bahwa, di dalam setiap individu manusia, akan ada dua bagian, yaitu jiwa dan raga. Jiwa wujudnya tersembunyi, sehingga apapun yang ada di dalam jiwa seseorang, tidak akan diketahui oleh orang lain. Sedangkan raga adalah nyata. Anehnya, terkadang apa yang ada di dalam jiwa sama dengan apa yang dilakukan oleh raga, dan ada pula, apa yang ada di dalam jiwa tidak sama dengan apa yang dilakukan oleh raga.


Kembali kepada pengucapan Selamat Natal di atas, ambil contoh ucapan Dua Kalimat Syahadat tadi, maka sesungguhnya ucapan itu merupakan kepanjangan (extension) dari apa yang ada di dalam jiwa seseorang. Ucapan itu merupakan sesuatu gambaran yang ada di dalam jiwa yang tidak terlihat, maka agar terlihat harus diikrarkan dengan ucapan. 


Seandainya ada orang yang memiliki jiwa tidak beriman kepada Rukun Iman, lalu mengucapkan Dua Kalimat Syahadad, apakah orang itu syah masuk Islamnya? Orang demikian keinginan antara jiwa dan raganya tidak sama, tidak sejalan. Hal ini bisa saja terjadi terhadap seseorang yang memiliki suatu motivasi tertentu agar dianggap Islam. Ini artinya, orang itu berbohong, ethok-ethok (Bahasa Jawanya) atau dia liar dalam masuk Islamnya. Seseorang yang bohongan tentu tidak syah dalam masuk Islam karena berbohong itu suatu perbuatan yang dilarang Tuhan. Inilah Islam sesungguhnya, jiwa menentukan apa yang dilakukan oleh raga. Sholat ke Masjid, tetapi dia tidak beriman. Pergi ke Gereja, tetapi dia tidak percaya bahwa Yesus itu adalah Tuhan. Itu adalah gugur perbuatannya. Istilah kerennya, "Tujuan tidak menghalalkan cara".


Jadi, logikanya sama saja bagi Muslim dalam hal mengucapkan "Selamat Natal". Kalau seseorang tidak mengimani bahwa Yesus itu adalah Tuhan, lalu ia mengucapkan "Selamat Natal", maka sebenarnya dia itu sedang brbohong, dia itu ethok-ethok, he is a liar


Tentu perbuatan berbohong itu tidak diperkenankan di dalam agama Islam, akan tetapi ada kalanya diperbolehkan untuk tujuan lebih mulia dengan anggapan dalam kondisi darurat. Seperti misalnya ada seseorang yang lari ketakutan karena dikejar oleh oarng lain, lalu masuk rumah anda dan mohon dia agar disembunyikan karena dikejar untuk dianiaya atau dibunuh, lalu orang itu bersembunyi di balik pintu rumah anda, maka ketika melihat si pengejar datang dan bertanya kepada anda, anda diperkenankan untuk berbohong kepada si pengejar demi untuk menyelamatkan yang sedang dikejar. Ini istilahnya dalam keadaan darurat. Seperti orang yang sedang sakit, boleh mengkonsumsi sesuatu yang diharamkan demi untuk kesembuhan sakit yang dideritanya.


KESIMPULAN


Sehingga agar rekan (kerja, bisnis, dlsb) anda merasa dihormati atau senang dan tetap memiliki relasi yang baik serta pada setiap hari besar yang anda rayakan dia selalu memberi ucapan, maka ucapkanlah "Selamat Natal", karena sesungguhnya anda sedang berbohong demi tujuan yang baik dan darurat. Dengan catatan tetap berpegang teguh bahwa, berbohong itu merupakan perbuatan yang tidak baik, untuk itu apabila memungkinkan perbuatan ini untuk dihindari.


Medeo Abu Dhabi,
Januari, 2020


END


Saturday, August 08, 2026

MEDSOS

UMUM

Perubahan cara berkomunikasi terbaru dengan fasilitas Media Sosial (Medsos) menjanjikan banyak kemudahan. Bersilaturrahmi saling berkunjung cukup dengan saling tegur sapa lewat Facebook (FB) atau Whats App. (WA) atau fasilitas Medsos lainnya. Menyebarkan khabar berita yang dianggap menarik cukup dibagikan terutama lewat "Group" Medsos disesuaikan dengan topik beritanya. Ingin selalu tetap tersambungkan secara "real time" dengan siapa saja yang telah dikenal, cukup dengan memberikan koneksi melalui internet pada peralatan komunikasi kita. Hubungan melalui telephon sudah ketinggalan jaman, karena sudah tidak terlalu praktis dan membutuhkan biaya yang lebih mahal.

Dapat dibayangkan media semudah ini saat ini akan dapat dipastikan di masa yang akan datang dan akan memiliki suatu fasilitas Medsos yang lebih mudah lagi untuk dipakai. Entahlah, bisa jadi di seluruh bagian panca indera manusia akan dipenuhi oleh perlengkapan dan peralatan untuk Medsos. Di lengan terbelit "jam tangan" mutakhir yang dapat memonitor semua kejadian diseluruh dunia termasuk aktivitas di dalam tubuh. Di (daun) telinga  selalu tertancap alat pendengaran yang siap memonitor setiap datangnya suara baik dari sekitar ataupun panggilan applikasi komuikasi atau telephon. Mata akan diselingkupi oleh "goggle" yang dapat memantau keadaan visual sekitar dan apabila diperlukan dapat menampilkan gambar lawan bicara jarak jauh ketika sedang merhubungan lewat applikasi komunikasi ataupun telephon. Nomer telephon sudah tidak perlu memijat tombol akan tetapi cukup dengan nada suara saja.

Setiap orang akan ditanami "Chip" di dalam tubuhnya sebagai identitas diri yang akan dipakai juga sebagai nomer panggilan. Bahkan mungkin akan jauh lebih canggih lagi dari apa yang diilustrasikan di atas itu.

Lalu apakah manusia secara budaya akan mampu menerima dan menyesuaikan diri terhadap serangan media sosial ini?.

Pertanyaan yang memerlukan jawaban dengan pembuktian ini sebaiknya biarkan waktu yang akan menjawabnya, karena dijawab saat ini di mana fasilitas Medsos dapat dikatakan baru saja lahir dan berkenalan dengan manusia, untuk itu akan terlalu dini untuk menjawabnya.

MANFAAT

Tidak dapat dipungkiri bahwa Medsos diciptakan utamanya untuk memberikan kemudahan kepada pemakai terutama di dalam saling tersambungkan dengan prinsip cepat, murah dan mudah. Akan tetapi ada manfaat lain yang jauh lebih dahsyat, yaitu untuk memperluas jaringan. Yang terakhir ini apabila dikerjakan dengan sungguh-sungguh dapat memberikan nilai keuntunga baik popularitas dan bahkan keuangan yang dahsyat pula. Untuk komunikasi sangat murah terutama apabila dilakukan secara jarak jauh apabila dibandingkan dengan komuikasi lewat telephon.

Ada manfaat yang penting lagi, yaitu untuk edukasi. Dengan kecepatan informasi yang didapat tentang informasi baru, maka akan meberikan informasi edukasi yang lebih cepat pula terutama untuk tutorial. Dengan demikian akan memberikan misalnya suatu referensi lebih cepat dan akurat. Di mana hal ini sangat dibutuhkan terutama dalam eduasi.

Ada juga sebagai pengembangan bakat yang tadinya terpendam. Dengan medsos dapat memberikan keleluasaan dalam mengembangkan bakat terutama untuk hiburan, yaitu dalam memberikan gambaran tenteang diri sendiri dengan kreativitasnya sendiri.

Penggunaan medsos yang bertanggugjawab dapat meningkatkan kemampuan beradaptasi dengan teknologi dan mendapatkan informas dengan cepat. 

YANG HARUS DIWASPADAI

Tetntu bukan semua medsos memberikan manfaat yang baik, ada juga yang memberikan sesuatu yang buruk apabila tidak digunakan secara bertanggungjawab. Tentu semua yang ada di dunia ini bagaikan sebilah pisau, bisa bermanfaat apabila dipakai untuk tujuan keuntungan baik manusia maupun lingkngan, dan bisa memberikan petaka apabila digunakan untuk tujuan buruk.

Akan tetapi pemakaian medsos terkadang secara tidak sadar akan memberikan tekanan mental juga. Ini terjadi setelah adanya medsos, maka seseoang akan mengetahui tentang banyak hal yang ada di luar jangkauannya. Hal ini dapat memberikan shock terhadap si pemakai tentang keadaan dunia luar dan apabila dibandingkan dengan dirinya atau dunia yang digelutinya  menyebabkan merasa rendah diri, atau bahkan tanpa arti.

Selain itu, karena medsos dapat memberikan penyebaran informasi yang cepat, maka ini sangat berbahaya apabila menyebarkan suatu informasi tentang keburukan seseoang atau suatu keluarga yang mana informasi itu merupakan suatu informasi yang bersifat rahasia. Apalagi informasi yang disebarkan berisi informasi yang kurang benar bahkan tidak benar, hal ini merupakan suatu fitnah yang akan lebih memberikan tekanan terhadap korban (yang diinformasikan). Jadi, informasi yang bersifat rahasia dapat dengan mudah tersebar, bahkan data pribadi penting bisa dengan mudah diambil oleh pihak lain.

Pemakaian medsos juga dapat menjauhkan secara fisik dari orang-orang yang dekat. Biasanya dengan tanpa medsos orang akan secara rutin bersilaturrahmi saling berkunjung secara fisik. Dengan adanya medsos hal ini dapat tergantikan oleh silaturrahmi di dalam medsos saja. Hal ini akan mengurangi interaksi secara fisik akibat pemakaian medsos.

Karena pemakaian medsos merupakan suatu interaksi dengan siapapun, baik yang disukai ataupun tidak dengan volume interaksi yang besar, maka pemakai medsos dapat menjadi kecanduan. Hal ini dapat membahayakan si pemakai medsos karena dirinya seakan-akan selalu terlibat dan ingin terlibat terhadap sesuatu yang disukai atau bahkan yang dibenci sekalipun. Dengan demikian akan menyebabkan penurunan waktu bahhan kualitas tidur seseorang, bahkan penuruan terhadap aktivitas penting atau vital bai dirinya.

yang juga tidak kalah pentingnya adalah akibat dari pemakaian medos yang tidak bertanggungjawab adalah, termakan oleh informasi palsu yang dianggap benar atau hoax. Yang mana hal ini akan menyebabkan suatu konflik baik secara langsung antara si penyebar dan yang menerimanya. 

Dengan medsos, pemakai akan menjadi rawan oleh adanya penipuan. Ini bukan saja karena iklan bodong, akan tetapi adanya pengakuan dari seorang teman yang identitas sebenarnya bukanlah teman yang sesungguhnya, melainkan identitas palsu yang meretas identitas temannya. 

Kerugian utama lainnya karena media sosial (medsos) meliputi, memicu cyberbullying, termakan atau terprovokasi oleh penyebaran gambar atau vidio editan padahal itu hoaks.

AJANG MEJENG

Sungguh sudah banyak kejadian bahwa medsos ini banyak dipakai sebagai ajang unjuk diri baik itu untuk menunjukkan keunggulan diri ataupun untuk menunjukkan diri agar orang lain menjadi kagum padahal yang sesungguhnya bukanlah seperti yang ditunjukkan di medsos. 

Dala ajang mejeng ini akan dapat mengagkat ke permukaan tentang potensi seseorang yang sedang dimilikinya. Misalnya seseorang yang piawai bermain salah satu jenis alat musik. Dengan mejeng, maka dirinya akan dikenal oleh banyak orang. Hal ini memungkinkan dirinya akan dilirik oleh yang lain yang mungkin berminat dengan keahliannya. 

Lain halnya apabila mejeng dipakai sebagai untuk bangga-banggaan atau unjuk diri saja agar diakui oleh yang lain bahwa dirinya adalah seseorang yang memiliki keunggulan. Ini biasanya karena ingin tidak dianggap oleh pemakai medsos bahwa dirinya lemah atau rendah dan sejenisnya. Padahal keadaan sesungguhnya  justru sebaliknya. Misalnya dia sedang berpartisipasi sebagai tenaga sukarela di suatu kegiatan, akan tetapi keadaan sesungguhnya dia bukanlah orang yang sukan membantu yang lain. Ketika difoto mejeng berpose tersenyum lebar, padahal keadaan sesungguhnya dia adalah seorang pemarah. Artinya, gambar-gambar yang ditunjukkan di medsos merupakan wajah palsu dari seseorang.

Dari sini dapat disimpulkan bahwa, medsos adalah sangat bermanfaat karena dapat menyajikan informasi cepat dan berbiaya murah. Akan tetapi pemakai medsos tetap selalu waspada sebelum memberikan suatu kesimpulan tentang informasi yang diterima melalui medsos. Hal ini untuk menghindari terperangkap dalam informasi palsu.

END

Wednesday, August 05, 2026

TUHANKU SEBENARNYA ADA DI MANA?

"Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang Aku, sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Maka, hendaklah mereka memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku agar mereka selalu berada dalam kebenaran", QS 2 ayat 186.

"Sungguh, Tuhanmu (adalah) Allah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat. (Dia ciptakan) matahari, bulan dan bintang-bintang tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah! Segala penciptaan dan urusan menjadi hak-Nya. Mahasuci Allah, Tuhan seluruh alam". QS 7 ayat 54.

UMUM

Berdasarkan pada QS 2 ayat 186 dan QS 7 ayat 54 di atas, memang susah untuk menentukan tentang tempat keberadaan Tuhan. Sehingga pendapat yang beredar dan yang paling kuat adalah, bahwa Tuhan itu tidak bertempat, artinya Dia ada di mana-mana. Sehingga apa yang diterangkan di dalam QS 7 ayat 54 bahwa Tuhan bersemayam di Arsy sepertinya tidak berarti apa-apa apabila sedang membahas tentang keberadaan Tuhan dan menerima pendapat yang paling masyhur itu. Itu bukan karena yang terdapat pada QS 2 ayat 186 saja bahwa Tuhan itu dekat dengan seorang hamba, akan tetapi masih banyak ayat-ayat lain yang menunjukkan bahwa Tuhan itu masih berperan atau dekat dengan kejadian-kejadian yang ada di dunia ini. Sebagai contoh misalnya; bahwa hujan itu turun atas kehendak-Nya. Sehingga (menurut mesin pencari Google di internet) itu berarti adalah; 

"Tuhan itu mutlak, meliputi segala sesuatu di alam semesta ini, baik itu kejadian alam maupun perbuatan manusia, Allah SWT berkuasa mutlak, segalanya terjadi atas izin-Nya, dan jika Dia menghendaki sesuatu, cukup berkata "Kun" (Jadilah), maka terjadilah. Kehendak-Nya berkaitan dengan qada dan qadar, serta tidak ada satupun yang terjadi di luar pengetahuan dan kekuasaan-Nya". Arti dari Google selesai.

Sungguh, banyak sekali yang tidak ingin membahas tentang keberadaan atau tempat di mana Tuhan itu berada. Ini bukan karena mereka anti, akan tetapi karena alasannya sederhana, lmu untuk itu susah kalau bukan dikatakan tidak ada. Menurut mereka mencari di mana Tuhan itu berada merupakan hal yang mustahil untuk diketahui oleh manusia. Apabila pencarian ataupun pendiskusian itu diteruskan, dikhawatirkan akan menjadikan manusia terjerumus pada sesuatu yang menyesatkan dan akhirnya menjadi berdosa. Untk itu, mendiskusikan tempat keberadaan Tuhan adalah hal yang harus dihindari.

DI SINIKAH DIA?

Penulis ingin mencoba untuk menerangkan tentang permasalahan ini dari sisi pemikiran penulis sendiri, penulis bukanlah seorang yang disebut makrifat atau berilmu cukup tentang Ketuhanan, akan tetapi dari bukti-bukti yang difirmankan di dalam Alqur'an penulis mencoba untuk menerangkan untuk menjawab judul tulisan ini. Pembahasan ini sekaligus sebagai kesimpulan dari tulisan ini yang akan dipaparkan seperti berikut ini.

Di alam semesta ini berlaku hukum alam, Hukum-hukum itu sendiri dalam Islam dikenal sebagai hukum Sunnatullah, yaitu hukum sebab-akibat, hukum berdasarkan logika dan menghasilkan sesuatu yang logis pula. Berikut adalah pendapat penulis: 

Sebelum turunnya Alqur'an secara penuh, keadaan dunia ini masih belum sempurna dalam arti tentang hukum-hukum Sunnatullah itu. Ini terbukti ada beberapa kejadian-kejadian yang bisa dikatakan masih berada di luar logika. Contoh yang paling nyata adalah, hamilnya Sayyidah Maryam yang melahirkan Nabi Isa AS tanpa adanya hubungan suami-istri antara calon ibu dengan lawan jenisnya. Contoh lain adalah, Kisah Nabi Ibrahim AS yang dibakar dengan menggunakan api yang sangat besar, tetapi Nabi Ibrahim AS masih dapat hidup bahkan tidak terbakar sedikitpun, yang kedua adalah kisah Nabi Ismail AS yang disembelih oleh Nabi Ibrahim AS yang kemudian digantikan dengan seekor domba, serta kisah-kisah mukjizat lainnya.

Serta masih banyak kejadian-kejadian yang dikenal dengan istilah kejadian ber"mukjizat", yaitu suatu kejadian yang mungkin berada di luar nalar pikiran atau di luar logika manusia, akan tetapi kejadian itu terjadi.

 Akan tetapi, setelah penurunan Alquran telah dinyakan lengkap, maka semua hukum-hukum Sunnatullah (alam) diangap lengkap pula. Ini terbukti dengan turunnya ayat seperti berikut.

"...Pada hari ini telah Ku-sempurnakan untukmu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu" QS 5 ayat 3

" "Ya Tuhan kami, Engkau mengumpulkan manusia pada hari yang tidak ada keraguan padanya" Sesungguhnya Allah tidak menyalahi janjinya" QS 3 ayat 9

Pada QS 5 ayat 3 ini artinya, semua kejadian di alam semesta saat ini ataupun kejadian di akhirat nanti, dipastikan akan berdasarkan hukum alam, yaitu hukum sebab-akibat, hukum logika, hukum Sunnatullah. Artinya apa?, kejadian secaratiba-tiba yang berada di luar logika atau disebut mukjizat sudah tidak akan ada lagi, karena semua hukum-hukum di dunia dan akhirat semuanya sudah sempurna, maka semua kejadian akan terus begitu sesuai hukum itu seterusnya dan tidak akan pernah ada perubahan. Dari sini sebetulnya dapat disimpulkan bahwa, kekuasaan Tuhan sudah dimandatkan kepada hukum-hukum yang sudah Tuhan ciptakan, dan hukum-hukum itu tidak akan pernah berubah apapun kondisinya, siapapun yang terkena, dan di manapun tempat kejadiannya, serta kapanpun waktunya, karena telah dinyatakan sempurna. Hukum-hukum itu seperti dekrit, seperti "janji" dari yang punya alam semesta ini, dan janji itu tidak akan pernah berubah, ini sesuai dengan QS 3 ayat 9 di atas.

Hal ini mengindikasikan bahwa, Tuhan sudah tidak berperan secara langsung (dengan tangan-Nya?) di dalam mengatur semua kejadian-kejadian yang ada di dunia dan di akhirat nanti kecuali sesuai dengan aturan main yang sudah ada di dalam hukum-hukum yang telah Dia ciptakan sebelumnya. Misalnya tentang turunnya hujan, maka agar hujan itu turun sebenarnya memerlukan kondisi-kondisi tertentu yaitu suatu persyaratan yang memungkinkan untuk hujan itu bisa turun. Karena turunnya hujan itu merupakan suatu fenomena yang mengikuti hukum alam yang telah diciptakan oleh Tuhan dan akan tetap begitu selamanya, maka kejadiannya dapat dipelajari, sehingga kedatangannya dapat diprediksi atau diramal. Itulah yang dimaksud dengan "Kehendak Tuhan", "Kehendak" di sini adalah kejadian yang prosesnya sesuai dengan hukum Tuhan yang telah diciptakan dan telah dinyatan hukum yang sudah sempurna di mana hukum itu sebagai wakilnya dalam mengatur suatu kejadian. 

Misalkan turunnya hujan itu memang benar-benar tergantung dari "Kehendak Tuhan" secara langsung saat ketika hujan itu akan turun. Artinya mengesampingkan hukum-hukum Sunnatullah, sehingga masih tergantung dari keinginan Tuhan ketika hujan itu akan turun, tentu datangnya hujan tidak akan dapat bisa diprediksi, karena akan tergantung dari "Keinginan, baca Kehendak" Tuhan saat ketika sesuatu itu akan terjadi. Sehingga semuanya tidak akan ada yang pasti. Akan tetapi pada kenyataannya adalah tidak, hujan itu berjalan sesuai dengan hukum alam yang kejadiannya dapat diprediksi. Dengan demikian, maka QS 7 ayat 54 di atas itu dapat dipahami bahwa Tuhan itu bersemayam, baca bertempat di Arsy setelah alam semesta ini diciptakan. Sedangkan "Aku dekat" yang terdapat di dalam QS 2 ayat 186 adalah hukum-hukumNya yang dekat, hukum-hukumNya yang mengatur proses di dalam tubuh seseorang bagaimana dia dapat hidup ataupun mati. Jadi bukan Tuhan yang dekat, akan teapi hukum-hukumNyalah yang dekat.

Demikian pula tentang keputusan seseorang akan masuk surga ataupun neraka, tentang ampunan dosa, tentang kesembuhan dari suatu penyakit yang diderita, dan tentang semua kejadian saat ini di dunia ataupun nanti di akhirat, semua itu akan tunduk pada hukum Sunnatullah.

Itu semua karena Tuhan telah menggantikan peran-Nya sendiri untuk mengatur dunia saat ini dan akhirat nanti dengan hukum-hukum yang telah Dia ciptakan, dan hukum-hukum itu sudah tidak akan pernah berubah lagi selamanya, sedangkan Dia sendiri sedang bersemayang di Arsy.