Showing posts with label Umum. Show all posts
Showing posts with label Umum. Show all posts

Saturday, January 04, 2020

TERLAMBATKAH KITA..?

UMUM

Aku jadi teringat apa yang diungkapkan oleh yang sekarang sudah menjadi mantan Menteri Pertahanan, Pak. Ryamizard ketika berkunjung ke Abu Dhabi tahun lalu. Beliau melakukan tatap muka dengan masyarakat Abu dhabi dan sekitarnya yang diprakarsai oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia di Abu Dhabi, tempatnya di Wisma Duta. Beliau mengatakan bahwa Indonesia tidak memiliki musuh. Negara tetangga tidak ada yang bermusuhan dengan Indonesia. Indonesia adalah negara cinta damai. Indonesia tidak ingin bermusuhan dengan siapapun dan siapapun tidak ingin bermusuhan dengan Indonesia. Beliau melannjutkan bahwa, beliau mendapatkan pujian dari banyak negara sampai Amerika Serikat sekali pun menyampaikan pujian ketika beliau menjelaskan bahwa Program Pertahanan Indonesia dititik beratkan pada keterlibatan Rakyat Semesta. Yaitu melatih masyarakat untuk msmakai senjata, sehingga ketika terjadi penyerangan, maka masa sudah siap untuk memakai senjata, masa akan dipersenjatai, sudah, tidak akan ada yang melawan kita. 

Ketika beliau selesai menjelaskan semua itu, kini tibalah giliran tanya-jawab. Dan aku pun diberi kesempatan. 

Sebenarnya di dalam pikiranku memberontak, marah mengatakan, mengapa orang seperti ini jadi Mentri Pertahanan. Orang sudah tua. Pensiunan tidak pernah masuk berita memberikan ceramah tentang pertahanan. Jalan sendiri saja sudah susah. Orang tidak punya konsep tentang pertahanan negara. Dan banyak lagi kata-kata yang ingin aku lontarkan karena program yang dijelaskan tadi aku pikir adalah program mundur ke belakang. Tetapi aku tetap harus menyimpan kemarahanku, kekecewaanku, apa lagi beliau seorang Menteri. Beliau adalah tamu Negara UAE. Beliau adalah orang yang sudah malang melintang di TNI, serta beliau adalah mantan seorang Jendral. 

Kini giliranku untuk bertanya dan mengungkapkan isi pikiran ku. Aku harus tetap namlak tentang,  emosiku terkendali. Apalagi ini di Wisma Duta. Begini Pak, demikian aku memulai. Apabila kita menganggap bahwa di sekitar atau tetangga kita itu adalah orang baik-baik, benar untuk apa kita harus memiliki senjata. Akan tetapi Indonesia adalah sebuah negara, negara besar lagi. Di bagian bumi yang lain banyak negara yang sengaja menciptakan permusuhan dengan tetangga mereka demi untuk memperkuat persenjataan mereka. Lihat Pakistan dan India, lihat Iran, lihat Israel dan lihat Korea Utara. Mereka menjadi kuat alat perang mereka karena mereka dihantui oleh musuh-musuh mereka yang siap datang kapan saja. Demikian pula kita. Kita jangan dininabobokkan oleh lingkungan, karena merasa kita tidak memiliki ancaman disebabkan kita merasa tidak ada musuh lau kita tidak mengembangkan senjata kita sendiri secara serius. Inilah poinnya. Kalau tidak ada musuh kita harus menciptakan musuh virtual agar kita bersemangat untuk memiliki senjata yang handal. Agar kita mengembangkan senjata kita sendiri untuk kepentingan pertahanan negara. Lupakan pujian orang luar dengan program mempersenjatai masa. Mereka itu memuji tetapi dalam hati mereka tertawa. Ini hebat kata mereka, kita sudah dapat dikalahkan tanpa harus mereka datang menyerang. Dengan demikian dipastikan bahwa mereka akan memuji kita. Yang perlu dibanggakan adalah, apabila program kita ditentang oleh mereka. Seperti negara-negara yang disebutkan di atas. Setiap program yang mereka buat akan di tentang oleh siapapun yang merasa tersaingi, karena mereka membuat cemas yang menentang. Jadi, kita harus dan wajib masuk ke dalam jalur perlombaan persenjataan. Di utara negara kita ada China, kanan ada Australia, dan kiri ada Malaisia.

Setelah acara tatap muka selesai, salah seorang bekas teman kuliah dan bekas rekan kerja di Surabaya dulu menyatakan, musuh virtual, ya..?, sambil melihat dengan lirikannya karena mukanya tidak menoleh ke arahku.

TERPERANJAT

Seperti yang ramai di berita saat ini. Kapal--kapal penangkap ikan China dengan pengawalan Coat Guard mereka telah dengan sengaja memasuki wilayah perairan ZEE Indonesia di daerah laut kepulauan Natuna, Laut China Selatan. Kita bisanya hanya mengusir mereka secara lunak. Saya katakan lunak karena menurut video yang beredar satuan Coast Guard kita meminta mereka untuk meninggalkan perairan kita melalui radio. Permintaannya tidak dibarengi dengan ancaman apabila tidak segera meninggalkan perairan kita. Bukan lagi penangkapan. Apalagi seperti yang pernah dilakukan sebelum ini terhadap kapal-kapal penangkap ikan setelah melalui pengadilan ditenggelamkan. 

Banyak reaksi yang telah dilontarkan di dalam negeri. Sampai-sampai Menlu Ibu Retno menyatakan bahwa kita harus bersikap tegas. Mengko Maritim, Pak Luhut mengakui bahwa kita memang kekuranganya kapal untuk melakukan patroli di Laut China Selatan daerah Kepulauan Natuna, laut yang cukup Luas. Artinya Pak Luhut sudah mengakui bahwa ada kapal-kapal asing yang memang telah memasuki perairan Natuna akan tetapi kita tidak bisa berbuat banyak dikarenakan kapal patroli dan insfrastruktur lainnya kurang memadai. Dan beliau mengusulkan untuk menambah lebih banyak kapal patroli dan kapal perang. 

Menhan saat ini P. Prabowo bahkan sekolah sudah menyerah melalui pernyataannya menyatakan bahwa, China adalah negara sahabat, maka kita harus cool saja. Ini menandakan bahwa, orang tertinggi di Kementrian Pertahanan seolah-olah mengatakan, biar saja kapal ikan China masuk perairan kita, melanggar hukum laut kita, toh mereka negara sahabat.  Ini adalah suatu ungkapan yang mencerminkan suatu ketidak berdayaan kita. Seandainya kondisinya dibalik. Kapal nelayan kita yang masuk ke teritorial laut milik China.

Tidak kalah garangnya adalah reaksi dari Wakil Komisi 1 DPR RI, kita harus tempur dengan diplomasi langkah terbaik dengan China. Demikian cetusnya. Ini juga telah menunjukkan ke tidak berdayaan kita sebagai suatu negara Besar dalam menghadapi pelanggaran lautnya oleh negara besar lainnya seperti China. Mereka semua sadar bahwa memang kita kurang memiliki kemampuan untuk paling tidak mempertahankan teritorial laut dari China. Tak seorangpun menyangka bahwa China akan menggoda Indonesia karena selama ini China merupaakan sahabat dekat Indonesia. Peristiwa ini membuat banyak orang terkejut dibuatnya.

RENCANA PERTAHANAN MILITER BAGAIMANA KE DEPAN?

Peristiwa masuknya kapal ikan dan klaim China atas Laut China Selatan yang masuk sampai ke dalam wilayah Indonesia bagaikan tamparan  tanpa sebab. Karena Selama ini hal demikian tidak pernah terjadi. Adanya klaim hanya sampai wilayah negara tetangga seperti Philipina, Vietnam dan lainnya. Berkaca pada peristiwa itu bagi IIndonesia  seharusnya menjadi suatu pelajaran yang sangat berharga. Yaitu mulai memikirkan strategi untuk memperbaiki pertahanan secara sungguh-sungguh. Modernisasi dengan mengandalkan sumberdaya dalam negri merupakan opsi yang wajib ditingkatkan. Apabila saat ini misalnya sudah ada, maka Pemerintah harus mulai merubah strateginya, sehingga pengembangan peralatan militer kita dapat lebih ditingkatkan. Terutama untuk memproduksi sendiri. Indonesia sebagai negara besar yang sudah merdeka hampir bersamaan waktunya dengan India, Pakistan,  Korea Selatan dan Korea Utara seharusnya setara dengan kemampuan mereka dalam teknologi perangnya. Ancaman dari manapun terutama dari negara tetangga jangan sampai diabaikan apapun alasannya. Mengembangkan teknologi perang merupakan suatu keharusan dan segera ditingkatkan apa yang sudah ada. Fokusnya bukan lagi untuk kebutuhan dijual lagi, tetapi untuk dipakai sendiri. 

Ada semacam pendapat baku yang beredar bahwa, kemajuan dan kekuatan ekonomi suatu negara tidak akan kuat apabila pertahanan  negara tersebut lemah. Katakanlah, China tetap ngotot dengan klaimnya dan mulai menempatkan angkatan perangnya di perairan kita yang mereka klaim. Dan Indonesia tidak bisa berbuat banyak. artinya teritorialnya sekarang diakupasi china. Tentu hal ini akan mengurangi kepercayaan investor asing terhadap Indonesia. Bahkan mungkin investor yang adapun akan mulai menarik diri juga.

Jadi, kita harus melupakan program untuk mempersenjatai penduduk, lebih baik dananya dipakai untuk mengembangkan teknologi perang. Ini akan berakibat menjadikan negara lain akan lebih segan, bahkan tidak akan melakukan gangguan walu negara China sekalipun.

END

Medio Abu Dhabi, 4 Januari, 2020

Friday, June 09, 2017

SIAPAKAH KITA?

UMUM

Tulisan ini mulai dibuat pada minggu terakhir acara kampanye Pilgub DKI atau yang biasa disebut Pilkada DKI, 2017. Dimana Pilkadanya sendiri hanya tersisa hampir satu minggu lagi. Hiruk-pikuk perjalanan Pilkada DKI kali ini memang secara politik luar biasa panasnya. Barangkali, adalah suatu kelumrahan apabila Pilkada Ibu Kota suatu negara menjadi perhatian hampir semua masyarakat yang berada di negara tersebut, bahkan mungkin perhatian dari masyarakat yang berada di negara luar. Demikian pula dengan Pilkada yang sedang terjadi di Ibukota Indonesia, Jakarta. Namun gaung benturan antara kubu yang akan bertarung sungguh berada di luar koridor peraturan Pilkada itu sendiri. Apabila disimpulkan secara serampangan, maka antara kubu yang satu dan kubu yang lainnya seolah-olah mereka sedang bersaing bukan antara sesama Warga Negara Indonesia, seolah-olah antara mereka tidak saling menginjakkan kaki mereka pada bumi Indonesia, seolah-olah mereka tidak menggunakan Bahasa Nasional yang sama yaitu Bahasa Indonesia, bahkan seolah-olah mereka tidak menggunakan UUD dan Dasar Negara yang sama pula.

Penulis sebagai warga negara walaupun sedang menetap di Luar Negeri lebih dari 23 tahun, masih senang juga terus mengikuti perkembangan Pilkada DKI melalui beberapa media sebagaimana masyarakat Indonesia yang lain baik mereka yang menetap di Tanah Air ataupun di Luar Negeri. Apalagi saat ini suasananya sungguh penulis anggap sangat luar biasa panasnya. Hal ini bukan hanya panas di bidang politik saja, akan tetapi panas juga di bidang-bidang lainnya terutama seperti bidang sosial.

Tentu sebagai warga negara, penulis tetap akan berharap bahwa bagaimanapun panas-dingin suhu akibat politik Pilkada ini dapat berakhir dengan damai, sehingga hal ini akan menambah kedewasaan masyarakat Indonesia didalam berdemokrasi.

Tulisan ini sengaja diberi judul sesederhana mungkin karena yang tampak dan dapat diamati bahwa dari suhu politik yang ada dan dengan reaksi individu masing-masing didalam memberikan reaksi terhadap suhu itu sebenarnya dapat memberikan suatu indikasi terhadap individu itu sendiri, yaitu sebenarnya siapakah si individu itu sendiri. Ini bukan akan membahas tentang kecendrungan individu condong ke pihak (baca Cagub) yang mana atau mendukung Partai yang mana, ini hanya ingin melihat sifat dari diri kita ketika melakukan reaksi terhadap apa yang terjadi selama proses Pilkada, hal ini untuk menentukan siapa sebenarnya diri kita ini.

TITIK AWAL

Seperti yang telah diketahui sejak sebelum rentetan pelaksanaa Pilkada DKI 2017 dimulai, KPU(D) telah memberikan pengumuman bahwa semua calon yang ingin bertarung pada Pilkada ini harus memenuhi suatu persyaratan yang telah ditentukan oleh Undang-Undang Pilkada yang berlaku. Yang pasti, calon-calon yang akan dipilih dapat diusulkan dan dikatagorikan menjadi dua katagori. Yang pertama melalui non-partai atau biasa dikenal dari calon independen, dan yang kedua melalui Partai Politik. Kedua katagori ini memiliki aturan dan persyaratan masing-masing. Yang manapun yang akan ditempuh memerlukan persyaratan yang tidak mudah.

Untuk katagori yang pertama, yaitu seorang calon mencalonkan diri dari jalur non-partai yang lebih dikenal dengan istilah jalur independen, adalah mencalonkan diri sesuai dengan kehendaknya sendiri dengan persyaratan utama harus didukung oleh warga setempat (dimana Pilkada itu diselenggarakan) minimal sebanyak 6,5 sampai dengan 10 persen dari jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilkada sebelumnya dengan bukti salinan identitas yang berlaku (Kartu Tanda Penduduk, KTP). Persentase itu tergantung dari jumlah DPT dimaksud.

Untuk DPT sampai dua juta orang dipersyaratkan mengumpulkan KTP 10% dari DPT-nya, dan untuk DPT lebih dari dua juta orang sampai dengan enam juta orang KTP yang dikumpulkan minimum harus 8,5% dari DPT-nya. Sedangkan untuk DPT antara enam juta sampai dengan duabelas juta orang harus mengumpulkan KTP minimum 7,5% dari jumlah DPT-nya. Dan bagi jumlah DPT lebih dari duabelas juta orang, maka minimum jumlah KTP yang dikumpulkan harus 6,5% dari DPT-nya.

Karena pada Pilkada DKI tahun 2012 yang lalu adalah antara enam juta sampai sepuluh juta, maka bagi calon independen yang ingin mencalonkan diri menjadi Calon Gubernur harus mampu mengumpulkan dukungan KTP sekitar 7,5% dari DPT tahun 2012.

Perlu dicatat bahwa, dalam mengajukan diri sebagai calon Gubernur, KPU mempersyaratkan bahwa ketika mencalonkan diri harus mencantumkan juga nama Wakil Gubernurnya. Ini artinya KTP yang dikumpulkan harus pula mencantumkan dukungan bagi keduanya, calon Gubernur dan Wakilnya.

Seperti telah diketahui, bahwa Gubernur DKI non-aktip saat ini yang dikenal dengan nama Ahok, telah akan mencalonkan diri sebagai calon Gubernur untuk pemilihan Gubernur (Pilgub) yang akan datang. Akan tetapi akan maju sebagai calon bukan dari usulan Partai Politik melainkan maju secara independen. Usaha untuk memenuhi perolehan dukungan formal telah dilakukan dan hasilnya sudah memenuhi syarat untuk mengajukan diri sebagai calon dari bukan Partai. Namun ada desas-desus bahwa DPR akan membuat undang-undang baru yang sifatnya akan memperberat persyaratan calon independen. Ada berbagai pendapat mengapa desas desus ini keluar. Akan tetapi isu yang kuat alasannya adalah; persyaratan calon independen dianggap terlalu mudah, sehingga dapat mendeskreditkan usaha Partai Politik dalam mencari calon Kepala Daerah. Orang akan lebih memilih melalui cara independen daripada melalui Partai Politik.

Sepert gayun bersambut, akhirnya Pak Ahok maju sebagai Calon Gubernur melalui jalur Partai Politik. Dukungan simpatisannya yang selama ini telah memperjuangkannya agar dapat maju sebagai Cagub dari jalur independen harus merelakan dan melepasnya untuk maju dari jalur Partai Politik.

Seperti yang telah diketahui, bahwa gaya kepemimpinan Pak Ahok selama ini sangat unik. Pembenahan DKI sana-sini baik secara administrasi dan lapangan, serta gaya ngomong yang ceplas-ceplos terkadang dengan intonasi tinggi dan marah, membuat banyak orang tidak menyukainya walaupun tidak sedikit pula pula yang menyukainya. Sampai-sampai hubungan Pemda DKI dan DPRDnya tidak terlalu harmonis.

Hasil kerja kepemimpinan Pak Ahok nyata terhadap perubahan DKI ke arah yang lebih baik daripada sebelumnya. Pelayanan para Pamong di kantor-kantor Pemerintahan DKI menurut banyak orang menjadi lebih baik. Pujian bagi Pak Ahok seolah mengalir terus akibat setiap tindakan yang dilakukan, walaupun banyak juga yang mencemoohkannya.

Tentu Pak Ahok dibenci juga oleh banyak orang terutama para anggota DPRD dari Partai Oposisi Pemerintah sekarang.  Pak Ahok seolah tidak memperdulikan kepada yang membencinya. Kerja yang dianggap untuk masyarakat DKI lebih didahulukan daripada bergeming pada mereka yang membenci dan memusuhinya.

Tak ada gading yang tak retak, Pak Ahok pasti memiliki kelemahan. Beliau sendiri beragama lain dari kebanyakan masyarakat yang dipimpinnya, lazimnya dari golongan Agama minoritas. Dan bukan itu saja, Pak Ahok dari keturunan minoritas yang berasal dari luar Indonesia. Inilah yang menjadi sasaran empuk para pendukung lawan-lawannya. Ha ini menjadikan suatu titik lemah yang dipandang oleh lawan-lawannya, sehingga apapun program yang telah dijalankan atau yang sedang direncanakan akan dibelokkan dengan tuduhan demi memunculkan dominasi minoritas.

Lain halnya bagi Cagub yang akan mencalonkan diri melalui jalur Partai Politik. Partai Politik (dapat sendiri atau koalisi dengan partai lain) harus meraih minimum jumlah suara sebanyak 25% dari total jumlah suara pada Pemilu yang baru dilalui, atau minimal mendapatkan 20% dari jumlah kursi yang diperebutan dalam Pemilu Legislatip. Hal ini sebenarnya lebih mudah dalam prakteknya karena si Cagup tidak perlu lagi bersusah payah untuk mengumpulkan Kartu Identitas pendukungnya, semuanya akan dilakukan oleh Partai baik melalui jalan koalisi ataupun sendiri.

ARAH SELANJUTNYA

Panasnya pre-kampanye Pilkada (pemakaian kata pre karena walaupun kampanye resmi belum dimulai akan tetapi para Cagub yang akan berkompetisi sudah memulai melakukan promosi diri) ini akhirnya terbentur pada issu yang sangat sensitip. Acara resmi dalam memberikan sambutan di Kepulauan Seribu pada suatu acara resmi di depan suatu komunitas mayoritas Islam Pak Ahok mengingatkan masyarakat bahwa banyak orang memakai surat Almaidah untuk tidak memilih dirinya. Pak Ahok mungkin lupa bahwa dirinya akan selalu diintai oleh para musuh-musuhnya di Pilkada ini nanti. Bagai gayung disambut, ucapannya itu dijadikan pemicu atas dirinya bahwa dia telah menodai Kitab Suci umat Islam dengan mengatakan bahwa ayat Alqur'an tidak benar.

Inilah awal dari malapetaka Pak Ahok yang tadinya semacam orang yang tidak akan tertandingi dalam Pilkada yang akan datang ini telah membuat pernyataan yang sangat sensitip terlepas apa tujuannya. Orang Islam yang tadinya masih ada keraguan walaupun telah menetapkan pilihan kepadanya, akan berubah pikiran untuk mengalihkan suaranya. Banyak yang memperkirakan bahwa apabila Pak Ahok tidak pernah terpeleset membuat pernyataan di Kepulauan Seribu itu, kemungkinan memenangkan Pilgub dalam satu putaran sangat memungkinkan. Akan tetapi jalannnya Pilgub berbicara lain, sehingga walaupun pada Pilgub di putaran pertama menjadi yang paling unggul, namun Pilgub harus dilanjutkan dengan Pemilu seri kedua.

Suasana tidak semakin memihak kepada Pak Ahok, ini terutama setelah ucapannya yang dianggap kontroversial oleh lawan-lawannya itu berujung pada dilaporkannya kepada pihak yang berwajib. Terlebih lagi setelah keluarnya Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang mengkatagorikan bahwa, apa yang telah diucapkan Pak Ahok di Kepulauan Seribu merupakan suatu bentuk Penistaan terhadap Agama Islam.

BAGAI PERANG BARATAYUDA

Peristiwa di atas menjadikan suasana politik di tanah air khususnya di DKI dan sekitarnya menjadi panas sekali. Demonstrasi yang tadinya tidak memiliki landasan kuat menjadi memiliki dukungan dari fatwa MUI sebagai pengesahan  legalitas atas tuntutan pihak-pihak yang menentang Pak Ahok. Isu-isu Agama dan Ras semakin memuncak.  Tidak jarang seorang tokoh dengan sengaja merendahkan asal-usul ras dari Pak Ahok. Perlawanan dari pendukung Pak Ahok juga tidak kalah sengitnya didalam membela Pak Ahok. Para ahli dan cendikiawan dari kedua kubu saling melontarkan serangan atau pembelaan terhadap Pak Ahok ataupun lawan-lawannya.  Seandainya diibaratkan, maka persiteruan di Media Sosial (Medsos) layak diberi gelar Perang Barata Yuda ala Pilkada DKI di Medsos.

Tak akan terhindarkan lagi adanya godaan bagi banyak pihak. Orang yang tadinya pendiam atau pasif dan susah ditebak turut pula angkat bicara. Apalagi mereka yang sudah biasa aktip di Medsos, mereka seperti tidak akan ada kehidupan apabila belum melihat suasana berita dan atau Medsos setiap harinya. Mereka seolah-olah merasa diinjak-injak oleh pihak seberang apabila tidak memberikan komentar atau serangan balik di Medsos terhadap setiap berita yang berkenaan dengan perkembangan persiteruan antara dua kubu Pilkada DKI ini.

Persiteruan ini tidak dapat menghindari lahirnya idola-idola baru (new idols).  Orang yang tadinya bukan siapa-siapa mendadak menjadi terkenal karena status di Medsosnya menjadi terkenal atau viral. Meraka yang tadinya tidak dikenal mendadak menjadi idola baru karena suaranya telah memberikan semangat atau sedang menohok pihak lawan.

Bully dan olok-olok sudah menjadi suatu kebiasaan yang dianggap normal didalam menjatuhkan pihak lawan. Kawan yang tadinya seperti anak manis mendadak menjadi  sosok  yang harus dibenci bahkan dimusuhi karena perbedaaan dukungan Calon Pimpinan saja. Grup Medsos yang tadinya seperti air tenang tiba-tiba beriak bahkan sampai left atau di-unfriend  dikarenakan perbedaan dukungan. Bahkan pada puncaknya tidak jarang bukan benar atau salah yang dibela melainkan sosok siapa yang harus dibela tidak memperdulikan apapun yang dikatakan oleh yang didukung. Akhirnya pengkultusan terhadap tokoh yang diidolakan secara tersembunyi telah terjadi. Dengan demikian mata hati dan pikiran tidak lagi dipakai sebagaimana seharusnya. Yang penting tokohku tidak layak untuk disalahkan, dan "dia" harus menang apapun caranya dan resikonya.

SIAPAKAH KITA?

Perang di Medsos seolah semakin seru, saling jatuh-menjatuhkan pihak lawan dari berbagai penjuru tidak dapat dihindari lagi. Semua yang terlibat semakin terbuai, sehingga lupa handai tolan yang telah lama bersaamaan. Demikian pula pujian atau sanjungan kepada yang didukung juga silih berganti didalam mempertahankan yang didukung. Semua yang terlibat semakin terbuai dan menjadi lupa diri karena asyiknya didalam pertempuran di Medsos. Dan dengan adanya persiteruan itu terkadang akan membawa diri kita juga ikut terlarut di dalamnya.  Hal ini disebabkan isu Agama, Sosial dan Ras serta Politik tercakup di dalamnya. Perumpamaannya seperti tumbuhan yang tumbuh di atas tanah, ketika banjir datang, maka bagi yang masih tumbuh lemah baik batang ataupun akarnya, mereka akan terhanyut juga. Dan hal ini menyebabkan apa yang tadinya tidak diketahui orang lain tentang pandangan atau kecondongan kita atau seseorang, akan menjadi nampak yang terkadang buram dan terkadang terang benderang. Walaupun penampakan ini bukan berarti tidak akan berubah walaupun adakalanya dan tidak jarang yang permanen.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa reaksi terhadap suatu persoalan terutama yang datang dari bawah sadar sebenarnya dapat membuka, menguak atau menunjukkan identitas diri seseorang, seolah memunculkan "nilai"  asli dari orang tersebut.

Akan tetapi ada bahkan banyak yang melihat persiteruan ini membuat dirinya sendiri tidak dapat menentukan di pihak mana posisinya  harus berpihak. Dia seolah bagai berada di persimpangan jalan. Melihat yang sebelah sisi satunya benar, sebelah sisi lainnya juga benar. Hal ini juga sebagai penunjukan karakter identitas diri dari seseorang diakibatkan oleh kekurang mampuannya didalam melihat dengan jernih persiteruan antara kedua kubu yang sedang berperang, sehingga dia menjadi ragu-ragu. Dia tidak memiliki prinsip untuk berpijak didalam menilai suatu permasalahan yang variannya lebih dari satu (kompleks).

Dari semua itu yang terpenting adalah,  mereka yang sebelumnya tidak teridentifikasi oleh teman di komunitasnya, kini telah diketahui dan bahkan diberi label apakah dia termasuk yang identitasnya serupa dengan teman di Medsosnya atau bahkan bertolak belakang. Teman yang tadinya tidak ada gejolak setelah adanya persiteruan akibat Pilgub DKI menjadi terbelah dua kubu. Bahkan tidak jarang teman yang tadinya suka bersenda gurau di Medsos kini menjadi musush bahkan keluar atau dikeluarkan dari akon kelompok atau akon pribadi di Medsos.

Namun banyak yang lupa mungkin, apakah keadaan setelah persiteruan Pilgub DKI akan masih terus bersiteru tanpa ada kata damai dan tetap bermusuhan? Karena  masing-masing kandidat sebenarnya tujuannya hanya satu, yaitu maju untuk menang dan meraih jabatan yang diperebutkan. Hal ini bukaan karena tanpa alasan, akan tetapi setiap kandidat telah mengeluarkan tenaga, biaya, waktu dan pikiran yang tidak sedikit jumlahnya. Sehingga apabila mengalami kekalahan, maka kerugian-kerugian yang telah dibayar ketika berjuang tidaklah sedikit. Inilah yang mengakibatkan adanya persiteruan yang tidak mengenal batas norma-norma kehidupan bersosial. Bahkan terkadang norma hukumpun diterjang demi untuk memenangkan yang sedang dalam pertarungan. Dan yang dijadikan korban adalah massa yang akan mengikuti Pilgub itu bahkan sampai massa yang berada di luar wilayah DKI ikut juga terpengarus dan bertikai.

Apapun yang telah dan akan terjadi akibat dari Pilgub DKI penulis melihat dari segi positipnya saja, yaitu, semua itu merupakan bagian dari suatu proses didalam mendewasakan Bangsa Indonesia di dalam berdemokrasi. Hal ini dengan catatan, persiteruan di Medsos tidak berlanjut menjadi persiteruan secara nyata yang melibatkan fisik masing-masing untuk menjadi korban. Karena persiteruan fisik akan merugikan siapa saja yang terlibat. Baik kubu yang menang ataupun kubu yang kalah. Semoga apa yang penulis harapkan memang ini yang terjadi, sehingga nantinya menguatkan pondasi komponen bangsa di dalam berdemokrasi. Akan tetapi kini anda sudah dikuak siapa sebenarnya diri anda itu.

End.

Medio Abu Dhabi, 9/6/2017.



Friday, January 31, 2014

URUSAN RESIDENT VISA UAE BAGI YANG GANTI SPONSOR

UMUM

Setiap orang yang ingin membawa keluarga untuk berkunjung atau menetap di UAE harus berurusan dengan kantor immigrasi UAE. Bukan hanya itu yang harus dilakukan, ada beberapa langkah yang harus ditempuh yang harus dilakukan sesuai dengan praktek saat ini. Walaupun terkadang ada beberapa perubahan aturan mendadak terutama dikarenakan alasan tertentu.

Berikut ini akan ditulis bagaimana aku melakukan tentang hal ini. Karena sponsor dari resident visaku harus dipindah dari satu perusahaan ke perusahaan yang lainnya.

MEMBATALKAN RESIDENT VISAKU

Tanggal 15 Desember 2013 aku harus memulai untuk urusan pemindahan resident visaku, ini dikarenakan yang mensponsori aku untuk berdomisili di UAE berpindah dari perusahaan IGG ke Tasneef. Sebenarnya urusannya sudah standard dan aku sudah memahaminya karena pada Oktober 2012 aku sudah pernah melakukannya ketika aku harus pindah kerja yang secara otomatis harus berpindah pula sponsorku dan resident visaku dari ASDB ke IGG.

Untuk merubah resident visaku, aku harus membatalkan semua resident visa orang-orang yang menjadi tanggung jawabku. Ketika itu yang masih menjadi tanggung jawabku adalah istri dan putraku. Jadi aku harus membatalkan resident visa mereka terlebih dahulu sebelum aku membatalkan resident visaku.

Saat ini aku memiliki sedikit masalah untuk resident visa keluargaku, putraku sudah tinggal di Kanada sedangkan resident visanya untuk UAE masih berlaku. Passportnya ia pegang bersamanya di Kanada, sedangkan Emirates IDnya ia tinggal di sini bersamaku. Tetapi fotokopi passportnya aku miliki.

Bagi yang ingin berurusan dengan pihak Kantor Immigrasi UAE, maka itu harus dilakukan secara online melalui Biro Pengetikan. untuk urusan pembatalan resident visa keluargaku aku melakukannya melalui biro pengetikan yang ada di kantor immigrasi Musaffah. Di biro pengetikan akan diminta beberapa dokumen dari masing-masing orang yang akan dibatalkan resident visanya, antara lain:
  • Passport (asli atau salinan) milik yang akan dibatalkan dan sponsornya
  • Kartu Emirates ID yang asli;
  • Terjemahan surat nikah yang sudah disyahkan oleh pihak Kementrian Luar Negeri UAE; dan
  • Uang sebanyak 170 Dirhams untuk biaya membayar biaya pembatalan dan jasa pengetikan.
Kantor biro pengetikan akan mengajukan permohonan secara online, dan bukti permohonannya akan dicetak untuk kemudian dibawa ke Kantor Immigrasi untuk distempel. Stempel itu nantinyabakan membuktikan bahwa proses pembatalan sudah dilakukan oleh pihak Kantor Immigrasi.

Setelah selesai dari kantor pengetikan, dengan berkas bukti cetak pengajuan permohonan pembatalan dari Biro Pengetikan dan ditambah dengan dokumen-dokumen  yang disebutkan di atas aku langsung ke Kantor Immigrasi yang terletak di daerah Moroor Road, tepatnya di Jalan Alsaada atau Jalan Nomer 19. Di Kantor Immigrasi aku masuk dari pintu masuk samping kanan karena pintu utamanya sedang direnovasi. Jika masuk dari pintu utama maka kantor untuk urusan resident visa baik yang baru atau pembatalan adalah di sebelah kiri setelah masuk melalui pintu utama.

Di sana semua orang harus meminta nomor token untuk antri. Nomor token akan diberikan setelah kelengkapan dokumen untuk urusan di immigrasi lolos diperiksa, kalau tidak lolos maka seseorang harus memenuhi persyaratan sebab ditolaknya sebelum mendapatkan token untuk proses berikutnya. Urusanku berjalan lancar, hanya petugas immigrasi meminta Emirates ID dari istri dan putraku untuk ditahan oleh Kantor Immigrasi, dan nampaknya ID mereka tidak dirusak dengan dilubangi untuk dibatalkan, seperti setahun yang lalu, jika resident visa dibatalkan maka Emirates ID juga ikut dibatalkan. Maka sejak tanggal 15 Desember 2013 resident visa istri dan putraku resmi dibatalkan.

Setelah selesai, lalu bukti pembatalan resident visa tersebut di atas bersama Emirates ID-ku, aku serahkan untuk proses pembatalan resident visaku kepada Bagian Personalia di Kantorku. Proses pembatalan resident visaku dilakukan oleh utusan kantor (courier), dan menurut bagian personalia bahwa caranya adalah sama dengan apa yang telah aku lakukan untuk keluargaku. Untuk urusan resident visaku semuanya ditangani oleh perusahaan, aku hanya pergi ke pusat pencegahan penyakit menular untuk pemeriksaan kesehatan dengan cara diambil contoh darahku dan foto rongsen saja. Dan juga harus pergi ke Biro Pengetikan untuk urusan memperbaharui Emirates ID-ku yang tadinya sudah dibatalkan ketika mengurus pembatalan residen visaku.

RESIDENT VISA KELUARGA

Setelah visaku selesai lalu aku mulai melakukan pengurusan resident visa istriku, sedangkan untuk putraku tidak aku urus karena pada bulan April depan dia sudah genap berumur delapanbelas tahun, dimana untuk anak laki-laki dengan umur delapanbelas ke atas tidak diijinkan lagi orang tuanya menjadi sponsor untuk mengurus resident visanya.

Hal yang pertama harus dilakukan untuk ini adalah mengurus entry visit untuk tujuan resident visa. Ada entry visit untuk turis, untuk bisnis dlsb. Dokument yang diperlukan untuk entry visit istriku adalah:
  • Sertifikat gajiku,
  • Surat perjanjian kontrak rumah,
  • Surat terakhir tanda tagihan/pembayaran atau pembayaran listrik dan air,
  • Foto kopy passportku,
  • Terjemahan dalam bahasa Arab Surat Nikah yang disahkan oleh Kementrian Luar Negeri UAE, dan
  • Satu lembar pas foto istriku ukuran passport.

Lalu ke Biro Pengetikan untuk membuat dokumen permohonan guna dikirim dan membayar biaya sebesar 170 Dirham termasuk ongkos pengetikan dan ke immigerasi melalui internet. Selain itu, dokumen surat permohonan yang dicetak dengan dilampiri semua dokumen tersebut di atas dibawa ke Kantor Immigerasi.

Dan dengan cara yang sama mengambil nomor token untuk menunggu giliran dipanggil guna memasukkan dokumen yang dibawa. Nomer token akan diberikan apabila dokumen sudah lolos diperiksa. Setelah dokumen diserahkan ke konter yang memanggil sesuai nomer token, maka entry permit akan jadi setelah dua atau tiga hari lagi.  Kecuali sejak awal ketika di pengetikan meminta cara "proses kilat atau segera", bukan "biasa" dengan tambahan biaya sebesar 100 Dirham, maka entry permit akan selesai pada hari penyerahan dokumen juga.

Stempel entry pada entry visa istriku tertanggal 06/01/2014, lebih dari dua puluh hari dari sejak pembatalan resident visanya, lalu harus menunggu resindent visaku selesai memprosesnya. Setelah menerima entry permit istriku lalu aku ke Pengetikan lagi, tujuan ke Pengetikan kali ini untuk membuat surat permohonan guna meminta stempel entry dari Kantor Immigrasi pada surat entry permit istriku, yaitu pengecapan dengan stempel oleh pihak Kantor Immigerasi dikarenakan istriku tidak meninggalkan atau keluar UAE, dimana stempel ini biasanya gratis jika dilakukan di pintu masuk Bandara bagi orang yang datang ke UAE. Di Pengetikan harus membawa passport asli milik istriku untuk discan. Lalu membayar biaya stemple entry permit sebesar 560 Dirham termasuk biaya jasa pengetikan. Dengan cetakan surat permohonan dari Biro Pengetikan dan dilampiri surat entry permit lalu dimasukkan ke kantor immigrasi lagi, di tempat yang sama dimana surat entry permit dikeluarkan. Kemudian ketika sampai di Kantor Immigrasi mengambil nomor token untuk antri surat entry permit. Setelah surat entry permit distempel lalu sekarang memulai untuk mengurus resident visanya.

Didalam mengurus resident visa dibutuhkan beberapa dokumen tambahan lagi selain pasport asli dan entry permit yang sudah distempel, yaitu:
  • Surat tanda sehat dari Kantor Penanggulangan Penyakit Menular dengan cara melakukan test kesehatan di Pusat Penanggulangan Penyakit Menular,
  • Surat/kartu jaminan asuransi (yang lama bagi istriku),
  • Emirates I'd,
  • Foto kopi passportku, dan
  • Membeli kartu fasilitas delivery dari M-post seharga 15 Dirham, jika pengurusan untuk yang biasa karena pasport setelah ditempeli kartu resident visa akan dikirim melalui M-post, jika tidak maka akan dikenakan biaya tambahan 100 Dirham tetapi pasport dengan kartu resident visa langsung jadi dan pasport dapat diambil saat setelah proses pengurusan resident visa selesai. Aku memilih cara biasa, dengan membeli jasa pengiriman M-post.
Untuk mengurus surat tanda sehat harus membawa surat entry permit yang sudah di stemple oleh pihak Immigrasi, pasport asli yang bersangkutan serta uang sebesar 250 Dirham untuk biaya pemeriksaan. Jika hasil pemeriksaan ingin diselebsaikan dengan segera pada hari itu juga maka ada tambahan biaya yang harus dibayai yaitu sebesar 100 Dirham. Hasil dari test kesehatan dengan cara biasa akan dikeluarkan setelah dua hari kemudian, sedangkan yang segera dapat diambil pada hari pengetesan.

Pada test kesehatan akan diambil darah sekitar 200 mililiter (cc) dan difoto rongsen. Biasanya apabila yang bersangkutan ada indikasi terkena penyakit menular seperti hepatitis, lepra, AIDS, HIV atau TBC akan dinyatakan tidak lulus dan yang bersangkutan akan ditolak untuk membuat surat resident visa, artinya yang bersangkutan harus keluar dari UAE.

Untuk Emirates ID terlebih dahulu harus meminta surat pengesahan IDnya dari Kantor Pusat Emirates ID di dekat stasiun bis Alwahda Mall. Ke sana harus membawa foto kopi Emirates ID lama, foto kopi passport yang bersangkutan dan surat entry permit yang sudah disetempel. Di Kantor itu caranya sama yaitu mengambil tiket token melalui resepsionis yang terlebih dahulu resepsionis akan memeriksa kelengkapan dokumen untuk meminta surat pengesahan Emirates ID. Setelah surat pengesahan didapat lalu kembali ke Biro Pengetikan lagi untuk membuat surat permohonan pembuatan Emirates ID yang pada umumnya untuk jangka waktu selama 3 tahun melalui online, yaitu dengan membawa juga pasport asli yang bersangkutan dan uang biaya sebesar 360 Dirham termasuk biaya pengetikan. Permohonan akan disetujui oleh pihak Kantor Emirates ID sesaat setelah sepuluh menitan saat itu juga, lalu setelahnya surat permohonan yang sudah disetujui akan dicetak. Pada surat permohonan yang sudah dicetak akan ada indikasi tentang status dari permohonan Emirates ID seseorang. Yaitu tentang langkah berikutnya apakah masih dalam proses untuk menunggu sampai kartu asli dikeluarkan, atau ada langkah lain yang harus dilakukan.

Kini semua surat persyaratan untuk pengurusan resident visa istriku sudah siap, sudah saatnya untuk aku serahkan ke Kantor Immigrasi. Seperti biasanya aku harus mengambil karcis token, lalu menunggu giliran. Ketika giliranku tiba maka aku langsung mendatangi konter tempat nomor tokenku dipanggil. Semua dokumen yang aku bawa untuk pengurusan resident visa istriku aku serahkan kecuali kartu tanda pengiriman untuk M-post yang biasanya diminta setelah pemeriksaan selesai. Ketika selesai surat-suratku diperiksa maka petugas konter tidak mengatakan apapun walaupun aku menunggunya, dia langsung mencetak kartu resident visa istriku dan menempelkannya di dalam passport istriku. Sejenak kemudian petugas konter di hadapanku langsung menyerahkan kembali pasport istriku sambil mengatakan, "Finish!". Lalu aku menjawabnya dengan nada keheranan, "Realy?", dan aku langsung menilgalkannya setelah dia mengatakan, "Yes", sambil aku berfikir bahwa aku membuat permohonan yang biasa tetapi aku diberi yang segera. Setelah aku fikir sejenak, aku menyimpulkan bahwa, semuanya sudah dilakukan, tidak mungkin aku membayar biaya tambahan untuk pengurusan kilat kepada pihak Immigrasi karena pembayaran harus dilakukan melalui Biro Pengetikan, dan lagi, ini bukan kesalahanku karena aku tidak memesan dengan cara kilat tetapi mereka sudah melayani aku secara kilat. Kini istriku sudah memiliki resident visa selama tiga tahun dari tanggal 16/01/2014.

End.

Abu dhabi, medeo 31/01/2014

Saturday, January 11, 2014

MELAWAN KEKERASAN

UMUM

Tulisan ini dibuat karena terinspirasi dari ceramah Agama Islam yang diberikan oleh Bapak Dr. Alwi Sihab, bekas Mentri Luar Negri RI di Kabinet masa pemerintahan Bapak Abdurrahman Wahid, Presiden RI, suatu ceramah yang diselenggarakan oleh Keluarga Masyarakat Muslim Indonesia (KMMI) Abu Dhabi di Kantor KBRI Abu Dhabi. Beliau membahas utamanya tentang kekerasan antar ummat beragama di Indonesia.

Melihat terjadinya suatu kekerasan dengan mengatasnamakan  keyakinan merupakan sesuatu yang sudah tidak asing lagi, bahkan bagi sebagian masyarakat internasional sekalipun. Suatu kebenaran mutlak atas dasar keyakinan yang memicu terjadinya tindak kekerasan merupakan fenomena lama, mungkin sama lamanya dengan lahirnya peradabannya manusia itu sendiri. Bahkan fenomena in menurut hemat penulis akan terus berlangsung selama eksistensi manusia di muka bumi ini masih ada.

Yang menarik pada keadaan ini dikarenakan kejadian-kejadian ini sudah sering terjadi di era moderen ini, dimana hampir semua orang sudah mengetahui bahwa penyelesaian masalah dengan jalan kekerasan yang ditangani sendiri akan merugikan semua pihak, baik bagi si pelaku ataupun si korban. Dan juga, di Indonesia, banyak kejadiannya tidak pernah tuntas untuk membawa para pelaku kekerasan sampai ke pengadilan. Hal ini yang mendasari ditulisnya tulisan ini. Jika tipe kekerasan ini akan terus terjadi, maka kejadiannya akan meluas serta memungkinkan untuk tidak dapat dikendalikan.

LATAR BELAKANG SEJARAH

Adanya tindak kekerasan berdasarkan suatu keyakinan bisa disimak dari beberapa peristiwa. Mulai dari peristiwa cerita-cerita yang tertulis di dalam kitab-kitab suci dari beberapa agama, cerita-cerita lama dari masyarakat, sampai dengan kisah sesungguhnya dari orang yang masih hidup ketika menyaksinkan kejadian peristiwanya, yaitu  kejadian-kejadian yang pernah terjadi dalam kurun waktu setelah Perang Dunia Kedua.

Di Indonesia kejadian yang paling dapat dicatat adalah beberapa kekerasan yang terjadi setelah Indonesia merdeka, mulai dari kekerasan yang dilakukan oleh pemberontak PKI karena makar terhadap Pemerintahan Presiden Sukarno dan kekerasan setelah Presiden Sukarno turun oleh rezim Orba terhadap anggota Partai Komunis Indonesia (PKI) dan partisipannya baik partisipan secara langsung atau tidak atau orang yang dianggap atau dilaporkan sebagai seseorang yang berhubungan dengan PKI, kekerasan antara ummat yang berbeda agama, dan kekerasan antar ummat seagama tetapi berbeda Mahzab atau berbeda Sekte serta kekerasan antar golongan lainnya.

Di sini tidak akan ditulis satu persatu tentang kekerasan yang telah terjadi, karena ini bukan tujuan utama dari tulisan ini, tetapi adanya masalah ini disinggung hanya untuk memunculkan wacana bahwa kekerasan yang mengatasnamakan keyakinan sebenarnya sudah ada sejak lama, bahkan bisa dikatakan sejak budaya manusia itu mulai dikenal dan dipakai sebagai kebiasaan hidup untuk menyusun suatu masyarakat yang bersosial sesuai dengan jamannya.

Yang lebih menarik sebenarnya didalam mengungkapkan semua itu adalah bagaimana kekerasan itu dapat di redam, dicegah serta dikurangi atau dihilangkan samasekali.

KEKERASAN MASYARAKAT

Kekerasan yang dilakukan oleh individu atau kelompok tertentu biasanya terjadi apabila si pelaku kekerasan merasa (atau kalau dibiarkan akan berpotensi merasa) dirugikan oleh yang lain, yang mana untuk mengambil kembali kerugiannya ini si pelaku harus melakukan tindakan tertentu dengan tujuan menghukum, merusak ataupun melenyapkan yang dianggap merugikan. Tindakan ini bisa dilakukan oleh dirinya sendiri atau bahkan dengan meminta pertolongan dari yang lain yang memiliki satu kepentingan yang sama. Ketika pertolongan dari yang lain (yang berwajib, keluarga, kawan dlsb) tidak bisa diharapkan, maka dia harus melakukannya sendiri jika itu dipandang mampu.

Demikian juga untuk kekerasan yang dilakukan oleh sekelompok massa, hal ini sebenarnya memiliki konsep yang sama dengan apa yang dilakukan oleh perorangan, akan tetapi didalam mengukur tentang kemampuan diri suatu golongan massa untuk melakukan tindakan penghakiman, pada umumnya mereka akan sangat memperhatikan apabila jumlah massa golongannya sendiri jauh lebih banyak daripada jumlah massa yang akan ditindaki atau dihakimi. Ini karena dengan jumlah yang jauh lebih banyak mereka percaya diri bahwa tindakannya tidak memerlukan bantuan pihak lain. Dengan kata lain mereka akan merasa percaya diri bahwa tindakan yang akan dilakukan untuk mengembalikan kerugian yang telah hilang oleh pihak uang akan dihakimi, akan berhasil. Hal ini biasanya terjadi pada suatu golongan mayoritas sedang menghakimi golongan minoritas.

MENGURANGI KEKERASAN

Kekerasan yang dilakukan oleh individu maupun oleh kelompok massa merupakan suatu tindakan yang menyalahi aturan pada tatanan kehidupan bermasyarakat, dimana untuk mengendalikan hal yang demikian adalah dengan dibuat suatu peraturan yang berlaku, mengikat dan bisa diterima oleh semua pihak, dan peraturan itu harus diikuti dan dilaksanakan oleh seluruh komponen masyarakat tersebut. Apabila ada komponen masyarakat yang melanggar peraturan yang berlaku, adalah tanggung jawab seluruh anggota masyarakat itu untuk memastikan bahwa si pelanggar mendapatkan hukuman pertanggung jawaban.

Jadi, seperti difinisi tentang hukuman, merupakan suatu cara untuk membuat suatu aturan agar dipatuhi bahkan aturan itu dibuat untuk tidak dilanggar.

Kekerasan sebenarnya sebagai suatu penyakit di tengah-tengah masyarakat, yaitu penyakit penyakit menular yang bisa menjangkiti setiap anggota masyarakat, apabila dibiarkan tidak ada penanganan akan menjadi wabah.

Secara prinsip untuk membasmi adanya wabah penyakit minimum harus ada dua macam hal yang harus dilakukan, yaitu, pencegahan dan pengobatan.

PENCEGAHAN

Didalam melakukan suatu pencegahan terhadap mewabahnya suatu penyakit, ada beberapa langkah/tindakan yang bisa dilakukan antara lain;
  • Memberikan vaksinasi yang sesuai. Sama halnya untuk menangani wabah kekerasan di masyarakat, yaitu memberikan vaksinasi berupa; penyuluhan kepada anggota masyarakat tentang bagaimana bahaya penyakit yang sedang mewabah, tindakan yang harus dilakukan jika mendapatlan gejala-gejala tertentu sesuai gejala awal penyakit itu, dan membersihkan lingkungan, cara hidup sehat yang berhubungan dengan penyakit yang sedang mewabah;
  • Mempermudah dan meningkatkan taraf pendidikan dari masyarakat;
  • Memberikan jalan masuk kepada masyarakat tentang  berbsgai informasi terutama yang berhubungan dengan perbedaan di dalam hidup bermasyarakat.
Apabila kekerasan sedang terjadi, maka merupakan kewajiban dari anggota masyarakat untuk tidak menyentuhnya karena jika demikian akan bisa berakibat anggota masyarakat yang menyentuhnya akan tertular penyakit kekerasan itu juga.  Untuk itu masyarakat harus memanggil orang-orang khusus yang memang sudah dipersiapkan dalam menangani masalah penyakit di masyarakat seperti; menyelesaikan perbedaan, sengketa atupun perlakuan tidak wajar dari yang lain dengan melaporkan semua itu kepada penegak hukum yang ada.

PENGOBATAN

 Pengobatan merupakan cara untuk menyembuhkan seseorang yang sedang menderita penyakit. Adapun cara pengobatan dapat dibagi menjadi beberapa seperti berikut; 
  • Menganalisa penyakit yang diderita; dilakukan dokter khusus untuk penyakit yang diderita, dan dengan fasilitas laboratoriun rumah sakit atau laboratorium luar. Artinya si penderita harus dibawa ke tempat yang seharusnya untuk dilakukan analisa tentang penyakit yang diderita agar dapat dirawat dan diobati dengan cara dan obat yang tepat. Hal ini sama halnya dengan orang yang sudah terwabah penyakit yang menyebabkan seseorang melakukan kekerasan, maka orang tersebut harus dipaksa dengan cara ditangkap, diadili (dianalisa penyakitnya) untuk menentukan keterlibatannya sehingga dapat ditentukan tentang perlakuan hukum yang mana yang sesuai dengan tindakan yang telah dilakukan.
  • Mengobati; setelah penyakit penderita ditemukan maka akan memudahkan bagi seorang dokter untuk menentukan langkah langkah penyembuhannya. Adapun bagi penyakit yang sudah akut dan sudah tidak ada lagi cara medis yang dapat menangani penyembuhannya, maka untuk mencegah penyakitnya agar tidak menular dengan memberi perlakukan orang tersebut dengan karantina. Hal demikian juga yang harus dilakukan bagi seseorang yang melakukan kekerasan (baca terkena penyakit masyarakat), maka pengobatan dengan memberikan hukuman yang sesuai secara tegas merupakan cara yang paling ampuh untuk menyembuhkan aksinya agar di kemudian hari tidak diulanginya lagi. Kalupun kekerasan yang telah dilakukan demikian besar (parah) dan atau keberadannya di tengah masyarakat akan mengakibatkan orang lain terpengaruh, sehingga hukuman kurungan penjara dalam waktu tertentu masih kurang adil, maka pelaksanaan hukuman kurungan penjara seumur hidup bisa dilaksanakan, bahkan hukuman mati sekalipun bisa dilaksanakan apabila cara ini dapat menyelamatkan orang-orang baik lainnya.

KESIMPULAN

Kesimpulan yang dapat ditarik untuk menghadapi kekerasan agar tidak terjadi secara berulang-ulang adalah dengan cara; 
  • Pencegahan; melalui pemberian pendidikan, atau pemberian informasi yang benar, sehingga masyarakat sadar bahwa dengan melakukan kekerasan sesungguhnya bukan saja yang teraniaya yang dirugikan, akan tetapi juga termasuk dirinya sendiri dan lingkungannya; dan 
  • Pengobatan, yaitu dengan menindak dengan cara yang tegas melalui penangkapan, dibawa ke pengadilan, lalu dihukum sesuai dengan kesalahan yang telah diperbuat, tidak pandang bulu.
End.

Abu Dhabi, medeo 11/01/2014.

Wednesday, February 20, 2013

Service Mobil CRV

Service Mobil CRV

Aku baru ingat tentang minyak pelumas/oli mobil CRV-ku, apakah harus diganti atau tidak. Kilometer sudah menunjukkan 74000an  lebih. buku servis ada di dalam kotak kanan depan kursi penumpang. Catatan servis terakhir dari pemilik lama adalah 68000an kilometer, jadi sudah sekitar 6000 km jalan belum pernah ganti oli, 1000 km terlampaui, terlambat pergantian oli dari yang seharusnya, 5000 km jalan. 

Aku coba memeriksa buku servis, nomor telepon bengkel resmi Honda yang tercatat di situ, juga ada nomor telepon tall free. Aku hubungi bengkel/workshop resmi Honda Musaffah, Telepon beberapa kali tidak ada yg menjawab. Aku telepon tall free, dijawab oleh mesin penjawab otomatis agar aku menghubungi tall free yg lain karena yg inii untuk emergency saja. Aku hubungi saja nomer itu suara seorang perempuan menanyai keperluanku setelah mengatakan "this is Honda Workshop". Setelah aku katakan maksudku lalu ia memberi beberapa jadwal kosong yang belum dipilih oleh orang lain untuk waktu servis yang ada, dan aku memilih hari Sabtu tgl 12 January, 2013 pukul 11;45 siang sebagai hari servis mobil CRV-ku. 

Ketika tiba pada hari aku ada janji untuk servise mobil CRV-ku. Aku harus mengetahui letak bengkel resmi Honda Musaffah yang nanti akan aku tuju. Aku coba menghubingi workshop lewat nomer telepon yang aku catat ketika aku membuat janji service dulu. Tak ada jawaban walaupun dihubungi beberapa kali kecuali auto answering machine saja. Aku coba tall free saja, ada jawaban dengan bahasa inggris ala orang Arab. Setelah aku katakan madsudku, aku ditanya apakah aku mengetahui tentang exit pertama di Musaffah?, aku jawab mengetahuinya karena aku selama lima tahun bekerja di Abu Dhabi Shipbuilding (ADSB) yang terletak di Musaffah, jadi selama lima hari dalam seminggu aku selalu melewati yang namanya jalan exit yang aku bayangkan. Si wanita dalam telepon memberitau aku agar setelah jalan exit. Lalu aku dianjurkan untuk terus lurus saja sampai jalan lingkar ke tiga lalu belok kiri. Setelah belok kiri lalu aku dianjurkan langsung masuk ke kanan begitu ada belok kanan pertama. Aku paham betul dengan apa yang
dianjurkan wanita dalam telepon itu, lalu aku langsung menuju ke Musaffah dari rumah khalifa City A.

Sesampainya di Musaffah pada lokasi sesuai arahan wanita dalam telepon, aku tidak menemukan bengkel Honda dimaksud. Aku tanya pada orang ketika aku berhenti hampir di ujung jalan tempat sesuai petunjuk dalam telepon tadi. Maka aku
ditunjukkan kembali lalu ke kanan dan ke kiri pada roundabout pertama dan ke kanan lagi pada jalan masuk pertama. Setelahnya lurus saja maka aku akan mendapati bengkel Honda dimaksud.

Ketika sampai di jalan yang ditunjuki lelaki tadi aku tidak menemukan bengkel Honda kecuali showroom Mersedes, Akai dan Hyundai. Aku pikir pasti orang tadi menyangka bahwa aku mencari bengkel Hyundai. 

Aku putuskan masuk parkir showroom Hyundai saja. Lalu aku bertanya pada penjaga showroom. Aku dianjurkan untuk menuju
tempat dekat dengan kator pusat Mercedes dan U-turn di ujung jalan, setelahnya sebelah kanan akan ada showroom Honda. 

Aku menuju ke tempat yang ditunjuki oleh orang dari Hyundai showroom. Akhirnya aku temukan showroom Honda. Inilah bengkel yang aku cari dari tadi. Aku tengak dari dalam mobil di belakang showroom ada semacam gudang. Aku bilang ah.. itu bengkel Honda yang menjadi satu dengan showroom. Aku ambil buku satatan service mobil lalu aku masuk showroom dengan perasaan marah teleponnya tidak ada yang menjawab. Resepsionis wanita memberitahuku bahwa bengkel resmi Honda bukan di situ, lalu aku diberi secarik kertas berisi map lokasi bengkel resmi Honda. Ia menyesali aku datang ke sana lalu aku bilang dengan nada agak emosi bahwa 'fracking workshop did not pick up my many many call'. Lalu aku menuju ke tempat sesuai map dimana lokasinya sudah aku kenal. Begitu sampai di depan meja resepsionis aku mengatakan betapa telepon tidak ada yang menjawab beberapa kali aku lakukan. Dia mengatakan bahwa dia tidak sempat menjawab telepon karena sibuk sekali melayani tamu yang datang. Rupanya si resepsionis bertugas menjawab telepon yang datang dan juga menerima tamu yang datang dengan apoitment setiap hari. Lalu setelah jadwal janji servis ia lihat di dalam daftar, kemudian ia membuka komputer dan mengetik sesuatu. Kemudian aku dipersilahkan menunggu selama kira-kira tigapuluh menit, begitu si resepsionis katakan.

Dalam masa tunggu tiba-tiba aku teringat pada wanita pertama berbahasa Ingris logat Arab yang memberiku petunjuk jalan. Setelah aku ingat kembali kemungkinan ia benar memberi aku petunjuk. Tetapi yang dimaksud exit adalah jalan exit dari Musaffah Road bukan jalan exit di dalam Musaffah Indurtrial Area.

Aku dipanggil setelah menunggu sekitar 20 menit. Pelayan mengatakan bahwa biaya ganti oli, periksa rem, suspensi, mesin adalah 525 Dhs. "Wah, kok mahal", begitu pikirku. Aku perkirakan sebelumnya hanya 200san Dhm saja. 

Supervisornya mengecek mobil yang aku parkir dekat jalan di depan bengkel. Ia memastikan mencatat semua tampak luar dan dalam mobil sebelum dimasukkan bengkel. Dalam pengecekan aku tanyakan jenis oli yang dipakai, ia bilang mereknya Shell an typenya W40/15. Oli type itu biasa dipakai untuk daerah tropis. 

Ketika kembali ke meja kerjanya ia mengatakan bahwa mobilku akan selesai pukul 4 sore. Aku bilang 'wow, kok lama sekali, padahal sekarang baru pukul 12:30'. Ia mengatakan karena mulai pukul 1 siang sampai pukul 2 semua staff akan istirahat makan siang. Kemudian ia menganjurkan aku berjalan jalan dulu kemudian kembali lagi. Aku mengatakan bahwa aku tidak memiliki rencana kemana-mana, dan aku akan menunggu saja di sini. Lalu ia berjanji akan mempercepat pekerjaannya dengan melakukan sesuatu, begitu janjinya. 

Suasana sudah mulai membosankan. Acara National Geography Abu Dhabi di TV yang menyiarkan kehidupan kera-kera di salah satu kota di India sudah selesai. Aku coba melihat sekeliling. Aku lihat kaca spion dengan kamera dipajang di dalam kaca pajangan. Aku jadi teringat striku yang selalu merasa kesulitan memparkir mobil mundur danTanwin, anakku yang selalu menganjurkan agar membeli mobil dengan kamera parkir. .Aku tanyakan pada supervisor reparasi mobilku bahwa pemasangan dan harga barangnya adalah 1999 Dhm dan bisa selesai hari ini juga. Aku hubungi Istriku menanyakan kalau ingin melengkapi mobil CRV dengan kamera yang bisa merekam gambar ke arah belang untuk parkir mundur. Setelah aku beritau biayanya, maka ia menolaknya.

Aku lihat ke arah belakang dekat toilet, ada orang sedang memegang cangkir gabus kosong sambil menelepon.. Aku mencoba menghampiri sambil mengingat seseorang tadi yang duduk di sebelahku membawa kopi panas dalam cangkir gabus. Tidak salah ternyata ada mesin pembuat kopi merek nescafee. Lalu aku mengambil cangkir gabus dan memijit tombol yang bertuliskan dengan arti, "kopi campur coklat". 

Aku tanyakan ke supervisor yang baru duduk di depan meja kerjanya. Ia bilang kalau mobilku mulai dikerjakan. Sekitar pukul 2:35 mobil keluar bengkel reparasi menuju tempat pencucian., Lalu si supervisor mengatakan bahwa sekitar 14 menit lagi mobilku akan selesai. 

Jam sudah menunjukkan pukul 3 sore. Perut terasa lapar tapi mobil belum selesai juga, aku belum sholat duhur lagi. Di sekitar aku lihat dan nampaknya tidak ada tempat untuk sholat. Aku akan menjamak saja nanti di rumah jika aku kehabisan waktu di sini, begitu benakku berbicara. Supervisor bengkel memanggilku lalu memberi aku secarik kertas dan menunjuk tempat kasa agar aku membayar tagihan biaya service. Setelah aku membayarnya kemudian aku diberi dua carik kertas, satu bukti pembayaran dan satu lagi kertas untuk mengambil kunci mobil di bilik keamanan pintu gerbang bengkel. 

Pukul 3;15 aku keluar bengkel Honda Musaffah pulang ke rumah di Khalifa City A, dan aku langsung sholat Dhuhur dengan sisa waktu yang sudah sampai di ujung menuju waktu sholat Ashar. Di dalam perjalanan sempat aku berpikir, bahwa mengganti oli bukanlah pekerjaan yang susah, mengapa aku harus menggantinya di bengkel resmi Honda?, toh di bengkel lain biaya itu bisa dipakai sebanyak tiga kali ganti oli, dan kemungkinan masih ada sisa uang kembalinya. 

END.

Saturday, July 21, 2012

Apa Beda Puasa Di Sini Dan Di Sana?

Pendahuluan

Aku teringat tadi ketika mengikuti kegiatan awal Ramadan di KBRI tahun ini, setelah berbuka bersama sempat diwawancarai oleh reporter dari Trans-TV. Pertanyaannya sederhana tetapi karena aku tidak terlalu siap dan tidak pernah berada di depan kamera TV, maka jawaban yang telah diberikan tidak terlalu mengena. Pertanyaan sederhana itu ialah, "Beda pak ya, berpuasa di sini dibanding dengan berpuasa di Indonesia?". Seharusnya saya menjawabnya dengan jawaban sebagai berikut:

Jawabannya bisa, "Ya", dan bisa juga, "Tidak" (sedikit diplomatis). Jawaban, "Ya" lebih menarik daripada jawaban, "Tidak". Mengapa begitu?. Mari kita simak bersama-sama dari jawaban yang telah aku katakan terlebih dahulu dimulai dari yang tidak menarik yaitu, "Tidak". Jika jawaban, "Tidak", berarti berpuasa di Indonesia adalah sama dengan berpuasa di UAE. Dan sebaliknya.

Berpuasa Di Indonesia Sama Dengan Berpuasa Di UAE


Kalau puasa itu diibaratkan suatu makanan misalnya daging ayam, maka makanan daging ayam di Indonesia adalah akan sama dengan makanan daging ayam di UAE, sama-sama daging ayamnya tentu kandungan nutrisinya kurang lebih bisa dianggap sama dimanapun itu berada. Artinya berpuasa di Indonesia sama saja dengan berpuasa di UAE, yaitu menahan diri tidak makan dan tidak minum serta melakukan hal lain yang tidak membatalkan puasa mulai dari waktu terbitnya matahari fajar (Imsyak) sampai dengan waktu matahari terbenam (Maghrib). Mereka sama karena sumber referensi berpuasa diambil dari sumber yang sama, yaitu Alqur'an dan Hadist yang sama berhubungan dengan Puasa Ramadan.

Sehingga kalau di UAE memfitnah itu dapat membatalkan puasa, demikian juga di Indonesia. Jika di Indonesia seseorang tidak dapat menahan diri untuk pelampiasan syahwat itu dapat membatalkan puasa seseorang, demikian juga di UAE. Jika di UAE minum dan/atau makan dengan sengaja pada waktu matahari belum tergelincir itu batal, maka di Indonesispun juga sama. Jadi, inilah kesamaan antara berpuasa di Indonesia dibandingkan dengan berpuasa di UAE.

Berpuasa Di Indonesia Tidak Sama Dengan Berpuasa Di UAE


Agar jawaban pertanyaan itu lebih terfokus dan mudah diikuti, maka sebenarnya perbedaan antara berpuasa di Indonesia dibanding dengan berpuasa di UAE pada garis besarnya dapat dibagi menjadi dua bagian karena sebabnya, pertama perbedaan kondisi alam dan kedua perbedaan budaya atau kebiasaan dari kedua tempat.


Bagian pertama perbedaan kondisi alam;









Di UAE pada dasarnya dikenal dua musim yaitu; musim panas dan musim dingin, serta ada yang menambahkan dua musim tambahan selain dua musim yang sudah disebutkan tadi yaitu; musim semi dan musim gugur. Sedangkan di Indonesia juga dikenal dengan dua musim juga yaitu musim kering (panas tropis) dan musim hujan.


Di UAE jika Bulan Ramadan jatuh pada musim panas seperti sekarang ini, maka akan mengakibatkan kesulitan bagi mereka yang berpuasa dan bekerja di luar ruangan yang berhubungan langsung dengan udara luar. Bayangkan, di tempat-tempat berteduh saja hawa panas yang menerpa muka serasa sama dengan ketika muka menerima hawa panas dari kompor untuk memasak. Keadaan itu biasanya terjadi mulai pertenganhan Juli sampai pertengahan September. Pada waktu puncak suhu udara bisa mencapai 49 derajat Celsius, ini biasanya terjadi pada bulan Agustus.




Lebih sulit lagi kalau keadaan kelembaban (humidity) udara sedang tinggi sampai lebih dari 90% dan tidak ada angin. Udara sudah panas lembab dan tidak ada angin, selain terasa panas bagaikan berdiri di depan kompor, sehingga tanpa bergerakpun tubuh akan mengeluarkan keringat dengan sendirinya, apalagi bergerak.


Jadi, bisa dibayangkan bagi orang-orang di UAE yang bekerja di luar ruangan yang badannya terkena sinar matahari secara langsung dengan suhu udara panas melebihi 40 derajat Celsius. Orang-orang demikian kalau masih dapat mempertahankan puasanya, maka mereka sebagai orang yang luar biasa kuat, baik luar maupun dalamnya, atau fisik maupun jiwanya. 'Barangkali' pahala yang didapat akan lebih besar jika dibandingkan dengan orang-orang yang berpuasa tetapi tempat kerjanya selalu berada di dalam ruangan ber-AC.




Pemerintah UAE melarang pekerja melakukan kegiatan kerja di luar ruangan dengan sengatan matahari secara langsung mulai pukul 12:00 sampai dengan pukul 15:30 apabila suhu udara mencapai lebih dari 40 derajat Celsius. Sedangkan di Indonesia suhu udara luar paling panas rata-rata adalah 34 derajat Celsius dengan kelembaban maksimum rata-rata 65%, mungkin perjuangan untuk mempertahankan puasa tidak seberat di UAE.


Lain halnya denga kondisi ruangan-ruangan yang ada di UAE pada umumnya hampir semua ruangan untuk makluk hidup memakai AC, sehingga apakah musim panas ataupun musim dingin suhu udaranya relatif sama dibuat sesegar mungkin.

Jadi, mengakibatkan rasa berpuasa sama saja apakah ketika di musim dingin ataupun ketika di musim panas. Hanya saja durasi waktunya saja yang berbeda, pada umumnya ketika musim dingin durasi waktu berpuasa berkisar rata-rata pada 11 jam, sedangkan pada musim panas berkisar pada 14 jam. Sedangkan di Indonesia berkisar 13 jam.

Karena kondisi alam UAE berpadang pasir, maka apabila tersesat misalnya, maka jangan coba-coba bergerak sampai pertolongan datang, karena berjalan di pasir akan menguras banyak tenaga. Untungnya hampir di sepanjang jalan di UAE ditanami pohon-pohon di bagian tepinya, paling tidak jika mobil mengalami kerusakan pohon-pohon itu bisa dipakai untuk berteduh di bawahnya.

Bagian kedua perbedaan kebiasaan;

Di Indonesia begitu bulan Ramadan datang masyarakatnya langsung merasakan trauma dengan kekhawatiran munculnya perselisihan antara penganut hisab dan penganut rukyat didalam menentukan awal dan akhir Bulan. Bahkan antara sesama penganutnya juga terkadang bertentangan. Di UAE hal itu tidak pernah terjadi karena selama ini Pemerintah UAE mengikuti ketentuan yang ditentukan oleh Saudi Arabia dimana pusat Islam, Makkah berada.


Jadi, apa yang Pemerintah tentukan mengenai waktu bulan Ramadan seluruh penduduknya mengikutinya. Inilah mungkin implementasi dari ayat Alqur'an yang meminta orang-orang beriman agar mentaati Allah dan Rasul, dan Penguasa kalian. Sedangkan di Indonesia walaupun Pemerintah dalam hal ini yang diwakili oleh Menteri Agama telah menentukan sikap dengan suatu keputusan, jika ada organisasi Islam yang tidak terima, maka organisasi tsb. secara terang-terangan akan menolak keputusan Pemerintah yang telah dibuat dan akibatnya pengikut organisasi itu tunduk kepada keputusan organisasi daripada keputusan Pemerintah.


Adapun perbedaan kebiasaan di bulan Ramadan antara kebiasaan di Indonesia dibandingkan dengan kebiasaan di UAE adalah dapat dibagi lagi sesuai dengan kriteria waktu, antara lain;
  1. Diwaktu pagi, hampir seluruh kegiatan akan dimulai sekitar pukul 9:00 pagi. Kalau mengacu pada kantor-kantor Pemerintah maka jam kerja di luar Ramadan yang biasanya dimulai  kebanyakan dimulai pukul 7:00 dan berakhir pada pukul 15:00, di bulan Ramadan dimulai dari pukul 9:00 dan berakhir sampai dengan pukul 14:00. Walaupun untuk kantor-kantor perusahaan swasta bisa diatur sesuai kebijakan perusahaan bersangkutan tetapi pada umumnya durasi jam kerja di bulan Ramadan akan dikurangi. Dan jangan pernah menginginkan menikmati makan pagi di rumah makan bagi yang tidak berpuasa, pasti tidak akan mendapatkannya.
  2. Diwaktu siang, di Indonesia bagi yang tidak berpuasa jika ingin makan siang di rumah makan di luar banyak pilihan rumah makan yang masih tetap buka seperti di luar bulan Ramadan. Di UAE jangan harap mendapatkan hal seperti itu, semua rumah makan akan tutup sampai menjelang waktu berbuka. Karena Pemerintah melarang rumah makan menjual makanan pada waktu puasa (siang hari) untuk menghormati bulan Ramadan. Mereka boleh membukanya sekitar dua setengah jam sebelum waktu berbuka puasa sampai dengan waktu imsyak datang. Bagi mereka yang ingin membeli makanan dan duduk di rumah makan sebelum waktu berbuka tidak diperbolehkan juga menyantapnya sebelum waktu berbuka datang. Juga bagi mereka yang tidak berpuasa di UAE dilarang makan atau minum di tempat-tempat yang dapat dilihat oleh umum, jika ingin makan atau minum misalnya, harus dilakukan secara tersembunyi.
  3. Ketika berbuka puasa, di Indonesia ketika berbuka puasa pada umumnya seseorang harus mengeluarkan koceknya apakah itu makan di rumah ataupun di luar rumah. Bagi seseorang yang ketika waktu berbuka sedang dalam perjalanan maka untuk membatalkannya (makan secukupnya) pada umumnya harus masuk rumah makan, jarang ada fasilitas yang mudah dijangkau yang menyediakan tempat berbuka puasa. Di UAE, hampir di setiap masjid memberikan fasilitas untuk berbuka puasa dengan makan secukupnya, apakah itu makanan dari orang-orang yang tinggal di sekitar masjid ataupun dari Palang Merah UAE. Selain itu Palang Merah UAE juga menyediakan tenda-tenda khusus yang dipasang di tempat-tempat tertentu (bisanya keramaian) yang memang disediakan khusus bagi yang mau berbuka puasa di situ. Banyak juga rumah-rumah orang pribumi di setiap bulan Ramadan menyediakan makanan untuk berbuka dengan cara dibagikan kepada siapa saja untuk dibawa dengan catatan harusmembawa tempat makanan sendiri. Jenis makanan yang disediakan dalam satu paket biasanya berisi kurma, nasi, sayur dan lau-pauk, minuman kaleng air dan juice dan terkadang ada buah, yogut dan labannya juga. Pokoknya lengkap.
  4. Ketika malam, ada beberapa kegiatan yang dilakukan ketika malam Ramadan tiba antara lain;
  • Salat Tarawih; setelah salat Isyak seluruh masjid di UAE mengadakan salat tarawih bersama. Kebanyakan mengambil 20 rakaat salat tarawih ditambah 3 rakaat salat witir. Bagi mereka yang melaksanakan salat tarawih 8 rakaat dan mesjid menyelenggarakan 20 rakaat, setelah rakaat kedelapan selesai mereka langsung minggir untuk melakukan salat witir tersendiri. Di Indonesia salat ini biasanya ada kelompok 20 rakaat ada kelompok 8 rakaat. 
  • Setelah salat tarawih; di UAE setelah salat tarawih selesai tidak ada lagi kegiatan seperti di Indonesia ceramah agama dan/atau tadarusan. Kalaupun ada ceramah agama biasanya pada masjid-masjid tertentu yang sudah ditentukan oleh Pemerintah, juga membaca Alqur'an yang dilakukan oleh seorang qori' dan yang lainnya mendengarkan saja, inipun adanya pada mesjid-mesjid tertentu yang sudah ditentukan dan biasanya bergiliran setiap harinya dari masjid satu ke masjid lainnya. Bagi yang ingin membaca Alqur'an setelah salat tarawih harus dilakukan di luar masjid karena pintu utama masuk ke dalam masjid akan di tutup setelah salat tarawih selesai. Pada malam Ramadan banyak kegiatan pertandingan olahraga diadakan, baik di klub-klub olahraga ataupun di kantor-kantor Pemerintahan. Pertandingannya dimulai setelah salat tarawih sampai dengan waktu sahur tiba sekitar pukul 2:00 dini hari. 
  • Toko-toko di Mall, dan Super Market pada umumnya buka mulai dari pagi pukul 10:00 sampai dengan pukul 17:00 kemudian dibuka kembali dari puluk 20:30 sampaidengan pukul 2 dini hari, walaupun ada yang buka secara nonstop dari pukul 10:00 sampai dengan tengah malam, dan Restoran umumnya buka dari sore hingga pukul 2:00 dini hari. Sedangkan di Indonesia keadaan pada umumnya seperti pada waktu di luar bulan Ramadan.
End

Wednesday, June 20, 2012

Apa Arti Sebuah Nama?


Setiap sesuatu di dunia ini dipastikan akan mempunyai nama. Sesuatu yang baru saja ditemukan akan juga diberinya nama. Yang lebih khusus lagi adalah manusia, setiap anak manusia yang terlahir ke dunia akan diberi nama. Mengapa ini diberi kata khusus di situ, karena bagi hewan atau tumbuhan yang 'terlahir' ke dunia mereka tidak pernah diberi/memiliki nama kecuali penyebutan jenisnya saja. Sebagai contoh, kucing berbulu tiga warna melahirkan empat bayi kucing, semua anak-anak kucing itu disebut anak kucing dan ketika besar nanti akan dipanggil kucing, demikian pula tumbuhan, mereka kebanyakan hanya dipanggil sesuai jenisnya saja, misalnya mangga, asam, jati, dll. Lain halnya dengan manusia, tidak ada seseorang yang terlahir tetap dipanggil atau bernama bayi, tidak ada manusia yang hanya dipanggil negro atau bule atau manusia saja. Semua manusia pasti memiliki nama khusus tersendiri oleh orang tuanya yang diberikan sejak mereka dilahirkan ke dunia.

Ada yang berpendapat bahwa pemberian nama untuk seorang anak manusia agar diambil dari kata yang memiliki arti atau tujuan yang baik tujuannya agar kelak mereka akan menjadi orang yang baik pula atau jika nama si anak merupakan tiruan dari nama seseorang yang pernah hidup baik, pahlawan misalnya nanti ketika dewasa diharapkan anak tersebut menjadi tiaruan sang penyandang nama itu. Itu tidak berlebihan tetapi bagaimanakah dengan mereka yang memiliki nama baik sedang ada di penjara karena kejahatan yang mereka lakukan? Bagaimanakah dengan mereka yang selalu meresahkan di lingkungan mereka berada? Tidakkah mereka memiliki nama-nama dengan arti yang baik pula? Tidakkah mereka memiliki nama-nama tiruan dari orang-orang sukses/baik terdahulu? Jikalau memang jawaban dari kedua pertanyaan teraknir adalah 'ya' lalu pertanyaan berikutnya adalah; apa sebenarnya arti pemberian sebuah nama? Sudah benarkah konsep yang kita yakini selama ini dengan memberi nama anak-anak kita dengan arti/tujuan yang baik? Atau kita dapat memberi nama apa saja terhadap anak kita toh tentang apa jadinya nanti bukan tergantung dari nama yang disandang. Jika demikian, lalu bagaimana dengan mereka yang mempunyai nama yang baik lalu menjadi orang sukses dan/atau baik atau mereka yang menjadi pahlawan dari semua itu memiliki nama dengan arti yang baik pula?

Karena manusia adalah makhluk hidup berakal. Karena manusia adalah makhluk hidup yang mempunyai dua sifat baik dan buruk. Karena manusia memiliki hawa nafsu yang bisa dikendalikan dimana semua itu kemunculannya tergantung dari bagaimana proses mereka tumbuh berkembang. Bagaimana proses pembentukan mereka menjadi dewasa, dimana setiap proses memerlukan suatu input atau masukan. Apabila data masukannya jelek maka outputnya akan juga mempunyai kemungkinan besar jelek pula demikian sebaliknya. Kembali kepada nama juga demikian. Nama merupakan salah satu variabel input dari sejumlah input-input lainnya ketika seseorang belum dewasa, meskipun peranannya kecil namun perlu diingat bahwa sekecil apapun input suatu data mutu data akan mempengaruhi mutu outputnya. Sehingga pemberian nama yang baik maka akan memberikan pengaruh pada manusia kelak ketika seseorang menjadi dewasa.

Saturday, December 31, 2011

Falsafah-falsafah Baru oleh Mr. Q

Tentang Cinta;

"Cinta pada kekasih tidak ada yang abadi, yang abadi adalah kenangannya". oleh Nasuki, September 2011


Keterangan;

Banyak orang mempercayai bahwa cinta dengan kekasih merupakan cinta yang abadi, anggapan itu merupakan anggapan yang tidak tepat, anggapan ini akan menyebabkan seseorang terlena akan 'cinta'. Yang paling terasa apabila ini dibuktikan dengan bukti-bukti berikut ini;

1. Cinta yang besar putus ditengah jalan.

Sungguh bagi seseorang yang sedang dimabuk cinta, sebut saja cinta pertama, putus cinta merupakan suatu bencana hidup yang dapat terasakan sampai yang paling menghancurkan. Terkadang si korban sampai menghilangkan nyawa si lawan yang dicinta, atau bahkan menghilangkan nyawanya sendiri. Namun ada pula yang tetap termenung dalam waktu yang lama memikirkan si dia yang telah meninggalkannya.

Yang akan menjadi jawaban bahwa perasaan cinta itu tidak abadi adalah yang terjadi pada kondisi yang terakhir diatas. Seseorang setelah putus cinta suatu saat mendapatkan pasangan pengganti, sebutlah cinta kedua dengan kenyataan hidup yang ada, maka sampailah pada suatu kesepakatan bahwa hubungannya akan dilanjutkan sampai ke pelaminan. Selang beberapa waktu mereka mempunyai keturunan dan hidup manis layaknya satu keluarga yang kokoh.

Biasanya seseorang yang pernah mencintai orang lain tentu mempunyai suatu kenangan manis yang tidak bisa dilupakan, katakanlah kenangan itu adalah tersangkut pada hal-hal tertentu misalnya pada sebuah lagu. Suatu kenangan apabila ada peristiwa serupa akan mengakibatkan si dia dari cinta pertama (yang lalu) akan terbayang walaupun kenyataannya sekarang sudah berkeluarga anak-beranak akantetapi tetap saja bayangan si dia dari cinta yang lalu selalu menjelma, namun demikian ketika setelah sadar akan kondisinya yang sedang berkeluarga, maka bayangan itu akan dilupakan. Sehingga yang ada adalah cinta kepada keluarga bukan cinta kepada yang ada pada cinta pertama tadi. Cinta pertamanya sudah putus, namun bayangan karena adanya kenangan yang abadi yang tetap menyangkut di dalam memori seseorang itu menyebabkan seseorang tidak dapat melupakannya, karena bagi orang yang berakal sehat tidak akan mengorbankan keluarganya demi kenangan cinta pertamanya tadi dengan mengenangnya secara terus menerus melebihi mengingat keluarganya saat ini.

Untuk itulah, apabila seseorang pernah menjalin cinta dengan seseorang, usahakan untuk tidak berkomunikasi dengan cara apapun termasuk dengan sengaja mendengarkan lagu kenangannya, atau bertemu, karena dengan adanya komunikasi atau pertemuan itu menyebabkan cinta yang sudah putus akan terjalin kembali yang secara substansial diakibatkan oleh kenangan yang masih melekat pada keduanya, apalagi ketika berkomunikasi saling mengingatkan tentang kenangan di masa lalunya.

2. Cinta yang dilanjutkan sampai berkeluarga

Karena keyakinan tentang jalinan cinta yang tulus, suci, besar dan agung kepada seorang kekasih, sehingga meyakini bahwa cintanya akan abadi, maka akal pikirannya sudah tidak dapat lagi menerima yang lain, baik itu berupa nasehat untuk memutus cintanya disebabkan karena si penasehat melihat adanya suatu kelemahan tentang jalinan cintanya, misalnya masalah status sosial atau perbedaan agama/keyakinan, perbedaan usia yang tidak layak dan lain sebagainya, bahkan tidak menerima yang lain yang lebih layak untuknya. Akhirnya cinta itu menyebabkan suatu perkawinan dan terjalinlah sebagai suatu keluarga rumah tangga dengan anak dan hidup seperti layaknya satu keluarga yang kokoh.

Setelah mengarungi hidup berkeluarga dengan si dia dengan cinta yang agung tadi, sampailah pada suatu titik waktu dimana kesadaran akal pikiran mulai melebihi perasaan cinta butanya selama ini. Itu bisa disebabkan karena kehadiran anak-anaknya, atau akibat adanya perbedaan yang selalu menghantui ketika itu tertutup karena cinta yang ia yakini sebagai cinta tulus dan akan abadi, dan ketika sampai suatu saat rasa cinta yang agung tadi benar-benar punah berganti pada kasihan (sebut saja kekasih berubah menjadi kasihan).

Jadi, di sini sebenarnya tidak ada cinta lagi, yang ada hanyalah kasihan, baik terhadap lawan cintanya atau kepada keluarganya, sehingga kebersamannya sekarang bukan lagi seperti dulu karena cinta tetapi berubah dikarenakan sebab-sebab yang lain. untuk itulah tidak ada lagi yang namanya cinta, sehingga cinta itu tidak abadi.

Tentang Kehidupan;

1. "Sorak-sorai penonton pada suatu pertunjukan musik tidak tergantung pada suara merdu penyanyi atau keselarasan alunan musik yang dimainkan, tetapi sesungguhnya tergantung pada siapa yang bernyanyi atau memainkan musik itu". Oleh Nasuki, Nopember 2011

Substansi dari falsafah ini berhubungan dengan stereotype yang terjadi pada kehidupan kita sehari-hari.

Sebagai contoh;
Seorang penyanyi lagu daerah, katakanlah daerah Jawa disebut sinden, dan ketika bernyanyi disebut berkidung, sedangkan lagunya disebut kidung. Ada seorang sinden kampung kebetulan seorang pria sedang mengadakan pertunjukan dalam suatu hajatan pada seorang keluarga yang mempunyai saudara pejabat kelas atas. Penyanyi pria itu katakanlah dikenal dengan nama Pak Sinden karena merdu suaranya. Setelah kidung yang dinyanyikan Pak Sinden usai terdengar sorak-sorai tepukan penonton terdengar tidak terlalu riuh bahkan penonton terasa ogah-ogahan, sepertinya biasa saja perasaan penonton mendengarkan kidung dari Pak Kidung ini, pada hal suaranya.., aduh.., merdu sekali.

Sesaat kemudian tibalah acara sumbang kidung, dan yang akan menyumbang untuk berkidung adalah saudara dari tuan rumah yang datang pada hajatan itu, yaitu seorang Bupati misalnya. Si Pak Bupati ini ingin berkidung untuk mengenang masa remajanya dulu ketika hidup di desa ini, maka berkidunglah ia. Setelah kidungannya selesai, ternyata tepukan orang yang menyambutnya sungguh luar biasa, jauh melebihi tepukan yang didapat oleh Pak Sinden yang suaranya jauh lebih merdu. Bahkan ada pendengar yang mengeritik bahwa suara berkidung dari Pak Bupati jika dibandingkan dengan suara Pak Sinden bagai bumi dan langit, akan tetapi sorak-sorai penonton masih berpihak kepada Pak Bupati bukan karena suaranya, karena ia seorang Bupati.

Contoh yang lain adalah, seorang yang tidak mempunyai kendaraan sendiri untuk menuju ke tempat kerjanya yang jauh harus naik kereta api. Sebetulnya keadaan orang ini merupakan keadaan umum terjadi di setiap kota besar, sehingga masalah mereka tidak akan ada yang memperdulikannya.

Suatu saat ada seorang pejabat baru yang naik kereta api menuju ke kantornya, maka semua orang menaruh perhatian kepada pejabat itu, termasuk juga wartawan, dan peristiwa ini sampai dimuat sebagai berita utama pada setiap berita media masa. Terlepas apa tujuan si pejabat itu, apakah ia ingin mempopulerkan diri, atau memang ingin merasakan bagaimana rasanya naik kereta api saat menuju ke kantor atau karena jalan menuju kantonya sedang terganggu.

Secara ekonomi sebetulnya yang mempunyai masalah adalah orang-orang yang selalu naik kereta api ke kantornya karena tidak bisa membeli kendaraan dibanding dengan seorang pejabat yang tidak pernah mempunyai masalah terhadap kendaraan pribadinya. Namun kenapa justru pejabat yang mendapatkan perhatian daripada orang yang tidak mempunyai kendaraan sendiri itu?. Jawabannya karena ia seorang pejabat.

Jadi, perhatian (baca sorak-sorai) bukanlah tergantung dari substansi masalah yang dilakukan tetapi tergantung dari siapa yang melakukan, walaupun tidak mempunyai masalah.

2. "Positive thinking tetapi tidak logis adalah lebih rendah derajadnya daripada negative thinking tetapi logis". Oleh Nasuki, Januari 2012

Falsafah ini berkenaan dengan dukungan kepada sesuatu apakah kepada seseorang, barang, organisasi atau yang lainnya.

Misalnya seperti peristiwa dukungan kepada mobil rakitan murid-murid Esemka. Semua orang mendukungnya agar mobil hasil rakitan murid-murid SMK itu agar dijadikan sebagai 'Mobil Nasional' atau Mobnas. Dukungan para pendukung itu merupakan sesuatu hal yang positip, tetapi mereka tidak melihat substansi yang sebenarnya, yaitu bagaimana bisa hasil rakitan murid-murid SMK akan dijadikan mobil nasional?. Tidakkah mereka itu sadar bahwa SMK itu merupakan suatu tempat untuk mendidik bukan untuk berproduksi?. Bukankah pengetahuan murid-murid itu sangat terbatas terutama dari segi rekayasa atau rancang bangun? Sehingga apa yang mereka lakukan didalam merakit mobil itu tidak mereka mengerti secara teknologi rekayasa?.

Lain halnya bagi mereka yang mengetahui duduk persoalannya bahwa merancang sampai dengan membuat suatu mobil merupakan suatu pekerjaan yang kompleks, sehingga murid-murid SMK tidak layak untuk menciptakan suatu mobil yang sesuai dengan persyaratan yang seharusnya, makanya orang-orang yang begini ini tidak akan mendukungnya (baca berpikiran negatip).

3. “Carilah kedamaian, bukan kebahagiaan”. Catatan pendek di dinding kamarku dulu.

Catatan ini diambil dari seorang teman kampung sepermainan ketika aku masih SMP. Aku tidak mengetahui dari mana ia dapatkan falsafah ini, tetapi maknanya bagiku sungguh mendalam dan aku memakainya sejak saat itu.

Perbedaan antara kedamaian dan kebahagiaan adalah; kedamaian adalah perasaan senang karena suatu keberhasilan dan tidak ada satupun yang merasa dirugikan dengan apa yang sedang atau sudah dilakukan baik dirinya sendiri, orang lain atau lingkungan sekitarnya, sedangkan kebahagiaan adalah satu perasaan senang ketika mendapatkan sesuatu yang diharapkan tanpa memperdulikan akibat terhadap yang lainnya.

Contoh kedamaian:
Untuk mendapatkan uang yang cukup agar mampu membeli sebuah rumah, maka dilakukanlah bekerja dengan baik dan menabung, lalu setelah uang muka terkumpul, maka datanglah ke developer untuk membeli sebuah rumah melalui Kredit Kepemilikan Rumah (KPR). Setelah itu dimilikilah sebuah rumah dan lalu merasa senang dan bahagialah ia beserta anggota keluarganya. Uang yang didapat adalah dengan bekerja sungguh-sungguh dan jujur, lalu menabungkan uang dari hasil gajinya, kemudian membeli sebuah rumah sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya yaitu dengan mengangsur melalui KPR pada suatu bank. Semuanya adalah menurut kewajaran yang seharusnya.

Contoh Kebahagiaan:
Untuk dapa memasuki Perguruan Tinggi Negeri (PTN) seseorang harus lulus mengikuti ujian masuk PTN yang dilakukan oleh pihak yang berwenang. Menjadi mahasiswa di salah satu PTN favorit merupakan suatu kebanggan tersendiri, sehingga ketika diterima di PTN senangnya (baca bahagianya) bukan kepalang. Untuk mendapatkan itu ada orang yang melakukannya bukan sebagaimana seharusnya, misalnya dengan melakukan suatu kecurangan yang tentunya akan merugikan yang lainnya. Di sini perasaan senang (bahagia) yang didapat sesungguhnya hanya bagi dirinya sendiri, tetapi sesungguhnya ada pihak-pihak lain karenanya yang dirugikan. Tetapi yang menjadi titik beratnya bukan karena kerugian terhadap pihak lain melainkan ketidak perdulian terhadap pihak lain dengan lebih mengutamakan kesenangannya sendiri(selfish).

Jadi, kedamaian suatu perasaan senang karena tindakan yang dilakukan tanpa merugikan yang lainnya karena dilakukan sewajarnya, sedangkan kebahagiaan adalah perasaan senang karena tindakannya tanpa memperdulikan yang lainnya apakah akan merugikan yang lain atau tidak.

4. “Sesuatu yang khusus hanya akan jatuh atau dianugerahkan kepada orang-orang khusus pula”. Oleh Nasuki Marsali

Apapun di dunia ini yang dinilai khusus oleh lingkungan, budaya, agama, sosial, pekerjaan dan lain sebagainya tidak akan pernah dimiliki oleh orang biasa, mereka akan dimiliki oleh orang-orang khusus pula. Walaupun jika ada orang biasa yang sedang memiliki sesuatu yang dinilai khusus dipastikan sesuatu itu akan lepas kembali meninggalkannya untuk menuju kepada orang khusus yang akan memilikinya untuk selamanya. Ini merupakan hukum sebab-akibat juga.

Contoh:
Nomor Hand Phone (HP) bagus (khusus), misalnya nomor 5555555 tidak akan pernah dimiliki oleh orang biasa, seandainya terjadi, maka orang biasa itu akan merasa tidak enak dan berhasrat untuk memindah tangankan dengan cara menjualnya misalnya, kepada orang khusus yang berkemampuan khusus didalam memiliki dan memeliharanya. Demikian pula jika ada wanita jelita (luar-dalam) atau pria perkasa (berkuasa dan berharta) tidak akan jatuh untuk dimiliki oleh orang-orang biasa pula, mereka akan dimiliki oleh orang-orang khusus pula.

Di sini ada semacam refleksi yang mengindikasikan bahwa apa yang ada (dimiliki) pada seseorang tentang sesuatu merupakan tingkat (derajad) dari orang tersebut.

5. “Aku percaya bahwa titik nol kehidupanku bukan dimulai sejak aku dilahirkan oleh ibuku, tetapi sejak terbetuknya alam semesta ini. Jikalau aku tidak memanfaatkan sebaik mungkin kehidupanku ini, maka aku sedang mengabaikan diriku sendiri sejak dari titik nolku”. Catatan pribadi terinspirasi dari salah satu buku bacaan tentang kehidupan.

Substansi dari Filosofi ini agar senantiasa memberi motivasi terhadap kehidupanku setiap hari, karena motivasi itu bisa kuat bahkan akan hilang kalau sedang kehabisan bahan bakar. Untuk itu terkadang seseorang merasa tidak bersemangat didalam hidupnya. Dengan adanya motivasi, maka arti kehidupan yang akan diraih selalu mempunyai bahan bakar dan bukan mesinnya.

Pada prinsipnya kejadian di alam semesta ini merupakan kejadian sebab-akibat dengan meniti pada titik-titik keteraturan dan berurutan. Semuanya mempunyai pola yang sama. Seperti Efek Domino saja, kejadian akhir tergantung dari kejadian sebelumnya dan demikian seterusnya.

Katakanlah; apabila salah satu dari nenek-moyang seseorang yang sedang hidup sekarang dimangsa oleh binatang pemangsa saat itu, lalu nenek-moyang itu tidak akan pernah bertemu dengan nenek-moyang yang lainnya, maka tidak akan menyebabkan lahirnya keturunan-keturunan lainnya sampai pada orang itu ada sekarang ini. Demikian pula dengan kehidupan di bumi ini, seandainya salah satu partikel yang menyebabkan terbentuknya bumi ini melesat ke arah yang lain atau ada meteor besar lain benabrak bumi dan menyebabkan terpengaruhnya permukaan bumi ini, maka bumi ini tidak akan pernah ada seperti sekarang ini, dan ini tentu akan mempengaruhi kehidupan yang ada sekarang juga.

6. "Sesungguhnya kawan itu juga yang menentukan masa-depanmu, untuk itu pilihlah kawan yang baik" oleh Nasuki Marsali


Tentang Pekerjaan

"Aku tidak akan mencari uang didalam bekerja, biarlah uang yang mencari diriku" oleh Nasuki Marsali, 17 April, 2012.

Tentamg Keuangan


“Rajin-rajinlah menabung ketika anak-anak masih kecil, karena setelah mereka sudah tumbuh besar banyak kebutuhannya”. Nasehat dari ayah salah seorang temanku. 






Friday, October 07, 2011

BERTEMU ANANG-ASHANTY DI DUBAI


Berita Kelahiran

"Kenal nama ini, tidak?", aku sedikit terkejut ketika isteriku menyodori pertanyaan tentang nama seorang wanita yang ia sebutkan di pagi sekali sambil ia tetap mengayunkan setrika pada baju seragam sekolah putraku. Pagi itu tanggal 6 Oktober 2011, aku baru saja selesai sholat subuh yang biasa aku lakukan di rumah dan siap menuju makan pagiku.
"Memangnya kenapa? ", demikian jawabku penasaran dengan menanyakan kembali tentang keperluan pertanyaannya, lalu ia melanjutkan ceritanya,
"itu...!. Wanita yang pernah kita kenal dulu yang sekarang ada di Dubai kemarin melahirkan anak laki-laki",
"Oh...,!", jawabku sambil menyembunyikan wajahku yang merasa lega karena yang dimaksud 'nama wanita itu' adalah nama seorang teman lama isteriku yang tinggal di Dubai sejak gadis dan sekarang sudah mempunyai 4 orang anak, bukan kata 'seperti nama wanita' yang selalu diucapkan seseorang didalam merayu seseorang yang disukai dan disayangi.

"Syukurlah, semoga semuanya selamat", tambahku.
"Iya, kemaren pagi dia sudah merasa mules, kemudian masuk rumah sakit, lalu minta keluar karena siangnya rasa mulesnya sudah hilang", demikian istriku melanjutkan ceritanya. "Siang harinya langsung bertemu Anang-Ashanty, bintang idolanya, setelah itu dia merasa mules lagi lalu masuk rumah sakit lagi sampai ia melahirkan", lanjut istriku.

"Kalau begitu nama anaknya nanti seharusnya ada Anangnya atau sesuatu peristiwa hari ini yang berkaitan dengan kedatangan Anang-Ashanty ke Dubai", demikian aku mengusulkan sambil bergurau.

"Entahlah", timpal istriku singkat, 'Wah.., idolanya sama nih dengan kamu' sambungku lagi, 'Iya', sahutnya pendek sambil tersenyum.

Nyawa atau Harta?

Waktu menunjukkan sekitar pukul 10 pagi, aku baru saja keluar dari Abu Dhabi Shipbuilding kantorku menyetir mobil van milik kantor menuju Towilah, Pangkalan Polisi Air ke arah utara luar kota Abu Dhabi, dengan seorang enjiner teknisi listrik orang Indonesia, seorang kawan kerja, dan seorang mekanik berkebangsaan India ketika secara tiba-tiba ada nada tune SMS di Blackbarry-ku. SMS itu ternyata dari istriku,
"yah punya temen org konjen dubai nggak...", demikian tulisan awal SMS-nya,
"nggak', jawabku pendek sambil menyetir memperlambat laju mobil karena khawatir bahaya akibat nyetir sambil SMSan dan ingin mencari tau kenapa istriku menanyakan tentang itu,
'Oh...kirain', demikian jawaban SMSnya lagi,
lalu 'yah boleh nggak sy ke dubai ntar habis jemput putraku naik bus sama dia terus jenguk teman yang baru melahirkan di lanjut ketemu anang ashanty di konjen...syukur kl ayah mau ikut juga haha tp jam 5 hrs sampai konjen kt teman yang baru melahirkan",
"nggak usah kan ini bkn hari libur", jawabku yang ku ketik ketika mobil berhenti di lampu merah,
kemudian jawabnya, "Besok kan libur pak", lalu SMSnya lagi, "saya sama putraku aja dan ntar di dubai kan banyak temen si A si B dll",
"nggak usah saja", jawabku sambil tetap nyetir.
"Ah dasar nggak mau lihat orang seneng.. Awas ntar kl pingin main tenis ke ruwais atau dubai bakaln sy tidak ngasih",
lalu jawabku karena kasian melihat keinginannya untuk ke Dubai, "Ok, go aja and salam ama mereka".
"bener nih...sy bawa mobil taruh ib batutah atau naik bus ya..", jawabnya seakan tidak percaya akan ijin dariku.
"Ktnya mo naik bus, and sama siapa?", tanyaku lagi,
'ya sama putraku, bu itu sih mau tp nggak tau lagi kl jam 5 hehe.", jawabnya lagi,
"Kl ama putraku aja nggak usah aja, ato aku coba plng dlan", jawabku sambil khawatir pada mereka seandainya pergi ke Dubai cuma berduaan, toh aku bisa pulang lebih awal 2 jam dari jam kantorku karena aku masih mempunyai simpanan kelebihan jam di kantor karena jam lemburku belum aku ambil.
"Ok, kl ayah tdk bisa sy naik bus aja ya.. lagian kan nyetir bagusan sy daripada ayah" lanjut SMSnya lagi,
"Mkn ayah bisa, khsus utk istriku", jawabku singkat,
"Apa artinya", tanyanya singkat, "Ada deh, udah aq lagi nyetir", pintaku untuk mengakhiri SMSan ini karena mobilku sudah akan memasuki High Way arah Abu Dhabi International Airport,
"Yup", jawabnya, lalu akupun meneruskan perjalananku ke Towilah mengunjungi pekerjaan yang menungguku di sana.

Di dalam perjalanan aku sedikit merasa heran dengan sesuatu yang namanya 'kesenangan', beberapa hari yang lalu istriku menuturkan bahwa ia membaca berita seorang anak lelaki di Amerika, ia pengangguran berusia 29 tahun yang hidupnya selalu dibantu oleh ibunya, si anak itu tega membunuh ibunya sendiri dengan sebilah pisau disebabkan si ibu menolak memenuhi permintaan uang si anak untuk membeli karcis pertunjukan (konser) musik dari bintang idola anak itu.

Aku tersenyum didalam hati mengenang cerita itu sambil membayangkan bagaimana keinginan istriku untuk melihat idolanya di Dubai walaupun ia tidak akan melakukan seperti apa yang telah diakukan anak Amerika itu kepadaku seandainya aku tetap melarangnya, untunglah aku sudah mengalah mendukung apa yang ia inginkan pergi ke Dubai sekalian jalan-jalan, demikian pikirku. Walaupun aku tidak merasa semacam ditodong dengan pistol di kepala oleh seseorang sambil berkata, 'Pilih harta atau nyawa'.

Dubai Marina

Pukul 3 sore aku menerima telepon dari isteriku menanyakan posisiku yang sedang berada di Free Port Mina Zayeed, Abu Dhabi. Pada pukul 3:20 sore aku sudah memparkir mobil dekat Masjid Besar 200san meter arah timur rumah. Aku sungguh kecewa begitu mengetahui kunci rumah tertinggal di kantor, sedangkan istriku sudah pergi ke sekolah untuk menjemput putraku yang selesai sekolahnya pada pukul 3:30 sore. Demikian juga istriku, sungguh ia sangat kecewa ketika aku memberitahu bahwa kunci rumah yang ada padaku ketinggalan di kantor, lalu ia bilang, "seandainya memberitau lebih awal, maka kunci yang ada di aku akan aku taruh dibawah koset depan pintu",
'khan, tahunya setelah aku memeriksa tas kerjaku ketika sampai di parkir depan rumah..!", demikian jawabku mengharap istriku dapat mengurangi kekecewaannya kepadaku.

Aku menunggu di lantai dasar lobi apartemenku, kemudian ada SMS dari istriku lagi meminta aku melakukan persiapan ke Dubai secepatnya,
"Yah nanti putra kita naik kasih kunci langsung ayah cuci muka dan kaos aja terus pk sandal di bobil sdh ada celana dan baju ayah... kl perlu bawa handuk kecil ntar bersih di rumah temanku di Dubai Marina",
"Ok", jawabku singkat sambil berkata dalam hati,'memangnya apaan, pulang kerja belum sholat Asyar, badan berbau, rupa berminyak karena keringat dari kerja di kapal, terus membersihkan badan di rumah orang, memangnya si Anangi-Ashanty itu sipa untuk aku?'.

Demikian aku melihat putraku keluar dari mobil, aku langsung ambil kunci rumah ketika itu jam tanganku sedang menunjukkan pukul 3:56 sore.  Aku langsung bergegas seperti orang kesetanan membuka baju kerjaku, cepat-cepat masuk kamar mandi untuk shower, 15 menit kemidian aku keluar rumah setelah aku selesai sholat Asyar, aku tidak melihat putraku di dalam rumah setelah aku selesai mandi, pikirku 'apakah dia sudah selesai sholat kok sudah turun menuju mobil lagi?'.

Tepat pukul 3:24 mobil meninggalkan apartemenku menuju Dubai melalui Sakdiyat Island. Setelah keluar dari Yas Island jalan begitu ramai karena banyak orang menuju ke Northern Emirates, maklum hari ini hari Kamis, jadi banyak orang yang bekerja di Abu Dhabi pulang ke kampung mereka di Northern Emirates dan lagi sekarang harga sewa properti di Abu Dhabi lebih mahal daripada di Dubai dan lainnya.

Aku tidak yakin bahwa akan sampai di Dubai sesuai target waktu yang biasanya aku lakukan, yaitu perjalanan selama satu setengah jam saja dari Abu Dhabi. Penyebabnya selain jalan ramai dengan banyaknya kendaraan, juga ada kemacetan setelah Kota Satelit Rahbah  disebabkan oleh adanya pekerjaan konstruksi jembatan baru.

Semua kendaraan orang melaju dengan sangat cepat, nampaknya mereka pada takut kehilangan waktu didalam perjalanan mereka, untunglah banyak kamera pengawas kecepatan di sepanjang jalan Highway Abu Dhabi - Dubai, sehingga mereka masih menahan laju kendaraan mereka dibawah 140 KM/Jam, kalau tidak, maka kamera akan menyala merekam gambar kendaraan yang melebihi batas kecepatan yang ditentukan, dan dendalah akibatnya.

Menuju rumah kediaman teman istriku, merupakan isteri dari kenalanku juga di daerah Marina Dubai sebetulnya cukup sederhana, setelah melewati Ibnu Batutta Mall langsung masuk exit kanan mengikuti petunjuk jalan ke arah Marina, akan tetapi karena aku cuma sekali saja mengunjungi rumahnya kira-kira lebih dari dua tahun lalu, maka aku lupa daerahnya, sehingga aku sempat tersesat/kehilangan arah setelah melewati Marina Mall daerah Dubai Marina. Aku sempat kembali karena terlalu jauh melewati rumah teman istriku itu. Hal itu baru diketaahui setelah menerima perintah dari teman istriku melalui istriku. Kemudian mobilku kembali lagi setelah aku memastikan dengan teman istriku di daerah Marina Mall, Dubai. Untuk itu mobilku sampai di halaman parkir apartemen teman istriku kira-kira pada pukul 6:15 sore, di situ terlihat teman istriku sudah siap diantar oleh anak gadisnya yang juga teman dari putraku.

Bertemu Anang-Ashanty

Aku, istriku dan teman istriku bertiga dalam satu mobil saja, suami dari teman istriku tidak bisa ikut karena baru saja datang dari Saudi Arabia, sedang ketiga anaknya ada di rumah, demikian menurut teman istriku menuturkan. Demikian juga dengan putraku, ia lebih memilih tidak ikut ke Konjen Dubai bertemu Anang-Ashanty. Sebenarnya sejak dari rumah di Abu Dhabi putraku telah menggerutu bahwa, mengapa ia harus ikut ke Dubai untuk ini?. Karena hari ini adalah malam hari libur, dan waktunya dia untuk bermain PS3, makanya ia sekarang memilih tinggal di rumah teman istriku dengan membawa PS3 nya yang ia bawa dari rumah, dan akan bermain game dengan putra teman istriku, yaitu anak yang paling kecil,dari keluarga teman istriku, maka kamipun bertiga berangkat menuju kantor Konjen Dubai.

Begitu keluar areal parkir apartemen teman istriku langsung memberi tahu bahwa perjalanan menuju ke kantor Konjen Dubai agak macet, apalagi hari ini hari Kamis, maka iapun memberi tahu aku tip-tip agar perjalanan dapat ditempuh lebih cepat menurut pengalamannya.

"Dubai sekarang nampaknya sudah agak pulih dari krisis, ya?", demikian suaraku memecah kesunyian menikmati ramainya Jalan Sheikh Zayed Road yang menyendat laju mobilku,
"Iya", jawab teman istriku tegas, "Tapi harga sewa akomodasi bulan lalu masih turun, kok !", demikian teman istriku melanjutkan jawabannya.

Ditengah perjalanan istriku menerima SMS dari temannya, yang baru saja melahirkan, ia menuturkan bahwa Anang dan Ashanty tiba di kantor Konjen pada pukul 5:30, mereka datangnya terlambat. Aku melihat jam tanganku menunjukkan pukul 6:26 kemudian kami menyimpulkan bahwa acaranya akan molor, sehingga kami akan dapat bertemu muka dengan mereka walaupun kami bertiga datangnya terlambat.

Letak Kantor Konjen Dubai di daerah Port Rasyed, dalam perjalanan dari rumah teman istriku tadi sebelum masuk daerah areal kantor Konjen ada satu rumah makan Indonesia, Sari Rasa namanya. Kantor Konjen merupakan sebuah villa berwarna putih, kami sampai disana pada pukul 7 malam. Dari tempat parkir aku merlihat seorang perempuan keluar dari Kantor Konjen menuju mobilnya dan langsung menghidupkan mesin mobilnya. Ini dari kejauhan pikiranku merasa yang bukan-bukan, dan yang pasti hati ini bekata, "Jangan-jangan acaranya sudah bubar, dan Anang-Ashanty sudah meninggalkan kantor Konjen".

Pintu luar Kantor Konjen masih terbuka, kami bertiga langsung saja masuk, dan tepat di mulut pintu teman istriku bertemu temannya dan menuturkan bahwa Anang dan Ashanty sudah pergi dari Kantor Konjen. Kami tidak yakin dengan apa yang dituturkan oleh wanita teman dari teman istriku itu, lalu kami jelaskan bahwa mereka datangnya terlambat ke kantor Konjen.

Di halaman Kantor Konjen aku bertemu kawan lama, seorang lelaki, ia pernah bekerja di Kantor KBRI Abu Dhabi sebelum Konjen Dubai dibentuk, setelah aku beritahukan maksudku datang ke Konjen, maka ia mengatakan bahwa Anang dan Ashanty sudah pergi sekitar setengah jam yang lalu. Sungguh aku kecewa lagi mendengar penuturan temanku itu, kemudian kamipun tetap dipersilahkan memasuki kantor Konjen, setelah kawan lamaku membukakan pintu kantor dengan PIN Code yang ia masukkan.

Di dalam Kantor aku melihat ruangan sudah sedikit tidak teratur, kursi tempat duduk pemirsa sudah banyak yang tidak mengarah pada meja presenter, makanan dalam tempat makanan sudah banyak yang terambil, Pak Konjen ada berdiri dengan dua orang lainnya yang satu rekanku yang tinggal di Dubai dan yang lain aku tidak mengenalnya. akupun langsung menyapa Pak Konjen lalu ia menyebutkan namanya, Mansur, orang mengenalnya dengan nama Pangeran. Sambil aku menyalami rekanku yang tinggal di Dubai aku berkata kepada Pak Konjen bahwa aku pernah bertemu dengannya di Abu Dhabi beberapa waktu yang lalu.

Perut terasa lapar begitu melihat sisa makanan acara Anang-Ashanty yang masih tetap berada di atas meja makan tamu, tetapi karena aku belum sholat Maghrib, maka aku meminta ijin kepada Pak Konjen untuk solat dulu. Aku melihat sejenak ke arah istriku dan teman istriku, mereka sedang sibuk menyapa bersalaman sambil menempelkan pipi-pipi mereka. Dandanan wanita-wanita yang saling tegur sapa dengan istriku nampaknya lebih gemerlap daripada istriku dan temannya. Wanita yang berbaju hijau dengan rok diatas lutut menurut teman istriku adalah isteri Pak Konjen, dimana di Abu Dhabi aku tidak pernah melihat Ibu Dubes berpakaian rok yang boleh dikatakan mni itu. Lalu aku bergurau sambil berkata, "Kalau Ibu Konjennya berpakaian mini, masyarakatnya akan berpakaian yang bagaimana, ya..?". Istriku dan temannya hanya menjawabnya dengan senyuman saja.

Suasana Kantor Konjen Dubai terasa sesak, selain banyak barang-barang seperti alat-alat musik, meja makan, meja konter untuk menerima tamu, telivisi berukuran besar (kira-kira 52 inchi), dan sekat ruangan yang memisahkan bagian belakang dapur dan kamar kecil seolah tumplek-bleg di satu ruangan.

Hasrat setelah sholat Maghrib akan langsung makan malam di Konjen, sholatpun sedikit terburu-buru terpikir takut makanan cepat-cepat diambil dari meja makan dan dimasukkan ke dalam. Selesai sholat Maghrib dan memasang kembali sepatu langsung menuju ke istriku dan temannya yang kelihatannya menungguku selesai sholat, aku bertanya kepada istriku apakah ia sudah selesai sholatnya, iapun mengingatkan aku bahwa ia sedang tidak boleh sholat, lalu iapun mengajakku pulang.  Kemudian sambil berbisik aku bilang, "Lho..!, nggak makan dulu ?",
"tidak usah, nanti di rumah Ria", jawabnya, rupanya ia dan temannya sudah sepakat untuk tidak makan malam di Konjen karena ia terlambat datang, menurut istriku bahwa nanti disangka orang datang hanya untuk makan saja, maka kecewalah lagi, aku..!.

Kami Melampiaskan Kekecewaan

Entah apa yang ada didalam benak istriku dan temannya, yang pasti aku sudah kehilangan kesempatan menikmati makanan di dalam Kantor Konjen malam itu, yang terbayang di dalam pikiranku adalah ayam goreng keri-kering warna kecoklatan, nasi putih dalam bakul, sambal dalam mankok, dan sayur-mayur dengan kuah agak kehitaman, serta aneka minuman kaleng diatas meja. Aku mencoba membayangkan datang jauh dari Abu Dhabi ada banyak makanan dan minuman, perut terasa lapar dan ada kesempatan tetapi hilang begitu saja karena harus menjaga toleransi perasaan kepada isteri dan temannya yang takut dibilang orang, "Hanya mau makan saja datang ke Konjen..!". "Ahh.., biarlah, rejeki tidak bisa ditolak", demikian aku meyakinkan diriku sendiri.

Ditengah jalan setelah keluar kantor Konjen istriku mengingatkanku bahwa setelah ini akan mencari buku untuk putraku di toko buku Konakonia, di Emirates Mall. Lama aku bertiga saling bercerita tentang kondisi kemasyarakatan di Dubai termasuk 2 kelompok pengajian, acara arisan ibu-ibu dan lainnya. Sebelum melalui exit 36 dekat rumah teman istriku, istriku mengajak langsung ke Emirates Mall.  Lalu akupun harus membelokkan kembali ke arah Dubai laju mobilku. Teman istriku menganjurkan untuk masuk Emirates Mall dari pintu Burj Khalifah, lalu masuk ke arah At the Top Parking karena dekat dengan lokasi toko buku Konakonia. Dari tempat parkir itu langsung masuk lift, begitu keluar dari lift di lantai 1 sudah langsung berada didalam toko buku itu.

Dari 4 buku yang dicari hanya satu yang dijual di toko buku Konokania itu, secepat kilat kami keluar menuju toko buku yang lain di daerah Jumaerah karena waktu sudah agak larut khawatir toko bukunya sudah tutup.

Perjalanan menuju toko buku daerah Jumaerah terasa sangat panjang, sementara istriku memerikasa SMS yang sedang datang pada telepon cellku mengatakan bahwa sisa uang didalam pulsa Salik-ku hanya 6 Dirham saja. Salik merupakan Toll Gate System Dubai secara elektronik, ini dirancang secara free flow tolling system, setiap pengendara yang akan melewati jalan-jalan utama Dubai diharuskan mempunyai pulsa Salik. Ia bekerja dengan memasang semacam chip pada kaca depan tengah mobil, setiap melewati Toll Gate Dubai mobil akan diidentifikasi oleh perangkap gate kemudian secara otomatis akan mengurangi sebesar 4 (empar) Dirham pulsa yang ada dalam rekening Salik mobil tersebut menggunakan teknologi Radio Frequency Identification,.

Pengemudi dapat memperoleh pulsa Salik dengan cara mendaftarkan mobilnya di setiap stasiun pompa bensin, terutama pompa bensin milik Pemerintah Dubai, dengan mengisi formulir mengenai identitas mobil, pemiliknya serta nomor tepon cellnya, pulsa awal biasanya berisi 100 Dirham, kemudian begitu pulsa yang tersisa dibawah 30 Dirham karena pemakaian, maka Pihak Salik akan mengirim pesan melalui SMS mengingatkan pemilik pulsa Salik tentang sisa uang yang ada di dalam rekeningnya.

Istriku merasa khawatir sekali, maklum ia orangnya paling tidak suka berurusan degan pelanggaran-pelanggaran peraturan, cepat-cepat ia memintaku untuk mengisi kembali pulsa Salik mobilku, namun karena kini sedang diburu waktu, maka dipituskan mengisi pulsa Salik setelah kembali pulang dari toko buku daerah Jumaerah saja.

Buku yang dicari ternyata tidak ada di toko buku daerah Jumaerah, walaupun penjaga toko itu bilang bahwa ada judul buku yang dicari Worl War-1, tetapi setelah diteliti ternyata buku itu diperuntukkan bagi anak sekolah dasar saja, sedangkan yang dicari untuk sekolah menengah atas. Menurut penjaga toko itu bahwa tokonya tidak hanya menjual buku-buku untuk anak sekolah dasar saja,  juga untuk sekolah menengah atas, sayangnya buku yang sedang dicari tidak ada.

Jalan menuju rumah teman istriku dari Jumaerah terasa cukup panjang, apalagi banyak lampu lalu-lintas di sepanjang jalan itu. Ketika dari kejauhan terlihat ada atu stasiun pompa bensin Emarates mobil aku kurangi kecepatannya dan segera aku belokkan untuk membeli bahan bakar dan pulsa Salik. Selesai isi bensin lalu aku masuk toko milik pompa bensin itu dan langsung menanyakan pada petugas jaga untuk mengisi pulsa Salik. Penjual mengatakan bahwa pulsa yang terendah adanya hanya 200 Dirham, sedangkan saya mencari yang bernilai 100 Dirkam, tanpa banyak pikir akupun membelinya, tetapi ketika akan aku masukkan pulsanya kedalam rekeningku aku diminta nomor PIN yang dulu waktu pertama kali diberikan oleh Salik. "Wah.. aku sudah lupa, pulsa 100 Dirham pertama aku beli dulu baru habis sekian tahun apalagi mobilku sangat jarang melaju di Dubai", demikian gerutuku. Akhirnya diputuskan akan dilihat lagi setelah sampai di rumah teman istriku saja sambil mengkonsultasikan denga suami dia,

Aku sudah kenal lama dengan suami teman istriku, ia aku anggap teman dekat juga. Ia yang sudah sering kali mengisi ulang pulsa Saliknya. Suami teman istriku mencoba mencari tahu melalui website Salik, kemudian ia menyimpulkan bahwa nomor kode PIN tetap diperlukan, maka aku mencoba untuk menelpon Salik lagi, setelah dicoba sebanyak 3 kali, aku mendapatkan SMS dari Salik memberi tahu bahwa nomor PIN-ku adalah 8153. Setelah aku masukkan nomor-nomor yang diperlukan lagi melalui telepon cell-ku, maka Salik memberitahu bahwa sekarang jumlah pulsa dalam rekeningku sebesar 202 Dirham.

Aku mencoba menenangkan kembali pikiranku atas beberapa kekecewaanku tadi. Gagal bertemu Anang-Ashanti buknlah berarti gagal segalanya. Gagal makan malam di Kantor Konjen tadi bukanlah kegagalan segalanya. Seandainya aku, istri dan putraku tidak pergi ke Dubai, maka kami tidak akan menikmati makan malam di rumah teman istriku. yang bertempat tinggal di Dubai Marina ini Seandainya aku tidak ikut ke Dubai, maka aku tidak akan mengisi ulang rekening Salik untuk mobilku. Dan seandainya kami tidak pergi ke Dubai, maka putraku tidak akan main PS3-nya dengan anak lelaki teman istriku dirumah teman istriku dan putraku tidak menonton movie melalui saluran khusus di rumah teman istriku, bahkan putraku hari ini tidak akan bertemu dengan putinya teman istriku, puteri kawanku juga. Inilah hidup, ia selalu membuat makhluk untuk tetap dinamis mengikuti pergerakan lingkungan sekitarnya.

Pulang ke Abu Dhabi

Di depan meja makan aku menengok jam tanganku, aku lihat ia menunjukkan pukul 11:30an malam, aku meminta istriku agar mempersiapkan pulang saja, iapun menyetujuinya. Beberapa menit setelah kami rasa cukup, maka kami keluar rumak temanku ini. Di areal parkir apartemen temanku penjaga parkir selalu berdiri begitu ada tamu yang keluar apartemen, aku lihat ia membawa buku catatan guna mencatat setiap tamu yang datang, serta mencatat jam saat mobil diparkir, di sana ada plakat bertuliskan kira-kira berarti "setiap pengunjung dibrikan waktu parkir maksimum 4 jam, pelanggaran akan didenda". Aku melihat didepan kaca mobil terselip stiker diantara lengan pembersih kaca depan, stiker aku ambil, ia bertuliskan tentang status jam parkir mobilku, mulai kedatangan dan tempat yang dikunjungi serta nomor telepon cell-ku.

Diawal perjalan menuju Abu Dhabi badan terasa lelah dan juga ngantuk. Ketika mobil akan melintasi stasiun pompa bensin setelah Gantoot, aku putuskan membeli minuman dan makanan yang akan aku nikmati selama perjalanan sambil menyetir untuk menghilangkan rasa ngantuk. Setelah beberapa saat keluar dari stasiun pompa itu aku tetap saja merasa ngantuk dan aku harus memutuskan untuk berhenti di lain stasiun pompa saja untuk tidur sebentar diatas mobil karena sudah susah untuk ditahan rasa ngantukku dan aku takut berakibat yang bukan-bukan.

Memang sangat berbahaya menyetir di jalan-jalan Persatuan Emirat Arab ini, selain jalannya mulus-mulus, juga besar-besar dan didukung dengan mobil yang bagus-bagus pula, maka akan membuat seseorang untuk melajukan kecepatan mobilnya dengan cepat saja. Jadi, kalau ngantuk dan tertidur sekejap saja selagi menyetir, maka ini dapat berakibat fatal.

Sesampainya di stasiun pompa Alrahba mobil aku hentikan, lalu aku tidur saja. Putraku sudah tidur sejak tadi rupanya di jok kursi  belakang. Istriku nampak sudah sayup-sayup matanya menahan rasa ngantuk pula, dan akupun jatuh tidur di parkiran pom bemsin Alrahba.

Tidak terasa aku sudah tertidur selama kira-kira 1 jam. Itu aku sadari ketika aku terbangun dan melihat jamp tanganku. Kemudian aku putuskan untuk meneruskan perjalanan.  Aku paksa driku meneruskan perjalanan dengan badan sedikit terasa segar kembali, Istriku selalu bertanya tentang kondisi ngantukku, ia menawarkan untuk menyetirnya apabila aku masih terasa ngantuk, aku menolaknya karena aku lebih khawatir lagi kalau dia yang menyetir mobil malam hari tanpa memakai kacamata kirnya yang tertinggal di rumah.

Pukul 3 pagi kami sampai di depan apartemen, putraku masih tertidur pulas di tempat duduk belakang, ia masih menggigau ketika aku membangunkannya kemudian ia terbangun ketika ia tersadar dengan suara tinngiku mengatakan bahwa kita sudah sampai.

Parkir sekitar rumah sudah penuh semua, setelah putus asa berkeliling mencari tempat parkir sekitar rumah kemudian aku putuskan mencarinya disekitar Kantor Pos Tourist Club sana, setelah memparkir mobilku, maka aku pulang untuk beristirahat di rumah membuang lelah di jiwa dan ragaku karena pesona Anang dan Ashanty hari ini.

Sekian..!.

Medio Abu Dhabi, 11/7/2011