Thursday, September 10, 2026

SISTEM PENGERAS SUARA "HOREG"

UMUM

Pengeras suara horeg atau dikenal dengan istilah horeg di masyarakat, merupakan istilah baru yang artinya adalah,panggilan atau nama dari suatu sound system atau sitem pengeras suara dngan kekerasan yang dapat memberikan getaran pada sesuatu dengan frekwensi diri yang lebih lemah di sekitarnya, dan ini dapat terasa di dada manusia di dekatnya. Ini nampaknya berbeda dengan loudspeaker atau corong pengeras suara yang memberikan suara dengan tujuan agar suaranya ditinggikam melalui corong pengeras suara, sehingga dapat terdengar dari kejauhan. Suara dari loudspeaker apabila ditinggikan akan memekik di telinga yang mendengarkan apanila didengan pada jarak yang cukup dekat, misalnya 5 meter atau kurang. Akan tetapi horeg tidak begitu, horeg mengandalkan terutama suara bass dengan suara yang dalam, apanila didengan dari jarsk dekat 5 meter telinga walaupun terganggu tetapi yang lebih merasakan adalah dada yang bergetar. Ini mungkin karena dada adalah bagian tubuh yang berongga yang memiliki tingkat frekuensi diri yang rendan sehingga memiliki fleksibilitas yang lebih rendah dibanding bagian tubuh yang lainnya. Untuk itu mungkin karena alasan ini pada keadaan tertentu terutama untuk acara yang membutuhkan hiburan atau ghawe , horeg lebih disukai saat ini dibandingkan dengan corong pengeras suara atau loudspeaker. Tetapi loudspeaker lebih sesuai untuk tujuan agar suaranya terdengar dari kejauhan tanpa adanya tujuan hiburan seperti untuk masjid-masjid atau tempat ibadah lainnya. 

PERKEMBANGAN HOREG

Sebetulnya horeg adalah pengeras suara sama seperti loudspeaker, akan tetapi perbedaan mereka seperti yang dijelaskan di atas, horeg mengeluarkan suara bas dibandingkan dengan loudspeaker dengan suara mrlengking. Pada tahun awal 1980an horeg belum dikenal bahkan belum ada sama sekali. Setelah memasuki akhir tahun 1980an dan awal tahun 19 90an orang mulai memakai yang disebut "salon", yaitu suatu pengeras suara yang terdiri dari berbagai macam (baca dengan berbagai tingkatan Ohm) speaker. Ini mungkin mengadopsi sistem pengeras suara yang ada pada radio-radio kompo baru, tape recorder dlsb. 

Ketika itu pengeras suara yang disebut salon terbuat dari kotak kayu biasanya kayu multiplek atau triplek cukup tebal kira-kira dengan ketebalan 12 mm keatas, yang dibuat kedap di bagian belakang dan samping-sampingnya. Sedangkan bagian depannya terbuka yang nantinya akan ditutup dengan papan penutup yang sama berlubang-lubang untuk tempat speaker-speaker, di mana lubang-lubang itu biasanya bundar berukuran sesuai dengan ukuran untuk meletakkan speaker yang akan dipasang. Speaker-speaker yang akan dipakai akan memiliki tekanan suara atau desibel yang berbeda-beda, dan dengan orientasi suara yang diinginkam. Biasanya ada bas mulai dari yang besar sampai dengan yang kecil, ada untuk suara terrible dengan fungsi berbeda pula ini biasanya disebut subwoofer, woofer, midrange, tweeter, dan full range. ,dlsb. Menurut penelusuran dari internet adalah; Subwoofer: Menghasilkan suara nada sangat rendah (di bawah 100 Hz) atau bass yang dalam dan bergetar, Woofer: Menghasilkan suara frekuensi rendah atau bas (umumnya pada rentang 40 Hz – 1000 Hz), Midrange: Menghasilkan suara frekuensi menengah (500 Hz – 5000 Hz) yang membuat suara vokal terdengar lebih jelas dan fokus, Tweeter: Menghasilkan suara frekuensi tinggi atau treble (di atas 5000 Hz) agar suara terdengar lebih nyaring, dan Full Range: Menghasilkan semua rentang frekuensi dari nada rendah sampai tinggi secara bersamaan dalam satu unit speaker.

Speaker-speaker itu dipasang sedemikian rupa, sehingga kedap ini agar suara untuk tidak atau tidak lari ke belakang dan hanya fokus ke arah depan. Suara dari setiap speaker ketika keluar terkadang ada timingnya sesuai kebutuhan, sehigga suaranya dapat memberikan demonstrasi surround. Atau suara bergiliran yang diatur sedemikian tupa sesuai dengan yang dikehendaki. 

Lalu, salon ini berkembang baik ukuran dan intensitas suaranya, yaitu dengan cara terutama membesarkan ukurannya, baik kotak dan juga speaker-peaker-nya. Sejak saat itu apabila mendengarkan suara dari salon tipe terakhir ini akan terasa memberikan suara yang dapat menimbukan getaran terutama terasa di dada, ini terutama ketika duara bas yang sedang keluar. Karena getaran-getaran yang ditimbulkan terhadap apasaja di dekatnya ini menimbukan seperti bergoyang, maka mulailah gerakan karena suara itu disebut horeg, yaitu gerakan bergetar layaknya getaran bumi ketika terjadi gempa. Atau ketika pohon buah digoyang-goyang agar buahnya menjadi ronyok. Itulah horeg ..

HOREG MASA KINI

Horeg sudah berkembang begitu jauh, ini dapat dimaklumi karena sebenarnya horeg dipakai sebagai alat pengeras suara untuk hiburan. Ini seperti yang diterangkan di atas, horeg lebih dipilih karena suara yang dihasilkan lebih terasa nyaman terhadap telinga dibandingkan dengan pengeras suara loudspeaker

Dalam perkembangannya horeg pada awalnya ketika berukuran masih kecil dari segi ukuran kotak salon ataupun keerasan suaranya dipakai salah satunya untuk pendukung pengeras suara ketika tradisi membangunkan orang-orang dari tidur di malam atau dini hari pada bulan Puasa dengan hiburan orkes dangdut atau pemutaran rekaman lagu-lagu dangdut sambil berjalan berkeliling dari satu gang k gang lainnya atau dari satu kapung ke kampung lainnya. Agar horeg ini lebih mendapatkan perhatian, maka ditambahlah lampu-lampu disko, yaitu lampu-lampu warna-warni yang biasanya bergerak berputar. Tentu pada acara ini ada beberapa orang baik dari anggota kelompok orkes atau yang bukan uantuk melakukan joget karena suara musiknya yang cukup lebih hidup dan merdu. 

Dengan alasan yang sama akhirnya ketika horeg disewa oleh suatu acara, maka selain sistem suaranya juga lampu-lampu disko dan juga ditambahi para penari sesuai musik yang disajikan. Dengan demikian, maka saat ini horeg selain sistem pengeras suara juga akan dilengkapi lampu-lampu disko dan juga dilengkapi para penari walaupun opsinya bisa dipilih oleh yang akan menyewa karena semakin lengkap penambahannya akan semakin mahal biayanya dan sebaliknya. 

Itulah hasil kesimpulan dari tulisan tentang horeg ini.

END

No comments: