Thursday, February 19, 2026

KHOTBAH JUM'AT, 12/05/2023: Berbakti Kepada Kedua Orang Tua

Khotbah Pertama

 
‎الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي وَصَّى الْإِنْسَانَ بِبِرِّ وَالِدَيْهِ، فَاللَّهُمَّ رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ، آمَنَّا بِكَ وَبِمَلَائِكَتِكَ، وَكُتُبِكَ وَرُسُلِكَ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ، وَالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ، وَنَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، رَضِينَا بِكَ رَبًّا، وَبِالْإِسْلَامِ دِينًا، وَنَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُكَ وَنَبِيُّكَ، فَاللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَالتَّابِعِينَ. أُوصِيكُمْ عِبَادَ اللَّهِ بِتَقْوَى اللَّهِ، قَالَ تَعَالَى: (وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ ‌وَالْأَرْحَامَ
Bertakwalah kepada Allah yang dengan Nama-Nya kamu saling meminta, dan peliharalah hubungan kekeluargaan”.

 Wahai orang-orang beriman : Allah SWT berfirman:

 وَقَضَى رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ ‌وَبِالْوالِدَيْنِ ‌إِحْسانًا 
dan TuhanMu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak
 
Dalam dua ayat yang mulia ini; Allah SWT memerintahkan untuk berbakti kepada kedua orang tua, Dia menghubungkan ketaatan kepada-Nya dengan berbuat baik kepada kedua orang tua, dan bersyukur kepada-Nya dengan berterima kasih kepada kedua orangtuanya. Kebesaran karunia mereka, ketinggian status mereka, dan kewajiban untuk mendahulukan keduanya dari yang lain. Maka kewajiban setelah menunaikan hak Allah adalah menunaikan hak kedua orang tua. Karena Allah Azza wa jalla yang menciptakan manusia, dan menjadikan orang tua sebagai alasan keberadaannya, membesarkannya ketika dia masih kecil, dan merawatnya sampai dia mandiri, maka hendaklah kita selalu mengulang-ulang doa:

(‌رَبِّ ‌ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرً): 
Ya Rabb sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidikku waktu kecil.

Doa untuk orang tua adalah hak mereka, dan para nabi melestarikannya. Nabi Nuh Alaihissalam mengkhususkan doa untuk orang tuanya (‌رَبِّ ‌اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ) Ya Tuhanku ampunilah aku dan kedua orang tuaku
Bapak para nabi yaitu Nabi Ibrahim Alaihissalam berdoa رَبَّنَا اغْفِرْ لِي ‌وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ : (Ya Tuhan kami, ampunilah aku dan kedua orang tuaku dan semua orang yang beriman pada hari diadakan perhitungan)
 
Seorang Ulama berkata : 
Barangsiapa sholat lima kali sehari, sungguh dia telah bersyukur kepada Allah, dan barangsiapa berdoa untuk kedua orang tua setelah sholat lima waktu2, maka dia telah bersyukur kepada kedua orangtuanya

Mendoakan secara istiqomah untuk kedua orang tua adalah tanda anak yang sholeh. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW “Atau anak yang sholeh yang mendoakannya”. 

Salah satu kebaikan kepada orang tua adalah melayani mereka, memenuhi kebutuhan mereka, berinfaq atas nama mereka, berbicara yang baik kepada mereka, membuat mereka bahagia dan menghibur mereka, dan semua ini termasuk perbuatan yang paling dicintai Allah Ta’aala. 

Dari Ibnu Mas’ud dia berkata: 
Aku bertanya kepada Nabi: amal apa yang paling dicintai Allah? Beliau bersabda : “Sholat tepat waktu” aku berkata : kemudian apa lagi? Beliau bersabda: “berbakti kepada orang tua” 
 
Ya Allah ampunilah kami dan kedua orang tua kami, sayangilah keduanya sebagaimana mereka menyayangi dan mendidikan kami waktu kecil.
 
Khutbah Kedua
 
‎الْحَمْدُ لِلَّهِ الْبَرِّ الرَّحِيمِ، يُدْخِلُ مَنْ أَحْسَنَ إِلَى وَالِدَيْهِ جَنَّاتِ النَّعِيمِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى الْمَبْعُوثِ رَحْمَةً لِلْخَلْقِ أَجْمَعِينَ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَالتَّابِعِينَ
Sesungguhnya Allah membahagiakan orang yang bertaqwa dengan kedua orang tuanya,memberikan kesuksesan dan memudahkan urusanya, membebaskan dari penderitaannya, meluaskan rizqinya, memberikan keberkahan pada umurnya, memberi Rizqi kepadanya anak-anak yang sholeh, memberikan keridhoan padanya, dan memasukkan kedalam SurgaNya. 
 
Dari Ummul Mu’minin ‘Aisyah RA berkata : Rasulullah SAW bersabda:
Aku tidur dan engkau melihatku di surga, lalu aku mendengar suara seseorang membaca Qur’an. Aku berkata : siapa itu? Mereka menjawab : Harits Bin Nu’man. Lalu Rasulullah bersabda : itu adalah kebaikan kepada orang tua” Dan manusia yang paling berhak diberikan kebaikan adalah ibunya. 
 
Hendaknya Hamba Allah berbuat baik kepada kedua orang tuanya, setia kepada mereka, mengakui jasa-jasa mereka, membalas kebaikan mereka.

Mari kita tanamkan dalam hati anak-anak kita nilai-nilai yang mulia ini.
 
‎وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Sunday, February 15, 2026

KHOTBAH JUM'AT, 19/08/2022: Menjaga Nikmat

Khotbah Pertama


الْحَمْدُ لِلَّهِ الْقَائِلِ: (وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا إِنَّ اللَّهَ لَغَفُورٌ رَحِيمٌ)([1])، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، الْمُتَفَضِّلُ عَلَيْنَا بِالنِّعَمِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ، أَكْثَرُ النَّاسِ شُكْرًا لِنِعَمِ اللَّهِ، فَاللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. أُوصِيكُمْ عِبَادَ اللَّهِ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، قَالَ جَلَّ فِي عُلَاهُ: (نَحْنُ نَرْزُقُكَ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوَى)([2])

Aku berwasiat kepada kalian -wahai hamba Allah- dan kepada diriku agar bertakwa kepada Allah, Dia berfirman:

نَحْنُ نَرْزُقُكَ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوَى

“Kamilah yang memberi rezki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa” (Thaha 20 : 132). 

Kaum mukminin: sesungguhnya nikmat yang dilimpahkan oleh Allah kepada kita sangatlah besar, Allah SWT berfirman:

وَمَا بِكُمْ مِنْ نِعْمَةٍ فَمِنَ اللَّهِ

Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah-lah (datangnya)” (An Nal 16 : 53). 

Di antara nikmat dan rezeki yang paling berharga adalah air dan makanan, yang dilimpahkan oleh Allah SWT kepada manusia, yang menjadi dasar keberlangsungan kehidupan mereka, Allah Azza wa Jalla berfirman :

فَلْيَنْظُرِ الْإِنْسَانُ إِلَى طَعَامِهِ* أَنَّا صَبَبْنَا الْمَاءَ صَبًّا* ثُمَّ شَقَقْنَا الْأَرْضَ شَقًّا* فَأَنْبَتْنَا فِيهَا حَبًّا* وَعِنَبًا وَقَضْبًا* وَزَيْتُونًا وَنَخْلًا* وَحَدَائِقَ غُلْبًا* وَفَاكِهَةً وَأَبًّا* مَتَاعًا لَكُمْ وَلِأَنْعَامِكُمْ

Maka hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya. Sesungguhnya Kami benar-benar telah  mencurahkan air (dari langit), kemudian Kami belah bumi dengan sebaik-baiknya, lalu Kami tumbuhkan biji-bijian di bumi itu, anggur dan sayur-sayuran, Zaitun dan pohon kurma, kebun-kebun (yang) lebat, dan buah-buahan serta rumput-rumputan, untuk kesenanganmu dan untuk binatang-binatang ternakmu” (‘Abasa 80 : 24-32). 

Maka marilah kita bersyukur kepada Allah SWT atas karunia air dan makanan dengan menjaganya, melestarikan sumber-sumbernya, menafkahkan kepada orang yang membutuhkannya dan menghindari pemborosan, Allah SWT berfirman :

وكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ

“Makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan” (Al A’raf 7 : 31)

Wahai orang-orang yang mengingat nikmat dan karunia Allah SWT: sesungguhnya di antara nikmat lahir dari Allah SWT adalah nikmat keamanan dan ketenteraman, dengannya manusia dapat hidup bahagia dan kebudayaan negara menjadi lebih maju, Allah SWT berfirman :

فَلْيَعْبُدُوا رَبَّ هَذَا الْبَيْتِ* الَّذِي أَطْعَمَهُمْ مِنْ جُوعٍ وَآمَنَهُمْ مِنْ خَوْفٍ

Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan Pemilik rumah ini (Ka’bah). Yang telah memberi makanan kepada  mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan” (Quraisy 106 : 3-4). 

Marilah kita hargai nikmat tersebut dengan sebenar-benarnya, dan marilah kita mensyukurinya dengan sungguh-sungguh, seraya memohon kepada Allah SWT agar nikmat tersebut dilanggengkan bagi kita.

 Ya Allah, jadikanlah kami termasuk orang-orang yang mensyukuri nikmat-nikmat-Mu dan berdzikir atas segala karunia-Mu, berilah kami semua taufiq untuk mentaati-Mu,  mentaati rasul-Mu Muhammad SAW dan mentaati orang yang Engkau perintahkan agar ditaati, sebagai pengamalan atas firman-Mu:
 
Hai orang-orang yang beriman, ta’atilah Allah dan ta’atilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu” (An Nisa’ 4 : 59)

أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Khotbah Kedua

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَنْعَمَ عَلَيْنَا بِالْإِيمَانِ، وَتَفَضَّلَ عَلَيْنَا بِنِعَمِ الطَّعَامِ وَالْمَاءِ وَالِاطْمِئْنَانِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ سَيِّدِ الشَّاكِرِينَ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِينَ

Wahai saudaraku yang selalu bersyukur terhadap nikmat Allah SWT: Rasulullah SAW bersabda :

مَنْ أَصْبَحَ ‌مِنْكُمْ ‌مُعَافًى فِي جَسَدِهِ، آمِنًا فِي سِرْبِهِ، عِنْدَهُ قُوتُ يَوْمِهِ؛ فَكَأَنَّمَا حِيزَتْ لَهُ الدُّنْيَا

Barang siapa di antara kalian yang merasa aman di rumahnya, sehat badannya, dan ia memiliki makanan untuk hari itu, maka seakan-akan telah dikumpulkan untuknya dunia beserta isinya” (At Tirmidzi 2346 dan Ibnu Majah 4141). 

Ini berarti bahwa ketika Allah SWT mengumpulkan pada orang tersebut kesehatan badan, ketentraman hati dan kemakmuran hidup, maka ia telah mendapatkan keluasan nikmat dan pemberian dari Allah SWT. Maka kewajiban kita semua adalah: menjaga semua nikmat tersebut dengan bersyukur kepada Allah SWT dan berdoa untuk orang yang telah menjadi penyebab tersedianya nikmat tersebut, juga hendaknya kita mendidik putra putri kita dengan budaya melestarikan nikmat, karena Allah SWT akan menambahkan anugerah orang yang bersyukur dan membalas orang yang berbuat kebaikan, Allah SWT berfirman:

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu” (Ibrahim 14 : 7)

Ya Allah segala puji dan syukur hanyalah untuk-Mu, Engkau memberi kami makan hingga kami kenyang, Engkau memberi kami minum hingga kami tidak dahaga, tanpa upaya dan kekuatan dari kami Engkau memulikan kami, Engkau memberi kami nikmat ketentraman, ya Allah langgengkanlah nikmat-nikmat tersebut pada kami, berkahilah kami serta tambahkanlah nikmat kepada kami.

هَذَا وَصَلِّ اللَّهُمَّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ، وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ: أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ، وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ الْأَكْرَمِينَ، وَالتَّابِعِينَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ. اللَّهُمَّ احْفَظْ دَوْلَةَ الْإِمَارَاتِ قِيَادَتَهَا وَشَعْبَهَا، وَبَرَّهَا وَبَحْرَهَا، وَأَرْضَهَا وَسَمَاءَهَا، ‌مِنْ ‌شَرِّ ‌كُلِّ ‌ذِي ‌شَرٍّ أَنْتَ آخِذٌ بِنَاصِيَتِهِ، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ. اللَّهُمَّ اجْعَلْ دَوْلَةَ الْإِمَارَاتِ بَلَدًا آمِنًا مُطْمَئِنًّا، سَخَاءً رَخَاءً، وَاحْفَظْهَا بِحِفْظِكَ، وَاحْرُسْهَا بِرِعَايَتِكَ. اللَّهُمَّ وَفِّقْ رَئِيسَ الدَّوْلَةِ الشَّيْخ مُحَمَّد بْن زَايِد وَنَائِبَهُ وَإِخْوَانَهُ حُكَّامَ الْإِمَارَاتِ لِمَا تُحِبُّهُ وَتَرْضَاهُ. اللَّهُمَّ ارْحَمِ الشَّيْخ زَايِد، وَالشَّيخ مَكْتُوم، وَالشَّيخ خليفة بن زايد، وَشُيُوخَ الْإِمَارَاتِ الَّذِينَ انْتَقَلُوا إِلَى رَحْمَتِكَ، وَأَدْخِلْهُمْ بِفَضْلِكَ فَسِيحَ جَنَّاتِكَ. وَارْحَمْ شُهَدَاءَ الْوَطَنِ وَضَاعِفْ أَجْرَهُمْ، وَارْفَعْ فِي الْجَنَّةِ دَرَجَتَهُمْ، وَشَفِّعْهُمْ فِي أَهْلِهِمْ. اللَّهُمَّ ارْحَمِ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ: الْأَحْيَاءَ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتَ

عِبَادَ اللَّهِ: اذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ. وَأَقِمِ الصَّلَاةَ

KHOTBAH JUM'AT 18/Juli/2025: Perjanjian Persatuan

Khotbah Pertama


Segala puji bagi Allah SWT, Sang Pelindung dan Maha Terpuji. Dialah yang memerintahkan hamba-hamba-Nya untuk menjaga perjanjian. Kita bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, yang berbuat sesuai kehendak-Nya. Dan kita bersaksi bahwa junjungan kita Nabi Muhammad SAW adalah penutup para rasul. Semoga shalawat, salam, dan berkah Allah tercurah kepadanya, juga kepada keluarga dan seluruh sahabatnya.

Amma ba'du (selanjutnya):
Aku wasiatkan kepada kalian, wahai hamba-hamba Allah, dan juga kepada diriku sendiri, agar senantiasa bertakwa kepada Allah. Allah Ta‘ala berfirman:

﴿وَمَنْ أَوْفَى بِعَهْدِهِ وَاتَّقَى فَإِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَّقِينَ﴾
"Barang siapa yang menepati janjinya dan bertakwa, maka sungguh Allah mencintai orang-orang yang bertakwa." (QS. Ali Imran: 76)

Wahai kaum mukminin, ini adalah perintah Ilahi yang mulia, dan arahan Rabbani yang penuh hikmah. Barang siapa yang berpegang teguh padanya, maka Allah akan memuliakannya dan memberinya pahala. Dan barang siapa yang melanggarnya, akan dimintai pertanggungjawaban atasnya. Allah Ta‘ala berfirman:

﴿وَأَوْفُوا بِالْعَهْدِ إِنَّ الْعَهْدَ كَانَ مَسْئُولًا﴾
"Dan tepatilah janji; sesungguhnya janji itu pasti dimintai pertanggungjawaban." (QS. Al-Isra: 34)

Ya, menepati janji adalah bagian dari prinsip luhur, akhlak mulia, dasar kehormatan, dan tanda kecerdasan. Hanya orang-orang berakal yang mengingat dan memahami pentingnya menepati janji. Allah berfirman:

﴿الَّذِينَ يُوفُونَ بِعَهْدِ اللَّهِ وَلَا يَنْقُضُونَ الْمِيثَاقَ﴾
"(Yaitu) orang-orang yang menepati janji Allah dan tidak melanggar perjanjian." (QS. Ar-Ra’d: 20)

Benar, tidaklah suatu kaum menepati janjinya melainkan mereka akan naik derajatnya, dan cinta kasih akan tumbuh di antara mereka. Dan tidaklah mereka mengingkari janji mereka melainkan kepercayaan akan sirna di antara mereka, dan kemurkaan Allah pun akan menimpa mereka.

Bagaimana perasaanmu jika engkau telah membuat janji dan perjanjian dengan seseorang, lalu dia mengingkarinya dan tidak menepatinya? Bukankah dadamu akan sesak dan kemarahanmu akan memuncak karena hakmu disia-siakan?

Karena itulah Allah memerintahkan kita untuk menepati janji, dan Dia memuji para nabi dan rasul atas sifat ini. Tentang kekasih-Nya, Ibrahim, Allah berfirman:

﴿وَإِبْرَاهِيمَ الَّذِي وَفَّى﴾
"Dan (tentang) Ibrahim yang menunaikan (segala perintah dan janjinya)." (QS. An-Najm: 37)

Allah juga menggambarkan sifat orang-orang beriman:

﴿وَالَّذِينَ هُمْ لِأَمَانَاتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَاعُونَ﴾
"Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat dan janjinya." (QS. Al-Mu’minun: 8)

Menepati janji adalah tanda keimanan dan keberagamaan. Rasulullah ﷺ bersabda:

«لَا دِينَ لِمَنْ لَا عَهْدَ لَهُ»
"Tidak ada agama bagi orang yang tidak menepati janji." (HR. Ahmad)

Itulah nilai sebuah perjanjian, kedudukan sebuah janji, dan kekuatan sebuah ikatan. Wahai hamba-hamba Allah, sesungguhnya janji paling agung adalah perjanjian yang kita buat dengan Rabb kita. Allah Ta‘ala berfirman:

﴿وَبِعَهْدِ اللَّهِ أَوْفُوا﴾
"Dan tepatilah janji Allah." (QS. Al-An‘am: 152)

Dan barang siapa berpegang pada janji Allah, maka:

﴿فَسَيُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًا﴾
"Maka Dia akan memberinya pahala yang besar." (QS. Al-Fath: 10)

Adapun orang-orang yang rugi adalah mereka yang mengingkari janji Allah setelah perjanjian itu diikat. Allah berfirman:

﴿الَّذِينَ يَنْقُضُونَ عَهْدَ اللَّهِ مِنْ بَعْدِ مِيثَاقِهِ﴾
"Orang-orang yang merusak perjanjian Allah setelah diikat dengan kokoh." (QS. Al-Baqarah: 27)

Wahai orang-orang yang setia pada janjimu, lihatlah perjanjianmu dalam rumah tangga dan keluargamu, perjanjianmu dengan istrimu yang telah difirmankan Allah:

﴿وَأَخَذْنَ مِنْكُمْ مِيثَاقًا غَلِيظًا﴾
"Dan mereka (istri-istrimu) telah mengambil dari kalian perjanjian yang kuat." (QS. An-Nisa: 21)

Periksalah pula janji dengan anak-anakmu. Tepatilah apa yang telah kau janjikan kepada mereka, penuhi harapan-harapan mereka. Jagalah pula janji dalam pekerjaan dan tugasmu dengan melaksanakan tanggung jawab dan menunaikan hak para pekerja.

Jagalah janji dalam urusan harta, dengan mengembalikannya kepada pemiliknya dan berhati-hatilah dari menyia-nyiakannya. Nabi ﷺ bersabda:

«مَنْ أَخَذَ أَمْوَالَ النَّاسِ يُرِيدُ أَدَاءَهَا؛ أَدَّى اللَّهُ عَنْهُ، وَمَنْ أَخَذَ يُرِيدُ إِتْلَافَهَا: أَتْلَفَهُ الله»
"Barang siapa mengambil harta orang lain dengan niat ingin mengembalikannya, maka Allah akan bantu membayarkannya. Dan barang siapa mengambilnya dengan niat merusaknya, maka Allah akan membinasakannya." (HR. Al-Bukhari)

Maka marilah kita tanamkan akhlak menepati janji dalam seluruh aspek kehidupan kita—dengan Allah SWT, dengan tanah air kita, dan masyarakat kita.

Allah berfirman:

﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ﴾
"Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah, dan taatilah Rasul, dan para pemimpin di antara kalian." (QS. An-Nisa: 59)

Aku sampaikan khutbah ini dan memohon ampun kepada Allah untukku dan kalian, maka mohonlah ampun kepada-Nya.

Khotbah Kedua

Segala puji bagi Allah dengan pujian yang sebenarnya. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi yang tiada nabi setelahnya.

Amma ba'du, wahai orang-orang yang setia pada janjinya! Nabi kalian bersabda:

«إِنَّ حُسْنَ الْعَهْدِ مِنَ الْإِيمَانِ»
"Sesungguhnya menepati janji termasuk bagian dari iman." (HR. Al-Hakim)

Di antara perjanjian paling agung yang pernah disepakati oleh penduduk negeri yang mulia ini adalah Perjanjian Persatuan, yang ditandatangani oleh Syekh Zayed—semoga Allah menyucikan ruhnya—dan para pendiri negara lainnya, tepat pada hari seperti ini, 55 tahun yang lalu.

Sampai hari ini kita terus mengingat dan menghargai kesungguhan mereka dalam memuliakan rakyat dan memakmurkan negeri.

Dalam perjanjian itu tertulis:

"Kami ingin memenuhi keinginan rakyat kami untuk bersatu, menyatukan kehendak kami, mempererat ikatan yang menyatukan kami, dan berusaha mewujudkan stabilitas, kesejahteraan, serta keadilan di negeri kami. Kami yakin bahwa persatuan adalah jalan menuju kemuliaan, kekuatan, dan kebaikan. Maka kami menyatakan kesepakatan untuk mempersatukan emirat-emirat kami dalam satu negara yang mampu membela eksistensinya, menjaga keamanannya, mewujudkan harapan rakyatnya, dan mengukuhkan posisinya di tengah bangsa-bangsa.”

Ya, mereka menginginkan kebaikan dan berjanji untuk meraihnya. Maka Allah memberi taufik kepada mereka dan meneguhkan kita di atasnya.

Amalan pertama yang dilakukan oleh Syekh Zayed setelah menandatangani perjanjian adalah bersujud kepada Tuhannya dalam rasa syukur atas nikmat-Nya. Maka marilah kita pun bersyukur atas kebijaksanaan pemimpin kita, atas nikmat persatuan kita. Tanamkan nilai-nilainya dalam jiwa anak-anak dan cucu-cucu kita.

Mari kita doakan para pendiri negara agar dirahmati oleh Allah SWT dan dibalas dengan kebaikan. Kita doakan juga pemimpin kita yang bijak, yang telah menjalankan amanat persatuan dengan sangat baik, menjadikan negeri ini teladan yang dikagumi banyak bangsa.

Dan kita berjanji, bahwa kita akan tetap setia pada perjanjian persatuan, berpegang teguh pada nilai-nilainya, dan setia kepada tanah air kita. Allah telah memuji orang-orang yang setia dengan firman-Nya:

﴿وَالْمُوفُونَ بِعَهْدِهِمْ إِذَا عَاهَدُوا﴾
"Dan orang-orang yang menepati janjinya apabila mereka berjanji." (QS. Al-Baqarah: 177)

Doa Penutup

Ya Allah, jadikan kami orang-orang yang beriman kepada-Mu, yang beribadah kepada-Mu, dan berbakti kepada orang tua kami. Rahmatilah mereka sebagaimana mereka telah mendidik kami di waktu kecil, wahai Yang Maha Pengasih dari semua yang pengasih.

Ya Allah, lindungilah negara Uni Emirat Arab, peliharalah dengan penjagaan-Mu, dan limpahkan perhatian-Mu, wahai Rabb semesta alam.

Ya Allah, lindungilah Presiden Negara, Syekh Muhammad bin Zayed, anugerahkan kepadanya bimbingan dan hikmah, serta berikan taufik kepada para wakil dan saudaranya para pemimpin UEA, termasuk Putra Mahkota yang terpercaya, dan perwakilan penguasa di Dhafrah, untuk melakukan apa yang Engkau cintai dan ridhai.

Ya Allah, rahmatilah Syekh Zayed, Syekh Rasyid, dan seluruh syekh UEA yang telah kembali ke rahmat-Mu. Masukkan mereka ke surga-Mu yang luas dan liputi para syuhada bangsa ini dengan rahmat dan ampunan-Mu.

Ya Allah, rahmatilah seluruh muslimin dan muslimat, yang hidup maupun yang telah wafat.

Wahai hamba-hamba Allah, ingatlah Allah Yang Maha Agung, niscaya Dia akan mengingat kalian. Bersyukurlah kepada-Nya atas nikmat-Nya, niscaya Dia akan menambahkannya untuk kalian. Dirikanlah shalat.

Sunday, January 18, 2026

KHOTBAH 16/01/2026: The Day of Determination (Yawm al-’Azm)

The First Sermon


All praise is due to Allah, the Almighty, the All-Appreciative, who has encouraged us to pursue the most noble and determined of matters. We bear witness that there is no deity worthy of worship except Allah, and we bear witness that our Prophet Muhammad is the Messenger of Allah. May the peace, blessings, and mercies of Allah be upon him, his family, his companions, and all those who follow him.

To proceed:

I advise you, O servants of Allah, and myself, to have Taqwa of Allah. For through Taqwa, your will is elevated, and your determination is strengthened. Allah the Almighty says:

﴿وَإِنْ تَصْبِرُوا وَتَتَّقُوا فَإِنَّ ذَلِكَ مِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ﴾

But if you are patient and fear Allah, indeed, that is of the matters [worthy] of determination.

O Believers:

Determination (Al-’Azm) is a noble value and a majestic trait. Through it, goals are attained, successes are achieved, difficulties are subdued, and obstacles are removed. Its banner is carried only by those possessed of will and strength, patience and high ambition.

The essence of determination is the firm resolve of the heart and the gathering of one's inner faculties to move forward with a clear vision and enlightened insight, free from hesitation or instability.

This trait was the hallmark of the Messengers of the highest rank (Ulu al-’Azm), characterized by their sincere resolve, deep-rooted steadfastness, and beautiful patience. Its meaning was perfectly embodied in the leader of creation and the master of determination: our Master and Prophet Muhammad ﷺ, in obedience to the command of his Lord, the Mighty and Sublime:

﴿فَاصْبِرْ كَمَا صَبَرَ أُولُو الْعَزْمِ مِنَ الرُّسُلِ﴾.

So be patient, [O Muhammad], as were those of determination among the messengers...
 
Thus, when the Prophet ﷺ resolved to do something, he never wavered in his decision; and when he moved forward, he never looked back in his stride. Among his frequent supplications was:

«اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الثَّبَاتَ فِي الْأَمْرِ، وَالْعَزِيمَةَ عَلَى الرُّشْدِ».

O Allah, I ask You for steadfastness in [all] matters, and the determination to follow the right path.

O servants of Allah, reflect on how the Prophet ﷺ combined steadfastness and determination in his supplication. Indeed, the person of determination stands out from others; you see them firm in their positions and loyal to their principles. And this is no surprise, for steadfastness and determination are the pillars of every noble standing and the foundation of every towering success.
 
The tree of these two traits is rooted in high ambition, and its trunk is strengthened by deep-rooted patience. Consequently, it yields its fruit as achievement after achievement, and success followed by success.

It is determination, strengthened by our connection to our Lord, the sincerity of our seeking refuge in Him, and the excellence of our reliance upon Him. Allah, the Mighty and Sublime, says:

﴿فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ﴾

And when you have decided, then rely upon Allah. Indeed, Allah loves those who rely [upon Him].

It is determination: whoever is characterized by it finds their ambition strengthened, their vision clarified, and their resolve propelled toward noble deeds and virtues.

It is determination, entirely good. In worship, it is the sincerity of intention; in knowledge, it is the diligence in seeking it; in the family, it is its cohesion; in gatherings, it is their etiquette and refinement; in society, it is its solidarity; and in the nation, it is its protection. It is the guardian of values, the crown of noble deeds, gallantry in difficult situations, the heritage of the past, and the wise foresight for the future.
 
O Servants of Allah:

Determination (Al-’Azm) is a disciplined human conduct that only arises through noble character and gracious dealings. The ultimate test of one’s resolve lies in times of hardship, trials, and crises, where there is a dire need to train the soul to endure. A person of determination is patient and forbearing; they overlook the offences of the envious and rise above the ignorance of those with ulterior motives. Allah the Almighty says:

﴿وَلَمَنْ صَبَرَ وَغَفَرَ إِنَّ ذَلِكَ لَمِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ﴾

And whoever is patient and forgives, indeed, that is of the matters [worthy] of determination.

Determination is strengthened by sensing the divine reward and by reflecting on the praiseworthy ends and the happy outcomes. Allah the Almighty says:

﴿فَإِذَا عَزَمَ الْأَمْرُ فَلَوْ صَدَقُوا اللَّهَ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ﴾

And when the matter [of fighting] was determined, if they had been true to Allah, it would have been better for them.

Furthermore, the perfection of determination lies in taking the necessary means, maintaining constant readiness, and possessing the positivity that repels despair and despondency. Therefore, beware of procrastination, and avoid doubt and hesitation. As the poet  said:

إِذَا كُنْتَ ذَا رَأْيٍ فَكُنْ ذَا عَزِيمَةٍ *** فَإِنَّ فَسَادَ الرَّأْيِ أَنْ تَتَرَدَّدَا

If you possess a sound opinion, then be a person of resolve, for the corruption of an opinion lies in being hesitant.

  ﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ﴾.

O you who have believed, obey Allah and obey the Messenger and those in authority among you.

I say these words of mine, and I seek forgiveness from Allah for me and for you, so seek His forgiveness.


The Second Sermon

All praise is due to Allah, besides Whom there is no other deity. Peace and blessings be upon our Prophet Muhammad, after whom there is no prophet.

To proceed:

O Believers, the United Arab Emirates is a nation of sincere will and unwavering resolve. This determination is evident in its vision, its sincerity, and its loyalty. It moves toward its future with confident strides, a conscious mind, and continuous work, adhering to the laws of success and following the paths of excellence. It is armed with knowledge, invested in human potential, and firm in the belief that progress is only built upon taking the necessary means and maintaining excellent preparation.

This is an enduring tradition, a deep-rooted approach, and the path toward leadership. It is not deterred by challenges, nor is it hindered by obstacles. As the poet  said:

عَلَى قَدْرِ أَهْلِ الْعَزْمِ تَأْتِي الْعَزَائِمُ *** وَتَأْتِي عَلَى قَدْرِ الْكِرَامِ الْمَكَارِمُ

“Great matters are achieved in proportion to the people of resolve, and noble deeds come in proportion to those who are generous and noble.”

On the seventeenth of January, the Day of Emirati Determination (Yawm al-’Azm), the UAE takes pride in its loyal people, who have rallied around their leadership and believed in their vision. Through this unity, they have forged great achievements. Our Armed Forces have inscribed the most magnificent epics of heroism and offered the most precious sacrifices, proving the sincerity of their love for the soil of this homeland. Regarding such people, the words of Allah the Almighty are true:

﴿مِنَ الْمُؤْمِنِينَ رِجَالٌ صَدَقُوا مَا عَاهَدُوا اللَّهَ عَلَيْهِ﴾.

Among the believers are men who have been true to their covenant with Allah.

Therefore, accustom yourselves to determination and instill it in your children. For through it, you shall surpass others, build the edifice of your civilization, and increase the prosperity of your nation.

O Allah, send Your peace, blessings, and grace upon our Prophet Muhammad and upon his pure and noble family. O Allah, be pleased with Abu Bakr, Umar, Uthman, and Ali, and with all the noble Companions.

O Allah, we ask You for steadfastness in all matters, and the determination to follow the right path. We ask You for the ability to be grateful for Your favours and to worship You in the best manner. We ask You for a sound heart and a truthful tongue. We ask You for the good of what You know, and we seek refuge in You from the evil of what You know.

O Allah, grant us wisdom in speech and correctness in our deeds. Guide us to our paths, ease our affairs, and grant us happiness in this world and the Hereafter. O Allah, make us true believers in You, sincere worshippers of You, and practitioners of the commandments of Your Book. Adorn us with determination and will and make us dutiful to our parents; and have mercy on them as they raised us when we were young, O Most Merciful of those who show mercy.

O Allah, preserve the United Arab Emirates by Your protection; take it into Your care, encompass it with Your providence, and perpetuate its stability and prosperity. Protect it from the envy of the envious, the schemes of the schemers, the aggression of the aggressors, and the evil of enemies and the malicious, O Lord of all worlds.

O Allah, preserve the one endowed with wisdom and courage, the possessor of generous and noble deeds, Sheikh Mohammed bin Zayed, President of the State. Grant him continued success, sound judgment, and support. Grant success to him, his deputies, his brothers, the Rulers of the Emirates, and his trusted Crown Prince, in all that You love and are pleased with.

O Allah, have mercy upon Sheikh Zayed, Sheikh Rashid, and all the sheikhs of the Emirates who have passed on to Your mercy. Admit them, by Your grace, into the vastness of Your Gardens. Encompass the martyrs of the nation with Your mercy and forgiveness.

O Allah, have mercy upon the Muslim men and Muslim women, the living among them and the dead.

O Allah, send down upon us rain, and do not make us among the despairing. O Allah, grant us relief; O Allah, grant us relief; O Allah, grant us relief.

Servants of Allah: remember Allah, the Most Great, the Majestic, and He will remember you; give thanks to Him for His blessings, and He will increase you. And establish the prayer.